KEBIJAKAN MULOK ILMU GIZI BERBASIS MAKANAN V...  dengan metode survey untuk memperoleh...

download KEBIJAKAN MULOK ILMU GIZI BERBASIS MAKANAN V...  dengan metode survey untuk memperoleh fakta-fakta tentang kebijakan mulok ilmu gizi berbasis MTG, membuat prediksi, mendapatkan

If you can't read please download the document

  • date post

    04-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of KEBIJAKAN MULOK ILMU GIZI BERBASIS MAKANAN V...  dengan metode survey untuk memperoleh...

  • 118

    KEBIJAKAN MULOK ILMU GIZI BERBASIS MAKANAN

    TRADISIONAL GORONTALO

    (The Policy of Nutrition Science Local Content Subject Based on Gorontalo

    Traditional Food)

    Abstrak

    Kebijakan mulok ilmu gizi berbasis makanan tradisional Gorontalo (MTG)

    merupakan kebijakan pelestarian dan pengembangan konsumsi MTG dalam

    bentuk mata pelajaran muatan lokal ilmu gizi berbasis MTG yang diterapkan

    melalui pendidikan formal di Gorontalo. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan mulok ilmu gizi berbasis MTG dan merumuskan

    pengembangan kebijakan tersebut. Penelitian ini adalah deskriptif cross-sectional

    dengan metode survey untuk memperoleh fakta-fakta tentang kebijakan mulok ilmu

    gizi berbasis MTG, membuat prediksi, mendapatkan makna dan implikasi dari

    masalah yang ingin diatasi dengan instrumen dalam bentuk kuesioner. Jumlah

    contoh siswa ada 153, 12 guru mulok, 12 kepala sekolah mulok dan 12 tidak

    mulok. Stakeholders atau pemangku kepentingan yang ditentukan secara

    purposive berjumlah 26 orang yang berperan sebagai players, contest setter dan

    subyek. Dibutuhkan payung hukum berupa peraturan daerah tentang pelaksanaan

    pembelajaran mulok sebagai dasar untuk menjamin keberlangsungan di tingkat

    para stakeholders maupun dalam proses pembelajaran di sekolah. Mulok diyakini

    meningkatkan pengetahuan ilmu gizi/kesehatan, upaya pelestarian dan

    pengembangan budaya khususnya MTG dan salah satu upaya dalam memutus

    mata rantai permasalahan gizi/kesehatan khususnya yang disebabkan oleh

    makanan. Peran stakeholders yaitu pemerintah sebagai prioritas utama dalam

    membuat kesinambungan pelaksanaan kebijakan mulok karena sebagai pemegang

    kewenangan wilayah. Selanjutnya prioritas strategi yang utama dalam rangka

    merumuskan pengembangan kebijakan ini adalah peraturan daerah tentang

    kebijakan tersebut.

    Kata kunci: gizi, Gorontalo, kebijakan, makanan tradisional

    Abstract

    The policy regarding local content subject (mulok) based on Gorontalo

    traditional food (GTF) contained with nutrition science is an act to preserve and

    develop GTF consumption in the form of local content subject implemented

    through formal education in Gorontalo. The purpose of this study was to analyze

    the implementation of policy local content subject (mulok) contained with

    nutrition science based on Gorontalo traditional food (GTF) and formulate

    development policy. This was a descriptive cross-sectional survey method to gain

    the facts about the policy, make predictions, obtains means and implication of the

    issues to be addressed using instrument in the form of questionnaires. The

  • 119

    samples were 153 students, 12 mulok teachers, 12 principals each from mulok and

    non-mulok schools. There were 26 stakeholders that were determined purposively

    to act as players, contest setters, and subjects. Law protection is needed in the

    form regional regulation regarding the application of local content subject as a

    basis for ensuring continuity at stakeholders level as well as at school. Local

    content subject has improved the knowledge about nutrition/health, as an act of

    preservation and development of culture especially GTF, and as an effort to break

    the chain of nutrition/health problems caused by lack of nutrition in foods. The

    role of stakeholders is the government as the main priority to provide

    sustainability of mulok policy implementation since the government holds the

    authority of an area. Furthermore, the main strategy priority in policy

    development is to construct local regulation regarding the policy.

    Keywords: Gorontalo, nutrition, policy, traditional food

  • 120

    Pendahuluan

    Kebijakan merupakan intervensi, cara dan pendekatan pemerintah untuk

    mencari solusi atas masalah pembangunan atau untuk mencapai tujuan

    pembangunan dengan mengeluarkan keputusan, strategi, perencanaan maupun

    implementasinya di lapangan dengan menggunakan instrumen tertentu (Djogo, et

    al. 2003). Oleh karena itu suatu kebijakan yang diberlakukan penting untuk

    dilakukan analisis dalam rangka mengkaji sejauh mana relevansimya dengan

    keadaan yang ada dan dapat pula dilakukan pengembangannya. Selanjutnya dalam

    proses analisis kebijakan terdapat 5 aksi yang dilaksanakan yaitu perumusan

    masalah, peramalan masa depan kebijakan, merekomendasikan, pemantauan dan

    evaluasi kebijakan (Dunn 2003).

    Di Gorontalo terdapat kebijakan pelestarian dan pengembangan makanan

    tradisional yang lebih dititikberatkan melalui pendidikan yang berjenjang dan

    berkesinambungan dalam bentuk mata pelajaran muatan lokal (Dinkes Prov.

    Gorontalo 2007). Mata pelajaran muatan lokal ini bernama Ilmu Gizi Berbasis

    Makanan Tradisional Gorontalo yang diterapkan di pendidikan dasar (SD dan

    SMP atau sederajat) dan menengah (SMA/SMK atau sederajat) sejak tahun 2008.

    Tujuannya adalah: pertama, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang

    MTG, gizi, dan kesehatan; kedua, upaya memutus mata rantai permasalahan gizi

    dan kesehatan; ketiga, upaya pelestarian dan pengembangan budaya daerah yaitu

    MTG. Selanjutnya wilayah pembelajarannya mencakup seluruh kabupaten dan

    kota yang ada di Provinsi Gorontalo dan ini merupakan jenis muatan lokal yang

    pertama di Indonesia.

    Berbagai keadaan yang mendasari dilaksanakannya mulok ilmu gizi

    berbasis MTG diantaranya adalah hasil evaluasi pasien yang dirujuk untuk

    konsultasi gizi yang mayoritas berpenyakit degeneratif termasuk juga gizi lebih

    dan gizi kurang; pengamatan yang disimak melalui pemberitaan media cetak dan

    elektronik tentang banyaknya masalah kesehatan yang sesungguhnya dimulai dari

    masalah konsumsi makanan yang dianggap sepele tetapi telah meluas menjadi

    masalah kesehatan (Napu 2007).

    Kebijakan mulok ilmu gizi berbasis MTG baru merupakan kesepakatan

    dalam bentuk kerja sama antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Pemuda

    dan Olahraga Provinsi Gorontalo (sekarang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan).

    Oleh karena itu perlu dilakukan analisis terhadap kebijakan, dibutuhkan rumusan-

    rumusan kebijakan dan strategi sebagai upaya keberlangsungan pembelajaran

    mulok guna mencapai tujuan pembelajarannya.

    Penjelasan yang telah diuraikan sebelumnya dapat dirumuskan bahwa

    bagaimanakah kebijakan mulok ilmu gizi berbasis MTG sebagai upaya pelestarian

    dan pengembangan makanan tradisional Gorontalo? Studi ini bertujuan

    menganalisis pelaksanaan kebijakan mulok ilmu gizi berbasis MTG dan

    merumuskan pengembangan kebijakan mulok ilmu gizi berbasis MTG.

  • 121

    Metode Penelitian

    Desain Penelitian

    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional dengan

    metode survei untuk memperoleh fakta-fakta tentang kebijakan mulok ilmu gizi

    berbasis MTG, membuat prediksi serta mendapatkan makna dan implikasi dari

    masalah yang ingin diatasi dengan instrumen dalam bentuk kuesioner (Nasir

    2009). Penelitian ini sebagian didanai oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

    Lokasi dan Waktu Penelitian

    Penelitian dilaksanakan di Provinsi Gorontalo pada 1 kota dan 5 kabupaten

    yang masing-masing bertempat di perwakilan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

    Sekolah tersebut adalah sekolah yang telah melaksanakan mata pelajaran Mulok

    Ilmu Gizi Berbasis MTG dan tidak mulok yang ditentukan secara purposive.

    Lokasi yang lainnya adalah di institusi yang mempunyai keterkaitan dengan

    stakeholders. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan sejak bulan Oktober Maret

    2011.

    Populasi dan Contoh Penelitian

    Siswa SMP kelas IX yang sedang bersekolah di Provinsi Gorontalo

    merupakan populasi dalam penelitian ini. Ditentukan contoh dengan cara stratified

    random sampling karena populasi terdiri dari dua kelompok. Secara purposive

    ditentukan contoh 2 SMP mulok dan 2 tidak mulok pada setiap daerah

    kabupaten/kota yang mempunyai kesamaan letak geografi, dan tingkat akreditasi.

    Dengan demikian diperoleh contoh sekolah berjumlah 24 SMP yang terdiri dari

    12 sekolah mulok dan 12 tidak mulok, sehingga di kabupaten/kota diwakili 2

    contoh sekolah mulok dan 2 tidak mulok. Sekolah ini ada 12 yang terakreditasi A,

    10 terakreditasi B dan 2 terakreditasi C. Setiap sekolah secara acak sederhana

    diwakili oleh 13 contoh tetapi ada 3 SMP yang contohnya kurang dari 13 siswa

    yaitu: 1 contoh SMP mulok hanya mempunyai 10 siswa yang memenuhi kriteria

    dan 2 contoh SMP tidak mulok masing-masing terdiri dari 12 dan 10 contoh.

    Diperoleh 153 contoh siswa mulok dan 152 tidak mulok yang sama kriterianya,

    sehingga total contoh ada 305 (metode seperti pada bab sebelumnya). Untuk bab

    ini yang menjadi contoh adalah siswa mulok, guru mulok dan kepala sekolah dari

    sekolah mulok dan tidak mulok. Lihat Tabel 66.

    Tabel 66 Jumlah siswa, guru dan kepala sekolah yang menjadi contoh

    Contoh Jumlah

    Siswa SMP mulok : Siswa yang dapat mulok ilmu gizi berbasis MTG yang

    menjadi contoh

    153

    Guru mulok : Tenaga pengajar Mulok Ilmu Gizi Berbasis MTG di

    SMP mulok

    12

    Kepala sekolah : Kepala SMP yang dapat Mulok Ilmu Gizi Berbasis MTG

    dan tidak mulok.

    24

    Hasim et al. (2012) dalam penelitiannya tentang Analisis Dimensi

    Kelembagaan dilakukan penentuan stakeholders berdasarkan tiga hal yaitu

    pertama, Contes