KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi...

download KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tentang

of 136

  • date post

    24-Jun-2020
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi...

  • KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI

    REPUBLIK INDONESIA

    NOMOR 86 TAHUN 2019

    TENTANG

    PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

    YANG TERINTEGRASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI

    SEKRETARIS JENDERAL

    KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI

    REPUBLIK INDONESIA,

    Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Diktum KEENAM Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan

    Transmigrasi Nomor 78 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Manajemen Sumber Daya Manusia yang Terintegrasi di Lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan

    Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, perlu menetapkan Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Desa,

    Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Manajemen Sumber Daya

    Manusia yang Terintegrasi di Lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;

    Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia

    Tahun 1997 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3682) sebagaimana telah diubah

    dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Tahun 2009 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5050);

    2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia

    Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916);

    3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur

    Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 5494);

    KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI

    REPUBLIK INDONESIA

  • - 2 -

    4. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

    (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

    5495); 5. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang

    Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601);

    6. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997

    tentang Ketransmigrasian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997

    tentang Ketransmigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 9, Tambahan Lembaran

    Negara Republik Indonesia Nomor 5497); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang

    Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 5539) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015

    tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-

    Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

    5717); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang

    Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 63, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6037); 9. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2015 tentang

    Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan

    Transmigrasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 13);

    10. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 6 Tahun 2015 tentang Organisasi

    dan Tata Kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 463) sebagaimana telah

    diubah dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 22 Tahun 2018

    tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor

    6 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun

    2018 Nomor 1915); 11. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan

    Reformasi Birokrasi Nomor 40 Tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Merit dalam Manajemen Aparatur Sipil

  • - 3 -

    Salinan sesuai aslinya

    Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

    Kepala Biro Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana

    Undang Mugopal

    Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018

    Nomor 1252); 12. Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,

    dan Transmigrasi Nomor Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Manajemen Sumber Daya Manusia yang Terintegrasi di Lingkungan Kementerian Desa,

    Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi;

    MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN DESA,

    PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG TERINTEGRASI DI

    LINGKUNGAN KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI.

    KESATU : Menetapkan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Manajemen

    Sumber Daya Manusia yang Terintegrasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I sampai dengan Lampiran VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan

    Sekretaris Jenderal ini. KEDUA : Pelaksanaan Manajemen Sumber Daya Manusia yang

    Terintegrasi sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dikoordinasikan oleh Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal

    yang membidangi urusan sumber daya manusia. KETIGA : Pelaksanaan Manajemen Sumber Daya Manusia yang

    Terintegrasi sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU

    dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi. KEEMPAT : Keputusan Sekretaris Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal

    ditetapkan.

    Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Agustus 2019

    SEKRETARIS JENDERAL,

    ttd. ANWAR SANUSI

  • - 4 -

    LAMPIRAN I

    KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN DESA,

    PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

    NOMOR 86 TAHUN 2019 TENTANG

    PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG

    TERINTEGRASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI

    SISTEMATIKA PEDOMAN PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    B. Ruang Lingkup

    C. Tujuan

    D. Sasaran

    E. Dasar Kebijakan

    BAB II KERANGKA PIKIR

    BAB III IMPLEMENTASI PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA

    BAB IV PENUTUP

  • - 5 -

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Perencanaan SDM/Manpower Planning adalah hal paling awal yang

    seharusnya dilakukan oleh instansi atau organisasi dalam membentuk dan

    membangun manajemen SDM yang profesional. Pada tataran prakteknya

    perencanaan SDM merupakan proses perencanaan yang sistematis untuk

    memaksimalkan sumber daya manusia dalam pencapaian tujuan-tujuan

    organisasi. Bahkan salah satu indikasi keberhasilan organisasi dapat dilihat

    dari adanya perencanaan SDM yang terukur dan akurat. Perencanaan SDM

    yang terukur dapat membantu organisasi dalam mengantisipasi kebutuhan

    SDM dengan berbagai kualifikasi di kemudian hari. Selain itu sesuai dengan

    tujuan organisasi, maka perencanaan SDM akan memungkinkan untuk

    mengidentifikasi, memilih, dan mengembangkan kompetensi SDM yang

    dibutuhkan oleh organisasi.

    Perencanaan SDM ini meliputi segala hal detail dan teknis mengenai

    pegawai di lingkungan instansi, misalnya terkait jumlah, karakteristik

    kebutuhan, dan perencanaan mengenai tugas apa yang akan dikerjakan

    oleh pegawai di instansi tempat kerjanya. Tantangan utamanya dalam

    mengelola SDM organisasi mulai dari proses perencanaan, rekrutmen,

    seleksi dan penempatan, pengembangan kompetensi, manajemen karier,

    manajemen kinerja, penghargaan dan penegakan disiplin. Keseluruhan

    proses ini berkontribusi agar organisasi mampu menyesuaikan dengan

    perubahan lingkungan strategis. Sedangkan perencanaan SDM yang akurat

    diperlukan oleh Kemendesa, PDTT tidak hanya untuk meningkatkan

    profesionalisme SDM, tetapi juga supaya dapat membantu mencapai

    tujuan-tujuan strategis kementerian.

    Adapun tahapan perencanaan SDM ini harus dilakukan berdasarkan

    analisis jabatan, analisis beban kerja, dan peta jabatan yang berbasis pada

    kompetensi, karena akan mempengaruhi keberhasilan implementasi

    tahapan-tahapan lainnya dalam IHRM. Perencanaan SDM dilakukan

    melalui tahapan analisis perkembangan lingkungan strategis (eksternal dan

    internal), analisis struktur organisasi dan tata kerja sesuai kebutuhan dan

    tantangan organisasi di masa sekarang dan masa yang akan datang, yang