KEBENARAN DI BALIK PENUTUP-NUTUPAN VAKSIN (THE TRUTH BEHIND VACCINE COVER UP)

Click here to load reader

  • date post

    11-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    27
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Di dunia modern, imunisasi telah selalu diartikan sebagai proses vaksinasi. Vaksin itu sendiri telah memicu perdebatan sengit antara pendukung vaksin dan mereka yang kritis terhadapnya.Salah satu hal kontroversial yang diduga kuat oleh para kritikus berhubungan dengan vaksinasi adalah spektrum autisme. Lembaga-lembaga kesehatan dunia, termasuk institusi-institusi kesehatan pemerintah Amerika Serikat sampai saat ini menolak kaitan tersebut. Setiap praktisi medis yang bersuara tentang koneksi vaksin - autisme akan dibungkam.Tulisan ini berisi analisis dari suatu dokumen resmi yang akan memberi bukti yang sulit dibantah jika hubungan vaksin - autisme itu benar-benar ada. Apalagi, baru-baru ini telah dirilis film dokumenter Vaxxed: From Cover-Up to Catasthrope. Film ini dilarang tayang di beberapa festival film. Media sudah terlebih dulu melabeli film itu sebagai anti-vaksin, tanpa memaparkan atau menonton sendiri isi sebenarnya dari film tersebut. Ada hubungan dekat antara film Vaxxed dan analisis dr. Russell Blaylock ini.Anda berani membaca?

Transcript of KEBENARAN DI BALIK PENUTUP-NUTUPAN VAKSIN (THE TRUTH BEHIND VACCINE COVER UP)

  • THE TRUTH BEHIND VACCINE COVER UP

    Kebenaran Di Balik Cover Up Vaksin

    Dr. Russell L. Blaylock, M.D.

  • THE TRUTH BEHIND VACCINE COVER UP

    KEBENARAN DI BALIK COVER-UP VAKSIN

    Russell L. Blaylock, M.D. (c) 2004

    Ketika saya diminta untuk menulis makalah berisi mekanisme yang lebih baru mengenai

    kerusakan yang ditimbulkan vaksin pada sistem saraf, saya menemukan sebuah dokumen luar

    biasa yang akan mengungkap penipuan yang diprakarsai oleh pabrik-pabrik obat yang

    bekerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah yang berkuasa.

    Semuanya bermula ketika seorang sahabat mengirimi saya salinan surat dari Senator David

    Weldon, M.D. (Partai Republik, negara bagian Florida) kepada direktur CDC, dr. Julie L.

    Gerberding. Dalam surat itu, dia menyinggung sebuah kajian oleh dr. Thomas Verstraeten,

    yang saat itu mewakili CDC, mengenai hubungan antara bayi yang terpapar vaksin yang

    mengandung thimerosal dan cederanya perkembangan saraf.

    Dalam surat yang mengejutkan itu, Weldon merujuk pada kajian dr. Verstraeten yang

    memeriksa data dari Vaccine Safety Datalink dan menemukan suatu hubungan nyata antara

    paparan thimerosal melalui vaksin dan sejumlah kelainan dalam perkembangan saraf,

    termasuk gemetar, tertundanya kemampuan bicara serta (penguasaan) bahasa, dan

    kemungkinan ADD.

    Weldon bertanya kepada direktur CDC, mengapa setelah pertemuan ini dr. Verstraeten

    mempublikasikan hasil kajiannya hampir empat tahun kemudian di jurnal Pediatrics dengan

    kesimpulan yang berlawanan, yaitu tidak ada hubungan antara masalah kelainan-kelainan

    perkembangan saraf dan paparan thimerosal pada bayi. Dalam suratnya, Weldon merujuk

    pada sebuah laporan yang mencatat pertemuan di Georgia yang mengekspos beberapa

    pernyataan yang sulit dipercaya dari para pakar yang terkumpul dalam kelompok kajian ini.

    Kesulitan Besar

    Saya menghubungi asisten legislatif Weldon dan dengan senang hati dia mengirimi saya

    salinan lengkap dari laporan ini. Sekarang, seperti biasa, dalam kasus ini, pemerintah tidak

    bersedia memberikan laporan ini. Untuk mendapatkannya, diperlukan legalitas Freedom of

    Information Act. Setelah membaca dua kali dan menganalisisnya dengan hati-hati, saya bisa

    memahami alasan mereka yang tidak ingin orang luar membacanya. Laporan itu adalah suatu

    kajian dahsyat, seperti yang nanti akan Anda ketahui.

    Dalam analisis ini, saya tidak hanya akan mendeskripsikan dan mendiskusikan laporan itu, tapi

    saya juga akan sering mengutip langsung perkataan mereka dan melengkapinya dengan nomor

    halaman, sehingga pembaca bisa mengecek sendiri.

    Judul resmi pertemuan ini adalah Tinjauan Ilmiah Tentang Informasi dari Vaccine

    Safety Datalink. Konferensi ini diadakan pada 7-8 Juni 2000 di Simpsonwood Retreat

    Center, Norcross, Georgia. Di situ berkumpul 51 ilmuwan dan dokter, termasuk lima

    perwakilan dari pabrikan vaksin (Smith Kline Beecham, Merck, Wyeth, North American

    Vaccine dan Aventis).

    Selama konferensi ini, para ilmuwan berfokus pada kajian terhadap material dari Datalink,

    dengan pengkaji utama dr. Thomas Verstraeten, yang memperkenalkan diri bekerja pada

    Program Vaksinasi Nasional CDC.

  • (Senator Weldon memergoki dr. Verstraeten keluar dari CDC tidak lama setelah pertemuan

    itu untuk bekerja pada Glaxo Smith Kline (GSK) di Belgia yang memproduksi vaksin, suatu

    pola berulang yang disebut pintu berputar. Menarik juga untuk dicatat bahwa GSK terlibat

    dalam beberapa tuntutan hukum akibat komplikasi sekunder vaksin mereka).

    Mengawali pertemuan itu, dr. Roger Bernier, Associate Director for Science di Program

    Vaksinasi Nasional CDC, menghubungkan sejumlah sejarah yang ada sangkut pautnya. Dia

    menyatakan bahwa tuntutan kongres di tahun 1997 menyaratkan FDA agar meninjau merkuri

    yang dipakai dalam obat-obatan dan sediaan biologis (vaksin). Untuk memenuhinya, FDA

    meminta informasi dari pabrikan vaksin dan obat. Dia mencatat bahwa sekelompok pembuat

    undang-undang dan pabrikan bertemu pada bulan April 1999 dan memberikan perhatian pada

    masalah itu, tetapi mereka tidak merekomendasikan perubahan.

    Dengan kata lain, pertemuan itu sekadar formalitas.

    Rahasia Terbongkar

    Sampai di sini, dr. Bernier mengatakan hal yang sulit dipercaya (halaman 12). Dia katakan,

    Di Amerika Serikat, terjadi peningkatan penyadaran bahwa paparan kumulatif mungkin

    melampaui jumlah garis pedoman. Yang dimaksud garis pedoman di sini adalah level

    keamanan paparan merkuri yang ditetapkan oleh beberapa lembaga yang mengeluarkannya.

    Ada tiga garis pedoman yang ditetapkan masing-masing oleh Agency for Toxic Substances

    and Disease Registry (ATSDR), Food and Drug Administration (FDA) dan Environment

    Protection Agency (EPA). Yang paling sering dilanggar adalah pedoman EPA. Lebih lanjut, dia

    menjelaskan bahwa dirinya merujuk pada anak-anak yang terpapar thimerosal di dalam

    vaksin.

    Atas dasar kesadaran adanya pelanggaran batas-batas keamanan itu, dr. Bernier kemudian

    berkata, hasilnya adalah pernyataan bersama dari Public Health Service (PHS) dan

    American Academy of Pediatrics (AAP) pada bulan Juli tahun lalu (1999), yang

    menyatakan bahwa untuk tujuan jangka panjang, sangat perlu mengeluarkan merkuri

    dari vaksin karena zat itu berpotensi sebagai sumber paparan yang dapat dicegah.

    (halaman 12)

    Semestinya orang bertanya, kemana PHS dan AAP selama ini, saat merkuri bertahun-tahun

    dipakai dalam vaksin, dan mengapa, tidak tahukah mereka bahwa:

    Merkuri itu melebihi level keamanan yang ditetapkan

    Mengapa mereka tidak mengetahui melimpahnya literatur yang menunjukkan efeknya

    yang merusak sistem saraf yang sedang berkembang pada bayi?

    Seperti yang kita lihat, bahkan para pakar ini pun tampaknya bingung dengan literatur

    (tentang merkuri).

    Pertemuan Sebelumnya

    Dokter Bernier menyebutkan bahwa pada Agustus 1999, sebuah workshop umum digelar di

    Lister Auditorium, Bathesda, Maryland, oleh National Vaccine Advisory Group dan

    Interagency Working Group on Vaccines untuk membahas risiko thimerosal dalam vaksin.

    Dari diskusi itu, thimerosal dikeluarkan dari vaksin Hepatitis B (HepB).

    Menarik untuk diperhatikan bahwa media tidak begitu peduli pada hasil pertemuan itu, yang

    mungkin juga menjadi pertemuan rahasia. Nanti akan kita ketahui, ada suatu alasan mengapa

  • mereka berusaha sekuat tenaga agar isi dari pertemuan-pertemuan itu tersembunyi dari

    publik.

    Kemudian dr. Bernier berkata, pada Oktober 1999 (halaman 13), Advisory Committee on

    Immunization Practices (ACIP) lagi-lagi memeriksa hal ini dan tidak menyatakan

    keinginan akan tersedianya vaksin yang bebas thimerosal. Lebih jauh, dalam diskusi ini

    dia menengarai ACIP menyimpulkan bahwa vaksin-vaksin yang mengandung thimerosal bisa

    dipakai, namun tujuan jangka panjangnya adalah mengusahakan dihilangkannya

    thimerosal sesegera mungkin.

    Kita perlu berhenti sejenak dan merenungkan apa yang telah terjadi. Ada sebuah lembaga

    penting, ACIP, yang berperan penting dalam kebijakan vaksin yang berdampak pada jutaan

    anak setiap tahunnya. Dan, kita memiliki bukti dari pertemuan tahun 1999 tentang

    thimerosal yang menyatakan seriusnya kemungkinan terjadinya cedera otak bayi sehingga

    ada rekomendasi kebijakan untuk menghilangkannya dari vaksin.

    Terlebih lagi, mereka semua menyadari bahwa bayi-bayi mungil itu mendapat dosis merkuri

    di atas batas aman, bahkan batas yang ditetapkan oleh EPA, tapi yang bisa mereka katakan

    adalah kita harus berusaha menghilangkan thimerosal sesegera mungkin? Apakah mereka

    tidak mengkhawatirkan (keselamatan) puluhan juta bayi yang akan terus mendapat vaksin

    berthimerosal sampai mereka berhasil menghentikan penggunaan thimerosal tersebut?

    Solusi yang Jelas

    Harus juga dicatat, adalah keliru mengatakan, penghilangan thimerosal karena mereka

    tidak menghilangkan apapun. Mereka hanya berencana menghentikannya pada vaksin yang

    dibuat di waktu mendatang. Sebelum itu terlaksana, mereka memakai vaksin yang ada di stok

    yang berjumlah jutaan dosis. Dan herannya, pemerintah mengizinkannya.

    Lebih susah dipercaya lagi bahwa AAP dan American Academy of Family Practice (AAFP)

    sama-sama merekomendasikan kebijakan gila ini. Kenyataannya, secara khusus mereka

    menyatakan anak-anak harus terus diimunisasi dengan vaksin-vaksin berthimerosal itu

    sampai vaksin baru yang bebas thimerosal dapat diproduksi sesuai keinginan pabrik. Apakah

    mereka takut akan terjadi wabah difteri mendadak di Amerika, atau wabah tetanus?

    Solusi paling jelas adalah dengan (mengemas vaksin dalam) vial dosis tunggal, sehingga tidak

    memerlukan pengawet. Jadi, mengapa mereka tidak melakukannya?

    Oh, mereka katakan hal itu akan memperberat biaya vaksin. Jelas, kita sebatas mengatakan

    paling banyak butuh sedikit dolar per vaksin, yang tentu akan berharga bagi otak dan masa

    depan anak Anda. Mereka bisa memakai ratusan juta dolar yang dihabiskan untuk promosi

    vaksin tiap tahunnya untuk menutup biaya pengemasannya untuk rakyat miskin. Itu akan

    mengurangi tebalnya dompet kita dan kita tidak melakukannya.

    Terungkap bahwa thimerosal ada dalam seluruh vaksin flu, DPT (dan sebagian besar DTaP)

    dan seluruh vaksin HepB.

    Saat mereka mulai berkonsentrasi pada masalah di hadapan, kita mulai belajar bahwa

    problem terbesar dalam pertemuan ini adalah, mereka nyaris