Kasbes Dadrs Anak-ronald

of 52 /52
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada bayi dan balita di negara berkembang. (1,2,3,4) Diperkirakan 1000 juta kejadian diare terjadi setiap tahun pada anak balita dan anak mengalami 2 sampai 8 kali kejadian diare dalam setahun. Diare menyebabkan kematian sebanyak 5 juta anak balita setiap tahunnya. (1,4) Di samping sebagai penyebab langsung kematian, diare juga sebagai penyebab utama kurang gizi. (4,5) Sebagian besar diare menyerang pada dua tahun pertama kehidupan anak. Angka kejadian tertinggi pada kelompok umur 6-11 bulan, ketika makanan sapihan mulai diberikan. Kebanyakan penyakit diare bersifat akut, biasanya berlangsung 3-5 hari. (1,4,6) Diare sendiri adalah perubahan konsistensi berak menjadi lembek sampai cair lebih dari 3-5 kali per hari. Pembagian diare menurut Depkes meliputi diare tanpa tanda dehidrasi, dehidrasi ringan sedang, dan dehidrasi berat. (4,7) Penyebab diare bisa karena psikis, faktor makanan, konstitusi, dan infeksi baik enternal maupun parenteral. Faktor infeksi merupakan penyebab paling sering dari diare. (1,2,3,4) 1

description

DIARE

Transcript of Kasbes Dadrs Anak-ronald

BAB II

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada bayi dan balita di negara berkembang.(1,2,3,4) Diperkirakan 1000 juta kejadian diare terjadi setiap tahun pada anak balita dan anak mengalami 2 sampai 8 kali kejadian diare dalam setahun. Diare menyebabkan kematian sebanyak 5 juta anak balita setiap tahunnya.(1,4) Di samping sebagai penyebab langsung kematian, diare juga sebagai penyebab utama kurang gizi.(4,5)Sebagian besar diare menyerang pada dua tahun pertama kehidupan anak. Angka kejadian tertinggi pada kelompok umur 6-11 bulan, ketika makanan sapihan mulai diberikan. Kebanyakan penyakit diare bersifat akut, biasanya berlangsung 3-5 hari.(1,4,6)Diare sendiri adalah perubahan konsistensi berak menjadi lembek sampai cair lebih dari 3-5 kali per hari. Pembagian diare menurut Depkes meliputi diare tanpa tanda dehidrasi, dehidrasi ringan sedang, dan dehidrasi berat.(4,7) Penyebab diare bisa karena psikis, faktor makanan, konstitusi, dan infeksi baik enternal maupun parenteral. Faktor infeksi merupakan penyebab paling sering dari diare.(1,2,3,4)Dalam menangani masalah diare, selain faktor penyebab juga perlu diperhatikan masalah sanitasi, perilaku manusia yang memanfaatkan sarana sanitasi, status gizi, sosial ekonomi, dan budaya sangat berpengaruh dan saling berkaitan.(1)

Anemia adalah suatu keadaan yang menggambarkan kadar hemoglobin, hematokrit dan eritrosit kurang dari normal sesuai umur dan jenis kelamin (5). Anemia mikrositik hipokrom yang paling banyak dijumpai adalah anemia defisiensi besi yang erat hubungannya dengan kurang energi protein, karena pada kurang energi protein intake makanan yang mengandung zat besi kurang, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara jumlah besi yang diabsorbsi dengan jumlah besi yang hilang.(6)Dalam penulisan ini akan dilaporkan seorang anak dengan diare akut dehidrasi ringan sedang dan anemia mikrositik hipokromik dengan tujuan untuk mengetahui cara menegakkan diagnosa dan mengelola penderita sehingga dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.B. Tujuan

Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui cara mendiagnosis dan mengelola pasien dengan Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang dan Anemia hipokrom mikrositik sekaligus untuk mengevaluasi tindakan yang telah diberikan dengan kepustakaan yang ada, sehingga dapat dijadikan media belajar yang baik bagi mahasiswa.

C. Manfaat

Penulisan laporan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa kedokteran untuk belajar menegakkan diagnosis, melakukan pengelolaan dan mengetahui komplikasi yang terjadi pada penderita Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang dan Anemia hipokrom mikrositik.BAB II

PENYAJIAN KASUS

A. IDENTITAS PENDERITA

Nama

: An. Surya anafiJenis Kelamin: Laki-laki

Umur

: 10 bulan

Alamat:Songgom 01/05Masuk RSDS: 09 Juli 2015Keluar RSDS: No CM

: 415958Nama Ayah : Tn W

Umur

: tahun

Pendidikan:

Pekerjaan : Nama Ibu

: Ny E

Umur

: tahun

Pendidikan :

Pekerjaan : Ibu rumah tangga

B. ANAMNESIS (Alloanamnesis)

Alloanamnesis dengan Ayah penderita pada tanggal 9 Juli 2015 pukul 17.00 WIB di bangsal Kemuning I.

Keluhan utama : Mumtah dan mencret Riwayat Penyakit Sekarang :

Dua hari anak mencret >4x sehari @ 1/4 gelas belimbing, cair, warna kuning, ampas sedikit, tidak ada lendir, tidak ada darah, tidak berbau asam, nyemprot (+). Muntah 3 x sehari @ 2 sdm, isi seperti yang dimakan dan diminum, tidak nyemprot. Batuk (-), pilek (-) Satu hari anak mencret >5x sehari @ 1/4 gelas belimbing, cair, warna kuning, ampas tidak ada, tidak ada lendir, tidak ada darah, tidak berbau asam, nyemprot. Muntah 1x sehari @ 2 sdm, isi seperti yang dimakan dan diminum, tidak nyemprot. Anak tampak kehausan. Anak panas tidak tinggi kemudian dibawa ke dokter spesialis anak, diberi puyer, Recomycetin (chloramphenicol), Infatrim (Sulfametoxazole-Trimetoprim). Setelah diminum 3 kali tak ada perubahan, anak dibawa ke poliklinik RSDK dan disarankan untuk mondok. Kencing terakhir 5 jam yang lalu, jumlah sedikit, warna kuning.

Riwayat makan sebelumnya, anak diberi nasi yang diblender dengan wortel sebelum mencret. Alat blender yang dipergunakan bekas memblender cabai. Riwayat makanan basi disangkal. Riwayat Penyakit DahuluPenderita tidak pernah mencret seperti ini sebelumnya. Penyakit yang pernah diderita adalah batuk, pilek. ( Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada anggota keluarga maupun tetangga yang sakit seperti ini.

( Riwayat Sosial Ekonomi

Ayah penderita bekerja sebagai pedagang jamu di rumah. Ibu tidak bekerja. Penghasilan Rp.900.000,00. Menanggung 1 orang anak. Biaya pengobatan ditanggung ayah penderita.Kesan Sosial Ekonomi : cukup.

Riwayat Pemeliharaan Prenatal

Pemeriksaan kehamilan di Puskesmas 10 kali, TT dua kali, penyakit kehamilan disangkal. Obat-obatan yang diminum selama kehamilan vitamin dan tablet tambah darah.

Riwayat Kelahiran dan Kehamilan Ibu PenderitaNoKehamilan dan PersalinanUmur

1.

2.3.Abortus, usia kehamilan 4 bulan

Abortus, usia kehamilan 1,5 bulan

Laki-laki, aterm, section caesar, dokter RSDK, BBL : 3500 gr, PB 48 cm7 bulan

Riwayat Postnatal

Periksa di Puskesmas, anak dalam keadaan sehat.

Riwayat Keluarga Berencana

Saat ini ibu penderita mengikuti program KB suntik selama 6 bulan. Riwayat Imunisasi

BCG: 1x ( 1 bulan ), scar (+)

DPT: 3x (1,5,7 bulan )

Polio: 3x (1,2,3 bulan )

Campak: -Hepatitis B: 2x (2,3 bulan )

Kesan : Imunisasi dasar belum lengkap sesuai umur.

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan

Senyum : 1,5 bulan

Miring : 2 bulan

Tengkurap : 4 bulan

Duduk : 7 bulan

Gigi keluar : belumMerangkak : belumBerdiri : belumBerjalan : belumSekolah: belum

Kesan : perkembangan dan pertumbuhan sesuai dengan umur

Riwayat makan dan minum :

ASI diberikan sejak lahir sampai sekarang.Usia 2 bulan sampai sekarang diberi Lactogen I, 1 sendok takar dalam 30 cc, 2 kali sehari, tidak habis.Usia 4 bulan sampai sekarang diberi bubur Nestle (kacang hijau/ beras merah), 3 kali sehari, @ 2 sendok makan, habis.

Usia 6 bulan sampai sekarang diberi pisang yang dikerok buah, 2 kali sehari, habis.

2 hari ini anak mulai diberi nasi dan wortel yang diblender, 2 kali sehari, @ mangkok kecil, tidak habis.

Kesan : kualitas dan kuantitas cukupC. PEMERIKSAAN FISIK

Dilakukan pada tanggal 8 April 2004 pukul 13.30 WIB

, 7 bulan , BB: 7250 gr, PB : 70 cmBB koreksi= 100% 7,5% = 92,5%

= x 7250 = 7790 grKeadaan Umum: sadar, kurang aktif, tampak kehausan dan rewel, tanda

dehidrasi (+)

Tanda Vital

:N : 120 x / menit, isi dan tegangan cukup

RR : 36 x / menit, reguler

t : 38,5C

Status Internus

Kepala:mesosefal , LK = 45 cm

UUB: cekung (+)

Rambut:hitam, tidak mudah dicabut.

Kulit:sianosis (-), ikterik (-), turgor kembali lambat (+)Mata:cekung (+), air mata (+), conjungtiva palpebra anemis (-), sklera ikterik (-)

Hidung: sekret (-), nafas cuping (-)

Telinga:discharge (-)

Mulut: bibir kering (+), selaput lendir kering (+), sianosis (-)

Gigi: belum tumbuh

Tenggorok: T1-1, faring hiperemis (-)

Leher:simetris, pembesaran nnll (-/-)

Dada:

Paru:Inspeksi: simetris statis dinamis, retraksi (-)

Palpasi :stem fremitus kanan = kiri

Perkusi

:sonor seluruh lapangan paru

Auskultasi :SD: Vesikuler

ST : Hantaran -/-, Wheezing -/-, Ronkhi -/-

Jantung:Inspeksi : Ictus cordis tak tampak

Palpasi :Ictus cordis teraba di SIC V 2 cm medial Linea Medio Clavicular Sinistra

Perkusi :tidak dilakukan

Auskultasi :Bunyi jantung I-II normal, bising (-), gallop (-).

Abdomen

:Inspeksi

:datar, supel, venektasi (-)

Auskultasi: bising usus (+) meningkat

Perkusi :timpani

Palpasi:turgor kulit kembali lambat

Hepar - BH, tepi tajam, rata, kenyal. S0 Genital : , dalam batas normal

Kelenjar: pembesaran kelenjar (-)

Ekstremitas:

superior

inferior

Sianosis

/

/

Akral dingin

/

/

Anemis

/

/

Capillary refill < 2 < 2

Anus: ekskoriasi (-)D. PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Darah rutin : (pada tanggal 8 April 2004)

Hb: 9,4 g %

MCV: 77,4 fl (92-121)

Ht: 28,7 %

MCH: 25,2 (g (31-37)

Leukosit: 8.900 /mm3 MCHC: 32,6 g/dl (29-36)

Trombosit: 217.000 /mm3

Eritrosit: 3,71 juta /mm3Kesan: anemia mikrositik hipokromikPreparat darah hapus:

Hitung jenis

: E0/B0/St7/Sg77/L15/M0Stadium eritropetik : poikilositosis(-), anisositosis (-), sel burr (-)

krenasi (-), central pallor > 1/3

Stadium granulopoetik: hipersegmentasi (-), hipergranulasi (-),sel muda (-)Stadium trombopoetik : bentuk normal, tersebar rata, clump cell (-)

Kesan

: anemia mikrositik normokromik

Urin

Makroskopis : warna kuning, jernih, tidak berbuih, jumlah cukup.Feses

Makroskopis: cair, warna kuning, ampas (+), bau asam (-), darah (-), lendir (-)Mikroskopis : telur cacing (-), amoeba (-), protein (+), lemak (+), karbohidrat (+), sudan III (++), clinitest (-), protozoa (-), eritrosit (-), bakteri (+)Lain-lainGlukosa77 mg/dlNa138 mmol/l

Urea9 mg/dlK4,7 mmol/l

Creatinin0,39 mg/dlCl110 mmol/l

Ca2,25 mmol/l

Kesan : dalam batas normal

E. PEMERIKSAAN ANTROPOMETRI

, umur 7 bulan, BB = 7250 kg, PB = 70 cm, t = 38,5(C

Skor dehidrasi :

KU

: sadar, kurang aktif, rewel

Mata : cekung

Air mata: ada

Bibir: kering

Turgor: kembali lambat

Rasa haus: ada

Kesan : Dehidrasi ringan sedang

NCHS

Z SCOREBB/U= x 100% = 87,35%WAZ = -1,17PB/U= x 100% = 100,72%HAZ = 0,18

BB/PB= x 100% = 85,3%WHZ = -1,56Kesan: Gizi baikF. KEBUTUHAN CAIRAN, KALORI, PROTEIN

, umur 7 bulan, BB = 7250 kg, PB = 70 cm, t = 38,5(C, dehidrasi ringan sedangBB koreksi = 100% 7,5% = 92,5%

= x 7250 = 7790 gr

Kebutuhan

24 jamCairan

876,4 ccKalori

779 kkalProtein

15,58 gr

Infus KAEN 3 B9601063,7-

ASI ad libitum3x 100 cc3002104,2

6x 80 cc LLM480317, 428,45

Total17401590,4212,65

AKG (%)198,5%204%81,19%

G. DIAGNOSIS BANDING

1. Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang

Diferensial Diagnosa :

Faktor Psikik

Faktor Infeksi : Parenteral Enteral

- Faktor Konstitusi- Faktor Makanan2. Anemia Mikrositik Hipokromik

Diferensial Diagnosa :

Anemia Sideroblastik Infeksi cacing Anemia Defisiensi Besi3. Gizi Baik H. DIAGNOSIS SEMENTARA

1. Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang

2. Anemia Mikrositik Hipokromik

3. Gizi BaikI. DAFTAR MASALAH

No.Masalah AktifTanggalNoMasalah PasifTanggal

1.

2.

Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang

Anemia Mikrositik Hipokromik

8-4-2004

8-4-2004

1.

Imunisasi dasar belum lengkap sesuai umur8-4-2004

J. INITIAL PLANS

1. Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang

Dx : Subjektif: -

Objektif: -Tx : Infus KAEN 3B 960 / 40 / 10 tetes/menit

Per Oral : Oralit 50 cc tiap mencret

Diet: ASI ad libitum

3 x 100 cc

LLM 6x 80 cc Mx : Keadaan umum, tanda vital, tanda-tanda dehidrasi, frekuensi, volume dan konsistensi diare, acceptabilitas diet

Ex : - Memberitahukan kepada orang tua mengenai keadaan anak dan tindakan yang akan dilakukan

Memberi oralit atau larutan garam gula setiap mencret bila anak diare.

Menjelaskan agar ibu memberikan oralit atau larutan gula garam sedikit demi sedikit sampai habis, apabila anak muntah maka dihentikan dahulu + 10 menit lalu dilanjutkan lagi.

Menyarankan kepada ibu agar memberi minum anak dengan air yang sudah direbus sampai mendidih terlebih dahulu.

Menjelaskan pada ibu perlunya menjaga kebersihan diri dan alat-alat makan/minum dengan cara cuci tangan sebelum menyuapi anak menggunakan alat-alat makan/minum yang sudah dicuci bersih atau direbus dahulu. Menjelaskan kepada ibu mengenai tanda-tanda dehidrasi seperti anak rewel, tidak mau minum, mata tampak cekung, bila menangis tidak keluar air mata, bibir kering. Bila anak diare disertai dengan muntah berulang, anak tampak kehausan, sebaiknya segera dibawa ke poliklinik terdekat atau rumah sakit. Hal ini penting bila sesudah pulang dari RSDK anak sakit lagi. Menganjurkan untuk memberikan makanan yang bersih dan jangan sampai memberikan makanan yang basi pada anak.

Menganjurkan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan pribadi contohnya tidak membuang sampah sembarangan, buang air besar di jamban, mencuci tangan sebelum menyuapi anak atau setelah membuang kotoran.2. Anemia Mikrositik Hipokromik

Dx : Subjektif : -

Objektif : Serum Ferritin, SI, TIBC, feses konsentrasi

Tx : Perbaikan gizi

Mx:Keadaan umum, tanda vital, tanda-tanda anemia, acceptabilitas makanan, darah hapus, darah rutin, MCV, MCH, MCHC

Ex :Menjelaskan pada orang tua penderita agar anak menghabiskan diet yang diberikan RS.

Memberi penyuluhan pada orangtua penderita untuk memberi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti daging, hati dan setelah pulang. Pemberian bahan makanan tersebut jangan dibarengi dengan konsumsi teh maupun serat yang dapat mengganggu absorbsi Fe.K. TABEL PERJALANAN PENYAKIT

Tanggal (hari ke)8 April 2004 (I)

KeluhanMencret >5x, @ 2 sdm, cair, ampas (+), nyemprot (+), panas nglemeng, lendir darah (-)

Keadaan umumSadar, rewel, kurang aktif, tampak kehausan, tanda dehidrasi(+)

Tanda vital :

Nadi

Isi & tegangan

RR

Suhu120X/menit

cukup

36X/menit

38,5oC

Pemeriksaan

FisikUUB : cekung (+)Rambut : hitam tak mudah dicabut

Kulit : sianosis (-), ikterik(-)

Mata : cekung (+), air mata(+), conj.anemi(-), sklera ikterik(-)

Hidung: sekret(-), napas cuping (-)

Mulut: bibir kering(+), selaput lendir kering(+),sianosis (-)

Tenggorok: T1-1,faring hiperemi(-)

Dada : simetris statis dinamis, retraksi (-)

Cor/pulmo : dalam batas normal

Perut : datar, supel, bising usus (+) , turgor kembali lambatHepar/Lien : tak teraba

Ekst: akral dingin -/-, sianosis -/-, anemis -/-, cap. refill 4x sehari @ 1/4 gelas belimbing, cair, warna kuning, ampas sedikit, tidak ada lendir, tidak ada darah, tidak berbau asam, nyemprot (+). Muntah 3 x sehari @ 2 sdm, isi seperti yang dimakan dan diminum, tidak nyemprot. Batuk (-), pilek (-)Satu hari anak mencret >5x sehari @ 1/4 gelas belimbing, cair, warna kuning, ampas tidak ada, tidak ada lendir, tidak ada darah, tidak berbau asam, nyemprot. Muntah 1x sehari @ 2 sdm, isi seperti yang dimakan dan diminum, tidak nyemprot. Anak tampak kehausan. Anak panas tidak tinggi kemudian dibawa ke dokter spesialis anak, diberi puyer, Recomycetin (chloramphenicol), Infatrim (sulfametoxazole-Trimetoprim). Setelah diminum 3 kali tak ada perubahan, anak dibawa ke poliklinik RSDK dan disarankan untuk mondok. Kencing terakhir 5 jam yang lalu, jumlah sedikit, warna kuning. Riwayat makan sebelumnya, anak diberi nasi yang diblender dengan wortel sebelum mencret. Alat blender yang dipergunakan bekas memblender cabai.Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan umum sadar, kurang aktif, tampak kehausan dan rewel, tanda dehidrasi (+). Nadi 120 x/menit isi dan tegangan cukup, RR 36x/menit, suhu 38,5oC. UUB cekung, mata cekung, bibir kering, selaput lendir mulut kering, abdomen datar, supel, bising usus meningkat, turgor kulit kembali lambat. Pemeriksaan tinja makroskopis cair, ada ampas, kuning kecoklatan, tidak ada lendir dan darah, mikroskopis terdapat sisa pencernaan (protein, lemak dan karbohidrat), bakteri (+), amoeba (-), tidak didapatkan telur cacing, Sudan III (++). Darah rutin didapatkan kesan anemia mikrositik hipokromik, leukosit dalam batas normal.Penderita didiagnosis diare akut dehidrasi ringan sedang dan dirawat di bangsal C1L2 selama 13 hari. Selama dirawat mendapatkan pengelolaan medikamentosa, dietetik, maupun keperawatan. Prognosis pada penderita ini baik karena selama dirawat keadaan penderita membaik dan tidak didapatkan komplikasi lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

1. Sudigbia I. Pengantar diare akut anak. Semarang : Badan penerbit FK UNDIP, 1991.

2. Sudigbia I, Budi Santoso, Hartantyo. Diare akut. Dalam : Pedoman pelayanan medik anak RSDK/FK UNDIP. Semarang : Laboratorium Ilmu Kesehatan Anak FK UNDIP, 1989.

3. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI. Gastroenterologi. Dalam buku kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UI, 1985.

4. Suroto ed. Buku ajar diare. Jakarta : Departemen Kesehatan RI Ditjen PPN dan PLP, 1990.

5. Sumantri, Tamam M, Anemia. Dalam Hartantyo I, Susanto R, dkk, editor. Pedoman Pelayanan Medik Anak. Bagian IKA FK UNDIP Semarang; 1997: 149-57

6. Hoffbrand AU, Pettit JE. Anemia defisiensi besi dan anemia hipokrom lain. Dalam: Kapita selekta hematologi. Edisi 2. Jakarta: EGC, 1987: 29-457. Waterlow JC. Effects of PEM on structure and function of organ. In: Protein energy malnutrition. London: Edward Arnold, 1992: 54-748. Pudjiadi Solihin, Penyakit KEP ( Kurang energi Dan Protein ). Dalam Pudjiadi Solihin, Ilmu Gizi Klinis Pada Anak. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Edisi 4. Jakarta 2000: 95 1409. Buku Ajar Diare. Depkes RI Ditjen PPM dan PLP. Jakarta : Depkes RI, 1999 ; 3, 2572.10. Riedel BD, Ghisan FK. Acute diarrhea. In : Walker WA, Durie PR, Hamilton JR, Smith JA, ed; Pediatric gastrointestinal disease, Vol. 1, 2nd ed. Missouri : Mosby, 1991 ; 251 60.11. Depkes RI, Dirjen Pemberantasan penyakit menular dan Peyehatan Lingkungan Pemukiman ( Ditjen, PPM, dan PLP ). Buku Ajar Diare. Depkes RI, 1999 : 1 1 12. Partawihardja IS. Pengantar diare akut anak diare kronik, suatu pengenalan awal. Penatalaksana diatetik penderita diare anak, Semarang 26 September 1991, Badan penerbit Universitas Diponegoro, 1991 : 1- 2813. Depkes RI. Manajemen Terpadu Balita Sakit. Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 1998.Toko

R. tamu /

R. tidur

Dapur

Kamar mandi

Sumur

WC

4 m

3 m

2 m

2 m

(3 m

5 m

Lingkungan

perumahan: perumahan padat, pinggir jalan raya

higiene sanitasi : tempat sampah (-), kebersihan