kebijakan kebersihan

Click here to load reader

  • date post

    05-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    19
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of kebijakan kebersihan

PANDUAN KEBERSIHAN TANGANRS X.....

KOMITE PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI RUMAH SAKIT (PPIRS)RS X.....

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIADIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATANRS X.....PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN RS X.....

2014 RS X....., Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS)Dilarang mengkopi/memperbanyak buku ini tanpa izin dari Direktur Utama RS X.....

Untuk dipakai di lingkungan sendiri

Kata Pengantar

Tangan merupakan media transmisi patogen tersering di rumah sakit. Oleh karena itu menjaga kebersihan tangan dengan baik dan benar dapat mencegah penularan mikroorganisme dan menurunkan frekuensi infeksi nosokomial.

Kebersihan tangan merupakan komponen sentral dari keselamatan pasien (Patient Safety) sebagai indikator kualitas dalam pencapaian sasaran pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan. Sehingga dibutuhkan kepatuhan dalam melakukan kebersihan tangan sesuai dengan pedoman/panduan yang berlaku.

Dengan diterbitkannya panduan ini diharapkan dapat memberikan arahan dan petunjuk dalam melakukan kebersihan tangan di lingkungan RS X...... Sehingga pelayanan yang aman dan berkualitas dapat diwujudkan

Padang,

Tim Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakangHealth-care Associated Infections (HAIs) merupakan komplikasi yang paling sering terjadi di pelayanan kesehatan. HAIs selama ini dikenal sebagai Infeksi Nosokomial atau disebut juga sebagai Infeksi di rumah sakit Hospital-Acquired Infections merupakan persoalan serius karena dapat menjadi penyebab langsung maupun tidak langsung kematian pasien. Kalaupun tak berakibat kematian,pasien dirawat lebih lama sehingga pasien harus membayar biaya rumah sakit yang lebih banyak.

HAIs adalah penyakit infeksi yang pertama muncul (penyakit infeksi yang tidak berasal dari pasien itu sendiri) dalam waktu antara 48 jam dan empat hari setelah pasien masuk rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya, atau dalam waktu 30 hari setelah pasien keluar dari rumah sakit. Dalam hal ini termasuk infeksi yang didapat dari rumah sakit tetapi muncul setelah pulang dan infeksi akibat kerja terhadap pekerja di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang berisiko mendapat HAIs. Infeksi ini dapat terjadi melalui penularan dari pasien kepada petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien kepada pengunjung atau keluarga maupun dari petugas kepada pasien. Dengan demikian akan menyebabkan peningkatan angka morbiditas, mortalitas, peningkatan lama hari rawat dan peningkatan biaya rumah sakit.

B. Keadaan dan permasalahanSalah satu faktor yang dapat meningkatkan kejadian infeksi nosokomial ini adalah tidak melaksanakan kebersihan tangan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO). Tangan merupakan media transmisi patogen tersering di RS. Menjaga kebersihan tangan dengan baik dan benar dapat mencegah penularan mikroorganisme dan menurunkan angka kejadian infeksi nosokomial. Kebersihan tangan merupakan komponen sentral dari Patient Safety sebagai indikator kualitas. Kepatuhan terhadap kebersihan tangan merupakan pilar pengendalian infeksi.

C. Tujuan, Sasaran dan Ruang Lingkup1. Tujuana. Tujuan umumPanduan kebersihan tangan bertujuan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan keberihan tangan untuk mencegah penyebaran mikroorganisme penyebab infeksi melalui transmisi kontak dengan tanganb. Tujuan khusus1) Sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan kebersihan tangan rutin menggunakan handrub antiseptik2) Sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan kebersihan tangan rutin menggunakan sabun biasa/sabun antiseptik dan air mengalir3) Sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan kebersihan tangan dengan cuci tangan antiseptik perioperatif/pembedahan

2. Sasarana. Tercapainya kemampuan seluruh karyawan, peserta didik/mahasiswa, dan petugas lainnya yang berada di lingkungan RS X..... melakukan kegiatan kebersihan tangan rutin sesuai standar yang ditetapkanb. Tercapainya tingkat kepatuhan yang tinggi di atas 90 % dalam pelaksanaan kebersihan tangan menurut standar yang ditetapkanc. Terlaksana kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan kebersihan tangan RS X.....3. Ruang lingkupStandar Kebersihan Tangan (hand hygiene) ini mencakup: prinsip, program, dan kebijakan kebersihan tangan (hand hygiene) rumah sakit, standar pelayanan kebersihan tangan (hand hygiene) rumah sakit, dan pembinaan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan.

D. Batasan-batasan1. HAIs atau Infeksi Nosokomial adalah peyakit infeksi yang pertama muncul (penyakit infeksi yang tidak berasal dari pasien itu sendiri) dalam waktu antara 48 jam dan empat hari setelah pasien masuk rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya, atau dalam waktu 30 hari setelah pasien keluar dari rumah sakit. HAIs biasanya berkaitan prosedur pemeriksaan atau prosedur diagnosa penyakit pasien yang dilakukan dirumah sakit.2. Kebersihan tangan merupakan istilah umum yang digunakan untuk segala kegiatan baik cuci tangan dengan air mengalir dan sabun biasa, cuci tangan dengan antiseptik, memakai hand rub antiseptik, maupun cuci tangan pembedahan dengan antiseptik. 3. Hand Rub berbasis alcohol. Suatu larutan mengandung yang mengandung alcohol yang didesain bagi kebersihan tangan untuk menurunkan mikroorganisme pada tangan. Mengandung ethanol or isopropanol 60%-95%. 4. Sabun Antimikroba adalah sabun/deterjen mengandung zat antiseptik5. Larutan antiseptik. Cairan antimikroba yang digunakan pada kulit untuk menurunkan jumlah flora mikroba, Contoh : alcohol, chlorhexidine, chlorine, hexachlorophene, iodine, chloroxylenol (PCMX), quaternary ammonium compounds, and triclosan.6. Cuci tangan Antiseptik. Mencuci tangan dengan air dan sabun atau deterjen yang mengandung antiseptic.7. Hand rub Antiseptik. Menggunakan larutan hand rub antiseptik pada seluruh permukaan tangan untuk mengurangi jumlah mikroorganisme 8. Dekontaminasi Tangan. Tindakan mengurangi jumlah bakteri pada tangan menggunakan hand rub antiseptik atau cuci tangan antiseptik.9. Deterjen. Kandungan yang mempunyai aksi pembersih. Terdiri dari unsur hydrophilic dan lipophilic dan terbagi dalam empat grup: deterjen anionik, kationik, amfoterik, and nonionik. Istilah sabun dalam panduan ini termasuk pemakaian deterjen.10. Hand antisepsis. Merujuk kepada cuci tangan antiseptic or hand rub antiseptik.

BAB IIPRINSIP, PROGRAM, DAN KEBIJAKAN KEBERSIHAN TANGAN

A. Prinsip Kebersihan Tangan Kebersihan tangan merupakan istilah umum yang digunakan untuk segala kegiatan melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan, baik dengan cara cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun biasa atau sabun antiseptik, memakai hand rub antiseptik, maupun cuci tangan antiseptik untuk tindakan pembedahan. Kebersihan tangan dilakukan setiap saat terutama dalam 5 momen kebersihan tangan Sebelum memasang sarung tangan steril untuk tindakan pembedahan harus dilakukan cuci tangan antiseptik pembedahan menggunakan sabun anti mikroba atau hand rub berbasis alkohol Mencuci tangan sabun biasa dan air mengalir sama efektifnya mencuci tangan sabun antimikroba Bila tidak ada kotoran yang menempel di tangan, lakukan kebersihan tangan menggunakan handrub alkohol Handrub berbasis alkohol 70% ditempatkan pada tempat yang mudah dijangkau dan lokasi dimana akses wastafel dan air bersih terbatas Jika yakin tangan menyentuh kotoran atau bahan infeksius, harus dilakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Handrub antiseptik tidak menghilangkan kotoran atau zat organik, sehingga jika tangan kotor harus mencuci tangan sabun dan air mengalir Setiap 5 kali pemakaian handrub harus dilakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir Pemakaian sabun biasa mengurangi terjadinya iritasi kulit Sabun cair, sabun batangan, atau bubuk bisa dipakai untuk tindakan cuci tangan dengan air dan sabun non anti mikroba. Jika menggunakan sabun batangan, tempat sabun harus punya drainase dan sebaiknya sabun batangan dalam ukuran potongan kecil sehingga dapat digunakan sekali pakai. Penggunaan handuk pengering tangan berulang kali atau penggunaan tisu rol yang ditempatkan tergantung pada standar handung tidak dibenarkan. Sebaiknya gunakan handuk bersih ukuran kecil-kecil sekali pakai dan masukkan ke kotak linen kotor untuk di daur ulang. Hindari penggunaan air hangat, karena penggunaan air hangat yang berulangkali dapat meningkatkan resiko dermatitis Jaga kuku selalu pendek dan bersih Jangan memakai perhiasan, kuku palsu, cuteks Jangan mencuci sarung tangan yang digunakan diantara pasien

B. Program Kebersihan Tangan1. Pengembangan kebijakan kebersihan tangan Perencanaan program kebersihan tangan setiap tahun dan dapat direvisi Pedoman kebersihan tangan/hand hygiene merujuk kepada kepustakaan WHO, dan berbagai organisasi nasional dan intemasional. Rumah sakit mengembangkan kebijakan dan/atau prosedur kebersihan tangan/hand hygiene menyesuaikan atau mengadopsi petunjuk yang sudah diterima secara umum untuk implementasi di rumah sakit Kebersihan tangan yang dimaksud adalah kebersihan tangan rutin menggunakan teknik 6 langkah kebersihan tangan pada 5 momen kebersihan tangan, dan cuci tangan antiseptik pembedahan2. Peningkatan budaya kebersihan tangan Sosialisasi kepada berbagai jajaran RS X..... Penyebaran Informasi melalui Media Komunikasi dan Informasi, baik: film/audio video, leaflet, poster, dan pamflet. Stimulasi program dengan mengadakan lomba dance kebersihan tangan3. Pelaksanaan dan penggerakan kebersihan tangan Penyediaan fasilitas kebersihan tangan di lingkungan RS X..... Penerapan kebersihan tangan di berbagai jajaran unit kerja RS X.....4. Pendidikan dan pelatihan Kebersihan Tangan Layanan orientasi dan Informasi bagi karyawan baru, peserta didik/mahasiswa, peserta magang/pelatihan Peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui workshop, pendidikan dan pelatihan int