Kelainan Pada Esofagus

download Kelainan Pada Esofagus

of 42

  • date post

    22-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    25
  • download

    0

Embed Size (px)

description

GASTRO-ENTERO HEPATOLOGY DISORDER

Transcript of Kelainan Pada Esofagus

Kelainan Pada Esofagus

Kelainan Pada EsofagusAiga GumilarAjie FirdausLukita ApriliaM. Ihsan GumilarDiar RadityaDosen Pembimbing : dr. Tiar M. Pratamawati1Struktur bentuk tabung 10 inci (25 cm) dari vertebra C. VI hingga vertebra Th. Xlateral dibatasi oleh lobus glandula thyroidea; anterior berhubungan dengan trachea dan nervus laryngeus recurens.

anatomi2

3

fisiologi4Refluks gastroesophagus suatu kejadian fisiologi normal.Refluks gastroesophagus simtomatik bisa timbul dalam posisi tegak, terlentang atau campuran.Pasien refluks terlentang mempunyai episode lebih sedikit, tetapi berlangsung lebih lama.Rasa terbakar uluhati merupakan gejala primerRefluks Esofagitis5

Pada individu normal, refluks menimbulkan peristalsis sekunder seketika yang cepat mengosongkan esophagus bawah dari materi yang direfluks. Dengan progresivitas esofagitis refluks, ada perkembangan dismotilitas yang memperpanjang waktu kontak antara materi refluks dan mukosa esophagus. Penurunan hasilnya dalam bersihan esophagus meningkatkan kerusakan esophagus.Patofisiologi6Stadium awal mulut terasa asamKronis (menahun) timbul rasa nyeri berupa rasa panas seperti terbakar di daerah retrosternalEsofagitis dibagi menjadi empat tingkat :1. berturut-turut hiperemia mukosa2. erosi mukosa dengan bercak tukak kecil3. tukak lebar dan dalam4. pembentukan strikturGambaran Klinis7Anamnesis : Gejala rasa terbakar epigastrium dan regurgitasi materi yang terasa asam.Pemeriksaan penunjang :radiografi dan endoskopi cukup untuk menentukan luas masalah yang berhubungan dengan refluks.Diagnosis8Penatalaksanaan KonservatifCara mekanik untuk menurunkan frekuensi dan volume refluks adalah pengurangan berat badan dan penghindaran pakaian yang sempit.Antasid diberikan untuk menetralisasi sekresi lambung dan untuk meningkatkan tekanan LES dengan alkalinisasi antrum.Apabila terapi sederhana tidak efektif maka diberikan Betanekol /Metoklopramid untuk meningkatkan tonus LES dan memperbaiki bersihan esophagus dan Simetidin untuk menurunkan produksi asam lambung tanpa mempengaruhi fungsi motilitas saluran pencernaan atas.Penatalaksanaan bedahkomplikasi refluks gastroesophagus yang telah terbentuk Esofagitis ulseratif, stenosis, metaplasia usus, perdarahan dan aspirasi merupakan indikasi resmi

Penatalaksanaan9Esofagus Barrett merupakan komplikasi refluks gastroesofagus kronik.merupakan faktor risiko tunggal terpenting adenokarsinoma esofagus.Terjadi perubahan mukosa gepeng distal diganti oleh epitel kolumnar metaplastik.Diperlukan dua kriteria untuk menegakkan diagnosis:Bukti endoskopik adanya lapisan epitel kolumnarBukti histologis metaplasia intestinal di spesimen biopsydiklasifikasikan menjadi segmen panjang atau segmen pendekFaktor Risiko: Umur, Jenis Kelamin, Geografik dan etnik, Refluk,Barret`s esofagus10Patogenesis esofagus Barrett masih belum jelas, tetapi kelainan ini tampaknya terjadi akibat perubahan dalam program diferensiasi sel tunas mukosa esofagus.ditemukan sel kolumnar yang memperlihatkan gambaran ultrastruktur sekretorik dan absorptive, yang bercampur dengan sel goblet penghasil musin.Patogenesis11evaluasi patologik penderita mukosa Barrett adalah mencari adanya displasia sebagai prekursor keganasan di epitel kolumnar yang mengalami metaplasia intestinal.Displasia dapat dikenali dari adanya kelainan sitologik dan arsitektur epitel kolumnar, berupa nukleus yang membesar, padat, dan hiperkromatik, serta hilangnya stroma di antara struktur kelenjar yang berdekatan.Selain gejala esofagitis refluks, esofagus Barrett secara klinis penting karena dapat terjadi komplikasi sekunder berupa ulserasi lokal yang disertai perdarahan dan striktur.Gejala klinis12Menghentikan reflukMendorong atau menginduksi penyembuhan atau mengregresi epitel metaplasia dengan demikian menghindari mukosa terhadap risiko tinggi (intestinal metaplasia) Menghambat perkembangan menuju displasia dan kanker.Penatalaksanaan13penyempitan lumen esofagus karena fibrosis pada dinding esofagusterjadi akibat inflamasi dan nekrosis karena berbagai penyebabStenosis esofagus penyempitan lumen esofagus karena tumor atau penyebab lainsulit membedakan antara striktur dan stenosis semua penyempitan esofagus yang dapat menyebabkan gangguan menelanStriktur esofagus143 tipe histologi dari stenosis esofagus kogenital yaitu (1) penebalan fibromuskuler, (2) Cartilaginous ring, dan (3) membranous webKongenital abnormalitas perkembangan embriogenik dari kanalisasi esofagus yang disebabkan oleh anoksia intrauterinDidapat :Benigna peptic esophageal strikturMaligna keganasan esofagus terutama Squamous sel karsinoma dan adenokarsinomaEtiologi15Merupakan salah satu komplikasi jangka panjang dari GERD40-65% kasus GERD akan berkembang menjadi esofagitis erosibila tidak diobati sekitar 4-23% esofagitis erosi ini akan berkembang menjadi striktur esofagusFaktor predisposisi : kelainan motilitas esofagus dan tekanan spingter bawah esofagus yang rendahStriktur terbentuk bila inflamasi telah meluas ke seluruh lapisan esofagus (intramural inflammation)Patofisiologi16Lanjutan .Lokasi striktur : bagian distal esofagus (97%) pada squamocolumnar junction, bagian tengah esophagus (3%)tertelannya zat korosif : basa kuat dan asam konsentrasi tinggi. Luas dan beratnya kerusakan tergantung : jenis zatnya, jumlah, konsentrasi, bentuk fisik zat dan lamanya kontak zat tersebut dengan mukosa esofagusKeganasan esofagus : berasal dari lapisan mukosa, submukosa atau metastase keganasan di luar esofagusKeganasan mukosa paling sering karsinoma sel skuamosasebagian kecil adenokarsinoma. Metastase keganasan di luar esofagus dapat berasal dari paru, payudara dan ovarium17Disfagia gejala utama. Pada umumnya pasien mengeluh sulit menelan makanan padat.Lamanya disfagia, progresivitasnya dan ada atau tidaknya keluhan yang menyertainya seperti penurunan berat badan dan perdarahan, harus turut dievaluasiManifestasi klinis18Pharyngeal poch adalah suatu divertikulum lateral laring bertemu dengan sulcus pharyngeus yang bersesuaian dalam ektoderm embrional, untuk membentuk membran penutup yang dapat pecah dan membentuk celah insang, seperti yang tampak pada vertebra tingkat rendah. Disebut juga branchial pouch atau viscera pouch. Divertikulum adalah kantong yang berbatas tegas dengan berbagai macam ukuran, terjadi secara normal atau terbentuk karena herniasi selaput lendir melalui defek yang terdapat dalam lapisan otot organ yang berbentuk seperti tabung.

Pharyngeal pouch and Esophageal divertikulum19Divertikel esofagusDivertikel ZenkerJenis divertikel 20Merupakan penonjolan dinding esofagus ke arah luar lumen berbentuk seperti kantong, baik seluruh bagian dindingnya maupun hanya mukosanyaDivertikel esofagus21Divertikel di antara faring dan esofagusTerjadi karena kelemahan dinding antar otot setempat ditambah tekanan berulang di dalam lumen pada waktu proses menelan sehingga lama-kelamaan mukosa menonjol ke luar dan akhirnya membentuk kantong yang mengarah ke bawah di belakang esofagusDivertikel Zenker22Dinding divertikel biasanya hanya terdiri atas mukosa, submukosa, dan jaringan ikat tipis, sedangkan jaringan otot sangat jarang itemukan. Di dalam dinding sering terdapat tanda-tanda peradangan, baik akut maupun kronik

Patologi23Umunya ditemukan pada usia lanjut. Mula-mula asimptomatis DisfagiaRegurgitasi (terutama pada malam hari)Obstruksi Keluhan lain Sumbatan di kerongkongan bagian atas dan makanan yang belum tercerna dan berbau masuk lagi ke dalam mulut stelah ditelan. Timbul rasa sakit di dalam leher akibat radang dan luka di dalam divertikel.

Gejala dan tanda24Bedah Myotomy cricopharyngealDiverticulotomy Penatalaksanaan 25Tonjolan yang jarang dijumpai, berbentuk membran/selaput yang menjorok ke dalam lumen esofagus.Webs yang telah terbentuk sempurna, jarang menjorok lebih dari 5 mm ke dalam lumen, dan biasanya memiliki ketebalan 2 sampai 4 mm.Esophageal Webs

26Esophageal webs dapat didiagnosis dengan menelan barium atau endoskopi GI atas, di mana kamera kecil yang melekat pada tabung dimasukkan melalui mulut kekerongkongan. Hal ini memungkinkan dokter untuk langsung melihat bagian dalam kerongkongan.Diagnosis27Pengobatan biasanya terdiri dari membuka tenggorokan sehingga web tidak lagi memblok. Hal ini dapat dilakukan dengan balon diperkenalkan selama endoskopi GI atas atau dengan alat panjang, fleksibel, berbentuk tabung yang disebut dilator.Pengobatan28Akalasia merupakan suatu keadaan khas yang ditandai dengan tidak adanya peristaltis korpus esofagus bagian bawah dan sfingter esofagus bagian bawah (SEB) yang hipertonik sehingga tidak bisa mengadakan relaksasi secara sempurna pada waktu menelan makanan.

Definisi Akalasia2930Akalasia primerPenyebab yang jelas kelainan ini tidak diketahui.Akalasia sekunderKelainan ini dapat disebabkan oleh infeksi, tumor intraluminer seperti tumor kardia atau pendorongan ekstra luminer.Etiologi31Disfagia Regurgitasi Penurunan berat badan Melimpahnya cairan pada trakea akan menimbulkan batuk pada akalasiaNyeri dadaGejala klinis 32Anamnesis Disfagia Berat ringannya disfagia menurut British Oesophageal Surgery dibagi menjadi 5 tingkat, yaitu :Tingkat 0 : normalTingkat 1 : tidak dapat menelan makanan padatTingkat 2 : tidak dapat menelan makanan daging halusTingkat 3 : tidak dapat menelan sup atau makanan cairTingkat 4 : tidak dapat menelan ludahNyeri dadaRegurgitasi

33Pemeriksaan fisikBerat badan menurunperasaan nyeri dada di substernal dapat menjalar ke belakang bahu, rahang dan lengan34Pemeriksaan penunjang1. Pemeriksaan Radiologi2. Pemeriksaan Esofagoskopi3. Pemeriksaan Manometrik

35Terapi AkalasiaEsofagomitomi36Spasme esophagus difus idiopatik "simtomatik SIDES(symptomatic idiopatic diffuse esophageal spasm) suatu keadaan yang jarang ditemukan, terutama jika memperkirakan korelasi baik antara diagnosis klinik, radiologi dan manometri.Spasme Esophageal37

Patofisiologi

38Gejala klinis Kolik es