Kardiovaskuler (organogenesis

download Kardiovaskuler (organogenesis

of 9

  • date post

    06-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    85
  • download

    20

Embed Size (px)

description

Kardiovaskuler (organogenesis

Transcript of Kardiovaskuler (organogenesis

SISTEM KARDIOVASKULARKeseluruhan system kardiovaskualar-jantung, pembuluh darah, dan sel darah-berasal dari lapisan mudigah mesoderm. Walaupun pada mulanya berpasangan, pada hari ke-22 perkembangan, kedua tabung tersebut membentuk sebuah tabung jantung tunggal yang agak bengkok, yang terdiri atas suatu tabung endokardium di sebelah dalam dan pelapis myocardium di sekelilingnya. Pada minggu keempat sampai ketujuh, jantung terbagi dalam suatu bangunan khas yang berkamar empat.

Pembentukan dan Kedudukan Tabung Jantung Pada mulanya, bagian tengah daerah kardiogenik terletak di depan lempeng prekordial dan lempeng saraf. Akan tetapi, karena lempeng saraf menutup dan terbentuk gelembung-gelembung otak, system saraf pusat berkembang demikian cepatnya kearah kepala sehingga melewati daerah kordiogenik tengah dan daerah yang kemudian akan menjadi rongga pericardium. Sebagai akibat pertumbuhan otak dan mudigah yang melipat dengan arah yang spesifik, lempeng prekordal (yang akan menjadi membrane bukofaringealis) tertarik ke depan, dan jantung serta ronnga pericardium pertama kali terletak di daaerah leher dan akhirnya di dada. Ketika mudigah melipat secara sefalokaudal, ia juga melipat ke lateral. Akibatnya, daerah kaudal kedua tabung endotel tersebut saling mendekat dan bersatu, kecuali di ujung pangkal kaudalnya. Bersamaan dengan itu, bagian lengkungan ytang berbentuk tapal kuda meluas membentuk yang nantinya akan mejadi traktus aliran keluar dan daerah-daerah ventrikel. Dengan demikian jantung menjadi sebuah tabung yang terus-menerus meluas, dengan menerima aliran darah vena dari kutup kaudalnya dan mulai memompakan darah keluar dari lengkung aorta pertama menuju ke aorta dorsalis. Tabung jantung yang sedang berkembang tersebut berangsur-angsur menonjol ke dalam rongga pericardium. Akan tetapi, pada mulanya, tabung jantung tersebut masih menempel ke sisi dorsal rongga pericardium melalui sebuah lipatan jaringan mesoderm, mesokardium dorsal. Mesokardium ventral tidak pernah dibentuk. Dengan berlanjutnya perkembangan, mesokardium dorsal juga menghilang, dengan terbentuknya sinus pericardial transversal yang menghubungkan kedua sisi rongga pericardium. Jantung sekarang tergantung di rongga ini oleh pembuluh-pembuluh darah katup kaudal dan kranialnya. Sewaktu hal ini terjadi, mesoderm yang terletak di sekililing tabung endokardium berangsur-angsur menebal, dan membentuk miokardium. Selanjutnya, miokardium

mensekresi suatu lapisan tebal matriks ekstraaseluler, yang kaya ajan asam hialuronat, yang memisahkannya dari endothelium. Di samping itu sel-sel mesotel dari daerah sinus venosus bermigrasi ke atas jantung untuk membentuk epikardium. Dengan demikian dinding tabung jantung terdiri atas tiga lapisan: (a) endokardium, yang membentuk lapis endotel di sebelah dalam jantung; (b) miokardium, yang membentuk dinding otot; dan (c) epikardium atau pericardium visceral, yang melapisi bagian luar tabung jantung.

Pembentukan Rongga Jantung Tabung jantung terus memanjang dan membengkok, pada hari ke-23 bagian sefalik tabung tersebut membengkok kearah ventral dan kaudal dan ke kanan, sementara bagian atrium (kaudal) bergeser kearah dorsokranial dan ke kiri. Pembengkokan ini, yang mungkin disebabkan oleh perubahan-perubahan bentuk sel, membentuk rongga jantung dan selesai pada hari ke-28. Sementara rongga jantung dibentuk, perluasan-perluasan local terlihat disepanjang tabung tersebut. Bagian atrium, yang awalnya merapakan sepasang struktur yang terletak di luar rongga pericardium., membentuk sebuah atrium komunis dan masuk ke dalam rongga pericardium. Persambungan antroventrikel tetap sempit dan membentuk saluran

antroventrikular, yang menghubungkan atrium komunis dengan ventrikel embrionik awal. Bulbus kordis sempit kecuali dibagian sepertiga proksimalnya. Bagian ini akan membentuk bagian ventrikel kanan yang bertrabekula. Bagian tengah, yang dikenal sebagai konus kordis, akan membentuk saluran-saluran aliran keluar untuk kedua ventrikel. Bagian distal bulbus, trunkus arteriosus, akan membentuk akar dan bagian proksimal aorta dan arteri pulmonalis. Persambungan antara ventrikel dan bulbus kordis, yang dari luar ditunjukkan oleh sulkus bulboventrikular, masih sempit dan disebut sebagai foramen interventrikularis. Pada akhir pembentukan jantung tersebut, tabung jantung yang berdinding halus mulai membentuk trabekula primitif di dua daerah yang sama sekali terpisah tepat di sebelah proksimal dan distal foramen interventrikularis primer. Bagian atrial dan bagian-bagian lain bulbus untuk sementara tetap berdinding halus. Ventrikel primitif, yang sekarang bertrabekula, disebut ventrikel kiri primitif. Demikian juga, sepertiga bagian proksimal bulbus kordis yang bertrabekula boleh disebut sebagai ventrikel kanan primitif. Bagian konotrunkal tabung jantung, yang mula-mula terletak di sisi kanan rongga jantung, perlahan-lahan bergeser ke posisi yang lebih medial. Perubahan posisi ini adalah akibat dari pembentukan dua pelebaran melintang atrium, yang menonjol pada kedua sisi bulbus kordis.

Perkembangan Sinus Venosus Pada pertengahan minggu keempat, sinus venosus menerima darah vena dari kornu sinus kiri dan kanan. Setiap kornu menerima darah dari tiga vena penting (a) vena vitellina atau vena omfalomesenterika, (b) vena umbilikalis, dan (c) vena kardinalis komunis. Pada mulanya, hubungan antara sinus dan atrium adalah lebar. Akan tetapi, tidak lama kemudian muara sinus bergeser ke kanan. Pergeseran ini terutama disebabkan oleh pintas darah dari kiri ke kanan, yang terjadi pada sistem vena selama perkembangan minggu keempat dan kelima. Dengan menutupnya vena umbilikalis kanan dan vena vitellina kiri pada minggu kelima, kornu sisi kiri menjadi tidak penting lagi. Jika akhirnya vena kardinalis komunis sinistra menutup pada minggu kesepuluh, yang tersisa dari kornu sinus hanya vena oblikus dari atrium sinistra dan sinus koronarius. Sebagai akibat pintas dari kiri ke kanan, kornu sinus kanan dan vena-vena di sisi kanan sangat melebar. Tanduk kanan, yang kini merupakan satu-satunya hubungan antara sinus venosus asli dengan atrium, menyatu dengan atrium kanan untuk membentuk bagian atrium kanan yang berdinding licin. Muaranya, orifisium sinuatrial, diapit di sisi kanan dan

kiri masing-masing oleh sebuah lipatan katup, katup vena kanan dan kiri. Di sebelah dorsokranial, kedua katup ini bersatu sambil membentuk sebuah rigi yang dikenal sebagai septum spurium. Pada mulanya, katup-katup ini besar, akan tetapi setelah kornu kanan sinus venosus menyatu dengan dinding atrium, katup vena kiri dan septum spurium bersatu dengan sekat atrium yang sedang terbentuk. Bagian atas katup vena kanan hilang semuanya. Bagian bawah berkembang menjadi dua bagian: (a) katup vena kava inferior dan (b) katup sinus koronarius. Krista terminalis membentuk garis pemisah antara bagian asli atrium kanan yang bertrabekula dan bagian berdinding licin (sinus venarum) yang berasal dari kornu sinus kanan.

Pembentukan Sekat-Sekat Jantung Sekat jantung utama terbentuk antara hari ke-27 dan ke-37 perkembangan mudigah, ketika mudigah mengalami pertumbuhan panjang dari 5 mm hingga kurang lebih 16-17 mm. Salah satu cara pembentukan sekat antara lain adalah dua massa jaringan yang sedang tumbuh aktif saling mendekat hingga menjadi satu, dan dengan demikian membagi lumen menjadi dua saluran yang terpisah. Sekat seperti itu dapat pula terbentuk karena pertumbuhan aktif satu massa sel saja yang terus meluas hingga mencapai sisi lumen diseberangnya. Pembentukan massa-massa jaringan semacam itu tergantung pada sintesis dan deposisi matriks-matriks ekstraseluler dan prolierasi sel. Massa, yang dikenal sebagai bantal-bantal endokardium, tumbuh di daerah atrioventrikel dan konotrunkal. Di lokasi-lokasi ini, mereka membantu pembentukan sekat atrium dan ventrikel (bagian membranosa), saluran atrioventrikularis, dan pembuluh aorta dan pulmonalis. Cara pembentukan sekat yang lain tidak melibatkan bantal-bantal endokardium. Jika, misalnya, segaris kecil jaringan di dinding atrium atau ventrikel gagal bertumbuh, sedangkan daerah di kanan kirinya meluas dengan pesat, maka akan terbentuk sebuah rigi yang sempit diantara kedua bagian yang sedang meluas tersebut. Jika pertumbuhan bagian-bagian yang meluas tadi berlangsung terus di kedua sisi rigi sempit itu, kedua dindingnya akan saling mendekat dan mungkin bersatu, dengan demikian terbentuklah sebuah sekat. Sekat semacam ini tidak pernah akan membagi rongga asalnya secara sempurna, tetapi akan meninggalkan sebuah saluran penghubung yang sempit diantara kedua bagian yang meluas tersebut. Biasanya saluran itu kemudian ditutp (sekunder) olrh jaringan yang berasal dari proliferasi jaringan disekitarnya. Sekat semacam ini terbentuk untuk memisahkan sebagian atrium dan ventrikel.

Pembentukan Sekat di Dalam Atrium Komunis Pada akhir minggu keempat, suatu rigi berbentuk bulan sabit tumbuh dari atap atrium komunis ke dalam lumen. Rigi ini dianggap sebagai bagian pertama dari septum primum. Kedua kaki sekat ini meluas ke arah bantalan endokardium di dalam kanalis atrioventrikularis. Lubang di antara tepi bawah septum primum dan bantalan-bantalan endokardium ialah ostium primum. Dalam perkembangan selanjutnya, perluasan bantalanbantalan endokardium superior dan inferior tumbuh di sepanjang tepi septum primum,

dengan demikian berangsur-angsur menutup ostium primum. Akan tetapi, sebelum penutupan tersebut sempurna, kematian sel menghasilkan lubang pada septum primum. Jika lubanglubang itu bergabung menjadi satu, terbentuk ostium sekundum, dengan demikian tetap terdapat aliran darah yang bebas dari atrium primitif kanan ke kiri. Ketika lumen atrium kanan meluas akibat menyatunya kornu sinus, timbullah suatu lipatan baru berbentuk bulan sabit. Lipatan baru ini, yaitu septum sekundum, tidak pernah membentuk sekat pemisah yang sempurna di dalam rongga atrium. Kaki depannya meluas ke bawah ke arah se