Kertas Kerja_modul Kemiskinan

download Kertas Kerja_modul Kemiskinan

of 34

  • date post

    01-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    113
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Kertas Kerja_modul Kemiskinan

  • Kertas Kerja Perorangan dalam rangka memenuhi persyaratan Ujian Penyesuaian Ijazah Tahun 2009

    OLEH

    SUHARIADI

    BADAN PUSAT SATATISTIK TAHUN 2009

    NIP : 340017943

    Pengukuran Kemiskinan:

    Garis Kemiskinan, Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan

    di Propinsi DKI JAKARTA Tahun 2007

    (dengan SPSS)

  • i

    MATERI KERTAS KERJA

    Badan Pusat Statistik melakukan penghitungan jumlah dan persentase

    penduduk miskin adalah pada Tahun 1984 yang mencakup periode 1976-1981.

    Data yang digunakan dalam penghitungan ini adalah data modul konsumsi.

    Sampai dengan Tahun 1987, data kemiskinan hanya disajikan pada

    tingkat nasional yang dipisahkan berdasarkan daerah perkotaan dan perdesaan.

    Mulai Tahun 1990 informasi ini sudah bias disajikan sampai tingkat propinsi dan

    sejak Tahun 2002, BPS telah menyajikan data dan informasi kemiskinan

    sampai tingkat kabupaten/kota dengan menggunakan data Susenas Kor.

    Penjelasan sederhana mengenai pengukuran kemiskinan BPS akan

    disajikan dalam kertas kerja ini. Pengukuran kemiskinan ini meliputi

    penghitungan garis kemiskinan yang didasarkan pada nilai komoditi yang ril

    dikonsumsi penduduk, serta beberapa indikator yang biasa digunakan untuk

    menggambarkan tingkat kemiskinan dari penduduk miskin.

    Banyak program statistik yang dapat digunakan untuk mengolah data:

    seperti R, SAS, SPSS, STATA, dll. Program yang digunakan pada kertas kerja

    ini adalah SPSS. Alasan digunakannya SPSS adalah karena menurut penulis,

    SPSS relatif lebih user-friendly dibanding program statistik lainnya.

  • ii

    KATA PENGANTAR

    Subdirektorat Statistik Kerawanan Sosial dibentuk Tahun 2008 dan

    merupakan Subdit termuda di Direktorat Statistik Ketahanan Sosial. Subdit ini

    terdiri atas dua seksi yaitu Seksi Statistik Kerawanan Sosial Baru dan Seksi

    Statistik Kemiskinan. Salah satu tugas Seksi Statistik Kemiskinan adalah

    menghasilkan Data dan Informasi Kemiskinan.

    Data kemiskinan merupakan data yang sangat penting dan sensitif karena

    keberadaannya selalu menimbulkan pro dan kontra. Berbagai macam metode

    pendekatan selalu memiliki kelemahan karena memang masalah kemiskinan

    merupakan masalah multi-dimensi.

    Pada kertas kerja ini, penulis mencoba untuk menjabarkan langkah-

    langkah penghitungan angka kemiskinan yang digunakan BPS saat ini dengan

    bantuan SPSS versi 13.0. Metode yang digunakan adalah pendekatan

    kebutuhan dasar.

    Semoga tulisan ini dapat berguna terutama bagi mereka yang tertarik

    tentang bagaiamana angka kemiskian dihasilkan.

    Jakarta, 29 April 2009

    Penulis

  • iii

    ABSTRAKSI

    Berbagai metode penghitungan garis kemiskinan yang digunakan saat ini,

    dan mungkin sampai kapanpun, selalu memiliki kekurangan. Hal itu terkait

    dengan fakta bahwa masalah kemiskinan adalah masalah Multi-Dimensi yang

    tidak dapat dipandang hanya dari satu sudut. Oleh karena itu, metode

    penghitungan garis kemiskinan harus memperhatikan segala aspek.

    Konsep kemiskinan, secara moneter, yang digunakan BPS adalah melalui

    pendekatan kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya

    (Cost of Basic Needs/CBN approach). Kebutuhan dasar meliputi kebutuhan

    makanan dan non makanan. Komoditi yang dipilih untuk menghitung garis

    kemiskinan adalah komoditi-komoditi yang ril dikonsumsi penduduk.

    Setelah garis kemiskinan didapat, beberapa indikator kemiskinan dapat

    ditentukan. Indikator-indikator kemiskinan yang umum digunakan antara lain;

    Proporsi Penduduk Miskin (P0), Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1), dan Indeks

    Keparahan Kemiskinan (P2).

    Program yang digunakan untuk mendapatkan garis kemiskinan dan

    indikator-indikator lainnya pada kertas kerja ini adalah SPSS. Alasan

    digunakannya SPSS adalah karena menurut penulis, SPSS relatif lebih user-

    friendly dibanding program statistik lainnya.

  • iv

    DAFTAR ISI

    Halaman

    MATERI MKERTAS KERJA ........................................................................... i

    KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii

    ABSTRAKSI .................................................................................................... iii

    DAFTAR ISI .................................................................................................... iv

    DAFTAR TABEL ............................................................................................. vi

    BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................. 1

    1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1

    1.2 Maksud dan Tujuan .......................................................................... 2

    1.3 Pengertian-pengertian ...................................................................... 2

    1.4 Metode Pendekatan ......................................................................... 5

    1.5 Batasan Aspek Materi ...................................................................... 5

    BAB 2 FAKTA DAN MASALAH ...................................................................... 6

    2.1 Fakta ................................................................................................. 6

    2.2 Masalah ........................................................................................... 7

    BAB 3 METODE PENGHITUNGAN GARIS KEMISKINAN DAN

    BEBERAPA INDIKATOR KEMISKINAN ............................................. 8

    3.1 Tahapan Menentukan GK Propinsi DKI Jakarta Tahun 2007

    dengan dasar GKS Tahun 2006 menggunakan SPSS .................... 8

    3.2 Beberapa IndikatorTingkat Kemiskinan: Proporsi Penduduk

    Miskin (P0), Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1), dan

    Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) ................................................ 17

  • v

    3.2.1 Proporsi Penduduk Miskin .................................................... 17

    3.2.1 Indeks Kedalaman Kemiskinan ............................................. 18

    3.2.1 Indeks Keparahan Kemiskinan ............................................. 20

    3.3 Menentukan P0, P1, dan P2 Propinsi DKI Jakarta menurut Kota

    dengan SPSS .................................................................................. 17

    BAB 4 KESIMPULAN ...................................................................................... 23

    PENUTUP ........................................................................................................ 25

    DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 27

    RIWAYAT HIDUP ............................................................................................ 28

  • vi

    DAFTAR TABEL

    Halaman

    Tabel 1 Kode dan Nama Komoditi untuk Penghitungan GK .......................... 4

    Tabel 2 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin, P1, P2 dan GK

    Propinsi DKI Jakarta menurut Kota, Tahun 2006 ............................. 6

    Tabel 3 GK Propinsi DKI Jakarta menurut Kota, Tahun 2007 ........................ 16

    Tabel 4 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin, P1, P2 dan GK

    Propinsi DKI Jakarta menurut Kota, Tahun 2006 ............................. 22

  • 1

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Masalah sosial di DKI Jakarta kerap menjadi perhatian masyarakat luas.

    Peningkatan jumlah penduduk, terutama pendatang, yang diiringi peningkatan

    jumlah pengangguran, pengemis dan gelandangan, memperparah kondisi

    sosial ekonomi di kota Metropolitan. Hal ini menjadi pekerjaan berat bagi

    pemerintah, baik pusat maupun daerah.

    Kemiskinan merupakan salah satu dari masalah sosial yang sangat

    mendasar. Sensitifitas kemiskinan relatif sangat tinggi dibandingkan masalah-

    masalah sosial lainnya. Tidak mengherankan jika upaya pengentasan

    kemiskinan menjadi agenda penting pemerintah yang sangat membutuhkan

    waktu, tenaga, pikiran, dan hati nurani bagi para pengambil kebijakan.

    Salah satu hal penting yang diperlukan untuk mendukung upaya

    pengentasan kemiskinan adalah ketersediaan data kemiskinan yang lengkap

    dan akurat. Data kemiskinan yang baik dan dapat dipercaya, dapat dijadikan

    sebagai dasar bagi pengambilan kebijakan dalam menentukan jenis bantuan,

    prioritas daerah, dan sebagainya. Di samping itu, data kemiskinan yang baik,

    juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah

    dalam upaya pengentasan kemiskinan, pembanding kemiskinan antar waktu

    dan daerah, serta digunakan sebagai dasar untuk menentukan target

    memperbaiki kesejahteraan penduduk miskin.

  • 2

    1.2 Maksud dan Tujuaan

    Menjelaskan secara sederhana mengenai konsep kemiskinan, metode

    pengukuran tingkat kemiskinan, dan pengukuran beberapa indikator kemiskinan

    dengan SPSS.

    1.3 Pengertian-pengertian

    1. Kemiskinan merupakan ketidakmampuan seseorang, dari sisi ekonomi,

    untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang

    diukur dari sisi pengeluaran.

    2. Garis Kemiskinan (GK) adalah standar minimum uang yang diperlukan

    seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya selama sebulan.

    3. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran

    perkapita perb