Keadilan Kompensasi bagi Pekerja Wanita Hamil dan ... diskriminasi terhadap pekerja wanita hamil dan...

download Keadilan Kompensasi bagi Pekerja Wanita Hamil dan ... diskriminasi terhadap pekerja wanita hamil dan ... akhirnya akibat-akibat dari diskriminasi gender inilah yang bisa dikatakan

If you can't read please download the document

  • date post

    12-May-2018
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Keadilan Kompensasi bagi Pekerja Wanita Hamil dan ... diskriminasi terhadap pekerja wanita hamil dan...

  • 1

    1. PENDAHULUAN

    Negara Republik Indonesia yang memiliki luas kurang lebih 1,904,569 km2 dan saat

    ini dalam data Badan Pusat Statistik tahun 2012 jumlah penduduk Indonesia tahun 2012

    diperkirakan sekitar kurang lebih 257 juta jiwa dengan prosentase sebesar 50.37% penduduk

    pria dan 49.63 % penduduk wanita 110 juta diantaranya usia produktif (15-50 tahun) dan

    jumlah pekerja wanita di Indonesia saat ini sekitar 39,95 juta jiwa, baik yang bekerja di sektor

    formal maupun informal. Di negara berkembang termasuk Indonesia, wanita memiliki peran

    tersendiri sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan. Di dalam aspek ekonomi,

    sejak terjadinya krisis ekonomi di Indonesia Tahun 1998 lapangan kerja semakin sulit.

    Struktur angkatan kerja saat ini masih didominasi oleh angkatan kerja berpendidikan SD ke

    bawah. Lebih lanjut dalam Badan Pusat Statistika tahun 2012 memperlihatkan tingkat

    Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Indonesia mengalami perkembangan yang berarti pada

    tahun 1980 2000. TPAK perempuan tahun 1990 (39,00%) meningkat menjadi 41,53% pada

    tahun 2000. Selama satu dekade terakhir, partisipasi perempuan di pasar tenaga kerja

    mengalami peningkatan yang cukup nyata. Perubahan ini menunjukkan adanya peningkatan

    peran perempuan yang sangat berarti dalam kegiatan ekonomi di Indonesia.

    Meningkatnya partisipasi wanita dalam bidang ekonomi, dalam era ini wanita sangat

    dilindungi pemerintah dalam hal diskriminasi. Hal ini dibuktikan dengan Menteri Negara

    Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA), Linda Amalia Sari Gumelar,

    menyampaikan kemajuan upaya dan program Pemerintah dalam peningkatan kesetaraan

    gender, pemberdayaan perempuan, dan penghapusan diskriminasi terhadap perempuan di

    Indonesia pada Sidang ke-52 Komite Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap

    Perempuan PBB, atau CEDAW, di Markas Besar PBB, New York, hari Rabu (11/7/2012),

    dalam sesi pembahasan Laporan Periodik gabungan ke-6 dan ke-7 oleh Indonesia mengenai

    implementasi Konvensi CEDAW.Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku telah

    menganggarkan dana sebesar Rp 1,7 triliun untuk menjalankan program kesetaraan gender di

    tanah air (Liputan 6, 2013). Namun dalam prakteknya, masih ada perusahaan yang

    menerapkan diskrminasi terharap pekerja wanita dalam hal mendapatkan hak dal lainnya.

    Selama 14 tahun setelah reformasi, setidaknya ada 2.398 kasus kekerasan dan diskriminasi

    yang terjadi di Indonesia. Yayasan Denny JA dalam kompas 2012 mencatat, dari jumlah itu

    paling banyak diskriminasi terjadi karena berlatar agama/paham agama sebanyak 65 persen.

  • 2

    Sisanya, secara berturut-turut adalah diskriminasi etnis (20 persen), kekerasan gender (15

    persen), dan kekerasan orientasi seksual (5 persen).

    Diskriminasi di tempat kerja masih terjadi meskipun sudah ada dalam hukum. Semua

    bentuk diskriminasi terhadap karyawan baik laki-laki ataupun perempuan diupayakan agar

    tercapainyaa kesetaraan kesempatan dan perlakuan dalam pekerjaan. Pada kenyataanya

    menurut Zikmud dalam jurnal Discrimination in Industrial menunjukan bahwa diskriminasi

    gender masih ada di industri, juga dalam penelitian Valenti dan Burke 2012 masih adanya

    diskriminasi gender di tempat kerja yang membuat karyawa berhenti kerja. Perusahaan tidak

    memperhatikan hak karyawan dalam bentuk diskriminatif seperti tidak mendapatkan

    kompensasi yang sesuai, ataupun hak-hak karyawan yang tidak terpenuhi terhadap karyawan

    wanita yang sedang hamil dengan tidak membayar upah pekerja yang hamil secara penuh

    (Kompas, 12 April 2012). Diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan

    yang langsung maupun tidak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar suku,

    ras, etnis, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa,

    keyakinan politik yang berakibat pengurangan, penyipangan, atau penghapusan pengakuan,

    pelaksanaan atau penggunaan HAM dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual

    maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan aspek kehidupan lainya.

    Hal ini terbukti dengan sistem yang memberi peluang, kesempatan upah, yang berbeda

    dengan mempertimbangkan keadaan fisik (Bennington, 2006).

    Tindakan diskriminasi terhadap karyawan wanita yang hamil ataupun melahirkan

    diperlakukan secara tidak adil tindakan tersebut biasanya terjadi dalam berbagai bentuk

    misalnya dari upah, kompensasi, jaminan kesehatan yang sudah selayaknya didapat oleh

    pekerja menurut UU No. 13 tahun 2003 mengenai pemberian kompensasi berupa cuti, cuti

    hamil diberikan kepada pekerja/buruh perempuan satu setengah bulan sebelum melahirkan

    dan satu setengah bulan setelah meahirkan. Namun pada kenyataannya, masih adanya kasus-

    kasus diskriminasi yang dialami oleh pekerja wanita hamil, seperti terdapat kasus diskriminasi

    terhadap wanita hamil, pemecatan yang dilakukan angota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi

    Indonesia Perjuangan terhadap stafnya yang sedang hamil tua, tidak diberikan cuti hamil dan

    gajinya dipotong 50 persen serta tidak mendapat tunjangan (Lensa Indonesia, Agustus 2011).

    Hak cuti hamil, melahirkan atau keguguran tidak sesuai dengan undang-undang yang

    ditetapkan selain itu cuti hamil, melahirkan dan keguguran, upah tidak di bayarkan diambil

  • 3

    dari artikel Mahardika, 2013 (www.wordpress.com). KSBSI Riau membenarkan adanya

    diskriminasi terhadap buruh perempuan, Diskriminasi yang terjadi mulai dari tidak diberikan

    izin cuti hingga di PHK secara sepihak oleh perusahaan tempat mereka bekerja dalam artikel

    oleh wiwik, 2013 (wwww.portalkbr.com). Pada tahun 2005, penelitian menemukan sebanyak

    30.000 wanita setiap tahunnya kehilangan pekerjaannya sebagai akibat diskriminasi

    kehamilan (liputan 6, 2013)

    Dari beberapa kasus yang diuraikan di atas mengenai diskriminasi gender yang terjadi

    dan yang terlebih kasus diskriminasi terhadap pekerja hamil dan melahirkan maka isu ini

    menjadi penting untuk dipelajari. Kasus diskriminasi terhadap pekerja wanita hamil dan

    melahirkan di Indonesia terjadi dalam mendapatkan kompensasi langsung maupun tidak

    langsung seperti pemotongan gaji, cuti, tidak mendapatnya tunjaangan kesehatan, dan

    perlakuan dalam kerja. Padahal kodrat wanita adalah menstruasi, hamil, melahirkan dan

    menyusui, karena semuanya itu merupakan keadaan manusia yang tidak dapat diubah

    (Suciati, 2003). Pada umunya karena situasi ekonomi yang semakin kompleks, memaksa

    wanita untuk turut bekerja guna memenuhi kebutuhan rumah tangga, oleh karena itu

    walaupun wanita bekerja, tugas rumah tangga tetap menjadi tanggung jawab wanita.

    Penelitian ini mencoba menelaah lebih jauh tanggapan pekerja wanita tersebut tentang

    pelaksanaan peraturan perusahaan serta yang ditinjau dari UU No.13 Tahun 2003 terkait

    peraturan dalam keadilan pengupahan, masa cuti, jaminan sosial dan keselamatan kerja.

    Penelitian ini diadakan di perusahaan kayu lapis di Wonosobo Jawa tengah karena, daerah

    Wonosobo sampai Parakan banyak terdapat pabrik kayu, sehingga penelitian yang dilakukan

    di sini dapat meneliti untuk memperbaiki dan memberikan pengetahuan bagi perusahaan kayu

    di Wonosobo dan sekitarnya. Penelitian di lakukan di PT. Prima Karya Sejahtera dan PT.

    Tubas Madukara Indah Wonosobo dengan alasan kedua perusahaan merupakan pabrik kayu

    lapis dengan skala yang sama dan representatif di kota Wonosobo. Untuk memastikan pekerja

    wanita khususnya yang telah penah hamil atau melahirkan tersebut telah memperoleh hak-

    haknya dengan baik, yang menjadi persoalan penelitian dari latar belakang di atas, maka

    dirumuskan :

    1. Bagaimana tanggapan pekerja wanita hamil dan melahirkan tentang kesesuaian

    kompensasi yang diterima dengan pelaksanaan peraturan di perusahaan ?

    http://www.wordpress.com/

  • 4

    2. Bagaimana manfaat kompensasi yang diterima bagi pekerja wanita hamil dan

    melahirkan yang bekerja di perusahaan?

    1.1. Manfaat Penelitian

    Secara terperinci penulis dapat menguraikan manfaat penelitian ini sebagai beikut:

    1. Bagi perusahaan

    Hasil penelitian dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perusahaan, khususnya

    dalam bidang personalia yang berkaitan dengan pemberian kompensasi yang adil dan

    sesuai bagi pekerja wanita hamil dan melahirkan.

    2. Bagi peneliti

    Penulis dapat mnerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk memperoleh

    pengalaman, wawasan dan belajar untuk menyumbang ide dalam penelitian ini.

    3. Bagi Universitas Kristen Satya Wacana

    Menambah referensi kepustakan Universitas Kristen Satya Wacana sebagai wahana

    menggali ilmu pengetahuan mengenai pemberian kompensasi khususnya pada wanita

    hamil dan melahirkan.

    2. KAJIAN TEORITIS

    2.1. Diskriminasi

    Diskriminasi adalah perlakuan yang tidak seimbang terhadap individual atau

    kelompok, berdasarkan sesuatu, biasanya berifat kategorikal, atau atribut-atribut khas, seperti

    berdasarkan ras, suku, agama atau kelas sosial. Para pekerja yang mendapat perlakuan

    diskriminasi tersebut mendapat berbagai tindakan terhadap ketidakadilan yang mereka terima.

    Diskriminasi yang diterima oleh para pekerja, akan berdampak buruk bagi perusahaan,

    diskriminasi membuat kinerja pekerja menurun karena terganggu dan suasana kerja yang

    kurang baik (Renirosari, 2007). Sumber daya manusia adalah aset yang sangat pe