KEANEKARAGAMAN JENIS, STRUKTUR KOMUNITAS DAN...

of 23/23
KEANEKARAGAMAN JENIS, STRUKTUR KOMUNITAS DAN POLA PENYEBARAN HOLOTHUROIDEA DI DAERAH RATAAN TERUMBU TELUK GILIMANUK PROVINSI BALI SKRIPSI OLEH: IFAN PRASETYA YUDA 06330011 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2011
  • date post

    10-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    233
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of KEANEKARAGAMAN JENIS, STRUKTUR KOMUNITAS DAN...

KEANEKARAGAMAN JENIS, STRUKTUR KOMUNITAS DAN POLA PENYEBARAN HOLOTHUROIDEA DI DAERAH RATAAN

TERUMBU TELUK GILIMANUK PROVINSI BALI

SKRIPSI

OLEH:

IFAN PRASETYA YUDA

06330011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2011

i

KEANEKARAGAMAN JENIS, STRUKTUR KOMUNITAS DAN POLA PENYEBARAN HOLOTHUROIDEA DI DAERAH RATAAN

TERUMBU TELUK GILIMANUK PROVINSI BALI

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Malang Sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan Biologi

OLEH:

IFAN PRASETYA YUDA

06330011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2011

ii

LEMBAR PERSETUJUAN

Nama : Ifan Prasetya Yuda Nim : 06003311 Jurusan : Pendidikan Biologi Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Judul Skripsi : Keanekaragaman Jenis, Struktur Komunitas dan Pola Penyebaran

Holothuroidea di Rataan Terumbu Teluk Gilimanuk Provinsi Bali

Diajukan untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Dewan Penguji Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Strata Satu ( S1 )

pada Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Malang

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II (Drs. Atok Miftachul Hudha, M.Pd) (Drs. Samsun Hadi, M.S)

iii

LEMBAR PENGESAHAN

Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Skripsi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Malang

dan Diterima untuk Memenuhi

Sebagian dari Persyaratan

Memperoleh Gelar Sarjana

Pendidikan Biologi

Mengesahkan:

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Malang

Dekan,

Drs. H. Fauzan, M.Pd.

Dewan Penguji Tanda Tangan

1. Drs. Atok Miftachul Hudha, M.Pd 1.................................

2. Drs. Samsun Hadi, M.S 2.

3. Drs. Lud Waluyo, M.Kes 3.

4. Dra. Siti Zaenab, M.Kes 4.

iv

LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Ifan Prasetya Yuda

Tempat Tanggal Lahir : Singaraja, 27 Pebruari 1987

Nim : 06330011

Fakultas/Jurusan : K.I.P/Biologi

Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Keanekaragaman Jenis, Struktur

Komunitas dan Pola Penyebaran Holothuroidea di Daerah Rataan Terumbu Teluk

Gilimanuk Provinsi Bali adalah bukan skripsi orang lain, baik sebagian maupun

keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang sudah disebutkan sumbernya.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila ini

tidak benar, saya bersedia mendapatkan sangsi Akademis.

Malang, 4 Mei 2011 Yang Menyatakan, (Ifan Prasetya Yuda)

Mengetahui,

Pembimbing I Pembimbing II (Drs. Atok Miftachul Hudha, M.Pd) (Drs. Samsun Hadi, M.S)

v

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari

karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur (QS Fathiir : 12).

Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda

(kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur (QS Luqman : 31).

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar

mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS Ar-Ruum : 41).

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang

Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan

dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS Al-Baqarah : 164).

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Swt atas segala rahmat, taufiq, hidayah, serta inayah-

Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Keanekaragaman

Jenis, Struktur Komunitas dan Pola Penyebaran Holothuroidea di Daerah Rataan

Terumbu Teluk Gilimanuk Bali. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada

Nabi Muhammad SAW.

Selama proses penyusunan hingga selesainya skripsi ini penulis telah banyak

mendapat bantuan, bimbingan, pengarahan dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena

itu penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ayahanda Setiyono dan Ibunda Emi Mulyani tercinta dan tersayang atas segala kasih

sayang, pengorbanan serta doa yang tiada batasnya sepanjang masa, terima kasih atas

doa, bimbingan, semangat dan limpahan cinta serta kasih sayang yang Bapak & Ibu

berikan kepada putramu ini. Tiada harta yang dapat kuberikan selain cinta, kasih

sayang, hormat, pengabdian dan doa untuk bapak & ibu, semoga Allah SWT

menghadiahkan surga untuk Bapak dan Ibu, Amin ya Robbal Alamin...........

2. Bapak Drs.H. Fauzan, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan

Universitas Muhammadiyah Malang

3. Ibu Dra. Sri Wahyuni, M.Kes. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Biologi

4. Bapak Drs. H. Atok Miftachul Hudha, M.Pd. selaku pembimbing I yang telah

memberikan bimbingan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini.

5. Bapak Drs. Samsun Hadi, M.S. selaku pembimbing II yang telah banyak

memberikan bimbingan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini.

6. Bapak dan Ibu Dosen Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang yang

telah memberikan bekal ilmu dan pengetahuan selama kuliah.

7. Adik-adikku, Hesti Wahyu Ridhowati, dan Langgeng Cahyo Utomo yang telah

memberikan semangat kepada penulis.

8. Bapak Agus Santoso, S.Sos. dan keluarga besar Unit Kegiatan Mahasiswa Forum

Diskusi Ilmiah (UKM FDI-UMM) yang telah membimbing dan bersama-sama

menikmati indahnya menjadi Sang Juara.

9. Zaqia Nur Fajarini (Adik Qi-Qi) dan Keluarga Besar Bapak H. Turmudzi Terima

kasih atas bantuan moril, dan spiritual yang selalu diberikan.

vii

10. Bapak dan Ibu Guruku dari SD, SMP, hingga Madrasah Aliyah Negeri Negara.

Terima kasih telah membekaliku dengan ilmu untukku hidup.

11. Sahabat sejati keluarga besar kelas A dan B Pendidikan Biologi UMM 2006. Terima

kasih kawan, kita akan sukses di dunia yang sesungguhnya kelak kita hadapi.

12. Keluarga Besar penghuni kost beserta BAPAK HARMAY dan IBU MURNI, yang

saya anggap sebagai orang tua kedua yang begitu sabar dan baik kepada saya maafkan

saya yang selalu telat dalam membayar uang kost dan listrik.

13. Sahabat-sahabat penghuni kost Harmay gang IX Mewah (Mepet Sawah) Brian,

Lukman, Rendy, Berky, Abe, Deni, Aziz, Pandu, Riza, Agam, Ahmad, Prayitno,

Dedy sobri atas segala support dan semangat kalian untukku dalam menggarap dan

menyelesaikan NCEKERIPCI (Skripsi) ini.

14. Korps Drumband Swara Catata Gita pembakar semangat juang dalam berfikir,

bertindak, dan berkarya.

15. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga Allah Swt memberikan balasan yang berlipat ganda. Akhirnya tak ada

gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih belum sempurna dan

banyak kekurangan. Oleh karena itu diharapkan kritik dan saran yang konstruktif.

Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan sekaligus menjadi tenaga baru

untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia.

Malang, 3 Mei 2011

Penulis,

Ifan Prasetya Yuda

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN....................................................................... iii

HALAMAN PERNYATAAN ...................................................................... iv

KATA PENGANTAR .................................................................................. v

ABSTRAK ................................................................................................... vi

ABSTRACT ................................................................................................. vii

DAFTAR ISI ................................................................................................ viii

DAFTAR TABEL ........................................................................................ xiv

DAFTAR GAMBAR.................................................................................... xv

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xvi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 4

1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................ 5

1.4 Manfaat Penelitian ...................................................................... 5

1.5 Batasan Penelitian ....................................................................... 6

1.6 Batasan Istilah ............................................................................. 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Tentang Terumbu Karang............................................... 9

2.1.1 Biologi Terumbu Karang .................................................. 12

2.1.2 Ekologi Terumbu Karang .................................................. 25

2.1.3 Manfaat Terumbu Karang ................................................. 29

2.1.4 Kerusakan Terumbu Karang.............................................. 30

2.2. Tinjauan Umum Teripang (Holothuroidea) ............................... 32

2.2.1 Struktur Anatomi Teripang ................................................ 34

2.2.2 Habitat dan Distribusi Teripang .......................................... 39

2.2.3 Klasifikasi Teripang ........................................................... 45

2.2.4 Makanan Teripang ............................................................. 48

ix

2.2.5 Predator dan Pertahanan Diri Teripang ............................... 49

2.2.6 Manfaat Teripang .............................................................. 49

2.3 Tinjauan Indeks Keanekaragaman Jenis ...................................... 53

2.3.1 Indeks Shannon-Wiener (H) .............................................. 54

2.3.2 Indeks Kemerataan atau Evenness (E) ................................ 56

2.4 Tinjauan Pola Penyebaran .......................................................... 56

2.5 Rona Lingkungan Daerah Penelitian .......................................... 58

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian ........................................................................... 60

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian ...................................................... 60

3.2.1 Tempat ............................................................................... 60

3.2.2 Waktu................................................................................. 60

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ................................................... 60

3.4 Alat dan Bahan ........................................................................... 61

3.4.1 Alat .................................................................................... 61

3.5 Metode Pengambilan Data .......................................................... 61

3.6 Prosedur Penelitian ..................................................................... 61

3.6.1 Penentuan Lokasi ............................................................. 61

3.6.2 Tahap Pengambilan Sampel .............................................. 62

3.6.3 Tahap Identifikasi .............................................................. 65

3.7 Teknik Analisis Data ................................................................... 65

3.7.1 Kepadatan .......................................................................... 65

3.7.2 Kepadatan Relatif ............................................................... 65

3.7.3 Frekuensi ............................................................................ 66

3.7.4 Frekuensi Relatif ................................................................ 66

3.7.5 Indeks Nilai Penting ........................................................... 66

3.7.6 Indeks Keanekaragaman ..................................................... 66

3.7.7 Pola Penyebaran ................................................................. 67

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil penelitian .......................................................................... 68

4.1.1 Data Umum Hasil Penelitian .............................................. 68

4.1.2 Deskripsi Jenis Teripang yang Ditemukan dalam Penelitian.. 74

x

4.2 Pembahasan ............................................................................... 84

4.2.1 Jenis Teripang. ................................................................... 85

4.2.2 Kepadatan (Densitas) .......................................................... 86

4.2.3 Frekuensi ............................................................................ 88

4.2.4 Indeks Nilai Penting ........................................................... 89

4.2.5 Indeks Keanekaragan Jenis ................................................. 90

4.2.6 Pola Penyebaran ................................................................. 91

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan ................................................................................ 93

5.2 Saran .......................................................................................... 94

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 96

LAMPIRAN ............................................................................................... 96

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kepadatan Populasi Berbagai Jenis Teripang di Kawasan Pasifik

Barat ................................................................................................... 45

Tabel 2. Nilai Parameter Suhu, Salinitas dan pH di Rataan Terumbu Teluk

Gilimanuk ............................................................................................ 70

Tabel 3. Hasil Identifikasi Terhadap Teripang dari Rataan Terumbu Teluk

Gilimanuk.. . 70

Tabel 4. Jenis dan Jumlah yang Ditemukan dalam Setiap Transek di Rataan

Terumbu Teluk Gilimanuk ................................................................... 71

Tabel 5. Karakteristik populasi (D, RD, F, RF, INP) di Rataan Terumbu

Teluk Gilimanuk .................................................................................. 71

Tabel 6. Nilai Indeks Keanekaragaman Jenis ..................................................... 73

Tabel 7. Pola Penyebaran Berbagai Jenis Teripang ............................................ 73

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Lapisan Tubuh Karang dengan Sel Penyengat dan Zooxanthellae di Dalamnya. Tampak Sel Penyengat dalam Kondisi Tidak Aktif dengan yang Sedang Aktif ....................................................... 14

Gambar 2. Bentuk-bentuk Koloni Karang.................................................. 21 Gambar 3. Teori Pembentukan Tipe Terumbu Karang: Terumbu Tepi (Fringing Reef), Terumbu Penghalang (Barrier Reef), dan Terumbu Cincin (Atoll) ............................................................... 22 Gambar 4. Siklus Reproduksi Seksual Karang ........................................... 24 Gambar 5. Struktur Morfologi Holothuroidea ............................................ 34 Gambar 6. Struktur Anatomi Holothuroidea .............................................. 38 Gambar 7. Denah Denah Penelitian Di 3 Pulau Kecil Kawasan Pantai Teluk Gilimanuk Bali .................................................... 63 Gambar 8. Denah Daerah Pengamatan di Teluk Gilimanuk ....................... 64 Gambar 9. a. Holothuria Bohadschia similis ................................................. 111 Gambar 9. b. Holothuria Bohadschia similis (Dalam Air) ............................. 111 Gambar 10.a. Thelenota anax ....................................................................... 112 Gambar 10.b. Thelenota anax (Dalam Air) ................................................... 112 Gambar 11.a. Euapta godeffroyi ................................................................. 113 Gambar 11.b. Euapta godeffroyi (Dalam Air) .............................................. 113 Gambar 12.a. Stichopus horrens .................................................................. 114 Gambar 12.b. Stichopus horrens (Dalam Air) .............................................. 114 Gambar 13. Holothuria scabra .................................................................... 115 Gambar 14. Holothuria fuscopunctata ........................................................ 115 Gambar 15.a. Holothuria edulis ................................................................... 116 Gambar 15.b. Holothuria edulis (Dalam Air) ............................................... 116 Gambar 16. Bohadschia marmorata ............................................................ 117 Gambar 17. Colochirus robustus (White) .................................................... 117 Gambar 18. Holothuria sp (A)..................................................................... 118 Gambar 19. Holothuria sp (B) ..................................................................... 118 Gambar 20. Rona Lingkungan Daerah Penelitian ........................................ 119 Gambar 21. Tempat 3 Pulau Yang Ditumbuhi Hutan Mangrove .................. 119 Gambar 22. Alat Transportasi Laut yang digunakan Selama Penelitian ....... 120 Gambar 23. Berbagai Alat yang Digunakan dalam Penelitian ...................... 120 Gambar 24. Peralatan Scuba Diving ............................................................ 121 Gambar 25. Proses Pengamatan Speciment .................................................. 121

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Perhitungan Karakteristik Populasi, Indeks Keanekaragaman Jenis dan Pola Penyebaran ....................................................... 96

Lampiran 2 Jumlah Populasi Teripang ........................................................ 106 Lampiran 3 Dokumentasi Penelitian ........................................................... 111

xiv

DAFTAR PUSTAKA

---------------. 1996. Agenda 21 Indonesia Bab 18. Startegi Nasional Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Jakarta.

---------------. 2001. Petunjuk Pelaksanaan Transplantasi Karang. Departemen Kelautan

dan Perikanan. Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut. Jakarta. 44 hal.

---------------. 2006a. Selayang Pandang Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep:

Kecamatan Sapeken. Dinas Kelautan dan Perikanan- Kabupaten Sumenep. Jawa Timur.

---------------. 2006b. Terumbu Karang Kecamatan Sapeken. Dinas Kelautan dan Perikanan-

Kabupaten Sumenep. Jawa Timur. ---------------. 2008. Coral Reefs. NOOAs Coral Reef Information System. (Online).

(http://www.solcomhouse.com/coralreefs/). Diakses tanggal 12 Juni 2008. -----------------. 1995. Beberapa Catatan Tentang Teripang Bangsa Aspidochirotida. Oseana,

Volume XX, Nomor 4, 1995. Hal 11-23. -----------------. 2001. Life and Death of Coral Reefs. Chapman & Hall. New York. p.198-

229. --------------. 1997. Are Holothurian Fisheries for Export Sustainable? Proceed. 8th Int.

Coral reef Sym., 2. p.2021-2026. --------------. 1998. Overexploitation in The Present World Sea Cucumber Fisheries and

Perspectives in Mariculture. In: Echinoderms: San Francisco (Mooi & Telford, eds). Proceed. 9th. Int. Echinoderm Confrence San Francisco, California, USA. 5-89 August 1996. p.449-454.

---------------. 1981. Sexual Cycle of Three Comercially Important Holothurian Species

(Echinodermata) from the Lagoon of New Caladonia. Bull.Mar.Sci. 31 (3). p.523-543.

--------------------. 2005. Teripang (Holothurians) Perlu Dilindungi. Bidang Sumberdaya

Laut, Puslit Oseanografi LIPI. Jakarta. -------------------. 2001. Struktur Komunitas Teripang (Holothuroidea)di Rataan Terumbu

Karang Perairan Pantai Morella Ambon. Pesisir dan Pantai Indonesia IV. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi-LIPI. Jakarta. Hal. 227-233.

-------------------. 2003. Sumberdaya Teripang (Holothuroidea) di Perairan Teluk Kotania, Seram Barat-Maluku Tengah. Dalam Pesisir dan Pantai Indonesia VIII. P3O-LIPI. Jakarta. Hal.129-133.

Alikodra, H.S. 1990. Pengelolaan Satwa Liar Jilid I. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat.

Institut Pertanian Bogor. Bogor.

xv

Akmal. 2003. Terumbu Karang yang Kian Terusik. Penerbit Citra Adi Bangsa. Surabaya. 76 hal.

Anonymous. 1994. Sea Cucumbers and Beche-de-mer of the Tropical Pacific: a

Handbook for Fishers. Revised Edition. South Pacific Commission. Noumea-New Caledonia. 51pp

Aziz, Aznam. 1987. Beberapa Catatan Tentang Perikanan Teripang di Indonesia dan Kawasan

Indo-Pasifik Barat. Oseana, 12 (2). Hal. 68-78. Bakus, G.J. 1973. The Biology and Ecology of Tropical Holothurians. In Biologu and Geology of

Coral Reefs (Jones, Q.A. & Endeans, eds) Vol II. Acad. Press. New York. p.247-270. Barbour, M.G .; Burk, J.H; Pitts, W.D. 1999. Terrestrial Plant Ecology. 3nd Edition. The

Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc. California. xii + 642pp. Barnes, R.d. 1987. Invertebrate Zoology. 5th Edition . Saunders College Publishing,

Philadelphia. xi+893pp Bengen, D.G. 2001. Ekosistem dan Sumberdaya Pesisir dan Laut serta Pengelolaan

Secara Terpadu dan Berkelanjutan. Prosiding Pelatihan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu. Bogor, 29 Oktober-3 November 2001. Hal 28-55.

Birkerland, C. 1989. The Influence of Echinoderms on Coral-reef communities. In:

Echinoderm Studies. (M. Jangoux & J.M Lawrence, eds.) Vol.3, p.l-79.A.A Balkema, Rotterdam, Netherland.

Bonham, K. and Held, E.E. 1963. Ecological Observation on the Sea Cucumber

Holothuria atra and Holothuria leucospilota at Rongelap Atoll Marshall Island. Par. Sci. 17. p.305-314.

Brotowidjojo, M.D. 1990. Zoologi Dasar. Penerbit Djambatan. Jakarta. Hal.125 Brower, J.E; Zar, J.H; von Ende, C.N. 1977. Field and Laboratory Methods for General

Ecology. Third Edition. WM C Brown Publishers. p.32-33. Brown, B.E. 1987. Worldwide Death of Corals-natural Cyclical Events or Man-made

Pollution? Marine Pollution Bulletin (18). p.9-13 Brusca, R., and G. Brusca. 2003. Invertebrates. Sinauer Associates, Inc.. Sunderland,

Massachusetts. Burke, L; Selig, E; Spalding, M. 2002. Terumbu Karang yang Terancam di Asia

Tenggara: Ringkasan Untuk Indonesia. Diterjemahkan dari Reefs at Risk in Southeast Asia. World Resources Institute USA. 40 hal.

Castro, Peter & Huber, Michael E. 2003. Marine Biology Fourth Edition (International

Edition). McGraw-Hill. New York. p.297-320. Campbell, et al., 2003. Biologi. Erlangga. Surabaya. Hal. 242 Cannon, L.R.G and Silver, H. 1986. Sea Cucumbers of Nothern Australia. Quesland

Museum. Brisbane. 60 pp.

xvi

Cesar, H. 2000. Collected Essay on the Economics of Coral Reefs. Departement Biology

and Environmental Science, Kalmar University. Sweden. Chen, Chang-Po and Chian, Ching-Sung. 1990. Larval Development of Sea Cucumber,

Actynopiga echinites (Echinodermata: Holothuroidea). Bull. Inst. Zool. Academia Sinica 29 (2). p.127-133.

Clark, A.M and Rowe, F.W.E.1971. Monograph of Shallow Water Indo West Pasific

Echinoderms. Trustees of The British Museum (Natural History). London. p.171-210.

Conand, C. 1990. The Fishery Resources of Pacific Island Country: Part 2 Holothurian.

Food and Agricultural Organization-United Nation. Conand, C and Sloan, N.A. 2004. Pasific Island Sea Cucumber and Bech-De-Mer

Identificatoin Card.: Marine Resources Division Information Section. Inc., BP D5 98848 Neumia Cedex, New Caledona.

Comission of International Trade on Endangered Species (CITES). 2006. Summary of

FAO and CITES Workshops on Sea Cucumber: Major Findings and Conclusions. Twenty-second Meeting of the Animals Committee, Lima (Peru), 7-13 July 2006.

Dahuri, R., Rais, J., Sitepu J.M., 1996. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan

Lautan Secara Terpadu. Pradnya Paramita. Jakarta. Dahuri, R. 1999. Reformasi Pengaturan Lingkungan Bidang Sumberdaya Pesisir dan

Lautan. Jurnal Proyek Pesisir - PKSPL IPB. Edisi 04/Th. I/1999. Darsono, Prapto. 1999. Perkembangan Pembenihan Teripang Pasir, Holothuria scabra

Jaeger di Indonesia. Oseana XXIV (3). Hal 35-45. Darsono, Prapto dan Djamali, A. 1998. Kepadatan Stok Teripang di Berbagai Wilayah di

Indonesia. Torani, ed. Khusus, Juni 1998. Hal.264-272. Darsono, Prapto; Putro D.H; dan Yusron, E. 2002. Upaya Pembenihan Teripang Pasir

Holothuria scabra Jaeger dalam Skala Massal. Makalah Simposium Interaksi Daratan dan Lautan: Pengaruhnya Terhadap Sumberdaya dan Lingkungan, Jakarta, 25-26 Septermber 2002. LIPI. Hal 1-16.

Dewi, Erni Sisca. 2006. Analisis Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang di Pulau

Ternate Provinsi Maluku Utara. Tesis Magister Sains pada Program Studi Ekonomi Sumberdaya Kelautan Tropika Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Doty, J.M. 1977. Fission on Holothuria atra and Holothuria Population Growth. MSc

Thesis. University Guam. 54 pp. Dumilah, Dewi Retno. 2006. Kelimpahan Teripang (Holothuroidea) di Rataan Terumbu

Pulau Putri Timur, Kepulauan Seribu. Biologi FMIPA-Universitas Indonesia. Jakarta.

xvii

Ferdouse, F. 1999. Beche-de-mer Markets and Utilization. SPC Beche-de-mer

Information Bulletin, 11:3-8. Gilliland, P.M. 1993. The Skeletal Morphology, Systematics and Evolutionary History of

Holothurians. Special Papers in Palaeontology 47. p.147. Glynn, P.W; Stewart, R.H; and Mccosker, J.E. 1972. Pacific Coral Reefs of Panama:

Structure, Distribution and Predators. Geology Rundsch (61). p.226-243 Glynn, P.W. 2001. Bioerosion and Coral-Reef Growth: A Dinamic Balance. In Birkeland,

C. (ed.) 2001. Life and Death of Coral Reefs. Chapman & Hall, New York. p.68-95.

Goreau, T.F and Wells, J.W. 1967. The Shallowater Scleractinia of Jamaica: Revised List

of Species and Their vertical Distribution Range. Bulletin Marine Science (17). p.442-453

Hammond, L.S; Birtles R.A; and Reichelt, R.E. 19854. Holothuroid Assemblages on

Coral Reefs Across The Central Section of The Great Barrier Reef. Prog. Fifth Intern. Coral reef Congress. Tahiti 2. p.285-291.

Heddy, S dan Kurniati, M. 1994. Prinsip-Prinsip Dasar Ekologi: Suatu Bahasan Tentang Kaidah Ekologi dan Penerapannya. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Heddy, S.; Soemitro, S.B; Soekartomo, S. 1989. Pengantar Ekologi. Edisi Cetakan 2. CV

Rajawali Press. Jakarta. Hal. 33-34. Heryanto. 1984. Suatu Studi tentang Kepadatan dan Pola Penyebaran Berbagai Jenis

Teripang (Echinodermata = Holothuroidea) di Pesisir Gugus Pulau Pari Teluk Jakarta. Karya Ilmiah, Fakultas Perikanan IPB. Bogor. 70 hal.

Hyman, L.H. 1955. The Invertebrata Echinodermata. Vol IV. McGraw-Hill Book Co.

New York.p.212 James, D.B.; Rajapandian, M.R.; Basker, B.K,; and Gopinathan. 1988. Successful

Induced Spawning and Rearing of The Holothurian Holothuria (Metriatyla) scabra Jaeger at Tuticorin. Mar. Fish.Infor.Ser. 87. p.30-33.

Johan, Ofri. 2003. Beberapa Genus Karang yang Umum di Indonesia. Makalah Training

Course: Karakteristik Biologi Karang Tanggal 7-12 Juli 2003. PSK-UI, Yayasan TERANGI dan IOI-Indonesia. Jakarta. Hal.1-5.

Karleskint, George. 1998. Introduction to Marine Biology. Harcout Brace & Company.

Florida. p.277-294 Kerr, A.M. 2000. Evolution and Systematics of Holothuroidea (Echinodermata). Thesis,

Yale University.

xviii

Kerr, A.M; Stofeel, E.M and Yoon, R.L. 1993. Abundance Distribution of Holothuroids (Echinodermata: Holothuroidea) on a Windward and Leeward Iringing Coral Reef. Guam, Mariana Island. Bull. Mar. Sci 52 (2). p.780-790.

Kinsman, D.J.J. 1964. Coral Reef Tolerance of High Temperatures and Salinities. Nature

(202). p.1280-1282. Krebs, C.J. 1989. Ecological Methodology. University of British Columbia, Harper

Collins Publishers. p.654 Kropp, R.K. 1982. Responses of Five Holothurian Species to Attack By A Predatory

Gastropod Tonna perdix. Pac. Sci 36 (4).p.445-452. Ludwig, J.A, & Reynolds, J.F. 1988. Statistical Ecology: A Primer on Methods and

Computing. John Wiley & Sons. New York. p.92-94 Macnae, W and Kalk, M. 1962. The Fauna and Flora of Sand Flats at Inhaca Island.

Mocambique. Biol. Morya 5. p.17-23. Magurran, E.A. 1988. Ecological Diversity and Its Measurment., Princeton University

Press. New Jersey. 179 pp. Martoyo, J.; Aji, N.; dan Winanto, T. 2006. Budi Daya Teripang. Edisi Revisi. Penebar

Swadaya. Jakarta. Hal. 16-17. McNaughton, S.J dan Wolf, Larry L. 1998. Ekologi Umum. Edisi Kedua Cetakan Ketiga.

Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. p.608-610 Misra, R. 1968. Ecologocal Workbook. Oxford & IBM. Publs. Co. New Delhi. 224 pp Mojetta, A. 1995. The Barrier Reefs. A Guide to The World of Corals. A.A. Gaddis &

Sons, Egypt. 168 pp. Moosa, K.; Dahuri, R.; Hutomo, M; Ismu SS; Salim, S. (Eds). Indonesian Country Study

on Integrated Coastal and Marine Biodiversity Management. Ministry of State for Environment Republic of Indonesia. Corporation with Directorate for Nature Management, Kingdom of Norway.

Muller-Parker, G. dan C.F. DElia. 2001. Interaction Betw een Corals and Their

Symbiotic Algae. In Birkeland, C. (ed.) 2001. Life and Death of Coral Reefs. Chapman & Hall, New York. P.96-113.

Munro, J.L. 1994. Prospect for Aquaculture in Coral Reef Environments. In: The

Management of Coral Reef Resource System (JL Munro & PE Munro, eds). ICLARM Conf. Proc. 44:97-98

Nybakken, J. W. 1992. Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Terj. dari Marine

Biology: An Ecological Approach, oleh Eidman dkk1992. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: xv+459 hal.

xix

Odum, Eugene P. 1994. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Hal. 248-249.

Oemarjati, Boen S. dan Wardhana, Wisnu. 1990. Taksonomi Avertebrata: Pengantar

Praktikum Laboratorium. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta. Hal.141 Pawson, D. L. 1982. Holothuroidea. In: Parker, S. P., ed. Synopsis and Classification of

Living Organisms. McGraw-Hill. New York. p.813-818. Peet, R.K. 1975. Relative Diversity Indices. Ecology (56). p.496-498. Pielou, E.C. 1974. Population and Community Ecology. Gordon and Breach. New York. Pradina. 1996. Metode Pengkajian Reproduksi Teripang (Holothuroidea,

Ekhinodermata). Lonowarta Edisi November (XIX) 1996. Hal. 13-22. Purwati, Pradina. 2005. Teripang Indonesia: Komposisi Jenis dan Sejarah Perikanan.

Oseana, Volume XXX, Nomor 2, 2005. Hal. 11-18. Rajab, A.W. dan Yusron, E. 1994. Pengamatan Teripang (Holothuroidea) di Perairan

Pantai Sulawesi Utara. Dalam Perairan Maluku dan Sekitarnya. Vol 6:41-46. Rajab, A.W. 1996. Teripang di Teluk Un Pulau Dullah Maluku Tenggara. Dalam:

Perairan Maluku dan Sekitarnya II. Balitbang Sumberdaya Laut, Puslitbang Oseanologi LIPI. Jakarta. Hal. 9-18

Rajab, A.W dan Darsono, Prapto. 2004. Penyebaran dan Kepadatan Teripang

(Holothuroidea) di Perairan Kepulauan Natuna, Riau. Jurnal Torani Vol 14 (2) Juni 2004: 64-69

Ramofafia, C.; Gervis, M. and Bell, J. 1995. Spawning and Early Larval Rearing of

Holothurai atra. Beche-de-Mer, Inform. Bull.7. p.2-6. Richmond, R.H. 2001. Reproduction and Recruitment in Corals: Critical Links in The

Persistence of Reefs. In Birkeland, C. (ed.) 2001. Life and Death of Coral Reefs. Chapman & Hall. New York. p.175-197.

Richmond, R.H. and Hunter, C.L. 1990. Reproduction and Recruitment of Corals:

Comparisons Among The Caribbean, The Tropical Pacific, and The Red Sea. Mar Ecol. Prog.Ser. Vol. 60. p.185-203.

Robin, B., C. Petron, & C. Rives. 1981. Living Corals. Les Edition Du Pacifique, (?): 144

p. Rohmimohtarto, Kasijan dan Juwana. 2001. Biologi Laut: Ilmu Pengetahuan Tentang

Biota Laut. Djambatan. Jakarta. Hal. 248-250. Rowe, F.W.E. 1969. A Review of Family Holothuroidea (Holothuridae =

Aspidochirotida). Bull. Br. Mus. Nat. His. Zool. London. p. 117-170.

xx

Rowe, F.W.E and Doty, J.E. 1977. The Shalloe-water Holothurian of Guam. Micronesia 13 (2). p.217-250.

Rumahrupete, B.; Choliq, A.; Letelay, J. 1990. Kerapatan dan Kelimpahan Teripang (Holothuria spp.) di Pantai P. Yamdena Kecamatan Tanimbar Selatan. Jurnal Penelitian Perikanan Laut. 55:41-48.

Samad, M.Y. 2000. Perbaikan Kualitas Produk Industri Kecil Teripang . Jurnal Sains

dan Teknologi Indonesia Vol.2, No.3, (Juni 2000), Hal. 52-55. Siena, Katarina. 1997. Inventarisasi Jenis-Jenis Teripang (Echinodermata,

Holothuroidea) di Rataan Terumbu Pulau Penjaliran Barat, Teluk Jakarta. Biologi FMIPA-Universitas Indonesia. Jakarta

Smiley, S.; McEuen, F. S. Chaffee, S. and Krishnan, S. 1991. Echinodermata:

Holothuroidea. In: Giese, A. C., J. S. Pearse, and V. B. Pearse, eds. Reproduction of Marine Invertebrates. Volume 6. Pacific Grove, California: Boxwood Press, p.663-750.

Soegianto, Agoes. 1994. Ekologi Kuantitatif. Usaha Nasional. Surabaya. 173 hal. Stacy, N. 1999. Boat to Burn: Bajo Fishing Activity in the Australian Fishing Zone. Ph.D

Thesis. NTU. 360 pp. Stoddart, D.R. 1969. Ecology and Morphology of Recent Coral Reef. Bio.Rev.44:p.433-

498 Suadi. 2006. Menelusuri Pola Pertumbuhan Industri Perikanan Laut Indonesia: Beberapa

Catatan. INOVASI Edisi Vol.6/XVIII/Maret 2006. Suharsono. 1996. Jenis-Jenis Karang yang Umum Dijumpai di Perairan Indonesia. P30-

LIPI. Jakarta. 116 hal. --------------. 1984. Pertumbuhan Karang. Oseana. Pusat Penelitian Biologi Laut. LON-

LIPI. 9(2). Hal.18-41. --------------. 1987. Reproduksi Karang Batu. Oseana. Pusat Penelitian Biologi Laut.

LON-LIPI. Jakarta. 9 (2). Hal. 10-14. Suharsono dan Sukarno. 1992. Coral Assemblage Around Pulau Genteng Besar, Seribu

Island, Indonesia. Third ASEAN Science and Technology Marine Science: Living Coastal Resources.

Sukarno. 2001. Ekosistem Terumbu Karang dan Masalah Pengetolaannya. Dalam Materi

Pendidikan dan Pelatihan Metodologi Penilaian Kondisi Terumbu Karang. P30-LIPI, UNHAS, BAPPEDA, COREMAP, POSSI. Makassar.

Sumich, JL. 1992. An Introduction to The Biology Of Marine Life. Ed ke-5. WmC Brown.

Dubuque. Suprihariyono. 2000. Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang. Penerbit Djambatan.

Jakarta. 108 hal.

xxi

Suwignyo, S; Widigdo, B; Wardiatno, Y; Krisanti, M. 1998. Avertebrata Air untuk

Mahasiswa Perikanan. Jilid 2. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB. Bogor. Tackett, D.N. & L. Tackett. 2002. Reef Life: Natural History and Behaviors of Marine

Fishes and Invertebrates. T.F.H. Publications, Inc. New Jersey. 224 pp. Tamanampo, JFWS; Rondo, M; Salaki, M.S. 1989. Potensi dan Komunitas Teripang di

Rataan Terumbu Karang Pulau Bunaken, Sulawesi Utara. Jurnal Fakultas Perikanan Unsrat 1(1):25-32.

Timotius, Silvianita. 2003. Biologi Terumbu Karang. Yayasan Terumbu Karang

Indonesia. 14 hal. TKTAT Project. 1999. Global Coral Reef Distribution. United Nations Environment

Programme (UNEP)-World Conservation Monitoring Centre (WCMC). Cambridge United Kingdom.

Tomascik, T., A.J. Mah, A. Nontji, & M.K. Moosa. 1997. The Ecology of The Indonesian

Seas. Part One. Periplus Edition. Hongkong. xiv + 642 p. Tuwo, A & Conand, C. 1992. Reproductive Biology of the Holothurian Holothuria

forskali (Echinodermata). J.Mar.Biol.As.U.K. 72.p.745-758. Tuwo, A. 2004. Status of Sea Cucumber Fisheries and Farming in Indonesia. In

Conand, C (ed). 2004. FAO Fisheries Technical Paper 463: Advance in Sea Cucumber Aquaculture and Management. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Rome. p.49-58

Veron, J.E.N. and J.D. Terrence. 1979. Coral and Coral Communities of Lord Howe

Island Part 30. Australian Institute of Marine Science. Townsville. p.203-236. Veron, J.E.N. 1986. Coral of Australia and The Indofasific. Angus & Robertos. Australia.

p.56. ----------------. 1995. Coral in Space and Time. Australian Institute of Marine Science.

Townsville. Wallace D. 1998. Coral Reefs and Their Management. (Online).

(http//www.cep.unep.org.). Diakses 12 Juni 2008 Wells, J.W. 1954. Recent Corals of The Marshall Island. Profesional Pap. United State

Geology Survey, 260-I. p.385-486. Wells, S.M and Hanna, N. 1992. Greenpeace Book of Coral reefs. Balnford. United

Kingdom. 160 pp. Wells, S.M. 1995. Reef Assessment and Monitoring Using Volunteers and Non-

Profesionals. University of York and Coral Cay Conservation. United Kingdom. 57 pp.

xxii

Winarni, Nurul L. 2005. Analisa Sederhana dalam Ekologi Hidupan Liar. Makalah Pelatihan Survey Biodiversitas, Way Canguk 2005. 7 hal.

Wood, E.M. 1983. Reefs of The World: Biology and Field Guide. T.T.H. Publications,

Inc., LTD. Hongkong. Yuana, Santi. 2001. Kemelimpahan dan Distribusi Teripang (Holothuroidea) di Perairan

Pantai Karimunjawa. Fakultas MIPA Universitas Diponegoro. Semarang. Yusron, Eddy. 1997. Struktur Komunitas Teripang (Holothutoidea) di Rataan Terumbu

Karang Kepulauan Kai Kecil, Maluku Tenggara. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Terumbu Karang, Jakarta 10-12 Oktober 1995. p.132-136

Yusron, Eddy dan Widianwari, Pitra. 2004. Struktur Komunitas Teripang

(Holothuroidea) di Beberapa Perairan Pantai Kai Besar, Maluku Tenggara. Makara Sains Vol. 8 No. 1, April 2004. Hal. 15-20.