Karya Ilmiah Maria

download Karya Ilmiah Maria

of 32

  • date post

    18-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    14
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Karya Ilmiah Maria

PROSES PRODUKSI SUTERA MENTAHDisusun untuk Memenuhi Tugas Akhir MPK Bahasa Indonesia

Disusun olehMaria Ulfah Agustina 13010012 1T1

TEKNIK TEKSTILSEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTILBANDUNG2014LEMBAR PENGESAHAN

*Topik : sutera*Judul : Proses Produksi Sutera Mentah*Tujuan : mengetahui bagaimana proses produksi sutera mentah secara lebih lengkap*Metode : deskriptif-ekspositoris*Tesis : karya tulis ini akan menjelaskan tentang bagaimana proses produksi sutera mentah, apa saja tahap-tahapnya, mulai dari penganalan sutera secara umum hingga pengujian sutera mentah. Karya ilmiah ini diambil dari berbagai sumber, yaitu dari buku dan dari internet. Hal ini akan menambah wawasan para pembaca agar para pembaca tidak hanya mengetahui barang jadi dari kain suteranya saja, tetapi para pembaca juga mengetahui tentang sutera mentah.

Disetujui oleh

Topik Mulyana.,. S.S., M.HumPengampu MPK Bahasa Indonesia

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah karya ilmiah dengan judul proses produksi sutera mentah ini dapat terselesaikan dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Karya ilmiah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir MPK bahasa indonesia di Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil.

Adapun hambatan-hambatan dalam penyelesaian karya ilmiah ini seperti kesulitan dalam mencari sumber atau referensi yang berhubungan dengan judul karya ilmiah ini. Namun berkat bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, karya ilmiah ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyelesaian karya ilmiah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan dalam karya ilmiah ini. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna menyempurnakan karya ilmiah ini. Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bandung, Januari 2014

Maria Ulfah AgustinaDAFTAR ISI

Kata Pengantar .....................................................................................................3Daftar Isi...............................................................................................................4

BAB 1 Pendahuluan .......................................................................................6 1.1 Latar Belakang ....................................................................................6 1.2 Rumusan Masalah ...............................................................................7 1.3 Tujuan .................................................................................................7

BAB 2 Pembahasan ........................................................................................8 2.1 Sutera ...................................................................................................8 2.2 Sutera Mentah ......................................................................................9

BAB 3 Proses Produksi .................................................................................10 3.1 Sifat-Sifat Kepompong dan Penggolongannya ..................................10 3.1.1 Pembiakan Seri .........................................................................10 3.1.1 Mutu Kepompong ....................................................................12 3.2 Pengawetan dan Pengaturan Kepompong .......13 3.2.1 Pengawetan Kepompong .......................................................13 3.2.2 Pengaturan Kepompong ............................................................14 3.3 Pemasakan Kepompong dan Proses Penggulungan ........................... 16 3.3.1 Pemasakan Kepompong ..16 3.3.2 Penggulungan ....18 3.4 Penyusunan dan Penyempurnaan ....22 3.4.1 Penggulungan Kembali .....23 3.4.2 Pengikatan .24 3.4.3 Pengepakan ....24 3.5 Pengujian Sutera Mentah .....25 3.5.1 Pengujian yang Diisyaratkan ...25 3.5.2 Pengujian Mutu ..26 3.5.3 Pengujian Pilihan (Optional) .26 3.5.4 Penggolongan ....27

BAB 4 Penutup ....28 4.1 Kesimpulan ..28 4.2 Saran 29

BAB 1PEDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Tidak ada orang yang bisa lepas dari tekstil. Tekstil selalu kita temukan dimanapun. Namun tekstil yang selalu kita temukan atau lebih tepatnya kita kenakan sehari-hari adalah pakaian. Bahkan dari lahir pun kita sudah mengenakannya. Oleh karena itu, pakaian sangat kita butuhkan untuk kebutuhan sandang.

Semua orang pasti menginginkan pakaian yang nyaman. Pakaian yang nyaman bergantung pada bahan yang digunakannya. Bahan atau kain sutera adalah bahan yang sangat nyaman dikenakan. Kain sutera sejak dulu dianggap sebagai kain yang terindah dan termahal, bahkan digunakan untuk pakaian yang istimewa. Kain yang memiliki tekstur lembut, mulus, namun tidak licin ini membuat nyaman orang yang memakai pakaian berbahan kain sutera ini. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana proses produksi kain ini, apalagi produksi sutera mentahnya. Kebanyakan orang hanya mengetahui kain sutera adalah kain yang nyaman saja.

Sebelum memproduksi kain sutera, kita harus memproduksi dulu sutera mentahnya. Oleh karena itu, sebelum mengetahui bagaimana proses produksi kain sutera, kita harus mengetahui dulu bagaimana proses produksi sutera mentahnya karena sutera mentah sangat mempengaruhi hasil produk akhirnya.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang akan dibahas pada karya ilmiah ini adalah :1. Apa pengertian dari sutera mentah?2. Apa saja sifat-sifat kepompong sebagai bahan dasar sutera mentah dan bagaimana penggolongannya?3. Bagaimana mekanisme proses produksi sutera mentah?

1.3 TUJUANKarya ilmiah ini dibuat agar para pembaca mengetahui bagaimana proses produksi sutera mentah yang diawali dengan penjelasan mengenai sutera hingga proses akhir dari produksi sutera mentah itu sendiri. Karena bagaimana pun juga proses produksi sutera mentah sangat mempengaruhi proses produksi kain hingga proses produksi pakaian jadi dari sutera.

BAB 2PEMBAHASAN

2.1 SUTERA

Sutera merupakan serat protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutera yang paling umum adalah sutera dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutera murbei (Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu disebut serikultur). Sutera memiliki tekstur mulus, lembut, namun tidak licin. Rupa berkilauan yang menjadi daya tarik sutera berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat tersebut yang membuat kain sutra dapat membiaskan cahaya dari berbagai sudut."Sutera liar" dihasilkan oleh ulat selain ulat sutera murbei dan dapat pula diolah. Berbagai sutera liar dikenali dan digunakan di Cina, Asia Selatan, dan Eropa sejak dahulu, namun skala produksinya selalu jauh lebih kecil daripada sutera ternakan. Sutera liar berbeda dari sutra ternakan dari segi warna dan tekstur, serta kepompong liar yang dikumpulkan biasanya sudah dirusak oleh ngengat yang keluar sebelum kepompong tersebut diambil, sehingga benang sutera yang membentuk kepompong itu sudah terputus menjadi pendek. Ulat sutera ternakan dibunuh dengan dicelup ke dalam air mendidih sebelum keluarnya ngengat dewasa, atau ditusuk dengan jarum, sehingga seluruh kepompong dapat diurai menjadi sehelai benang yang tak terputus. Ini membuat sutera bisa ditenun menjadi kain yang lebih kuat. Sutera liar biasanya juga lebih sukar dicelup warna daripada sutera ternakan.Sutera juga dihasilkan oleh beberapa jenis serangga lain, namun hanya jenis sutra dari ulat sutera yang digunakan untuk pembuatan tekstil. Pernah juga dijalankan kajian terhadap sutera-sutera lain yang menampakkan perbedaan dari aspek molekul. Sutera dihasilkan terutama oleh larva serangga yang bermetamorfosis lengkap, tetapi juga dihasilkan oleh beberapa serangga dewasa seperti Embioptera. Produksi sutera juga kerap dijumpai khususnya pada serangga ordo hymenoptera (lebah, tabuhan, dan semut), dan kadang kala digunakan untuk membuat sarang. Jenis-jenis arthropoda yang lain juga menghasilkan sutera, terutama arachnida seperti laba-laba. Untuk kain sutera dari jaring laba-laba atau disebut Qmonos (sarang laba-laba dalam bahasa Jepang) diklaim memiliki kekuatan tiga kali lebih kuat dari Kevlar (bahan yang biasa digunakan untuk rompi anti peluru) serta lima kali lebih kuat dari baja.

2.2 SUTERA MENTAH

Sutera mentah adalah sutera yang masih menjadi benang. Sutera mentah biasa disebut benang sutera. Sutera merupakan bahan yang sangat kuat. Kekuatan sutra sebanding dengan kawat halus yang terbuat dari baja. Sutera juga bersifat lembut saat menyentuh kulit.Sutera ditemukan dan digunakan pertama kali di Cina dibawah Kekaisaran Huang Ti ( Yellow Emperor ) sekitar tahun 2697 s/d 2597 Sebelum Masehi. Legenda mengatakan bahwa Lei-tzu sang Permaisuri kerajaan saat itu sedang memperhatikan kepompong di pohon mulberry dan kemudian mengambilnya, tanpa sengaja kepompong tersebut jatuh di cangkir teh sang permaisuri. Saat akan mengambil kepompong tersebut sang permaisuri menyadari bahwa kepompong tersebut kemudian menjadi berbentuk helaian benang yang halus dan panjang. Inilah awal pertamakali benang sutera ditemukan. Di Cina kemudian permaisuri tersebut sampai sekarang dikenal sebagai Si Ling-chi atau Lady of the Silkworm. Semenjak itu Cina dikenal sebagai penghasil kain sutera yang terkenal di seluruh dunia. Banyak pedagang datang ke Cina untuk berdagang kain sutera Cina yang terkenal. Jalur perdagang tersebut kemudian dikenal sebagai Silk Road atau Jalur Sutera

BAB 3PROSES PRODUKS