karsinoma mamae

download karsinoma mamae

of 51

  • date post

    02-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    24
  • download

    5

Embed Size (px)

description

CA MAMMAE

Transcript of karsinoma mamae

BAB IPENDAHULUANI.1 Latar Belakang MasalahKanker payudara adalah tumor ganas yang berasal dari kelenjar payudara. Termasuk saluran kelenjar airsusu dan jaringan penunjangnyayang tumbuh infiltratif, destruktif, serta dapat bermetastase. Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia. Kanker payudara merupakan salah satu keganasan pada wanita yang menyebabkan angka kematian yang tinggi di seluruh dunia, dan merupakan 22% dari semua tumor ganas pada wanita.Ellis, Schinitt, & Sastre, 2003() Data dari Surveillance Epidemiology and End Resulys (SEER) tahun 2007, di Amerika Serikat diperkirakan 62.030 dengan kanker in situ, 178.480 wanita didiagnosis menderita kanker payudara invasif dan lebih dari 40.000 wanita meninggal karena penyakit tersebut. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2008, kanker payudara menduduki peringkat keempat penyebab kematian akibat kanker yaitu 458.000 kasus. Menurut American Cancer Society (ACS) tahun 2012, kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua terbanyak pada wanita (14%) setelah kanker paru-paru (26%) di Amerika Serikat. Pada tahun 2012 diperkirakan sebanyak 226.870 kasus baru kanker payudara yang invasif terjadi pada wanita, dan 2190 kasus baru pada pria. Di Indonesia, berdasarkan laporan Badan Registrasi Kanker-Ikatan Ahli Patologi Indonesia (BRK-IAPI) kanker payudara merupakan keganasan kedua terbanyak pada wanita setelah kanker servix dan terdapat kecenderungan insidensnya meningkat dari tahun ke tahun, tercatat sebesar 16,53% pada tahun 1994, meningkat menjadi 19,18% tahun 1999, dan 19,88% di tahun 2011. ADDIN EN.CITE

(Kartika 2011; Wresnindyatsih, sulasti, maulani, & hafy, 2010)

Karsinoma payudara invasif adalah kelompok tumor ganas epitelial yang menginvasi jaringan sekitar dan cenderung metastasis ke organ yang jauh. Tumor berasal dari epitel kelenjar payudara terutama sel-sel pada struktur terminal duct-lobular unit (TDLU) (Ellis et al., 2003). Karsinoma duktal invasif atau infiltratif adalah tipe histologis terbanyak (70% sampai 80%) karsinoma payudara.2()

Data di Sulawesi Selatan dalam periode 2008-2012, kanker payudara menempati urutan pertama angka kejadian kanker. Data dari RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, penderita kanker payudara yang datang berobat dari tahun 2008-2012 adalah 1497 pasien, dengan rata-rata 299 pasien per tahunnya, dengan frekuensi usia 40-49 tahun sebesar 39,4%. Sampepajung D & Yulianto R, 2010()

Penyebab kanker payudara adalah suatu proses multifaktorial, dan tidak ada faktor yang dominan, tetapi ada faktor resiko untuk terjadinya KPD antara lain: usia, usia menarche, usia menopause, usia saat hamil pertama, riwayat menderita penyakit yang sama dalam keluarga, riwayat tumor jinak payudara, radiasi, hormonal, dan diet.Chung & Bland, 2001(; McPherson, Steel, & Dixon, 2000)

Metastasis merupakan penyebab utama kematian akibat kanker. Pada kanker payudara, metastasis limfogen merupakan rute utama penyebaran sel kanker (Bjrndahl et al., 2005). Metastasis sel tumor dimulai dengan invasi tumor ke pembuluh limfe, kemudian ke limfonodi, dan selanjutnya ke organ jauh (Schoppmann et al., 2002; Rosen, 2009). Organ yang paling sering terkena metastasis karsinoma payudara adalah tulang, paru-paru, hati dan otak (Zhou et al., 2012). Namun demikian usaha-usaha untuk mendeteksi dini dapat dilakukan dengan baik dengan mengikutsertakan masyarakat melalui penyuluhan. Selain itu, kemajuan dalam deteksi dini yang dilengkapi dengan kemajuan terapi, baik teknik operasi, radiasi, terapi hormonal serta kemoterapi, yang didasarkan pada ketepatan penentuan stadium dan pengenalan sifat-sifat biologis kanker, semakin membawa harapan baru untuk penderita kanker payudara iniSaat ini belum banyak dilaporkan profil kanker payudara di Indonesia pada umumnya dan Makassar pada khususnya yang memiliki prognosis yang buruk pada pasien-pasien kanker payudara maka kami melakukan penelitian ini untuk mengevaluasi pasien-pasien kanker payudara di RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

I.2 TUJUAN PENELITIAN

Untuk melakukan deskripsi mengenai profil kanker payudara di Makassar.

Diharapkan menambah data dan sebagai data acuan untuk mengevaluasi, mendeteksi dan menangani dengan lebih baik kanker payudaraI.3 METODE PENELITIAN

Penelitian ini bersifat retrospektif deskriptif dengan mengambil data rekam medis dengan mengumpulkan data penderita kanker payudara dan penderita metastase kanker payudara.I.4TEMPAT PENELITIAN

Rumah Sakit Umum Pusat Wahidin Sudirohusodo Makassar.

I.5 WAKTU PENELITIAN

Waktu penelitian periode Januari 2015 Juni 2015 dengan mengumpulkan data pasien kanker payudara periode Januari 2011 - Desember 2014.BAB IITINJAUAN PUSTAKA

II.1

Anatomi Payudara

Payudara dewasa normalnya terletak di hemithoraks kanan dan kiri dengan dasarnya terletak dari kira-kira iga kedua sampai iga keenam. Bagian medial payudara mencapai pinggir sternum dan di lateral sejajar garis aksilaris anterior. Payudara meluas ke atas melalui suatu ekor aksila berbentuk piramid. Payudara terletak di atas lapisan fascia otot pektoralis mayor pada dua pertiga superomedial dan otot seratus anterior pada sepertiga lateral bawah. Pada 15% kasus jaringan payudara meluas ke bawah garis tepi iga dan 2% melewati pinggir anterior otot latissimus dorsi.4Payudara yang asimetri sering dijumpai diantara wanita normal dan penderita tidak begitu menyadarinya atau mungkin menerimanya sebagai variasi normal. Setengah wanita mempunyai perbedaan volume 10% antara payudara kiri dan kanan dan seperempatnya dengan perbedaan 20%. Payudara kiri selalu lebih besar dibanding yang sebelah kanan.4Payudara terdiri dari berbagai struktur yaitu parenkim epitelial, jaringan lemak, pembuluh darah, saraf, dan saluran getah bening serta otot dan fascia. Parenkim epitelial dibentuk oleh kurang lebih 15-20 lobus. Masing masing lobus dialiri oleh sistem duktus dari sinus laktiferous (bila distensi mempunyai diameter 5 8 mm) terbuka pada nipel, dan masing-masing sinus menerima suatu duktus lobulus dengan diameter 2 mm atau kurang. Di dalam lobus terdapat 20 40 lobulus. Satu lobulus mempunyai diameter 23 mm dan dapat terlihat dengan mata telanjang. Masing-masing lobulus mengandung 10 sampai 100 alveoli (acini) yang merupakan unit dasar sekretori. Payudara dibungkus oleh fascia pektoralis superfisialis yang bagian anterior dan posteriornya dihubungkan oleh ligamentum Cooper sebagai penyangga.2,4,

ADuctus

BLobulus

CSinus lactiferous

DPuting susu (nipple)

EJaringan lemak

FOtot pectoralismayor

G Tulang Iga

Pembesaran:A sel normal

B membrane basalClumen (saluran tengah)

Vaskularisasi Payudara2,4,5

Gb.2. Blood supply of the breast; drawing from a dissection photograph. The arterial supply is here derived chiefly from (A) direct mammary branches of the axillary artery; (B) branches of the lateral thoracic artery; (C) perforating branches of the internal thoracic artery. The venous drainage is comparable, and is illustrated on the right side of the drawing. The rib levels are indicated by numbers. (Modified from Colborn GL, Skandalakis JE. Clinical Gross Anatomy. Pearl River NY: Parthenon, 1993; with permission.)

a. Arteri

Payudara mendapat perdarahan dari:

1. Cabang-cabang perforantes a. mammaria interna yang memperdarahi tepi medial glandula mammae

2. Rami pektoralis a. thorakoakromialis yang memperdarahi glandula mammae bagian dalam (deep surface)

3. A. thorakalis lateralis (a. mammaria eksterna) yang memperdarahi bagian lateral payudara

Pembuluh darah lain yang juga penting artinya meskipun tidak memperdarahi glandula mammae adalah a. thorakodorsalis. Pada tindakan radikal mastektomi perdarahan yang terjadi akibat putusnya arteri ini sulit dikontrol sehingga daerah ini dinamakan the bloody angle.b. Vena

Pada daerah payudara terdapat tiga grup vena yaitu:

1. Cabang cabang perforantes v. mammaria interna

2. Cabang-cabang v. aksilaris

a. v. thorako-akromialis

b. v. thorako-dorsalis

c. v. thorako lateralis

3. Vena-vena kecil yang bermuara pada v.interkostalis

Vena interkostalis bermuara pada v. vertebralis kemudian bermuara pada v. azygos (melalui vena-vena ini metastase dapat langsung terjadi di paru).

Persarafan Payudara2,4,5Kulit payudara dipersarafi oleh cabang pleksus servikalis dan n. interkostalis sedangkan jaringan glandula mammae sendiri dipersarafi oleh sistem simpatis. Persarafan sensoris di bagian superior dan lateral berasal dari nervus supraklavikular (C3 dan C4) dari cabang lateral nervus interkostal torasik (34 ). Bagian medial payudara dipersarafi oleh cabang anterior nervus interkostal torasik. Kuadran lateral atas payudara dipersarafi terutama oleh nervus interkostobrakialis ( C8 dan T1 ).

Pada mastektomi dengan diseksi aksila n. interkostobrakialis dan n. kutaneus brakius madialis yang mengurus sensibilitas daerah aksila dan bagian medial lengan atas sedapat mungkin dipertahankan agar tidak terjadi mati rasa di daerah tersebut.

Sistem Limfatik Payudara2,4,6a. Pembuluh getah bening

1. Pembuluh getah bening aksila

2. Pembuluh getah bening mamaria intena

3. Pembuluh getah bening di daerah tepi medial kuadran medial bawah payudara

b. Kelenjar getah bening aksila

Terdapat beberapa grup kelenjar getah bening aksila:

1. Kelenjar getah bening mammaria eksterna

Grup ini dibagi dalam dua kelompok:

i. Kelompok superior setinggi interkostal II-IIIii. Kelompok inferior setinggi interkostal IV-VI

2. Kelenjar getah bening skapula

3. Kelenjar getah bening sentral (central nodes)

Kelenjar getah bening ini merupakan kelenjar aksila yang terbesar dan terban