KAK RDTR Perdesaan Jangkar

download KAK RDTR Perdesaan Jangkar

of 27

  • date post

    15-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    263
  • download

    22

Embed Size (px)

description

Perencanaan

Transcript of KAK RDTR Perdesaan Jangkar

KERANGKA ACUAN KERJA

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) RDTRK PERDESAAN KECAMATAN JANGKAR

KERANGKA ACUAN KERJA(KAK)

RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN (RDTRK)PERDESAAN KECAMATAN JANGKAR KABUPATEN SITUBONDOTAHUN 2011

Uraian Pendahuluan

1.Latar Belakang

Penataan ruang dengan pendekatan kegiatan utama kawasan terdiri atas penataan ruang kawasan perkotaan dan penataan ruang kawasan perdesaan. Untuk mencapai pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan perlu adanya kebijakan yang mengintegrasikan pembangunan perkotaan dan perdesaan. Pengembangan perkotaan dan perdesaan yang seimbang membutuhkan penguatan perencanaan mulai tingkat nasional, regional sampai lokal. Upaya untuk mengkoordinasi pembangunan sektoral di daerah yang selama ini telah dilakukan dalam bentuk program pemanfaatan ruang, dapat diamati masih belum mantap. Hal ini terutama dikaitkan dengan keberadaan rencana tata ruang belum merupakan suatu kesatuan dengan rencana pembangunan jangka panjang maupun jangka menengah daerah, baik dari segi substansinya maupun landasan perundangannya.Penataan ruang kawasan perdesaan diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat perdesaan, pertahanan kualitas lingkungan setempat dan wilayah yang didukungnya, konservasi sumberdaya alam, pelestarian warisan budaya lokal, pertahanan kawasan lahan abadi pertanian pangan untuk ketahanan pangan, dan penjagaan keseimbangan pembangunan perdesaan dan perkotaan. Penyediaan infrastruktur dan layanan publik yang sesuai dengan karakter fisik perdesaan yang menyebar perlu juga dipertimbangkan, mengingat hubungan antara perkotaan dan perdesaan di sekitarnya tergantung dari infrastruktur yang menghubungkannya. Penataan ruang perdesaan harus disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan perekonomian dan sosial yang ada di kawasan yang bersangkutan. Kawasan perdesaan merupakan kawasan yang memiliki kegiatan utama disektor pertanian dalam arti luas baik tanaman pangan, perikanan, perkebunan, kehutanan maupun peternakan, termasuk didalamnya kegiatan pengelolaan tumbuhan alami dan kegiatan pengelolaan sumberdaya alam, dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa membangun pertanian dalam arti luas pada hakekatnya membangun perekonomian desa itu sendiri. Penataan ruang kawasan perdesaan diselenggarakan sebagai bagian dari penataan ruang wilayah nasional atau wilayah propinsi dan kabupaten atau kota. Penataan ruang kawasan perdesaan diselenggarakan pada kawasan perdesaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten dapat pula berupa kawasan agropolitan. Untuk menyelaraskan pembangunan yang terjadi antara perkotaan dengan perdesaan dalam satu kecamatan maupun dengan perkotaan dan perdesaan di kecamatan sekitar sebagai hinterland diperlukan produk perencanaan tata ruang beserta pengaturan penataan ruang yang lebih rinci berupa Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perdesaan sebagai penjabaran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten, yang nantinya berfungsi sebagai arahan program pemanfaatan ruang serta pedoman kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan perdesaan sebagai kawasan agropolitan. Untuk mengantisipasi perkembangan ke depan, terutama sebagai tindak lanjut dengan adanya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992, diperlukan produk Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perdesaan sebagai rencana rinci tata ruang wilayah. Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perdesaan maupun Perkotaan dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis merupakan rencana rinci tata ruang sebagai perangkat operasional RTRW Kabupaten dan sebagai dasar penetapan peraturan zonasi. Sebagai penjabaran dari Rencana Umum Tata Ruang Kabupaten ke dalam rencana rinci, Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perdesaan memuat arahan rencana pemanfaatan ruang kawasan dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan. Arahan pemanfaatan ruang kawasan perdesaan secara terperinci disusun untuk menyiapkan perwujudan ruang dalam rangka pelaksanaan program-program pembangunan perdesaan. Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perdesaan juga merupakan rencana yang menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional perdesaan, sebagai penjabaran kegiatan kedalam wujud ruang, dengan memperhatikan keterkaitan antara kegiatan dalam kawasan fungsional, agar tercipta lingkungan yang harmonis antara kegiatan utama dan kegiatan penunjang dalam kawasan fungsional tersebut.

2.Maksud dan Tujuan

Maksud dari kegiatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perdesaan Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo ini adalah :1. Menyiapkan perwujudan ruang, dalam rangka pelaksanaan program pembangunan perdesaan;2. Menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan perdesaan dengan RTRW Kabupaten Situbondo;3. Menciptakan keterpaduan, keterkaitan dan keseimbangan antar wilayah perdesaan serta keserasian antar sektor;4. Menjaga konsistensi perwujudan ruang kawasan melalui pengendalian program-program pembangunan.

Tujuan dari kegiatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perdesaan Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo adalah tersedianya dokumen Rencana Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perdesaan Kecamatan Jangkar, dalam rangka :1. Terciptanya pola tata ruang perdesaan yang tumbuh dan berkembang dengan tetap memperhatikan aspek keselarasan, kelestarian dan keseimbangan serta berkelanjutan;2. Adanya koordinasi penataan ruang yang integral pada pola penataan ruang perdesaan, khususnya perdesaan pada kecamatan yang saling berdekatan dan mempengaruhi;3. Tersusunnya indikasi program yang saling terkait, integral dan menyeluruh pada perdesaan, khususnya pada wilayah kecamatan yang saling berdekatan dan mempengaruhi.

3.Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perdesaan Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo, antara lain :a. Menginventarisir data dan permasalahan melalui survey lapangan, penjaringan aspirasi masyarakat, studi literatur, kajian terhadap studi-studi yang pernah dilaksanakan, pendataan pada instansi terkait serta pendataan lain sepanjang diperlukan sebagai masukan (input) bahan analisa;b. Menganalisa fungsi kawasan, struktur ruang kawasan, jenis intensitas sarana prasarana utama kawasan, demografi, potensi dan masalah pada wilayah rencana, struktur dan pola pemanfaatan ruang, kebutuhan sarana prasarana, kebutuhan dan sistem utlitas, tata guna lahan dan sebagainya sebagaimana dimaksud dalam arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Situbondo maupun Propinsi Jawa Timur, menganalisa zoning kawasan beserta syarat zoning serta analisa-analisa lain yang diperlukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;c. Menyusun draft dokumen Pendahuluan, Fakta Analisa, dan Rencana sebagai materi pembahasan dalam rapat koordinasi;d. Menyelenggarakan rapat koordinasi dalam forum Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kabupaten Situbondo dan atau dengan Kelompok Kerja Perencanaan Tata Ruang;e. Menyiapkan materi dan menyampaikan presentasi dalam forum seminar yang penyelenggaraannya difasilitasi oleh Tim BKPRD dengan mengikutsertakan instansi terkait, organisasi profesi serta tokoh masyarakat;f. Merevisi dokumen draft Pendahuluan, Fakta Analisa, dan Rencana menjadi dokumen Pendahuluan, Fakta Analisa, dan Laporan Rencana berdasar hasil rapat koordinasi/seminar, serta dilengkapi dengan resume dokumen Laporan Rencana dalam bentuk dokumen Excutive Summary dan Album Peta;g. Menyusun Laporan Akhir penyelenggaraan kegiatan penyusunan RDTRK Perdesaan Kecamatan Jangkar.

4.Lokasi Kegiatan

Wilayah perencanaan dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perdesaan Kecamatan Jangkar yaitu Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo.

5.Sumber Pendanaan Dan Komponen Pendanaan

Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan berasal dari APBD Kabupaten Situbondo Tahun 2011, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 142.500.000,00 (Seratus Empat Puluh Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

6.Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen5. Nama Pejabat Pembuat Komitmen : Ir. ADIK SUPRIYADI, MT

Proyek/Satuan Kerja : Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perdesaan Kecamatan Jangkar / Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Situbondo.

Data Penunjang

7.Data Dasar

Kabupaten Situbondo merupakan salah satu wilayah kabupaten yang terletak di sebelah timur wilayah Propinsi Jawa Timur dan terkenal dengan sebutan Daerah Wisata Pantai Pasir Putih. Secara geografis, wilayah Kabupaten Situbondo berada pada posisi 113o 30 114o 42 Bujur Timur dan 7o 35 7o 44 Lintang Selatan. Kabupaten Situbondo terdiri dari 17 kecamatan, 132 desa dan 4 kelurahan yang berbatasan dengan Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo, Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Madura Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Bali dan Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi.Luas wilayah Kabupaten Situbondo mencapai 1.638,50 Km2 atau sekitar 163.850 Ha bentuknya memanjang dari Barat menuju ke Timur dengan panjang sekitar 150 Km. Pantai utara umumnya berdataran rendah, di sebelah selatan merupakan daerah perbukitan, dengan rata-rata lebar wilayah mencapai 11 Km. Dari total luasan wilayah kecamatan, terlihat bahwa kecamatan Banyuputih mempunyai wilayah terluas, yaitu sekitar 481,67 Km2. Dan di Kecamatan Banyuputih juga terdapat Taman Nasional Baluran serta bentangan hutan jati sampai dengan batas wilayah Banyuwangi Utara. Sedangkan wilayah dengan luas terkecil adalah Kecamatan Besuki, yaitu mencapai luasan sekitar 26,41 Km2. Dari total 17 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Situbondo, 13 kecamatan memiliki pantai dan yang lainnya tidak memiliki pantai adalah Kecamatan Sumbermalang, Jatibanteng, Situbondo dan P