KAK Wisata Hutan Mangrove Bontang

Click here to load reader

  • date post

    25-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    277
  • download

    90

Embed Size (px)

Transcript of KAK Wisata Hutan Mangrove Bontang

  • KERANGKA ACUAN KERJA

    JASA KONSULTANSI PERENCANAAN

    KEGIATAN

    PENINGKATAN PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA PARIWISATA

    PAKET PEKERJAAN JASA KONSULTANSI

    PERENCANAAN PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA KAWASAN

    WISATA HUTAN MANGROVE DI BONTANG

    LOKASI

    KOTA BONTANG

    SUMBER DANA

    APBD PROVINSI KALTIM TAHUN ANGGARAN 2014

  • I. PENDAHULUAN

    1. UMUM Sektor kepariwisatan memiliki potensi sebagai instrumen untuk meningkatkan

    kesejahteraan masyarakat baik melalui kegiatan ekonomi maupun non-ekonomi.

    Potensi ekonomi berkaitan dengan peran strategisnya dalam peningkatan PAD,

    penciptaan lapangan kerja dan berusaha bagi masyarakat. Potensi non-ekonomi

    berkaitan dengan manfaat langsung kegiatan kepariwisataan secara sosial,

    psikologis dan kultural.

    Sebagaifenomenakemanusiaan, nilai kemanfaatansektor kepariwisataan sangat

    tergantung pada pemanfaatan sumber daya manusia, alam, budaya, dan buatan.

    Kegiatan kepariwisataan dansumberdaya yang dipergunakan rnemiliki

    karakteristik khusus. Kegiatan yang terus berkembang di tengah jumlah dan

    kualitas sumberdaya yang relatifterbatas serta konteks yang terus

    berubahmenuntut dirumuskannya kebijakan dan penanganan tepat.

    Pariwisata Kalimantan Timur merupakan daerah tujuan wisata di Indonesia,

    memiliki potensi budaya dan pariwisata yang tak kalah menariknya dengan

    tujuan wisata lain di Indonesia. Hampir 90% objek wisata yang ada disediakan

    oleh alam Kalimantan, dan 10 % lainnya adalah obyek wisata buatan untuk

    mendukung kepariwisataan di daerah ini.

    Ketersediaanobyek wisata berupa alam denganflora dan faunanya [hutan, sungai,

    danau, jeram dan pantai) yang dibaur dengan budaya dan sejarah, serta dikemas

    dalam paket wisata ecotourism, menjadikan Kalimantan Timur sebagai tempat

    tujuan wisata, dan menempatkan posisinya pada segmen special interest group.

    Berdasarkaninventarisasijumlah,terdapat hampir lebih dari 220 titik lokasi wisata

    alam,30lokasi kawasan wisata budaya, dan 15 lokasi kawasan wisata buatan serta

    43 tempat peninggalan sejarah danbudaya. Disamping itu masih terdapat

    museum, taman budaya dan desa-desakerajinantradisionalyang sangatkaya akan

    inovasidan kreatifitas di seluruh wilayah Kalimatan Timur.

    Untuk menunjang segala wadah wisata yang tersebar di seluruh daerah di

    Kalimantan timur ini diperlukan sarana dan prasarana penunjang yang memadai

    dan menarik serta terjamin keamanan dan kenyamanan para pengunjung /

    wisatawan.

  • Berdasarkan hal tersebut maka dipandang perlu adanya jassa perencanaan

    sarana dan prasarana yang memadai dan memenuhi standar untuk daerah wisata

    yang layak untuk dikunjungi. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara matang sehingga memang mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan Pengguna Jasa.

    2. MAKSUD DAN TUJUAN

    2.1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi konsultan perencana yang memuat masukan, azas, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta di interprestasikan kedalam pelaksanaan tugas perencanaanyang sesuai dengan kepentingan Pengguna Jasa.

    2.2. Dengan penugasan ini diharapkan konsultan perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai dengan KAK ini.

    3. LATAR BELAKANG

    3.1. Seiring dengan berkembangnya sektor kepariwisataan di Provinsi Kaltim di, khususnya Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, guna terwujudnya Kalimantan Timur Sebagai Tujuan Wisata Minat Khusus Yang Berbasis Alam Dan Budaya Menuju Kesejahteraan Masyarakat Yang Berkesinambungan, maka dibutuhkan sarana dan prasarana daerah wisata yang memadai,aman,menari dan nyaman untuk dikunjungi guna menarik jumlah pengunjung wisatawan ke daerah wisata yang ada di Kalimantan timur.

    3.2. Infrastruktur yang diikuti dengan peningkatan Sumber Daya Manusia( SDM ), maka diperlukan fasilitas, sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukungprogram pemerintah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ), peran serta swasta dan masyarakat dalam pengembangan Kepariwisataan, Seni dan Budaya.

    3.3. Provinsi Kalimantan Timur yang jumlah penduduknya termasuk padat pada saat ini, dibandingkan dengan provinsi lainnya di indonesia adalah lokasi yang ideal pengembangankepariwisataan, Seni dan Budaya.

    3.4. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Perencanaan Obyek Wisata Unggulan yang berada di daerah Provinsi Kalimantan Timur.

    3.5. Pemegang mata anggaran adalah Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur.

  • 3.6. Untuk penyelenggaraan kegiatan termaksud, dibentuk organisasi Pengelola Kegiatan dan Pembentukan Panitia Pegadaan Barang/Jasa melalui Unit Layanan Pengadaan Provinsi Kalimantan Timur.

    4. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Pengguna Jasa untuk kegiatan ini adalah Kuasa Pengguna Anggaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan TimurTahun Anggaran 2014.Dalam pelaksanaan tugasnya, Kuasa Pengguna Anggaran dibantu langsung oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.

    II. KEGIATAN PERENCANAAN Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku khususnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007 tanggal 27 Desember 2007, tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, yang dapat meliputi tugas-tugas Pra-Perencanaan yang terdiri dari : 1. Persiapan atau penyusunan konsep perencanaan, seperti mengumpulkan data

    dan informasi lapangan, membuat interpretasi secara garis besar terhadap Kerangka Acuan Kerja, program kerja perencanaan, konsep perencanaan, sketsa gagasan, dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/ perizinan bangunan.

    2. Penyusunan pra-rencana, seperti membuat rencana tapak, prarencana bangunan, perkiraan biaya, laporan perencanaan, dan mengurus perizinan sampai mendapat keterangan rencana kota/kabupaten, keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan, dan penyiapan kelengkapan perijinan 9bila diperlukan) sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah setempat.

    3. Penyusunan pengembangan rencana, seperti membuat : 3.1. Rencana arsitektur, beserta uraian konsep dan visualisasi dwi dan trimitra

    bila diperlukan. 3.2. Rencana struktur, berserta uraian konsep dan perhitungannya. 3.3. Rencana mekanikal-elektrikal termasuk IT, berserta uraian konsep dan

    perhitungannya. 3.4. Spesifikasi teknis (Outline Specifications). 3.5. Perkiraan biaya.

    4. Rencana bangunan yang akan direncanakan adalah sebagai berikut : 4.1. Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendukung obyek wisata beserta

    kelengkapannya.

  • 4.2. Daerah obyek wisata yang direncanakan adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan Wisata

    Hutan Mangrove di Bontang, berupa Perencanaan pembuatan jalan kayu keliling area wisata, gazebo, Penataan landscape area wisata, fasilitas Kamar Mandi/WC dan prasarana lainnya yang dianggap menunjang obyek wisata tersebut.

    2. Perencanaan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan Wisata Hutan Mangrove di Bontang, berupa Perencanaan pembuatan jalan kayu keliling area wisata, gazebo, Penataan landscape area wisata, fasilitas Kamar Mandi/WC dan prasarana lainnya yang dianggap menunjang obyek wisata tersebut

    III. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN 1. Konsultan Perencana bertanggung-jawab secara profesional atasjasa

    perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tatalaku profesi yang berlaku.

    2. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagaiberikut :

    Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan standar hasil karya praperencanaan yang berlaku.

    Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan olehPengguna Jasa, termasuk melalui KAK ini, seperti dari segipembiayaan, waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan.

    Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan, standar dan pedoman teknis bangunan gedung serta prasarana yang berlaku pada umumnya dan khusus untuk bangunan gedung dan lansekap.

    IV. PEMBIAYAAN 1. BIAYA

    Besarnya biaya pekerjaan perencanaan untuk Konsultan Perencana sesuai dengan yang tercantum dalam DPA SKPD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2014. Biaya pekerjaan konsultan perencana dan tata cara pembayarandiatur secara kontraktual, meliputi komponen sebagai berikut :

    a. 1. Biaya Langsung Personil (Honorarium tenaga ahli dan tenaga

    penunjang). 2. Biaya Langsung Non Personil. 3. Jasa dan overhead perencanaan. 4. Pajak dan iuran daerah lainnya.

  • b. Besarnya Biaya Konsultan Perencana merupakan biaya tetap dan pasti pembayaran biaya konsultan perencana didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan pra-perencanaan yaitu : 1. Tahap persiapan atau penyusunan konsep perencanaan25%. 2. Tahap penyusunan pra-rencana 25%. 3. Tahap penyusunan pengembangan rencana 50%.

    2. SUMBER PENDANAAN Dalam pelaksanaannya paket pekerjaan Perencanaan ini membutuhkan perkiraan dana sesuai HPS adalah sebesar Rp. 164.216.000,00 ( seratus enam puluh empat juta dua ratus enam belas ribu rupiah ) untuk perencanaan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan Wisata Hutan Mangrove di Kota Bontang, biaya atas keseluruhan pekerjaan ini dibebankan pada DPA SKPD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2014.

    V. LAPORAN Keluaran yang dihasilkan oleh konsultan perencana