Kasus MIGRAIN 2013

of 32 /32
DISKUSI KASUS MIGRAIN Oleh: Femi Dwi Aldini G99121016 .

description

Kasus MIGRAIN 2013

Transcript of Kasus MIGRAIN 2013

Page 1: Kasus MIGRAIN 2013

DISKUSI KASUS

MIGRAIN

Oleh:

Femi Dwi Aldini

G99121016

.

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU FARMASI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR MOEWARDI

SURAKARTA

2013

Page 2: Kasus MIGRAIN 2013

BAB I

PENDAHULUAN

Migrain berasal dari bahasa Yunani, hemicrania yang artinya nyeri sebelah

kepala merupakan prototipe nyeri kepala vaskular yang berdenyut yang

melibatkan vasodilatasi dan mungkin peradangan lokal yang menyebabkan arteri-

arteri peka terhadap nyeri.

Data menunjukkan lebih dari 28 juta penduduk U.S.A kurang lebih 10-12%

dari populasi menderita migrain. Di Amerika Serikat, dalam satu tahun lebih dari

70% penduduknya (pernah) mengalami nyeri kepala, lebih dari 5%

mencari/mengusahakan pengobatan, tetapi hanya ± 1% yang datang ke

dokter/rumah sakit khusus untuk keluhan nyeri kepalanya. Hampir 91%

mengalami kelemahan fungsional. Migrain menyebabkan berkurangnya waktu

untuk bekerja dan sekolah, juga kehilangan kehilangan dalam aktivitas keluarga

dan sosial.

Industri di Amerika mengalami kerugian mendekati 13 juta dolar pertahun

karena kehilangan atau menurunnya produktivitas dari pekerja yang menderita

migrain. Hal tersebut dikarenakan rasa sakit yang substansial dan kemunduran

pekerja selama migrain.

Penelitian yang dilakukan di Surabaya (1984) menunjukkan bahwa di antara

6488 pasien baru, 1227 (18,9%) datang karena keluhan nyeri kepala; 180 di

antaranya didiagnosis sebagai migren. Sedangkan di RS Cipto Mangunkusumo,

Jakarta(1986) didapatkan 273 (17,4%) pasien baru dengan nyeri kepala diantara

1298 pasien baru yang berkunjung selama Januari sd. Mei 1986.

Jadi migrain merupakan suatu masalah sosial ekonomi yang besar dengan

mempengaruhi kebahagiaan dan mengakibatkan kehilangan ratusan ribu hari kerja

setahunnya.

Page 3: Kasus MIGRAIN 2013
Page 4: Kasus MIGRAIN 2013

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1. DEFINISI

Migrain (Yun. hemicrania = nyeri sebelah kepala; hemi = setengah,

cranium = tengkorak) adalah penyakit yang bercirikan serangan nyeri hebat

dari satu sisi (unilateral) kepala dengan denyutan di pelipis yang datang secara

berkala, umumnya disertai gangguan saluran cerna seperti mual dan muntah.

Serangan dapat terjadi beberapa kali setahun sampai beberapa kali seminggu,

sedangkan lama serangan umumnya 1-2 jam, yang bisa disusul oleh sakit

kepala tersebar selama beberapa hari (Tjay dan Rahardja, 2002).

Sedangkan menurut Dorland, migrain adalah kompleks gejala serangan

periodik sakit kepala vascular yang biasanya bersifat familial, biasanya terjadi

di temporal dan onsetnya unilateral, sering disertai iritabilitas, mual, muntah,

konstipasi, atau diare, dan seringkali fotofobia. Serangan didahului dengan

penyempitan arteri kranial, biasanya menghasilkan gejala sensorik prodromal

(terutama okular), dan penyebab depresi Leao. Migrain dibedakan atas dua

bentuk primer, migrain dengan aura dan migrain tanpa aura; jenis tanpa aura

lebih sering ditemukan (Dorland, 2002).

Mansjoer dkk, 2000, menyebutkan bahwa migrain adalah nyeri kepala

berulang yang idiopatik, dengan serangan nyeri yang berlangsung 4-72 jam,

biasanya satu sisi, sifatnya berdenyut, intensitas nyeri sedang-berat, diperhebat

dengan aktivitas rutin, dapat disertai nausea, fotofobia dan fonofobia. Migrain

dapat terjadi pada anak dengan lokasi nyeri lebih sering bifrontal.

Migrain adalah penyakit kronis, paroxymal, kelainan neurovaskuler

yang dapat menyerang berbagai usia, menyerang 6% laki-laki dan 18%

perempuan pada populasi umum. Kadang-kadang serangan juga didahului

dengan gejala-gejala awal pada beberapa pasien. Pada sepertiga pasien

migrain, fase sakit kepala didahului atau disertai oleh gejala neurologis fokal

yang bersifat sementara. Biasanya adalah gejala visual, tetapi dapat juga

Page 5: Kasus MIGRAIN 2013

berkembang pada gangguan sensorik, kesulitan berbicara, dan gejala motorik

(Xu et al, 2010).

2. ETIOLOGI

Penyebab migrain belum diketahui dengan pasti, hanya jarang sekali

diakibatkan oleh suatu penyakit organis seperti tumor otak atau cedera kepala.

Namun sudah dipastikan bahwa migrain adalah suatu gangguan sirkulasi

darah, yang menimbulkan vasodilatasi dan penyaluran darah secara

berlebihan ke selaput otak (meninges) dengan efek nyeri hebat di sebelah

kepala.

Mudah tidaknya seseorang terkena penyakit migrain ditentukan oleh

adanya defek biologis herediter pada sistem saraf pusat. Berbagai faktor dapat

memicu serangan migrain pada orang yang berbakat tersebut antara lain:

1. Hormonal

Fluktuasi hormon merupakan faktor pemicu pada 60% wanita, 14% hanya

mendapat serangan selama haid. Nyeri kepala migrain dipicu oleh

turunnya kadar 17- estradiol plasma saat akan haid. Serangan migrain

berkurang selama kehamilan karena kadar estrogen yang relatif tinggi dan

konstan, sebaliknya minggu pertama post partum, 40% pasien mengalami

serangan yang hebat, karena turunnya kadar estradiol. Pemakaian pil

kontraseptif juga meningkatkan serangan migrain.

2. Menopause

Umumnya, nyeri kepala migrain akan meningkat frekuensi dan berat

ringannya pada saat menjelang menopause. Tetapi, beberapa kasus

membaik setelah menopause. Terapi hormonal dengan estrogen dosis

rendah dapat diberikan untuk mengatasi serangan migrain

pascamenopause.

3. Makanan

Berbagai makanan/zat dapat memicu timbulnya serangan migrain. Pemicu

migrain tersering adalah alkohol berdasarkan efek vasodilatasinya di mana

anggur merah dan bir merupakan pemicu terkuat. Makanan yang

Page 6: Kasus MIGRAIN 2013

mengandung tiramin, yang berasal dari asam amino tirosin, seperti keju,

makanan yang diawetkan atau diragi, hati, anggur merah, yogurt, dll.

Makanan lain yang pernah dilaporkan dapat mencetuskan migrain adalah

coklat (feniletilamin), telur, kacang, bawang, pizza, alpokat, pemanis

buatan, buah jeruk, pisang, daging babi, teh, kopi, dan coca cola yang

berlebihan.

4. Monosodium glutamat

Adalah pemicu migrain yang sering dan penyebab dari sindrom restoran

Cina yaitu nyeri kepala yang disertai kecemasan, pusing, parestesia leher

dan tangan, serta nyeri perut dan nyeri dada.

5. Obat-obatan

Seperti nitrogliserin, nifedipin sublingual, isosorbid-dinitrat, tetrasiklin,

vitamin A dosis tinggi, fluoksetin,dll.

6. Aspartam

Yang merupakan komponen utama pemanis buatan dapat menimbulkan

nyeri kepala pada orang tertentu.

7. Kafein yang berlebihan (350 mg/hari) atau penghentian mendadak

minum kafein.

8. Lingkungan

Perubahan lingkungan dalam tubuh yang meliputi fluktuasi hormon pada

siklus haid dan perubahan irama bangun tidur dapat menimbulkan

serangan akut migrain. Perubahan lingkungan eksternal meliputi cuaca,

musim, tekanan udara, ketinggian dari permukaan laut, dan terlambat

makan.

9. Rangsang sensorik

Cahaya yang berkedap-kedip, cahaya silau, cahaya matahari yang terang

atau bau parfum, zat kimia pembersih.

10. Stres fisik dan mental dapat memperberat serangan migrain

11. Faktor pemicu lain aktivitas seksual, trauma kepala, kurang atau kelebihan

tidur (Mansjoer dkk, 2000)

Page 7: Kasus MIGRAIN 2013

3. EPIDEMIOLOGI

Sekitar 28 juta orang di AS menderita migrain. Di seluruh dunia,

migrain mengenai 25% wanita dan 10% pria. Wanita dua sampai tiga kali

lebih sering terkena migrain dibanding laki-laki. Migrain paling sering

mengenai orang dewasa (umur antara 20 sampai 50 tahun), tetapi seiring

bertambahnya umur, tingkat keparahan dan keseringan semakin menurun.

Migrain biasanya banyak mengenai remaja. Bahkan, anak-anak pun dapat

mengalami migrain, baik dengan atau tanpa aura. Resiko mengalami migrain

semakin besar pada orang yang mempunyai riwayat keluarga penderita

migrain.

Marcus Ferrone et al menyimpulkan bahwa prevalensi migrain tetap

stabil di U. S. A sejak lebih dari beberapa dekade yang lalu. Pada tahun

pertama prevalensi dilaporkan menjadi 18,2 % di antara wanita dan 6,4 % di

antara pria. Prevalensi tertinggi baik pada laki-laki dan wanita terjadi antara

umur 25 sampai 55 tahun. Angka ini menurun setelah melewati dekade ke-5

dari usia hidup baik pada laki-laki maupun wanita; akan tetapi masih

menyisakan lebih banyak pada wanita daripada laki-laki. Lebih dari 28 juta

penduduk Amerika (kira-kira 10% sampai 12% dalam populasi) yang

menderita migrain, hampir 91% memiliki bentuk kelemahan fungsional.

Ketidakmampuan ini tidak hanya mempengaruhi dalam kehilangan waktu

untuk bekerja atau sekolah, akan tetapi juga mengganggu aktivitas sosial dan

keluarga. Perusahaan-perusahaan di Amerika kehilangan mendekati 13 juta

dollar tiap tahun dikarenakan oleh kelemahan atau penurunan produktivitas

pekerja yang menderita migrain. (Ferrone et al, 2003).

4. PATOFISIOLOGI

Ada sejumlah teori tentang terjadinya migrain :

1. Teori vaskular

Serangan disebabkan oleh vasokontriksi pembuluh darah intrakranial

sehingga aliran darah otak menurun yang dimulai dari bagian oksipital dan

meluas ke anterior secara perlahan-lahan, melintasi korteks serebri dengan

kecepatan 2-3 mm per menit, berlangsung beberapa jam dan diikuti

Page 8: Kasus MIGRAIN 2013

vasodilatasi pembuluh darah ekstrakranial yang menimbulkan nyeri

kepala.

2. Teori neurotransmitter

Saat serangan terjadi pelepasan berbagai neurotransmitter antara

lain serotonin dari tombosit yang memiliki efek vasokonstriktor. Reseptor

serotonin ada di meningen, lapisan korteks serebri, struktur dalam otak,

dan yang paling banyak pada inti batang otak. Dua reseptor yang penting

adalah 5-HT1 yang bila terangsang akan menghentikan serangan migrain,

sedangkan reseptor 5-HT2 bila disekat akan mencegah serangan migrain.

Oleh karena itu, baik agonis (sumatriptan, dihidroergotamin, ergotamin

tartat) maupun antagonis serotonin (siproheptadin, metisergid, golongan

anti depresan trisiklik, penyekat saluran kalsium) bermanfaat dalam

penatalaksannan migrain. Selain itu, neurotransmitter yang bermanfaat

dalam terjadinya migrain adalah katekolamin, dopamin, neuropeptida Y,

dan CGRP (calcitonin gene related peptide), histamin, nitrit oksida, serta

prostaglandin.

3. Teori sentral

Serangan berkaitan dengan penurunan aliran darah dan aktivitas

listrik kortikal yang dimulai pada korteks visual lobus oksipital. Gejala

prodormal migrain yang terjadi beberapa jam atau satu hari sebelum nyeri

kepala berupa perasaan berubah, pusing, haus, menguap. Stimulasi lokus

serulues menimbulkan penurunan aliran darah ipsilateral dan peningkatan

aliran dalam sistem karotis ekterna seperti pada migrain. Stimulasi inti rafe

dorsal meningkatkan aliran darah otak dengan melebarkan sirkulasi karotis

interna dan eksterna.

4. Teori unifikasi

Teori ini meliputi sistem saraf pusat dan pembuluh darah perifer.

Beberapa proses pada korteks orbitofrontal dan limbik memacu sistem

noradrenergik batang otak melalui lokus seruleus dan sistem

serotoninergik melalui inti rafe dorsal serta sistem trigeminovaskular yang

akan merubah lumen pembuluh darah, yang juga memicu impuls saraf

Page 9: Kasus MIGRAIN 2013

trigeminus, terjadi lingkaran setan rasa nyeri. Nausea dan vomitus

mungkin disebabkan oleh kerja dopamin atau serotonin pada area

postrema dasar ventrikel IV dalam medula oblongata. Proyeksi dari lokus

seruleus ke korteks serebri dapat menimbulkan oligemia kortikal dan

depresi korteks menyebar, menimbulkan aura (Mansjoer dkk, 2000).

.

5. KLASIFIKASI MIGRAIN

Headache Classification Subcommittee of the International Headache

Society memaparkan 7 jenis migrain yang terjadi di kepala manusia. Seperti

yang dicatat dalam buku The International Classification of Headache

Disorders: 2n Edition (Cephalalgia, 2004), ketujuh jenis migrain itu antara

lain:

1. Migrain dengan aura

Migrain jenis ini membuat penderitanya mengalami gangguan penglihatan.

Semakin kepala terasa pusing, pandangan akan semakin kabur dan tidak

bisa fokus.

Page 10: Kasus MIGRAIN 2013

2. Migrain tanpa aura

Kebalikan dari migrain jenis pertama, migrain tanpa aura tak menyebabkan

kaburnya pandangan pada mata penderita.

3. Childhood periodic syndrome

Migrain jenis ini membuat penderitanya muntah terus-menerus dalam

jangka waktu tertentu, sakit di bagian perut yang biasanya disertai dengan

rasa mual, dan vertigo.

4. Retinal migraine

Melibatkan migraine yang disertai gangguan penglihatan dan bahkan

kebutaan temporer di salah satu mata.

5. Komplikasi migrain

Adanya migrain yang disertai aura dan gangguan otak dalam jangka

panjang.

6. Probable migraine

Jenis ini sebenarnya tidak dapat dipastikan sebagai migrain, karena hanya

memiliki sedikit saja gejala migrain.

7. Migrain kronis

Di kondisi ini terjadi komplikasi migrain yang memenuhi kepala yang

muncul dalam jangka waktu panjang. Migrain jenis ini disebut kronis karena

dapat terjadi hingga 3 bulan (Adystiani, 2011)

6. GAMBARAN KLINIK

Jalannya serangan migrain dapat diterangkan sebagai berikut :

a. Fase prodromal.

Sekitar 25% penderita migrain mendapat serangan setelah didahului oleh

suatu fasa pertanda, umumnya ½ - 2 jam sebelum nyeri kepala muncul.

Fasa ini bercirikan tanda-tanda pertama (aura) berupa gejala neurologis

seperti fonofobia dan fotofobia, yaitu kepekaan berlebihan terhadap bunyi-

bunyian yang keras, bau yang tajam, maupun cahaya yang tampak seperti

kilat (teichopsia), bintik-bintik hitam atau warna-warni (scotomata).

Gejala ini disertai gelisah, mudah tersinggung, pusing, termenung, mual

Page 11: Kasus MIGRAIN 2013

dan pada sebagian orang timbul perasaan nyaman. Lamanya fasa ini lebih

kurang ½ - 1 jam lebih, kemudian disusul serangan.

b. Serangan.

Aura ini dihubungkan dengan ischemia (tak menerima darah) dari arteri

otak, yang menciut keras (vasokonstriksi) selama kira-kira 15 menit

sampai 1 jam. Kemudian disusul oleh vasodilatasi, edema dari pembuluh

darah dan sakit kepala yang berdenyut-denyut. Penyaluran darah ke bagian

kepala meningkat dan denyutan arteri tersebut (pulsasi) diperkuat hingga

tampak jelas di permukaan pelipis (sebelah atau kedua pelipis). Gejala ini

menimbulkan rasa sakit yang hebat seolah-olah kepala mau pecah.

Perasaan mual meningkat, timbul muntah dan pasien memilih tiduran di

tempat yang gelap. Setelah beberapa jam, serangan migrain ini berhenti

dan kemudian dapat timbul diare, serta pasien cenderung banyak kencing

dan mengantuk (Tjay dan Rahardja, 2002).

7. DIAGNOSIS

Kadang-kadang timbul kesulitan untuk mengetahui jenis sakit kepala

guna menentukan apakah penderita memerlukan pengobatan atau harus

menjalani terapi “stress management”. Akhir-akhir ini telah dikembangkan

suatu screening test 15 menit (Ohio University) untuk memperoleh informasi

di mana letak sakit, keparahan, dan apakah ada faktor-faktor lain yang menjadi

penyebabnya (Tjay dan Rahardja, 2002).

Gejala prodrom atau aura yang dapat terjadi bersamaan atau mendahului

serangan migrain, berupa :

1. Fenomena visual positif (penglihatan berkunang-kunang seperti melihat

kembang api, bulatan-bulatan terang kecil yang melebar seperti gejala

fortifikasi yang berupa gambararan benteng dari atas).

2. Fenomena visual negatif (penglihatan semakin kabur, seperti berawan

sampai semuanya tampak gelap).

3. Anoreksia, mual, muntah, diare, fotofobia/takut cahaya, dan/atau kelainan

otonom lainnya.

Page 12: Kasus MIGRAIN 2013

8. DIAGNOSIS BANDING

a. Nyeri kepala kluster.

b. Nyeri kepala tegang (tension headache).

c. Spondilosis servikal.

d. Peningkatan tekanan darah.

e. Kelainan intrakranial.

f. Sinusitis.

g. Otitis media.

h. Transcient Ischemic Attack (TIA) (Longmore et al, 2001).

9. Terapi

A. Penatalaksanaan.   

Jenis-jenis obat migrain antara lain :

1. Anti Migrain– digunakan untuk menghentikan serangan migrain, meliputi:

a. Anti-Inflamasi Non Steroid (NSAID), misalnya aspirin, ibuprofen,

yang merupakan obat lini pertama untuk mengurangi gejala migrain.

b. Triptan (agonis reseptor serotonin). Obat ini diberikan untuk

menghentikan serangan migrain akut secara cepat. Triptan juga

digunakan untk mencegah migrain haid.

c. Ergotamin, misalnya Cafergot, obat ini tidak seefektif triptan dalam

mengobati migrain.

d. Midrin, merupakan obat yang terdiri dari isometheptana, asetaminofen,

dan dikloralfenazon. Kalau di Indonesia dijumpai kombinasi antara

asetaminofen (parasetamol) dan profenazon.

e. Terapi migraine dengan memberikan terapi akut pada saat nyeri, dapat

dicoba dulu dengan analgetika, bila tidak menolong dapat

diberikanergotamine atau dihydroergotamine ½ - 1 mg (bila perlu 2

mg) pada saat nyeri kepala, dapat diulang tiap setengah jam sampai 3

kali. Jumlah ergotamine dalam seminggu, sebaiknya tidak melebihi 12

mg.

f. Bila frekuensi serangan lebih dari 2 kali sebulan, dapat diberikan terapi

profilaktik dengan obat2 antiserotonin (cyproheptadine, pizotifen,

Page 13: Kasus MIGRAIN 2013

dimethothiazine). Dapat diberikan 3 kali sehari ½ -1 tablet selama

beberapa saat.

2. Pencegah Migrain – digunakan untuk mencegah serangan migrain,

meliputi :

a. Beta bloker, misalnya propanolol

b. Penghambat Kanal Kalsium, yang mengurangi jumlah penyempitan

pembuluh (konstriksi) darah.

c. Antidepresan, misalnya amitriptilin, antidepresan trisiklik, yang

terbukti efektif untuk mencegah timbulnya migrain.

d. Antikonvulsan

3. Non medika mentosa

a. Bila perlu dapat diberikan tranquilizer.

b. Akupuntur, yaitu dengan menusukkan jarum yang sangat halus ke kulit

pada titik tertentu untuk menimbulkan aliran energi di sekujur tubuh.

Tindakan ini dapat membantu relaksasi otot dan mengurangi nyeri

kepala.

c. Teknik Relaksasi, yang dapat membantu mengurangi stres dalam

kehidupan sehari-hari.

B. Pencegahan

Cara terbaik untuk mengatasi migrain adalah dengan menghindarinya.

Dengan mengenali dan menghindari pencetus, jumlah serangan dan tingkat

keparahan migrain dapat dikurangi. Memang, beberapa pencetus di luar

kemampuan kita untuk mengontrolnya, tetapi ada beberapa diantaranya yang

dapat kita hindari. Hal-hal berikut dapat membantu anda untuk mencegah migrain:

a. Mengenali pencetus migrain dengan membuat buku harian.

b. Tidur dan beraktifitas secara teratur.

c. Makan teratur, dan menghindari makanan yang dapat mencetuskan

migraine.

d. Mengatasi stress.

e. Menghindari asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif. 

Page 14: Kasus MIGRAIN 2013

Individu yang berisiko menderita migrain:

a. Mempunyai keluarga yang menderita migrain

b. Wanita, tiga kali lebih sering dibanding pria.

c. Remaja atau dewasa muda

d. Menderita depresi, gangguan cemas, asma, atau epilepsi.

Page 15: Kasus MIGRAIN 2013

BAB III

PEMBAHASAN

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PENDERITA

Nama : Ny. S

Umur : 40 Tahun

Jenis Kelamin : Wanita

Agama : Islam

Pekerjaan : Ibu rumah tangga

Alamat : Sangkrah Pasar Kliwon Surakarta

No. CM : 01058273

Tanggal Masuk : 27 Juli 2013

Tanggal Pemeriksaan : 28 Juli 2013

B. ANAMNESIS

1. Keluhan Utama : Nyeri kepala berdenyut sebelah kiri

2. Keluhan Penyerta : Mual

3. Riwayat Penyakit Sekarang :

Sejak kurang lebih 7 jam sebelum masuk rumah sakit pasien

mengeluh nyeri kepala berdenyut di kepala sebelah kiri. Nyeri terpusat di

tempat yang sama dan tidak menjalar. Nyeri muncul mendadak, dirasakan

terus menerus dan semakin lama semakin memberat. Nyeri semakin berat

jika digunakan untuk berjalan dan melakukan aktivitas. Nyeri berkurang

jika digunakan untuk berbaring. Pasien sudah minum obat anti nyeri,

namun tidak berkurang. Pasien juga mengeluh mual dan lemas.

Satu bulan sebelum masuk rumah sakit pasien juga mengeluhkan

hal yang serupa. Saat itu pasien hanya membeli obat anti nyeri dan

digunakan istirahat, lalu hilang dengan sendirinya. Nyeri kepala sebelah

ini pertama kali dirasakan pasien sejak 3 tahun yang lalu. Dan

kekambuhannya semakin hari semakin sering.

Page 16: Kasus MIGRAIN 2013

4. Riwayat Penyakit Dahulu :

Riwayat keluhan sama : (+)

Riwayat trauma : disangkal

Riwayat penyakit jantung : disangkal

Riwayat sakit darah tinggi : disangkal

Riwayat mondok : disangkal

Riwayat sakit gula : disangkal

Riwayat alergi : disangkal

5. Riwayat Penyakit Keluarga :

Riwayat sakit darah tinggi : disangkal

Riwayat sakit gula : disangkal

Riwayat sakit jantung : disangkal

C. PEMERIKSAAN FISIK

1 Keadaan Umum : CM Gizi cukup (GCS=E4M6V5),

2 Tanda Vital : Tensi : 130/80 mmHg

Nadi : 96 x/ menit

Frekuensi Respirasi : 20 x/menit

Suhu : 36,7 0C

3 Kepala : Bentuk kepala normal, mata konjungtiva pucat,

pupil isokor, reflek cahaya +/+

4 Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)

5 Jantung :

Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak, pulsasi tidak tampak

Palpasi : Iktus kordis tidak kuat angkat

Perkusi : Kesan batas jantung tidak melebar

Auskultasi : BJ I-II intensitas normal, regular, bising (-)

6 Pulmo :

Inspeksi : Pengembangan dada simetris kanan=kiri

Palpasi : Fremitus raba kanan=kiri

Perkusi : Sonor/sonor

Page 17: Kasus MIGRAIN 2013

Auskultasi : Suara dasar vesikuler (+/+), suara tambahan

(-/-)

7 Abdomen

Inspeksi : Distended (-), sikatrik (-), striae (-), caput medusae (-)

Auskultasi : Bising usus (+) normal

Perkusi : Pekak alih (-), pekak sisi (-), undulasi (-)

Palpasi : supel, hepar lien tak teraba

D. DIAGNOSA

Diagnosa Klinik : Migrain

E. TUJUAN PENGOBATAN

1. Menghilangkan nyeri kepala

2. Menghilangkan mual

3. Mencegah kekambuhan

F. PENGOBATAN

1. Saat Serangan

R/ Cafergot tab No. X

S 3 tab I

R/ Metoklopramid tab mg 10 No. X

S prn (1-3) dd tab I ac

R/ Paracetamol tab mg 500 No. X

S 3 dd tab I

R/ Amitriptilin tab mg 25 No. III

S 1 dd tab I h.s.

Pro: ny.S (40 th)

2. Untuk mencegah kekambuhan (profilaksis)

Page 18: Kasus MIGRAIN 2013

R/ Pizotifen Tab Salut Film mg 0,5 No. X

S 1 dd Tab I hora somni____________________________________

R/ Propranolol HCl Tab Salut Film mg 10 No. XV

S 3dd Tab I ante coenam________________________________________

Pro: Ny. S (40 tahun)

PEMBAHASAN OBAT

1. CAFERGOT ( Ergotamin 1mg + Kafein 100 mg)

Merupakan golongan ergotamin yang dikombinasikan dengan

kafein. Ergotamin menstimulir maupun memblokir reseptor alfa

adrenergik dan serotoninergik. Misalnya mesnstimulir reseptor 5HT1,

khususnya 5HT1D dan memblokir reseptor alfa (alfa blocker) dengan

efek vasodilatasi ringan. Sifat ini dikuasai oleh daya vasokonstriksinya

yang kuat dari arteri otak dan perifer berdasarkan daya antiserotoninnya

(blokade 5HT1). Karena sifat vasokontriksinya tersebut, ergotamin

banyak digunakan sebagai obat khas terhadap serangan migrain, yang

hanya efektif bila digunakan pada fase permulaan. Biasanya obat ini

dikombinasikan dengan kafein dan obat antimual, terutama siklizin,

terhadap muntah-muntah. Ergotamin juga digunakan pada sakit kepala

cluster. Daya oksitosisnya lebih ringan daripada ergometrin.

Resorpsinya dari usus tidak teratur dan sangat bervariasi, dengan

BA hanya 1.k. 2% maka sebaiknya digunakan sebagai injeksi i.m. atau

secara rektal (BA 1-5%) dan sublingual. Kafein meningkatkan

resorpsinya (oral, rektal) dan memperkuat efeknya. PP-nya 98%, plasma

t ½ nya panjang sekali, sampai 21 jam, sehingga dapat menyebabkan

akumulasi. Ekskresinya berupa metabolit, terutama lewat empedu dan

tinja (secara rektal 1-5%).

Efek sampingnya berupa mual, muntah dan sakit kepala mirip

gejala migrain. Bila diminum terlalu banyak, gejala bertahan, dan

terjadilah lingkaran setan. Akibat akumulasi dapat timbul efek toksik,

Page 19: Kasus MIGRAIN 2013

seperti kejang otot kaki, kelumpuhan, vasospasme dengan jari-jari

tangan menjadi dingin, akhirnya terjadi gangren (mati jaringan). Karena

sifat-sifat itu, ergotamin tidak boleh diberikan pada pasien jantung dan

hipertensi. Wanita hamil tidak boleh diberikan obat ini, berhubung efek

oksitosisnya.

Dosis oral/rektal 3-4 dd 1 mg, maksimal 4 mg per serangan dan

sebaiknya tidak melebihi 12 mg dalam seminggu. Sebaiknya dikunyah

halus sebelum ditelan untuk mempermudah resorpsinya atau diletakkan

di bawah lidah (sublingual). Sebagai aerosol 360 mikrogram, injeksi i.m.

atau s.c. 0,25-0,5mg semuanya sebagai garam tartrat.

2. METOKLOPRAMID

Derivat aminoklorbenzamid ini berkhasiat anti-emesis kuat

berdasarkan blokade reseptor dopamin di CTZ. Disamping itu juga

memperkuat pergerakan dan pengosongan lambung. Efektif pada semua

muntah, termasuk akibat radioterapi dan migrain, pada mabuk darat obat

ini tidak ampuh.

Resorpsi dari usus cepat, mulai kerja dalam 20 menit, PP-nya 20%

dan waktu paruh plasma kurang lebih 4 jam. Ekskresinya berlangsung

80% dalam keadaan utuh melalui kemih.

Efek sampingnya adalah sedasi dan gelisah karena dapat melintasi

sawar darah-otak. Efek samping lainnya berupa gangguan lambung-usus

dan gejala ekstrapiramidal, terutama pada anak kecil.

Interaksi obat dengan obat yang diserap di lambung, maka akan

berkurang bila diberikan bersama metoklopramid. Resorpsi obat yang

diserap diusus justru mempercepatnya, seperti alkohol, asetosal,

diazepam, dan levodopa.

Dosis 3-4 kali sehari 5-10 mg, anak-anak maksimal 0.5 mg/kg/hari.

Rektal 2-3 kali sehari 20 mg.

3. PARACETAMOL

Page 20: Kasus MIGRAIN 2013

Paracetamol mempunyai efek analgesik dan antipiretik, tetapi tidak

anti radang. Sekarang dianggap zat anlgesik paling aman. Efek

analgesinya diperkuat oleh kodein dan coffein kira-kira 50%.

Resorpsinya dari usus cepat dan tuntas. PP-nya 25% dan waktu

paruh plasma 1-4 jam. Didalam hati diurai menjadi metabolit dan

diekskresi melalui kemih.

Efek samping jarang terjadi, antara lain hipersensitivitas dan

kelainan darah. Overdosis dapat menimbulkan mual, muntah dan

anoreksia. Wanita hamil dapat menggunakan dengan aman.

Dosis 2-3 kali sehari 0.5-1 g, maksimal 4 g/ hari.

4. AMITRIPTILIN

Merupakan obat anti depresan trisiklik. Berdaya menghambat

reuptake dari noradrenalin dan serotonin di otak. Berkhasiat antihistamin

dan antikolinergik, juga sedatif kuat, maka layak diberikan pada pasien

agresif. Selain pada depresi, amitriptilin juga digunakan pada terapi

interval dari migrain, pada ngompol malam anak-anak di atas 5 tahun

dan sebagai analgetikum pada nyeri kronis.

Resorpsinya dari usus cepat, dengan BA k.l. 40%. PP-nya di atas

90%, plasma t ½ nya rata-rata 15 jam. Dalam hati sebagian besar zat

didemetilasi menjadi metabolit aktif nortriptilin dengan daya sedatif

lebih ringan, t ½ nya rata-rata 36 jam. Ekskresinya berlangsung terutama

lewat air kemih.

Dosis prevensi migrain 25-150 mg malam hari. (Tjay dan

Rahardja, 2002)

1. Pizotifen

- Indikasi : sakit kepala berulang (gangguan vascular)

- BSO : Tab salut selaput (500mcg)

2. Propranolol HCl (Beta- blocker)

- Indikasi : terapi hipertensi, ansietas, takikardi, profilaksis infark

miokardium akut dan migraine.

- BSO : tab salut selaput (10 mg)

Page 21: Kasus MIGRAIN 2013

KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Migrain adalah penyakit yang sering menyerang masyarakat, terutama pada

wanita.

2. Bila tidak segera ditangani, migrain dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan

menurunkan produktivitas kerja.

3. Terapi migrain dapat bervariasi, dapat disesuaikan dengan gejala yang

menyertai.

Page 22: Kasus MIGRAIN 2013

DAFTAR PUSTAKA

Adystiani, RY. 2011. Mengenal Seluk-Beluk Migrain.

Dorland, 2002. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 29. Jakarta. EGC. Pp : 1359

Ferrone, M., and Moti, S., 2003. “ Current Pharmacotherapy for the Treatment of Migraine”. http://www.uspharmacist.com/index.asp?show=article&page=8_1039.htm. Last update : 10-11-2005, 20 ;

Harrison TR, Principles of Internal Medicine, 17th Edition, McGraw-Hill Medical Inc. US. 2008. Hal. 1202- 1203

Longmore, M.; Wilkinson, I.; Torok, E.; 2001. Oxford Handbook of Clinical Medicine. New York. Oxford University Press. Pp : 333

Mansjoer, A dkk, 2000. “Nyeri Kepala” dalam Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga Jilid II. Jakarta. Media Aesculapius. Pp : 34-40

Riyanto, Budi W. Dr., Masalah Diagnosis Nyeri Kepala. http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/13MasalahDiagnosisNyeri104.pdf/13MasalahDiagnosisNyeri104.html

Tjay, T.H dan Rahardja, K . 2002. “Obat-obat Migrain“ dalam Obat-obat Penting Khasiat, Penggunaan, dan Efek-efek Sampingnya. Edisi Kelima Cetakan Kedua. Jakarta. Elex Media Komputindo. Pp :780-791

Xu GY, Wang F, Jiang X, Tao J. 2010 . Aquaporin 1, a potensial therapeutic target for migraine with aura. Molecular Pain. 6:68.