KARAKTERISTIK PENDERITA PERDARAHAN UTERUS...

Click here to load reader

  • date post

    11-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of KARAKTERISTIK PENDERITA PERDARAHAN UTERUS...

24 | Jurnal Kedokteran Mulawarman, 2018; 6(3) ISSN 2443-0439

KARAKTERISTIK PENDERITA PERDARAHAN UTERUS ABNORMAL DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA 2015-2016

Manalu Sesilia Anita Tiodoraa, Novia Fransiskab, Hadi Irawiramanc

a Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman b Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda c Bagian Patologi Anatomi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Korespondensi: [email protected]

Abstrak Perdarahan uterus abnormal (PUA) mengacu pada frekuensi, durasi, atau kuantitas perdarahan menstruasi yang tidak normal, yang merupakan penyebab lebih dari 70% kunjungan ke dokter ginekologi pada wanita perimenopause dan pascamenopause. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi usia penderita, paritas, keluhan utama, gambaran histopatologi, dan kadar hemoglobin pada kasus PUA di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda periode 2015-2016. Penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medik penderita PUA. Hasil penelitian menunjukkan dari 165 kasus PUA didapatkan sebagian besar pasien berusia antara 41-50 tahun, yaitu 53,94% pasien dan paling jarang ditemukan pada usia >60 tahun, yaitu 1,82% pasien. Multipara adalah paritas mayor pada kasus PUA, yaitu 59,40% pasien dan grande multipara adalah paritas minor pada kasus PUA, yaitu 7,27% pasien. Perdarahan pervaginam adalah keluhan utama yang paling dominan, yaitu 81,21% pasien dan infertilitas merupakan keluhan utama yang paling jarang, yaitu 0,61% pasien. Hasil histopatologi yang paling umum adalah hiperplasia endometrium simpel, yaitu 49,56% pasien dan tidak ditemukan endometrium fase sekresi. Anemia berat merupakan kadar hemoglobin yang paling dominan, yaitu 51,75% pasien dan kadar hemoglobin normal paling jarang ditemukan, yaitu 11,40% pasien. Disimpulkan bahwa, penderita PUA di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda periode 2015-2016 paling sering pada usia 41-50 tahun, multipara, keluhan utama perdarahan pervaginam, hasil histopatologi hiperplasia endometrium simpel, dan anemia berat.

Kata Kunci: perdarahan uterus abnormal (PUA), paritas, gambaran histopatologi, kadar hemoglobin

Abstract Abnormal uterine bleeding (AUB) refers to a frequency, duration, or quantity of abnormal menstrual bleeding, which is the cause of more than 70% of visits to gynecologist in perimenopausal and postmenopausal women. The aims of this study was to know the distribution of patients age, parity, major complaints, histopathological pattern, and hemoglobin levels in AUB cases at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda in the 2015-2016 period. A retrospective descriptive study was done using medical record data of AUB patients. The results show from 165 AUB cases obtained most of the patients were between 41-50 years of age was 53.94% patients and most rarely found at the age of >60 years was 1.82% patients. Multiparous was the major parity in AUB cases was 59.40% patients and grand multiparous was the minor parity in AUB cases was 7.27% patients. Vaginal bleeding was the most dominant major complaints was 81.21% patients and infertility was the most infrequent major complaints was 0.61% patients. The commonest histopathology results was simple endometrial hyperplasia was 49.56% patients and secretory endometrium phase wasnt found. Severe anemia was the most dominant hemoglobin levels was 51.75% patients and normal hemoglobin levels was most rarely found was 11.40% patients. It was concluded that AUB patients at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda in the 2015-2016 period most often at the age of 41-50 years, multiparous, the major complaints was vaginal bleeding, the histopathology results was simple endometrial hyperplasia, and severe anemia.

Jurnal Kedokteran Mulawarman, 2018; 6(3) | 25

Keywords: abnormal uterine bleeding (AUB), parity, histopathological pattern, hemoglobin levels

PENDAHULUAN

Perdarahan uterus abnormal (PUA) adalah

suatu istilah yang mengacu pada frekuensi, durasi,

ataupun kuantitas perdarahan menstruasi yang

tidak normal.1 Pada kondisi menstruasi normal,

volumenya adalah kurang dari 80 ml per siklus,

dengan durasi kurang dari atau sama dengan 7 hari

perdarahan aktif, dan frekuensi 21-35 hari.2 Salah

satu kondisi ginekologis yang paling umum dialami

oleh wanita usia reproduktif adalah PUA. Lebih dari

70% kunjungan ke ginekologi pada wanita

perimenopause dan pascamenopause disebabkan

oleh PUA.3

Penelitian yang dilakukan di Departemen

Obstetri dan Ginekologi Era Medical College pada

tahun 2014 di Lucknow, India, pada 100 wanita

kelompok usia perimenopausal (41-51 tahun)

menunjukkan hasil PUA terjadi pada 38% wanita

berusia 40-43 tahun, 41% wanita berusia 44-47

tahun, dan 21% wanita berusia 48-51 tahun. Angka

kejadian terbesar PUA terjadi pada sebagian besar

wanita multipara yang memiliki 2-4 anak, yaitu

53%.4 Dari beberapa negara berkembang

didapatkan data seperempat penduduk

perempuan dilaporkan pernah mengalami

menoragia, 21% mengeluh siklus haid memendek,

17% mengalami perdarahan antar haid, dan 6%

mengeluh perdarahan pascasanggama.5

Perdarahan uterus abnormal merupakan

penyebab tersering perdarahan abnormal

pervaginam pada masa reproduksi wanita. Dari

hasil penelitian, PUA terjadi pada 5-10% wanita di

Indonesia. Lebih dari 50% terjadi pada masa

perimenopause, 20% terjadi pada masa remaja,

dan 30% terjadi pada wanita usia produktif.6

Prevalensi PUA sebanyak 12,48% di RSUD Dr.

Soetomo Surabaya pada tahun 2007 dan 2008 dan

8,8% dari seluruh kunjungan poli kandungan.5

Mayoritas wanita dengan PUA mengalami

keluhan utama 45% menoragia, 23% polimenorea,

dan 19% metroragia.4 Perdarahan uterus abnormal

meliputi oligomenorea, polimenorea,

hipomenorea, menoragia, metroragia, dan

perdarahan uterus disfungsional (PUD).1

Oligomenorea adalah perdarahan haid dengan

siklus yang lebih panjang dari normal (>35 hari).

Polimenorea adalah perdarahan haid dengan siklus

yang lebih pendek dari normal (80 ml) dan/atau

durasi lebih lama dari normal (>7 hari) dengan

siklus normal yang teratur. Metroragia adalah

perdarahan haid dengan jumlah darah lebih banyak

dan/atau durasi lebih lama dari normal dengan

siklus yang tidak teratur. PUD adalah gangguan

haid tanpa adanya keadaan patologi pada panggul

dan penyakit sistemik.5

Perdarahan uterus abnormal dibagi menjadi

tiga jenis, yaitu (1) PUA akut merupakan

perdarahan haid yang banyak sehingga perlu

dilakukan penanganan yang cepat untuk mencegah

kehilangan darah. PUA akut dapat terjadi pada

kondisi PUA kronik atau tanpa riwayat sebelumnya;

(2) PUA kronik adalah perdarahan haid yang telah

terjadi lebih dari 3 bulan. Kondisi ini biasanya tidak

memerlukan penanganan yang cepat dibandingkan

PUA akut; (3) Perdarahan tengah (intermenstrual

26 | Jurnal Kedokteran Mulawarman, 2018; 6(3) ISSN 2443-0439

bleeding) adalah perdarahan haid yang terjadi di

antara dua siklus haid yang teratur. Perdarahan

dapat terjadi kapan saja atau dapat juga terjadi di

waktu yang sama setiap siklus. Istilah ini ditujukan

untuk menggantikan terminologi metroragia.7

Perdarahan menstruasi yang berat menyebabkan

anemia defisiensi besi dan membatasi aktivitas

normal pada dua pertiga wanita yang kehilangan

>80 ml darah per siklus menstruasi.8

Berdasarkan FIGO (International Federation of

Gynecology and Obstetrics), terdapat sembilan

kategori utama penyebab PUA yang disingkat

menjadi PALM-COEIN.9 Golongan PALM (Polyp,

Adenomyosis, Leiomyoma, and Malignancy)

menunjukkan adanya kelainan struktur anatomik,

sedangkan golongan COEIN (Coagulopathy,

Ovulatory disorders, Endometrial disorders,

Iatrogenic, and Not yet classified) menunjukkan

kelainan non-struktur atau fungsional.10 Suatu

penelitian dilakukan di Mediciti Institute of Medical

Sciences, a Rural Tertiary Teaching Hospital di

Telengana, India dengan sampel 250 wanita tidak

hamil pada usia reproduktif antara 25-45 tahun.

Hasilnya 60,4% PALM dan 39,6% COEIN. Leiomioma

adalah penyebab paling umum dari PUA (30,4%)

dan gangguan ovulasi sebagai penyebab kedua

(13,6%). Penyebab lainnya adalah 12% gangguan

endometrium, 12% adenomiosis, 11,6% iatrogenik,

10,4% polip, 7,6% keganasan, 1,6% belum

terklasifikasi, dan 0,8% koagulasi.11

Studi histopatologi endometrium pada wanita

perimenopause dan paskamenopause dengan PUA

sangat membantu untuk mendiagnosis hiperplasia

dan karsinoma endometrium. Studi prospektif di

Hospital and Research Center, Nashik, India

menemukan bahwa yang paling menonjol, yaitu

29% endometrium proliferatif, 28% hiperplasia

simpleks non atipik, 20% sekretorik, diikuti dengan

pola lainnya.12 Penelitian yang dilakukan di RSUP

Prof. R. D. Kandou Manado, selama periode 2

tahun didapatkan 51 kasus PUA, angka kejadian

terbesarnya ditemukan pada usia 41-50 tahun,

multipara, Indeks Massa Tubuh normal, jenis

leiomioma, dan hasil PA hiperplasia.13

Berdasarkan uraian di atas, peneliti ingin

mengetahui karakteristik penderita PUA yang

bertujuan untuk m