Karbonate Base Metal gold

download Karbonate Base Metal gold

of 14

  • date post

    16-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    50
  • download

    12

Embed Size (px)

description

Karbonate Base metal gold

Transcript of Karbonate Base Metal gold

Injeksi hidrotermal pada breksi yang jelas sebagai sarana munculnya jenis Fe sulfida, dan menunjukkan penurunan komposisi sulfida, dari larutan menjadi breksi crackle yang berubah secara perlahan dari pengisi struktur atau kontak breksi yang dipenuhi pirit. Alterasi dan mineralisasi Dua kejadian utama dari aktivitas hidrotermal telah diketahui di tambang Kelian (Gbr. 7.20). Rangkaian Tuff/Epiklastik dan kontak intrusi andesit yang terpecah-pecah menampilkan Tahap pertama dari kuarsa-adular'ia-serisit + kalsit dan alterasi philitik yang kuat (kuarsaserisit + adular'ia). Alterasi dari Klorit-karbonat + epidot terjadi kurang dari jumlah permeabel core dari intrusi andesit. Adular'ia ditemukan berada pada kedalaman, seperti serisit yang mendominasi di tingkat dangkal, dan tetap berlangsung dalam perubahan akhir. Analisis dari inklusi fluida pada kuarsa dan karbonat menunjukkan bahwa fluida tersebut mendidih secara berkala di temperatur mesothermal (280-350oC), dan relatif encer ( 10% berat NaCl), daripada pembentukan awal kuarsa. Data inklusi fluida menunjukkan bahwa pada kedalaman 500-1000 m, dibawah muka air purba, dapat terpapar oleh peristiwa erosi. Lingkungan spesies karbonat mempunyai karakteristik dengan kedalaman, dan ini ditunjukkan dengan baik di ujung utara dari endapan (Gbr. 7.21). Besi (siderit) dan mangan

(rhodochrosite) karbonat ditemui pada laut dangkal, sedangkan magnesium-kalsium (dolomit) karbonat tetap berada di kedalaman. Multi-elemen karbonat ( kutnahorite, Mg-MnCa-Fe) ditemui pada kedalaman menengah, di mana terjadi pencampuran panas, terjadi pengkayaaan Ca-Mg dan pendinginan, terjadi penurunan cairan yang kaya Fe-Mn. Zona pencampuran ini biasanya menggambarkan daerah mineralisasi emas ekonomis. Sfalerit yang miskin Fe pada tingkat dangkal dan di selatan, dan semakin meningkat kandungan Fe untuk sfalerit marmatitic di kedalaman dan ke timur laut. Kondisi yang lebih panas pada bagian utara Kelian yang terlihat jelas dalam perkembangan dari Fe-Mn karbonat pada tingkat dangkal, menjadi Ca-Mg karbonat dan pirhotit di kedalaman (Gambar 7.21). Intergrowth lokal dari pirhotit dengan magnetit, dan berubah menjadi sfalerit dengan pengkayaan lebih Fe di kedalaman ke utara, merupakan indikasi menurunnya kondisi proksimal pada sumber intrusi. Zonasi karbonat yang luas di selatan menunjukkan bahwa pencampuran progresif dan menghasilkan mineralisasi tingkat rendah terjadi, sedangkan zona karbonat terlihat menyempit ke utara yang menunjukkan pendinginan cepat dari cairan panas yang naik, dan sumber lokal mineralisasi emas tingkat tinggi. Terlipat dan terubah menjadi bilah karbonat yang kaya Mn di zona tingkat tinggi yang ditafsirkan untuk mencerminkan pendinginan cepat dari dua fase cairan mendidih. Jadi di Kelian, gaya perubahan memberikan indikasi arah aliran fluida yang disimpulkan dari sumber magmatik dan membantu dalam identifikasi zona kelas yang lebih tinggi secara lokal. 2. Porgera, Papua Nugini Tambang emas Porgera (mengandung emas > 14 M oz) terdiri dari dua sistem mineralisasi : tambang dengan endapan carbonate-base metal gold di tambang terbuka Waruwari, dan mineralisasi epithermal quartz gold-silver yang diekstraksi terutama dari operasi pertambangan bawah tanah daerah VII (meskipun secara lokal juga terdapat pada pit terbuka; Corbett et al, 1995.). Eksplorasi berkembang awalnya dari pendulangan emas dari hilir dengan pengawasan Pemda setempat pada tahun 1938, kepada para penambang aluvial berikutnya, kemudian evaluasi secara massal dari potensi rendah di Waruwari dilakukan selama tahun 1970-an, didorong oleh kenaikan harga emas pada tahun 1980, dan penemuan Zona VII dengan mineralisasi tinggi pada tahun 1983 (Henry, 1988). Produksi dari tambang bawah tanah dimulai pada tahun 1990 dan tambang terbuka pada tahun 1992. Pembahasan berikut ini terutama diambil dari Corbett et al, (1995)., Fleming et al. (1986), Handley dan Henry (1990), Richards (1990), dan Richards dan Kerrich (1993).

Struktur Kompleks intrusi Porgera (Porgera Intrusion Complex/PIC) telah membentuk serpih berkapur secara setempat dari lapisan Formasi sedimen Chim (Davies, 1983) yang merupakan bagian dari melange yang terangkat dari New Guinea Orogen (Rogerson et al, 1987.). Pembentukan dari PIC pada 6 Ma (Richards dan McDougall, 1990), yang dibatasi oleh persimpangan dari busur pengalihan NNE struktur normal Porgera (PTS), dengan struktur paralel busur WNW (Gambar 3.4, 7.22; Corbett, 1994; Corbett et al, 1995).. Salah satu struktur busur paralel tersebut menuju barat Porgera, terlihat pada peta geologi Wabag 1:250.000 (Davies, 1983) dan citra landsat, dan telah dipetakan oleh ahli geologi yang tergabung kedalam Venture Porgera Joint sebagai sesar geser yang menonjol (Gambar 7.22, Corbett et al., 1995). Pergantian struktur secara terpisah pada bagian lempeng yang mensubduksi (Gambar 3.3), dan diinterpretasikan oleh Hill (1990) dan secara lokal memfasilitasi rotasi dextral dari prisma akresi. Struktur akresi menampilkan perubahan orientasi seluruh PTS dari normal ke pergantian struktur, dan WNW di sisi barat PTS, menuju NNW ke timur (Gambar 7.22). Satu set struktur ENE cenderung terbentuk secara normal hingga bagian timur diputar prisma akresi yang disebut akresi sendi (accretionary joints) (Corbett et al, 1995.), dan merupakan sumber mineralisasi (pada bagain bawahnya). PTS juga membatasi sistem intrusi gunung Kare pada 15 km sebelah BD dari Porgera (Corbett 1994;. Gambar 7.22). Mineralisasi emas sangat erat kaitannya dengan PIC (Richards dan Kerrich, 1993), yang terdiri dari stocks dan dikes dari hornblende porfiritik dan diorit augit-hornblende, mengandung olivin secara setempat, dan kemudian banyak calc-alkaline sills dan dikes andesit, dan tahap akhir terdapat porfiri feldspar (Gambar 7.23). Tersingkapnya intrusi yang disimpulkan untuk mewakili apophyses yang memancar dari pusat pengisi, dan sumbat magma yang terkubur terlihat sebagai anomali aeromagnetik yang menonjol (Gambar 7.23, Corbett et al. 1995). Sebuah pengisian oleh stock di tengah PIC, disimpulkan dari data magnetik, untuk menghubungkan fitur magnet di kedalaman, dengan tersingkapnya sill dan stock-like (Gbr. 7.23). Intrusi Waruwari tidak memiliki akar magnetik proksimal dan mungkin telah terlepas dari posisi semula sebelum terjadi mineralisasi. Kemudian potong memotong tubuh feldspar porfiri yang disimpulkan berasal dari kompleks diferensiasi intrusi yang sama seperti gold-bearing magmatic fluids. Bagian atas PIC tampaknya termiringkan untuk mengekspos ujung selatan di mana seperti intrusi sill yang menunjukkan lereng curam, dan penunjaman lereng di utara secara setempat dibatasi oleh sedimen yang terbakar (misalnya, Peruk, Gambar 7.23.; G. Corbett, unpubl. Peta, 1980).

Unsur-unsur struktur Porgera (. Gbr. 7.23, 7.24, Corbett et al, 1995), meliputi: * Rekahan arah NNE jelas pada citra landsat dan foto udara berupa kelurusan yang kelanjutan dari perpindahan struktur pada kerak Porgera melewati lapisan sedimen yang terlipat dan terpatahkan. Beberapa rekahan telah dipetakan sebagai shear di daerah tambang dan banyak terdapat mineralisasi awal dari carbonate-base metal gold muncul sebagai sumber dalam rekahan NNE yang juga muncul secara setempat tahap terakhir pembentukan stock feldspar porfiri.

Gambar 7.21 * Arah ENE struktur lipatan akresi, yang meliputi sesar Roamane dan sesar paralel, yang disimpulkan mengalami undergone dilation dan beberapa sesar geser dextral oleh pergerakan dextral setempat pada perpindahan struktur Porgera (Gambar 7.23, Corbett, 1994). Perluasan setempat termasuk pergerakan sesar dextral dan sesar normal pada sesar Roamane memberikan informasi penting sumber bijih pada lingkungan dilational untuk mineralisasi kuarsa epitermal-roscoelite dibahas dalam sesi 7.iv.d.1. Hal ini dikembangkan dengan baik sebagai jog pada sesar Roamane dan hanging wall splits yang menyebar ke dalam tambang terbuka (Gambar 7.24).

Sebuah feldspar porfiri ditempatkan di persimpangan perpindahan struktur dan sesar Roamane, menampilkan bentuk kerucut terbalik. Bagian atas kerucut meluas ke selatan ke arah Bukit Waruwari, serta di sepanjang sesar Roamane dan hingga hanging wall splits (Gambar 7.23, 7.24). Sebuah feldspar porfiri serupa di Wangima yang terbentuk setempat oleh persimpangan yang sama dan dipetakan bermigrasi ke lipatan akresi ENE (G. Corbett, unpubl. Peta, 1980) bagian utara dari sesar Roamane. Alterasi dan mineralisasi Kedua jenis perubahan/alterasi, urat dan mineralisasi di Porgera diinterpretasikan oleh Corbett dkk. (1995) yang diendapkan dari cairan yang bersumber dari lelehan yang sama sebagai tahap akhir intrusi feldspar porfiri. Tahap 1 perubahan logam carbonate-base, urat dan mineralisasi emas, yang dimanfaatkan dalam tambang terbuka, akan dibahas di bawah ini. Sistem roscoelite-bearing epithermal quartz gold-silver dijelaskan kemudian dalam bagian (7.iv.d.1).

Gambar 7.22

Gambar 7.23 Penempatan dari PIC ke formasi Chim yang tidak kompeten untuk karbon menjadi sedimen berkapur mengakibatkan pembentukan zona kontak alterasi yang rapuh/brittle yang meluas hingga 50-100 m dari intrusi (Gambar 7.24, 7,25). Patahan selanjutnya dari sedimen brittle yang terubah membentuk permeabilitas untuk larutan hidrotermal, terutama pada retakan yang terbentuk oleh PTS. Stadium I alterasi dan mineralisasi terjadi pada epitermal dalam ke tingkat mesothermal dan ditandai oleh perubahan awal dari quartz-sericite, diikuti oleh mineralisasi sulfida masif dan perkembangan akhir urat karbonat (Gbr. 7.26). Data inklusi cairan (Richards dan Kerrich, 1993) mencerminkan pendinginan dari awal kuarsa (Th sekitar 318oC) hingga sfalerit akhir (rata-rata Th 273 oC). Urat ini menyamakan tipe bijih A dan B dari Fleming et al. (1986). Urutan mineralisasi sulfida digambarkan sebagai : pirit -> sfalerit -> galena -> kalkopirit / tennantite, dan berlanjut sampai fase pengendapan karbonat. Emas terbentuk cepat secara inklus