KAJIAN MANAJEMEN STRATEJIK

download KAJIAN  MANAJEMEN STRATEJIK

of 58

  • date post

    30-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    76
  • download

    0

Embed Size (px)

description

DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT II FASILITATOR : DRS. SURJADI, M.Si. KAJIAN MANAJEMEN STRATEJIK. BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROPINSI JAWA TIMUR. 2010. POKOK BAHASAN KAJIAN MANSTRA. SYSTEMS THINKING DALAM MANSTRA; SCENARIO PLANNING DLM MANSTRA; BALANCED SCORECARD DALAM MANSTRA. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of KAJIAN MANAJEMEN STRATEJIK

SYSTEMS THINKING DALAM MANAJEMEN STRATEJIK

7. Identifikasi Variabel Utama/KunciIdentifikasi ini dilakukan dengan mengangkat hasil kegiatan identifikasi hubungan antar variabel (tahap 5), yakni dengan memilih atau menetapkan 2 (dua) atau lebih variabel yg dinilai paling berpengaruh dari keseluruhan variabel yg membangun CLD isu stratejik.428. Verifikasi Terhadap Variabel KunciVerifikasi dapat dilakukan dengan metode lain (selain CLD), misalnya SWOT, SSM, Scenario Planning dsb;Hasilnya seharusnya sejalan, dan tidak terjadi pertentangan;Tahap (8) ini dapat diabaikan, tidak dilaksanakan bila terdapat keyakinan bahwa hasil implementasi systems thinking yg dilaksanakan s/d tahap (7) dinilai telah benar;Untuk arkitaib sistem (CLD baku), juga tidak perlu dilakukan verifikasi, kecuali ketepatan dalam penempatan variabel dalam bangunan struktur sistem;43MANAJEMEN STRATEJIK3ASPEK PENTING MANSTRAPerumusan Strategi (Strategy Formulation) : mencerminkan adanya tujuan dan sasaran organisasi untuk menjabarkan misi organisasi; Implementasi Strategi (Strategy Implementation): menggambarkan operasionalisasi cara mencapai tujuan dan sasaran organisasi;

Evaluasi Strategi (Strategy Evaluation) : merupakan aktivitas untuk mengukur, mengevaluasi dan memberikan umpan balik kinerja organisasi;

Mengintegrasikan fungsi-fungsi manajemen. 4RINCIAN STRATEGIASPEK MANSTRAKEGIATANPERUMUSAN STRATEGI

PERUMUSAN VISI DAN MISI PLI DAN PLE ; KAFI DAN KAFE ANALISIS PILIHAN STRATEGI DAN FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN PENETAPAN TUJUAN, SASARAN DAN STRATEGI (PERENCANAAN STRATEGI)

IMPLEMENTASI STRATEGI

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PENGANGGARAN (ALOKASI BIAYA) SISTEM PELAKSANAAN, PEMANTAUAN DAN PENGAWASANEVALUASI STRATEGI

PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN5FRAME WORK MANSTRA6MISIFKKRENSTRASBG RPJMPELAKSKEGIATANKINERJANYATAPENGUKURAN DANEVALUASI KINERJAPERTANGGUNG-JAWABANEVALUASISTRATEGIFORMULASISTRATEGISISTEM PELAKSANAAN,PEMANTAUAN DANPENGAWASAN

IMPLEMENTASISTRATEGIHASIL EV-KINUNTUKUMPAN BALIKRENJA/RKTPERENCANAAN STRATEJIKVISIMISITUJUAN (G)SASARAN (O)STRATEGI (S)KEBIJAKANPROGRAMINDIKATORFKKMATRIKSSWOTASAPASIKAFIKAFEPLIPLE78Model Kerangka Aplikasi Manajemen StrategisVisi

MisiPLIPLE Analisis DF

KAFI

KAFE

DFKeyDF

TujuanStrategisPetaStrategi

Sasaran PelangganUkuranSasaran Proses IntSasaran Pemb&PertSasaran FinansialUkuranUkuranUkuranTargetTargetTargetTargetRealisasiScorecardRealisasiRealisasiRealisasiPlgpuasFnsnaikLyntrpdu

SDMKmpt& prdf(CLD)ProgramProgramProgramProgram(Perpaduan Modul,2008:62, Matriks Skenario dan BSC)ScorecardScorecardScorecardRekomendasiBalansed ScorecardSWOTMATRIK SKENARIOSYSTEMS THINKING & RENCANA SKENARIO DALAM PERENCANAAN STRATEJIKVISIMISITUJUAN (G)SASARAN (O) + IndikatorSTRATEGI (S)KEBIJAKANPROGRAMFKKSystem Thinking9REN. SKENARIORENCANA STRATEJIKTUJUAN (G)SASARAN & INDIKATOR (O)STRATEGI (S)KEBIJAKANPROGRAM10KONSEP SYSTEMS THINKING DALAM MANSTRACARA BERPIKIR SYSTEMS THINKING BERSIFAT NON-LINIER TETAPI IMPLEMENTASINYA DALAM MANAJEMEN STRATEJIK DILAKUKAN BERSIFAT LINIER, KARENA SUATU PROSES KEGIATAN TIDAK MUNGKIN BERLANGSUNG NON-LINIER, MELAINKAN HARUS MELALUI PENTAHAPAN SECARA BERURUTAN.11PENGERTIAN & KONSEPSI SYSTEMS THINKINGSystems thinking atau berpikir serba sistem (sistemik) merupakan metode berpikir melingkar (360 derajat) (tidak linier);Berpikir melingkar dapat menggambarkan suatu hubungan kausal atau sebab akibat yang menunjukkan bahwa hubungan antar variabel akan kembali pada variabel awal.

12Konsepsi Cara berpikir sistemik ini sangat bermanfaat dalam suatu proses Manajemen Stratejik yang diawali dengan Perencanaan Stratejik berdasarkan, visi, misi dan nilai organisasi, implementasi rencana stratejik sampai dengan evaluasi hasil kerja pelaksanaan rencana stratejik;1314Berpikir sistemik memerlukan bantuan pemetaan alur pikir melalui hubungan sebab-akibat (hubungan kausal) yang dilatarbelakangi dengan berbagai masalah yang saling terkait sebagai suatu sistem atau suatu rangkaian alur pikir (loop).

Hubungan sebab akibat yang membentuk alur pikir (loop) antar variabel satu (mengapa timbul) dengan variabel yang mendahului dan variabel yang timbul berikutnya (apa dampaknya) serta variabel lainnya apabila dirangkaikan membentuk peta (Map) atau diagram yang dikenal dengan : CAUSAL LOOP DIAGRAM / MAP (CLD / CLM);Konsepsi 15TENTANG CLD / CLMCLD/CLM ada 2 jenis yaitu :Berupa System Archetype (arkitaip sistem), yang merupakan CLD dengan struktur bangunan peta alur pikir hubungan kausal yang sudah baku.

Berupa CLD yang bersifat terbuka, yaitu CLD yang struktur bangunannya tidak baku, bersifat bebas untuk membuatnya.16Dari hasil kajian melalui CLD akan dapat diketahui secara cermat Variabel mana yang merupakan variabel utama yaitu variabel yang sangat berpengaruh terhadap variabel-variabel lainnya;Dengan menemukan Variabel Utama (Variabel Kunci), apabila itu dikaitkan dengan penyelesaian suatu masalah (solusi) dalam lingkungan yang kompleks / dinamik maka akan dapat dirumuskan langkah-langkah kebijakan (Problem Solving) yang tepat dan efektif .Konsepsi 17Catatan Menentukan Variabel Utama atau Kunci terdapat perbedaan cara menetapkannya. Apabila terdapat keragu-raguan menetapkan Variabel Utama, untuk menentukan peringkatnya dapat digunakan Analisis SWOT;18Hasil pemikiran melalui Metode Berpikir Sistemik sebagai bahan masukan Penyusunan Rencana Stratejik;

Selain Analisis SWOT dapat pula digunakan Metode Berpikir Sistemik termasuk Perencanaan Skenario (Scenario Planning : ada pembahasan tersendiri) dalam proses Analisis Lingkungan Stratejik untuk keperluan penyusunan Rencana Stratejik.

Konsepsi 19PRINSIP DASAR PENYUSUNAN PETA ALUR PIKIR HUBUNGAN KAUSAL (CLD)Baik CLD yang Baku (Arkitaip Sistem) maupun CLD Terbuka, mengikuti prinsip dasar sebagai berikut :Penyusunan urutan cerita dari suatu peta alur pikir hubungan kausal;Rangkaian Alur Pikir Menguat (Reinforcing Loop) merupakan peta alur pikir hubungan kausal baik bersifat positif (+) dg (+) maupun bersifat negatif (+) dg (); (LIHAT CONTOH PADA MODUL KMS HAL. 194-196)20Prinsip .Rangkaian Alur Pikir Balansing (Balancing Loop) merupakan peta alur pikir hubungan kausal (CLD) yang terjadi apabila suatu perubahan mendorong kearah stabilitas, adanya resistensi atau batasan- batasan tertentu;Penangguhan (Delays), merupakan suatu proses perubahan yang memerlukan waktu untuk bisa mempengaruhi dalam proses perubahan berikutnya(LIHAT CONTOH PADA MODUL KMS HAL. 197)21TIGA KOMPONEN DALAM CLDVARIABEL, suatu keadaan (substansi), bukan kata kerja yang mengalami perubahan dan mempengaruhi atau dipengaruhi oleh keadaan yang lain;NILAI PERUBAHAN, merupakan dampak yang terjadi pada hubungan kausal antar variabel (misal: Hujan mempengaruhi kesuburan tanah, tingkat kelahiran dengan jumlah penduduk, Lapangan Kerja thd Tingkat Pengangguran dll;ALIRAN ARAH PANAH, menunjukkan arah proses perubahan Variabel Penyebab ke Variabel yang dipengaruhi. 22MEMBANGUN CLDTetapkan unsur, elemen atau bagian sistem (yg akan dipetakan) sebagai variabel awal dan tempatkan pada titik yang benar-benar relevan, berhubungan langsung dengan kasus atau isu stratejik;Kembangkan variabel awal tersebut ke hulu atau hilir dalam berbagai tingkatan waktu proses hubungan kausal;Gerak perubahan hulu merupakan variabel yang menjawab mengapa, dan merupakan variabel yang mempengaruhi terjadinya variabel awal (anak panah masuk atau menuju ke variabel awal);23Lanjutan 4. Gerak perubahan hilir merupakan variabel yang menjawab pertanyaah dampak apa yang diakibatkan variabel awal. Dalam pemetaannya tergambar adanya anak panah yang keluar dari variabel awal;5. Jadi dari variabel awal dapat dikembangkan baik kearah variabel hulu maupun hilir, baik bangunan struktur reinforcing maupun balancing, yang akhirnya bertemu menjadi satu hubungan kausal yang melingkar 360 derajat, sehingga terbentuk satu struktur bangunan CLD;6. Pilih dan tetapkan variabel yang paling berperan dan paling berpengaruh sebagai variabel kunci CLD.24LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN MASALAH DENGAN PENDEKATAN CLDMengenali Isu, Masalah atau gejala sebagai indikator adanya masalah yang perlu penyelesaian;

Mengumpulkan data yang relevan dengan Isu, masalah atau gejala serta menentukan Vaiabel-Variabel yang relevan;

Menganalisis untuk mencari / menemukan hubungan kausal antar variabel sehinga dapat dipetakan sebagai CLD / Gabungan CLD;25Lanjutan Memilih atau menetapkan variabel mana yang merupakan Variabel Utama atau Kunci;

Menetapkan Kebijakan atau Kebijakan-Kebijakan yang diperlukan untuk solusi masalah berdasarkan pada Variabel Utama / Kunci;

Mengakomodir Kebijakan tsb ke dalam Rencana Stratejik, apabila kebijakan tsb memerlukan waktu lama (lebih dari satu tahun) Apabila kurang dari satu tahun, dapat langsung diintegrasikan dengan RKT.26LINGKUNGAN MASALAH & KONDISI PERUBAHANNYA VARIABEL LINGKUNGAN SEDERHANA, apabila unsur luar (eksternal) sedikit atau serupa dengan lingkungan yang bersangkutan;VARIABEL LINGKUNGAN KOMPLEKS, jika unsur luarnya sangat banyak dan tidak serupa;VARIABEL PERUBAHAN KONDISI STABIL, tingkat perubahan sangat lambat;VARIABEL PERUBAHAN KONDISI TIDAK STABIL, tingkat perubahan yang cepat, tidak menentu.27PENGINTEGRASIAN VARIABEL LINGKUNGAN DAN VARIABEL PERUBAHANMENGKAWINKAN VARIABEL LINGKUNGAN DAN VARIABEL PERUBAHAN MENGHASILKAN 4 (EMPAT) KEMUNGKINAN SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN / KEBIJAKAN SBB :Kondisi Tidak Stabil dengan Lingkungan Kompleks (Q.1). (Lingkungan yang Kompleksitas Dinamik).Kondisi Tidak Stabil dengan Lingkungan Sederhana (Q.2);Kondisi Stabil dengan Lingkungan Kompleks (Q.3);Kondisi Stabil dengan Lingkungan Sederhana (Q. 4);28MATRIK KONDISI KOMPLEKSITAS DINAMIK DENGAN 4 QUADRANQ 3 Q 1 Q4Q2

LINGKUNGAN KOMPLEKSPERUBAHAN CEPATLINGKUNGAN SEDERHANA