Kelembagaan Transportasi

download Kelembagaan Transportasi

of 71

  • date post

    23-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    246
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Kelembagaan Transportasi

  • TRANSPORTASI I26 April 2012Kelembagaan dan manajemen transportasi kota. Kelembagaan dan Manajemen Lalu Lintas Mahasiswa memahami aspek kelembagaan dan pengelolaan transportasi kota serta dalam lingkup transportasi jalan.

  • ORANGPENGEMUDIPENUMPANGPEJALANPETUGAS* kemampuan terbatas* sangat peka thd perubahan mudah stres* memiliki ukuran baku* mobilitas tinggi * tingkah laku/kebiasaan* sikap mental

    MOBILITASstrukturperkembanganpersebarankomposisiELEMEN LALU LINTAS

  • @ jenis kendaraan @ perlengkapan kend@ waktu angkut @ kelengkapan adm@ lintas @ dllDALAM PROSESG A SPADATC A I Rradio aktifberacunberbauM U T UtumbuhhidupbereaksiB A R A N G

  • PERLALULINTASANPENGELOLANEGARAPROPINSIKABUPATENDESAFUNGSIARTERIKOLEKTORLOKALKAPASITASdaya dukung,kelas, fungsi,status

    TRAYEKLINTASANWAKTUMODAJALAN

  • PERHUBUNGANKEPOLISIANPERINDUSTRIANPERDAGANGANKEUANGANKEHAKIMANKEJAKSAANDLLLEMBAGAPERATURAN PERUNDANG-UNDANGANUU No.13/1980tentang JalanUU No.13/1992tentang PerkeretaapianUU No.14/1992tentang Lalulintas & Angkutan JalanUU No.15/1992tentang PenerbanganUU No.21/1992tentang PelayaranUU No.22/1999tentang Pemerintahan DaerahDllPERANGKAT PENGELOLAANPERANGKUTAN & LALU LINTAS

  • Peraturan perundang-undangan tentang Perangkutan & Lalu-Lintasantara lain:UU No.3 Tahun 1965 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan RayaUU-RI No.13 Tahun 1980 tentang JalanUU-RI No.14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan JalanUU-RI No.15 Tahun 1992 tentang PenerbanganUU-RI No.21 Tahun 1992 tentang PelayaranPP No. 26 Tahun 1985 tentang JalanPP No. 41 Tahun 1993 tentang Angkutan JalanPP No. 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan BermotorPP No. 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas JalanPP No. 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan PengemudiPerda No.5 Tahun 1999 tentang Perparkiran Pemda DKI Jakarta

  • UU No.14 Tahun 1992 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan berikut peraturan pelaksanaannya adalah landasan hukum bagi pengelolaan lalu-lintas dan angkutan jalan. Peraturan pelaksanaan tersebut adalah: Peraturan Pemerintah No.41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan; Peraturan Pemerintah No.42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan; Peraturan Pemerintah No.43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan; Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi.Peraturan perundang-undangan diatur secara berjenjang. Aturan yang sifatnya relatif tetap dan umum tertuang dalam undang-undang. Berbagai hal yang mungkin berubah dalam jangka panjang, dituangkan dalam peraturan pemerintah. Berbagai hal yang dapat berubah sewaktu-waktu, sesuai dengan keadaan dan tuntutan masyarakat, dituangkan dalam keputusan presiden atau keputusan menteri atau keputusan yang lebih rendah.

  • TUNTUTAN JASA ANGKUTAN:SELAMAT, AMAN, LANCAR, CEPAT, NYAMAN, BERAGAMKAPASTITAS BESAR PERUBAHANPERILAKUDANTATA NILAIPENDUDUKBERTAMBAHPENDUDUKPERKOTAANBERTAMBAH

    MOBILITASMENINGKAT

  • Mengalola angkutan dan lalu lintas pada hakekatnya mengelola perilaku pelaku lalu lintas.TINGKAH LAKU PENGGUNA JALANORANG INDONESIA BERSAHABAT DAN RAMAH SEBAGAI PRIBADI, AKAN TETAPI MENJADI SEORANG TIRAN DI BELAKANG MEJA DAN PEMBUNUH DI BELAKANG SETIR MOBIL,Saini, K.M. 1991Budaya Lalu-Lintas

    TAHUN 198519901995kejadian kecelakaan42.08225.74116.510korban - orang60.57832.815korban meninggal - jiwa10.28310.990Nisbah korban/mati 5 : 13 : 1kecelakaan mobil penumpang14.8926.852kecelakaan sepeda motor11.1238.320Sumber: Ditjen Perhubungan Darat Dept. Perhubungan Ri

  • KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS

    1995 - 2000MODA ANGKUTANmeninggal dunialuka-lukacacat tetapDARATjalan10.22358.683333rel7422.29419LAUT *2.1086475U D A R A289727JUMLAH13.362 61.696 364 Sumber: Jasa Raharja * termasuk ferry (penyeberangan)

  • PEMBAYARAN SANTUNAN OLEH PT. JASA RAHARJA

    (sesuai dengan UU No.33 dan 34 tahun 1964)TahunJ U M L A HKorbanRp1995 45.654 52.239.835.000,1996 51.503 58.313.052.000,-1997 57.345 83.076.619.000,-1998 60.342161.308.890.000,-1999 58.557164.054.785.000,-2000 54.252155.157.810.000,-Sumber: PT. JASA RAHARJA (Persero) - Divisi Pelayanan - 30 Januari 2001

  • PP No.44 Th.1993 tentang Kendaraan dan Pengemudibatas usia minimum hak mengemudi kendaraan bermotor, yaitu: 16 tahun: -. SIM-D untuk mengemudikan sepeda motor yang dirancang dengan kecepa-tan tak lebih dari 40 Km per jam; dan -. SIM-C untuk mengemudikan sepeda motor yang dirancang mampu menca-pai kecepatan lebih dari 40 Km per jam;17 tahun:-. SIM-A untuk mengemudikan mobil penumpang, mobil bus dan mobil barang yang mempunyai jumlah berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 Kg;20 tahun:-. SIM-B.I untuk mengemudikan mobil bus dan mobil barang yang mempunyai jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 Kg, dan-. SIM-B.II untuk mengemudikan traktor atau kendaraan bermotor dengan me-narik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbo-lehkan untuk kereta tempelan atau kereta gandengan lebih dari 1.000 Kg. Bagi pemohon SIM B.I harus memiliki SIM golongan A sekurang-kurangnya 12 bulan, dan bagi pemohon. SIM B.II harus telah memiliki SIM golongan B.I sekurang kurangnya 12 bulan.

  • Pangsa Pasar Moda AngkutanAKHIR PJPT I (PELITA V) - 1997

    MODA ANGKUTANPANGSA PASAR ( % )ANGKUTAN PENUMPANGANGKUTAN BARANGpenumpangpenumpang-kmbarangton-kmJ A L A N90,1085,6048,989,49R E L 4,846,350,013,34S . D . P .4,040,588,160,46L A U T0,413,4542,8086,11U D A R A0,613,930,050,60J U M L A H100,00100,00100,00100,00Sumber: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Dept. Perhubungan RI

  • Jaringan TrayekBerdasarkan PP No.41 Th.1993 tentang Angkutan Jalan, trayek jasa angkutan umum dibagi dalam 4 kelompok(1) trayek antarkota antarpropinsi; dengan ciri-ciri pelayananmempunyai jadwal tetappelayanan cepatdilayani oleh mobil bus umumtersedianya terminal tipe A pada awal pemberangkatan dan tujuan(2) trayek antarkota dalam propinsi; dengan ciri-ciri pelayananmempunyai jadwal tetappelayanan cepat dan/atau lambatdilayani oleh mobil bus umumtersedianya terminal sekurang-kurangnya tipe B pada awal pemberang-katan, persinggahan, dan tujuan

  • (3) trayek kota; terdiri daric. trayek utama yang diselenggarakan dengan ciri-ciri:d. trayek cabang yang diselenggaran dengan ciri-ciri:mempunyai jadwal tetapmelayani angkutan antarkawasan utama, antara kawasan utama dengan kawasan pendukung dengan ciri melakukan perjalanan ulang-alik ecara tetap dengan pengangkutan yang bersifat massaldilayani oleh mobil bus umumpelayanan cepat dan/atau lambatjarak dekatmelalui tempat-tempat yang ditetapkan hanya untuk menaikkan dan menurunkan penumpangmempunyai jadwal tetapmelayani angkutan antarkawasan pendukung, antara kawasan pendukung dengan kawasan permukimandilayani oleh mobil bus umumpelayanan cepat dan/atau lampatjarak dekat

  • (3) trayek kota; terdiri daria. trayek ranting yang diselenggarakan dengan ciri-ciri:b. trayek langsung yang diselenggaran dengan ciri-ciri:melayani angkutan dalam kawasan permukimandilayani dengan mobil bus umum dan/atau mobil penumpang umumpelayanan lambatjarak dekatmelalui tempat-tempat yang ditetapkan hanya untuk menaikkan dan menurunkan penumpangmempunyai jadwal tetapmelayani angkutan antarkawasan secara tetap yang bersifat massal dan langsungdilayani oleh mobil bus umumpelayanan cepatjarak dekatmelalui tempat-tempat yang ditetapkan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang

  • (4) trayek perdesaanmempunyai jadwal tetap dan/atau tidak berjadwalpelayanan cepat dan/atau lambatdilayani oleh mobil bus umum dan/atau mobil penumpang umumtersedia terminal sekurang-kurangnya tipe C pada awal pemberang-katan, persinggahan, dan tujuanprasarana jalan yang dilalui memenuhi ketentuan kelas jalan

  • UU No. 13 th. 1980tentang JalanPERANAN JALANJalan merupakan satu kesatuan sistem jaringan jalan yang mengikat dan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan dengan wilayah yang berada dalam pengaruh pelayanannya dalam satu hubungan hirarki primer, sekunder arteri, kolektor, lokal negara, provinsi, kabupaten/kota, desa

  • JARINGAN JALANArteri Primer jalan yang menghubungkan pusat primer dengan pusat primer, pusatprimer dengan pusat sekunder, dan mampu menanggung muatan sumbu lebih besar dari 10 tonArteri Sekunderjalan yang menghubungkan kawasan primer dengan kawasan sekunder kesatu atau kws kesatu dengan kws kesatu, dan mampu menanggung muatan sumbu terberat 10 ton(1)

  • JARINGAN JALAN(2)Kolektor Primer jalan yang menghubungkan kws/kota jenjang kedua dengan kota jenjang kedua, atau kota jenjang kedua dengan kota jenjang ketiga, dan mampu menanggung muatan sumbu terberat 8 tonKolektor Sekunder jalan yang menghubungkan kws sekunder kedua dengan kws sekunder kedua, atau kws sekunder kedua dengan kws sekunder ketiga, dan mampu menanggung muatan sumbu terberat 8 ton

  • JARINGAN JALAN(3)Lokal Primer jalan yang menghubungkan persil dengan kota pada semua jenjang, dan mampu menangung muatan sumbu terberat 8 tonLokal Sekunder jalan yang menghubungkan permukiman dengan semua kawasan sekunder, dan mampu menanggung muatan sumbu terberat 8 ton[PP No.43 Th.1993 Tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan PP No.26 Th.1985 Tentang Jalan]

  • PENGELOLAAN PERANGKUTANMengelola Angkutan

  • MENGELOLA ANGKUTANmengelola angkutan adalah kegiatan merencana, mengorganisasi, memimpin, dan mengendali sistem angkutan untuk mencapai pelayanan yang efektif, efisien, dan andalDARAT, LAUT, UDARA

  • vefektif, merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau pera-latan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan; memilih pekerjaan yang harus dilakukan atau cara/metoda yang tepat untuk mencapai tujuan melakukan pekerjaa