KATA PENGANTAR - Universitas KATA PENGANTAR . i FOTO PIMPINAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA

download KATA PENGANTAR - Universitas KATA PENGANTAR . i FOTO PIMPINAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA

of 216

  • date post

    15-Jan-2020
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of KATA PENGANTAR - Universitas KATA PENGANTAR . i FOTO PIMPINAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA

  • KATA PENGANTAR DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA

    Puji syukur ke hadirat Allah swt, karena atas ridho Nya Buku Panduan Pendidikan

    Fakultas Farmasi Universitas Airlangga tahun 201 telah selesai disusun dan diterbitkan

    sebagai acuan bagi seluruh civitas academica, khususnya mahasiswa selama mengikuti proses

    pemebelajaran pada tahun akademik 201 .

    Buku Panduan Pendidikan diterbitkan setiap tahun, berisi tentang identitas atau profil

    program studi pendidikan apoteker mulai dari sejarah pendirian, perkembangan sampai

    dengan kondisi terkini. Setelah membaca Buku Panduan ini, mahasiswa diharapkan

    termotivasi untuk membangkitkan semangat kefarmasiannya, cinta Alma Mater, dan

    terbangun semangat untuk membesarkan nama almamaternya.

    Secara rinci, Buku Panduan Pendidikan berisi Peraturan Akademik yang bersifat

    mengikat baik bagi mahasiswa, staf akademik, dan staf kependidikan yang terlibat baik

    secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pembelajaran. Bagian terpenting dari

    dokumen kurikulum juga disajikan dalam Buku ini, mulai dari tujuan pendidikan, kompetensi

    Mata ajar dan kompetensi lulusan yang diharapkan.

    Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang berkontribusi pada

    penyusunan sampai dengan penerbitan buku ini. Semoga Buku Panduan Pendidikan ini

    bermanfaat.

    Surabaya, Agustus 201

    Dekan,

    Dr. Umi Athiyah, MS., Apt. NIP. 19560407198103 2001

    Buku Panduan Pendidikan Prodi Pendidikan Apoteker 2016/2017 i

  • PIMPINAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA

    PERIODE 2015-2020

           

     

    DEKAN

    Dr. Umi Athiyah, MS., Apt.

                     

               

    WAKIL DEKAN I WAKIL DEKAN II WAKIL DEKAN III Dr. Riesta Prmaharinastiti, S.Si,

    Apt., M.Si. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt. Dewi Melani Hariyadi, S.Si., M.Phil.,

    Buku Panduan Pendidikan Prodi Pendidikan Apoteker 2016/2017 ii

  • DAFTAR ISI

    HAL KATA PENGANTAR i FOTO PIMPINAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA ii DAFTAR ISI iii BAB 1 Pendahuluan Lambang Universitas 1

    Bendera Universitas 2 Bendera Fakultas Farmasi 2 Hymne Airlangga 3 Siapakah Airlangga 5

    BAB 2 Riwayat Pendirian Fakultas Farmasi Unair 7 BAB 3 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Mutu Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Visi 21

    Misi 21 Tujuan 21 Sasaran Mutu 23

    BAB 4 Struktur Organisasi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Informasi umum 29

    Struktur Organisasi 30 Bagian 31 Departemen 31

    Program Studi 33 BAB 5 Peraturan Akademik Program Pendidikan Sarjana Farmasi 35

    Peraturan Akademik Program Pendidikan Profesi Apotker 47 BAB 6 Kompetensi Lulusan Sarjana Farmasi Universitas Airlangga

    Kompetensi Sarjana Farmasi 57 BAB 7 Kurikulum

    Sebaran Mata Ajaran Dalam Semester 62 BAB 8 Kalender Akademik

    Kalender Akademik Semester 2014/2015 190 BAB 9 Perkuliahan

    Jadwal Kuliah/Praktikum Semester Gasal 2014/2015 191 Jadwal Kuliah/Praktikum Semester Genap 2014/2015] 197

    BAB 10 Ujian Rencana Jadwal UTS Semester Gasal 2014/2015 206 Rencana Jadwal UAS Semester Gasal 2014/2015 207 Rencana Jadwal UTS Semester Genap 2014/2015 209 Rencana Jadwal UAS Semester Genap 2014/2015 210

    Buku Panduan Pendidikan Prodi Pendidikan Apoteker 2016/2017 iii

  • BAB 1 PENDAHULUAN

    LAMBANG UNIVERSITAS AIRLANGGA

    Lambang berbentuk lingkaran bergambar Garuda Muka berwarna biru membawa guci berwarna merah dikelilingi hiasan berukir berwarna kuning yang berukir cincin-cap Raja Airlangga berwarna putih berjumlah 10 (sepuluh) buah yang digambarkan sebagai berikut :

    Kearifan dan kepemimpinan Raja Airlangga direfleksikan sebagai Dewa Wishnu yang mengendarai burung Garuda Muka dan membawa guci berisi Tirta Amrta.

    Di awal kelahiran Universitas Airlangga Rektor pertama menemukan meterai atau segel Prabu Airlangga di Gedung Arca, Jakarta meterai kerajaan tersebut menggambarkan burung garuda tunggangan Wisnu yang membawa guci berisikan air amrta konon air tersebut dapat menghidupkan orang yang telah meninggal dan bersifat abadi tunggangan Wisnu itulah yang disebut Garuda Muka, dipakai sebagai lambang Universitas Airlangga sumber ilmu abadi.

    Buku Panduan Pendidikan Prodi Pendidikan Apoteker 2016/2017 1

  • BENDERA UNIVERSITAS AIRLANGA

    Dengan didahului pernbukaan selubung arca Wisnu berwarna kuning emas dan biru Presiden Republik Indonesia pertama Almarhum Ir. Soekarno, meresmikan Universitas Airlangga untuk mengabadikan acara tersebut, atas saran Prof. R. M. Soejoenoes, warna selubung ditetapkan sebagai warna bendera Universitas Airlangga kuning berarti agung biru tanda kesatria dan jiwa yang mendalam.

    BENDERA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA

    Buku Panduan Pendidikan Prodi Pendidikan Apoteker 2016/2017 2

  • HYMNE AIRLANGGA

    Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 30 tahun 2014 tentang Statuta Universitas Airlangga,

    hymne Airlangga adalah himne Universitas yang diciptakan Abdoes Saleh, dengan syair pengantar dan syair pujian oleh Bachrawi Wongsokusumo. Berikut adalah syair dan notasi hymne Airlangga:

    Buku Panduan Pendidikan Prodi Pendidikan Apoteker 2016/2017 3

  • Buku Panduan Pendidikan Prodi Pendidikan Apoteker 2016/2017 4

  • SIAPAKAH AIRLANGGA ?

    Sejarah singkat dari raja dan pahlawan Airlangga sebagai nama Universitas Airlangga. Universitas Airlangga didirikan menurut Peraturan Pemerintah No. 57/1954, dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir.Soekarno pada tanggal 10 November 1954, tepat pada peringatan hari Pahlawan yang kesembilan di Surabaya yang huga disebut sebagai kota pahlawan. Nama "Airlangga" dipilih untuk Universitas yang baru untuk menghormati seorang Pahlawan Indonesia, yang pada permulaan abad kesembilan, membentuk suatu negara yang meliputi bagian Timur Indonesia. Airlangga yang berarti "Si Peminum Air", adalah nama raja yang memerintah Jawa Timur dari 1019 hingga 1042. la kemungkinan dilahirkan di Bali karena ketika dia dilahirkan pada tahun 1001, orang tuanya memerintah Bali, sebagai wakil raja-raja di Jawa. Ibunya adalah Sri Gunaprijadharmapatmi, atau Mahendradatta, dan ayahnya adalah Sri Dharmodayanawarmadewa yang disebut juga Udayana. Mahendradatta adalah keturunan Empu Sindok. la putri raja Makuttawangsawardana dari Jawa, dan mungkin memerintah Bali, mewakili ayahnya dan dibantu oleh suaminya, Udayana. Kira-kira tahun 1000, raja Jawa Timur adalah Sri Dharmawangsa Teguh Anatawikramattunggadewa yang diduga suami saudara perempuan Mahendradatta. Dalam tahun 1016 Pangeran Airlangga, yang baru menginjak umur 16 tahun, menjadi putra menantu Dharmawangsa. Dalam tahun yang sama suatu bencana melanda Jawa Timur. Mula-mula, diserang oleh Sriwijaya di bawah pemerintahan Haji Wurawari. Kemudian pecah pemberontakan-pemberontakan di dalam negeri. Raja Dharmawangsa hilang, ibukota dikuasai oleh musuh dan negara terpecah belah. Pangeran Airlangga, ditemani oleh para pengikutnya yang setia, mundur ke hutan-hutan. Dan di sanalah ia memulai kehidupan meditasinya untuk persiapan mental bagi dirinya sendiri untuk tugas-tugas yang akan datang. Dalam tahun 1019 ia diangkat raja oleh pengikut-pengikutnya yang setia dan memerintah sampai tahun 1042. Nama lengkapnya sebagai raja adalah Rakar Galu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramattunggadewa. Dalam waktu hanya 20 tahun Airlangga berhasil memperkuat posisinya dan menguasai seluruh daerah Jawa Timur dan sebagian dari Kepulauan Sunda (Nusa Tenggara). Jadi akhirnya terdapat dua kerajaan besar di Indonesia : di sebelah Timur, Kerajaan Airlangga dan di sebelah Barat, Kerajaan Sriwijaya, dengan pusat pemerintahannya di Palembang. Sejak Airlangga menjadi raja, ia mengikuti kebijaksanaan untuk menjalin kembali hubungan baiknya dengan Sriwijaya, dan sehagai hasilnya ia kawin dengan putri raja Sriwijaya pada tahun 1023. Kita semua merasa yakin bahwa perjuangan Airlangga untuk menjalin koeksistensi damai di antara kedua kerajaan yang kuat dan makmur itu berarti suatu langkah yang sangat maju ke Persatuan Indonesia. Selama pemerintahannya Airlangga bekerja sekuat tenaga untuk memperbaiki nasib rakyat. Ia mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki irigasi, komunikasi dan perdagangan. Selanjutnya ia menaruh perhatian besar pada pendidikan dan kehidupan spiritual. Selain raja, ia juga menjadi pendeta dengan nama "Resi Gentaya". Setelah kematiannya pada tahun 1042, ia diabadikan dalam bentuk patung yang menunjukkan Airlangga sebagai Batara Whisnu yang menaiki Garuda. Selanjutnya disebutkan bahwa Raja Airlangga memakai lambang yang menggambarkan burung Garuda yang membawa guci. Guci tadi berisi "Amrta", air kehidupan abadi. Mereka yang diberi Amrta setelah meninggal akan hidup kembali. Mereka yang minum Amrta akan hidup selamanya. Semasa hidupnya kepercayaan mistik Airlangga adalah bahwa dia dipilih oleh para dewa untuk menghilangkan bencana dan mengembalikan kemakmuran dan kebahagiaan dan untuk menghidupkan kembali "Hukum Suci" atau "Sacred Law" sebagai tiang masyarakat – yang secara singkat, bahwa tugasnya adalah untuk membangun kembali negara yang berlandaskan keadilan.

    Buku Panduan Pendidikan Prodi Pendidikan Apoteker 2016/2017 5

    http://sinclok.la/ http://sinclok.la/

  • Jadi Airlangga telah mempunyai gagasan untuk melandasi kehidupan masyarakat dan negara seperti fil