Kelompok 2- Pemicu 5

download Kelompok 2- Pemicu 5

of 136

  • date post

    05-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Respi

Transcript of Kelompok 2- Pemicu 5

  • Kelompok 2

    Selasa, 15 Juni 2010

  • Fasilitator : dr. Irma Delima, DTMH

    NAMANIMJABATANMeida Astriani405080062KETUAMelly Susanti405080008SEKRETARISRizaldy N. Tandiari405080005ANGGOTAGrace M. Kaunang405080006ANGGOTAJessica Stephanie405080007ANGGOTAAnita Ongkowidjojo405080030ANGGOTARevie Rendita405080031ANGGOTARoky Ariyanto405080061ANGGOTAJohan Yap405080063ANGGOTAHendry Barka405080064PENULISLailatu Syaidah405080126ANGGOTALaurencia Stephanie405080178ANGGOTA

    *

    *

  • Mr. x, 45 tahun, bekerja sebagai guru. Datang dengan keluhan nafas pendek yang semakin lama semakin memburuk. Ia mulai merasa ada gangguan dalam bernafas sejak berusia 9 tahun. Sejak saat itu, ia sering mengalami sesak nafas disertai bunyi ngik-ngik, hidung berair, dan mata berair. Ia suka berolahraga tenis, akan tetapi pada saat latihan ia sering mengalami serangan. Selain itu serangan sering timbul pada saat batuk pilek dan dalam keadaan stres. Tiga tahun yang lalu Mr X mendapat serangan hebat, diberi obat bronkodilator dan steroid inhalasi, dan keluhan berkurang, lalu dosis dikurangi dan dihentikan sendiri karena gejala sudah mereda. Mr X sering mengalami serangan sesak yang timbul sekali-kali dan pengobatan menggunakan bronkodilator saja, dan saat ini bronkodilator tidak memberikan respon yang baik. Ia tidak merokok, dan ibu nya memiliki gejala yang sama. Adanya riwayat atopi.

    Pada pemeriksaan saat serangan timbul didapatkan adanya dyspneu, orthopneu, dan anxietas. Terlihat adanya retraksi otot-otot pernafasan. Dada tampak hiperinflasi, ekspirasi memanjang dan pada auskultasi terdengar adanya wheezing diseluruh area paru. Sputum putih, banyak dan kental. Denyut nadi meningkat, teraba adanya pulsus paradoxus. Tidak ditemukan kelainan pada sistem organ lain.

    Apa yang bisa dipelajari dari kasus diatas?

    Skenario

  • Mind Mapping

    Mr X < 9 tahun,

    Guru

    Atopi

    9 tahun

    Gangguan bernafas

    Sering: wheezing, hidung berair, mata berair

    42 tahun

    Serangan hebat

    Konsumsi : Bronkodilator dan steroid inhalasi

    45 tahun

    Nafas pendek memburuk

    Sesak sering kambuh

    Bronkodilator tidak berefek

    Gejala timbul pada aktivitas berlebihan, stres, batuk pilek, tidak merokok

  • Learning Objective

    Mengetahui dan menjelaskan istilah asingMengetahui dan menjelaskan penyakit obstruksi saluran nafas atas dan bawahDefinisiEpidemiologiEtiologiFaktor resikoTanda dan gejalaPatofisiologiKlasifikasiPemeriksaanPenatalaksanaanPencegahanPrognosisKomplikasiDiagnosis banding
  • Istilah Asing

  • Sesak napas (dispnea) adalah sukar bernapas yang dirasakan oleh pasien, jadi bersifat subjektif.Bila oleh pemeriksa tampak pasien sukar bernapas, jadi ini bersifat objektif, maka disebut gawat napas (respiratory distress)Penyakit-penyakit penyebab Sesak Napas:

    Alergi: Asma Bronkiale

    Kardiologi: Payah Jantung

    Pulmonologi: Efusi pleura masif, Pneumonia, Pneumothoraks, Penyakit Paru Obstruksi Menahun (PPOM)

    Penyakit dalam: Gastritis, Esofagitis

    Psikiatri: Kesakitan atau ketegangan

  • Dyspnea akut awal yang tiba-tiba merupakan penyebab umum kunjungan ke UGD.

    Penyebab : penyakit pernapasan (paru-paru dan pernapasan), penyakit jantung atau trauma dada.

    Dyspnea kronis
    Dyspnea kronis (menahun) dapat disebabkan oleh asma, PPOK, emfisema, inflamasi paru-paru, tumor, kelainan pita suara.

    *

  • Adalah sesak ketika terlentang dan berkurang dengan meninggikan kepalaTerjadi karena terjadi penumpukan aliran balik yang menyebabkan peningkatan tekanan pengisian ventrikel kiriDerajat orthopnea dapat dinilai dengan banyaknya bantal yang digunakan oleh penderita.
  • Perasaan yang difius, sangat tidak menyenangkan, agak tidak menentu dan kabur tentang sesuatu yang akan terjadiAnxietas adalah perasaan tidak senang yang khas yang disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau frustrasi yang mengancam yang akan membahayakan rasa aman, keseimbangan, atau kehidupan seseorang individu atau kelompok biososialnya. ( J.J GROEN)
    Gejala fisik:
    Gemetar, berkeringat, jantung berdebar, kepala terasa ringan, pusing, ketegangan otot, mual, sulit bernafas, baal, diare, gelisah, rasa gatal, gangguan di lambung dan lain-lain
  • Obat-obat yang digunakan untuk mengatasi kesulitan bernafas yang disebabkan oleh asma, bronchitis, bronchiolitis, pneumonia dan emfisemaMendilatasi bronchus dan bronchiolus Dapat berupa zat endogen atau berupa obat-obatan

    Tipe utama bronkodilator :

    Adrenergik

    Antikolinergik

    Xanthin

  • Obat yang sangat efektif untuk terapi gangguan pernafasan sebagai anti inflamasiSteroid inhalasi Diberikan sedini mungkin pada asma persisten untuk mencegah terjadinya airway remodellingSebagai pengobatan jangka panjangEfek anti inflamasi topikal yang maksimal dan efek sistemik seminimal mungkinContoh obat:Beclometasone Dipropionate (BDP)Budesonide (BUD) Triamcinolone Acetonite (TA)FlunisonideFluticasone Dipropionate (FDP)
  • Pasien sesak dengan perubahan tanda vital yang nyata biasanya menderita gangguan akut yang memerlukan pengobatan segera

    Temperatur

    < 35 o atau > 41 o

    Pulsus paradoksus

    Pada inspirasi terjadi peningkatan tekanan arteri > 10 mmHg adanya air trapping pada keadaan ASMA dan PPOK

    Frekuensi nafas

    kurang dari 5x/menit hipoventilasi/respiratory arrest

    lebih dari 35x/menit otot napas menjadi lelah dan kemungkinan gagal nafas

  • Inspeksi

    Sianosis

    Napas yang lambat dan pendek retensi CO2

    Napas yang gelisah, napas cepat dan dalam

    hipoksemia karena penyakit saluran napas, jantung, dan cemas

    Kontraksi otot bantu napas

    Otot bantu nafas di leher dan interkostal akan berkontraksi pada keadaan obstruksi saluran nafas sedang-parah.

    Mungkin ada asimetri gerakan dinding dada

  • Palpasi

    Tertinggalnya pengembangan salah satu hemitoraks pada bagian lateral rib cage obstruksi salah satu bronkus utama, pneumotoraks atau efusi pleuraFremitus taktil Menurun : obstruksi bronkus, efusi pleuraMeningkat : konsolidasi parenkim pada suatu area yang mengalami inflamasi
  • Perkusi

    Hipersonor hiperinflasi paru seperti pada asma akut, emfisema, pneumotoraks

    Redup konsolidasi paru atau efusi pleura

    Auskultasi

    Intensitas suara nafas berkurang obstruksi saluran nafas

    Ronkhi kasar dan wheezing obstruksi parsial

    Ronkhi basah halus berisi cairan

    Wheezing adalah suara yang bernada tinggi yang terjadi akibat aliran udara yang melalui saluran napas yang sempit (Rumende, 2007:40)

  • Mengi monofonik

    Mengi monofonik (analog dengan suara dari satu alat musik) menunjukkan bahwa saluran napas obstruksi tak bervariasi ukuran (caliber)nya berarti suatu penyempitan lokal (misal pada paru atau stenosis bronkus atau trakea).Suara ini terbaik atau hanya terdengar pada tempat penyempitan saja.

    Mengi polifonik.

    Mengi polifonik (lebih umum), analog dengan beberapa nada yang dimainkan secara berbarengan, dimana mengi hampir selalu terdengar pada kedua sisi (bilateral)Hal ini menunjukkan suatu penyempitan saluran napas yang umum, terutama terjadi pada bronchitis obstruktif, emfisema atau asma
  • Sputum gram menentukan jenis kuman

    Analisa gas darah

    Diagnosis gagal nafas akut pO2 < 50 atau pCO2 > 50 dan ph 90%) Infeksi saluran napas berulang pada masa kanak2 Pajanan debu pekerjaan Polusi udara
  • Epidemiologi

    Di AS, PPOK menempati peringkat keempat morbiditas dan mortalitas terbanyak, yang menyerang + 16 juta pendudukPria lebih sering terkena dibanding dengan wanita
  • Definisi

    Suatu jenis penyakit paru yang diakibatkan oleh kerusakan atau obstruksi saluran udara paru, sehingga mengakibatkan kesulitan bernapasGlobal Initiative for Obstructive Lung Disease 2001: PPOK adalah penyakit paru dengan adanya perlambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel, yang bersifat progresif dan berkaitan dengan respon inflamasi yang abnormal terhadap partikel gas atau iritanPPOK : Emfisema dan Bronkitis kronis
  • Klasifikasi PPOK
    (National Heart, Lung, and Blood Institute dan WHO)

    Sumber: Uyainah A. 2002

    Stadium0IIIIIIDerajatBerisiko PPOKPPOK ringanPPOK sedangPPOK beratKarakteristikSpirometri normalKelainan kronik (batuk, sputum produktif)FEV1/FVC < 70%FEV1 > 80% prediksi dengan/tanpa keluhan kronik (batuk, sputum produktif)FEV1/FVC < 70%30% < FEV1 < 80% prediksiIIA: 50% < FEV1 < 80%IIB: 30% < FEV1 < 50% prediksiDengan atau tanpa keluhan klinis (batuk, sputum produktif, sesak)FEV1/FVC < 70%FEV1 < 30% prediksi atauFEV1 < 50% prediksi + gagal napas
  • Faktor Predisposisi PPOKFaktor genetikPaparan terhadap partikel-partikelAsap rokokDebu di lingkungan kerja baik organik maupun anorganikPolusi udara dalam ruangan dari memasak dengan biomass atau pemanas ruanganPolusi luar ruanganPertumbuhan dan perkembangan paruStres oksidatifGenderUmurInfeksi saluran napasStatus sosio-ekonomiNutrisiKomorbiditas
  • Patogenesis

    Inflamasi

    Limitasi Aliran Udara

    Destruksi Parenkimal

    Hilangnya jaringan alveolar

    Hilangnya elastisitas Recoil

    Penyakit Saluran Napas Kecil

    Inflamasi Saluran Napas

    Remodelling Saluran Napas

    Mekanisme Dasar Limitasi Udara pada PPOK

    Sumber: Global Initiative for Chronic Obstructive Pulmonary Disease 2006

  • Asap Rokok

    Infiltrasi sel radang

    Neutrofil

    Makrofag

    MMP

    Serine proteinase

    Cysteine proteinase

    MMP

    Protein inhibitors

    Degradasi ECM; destruksi paru

    Emphysema

    Sembuh

    *

  • Diagnosis

    4 keluhan yang sering didapat pada pasien PPOK :Sesak napasBatuk kronikSputum produktifBerkaitan dengan faktor resikoAktivitas fisik yang melibatkan leng