Kepri_Pilkada Dan Maritim

download

of 1

  • date post

    31-Jan-2016
  • Category

    Documents
  • view

    3
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Progres pembangunan perikanan, khususnya sektor perikanan budidaya di wilayah Kepulauan Riau sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari meningkatnya sentra dan volume produksi melalui berbagai inovasi demonstration farm, pelatihan dan bantuan yang dikelola oleh pemerintah daerah untuk mendukung gairah produksi. Hanya saja untuk bisa bersaing dengan produksi negara lain, manajemen industri perikanan harus mulai memasukkan prinsip sustainability atau keberlanjutan dalam sistem produksi. Konsep sustainability tidak hanya terbatas kepada kontinuitas ketersediaan produk, namun lebih kepada hasil produksi yang (1) ramah lingkungan, dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap keberagaman ekosistem dan kualitas lingkungan, (2) berkelanjutan dalam bidang ekonomi dan (3) berkelanjutan dalam bidang sosial kemasyarakatan, baik melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga kepada perluasan lapangan pekerjaan. Aplikasi konsep sustainability semakin diperlukan seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan kesadaran konsumen untuk mengkonsumsi produk yang aman, berkualitas dan tersertifikasi. Perubahan pola konsumsi ini tentu juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pengusaha mengingat para retailer besar hanya akan menyerap dan memasarkan produk yang tersertifikasi untuk memuaskan keinginan konsumen dimaksud. Oleh karena itu, calon kepala daerah diharapkan telah memiliki strategi untuk memediasi serta mewujudkan program sertifikasi terhadap hasil produksi perikanan. Kita dapat belajar dari Vietnam, dimana hasil produksi ikan patin dan produk perikanan lainnya mampu dengan mudah ditemui di berbagai retailer-retailer besar seperti Walmart di Amerika ataupun Colruyt dan Aldi di Eropa. Hal ini dapat terwujud sebagai dampak positif dari agresivitas pemerintah mereka dalam melakukan program sertifikasi dan eco-labelling untuk perluasan pemasaran hasil produksi.

transcript

<ul><li><p>Romi NovriadiPeneliti bidang Perikanan</p><p>Budidaya</p><p>I SU maritim sepertinyaakan menjadi topik yangpaling seksi untuk</p><p>I dijadikan jargon politikpada pemilihan kepala</p><p>erah di Kepulauan Riau,lak hanya di tingkat Provinsiri juga mencakup pilkada dirgkat Kabupaten danrtamadya. Hal ini dapatmaklumi mengingat hampirtVo wllayah di bumi segan-ng lada ini merupakanilayah perairan dan memilikirtensi maritim yang sangatsar. Potensi maritim yangmiliki meliputiketersediaanmber daya alamnon hayatiperti minyak bumi, gas dan.sir laut, infrastruktur,labuhan, cluster industrilangan kapal, transportasi,isata bahari, hingga kepadartensi pengembanganmberdaya perikanan yangkup besar baik di sektor,rikanan tangkap maupun diktor perikanan budidaya. Isuaritim juga menjadi semakinas dengan tingginyaktivitas"politik di wilayahrut Cina Selatan.</p><p>ferkait dengan berbagaiaim tentang Laut Cina:latan, prinsip politik bebastif yang kita miliki denganlak memihak kepada salahtu kubu merupakan langkahrbaik untuk menjaga,damaian di wilayah perairani. Selain hal tersebut,,sepakatan bersama yangluang dalam United Nationstnvention on the Law ofthea (UNCLOS) dapatjadikan sebagai sandaranama dalam menjaga,daulatan bangsa.Tidak inginlibat lebih jauh denganrlitik, tentu tantangan</p><p>terbesar yang akan dihadapioleh para calon pemimpinkepala daerah di ProvinsiKepulauan Riau nantinyaadalah bagaimana mengopti-malisasikan potensi maritimyang dimiliki untuk peningka-tan kesejahteraan masyarakat-serta menjaga atau bahkanmeningkatkan prestasiyangtelah diraih di sektor maritimlainnya.Sejalan dengan visiIndonesia sebagai porosmaritim, maka beberapa sektorkhususnya pengembanganindustri perikanan, wisata dantransportasi menjadi topikpembahasan yang cukupmenarik.</p><p>Progres pembangunanperift anan, khususnya sektorperikanan budidaya di wilayahKepulauan Riau sudah cukupbaik.Hal ini terlihat darimeningkatnya sentra danvolume produksi melaluiberbagai inovasi demonstra-tion farm, pelatihan danbantuan yang dikelola olehpemerintah daerah untukmendukung gairah produksi.Hanya saja untuk bisa bersaingdengan produksi negara lain.manajemen industri perikananharus mulai memasukkanprinsip sustainabilityataukeberlanjutan dalam sistemproduksi. Konsep sustainabili-tytidak hanya terbatas kepadakontinuitas ketersediaanproduk, namun lebih kepadahasil produksi yang(l) ramahlingkungan,dengantidak {menimbulkan dampak negatifterhadap keberagamanekosistem dan kualitaslingkungatr, (2) berkelanjutandalam bidang ekonomi dan (3)berkelanj utan dalam bidangsosial kemasyarakatan,baikmelalui peningkatan kese-jahteraan masyarakat hinggakepada perluasan lapanganpekerj aan.Aplikasi konsepsus-tainabilitysemakin diperlukanseiring dengan meningkatnyatingkat pendidikan dankesadaran konsumen untukmengkonsumsi produk yangaman, berkualitas dantersertifikasi. Perubahan polakonsumsi initentujuga menjaditantangan tersendiri bagi parapengusaha mengingat pararetailer besar hanya akanmenyerap dan memasarkanproduk yang tersertifikasiuntuk memuaskan keinginankonsumen dimaksud. OIehkarena itu, calon kepala daerah</p><p>Kepri: Pilkada dan Maritindiharapkan telah memilikrstrategi untuk memediasi sefiamewujudkan programsertifikasi terhadap hasilproduksi perikanan.KJta dapatbelajar dari Vietnam, dimanahasil produksi ikan patin danproduk perikanan lain-nyamamBu dengan mudahditemui di berbagai retailer-retailer besar seperti Walmartdi Amerika ataupun Cohuytdan Aldi di Eropa. Hal inidapat terwujud sebagaidampak positif dari agresivitaspemerintah mereka dalammelakukan program serti-fikasidan eco-labelling untukperluasan pemasaran hasilproduksi.</p><p>Strategi peningkatanproduk.siperikananjuga dapatdilakukan melalui pemban-gunan industri pengolahandancold storageuntuk memper-luas akses pemasaran danpeningkatan nilai tambah hasilproduksi. Kondisi geografisyang sangat strategis sertaberada dalam wilayah "jalursutra" menjadikan Keprisangat ideal untuk dijadikansebagai corong pemasaranhasil produksi. Intensifnyapembangunan pelabuhanuntuk mengurangi aktivitasperdagangan ditengah lautyang disertai dengan men-ingkatnya hasil tangkapsebagai dampak dari sikaptegas pemerintah terhadapaktifitas illegal fishingmemberikan nilai positifterhadap peningkatan volumehasil produksi. Namun perludisadari bahwa aktivitaspenangkapan ikan yangberlebihanakan mengakibat-kan penurunan volume danproduktivitas sebuah wilayahperairan. Oleh karena itu,peralihan dari aktivitastangkap ke sektor perikananbudidaya menjadi sebuahpilihan yang visioner danstrategis.</p><p>Aktivitas produksi perikananbudidaya meliputi pengemban-gan komoditas ikan air tawar,air payau dan air laut. Dalamkonteks maritim, potensipengembangan berbagaikomoditas, seperti Ikan kerapuEpinephelus spp, Ikan kakapputih Lates calcarifer, UdangVannamei, rumput laut hinggakomoditas lokal seperti siputgon ggong Strombus canarium.dingkis dan berbagai jenis ikanhiasmemiliki nilai ekonomis</p><p>yang cukup besar. Untukindustri pengolahan, kita bisamengambil contoh komoditasIkan Kakap putih yanghasilolahannya berupa iillet danfish sticksangat digemarimasyarakat Eropa danAmerika Serikat, atauproduksi ikan kerapu dalamkondisi hidup yang menjadisantapan favorit masyarakatHongkong, Singapura danChina.Tentu saja, potensisektor perikanan budidayatidak hanya terbatas padaproduksi ikan tapi jugameliputi tumbuhan akuatikseperti rumput laut danmikroalga. Selain sebagaibahan baku kosmetik, rumputlaut juga dapat dimanfaatkansebagai suplemen dalam bahanmakanan, minuman danindustrifarmasi. Bahkan untukmikoalga, dengan kandunganlemak atau minyak nabatiyang tinggi. memiliki potensiyang cukupbesar sebagaipenghasil energi alternatifbiodiesel atau jenis biofuellainnya.Publikasi tentangteknologi ini sudah banyakdilakukan dan juga telahdiaplikasikan di beberapanegara termasuk Israel danAmerika Serikat, sehinggaKepri dengan iklim (suhu dankualitas air) serta topografidaerah yang sesuai juga dapatmenjadi pionir untuk pengem-bangan teknologi ini.</p><p>Pembangunan industriperikanan juga dapat menjadipendorong bagi keberhasilanpembangunan sektor maritimlainnya, seperti industri wisatabaharimelalui penyediaanhidangan kuliner yang khasdan berkualitas.Selain haltersebut, dengan banyaknyatitik pantai yang eksotis.keberagaman organismeakuatik bawah laut, hutanbakau serta ribuan pulau yangmenyimpan pesona tersendirisemakin memperkuat akselera-si pembangunanwisata.Kondisi ini diharapkandapat merubahirnage yangmelekat sebagai kota transitmenuju Singapula menjadisalah satu kotautama tujuanwisata. Seperti halnya efekbigpush strategy.pen gelolaanwisata yang baikjuga akanberdampak positif terhadapperbaikan dan pertumbuhansarana transportasi lautsebagai elemen penting dalammendukung ekonomi berbasis-</p><p>kan maritim.Beberapa titik cwilayah Provinsi KepulauanRiau, seperti Batam danBintan, selain menjadi sentrtransportasi antar pulaujugatelah berperan sebagaipintu masuk dan keluar bagipara turis domestik danmancanegara.Bila dikaitkandengan konteks MasyarakatEkonomi ASEAN dan jugawacana tol laut yang digaunkan oleh pemerintah pusat,perbaikan sarana transportasbernilai strategis dalammewujudkan ProvinsiKepulauan Riau sebagai pingerbang utama untuk meng-hubungkan berbagai aktivitaekonomi Indonesia dengannegara-negara tetangga.</p><p>Pada akhirnya, optimalisaspembangunan sektor maritirtentu harus berbasiskan kepiknowledge dantechnology. Keberadaanuniversitas dan berbagailembaga pendidikan lainnyaselain diharap\an mampurnenjadi inkubator bagilahirnya lulusan dengantingkat keahlian dan kompe"tensi tinggi, juga diharapkarmampu berperan sebagaicenter of excellence untukmenghasilkan inovasi danhasil riset yang adaptifdibidangindustrimaritim.Berbagai kerj asamariset dengan institusi luarnegeri juga harus terusdidukung, khususnya dalammemperkuat sektor industrigalangan kapal (s hipy a r Qyang telah menjadi kebang-gaan bagi industri maritim dbumi melayu serta untukmengantisipasi berbagaidampak climate changeterhadap aktivitas dan kualitperairan.Sebagai masyarakasaya sangat berharap Kepu-lauan Riau nantinya dapatmenjelma menjadi porosmaritim dan berperan pentindalam pembangunan bangsaKepada para calon kepaladaerah, tentu sangat diharapkan bahwa perbedaan ideolcpolitik tidak meniadi hambauntuk bekerjasama mewujuckan peningkatan pembangurekonomiberbasiskan maritinkhususnya di bidang perikanan, wisata bahari dan transpttasi, serla mampu memperkreconomic valueproduksi lokdalam menghadapi implemetasi Masyarakat EkonomiASEAN. *"'F</p></li></ul>