Kegawatdaruratan Psikiatrik Refarat 1

download Kegawatdaruratan Psikiatrik Refarat 1

of 34

  • date post

    10-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    49
  • download

    3

Embed Size (px)

description

psikiatri

Transcript of Kegawatdaruratan Psikiatrik Refarat 1

Bagian Ilmu Kedokteran JiwaPalu, Maret 2015FKIK Universitas TadulakoRumah Sakit Umum Anutapura

REFARATKEGAWATDARURATAN PSIKIATRI

Nama: Rika Irena DwiputriStambuk : N 111 14 035Pembimbing Klinik: dr. Andi Soraya, Sp.KJ

DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN JIWAFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANUNIVERSITAS TADULAKOPALU2015

BAB IPENDAHULUAN

Pembangunan yang pesat di segala bidang berdampak pada tata kehidupan masyarakat terutama di daerah perkotaan yang memerlukan penyesuai. Namun tidak semua anggota masyarakat mampu menyesuaikan dengan perubahan tersebut. Akibatnya adalah terjadi berbagai masalah kesehatan jiwa. Perilaku perasaan dan pikiran yang luar biasa yang jika tidak ditatalaksana dengan baik dapat menimbulkan ancaman bagi pasien tersebut maupun orang lain. Selain karena masalah di atas kegawatdaruratan psikiatri juga dapat disebabkan oleh akibat dari kondisi medik umum yang menampilkan gejala-gejala psikiatrik, atau sebagai akibat yang merugikan dari obat/zat atau intoksikasi maupun reaksi antar beberapa jenis obat. Krisis psikiatrik lain dapat terjadi jika pasien merupakan korban dari trauma fisik atau emosi yang berat. Kegawatdaruratan psikiatrik dapat terjadi di rumah, di jalan, pada ruang rawat inap atau rawat jalan, bangsal psikiatrik, ruang bedah, maupun pada ruang gawat darurat di rumah sakit umum.1 Dalam satu dasawarsa kebutuhan pelayanan kegawatdaruratan psikiatrik di Indonesia meningkat. Berbagai bencana akibat ulah manusia seperti konflik horizontal masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan negara, maupun berbagai kejadian bencana alam yang diakibatkan oleh manusia seperti tanah longsor, banjir, kecelakaan pesawat dan lain-lain yang memerlukan pertolongan psikiatrik segera.1Tindakan bunuh diri, kekerasan dan penyalahgunaan zat merupakan masalah serius yang perlu intervensi segera. Ketiga kondisi tersebuh merupakan sebagian dari pelbagai kondisi kedaruratan psikiatrik. Diperlukan keterampilan dalam asesmen dan teknik evaluasi untuk membuat diagnosis kerja. Dalam pelaksanaannya sering diperlukan pemeriksaan fisik serta laboratorium yang sesuai dan memadai.2 Kerjasama dalam suatu tim, adalah bentuk pelayanan yang paling diharapkan untuk hasil optimal. Pendekatan Consultation Liaison Psychiatry bermanfaat unuk beberapa penanganan kasus-kasus kedaruratan, seperti tindakan bunuh diri, delirium, sindrom neuroleptik maligna, dll.2

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1DefinisiPsikiatri kegawatdaruratan (psychatric emergency) adalah cabang psikiatri yang mempelajari tindakan segera dalam rangka upaya penyelamatan-nyawa maupun upaya pertolongan segera untuk mencegah terjadinya gangguan berlanjut atau yang bertambah buruk. Tindakan segera untuk menyelamatkan nyawa, seperti pada kasus percobaan bunuh diri, melukai diri, mengganggu lingkungan dan masyarakat sekitarnya, atau hanya mengalami kegelisahan pribadi (personal distress). Tingkah laku yang tidak lazim, kacau atau secara sosial tidak dapat diterima atau tidak pantas muncul, yang tidak timbul dengan tiba-tiba dapat pula dimasukkan kategori kegawatdaruratan psikiatrik.1Kegawatdaruratan psikiatrik adalah suatu keadaan gangguan dan/atau perubahan tingkah laku, alam pikiran atau alam perasaan yang dapat dicegah (preventable) atau dapat diatasi (treatable) yang membuat pasien sendiri, teman, keluarga, lingkungan, masyarakat atau petugas profesional merasa perlu meminta pertolongan medik psikiatrik segera, cepat dan tepat, karena kondisi itu dapat mengancam integritas fisik pasien, integritas fisik orang lain, integritas psikologi pasien, integritas psikologik keluarga atau lingkungan sosialnya. Keadaan kegawatdaruratan psikiatrik dapat terjadi pada seseorang atau sekelompok orang bersama-sama. Selain itu keadaan ini dapat disebabkan karena keterbatasan kapasitas orang bersangkutan dalam usia, intelegensi, penyakit atau emosi pada saat itu.12.2EpidemiologiRuang kegawatdaruratan psikiatrik sama-sama digunakan oleh laki-laki dan perempuan dan lebih banyak digunakan oleh lajang dibandingkan dengan orang yang telah menikah. Kira-kira 20 persen pasien ini melakukan bunuh diri dan kira-kira 10 persen melakukan kekerasan. Diagnosis yang paling lazim adalah gangguan mood (termasuk gangguan depresif dan episode manik), skizofrenia, dan ketergantungan alkohol. Kira-kira 40 persen pasien yang ditemui di ruang kegawatdaruratan psikiatrik memerlukan perawatan di rumah sakit. Sebagian besar kunjungan terjadi di malam hari, tetapi tidak ada perbedaan berdasarkan pada hari dalam seminggu atau bulan-bulan dalam setahun.3 2.3Tahap Pelayanan Kegawatdaruratan PsikiatriPelayanan kegawatdaruratan psikiatrik meliputi pengkajian, terapi jangka pendek yang efektif, cepat dan tepat, evaluasi dari berbagai problem psikiatrik yang dihadapi.1 Menilai kondisi pasien yang sedang dalam kritis secara cepat dan tepat adalah tujuan utama dalam melakukan evaluasi kedaruratan psikiatrik. Tindakan segera dengan pendekatan yang pragmatis, yang harus dilakukan secara tepat adalah2 : Menentukan diagnosis awal Melakukan identifikasi faktor-faktor presipitasi dan kebutuhan segera sang pasien Memulai terapi atau merujuk pasien ke fasilitas yang sesuai. Tujuan utama dalam evaluasi kedaruratan psikiatrik adalah :menilai kondisi pasien yang secara cepat dan tepat. Dengan tugas di unit gawat darurat yang sifatnya sering tak terduga, banyaknya pasien dengan keluhan-keluhan fisik dan emosional, terbatasnya waktu dan ruang serta fasilitas penunjang, diperlukan pendekatan yang pragmatis terhadap pasien. Kadang-kadang lebih baik bagi pasien untuk tidak terlalu lama berada di unit gawat darurat2. Dalam waktu yang relatif singkat, harus dapat dikaji masalah dan kebutuhan pasien, menentukan diagnosis dan mengambil tindakan yang sebaik-baiknya. Untuk itu harus dilakukan pemeriksaan kepada pasien, mulai dari mendapatkan informasi tentang pasien, penilaian ketika kontak langsung dengan pasien, wawancara dan pemeriksaan psikiatrik.1A.Informasi mengenai PasienInformasi singkat dan diprioritaskan kepada hal-hal yang sangat dibutuhkan.1 -Identitas pasien dan keluarga atau orang yang membawanya, bagaimana hubungan dengan pasien, siapa yang bertanggungjawab.-Alasan dibawa ke rumah sakit dan riwayat singkat keadaan pasien.-Apakah ada kejadian yang penting;beberapa hari sebelumnya.-Riwayat tindakan pengobatan sebelumnya termasuk reaksi alergi terhadap obat-obatan, baik yang disuntikkan maupun per oral.Kepada keluarga1-Informasikan keadaan kegawatdaruratan pasien dan tindakan-tindakan yang mungkin diperlukan, agar keluarga mengerti dan bersedia memberikan bantuan sepenuhnya.-Menandatangani surat pernyataan (informed consent) bahwa mereka menyetujui semua tindakan medik yang diperlukan untuk mengatasi perilaku pasien dengan kekerasan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. B.Kontak pertama dengan pasienTentukan apakah1:-Pasien melakukan kekerasan atau berpotensi melakukan kekerasan-Pasien dengan problem medis yang mengancam jiwanya yang tampilan gejalanya seperti gangguan psikiatrik. Penilaian kegawatdaruratan psikiatrik1 :-Sedang mengancam orang lain atau dilaporkan melakukan tindakan kekerasan-Berteriak-teriak, provokatif atau secara langsung maupun tidak langsung mengganggu pasien lain.-Orang yang telah mengenal pasien dan merasa diancam oleh tingkah laku pasien, meskipun pada saat pemeriksaan tidak ada tindakan kekerasan.-Menunjukkan perubahan tingkah laku yang mencolok seperti sikap melawan bergantian dengan diam atau berteriak-teriak bergantian dengan mengantuk.-Menunjukkan kehilangan pengendalian diri.-Tidak menjawab pertanyaan pemeriksa, jalan-jalan dan meninggalkan bagian IGD-Terdapat tanda-tanda trauma, sakit akut atau tanda-tanda vital yang abnormal dan disertai dengan tingkah laku bizzare.Jika pasien membutuhkan penanggulangan kegawatdaruratan, pertimbangkan segera1 :-Apakah perlu untuk diamati dengan saksama dan dibatasi geraknya?-Apakah membutuhkan bantuan medik dengan segera?-Apakah memperlihatkan gejala-gejala vital yang abnormal atau penyakit akut yang mengancam jiwanya?-Apakah orang yang menemaninya dapat memberikan informasi yang penting?Gejala-gejala vital yang abnormal biasanya lebih banyak menunjukkan penyakit medik dari pada psikiatrik seperti1 :-Dosis obat yang berlebih, trauma kepala, hipoglikemi, renjatan (syok) dan banyak lagi penyakit medik yang menyebabkan tingkah laku yang dramatik yang mirip dengan gangguan psikiatrik. -Tingkah laku irasional yang disebabkan oleh penyakit medik dapat diartikan sebagai tingkah laku yang tidak kooperatif. Tidak usah berupaya untuk memberikan pengertian atau berbicara dengan pasien, tetapi lebih diarahkan terhadap masalah mediknya.1

C.Pemeriksaan1.Pemeriksaan fisikPemeriksaan fisik dilakukan sesegera mungkin untuk menyingkirkan kegawatdaruratan yang terkait fungsi organik1. Yang pertama dan terpenting yang harus dilakukan oleh dokter di unit gawat darurat adalah menilai tanda-tanda vital pasien. Tekanan darah, suhu, nadi, adalah suatu yang mudah diukur yang dapat memberikan suatu informasi yang sangat bermakna secara cepat.2 2.Pemeriksaan psikiatrika. Wawancara kedaruratan psikiatrikWawancara dilaksanakan dengan lebih terstruktur. Secara umum, fokus wawancara ditujukan pada keluhan pasien dan alasan dibawa ke unit gawat darurat. Keterangan tambahan dari pihak pengantar, keluarga, teman, polisi, dapat melengkapi informasi, terutama pada pasien mutisme, negativistik, tidak kooperatif atau inkoheren. Seperti halnya wawancara psikiatrik yang biasa dilakukan, hubungan dokter-pasien sangat berpengaruh terhadap informasi yang diberikan dan yang diinterpretasikan. Karenanya diperlukan kemampuan mendengar, melakukan observasi dan melakukan interpretasi terhadap apa yang dikatakan ataupun yang tidak dikatakan oleh pasien, dan ini dilakukan dalam waktu cepat.2Pasien dapat sangat termotivasi untuk membuka diri meraka untuk mendapatkan kelegaan dari penderitaan, tetapi mereka juga dapat secara sadar maupun tidak s