Kasus Ujian Geriatri Ros Ricky

download Kasus Ujian Geriatri Ros Ricky

of 31

  • date post

    14-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    240
  • download

    9

Embed Size (px)

description

geri

Transcript of Kasus Ujian Geriatri Ros Ricky

  • Kasus Ujian GeriatriAnandanu Pramadya/406137011Pembimbing: dr. Noer Saelan Tadjudin, Sp.KJ

  • Identitas PasienNama: Ny. RoslinarTempat/tanggal lahir : Solok, 17 Agustus 1935Umur: 79 tahunStatus Perkawinan: Janda (bercerai)Pendidikan Terakhir : S1 HukumPekerjaan Terakhir : Kepala Divisi Perum Jatiluhur BekasiAlamat : Perum Graha Harapan BL E5/2, Bekasi TimurJenis Kelamin: Perempuan Suku Bangsa: PadangAgama: IslamTanggal Masuk STW: 26 September 2011

  • Anamnesa (Autoanamnesa dan Alloanamnesa)Tanggal Pemeriksaan : 29 November 1 Desember 2014 Keluhan Utama : Sakit kepalaKeluhan Tambahan : Kedua mata buram, kedua telinga pendengaran menurun, nyeri punggung

  • Riwayat Penyakit SekarangPasien mengeluh sakit kepala pada belakang kepala dan tengkuk. Keluhan dirasakan sejak 3 hari yang lalu dan bertambah berat dalam 2 hari terakhir. Sakit kepala terasa seperti ditekan dan berat. Keluhan dirasakan terutama setelah pasien beraktifitas dan berkurang dengan istirahat. Tekanan darah pasien naik dalam 1 minggu ini. Hal itu membuat pasien khawatir dan menjadi beban pikiran untuk pasien. Pasien menyangkal adanya sakit kepala berdenyut. Pasien belum mendapat pengobatan untuk keluhan ini. Pasien juga memiliki penyakit darah tinggi tetapi sudah terkontrol. Pasien pertama kali mengetahui adanya darah tinggi pada tahun 2012, saat itu didapatkan pasien lemas separuh badan kanan mendadak yang membaik dalam waktu kurang dari 24 jam dan tekanan darah pasien 200/120. Sebelumnya pasien jarang sakit kepala maupun pegal daerah tengkuk. Sejak saat itu pasien selalu kontrol mengenai penyakit darah tingginya. Sekarang pasien mendapatkan pengobatan amlodipine 1 x 5 mg untuk mengontrol tekanan darah tingginya. Pasien juga memiliki riwayat kolestrol tinggi yang terkontrol sejak tahun 2012. Pasien pertama kali mengetahui saat pasien melakukan pemeriksaan lab. Pasien mengkonsumsi obat atorvastatin 1 x 10 mg untuk mengontrol lemak darahnya. Pasien mengaku tidak suka mengkonsumsi makanan asin-asin dan lebih banyak memasak sendiri atau membeli makanan di luar karena dirasakan makanan di STW teralu berlemak dan asin. Pasien menyangkal riwayat merokok dan mengkonsumsi alkohol.

  • Pasien juga mengeluh adanya nyeri di pungung kanan kira-kira setinggi payudara kanan. Keluhan ini muncul terutama saat pasien duduk dalam waktu lama. Nyeri terasa seperti tertusuk-tusuk. Nyeri pada pungung tidak menjalar ke daerah tangan, juga tidak merasakan tangan yang lemas maupun baal pada kedua tangan. Nyeri berkurang bila berbaring. Keluhan dirasakan sejak pasien berusia 16 tahun. Keluhan pasien dirasakan makin memberat. Pasien saat muda tidak pernah mengangkat barang-barang berat, hanya melakukan pekerjaan rumah. Pasien juga juga tidak pernah jatuh sebelum memiliki keluhan ini. Pasien sudah ke dokter spesialis bedah tulang dan telah dilakukan pemeriksaan foto polos dan dinyatakan menderita penyakit skoliosis torakal dengan pergeseran ke arah kanan. Pasien disarankan untuk operasi tetapi pasien menolak karena takut dengan resiko yang ditimbulkan sehingga pasien menolak.

  • Keluhan mata buram sudah sejak 14 tahun yang lalu. Mata berkabut seperti ada awan yang menghalangi penglihatan, yang semakin lama semakin memberat, terutama pada mata sebelah kiri. Mata dapat melihat bagian luar lebih jelas dibandingkan sebelah dalam. Setelah berobat ke rumah sakit, dokter mendiagnosa penyakit matanya sebagai katarak di kedua bola mata. Mata sebelah kiri ternyata lebih parah dibandingkan mata kanan, sehingga dilakukan operasi pada tahun 2011. Pada bulan desember 2014 dari pemeriksaan terakhir didapatkan mata kanan terdapat katarak dan mata kiri pasien dicurigai menderita retinopati hipertensif atau Age related Macular Degeneration. Saat ini pasien mengeluh agak buram bila membaca dalam waktu lama, namun bila melihat jauh pada jarak sekitar 2 m pasien merasa bagian dalam kabur. Penglihatan mata masih dapat digunakan untuk membaca, tetapi sulit bila melihat jauh. Pasien menggunakan kacamata bifokal tetapi pasien tidak ingat kekuatan lensanya

  • Keluhan pendengaran menurun dirasakan sejak 6 tahun lalu. Pendengaran lebih jelas pada saat pasien berada di tempat sunyi. Pasien menyangkal adanya keluhan telinga berdengung, riwayat terpapar suara keras dalam waktu lama, riwayat mengkonsumsi antibiotik sebelum timbul keluhan, riwayat demam tinggi sebelum timbul keluhan, riwayat sakit kepala sebelum timbul keluhan, riwayat keluar cairan dari telinga sebelum timbul keluhan, riwayat trauma kepala sebelum timbul keluhan. Keluhan dirasakan makin lama makin memberat. Pasien sudah berobat ke toko alat pendengaran dan disarankan untuk memakai alat bantu dengar pada kedua telinga pasien. Pendengaran pasien membaik setelah menggunakan alat bantu dengar. Pada telinga kanan pasien pernah keluar cairan kental kekuningan, berbau, dan didapatkan gendang telinganya robek akibat infeksi pada telinga tengah. Infeksi terjadi dikarenakan pasien sering mengorek telinga dan kurang menjaga kebersihan dari alat bantu dengar. Pasien sudah berobat ke dokter spesialis THT dan oleh dokter dilakukan pembersihan cairan pada telinga pasien dan diberi obat tetes telinga dan obat minum yang pasien tidak ingat nama obatnya. Saat ini gendang telinga kanan pasien masih belum menutup dengan sempurna.

  • Riwayat makanNafsu makan baik, 3x sehari, porsi cukup dan teratur disertai selingan snack dari STW. Oma jarang menghabiskan makanan yang diberi oleh STW karena menurut pasien makanan STW teralu asin dan berlemak sehingga kurang cocok untuk dikonsumsi orang-orang yang memiliki kelainan seperti tekanan darah tinggi atau penyakit gula. Pasien lebih sering memasak makanannya sendiri atau membeli makanan di luar STW. Pasien mengaku suka mengonsumsi sayur dan buah.

  • Riwayat BAK dan BABBAK : Lancar, warna kuning jernih, darah (-), nyeri waktu berkemih (-).BAB: Teratur, 3 hari sekali, warna kecoklatan, konsistensi keras, nyeri (-), darah segar(-), lendir (-).

  • Riwayat Penyakit DahuluTIA pada tahun 2012Penyakit darah tinggi sejak 2012Dislipidemia sejak 2012ISK pada tahun 2011Penyakit jantung disangkalPenyakit gula disangkalPenyakit ginjal disangkalPenyakit paru disangkalAsma disangkalAllergi disangkalKeganasan disangkal

  • Riwayat OperasiOperasi katarak (mata kiri) tahun 2011 dan terpasang IOL.

  • Riwayat Penyakit KeluargaPenyakit darah tinggi (+) pada ayah, ibu, kakak pertama, ketiga dan keempatPenyakit jantung (+) pada ayah dan ibuPenyakit gula disangkalPenyakit ginjal disangkalPenyakit paru disangkalGangguan pendengaran disangkalAsma disangkalAllergi disangkalKeganasan disangkal

  • Riwayat prenatal, perinatal, kanak-kanak dan masa remajaPasien seorang perempuan berusia 79 tahun, lahir di Solok, 17 Agustus 1935 sebagai anak ke 7 dari 8 bersaudara. Menurut klien, tidak ada masalah bermakna pada saat dan setelah lahir. Masa kanak-kanak klien terasa cukup bahagia.

  • Riwayat masa dewasaRiwayat PendidikanPendidikan dari SD sampai SMP dilaksanakan di Jambi. Pendidikan SMA dilaksanakan di Jogja. Kemudian melanjutkan perguruan tinggi di bidang hukum di Universitas Indonesia. Pasien mengaku puas dengan jenjang pendidikan yang telah dicapainya.

  • Riwayat PekerjaanPasien bekerja di departemen perindustrian pada tahun 1955. Kemudian oleh suami, pasien diminta berhenti dan berpindah kerja di BUMN Perum Otorita Jatiluhur pada tahun 1975 . Pasien pensiun pada tahun 1992. Jabatan terakhir pasien sebelum pensiun adalah sebagai kepala divisi. Awalnya pasien ingin bekerja sebagai jaksa, tetapi dilarang oleh suami dengan alasan kalau memiliki istri jaksa nanti sang suami akan merasa terhakimi. Pasien dapat menerima putusan suami tersebut dan mengurungkan niatnya sebagai jaksa. Pasien merasa senang dan bersyukur dengan pekerjaan yang telah di alaminya.

  • Riwayat PerkawinanPasien menikah pada tahun 1961 saat masih kuliah dan dikaruniai 2 orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan. Pasien bercerai dengan suami pada tahun 1986 dan tidak ingin menikah lagi. Alasan pasien bercerai adalah karena sang suami tidak ingin bekerja dan terus bermalas-malasan sehingga pasien merasa rumah tangganya tidak memiliki harga diri. Pasien sudah sempat mencoba untuk membawa suami ke psikiater tetapi suami pasien menolak dengan keras. Pasien dapat menerima hal tersebut dengan baik dan merasa berhasil sebagai orang tua karena anak-anaknya dapat mencapai pendidikan yang tinggi berhasil dalam pekerjaan mereka masing-masing.

  • Riwayat KeluargaPasien anak 7 dari 8 bersaudara. Saat ini dari keluarga yang masih hidup adalah hanya pasien sendiri. Pasien memliki keluarga yang harmonis. Riwayat Kehidupan sosialPasien dikenal sebagai orang yang suka bergaul, mandiri, tidak suka tergantung dengan orang lain dan punya banyak teman. Pada saat pasien masih bekerja, pasien pandai bergaul dengan orang-orang disekitarnya di mana saja dan kapan saja. Sekarang pasien masih bergaul dengan teman-teman STW terutama saat kegiatan-kegiatan di STW berlangsung. Tetapi ada satu kejadian yang membuat pasien cukup trauma dengan kegiatan di STW, yaitu saat pasien diminta berbicara di depan umum pasien mendapatkan kesan dan gossip yang kurang nyaman untuk didengar oleh pasien. Pasien sangat tidak suka bila ada orang yang membicarakan dirinya di belakang. Pasien sudah sempat mengkonsultasikan hal tersebut dengan Ibu Chandra dan sudah mendapat jalan keluar. Pasien sudah merasa nyaman kembali dalam mengikuti berbagai kegiatan di STW.

  • Riwayat AgamaPasien beragama islam dan rajin melakukan shalat 5 waktu. Pasien pernah naik haji dan merasa bersyukur dikasih sama yg maha kuasa atas kehidupan hingga sekarang dan pasien percaya dapat naik haji berkat yang maha kuasa.

    Situasi Kehidupan sekarangSaat ini pasien tinggal di asrama dahlia