Karsinoma Gaster

download Karsinoma Gaster

of 62

  • date post

    15-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    62
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Karsinoma Gaster

REFERAT

Karsinoma GasterLingga Yudistira Abral (0761050042) Pembimbing : dr.Henry Boyke Sitompul, SpB

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA JAKARTA 2012

Karsinoma Gaster1. PENDAHULUANSecara global, kanker gaster menempati urutan keempat diantara kanker yang paling sering terjadi,1 dan menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian karena kanker.2 Kanker lambung menempati peringkat kedua setelah kanker paru-paru dengan estimasi 755,500 kasus baru yang terdiagnosa. Insiden dari penyakit ini telah menurun secara bertahap, dikarenakan perubahan dalam diet, dan faktor lingkungan. Penurunan insiden dari kanker lambung terdapat pada Amerika Serikat, dimana penyakit ini menempati urutan 14 dalam tingkat kematian karena kanker, dengan estimasi 21,900 kasus baru dan 13,500 kematian pertahunnya. Dengan perkecualian pada beberapa negara didunia, dimana prognosis penyakit ini masih tetap buruk. Keseluruhan 5-year survival rate di Amerika Serikat dan kebanyakan negara barat bervariasi dari 5% sampai 15%. Hal ini bisa terjadi disebabkan multifaktorial. Tidak jelasnya faktor resiko yang ada dan gejala penyakit yang tidak spesifik, dan insiden yang relatif rendah telah mengakibatkan penyakit ini sering terdiagnosa pada stadium lanjut pada negara-negara Barat. Di Jepang, dimana penyakit ini merupakan endemik, pasien didiagnosa pada stadium dini yang dapat terlihat pada 5-year survival rate sebesar 50%.3 Meskipun insiden dari kanker lambung telah menurun secara dramatis pada beberapa dekade terakhir, penurunan insiden hanya terlihat pada tumor yang berada dibawah gastric cardia. Jumlah pasien baru yang terdiagnosa dengan adenokarsinoma pada bagian proksimal lambung dan gastroesophageal junction telah meningkat sejak pertengahan 1980. Fakta yang mengganggu adalah bahwa tumor ini lebih agresif dibandingkan dengan tunor yang berada pada bagian distal dan penanganannya lebih kompleks. Satu-satunya penanganan kuratif yang telah terbukti adalah pembedahan, namun meskipun setelah penanganan kuratif gastrectomy, penyakit ini dapat muncul kembali secara regional dan distant pada setidaknya 80% pasien. Usaha yang dilakukan untuk memperbaiki hal ini adalah dengan terapi adjuvant sistemik dan regional saat predan post-operatif. Telah diterima secara luas bahwa tumor yang chemoresponsive lebih memiliki keuntungan dalam hal survival. Sebagai konsekuensinya lebih ditekankan dalam memprediksikan chemoresponsiveness pada kanker gaster.32

Karsinoma Gaster2.1 EpidemiologiKanker gaster merupakan kanker keempat yang paling sering terjadi di dunia. Sekitar 600,000 kasus baru terdiagnosa setiap tahunnya, dan hampir dua pertiga dari pasien meninggal dikarenakan kanker gaster. Kebanyakan kasus (65% sampai 75%) kanker gaster muncul pada Negara berkembang.4 Insiden dari adenokarsinoma gaster telah menurun pada Negara-negara barat pada empat dekade terakhir.5 Data dari Surveillance Epidemiology and End Results (SEER) terlihat adanya penurunan insiden dari 11.7 per 100,000 penduduk pada tahun 1975 menjadi 8.8 per 100,000 penduduk pada tahun 2002 di Amerika Serikat.4 Bagaimanapun juga kanker gaster masih tetap banyak pada Negara lainnya di dunia, dan tingkat mortalitasnya masih tetap tinggi. Agestandardized insiden dari adenokarsinoma gaster bervariasi dari 10 per 100,000 populasi sampai melebihi 80 per 100,000 populasi (Gambar 1). Tingkat mortalitas juga bervariasi dari 5 per 100,000 populasi di Amerika Serikat sampai 35 per 100,000 populasi di Rusia (Gambar 2).5 Di Amerika Serikat kanker gaster mempunyai insiden tertinggi pada pria dibandingkan wanita (rasio sekitar 2:1). Insiden mulai meningkat sejak dekade keempat dan mencapai puncaknya pada dekade ketujuh.3 Tabel 1. Insiden kanker gaster per 100.000 populasi.

3

Karsinoma GasterResiko seumur hidup penduduk Amerika Serikat untuk menderita kanker gaster berkisar 1% dan meninggal dikarenakan kanker gaster berkisar 0.6%. rata-rata usia saat terdiagnosis adalah 72 tahun. Sekitar 24% dari kanker gaster yang terdiagnosa di Amerika Serikat hanya secara lokal, 32% mempunyai penyebaran ke kelenjar limfe atau ke sekitar tempat primer, dan 32% mempunyai metastase. 4 Tabel 2. Tingkat mortalitas kanker gaster per 100.000 populasi, 19941997.

Pada tahun 1965, Laurn mendeskripsikan dua bentuk tipe histologi dari kanker gaster, yaitu intestinal dan diffuse. Tipe intestinal muncul dari lesi prekanker seperti atropi gaster atau intestinal metaplasia pada gaster; lebih sering muncul pada pria, pada populasi usia lanjut dan memperlihatkan tipe histologis yang dominan dimana kanker gaster merupakan epidemic, yang menyarankan adanya faktor lingkungan yang berperan dalam hal etiologi. Tipe diffuse tidak muncul dari lesi prekanker yang telah ada sebelumnya, yang memperlihatkan tipe histologi utama pada area endemic, muncul lebih sering pada wanita dan berusia muda, dan mempunyai hubungan yang tinggi dengan kondisi familial (golongan darah tipe A), yang menyarankan adanya faktor genetik yang berperan dalam hal etiologi. Perubahan insiden dari kanker lambung diantara populasi seiring waktu atau4

Karsinoma Gasterantara populasi secara geografis merefleksikan adanya perbedaan atau perubahan dalam hal insidensi kanker gaster tipe intestinal. 3 Gambar 1. Insiden kanker gaster di Amerika Serikat.

Insiden tertinggi dari kanker gaster ditemukan di jepang, amerika selatan, eropa barat dan timur tengah. Pada kebanyakan Negara tingkat mortalitas hampir setara dengan tingkat insiden, di Chile dan Costa Rica, tingkat mortalitas melebihi 40 per 100,000 populasi. Berkebalikan dengan daerah insiden yang rendah, seperti New Zealand dan Australia, mempunyai tingkat mortalitas kurang dari 10 per 100,000 populasi. Di Jepang, meskipun epidemic dari kanker gaster, telah terlihat penurunan mortalitas sejak 1970 sebagai hasil dari dilakukannya screening berskala besar.3 Tabel 3. Distribusi usia kanker gaster pada Memorial Sloan Cancer Center 1985-2004.

5

Karsinoma GasterPenelitian pada populasi imigran yang berpindah dari daerah resiko tinggi ke daerah resiko rendah telah menghasilkan kesimpulan bahwa lingkungan berperan dalam pembentukan dari kanker gaster, dan paparan lingkungan pada awal kehidupan merupakan hal yang esensial dalam pembentukan kanker gaster. Karena meskipun telah berpindah dari daerah resiko tinggi ke daerah resiko rendah, resiko menderita kanker gaster tetap persisten meskipun telah terjadi perubahan pola diet.3 Meskipun insiden dari kanker gaster distal telah menurun, tetapi insiden dari kanker gaster kardia dan proksimal terutama pada gastroesophageal (GE) junction dan distal esophagus tetap meningkat.3,4,5 Pada penelitian The Rochester Epidemiology Project menunjukkan penurunan pada kanker gaster, tetapi hanya pada kanker gaster distal dan tipe intestinal, insiden dari kanker gaster proksimal dan kanker gaster tipe diffuse tetap stabil. Peningkatan lesi gaster proksimal sekitar 4.3% pada pria kulit putih, 4.1% pada wanita kulit putih, 3.6% pada pria kulit hitam dan 5.6% pada wanita kulit hitam. Perubahan trend ini mengkhawatirkan karena kanker gaster proksimal mempunyai prognosis yang lebih buruk bila dibandingkan dengan kanker gaster distal.3 Pergeseran kanker gaster dari distal ke proksimal telah ditunjukkan pada berbagai penelitian dan memperlihatkan adanya faktor lingkungan yang beperan dalam patogenesis dari kanker gaster.4 Prevalensi obesitas yang meningkat di Amerika Serikat mungkin merupakan salah satu faktor, karena BMI dan asupan kalori telah dihubungkan dengan adenokarsinoma pada esophagus distal dan gastric cardia.3

2.2 Faktor ResikoDua bentuk dari kanker gaster dapat dibedakan dari faktor resiko dan histologinya. Kanker gaster tipe difuse dihubungkan dengan faktor herediter dan lokasi kanker proksimal dan tidak muncul dari lesi prekanker (intestinal metaplasia atau dysplasia). Kanker gaster tipe intestinal berlokasi lebih ke distal, muncul pada usia muda, lebih sering bersifat endemik, berhubungan dengan perubahan inflamasi dan infeksi Helicobacter pylori.6

6

Karsinoma Gaster1. Diet. Kanker gaster telah dihubungkan dengan daging merah, cabai, merica, ikan, makanan yang diasamkan, diasinkan, diasapkan, diet tinggi karbohidrat, rendahnya konsumsi lemak, protein dan vitamin A, C, dan E. Makanan yang diasamkan, diasinkan, diasapkan merupakan faktor resiko probable kanker gaster menurut panel ahli WHO/FAO,3,4,6,7 efek karsinogenik dari makanan yang diasamkan, diasinkan, diasapkan dikarenakan tingginya kandungan garam dan nitrat. Pada penelitian dengan menggunakan hewan, terlihat adanya efek karsinogenik dari N-nitroso compounds (N=-nitro-Nnitrosoguanidine), Nitrat dirubah mejadi carcinogenic nitrite compounds pada gaster.4 Sedangkan diet selenium, zinc, cooper, besi, dan mangan dihubungkan dengan rendahnya resiko kanker gaster.3,6,7 Gastric bacteria (lebih sering terdapat pada gaster yang achlorhydric pada pasien dengan atrophic gastritis) merubah nitrate menjadi nitrite, yaitu sebuah karsinogen.3,7 Menurunnya konsumsi dari makanan tinggi nitrat terlihat sebagai penyebab menurunnya kanker gaster pada utara US dan Eropa barat.4,7 2. Infeksi. pada tahun 1982, Marshall dan Warren mengisolasi H.pylori untuk pertama kali dari biopsi epitel gaster. Peranan H.pylori dalam menginisiasi cedera mukosa dan terjadinya gastritis atropik kronis telah diketahui dengan baik. Pada pasien yang menjalani reseksi karena kanker gaster tipe intestinal, teridentifikasi H.pylori pada jaringan nonkanker pada hampir 90% pasien, bila dibandingkan dengan 32% kanker gaster tipe difuse.3,6 Beberapa penelitian juga melaporkan hubungan yang signifikan antara infeksi H.pylori dan kanker gaster, terutama kanker gaster distal. Pembentukan kanker gaster berhubungan dengan meningkatnya level antibody immunoglobulin G dan paling tinggi ketika interval antara infeksi H.pylori dan diagnosis kanker gaster lebih dari 10 tahun.