kebijakan kebersihan tangan1.docx

of 31/31
PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN RS X..... KOMITE PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI RUMAH SAKIT (PPIRS) RS X..... KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN RS X..... PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN RS X..... © 2014 RS X....., Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS) 0
  • date post

    05-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    24
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of kebijakan kebersihan tangan1.docx

PANDUAN KEBERSIHAN TANGANRS X.....

KOMITE PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI RUMAH SAKIT (PPIRS)RS X.....

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIADIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATANRS X.....PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN RS X.....

2014 RS X....., Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS)Dilarang mengkopi/memperbanyak buku ini tanpa izin dari Direktur Utama RS X.....

Untuk dipakai di lingkungan sendiri

Kata Pengantar

Tangan merupakan media transmisi patogen tersering di rumah sakit. Oleh karena itu menjaga kebersihan tangan dengan baik dan benar dapat mencegah penularan mikroorganisme dan menurunkan frekuensi infeksi nosokomial.

Kebersihan tangan merupakan komponen sentral dari keselamatan pasien (Patient Safety) sebagai indikator kualitas dalam pencapaian sasaran pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan. Sehingga dibutuhkan kepatuhan dalam melakukan kebersihan tangan sesuai dengan pedoman/panduan yang berlaku.

Dengan diterbitkannya panduan ini diharapkan dapat memberikan arahan dan petunjuk dalam melakukan kebersihan tangan di lingkungan RS X...... Sehingga pelayanan yang aman dan berkualitas dapat diwujudkan

Padang,

Tim Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakangHealth-care Associated Infections (HAIs) merupakan komplikasi yang paling sering terjadi di pelayanan kesehatan. HAIs selama ini dikenal sebagai Infeksi Nosokomial atau disebut juga sebagai Infeksi di rumah sakit Hospital-Acquired Infections merupakan persoalan serius karena dapat menjadi penyebab langsung maupun tidak langsung kematian pasien. Kalaupun tak berakibat kematian,pasien dirawat lebih lama sehingga pasien harus membayar biaya rumah sakit yang lebih banyak.

HAIs adalah penyakit infeksi yang pertama muncul (penyakit infeksi yang tidak berasal dari pasien itu sendiri) dalam waktu antara 48 jam dan empat hari setelah pasien masuk rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya, atau dalam waktu 30 hari setelah pasien keluar dari rumah sakit. Dalam hal ini termasuk infeksi yang didapat dari rumah sakit tetapi muncul setelah pulang dan infeksi akibat kerja terhadap pekerja di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang berisiko mendapat HAIs. Infeksi ini dapat terjadi melalui penularan dari pasien kepada petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien kepada pengunjung atau keluarga maupun dari petugas kepada pasien. Dengan demikian akan menyebabkan peningkatan angka morbiditas, mortalitas, peningkatan lama hari rawat dan peningkatan biaya rumah sakit.

B. Keadaan dan permasalahanSalah satu faktor yang dapat meningkatkan kejadian infeksi nosokomial ini adalah tidak melaksanakan kebersihan tangan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO). Tangan merupakan media transmisi patogen tersering di RS. Menjaga kebersihan tangan dengan baik dan benar dapat mencegah penularan mikroorganisme dan menurunkan angka kejadian infeksi nosokomial. Kebersihan tangan merupakan komponen sentral dari Patient Safety sebagai indikator kualitas. Kepatuhan terhadap kebersihan tangan merupakan pilar pengendalian infeksi.

C. Tujuan, Sasaran dan Ruang Lingkup1. Tujuana. Tujuan umumPanduan kebersihan tangan bertujuan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan keberihan tangan untuk mencegah penyebaran mikroorganisme penyebab infeksi melalui transmisi kontak dengan tanganb. Tujuan khusus1) Sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan kebersihan tangan rutin menggunakan handrub antiseptik2) Sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan kebersihan tangan rutin menggunakan sabun biasa/sabun antiseptik dan air mengalir3) Sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan kebersihan tangan dengan cuci tangan antiseptik perioperatif/pembedahan

2. Sasarana. Tercapainya kemampuan seluruh karyawan, peserta didik/mahasiswa, dan petugas lainnya yang berada di lingkungan RS X..... melakukan kegiatan kebersihan tangan rutin sesuai standar yang ditetapkanb. Tercapainya tingkat kepatuhan yang tinggi di atas 90 % dalam pelaksanaan kebersihan tangan menurut standar yang ditetapkanc. Terlaksana kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan kebersihan tangan RS X.....3. Ruang lingkupStandar Kebersihan Tangan (hand hygiene) ini mencakup: prinsip, program, dan kebijakan kebersihan tangan (hand hygiene) rumah sakit, standar pelayanan kebersihan tangan (hand hygiene) rumah sakit, dan pembinaan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan.

D. Batasan-batasan1. HAIs atau Infeksi Nosokomial adalah peyakit infeksi yang pertama muncul (penyakit infeksi yang tidak berasal dari pasien itu sendiri) dalam waktu antara 48 jam dan empat hari setelah pasien masuk rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya, atau dalam waktu 30 hari setelah pasien keluar dari rumah sakit. HAIs biasanya berkaitan prosedur pemeriksaan atau prosedur diagnosa penyakit pasien yang dilakukan dirumah sakit.2. Kebersihan tangan merupakan istilah umum yang digunakan untuk segala kegiatan baik cuci tangan dengan air mengalir dan sabun biasa, cuci tangan dengan antiseptik, memakai hand rub antiseptik, maupun cuci tangan pembedahan dengan antiseptik. 3. Hand Rub berbasis alcohol. Suatu larutan mengandung yang mengandung alcohol yang didesain bagi kebersihan tangan untuk menurunkan mikroorganisme pada tangan. Mengandung ethanol or isopropanol 60%-95%. 4. Sabun Antimikroba adalah sabun/deterjen mengandung zat antiseptik5. Larutan antiseptik. Cairan antimikroba yang digunakan pada kulit untuk menurunkan jumlah flora mikroba, Contoh : alcohol, chlorhexidine, chlorine, hexachlorophene, iodine, chloroxylenol (PCMX), quaternary ammonium compounds, and triclosan.6. Cuci tangan Antiseptik. Mencuci tangan dengan air dan sabun atau deterjen yang mengandung antiseptic.7. Hand rub Antiseptik. Menggunakan larutan hand rub antiseptik pada seluruh permukaan tangan untuk mengurangi jumlah mikroorganisme 8. Dekontaminasi Tangan. Tindakan mengurangi jumlah bakteri pada tangan menggunakan hand rub antiseptik atau cuci tangan antiseptik.9. Deterjen. Kandungan yang mempunyai aksi pembersih. Terdiri dari unsur hydrophilic dan lipophilic dan terbagi dalam empat grup: deterjen anionik, kationik, amfoterik, and nonionik. Istilah sabun dalam panduan ini termasuk pemakaian deterjen.10. Hand antisepsis. Merujuk kepada cuci tangan antiseptic or hand rub antiseptik.

BAB IIPRINSIP, PROGRAM, DAN KEBIJAKAN KEBERSIHAN TANGAN

A. Prinsip Kebersihan Tangan Kebersihan tangan merupakan istilah umum yang digunakan untuk segala kegiatan melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan, baik dengan cara cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun biasa atau sabun antiseptik, memakai hand rub antiseptik, maupun cuci tangan antiseptik untuk tindakan pembedahan. Kebersihan tangan dilakukan setiap saat terutama dalam 5 momen kebersihan tangan Sebelum memasang sarung tangan steril untuk tindakan pembedahan harus dilakukan cuci tangan antiseptik pembedahan menggunakan sabun anti mikroba atau hand rub berbasis alkohol Mencuci tangan sabun biasa dan air mengalir sama efektifnya mencuci tangan sabun antimikroba Bila tidak ada kotoran yang menempel di tangan, lakukan kebersihan tangan menggunakan handrub alkohol Handrub berbasis alkohol 70% ditempatkan pada tempat yang mudah dijangkau dan lokasi dimana akses wastafel dan air bersih terbatas Jika yakin tangan menyentuh kotoran atau bahan infeksius, harus dilakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Handrub antiseptik tidak menghilangkan kotoran atau zat organik, sehingga jika tangan kotor harus mencuci tangan sabun dan air mengalir Setiap 5 kali pemakaian handrub harus dilakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir Pemakaian sabun biasa mengurangi terjadinya iritasi kulit Sabun cair, sabun batangan, atau bubuk bisa dipakai untuk tindakan cuci tangan dengan air dan sabun non anti mikroba. Jika menggunakan sabun batangan, tempat sabun harus punya drainase dan sebaiknya sabun batangan dalam ukuran potongan kecil sehingga dapat digunakan sekali pakai. Penggunaan handuk pengering tangan berulang kali atau penggunaan tisu rol yang ditempatkan tergantung pada standar handung tidak dibenarkan. Sebaiknya gunakan handuk bersih ukuran kecil-kecil sekali pakai dan masukkan ke kotak linen kotor untuk di daur ulang. Hindari penggunaan air hangat, karena penggunaan air hangat yang berulangkali dapat meningkatkan resiko dermatitis Jaga kuku selalu pendek dan bersih Jangan memakai perhiasan, kuku palsu, cuteks Jangan mencuci sarung tangan yang digunakan diantara pasien

B. Program Kebersihan Tangan1. Pengembangan kebijakan kebersihan tangan Perencanaan program kebersihan tangan setiap tahun dan dapat direvisi Pedoman kebersihan tangan/hand hygiene merujuk kepada kepustakaan WHO, dan berbagai organisasi nasional dan intemasional. Rumah sakit mengembangkan kebijakan dan/atau prosedur kebersihan tangan/hand hygiene menyesuaikan atau mengadopsi petunjuk yang sudah diterima secara umum untuk implementasi di rumah sakit Kebersihan tangan yang dimaksud adalah kebersihan tangan rutin menggunakan teknik 6 langkah kebersihan tangan pada 5 momen kebersihan tangan, dan cuci tangan antiseptik pembedahan2. Peningkatan budaya kebersihan tangan Sosialisasi kepada berbagai jajaran RS X..... Penyebaran Informasi melalui Media Komunikasi dan Informasi, baik: film/audio video, leaflet, poster, dan pamflet. Stimulasi program dengan mengadakan lomba dance kebersihan tangan3. Pelaksanaan dan penggerakan kebersihan tangan Penyediaan fasilitas kebersihan tangan di lingkungan RS X..... Penerapan kebersihan tangan di berbagai jajaran unit kerja RS X.....4. Pendidikan dan pelatihan Kebersihan Tangan Layanan orientasi dan Informasi bagi karyawan baru, peserta didik/mahasiswa, peserta magang/pelatihan Peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui workshop, pendidikan dan pelatihan internal dan eksternal5. Pemantauan dan evaluasi Kebersihan Tangan Check list kepatuhan penerapan 6 langkah kebersihan tangan pada 5 momen kebersihan tangan dan cuci tangan antiseptik pembedahan Check list fasilitas kebersihan tangan6. Dokumentasi dan Pelaporan Data pemantauan dan evaluasi kebersihan tangan di kumpulkan setiap hari, dianalisa, dan disajikan setiap bulan Pencatatan dan pelaporan dilakukan oleh Infection Prevention and Control Nurse (IPCN)/Perawat pencegahan dan pengendalian infeksi dari Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS), selanjutnya diserahkan ke Komite PPIRS Laporan dipresentasikan dalam rapat Komite PPIRS, dibahas untuk dirumuskan Rencana tindak lanjutnyaC. Kebijakan Kebersihan Tangan1. Kebersihan tangan merupakan pilar utama Pencegahan dan Pengendalian Infeksi dan prosedur terpenting untuk mencegah transmisi penyebab infeksi (orang ke orang atau objek ke orang)2. Kebersihan tangan harus dilaksanakan oleh semua karyawan, pasien, dan pengunjung/masyarakat yang berada di lingkungan RS X..... tanpa kecuali.3. Kebersihan tangan yang dimaksud adalah kebersihan tangan rutin, yang dilaksanakan pada: Segera setelah tiba di rumah sakit Sebelum masuk dan meninggalkan ruangan pasien Sebelum masuk ke kamar operasi Sebelum dan sesudah kontak pasien atau benda yang terkontaminasi cairan tubuh pasien Diantara kontak dengan pasien satu ke yang lain Sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada pasien Sesudah ke kamar kecil Sesudah kontak darah atau cairan tubuh lainnya Bila tangan kotor Sebelum meninggalkan rumah sakit Segera setelah melepaskan sarung tangan Segera setelah membersihkan sekresi hidung Segera setelah membersihkan instrumen/linen/Alat Pelindung Diri Sebelum dan setelah menyiapkan dan mengkonsumsi makanan4. Bagi petugas yang merawat pasien pastikan selalu melakukan prosedur kebersihan tangan pada 5 momen kebersihan tangan Sebelum menyentuh pasien Sebelum melakukan tindakan aseptik Setelah tangan terpapar resiko menyentuh cairan tubuh pasien Setelah menyentuh pasien Setelah menyentuh benda atau segala sesuatu di sekitar pasien5. Ketentuan dan tatalaksana penerapan kebersihan tangan harus mengikuti teknik 6 langkah kebersihan tangan secara berurutan mulai dari: Kedua telapak tangan Kedua punggung tangan Sela-sela jari tangan kiri dan kanan Ruas/buku jari tangan kiri dan kanan Ibu jari kiri dan kanan Ujung-ujung jari tangan kiri dan kanan6. Pelaksanaan kebersihan tangan dapat menggunakan air dan sabun biasa/sabun antiseptik atau bisa menggunakan handrub berbasis alkohol 70%7. Bila tangan jelas kelihatan kotor atau ternoda cairan tubuh pasien maka segera lakukan kebersihan tangan menggunakan air dan sabun biasa atau sabun antiseptik8. Seluruh pimpinan unit kerja mulai dari jajaran kepala ruangan sampai ke jajaran kepala instalasi/bagian/bidang wajib mengawasi kepatuhan karyawan, pasien dan pengunjung/ masyarakat yang berada di wilayah kerjanya.9. Seluruh pimpinan unit kerja wajib memastikan ketersediaan sarana dan prasarana kebersihan tangan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian yang baik.

D. Dasar Hukum1. SK Menkes No 270/MENKES/2007 tentang Pedoman Manajerial PPI di RS dan Fas Yankes Lainnya2. SK Menkes No 382/Menkes/2007 tentang Pedoman PPI di RS dan Fas. Yankes Lainnya3. SK Menkes No. 129/Menkes/ SK/II/2008 tentang SPM RS 4. Permenkes No. 1691/Menkes/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit5. SE Dirjen Bina Yanmed No.HK.03.01/ III/3744/08 tentang Pembentukan Komite PPI RS & Tim PPI RS6. SK Dirut RS X..... No. Tentang Pembentukan Komite dan Tim Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS) RS X.....BAB IIITATA LAKSANA KEBERSIHAN TANGAN (HAND HYGIENE)

A. Pengertian Kebersihan tangan merupakan istilah umum yang digunakan untuk segala kegiatan melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan, baik dengan cara cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun biasa atau sabun antiseptik, memakai hand rub antiseptik, maupun cuci tangan antiseptik untuk tindakan pembedahan.

B. Kegunaan melakukan Kebersihan Tangan 1. Membersihkan kotoran yang terlihat pada tangan2. Mencegah perpindahan bakteri dari rumah ke rumah sakit3. Mencegah bakteri dari rumah sakit terbawa pulang ke rumah4. Mencegah penularan infeksi dari pasien ke pasien selama dirawat dirumah sakit C. Indikasi Kebersihan Tangan1. Bila terlihat kotoran pada tangan atau kita yakin tangan kita telah terkontaminasi oleh darah, cairan tubuh atau bahan infeksius lakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, baik dengan sabun biasa atau sabun antiseptik2. Untuk pelaksanaan kebersihan tangan rutin gunakan handrub berbasis alkohol sebagai alternatif3. Dekontaminasi tangan sebelu kontak langsung dengan pasien4. Dekontaminasi tangan sebelum memakai sarung tangan steril ketika pemasangan kateter intravaskuler sentral5. Dekontaminasi tangan sebelum memasang kateter urine, katater vena perifer, atau pemasangan alat-alat invasif non pembedahan.6. Dekontaminasi tangan setelah kontak dengan kulit pasien (Misalnya: mengukur nadi dan tekanan darah, dan mengangkat pasien)7. Dekontaminasi tangan setelah kontak dengan cairan tubuh atau ekskresi, membran mukosa, kulit tidak utuh, dan mengganti balutan luka bila kotoran tak terlihat.8. Dekontaminasi tangan saat berpindah pekerjaan dari bagian tubuh terkontaminasi ke area yang bersih selama perawatan pasien.9. Dekontaminasi tangan setelah kontak dengan benda-benda (termasuk peralatan medis) yang berada di dekat pasien10. Dekontaminasi tangan setelah melepas sarung tangan11. Sebelum makan dan sesudah ke kamar mandi, lakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir12. Tisu basah antimikroba bisa menjadi alternatif untuk cuci tangan dengan sabun dan air. Walaupun tak seefektif handrub berbasis alkohol atau cuci tangan dengan sabun antimikroba dan air dalam mengurangi jumlah bakteri di tangan petugas kesehatan, dan bukan pengganti antiseptik berbasis alkohol atau sabun antimikroba D. 5 Momen Kebersihan Tangan Sebelum menyentuh pasien Sebelum melakukan tindakan aseptik Setelah tangan terpapar resiko menyentuh cairan tubuh pasien Setelah menyentuh pasien Setelah menyentuh benda atau segala sesuatu di sekitar pasien

E. Cara kebersihan tanganKebersihan tangan dapat dilakukan dengan cara:1. Pemakaian handrub berbasis alkohol2. Cuci tangan dengan sabun biasa/sabun antimikroba dan air mengalir3. Cuci tangan antiseptik pembedahan

Pilihan dalam cara kebersihan tangan yang akan digunakan adalah:1. Handrub berbasis alkohol merupakan pilihan pertama yang efektif, baik dari segi praktis-nya maupun dalam mengurangi jumlah bakteri pada telapak tangan. 2. Cuci tangan dengan air dan sabun biasa atau sabun antiseptik dilakukan bila pada tangan jelas terlihat ada kotoran atau kita yakin kontak dengan cairan tubuh atau kotoran.3. Handrub berbasis alkohol direkomendasikan untuk dekontaminasi tangan/kebersihan tangan rutin (kecuali bila ada kotoran pada tangan) dan juga merupakan salah satu bahan aktif dalam prosedur cuci tangan pembedahan.

F. Teknik Kebersihan TanganTeknik kebersihan tangan yang digunakan untuk pelaksanaan kebersihan tangan rutin dengan pemakaian handrub antiseptik berbasis alkohol dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah teknik 6 langkah kebersihan tangan, yang terdiri dari langkah-langkah yang sistematis dan berurutan. Baik kegiatan handrub antiseptik maupun cuci tangan dengan sabun dan air mengalir menggunakan gerakan yang sama dalam 6 langkah kebersihan tangan.

1. Teknik kebersihan tangan rutin menggunakan handrub alkohol Dilakukan selama 20-30 detik Cara kerja: Tuangkan handrub antiseptik secukupnya ke salah satu telapak tangan Ratakan handrub pada seluruh permukaan tangan menggunakan teknik 6 langkah kebersihan tangan:1) Gosokkan kedua telapak tangan secara memutar2) Telapak tangan kanan di atas punggung tangan kiri, gosok punggung tangan dan sela-sela jari kiri, gerakan maju-mundur, dan sebaliknya3) Kedua telapak tangan saling berhadapan dan jari-jari saling menyilang, gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari dari bagian pangkal jari ke arah luar (ujung)4) Kedua tangan saling menggenggam, jari-jari saling mengunci, punggung jari tangan satu pada telapak tangan lainnya saling menggosok5) Telapak tangan kanan menggenggam ibu jari kiri, gosok secara memutar ibu jari kiri dan sela ibu jari dan telunjuk menggunakan ibu jari dan telapak tangan kanan, lakukan sebaliknya6) Gosokkan secara memutar ujung jari tangan kanan di atas telapak tangan kiri, posisi jari dalam keadaan rapat, lakukan sebaliknya Saat handrub mengering, tangan sudah aman dan siap untuk bekerja kembali

2. Teknik Kebersihan tangan menggunakan sabun biasa atau sabun antiseptik dan air mengalir Dilakukan selama 40-60 detik Cara kerja: Buka keran air, basahi kedua tangan secara merata dengan air mengalir, tutup kembali keran air Tuangkan sabun biasa atau sabun antiseptik secukupnya pada salah satu telapak tangan atau jika menggunakan sabun batang, gosokkan sabun dengan kedua telapak tangan sampai membentuk busa. Bersihkan secara seluruh permukaan tangan merata menggunakan teknik 6 langkah kebersihan tangan:1) Gosokkan kedua telapak tangan secara memutar2) Telapak tangan kanan di atas punggung tangan kiri, gosok punggung tangan dan sela-sela jari kiri, gerakan maju-mundur, dan sebaliknya3) Kedua telapak tangan saling berhadapan dan jari-jari saling menyilang, gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari dari bagian pangkal jari ke arah luar (ujung)4) Kedua tangan saling menggenggam, jari-jari saling mengunci, punggung jari tangan satu pada telapak tangan lainnya saling menggosok5) Telapak tangan kanan menggenggam ibu jari kiri, gosok secara memutar ibu jari kiri dan sela ibu jari dan telunjuk menggunakan ibu jari dan telapak tangan kanan, lakukan sebaliknya6) Gosokkan secara memutar ujung jari tangan kanan di atas telapak tangan kiri, posisi jari dalam keadaan rapat, lakukan sebaliknya Lakukan pembilasan dengan air mengalir secara merata pada seluruh permukaan tangan dengan pengulangan gerakan teknik 6 langkah kebersihan tangan di bawah air mengalir Keringkan kedua tangan dengan tisu atau pengering sekali pakai, atau pengering elektronik. Matikan keran air, putar tuas keran dengan tisu atau kain pengering bekas pakai. Buang tisu bekas pakai ke tempat sampah non medis atau tempatkan kain pengering bekas pakai ke tempat linen kotor untuk pemrosesan linen selanjutnya Tangan sudah aman dan siap untuk bekerja kembali

Catatan: Hindari penggunaan air hangat, karena penggunaan air hangat yang berulangkali dapat meningkatkan resiko dermatitis. Sabun cair, sabun batangan, atau bubuk bisa dipakai untuk tindakan cuci tangan dengan air dan sabun non anti mikroba. Jika menggunakan sabun batangan, tempat sabun harus punya drainase dan sebaiknya sabun batangan dalam ukuran potongan kecil sehingga dapat digunakan sekali pakai. Penggunaan handuk pengering tangan berulang kali yang ditempatkan tergantung pada standar handung tidak dibenarkan. Sebaiknya gunakan handuk bersih ukuran kecil-kecil sekali pakai lalu masukkan ke kotak linen kotor untuk di daur ulang.

3. Cuci tangan antiseptik pembedahan Dilakukan sebelum memasang alat pelindung diri steril untuk prosedur pembedahan/steril Cara kerja: Lepaskan cincin, jam tangan, dan gelang sebelum melakukan cuci tangan pembedahan Buka keran air, basahi kedua tangan secara merata Buang debris di sela-sela kuku menggunakan pembersih kuku di bawah air mengalir Tuangkan sabun biasa atau sabun antiseptik secukupnya pada salah satu telapak tangan. Gosokkan merata sabun biasa atau sabun antiseptik ke seluruh permukaan tangan sampai ke siku dengan menggunakan teknik 7 langkah kebersihan tangan:1) Gosokkan kedua telapak tangan secara memutar2) Telapak tangan kanan di atas punggung tangan kiri, gosok punggung tangan dan sela-sela jari kiri, gerakan maju-mundur, dan sebaliknya3) Kedua telapak tangan saling berhadapan dan jari-jari saling menyilang, gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari dari bagian pangkal jari ke arah luar (ujung)4) Kedua tangan saling menggenggam, jari-jari saling mengunci, punggung jari tangan satu pada telapak tangan lainnya saling menggosok5) Telapak tangan kanan menggenggam ibu jari kiri, gosok secara memutar ibu jari kiri dan sela ibu jari dan telunjuk menggunakan ibu jari dan telapak tangan kanan, lakukan sebaliknya6) Gosokkan secara memutar ujung jari tangan kanan di atas telapak tangan kiri, posisi jari dalam keadaan rapat, lakukan sebaliknya7) Telapak tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri, gosok secara memutar mulai dari pergelangan tangan kiri sampai ke siku, lakukan sebaliknya Lakukan gerakan 7 langkah kebersihan tangan secara berurutan dan lakukan pengulangan selama 2 sampai 6 menit sesuai dengan rekomendasi pabrik antiseptik Bilas kedua tangan secara merata sampai ke siku dengan pengulangan gerakan teknik 7 langkah kebersihan tangan di bawah air mengalir Matikan keran air, bila tidak ada pengunci keran otomatis, putar tuas keran dengan siku Keringkan kedua tangan dengan pengering tangan steril

Catatan: Bila menggunakan sabun antiseptik dan air dari water treatment, setelah prosedur di atas, tangan sudah aman untuk bekerja. Pada kondisi dimana hanya menggunakan sabun biasa atau air yang belum mendapat pengolahan water treatment, dilanjutkan dengan pemakaian handrub berbasis alkohol secara merata pada kedua tangan sampai ke siku menggunakan teknik 7 langkah kebersihan tangan, tunggu sampai mengering dan baru kemudian memasang gaun dan sarung tangan steril

BAB IVFASILITAS DAN PERALATAN

A. Handrub Antiseptik1. Setiap ruangan kerja dan ruangan perawatan tersedia Handrub berbasis alkohol 70% dengan rasio minimal 1 handrub untuk 2 tempat tidur2. Handrub berbasis alkohol 70% ditempatkan pada tempat yang mudah dijangkau dan lokasi dimana akses wastafel dan air bersih terbatas3. Kepala unit kerja terkait mengidentifikasi kebutuhan handrub di unit kerjanya4. Kepala unit kerja terkait dengan Penanggung Jawab logistik mengajukan permintaan barang farmasi ke Instalasi Farmasi RS X....., dengan mencantumkan jumlah permintaan dispenser handrub yang dibutuhkan5. Instalasi Farmasi melakukan cek/pencocokan data jumlah kebutuhan dispenser handrub dengan data yang direkomendasikan oleh Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS)6. Jika belum ada rekomendasi Komite PPIRS untuk unit kerja terkait, maka buku permintaan dispenser handrub harus dibawa ke Komite PPIRS untuk mendapatkan persetujuan/pengesahan terhadap jumlah dispenser handrub yang dapat dikabulkan. Komite PPIRS melalui Tim PPIRS akan akan mengunjungi ruangan terkait dan melakukan pengkajian jumlah kebutuhan dan lokasi strategis untuk pemasangan dispenser handrub 7. Instalasi Farmasi memberikan dispenser handrub kepada unit kerja sesuai dengan data yang direkomendasikan oleh Komite PPIRS8. Petugas ruangan terkait/Penanggung Jawab Logistik mengambil dispenser handrub ke Instalasi Farmasi9. Kepala unit kerja terkait dengan Penanggung Jawab logistik mengajukan permintaan ke Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit Non Medik (IPSRS Non Medik) untuk melakukan pemasangan dispenser handrub pada lokasi-lokasi yang direkomendasikan oleh Komite PPIRS10. Setelah handrub terpasang, tingkatkanlah kepatuhan dalam melakukan kebersihan tangan11. Kepala unit kerja terkait wajib mengawasi dan menjamin kepatuhan opetugas dalam melakukan kebersihan tangan12. Kepala unit kerja terkait dengan Penanggung Jawab logistik wajib mencatat jumlah pemakaian handrub dalam jangka waktu tertentu: tiap bulan dan pertahun untuk menjamin ketersediaan bahan handrub sesuai dengan kebutuhan

B. Wastafel dengan aliran air bersih Setiap ruangan perawatan, ruangan tindakan, ruangan scrub kamar operasi, kamar mandi dilengkapi dengan minimal 1 wastafel dengan aliran air bersih Wastafel dipasang rata, tegak lurus dinding, kuat, tidak menimbulkan bau, dilengkapi sabun biasa atau sabun antiseptik (sesuai indikasi), dan dilengkapi tisu yang dapat dibuang (disposable tissoes) atau kain pengering sekali pakai yang dapat diproses kembali di Instalasi laundry/binatu Setiap wastafel harus dijaga kebersihannya dengan melakukan dekontaminasi menggunakan antiseptik klorin 0.05 % setiap hari dan bila perlu dilakukan pembersihan dengan cairan pembersih porselainBAB VPEMBINAAN, PENGAWASAN, PENCATATAN DAN PELAPORAN

A. Pembinaan dan PengawasanPembinaan dan pengawasan dilakukan melalui sistem berjenjang. Pembinaan dan pengawasan tertinggi dilakukan oleh Dewan Direksi RS X..... melalui penerbitan Kebijakan Kebersihan tangan (hand hygiene). Pembinaan dapat dilaksanakan antara lain melalui pelatihan, penyuluhan, bimbingan teknis dan temu konsultasi dan lain-lain.Pengawasan pelaksanaan Standar Kebersihan tangan (hand hygiene) dilaksanakan dua macam, yakni pengawasan internal, yang dilakukan oleh atasan langsung unit kerja/bagian/instalasi di lingkungan RS X..... dan pengawasan ekstemal, yang dilakukan oleh Komite dan Tim PPIRS, sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing.

B. Pencatatan dan PelaporanPencatatan dan pelaporan adalah pendokumentasian kegiatan kebersihan tangan (hand hygiene) secara tertulis dari masing-masing unit kerja di rumah sakit dan kegiatan Audit Kebersihan dilakukan oleh Komite dan Tim PPIRS dan dilaporkan/diinformasikankepada Direktur Utama RS X..... dan kepada unit kerja terkait di wilayah RS X.....Pencatatan dan pendokumentasian pelaksanaan kegiatan kebersihan tangan dilakukan setiap waktu, sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah ditetapkan dan atau insidentil pada saat terjadi kejadian/kasus (tidak terjadwal)

Pelaporan terdiri dari: pelaporan berkala (bulanan, triwulan, semester, dan tahunan) dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan pelaporan insidentil

BAB VIPENUTUP

Demikian panduan ini dibuat agar dapat dilaksanakan dengan semestinya. Dengan berlakunya panduan ini diharapkan program kebersihan tangan (hand hygiene) RS X..... dapat diselenggarakan dengan baik dan secara bermakna menekan angka kejadian infeksi rumah sakit/nosokomial RS X......

REFERENSI:1. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya. Depkes RI 20092. Pedoman Manejerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya. Depkes RI 20083. WHO Guidelines on Hand Hygiene in Healthcare (Advanced Draft), WHO 2007.4. WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care, WHO 20095. How to Hand Rub Poster, WHO 20096. How to Hand Wash Poster, WHO 20097. Your 5 Moment for Handhygie ne, WHO 20098. Recommendations from the CDC Guideline for Hand Hygiene in Healthcare Setting, 3M Health Care in support of best practices 2011 http://www.cdc.gov/handhygiene/

LAMPIRAN-LAMPIRAN

LEMBAR AUDIT FASILITAS KEBERSIHAN TANGAN RUMAH SAKIT

Instalasi/Ruangan/Unit kerja:________________________

BERI TANDA ( ) PADA KOTAK YA DAN TIDAKNOPERNYATAAN YATIDAKKETERANGAN

1Ada SPO/Buku Petunjuk/Pedoman/Kebijakan Dirut tentang kebersihan tangan di RS

2Ada handrub berbasis alcohol di setiap ruang perawatan

3Ada handrub di nurse station

4Ada handrub di setiap trolley tindakan

5Ada handrub disetiap tempat tidur pasien ICU

6Ada handrub di setiap tempat tidur ruang intermediate

7Ada wastafel dengan air mengalir di setiap ruang perawatan

8Ada wastafel setiap 6 tempat tidur ruang intensif

9Ada wastafel disetiap kamar mandi umum

10Ada poster kebersihan tangan di setiap wastafel

11Ada sabun/agen antiseptic setiap wastafel

11Ada handuk sekali pakai/kertas tisu di setiap wastafel

TOTAL JUMLAH YA ( A ) X 100TOTAL YA DAN TIDAK ( A dan B )Keterangan :Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Temuan/hasil survei sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, tanpa rekayasa atau tekanan dari pihak manapun.

Padang, ___________________

Kepala Ruangan,

______________________IPCN,

___________________

INDIKATOR MUTUAngka kepatuhan penerapan kebersihan tangan

NAMA INDIKATORAngka kepatuhan penerapan kebersihan tangan

DASAR PEMIKIRANKebersihan tangan merupakan indikator yang sangat penting untuk mencegah penyebaran kuman pathogen dan kuman resisten antibiotik di tatanan pelayanan kesehatan.

DEFINISI INDKATORJumlah Petugas yang patuh melakukan kebersihan tangan pada 5 momen kebersihan tangan menggunakan tehnik 6 langkah kebersihan tangan secara benar.

KRITERIA

InklusiTindakan kebersihan tangan yang benar dilakukan menurut 6 langkah pada 5 momen

Eksklusi

TIPE INDIKATORRate based

PEMBILANGJumlah pelaksanaan kebersihan tangan yang benar menurut 6 langkah kebersihan tangan pada 5 moment kebersihan tangan

PENYEBUTJumlah momen yang dikerjakan dalam 5 momen kebersihan tangan

STANDAR90 %

KETERANGAN

AUDIT HAND HYGIENE

RUANG :HARI / TANGGAL :AUDITOR :

PTGSMOMENTTINDAKANHANDSCOENPTGSMOMENTTINDAKANHANDSCOEN

1 2 3 4 5 HAND RUB

HAND WASH

LUPUT

PAKAI

LEPAS

LANJUT

1 2 3 4 5 HAND RUB

HAND WASH

LUPUT

PAKAI

LEPAS

LANJUT

1 2 3 4 5 HAND RUB

HAND WASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT 1 2 3 4 5 HAND RUB

HAND WASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT

1 2 3 4 5 HAND RUB

HAND WASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT 1 2 3 4 5 HAND RUB

HAND WASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT

1 2 3 4 5 HAND RUB

HAND WASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT 1 2 3 4 5 HAND RUB

HAND WASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT

1 2 3 4 5 HAND RUB

HAND WASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT

1 2 3 4 5 HAND RUB

HAND WASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT

1 2 3 4 5 HAND RUB

HANDWASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT 1 2 3 4 5 HAND RUB

HANDWASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT

1 2 3 4 5 HAND RUB

HANDWASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT 1 2 3 4 5 HAND RUB

HANDWASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT

1 2 3 4 5 HAND RUB

HANDWASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT 1 2 3 4 5 HAND RUB

HANDWASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT

1 2 3 4 5 HAND RUB

HANDWASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT 1 2 3 4 5 HAND RUB

HANDWASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT

1 2 3 4 5 HAND RUB

HANDWASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT 1 2 3 4 5 HAND RUB

HANDWASH

LUPUT PAKAI

LEPAS

LANJUT

Keterangan :Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Temuan/hasil survei sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, tanpa rekayasa atau tekanan dari pihak manapun

Padang, ___________________

Kepala Ruangan,IPCN Supervisor/surveyor,

______________________________________________________

24