Kampanye PR

download Kampanye PR

of 18

  • date post

    31-Oct-2014
  • Category

    Documents

  • view

    46
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Public Relation

Transcript of Kampanye PR

Universitas Muhammadiyah Jakarta

KAMPANYE PR

Proposal Kampanye Obesitas Pada AnakAgung sedayu

2009140020KATA PENGANTARPuji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmatNya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan proposal ini. Penulisan proposal adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah kampanye PR. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan proposal ini. Dalam penulisan Proposal ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan proposal ini, khususnya kepada :1. Rekan-rekan semua yang berada dalam satu Fakultas Ilmu Sosial Dan

Ilmu Politik yang khususnya berada dalam satu lingkungan program Publik Relation.2. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga

tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis, baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan proposal ini.3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah

memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan untuk penyelesaian tugas proposal ini.

Proposal Kampanye Obesitas Pada Anak

Kampanye PR adalah sebuah mata kuliah yang dimana membahas mengenai bagaimana berhubungan dengan media untuk mendapatkan suatu publisitas atau pemberitaan tentang hal tertentu sehingga informasinya sampai pada masyarakat. Kali ini saya telah menyusun sebuah proposal mengenai kampanye obesitas pada anak. Dari sekian banyaknya tema kampanye yang ada, saya memilih tema kampanye ini karena isu obesitas pada anak di Indonesia hingga kini sudah mulai mengkhawatirkan. Berikut ini penjelasan proposal lebih lengkapnya serta lampirannya.

1. Profil usahaNama perusahaan adalah Agung Sedayu Life

Agung sedayu life

Salah satu perusahaan media relation yang selalu tajam dan peka dalam membahas dan mengangkat tema berkaitan permasalahan-permasalah kritis yang masih terjadi di negara ini secara meluas. Hal tersebut tercermin pada nama perusahaan, yaitu WHITE TIGER yang berarti HARIMAU dalam bahasa Indonesia. HARIMAU yang peka dan memiliki pandangan tajam terhadap mangsanya dianalogikan dengan cara kerja perusahaan ini dalam melihat suatu permasalahan. HARIMAU yang dapat berkelana menjelajahi hutan yang luas dianggap mencerminkan

bahwa perusahaan ini juga dapat menjangkau dan melihat suatu permasalahan yang terjadi dimana-mana dalam wilayah Indonesia yang luas.

2. Visi Menjadi perusahaan media relation yang kredibel se-indonesia. 3. Misi - Mengangkat isu-isu kritis yang terjadi di Indonesia - Mempersiapkan materi kampanye - Memberikan pelayanan (service) dengan mengutamakan kepuasan client

4. Problem Statement Kali ini, Agung Sedayu Life sebagai salah satu perusahaan media relation yang peduli terhadap isu-isu kritis di Indonesia, akan melakukan sebuah kampanye yang berkaitan dengan kesehatan, terutama kesehatan pada anak-anak. Obesitas pada anak telah menjadi masalah yang serius di dunia dan negara Indonesia akhirakhir ini. Lebih dari sembilan juta anak di dunia berusia 6 tahun ke atas mengalami obesitas, hingga kini angkanya terus melonjak dua kali lipat pada anak usia 2-5 tahun dan usia 12-19 tahun, bahkan meningkat tiga kali lipat pada anak usia 6-12 tahun. Obesitas yang terjadi pada anak-anak saat ini telah menjadi momok bagi masyarakat. Diperkirakan pada tahun 2020, anak yang menderita obesitas pada usia 7 tahun sampai 15 tahun mencapai 65 persen. Obesitas kian menjadi masalah di berbagai belahan dunia. Bahkan, anak yang mengalami obesitas sejak kecil berisiko terkena beragam penyakit di masa tua bahkan saat remaja. Anak dikatakan obesitas jika berat badannya 40 persen lebih tinggi dari berat badan ideal dan overweight jika berat badannya lebih tinggi 20 persen dari berat badan idealnya. Sayangnya, di Indonesia anak yang gemuk malah dianggap lucu. Penelitian yang dilakukan di empat belas kota besar di Indonesia, angka kejadian obesitas pada anak tergolong relatif tinggi, antara 10-20% dengan nilai yang terus meningkat hingga kini. Sekitar 95 persen obesitas anak disebabkan aspek nutrisional, sedangkan 5 persen adalah penyebab lain, seperti genetika, penyakit atau kelainan hormon. Tekanan darah tinggi (hipertensi) bisa ditemukan pada sekitar 20-30% anak yang kegemukan. Oleh karena itu segera ukur berat badan pada anak secara berkala.

Semakin maraknya restoran makanan junkfood (cepat saji) yang beredar di kota-kota besar disertai minimnya aktivitas anak dalam keseharian, mempengaruhi gaya hidup anak-anak, terutama di perkotaan. Gaya hidup yang cenderung tidak sehat itu mengakibatkan anak-anak berpontesi mengalami obesitas. Anggapan orang tua yang masih keliru bahwa anak yang lucu harus ditandai dengan bobot tubuh yang gemuk juga mengakibatkan obesitas pada anak rentan terjadi. Orangtua cenderung kurang teliti dan waspada dalam megawasi asupan makanan dan gizi pada anaknya. Padahal, pada kenyataannya banyak dampak negatif baik dari segi fisik maupun psikologis yang ditimbulkan apabila seorang anak mengalami bobot tubuh berlebih. Oleh karena itu Jangan biarkan anak kelebihan bobot segera cari solusinya. Perlu diperhatikan mengenai kesehatan dan gizi seimbang pada anak-anak agar perannya sebagai generasi penerus bangsa ini, tidak terhambat oleh masalah obesitas yang cenderung dapat berdampak fatal. Problem statement yang menjadi dasar kegiatan media planner adalah : Obesitas Ancam Masa Depan Anak Indonesia

5. Riset Data Berikut ini adalah beberapa data hasil dari riset yang telah dilakukan Agung Sedayu Life mengenai fakta-fakta obesitas pada anak : Jangan lagi menganggap anak gemuk itu lucu. Sejumlah studi menyimpulkan,anak-anak yang kelebihan berat badan sejak usia kurang dari 10 tahun akan menghadapi ancaman stroke pada usia 40 bahkan bisa dimulai sejak usia 30. Dari penelitian Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di empat belas kota besar di Indonesia, diperkirakan angka kejadian kegemukan pada anak tergolong relatif tinggi, antara 10-20% dari total populasi anak-anak Indonesia yang berumur 6-12 tahun dengan nilai yang terus bertambah hingga sekarang. Jakarta adalah salah satu kota yang memiliki tingkat kegemukan/ obesitas pada anak yang relatif tinggi, yaitu 9,6%-20%. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition juga kian menguatkan konsekuensi kesehatan yang bakal dialami terkait obesitas anak. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 172 anak tersebut menyimpulkan, anak usia delapan tahun yang kegemukan atau obesitas, menunjukkan sejumlah tanda atau gejala terkait faktor risiko penyakit jantung saat mereka mencapai usia remaja (15 tahun). Risiko tersebut antara lain tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang buruk, peningkatan kadar gula darah dan insulin (hormon pengatur kadar gula darah). Nutrisi berkaitan dengan pola makan. Penyebab kegemukan adalah ketidakseimbangan antara jumlah makanan yang masuk (input) dengan yang dikeluarkan (output) dalam bentuk tenaga untuk beraktivitas. Agar diperoleh nutrisi seimbang, para orangtua perlu mengetahui

kebutuhan kalori anaknya. Jangan sampai berlebihan karena tubuh manusia punya kemampuan mengubah kelebihan kalori menjadi lemak yang bisa menjadi biang kegemukan.

6. Planning Pada tahapan ini perusahaan Agung Sedayu Life telah menetapkan langkah-langkah yang akan dilakukan terkait kampanye mengenai obesitas anak ini. Berikut ini adalah penjabarannya sebagai berikut : a. Tema Kampanye Setelah mengetahui problem statement yang telah dijabarkan sebelumnya, yaitu Obesitas Ancam Masa Depan Anak Indonesia, maka tema kampanye yang diangkat adalah Kenali Kegemukan Pada Anak Sejak Dini Dengan mengangkat tema kampanye tersebut dilakukan,diharapkan dapat mengatasi problem statement yang ada. Selain itu untuk mendukung tema kampanye tersebut, tagline yang dipilih oleh SEDAYULIFE.ORG adalah Lucu Tak Berarti Harus Gemuk.

b. Target Audience - Jenis kelamin : perempuan dan laki-laki - Umur : 25-45 tahun - Status : menikah (orangtua) - Pekerjaan : ibu rumah tangga, business man/woman, tenaga pendidik (guru) - Geographic : perkotaan (Jakarta) - Status sosial : A-B

c. Tujuan Kampanye a. Meluruskan padangan masyarakat (target audience) bahwa anak yang lucu tidak selalu mutlak ditandai dengan bobot tubuh yang gemuk, bahkan berlebihan. b. Menyadarkan masyarakat (target audience) mengenai bahaya dan dampak negatif yang ditimbulkan pada anak yang memiliki bobot tubuh berlebih.

c. Memberikan informasi yang akurat dan tepat kepada masyarakat (target audience) mengenai pemberian makanan dengan gizi seimbang pada anak. d. Mengajak masyarakat (target audience) untuk memberikan arahan kepada anak mengenai kebiasaan hidup sehat sejak dini. Alasan kami memilih target audience dengan kriteria di atas karena orang tua dianggap memiliki peran penting terhadap anak-anak yang usianya masih berkisar 6-12 tahun. Setelah orang tua menyadari mengenai pentingnya kampanye ini diharapkan para orang tua tersebut dapat membimbing anak-anaknya menjalani hidup yang sehat. Selain itu para pendidik seperti guru juga dilibatkan dalam kampanye ini karena mereka dianggap berperan serta juga dalam mendidik anak-anak di sekolah dalam memberikan pengarahan mengenai hidup sehat.

Jangkauan wilayah yang menjadi target sasaran kampanye ini adalah daerah perkotaan terutama Jakarta. Hal tersebut didasarkan pada hasil penelitian yang diperoleh bahwa kota Jakarta memiliki tingkat obesitas pada anak yang cenderung meningkat dalam 10 tahun terakhir