KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

of 81 /81
KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF ILMU KESEHATAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam (S.Th.I) Oleh SITI IMRITIYAH NIM: 1111034000072 PROGRAM STUDI TAFSIR-HADIS FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1437 H/2016 M

Transcript of KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

Page 1: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF ILMU KESEHATAN

Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Theologi Islam (S.Th.I)

Oleh SITI IMRITIYAH

NIM: 1111034000072

PROGRAM STUDI TAFSIR-HADIS FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA 1437 H/2016 M

Page 2: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …
Page 3: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …
Page 4: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …
Page 5: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

i

ABSTRAK

Siti Imritiyah “KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF ILMU KESEHATAN”. Dibawah bimbingan Muhammad Zuhdi Zaini, M.Ag. Jakarta: Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Adab dalam Islam ternyata tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang Muslim, karena sebenarnya adab-adab dalam Islam mengandung berbagai macam aspek penting, salah satunya ialah aspek kesehatan. Salah satu adab yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari ialah adab makan dan minum, karena aktivitas makan dan minum berhubungan langsung dengan perut dan pencernaan yang merupakan sumber utama dari segala macam penyakit. Jadi setiap apa yang masuk ke dalam perut dapat menimbulkan kesehatan maupun penyakit. Penyakit-penyakit tersebut dapat muncul akibat pola makan dan pola minum yang salah.

Disini penulis sengaja meneliti hadis tentang adab makan dan minum. Agar dapat mengetahui sejauh mana adab makan dan minum tersebut dapat dilakukan. Dan guna menciptakan perilaku atau adab seseorang agar dapat bersikap sopan ketika sebelum makan, saat makan, dan sesudah makan. Metode dalam penelitian ini bersifat kualitatif berdasarkan kepustakaan. Sedangkan dalam pengolahan data, metode yang digunakan penulis adalah deskriptif-analitik. Deskripsi yang digunakan adalah memaparkan secara apa adanya terkait hadis-hadis adab makan dan minum sebagaimana penjelasan Ulama yang ada dalam kitab syarh, kemudian penulis menganalisanya dari sisi kesehatan.

Penelitian ini telah menghasilkan kesimpulan, yaitu berdasarkan hadis-hadis terkait adab makan dan minum yang termuat dalam al-Kutub al-Sittah menemukan dampak positif dari adab makan dan minum bagi kesehatan, yaitu kesehatan fisik, kesehatan mental dan kesehatan sosial. Inilah hikmah dari anjuran Nabi Saw. memerintahkan umatnya untuk selalu beradab ketika sebelum makan, saat makan dan sesudah makan. Keyword: Adab, makan dan minum.

Page 6: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

ii

KATA PENGANTAR

االله

Segala puji bagi Allah Swt, Tuhan semesta alam. Pencipta langit dan bumi

beserta isinya yang telah memberikan segala rahmat, taufiq dan hidayah-Nya

kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Shalawat beserta salam penulis sampaikan kepada pemimpin umat dan

penutup para Rasul, Muhammad Saw yang telah membimbing manusia dari masa

kegelapan menuju masa yang sangat terang benderang dengan syariatnya yang

lurus.

Terimakasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam

penulisan skripsi ini. Ungkapan terimakasih ini penulis sampaikan kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Dede Rosyada, MA.,selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah

Jakarta.

2. Bapak Prof. Dr. Masri Mansur, MA., selaku Dekan Fakultas Ushuluddin

dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Ibu Dr. Lilik Ummi Kaltsum MA., selaku Ketua Jurusan Tafsir Hadis.

4. Ibu Dra. Banun Binaningrum M. Pd., selaku Sekretaris Jurusan Tafsir

Hadis.

5. Bapak Muhammad Zuhdi Zaini, M. Ag., selaku dosen pembimbing yang

selalu memberikan ilmu dan nasihatnya kepada penulis.

Page 7: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

iii

6. Seluruh dosen Fakultas Ushuluddin yang telah memberikan dedikasinya

mendidik penulis, memberikan ilmu, pengalaman, serta pengarahan kepada

penulis selama masa perkuliahan.

7. Pimpinan beserta staf Perpustakaan Fakultas Ushuluddin dan Perpustakaan

Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang membantu penulis dalam

pencarian referensi.

8. Guru saya yang terhormat Habib Muhammad bin Abdurrahman al-Athas

dan H. Imron Rosyadi, Lc yang telah memberikan ilmunya kepada penulis.

9. Kedua orang tua saya yang tercinta, Ayahanda H. Mukhtar (alm) dan Ibunda

Hj. Hafshah (almh). Semoga Allah Swt memberikan tempat yang terbaik di

sisi-Nya. Āmîn.

10. Kedua mertua yang tersayang, Ibu Yayah Salamah dan Bapak Sukiyo yang

tidak pernah lupa dalam mendoakan penulis dalam setiap shalatnya.

11. Suami tercinta Acep Septiyana yang tak pernah lelah dalam memberikan

motivasi dan kebahagiaan kepada penulis.

12. Anak saya yang tercinta dan tersayang Fatih Alfarizqi yang telah menjadi

penyemangat hidup kepada penulis.

13. Saudara/i yang penulis cintai, yang selalu memberikan dukungannya kepada

penulis, kakak Ahamd Damiri, Mutamimah, Murdiyah, Kudsiyah, dan adik

Halimatus sa’diyah, dan yang terkhusus kepada teh Murtafiah yang telah

rela meminjamkan Notebooknya sampai skrispsi ini selesai. Dan juga untuk

semua keponakan-keponakan, dan seluruh keluarga besar H. Mukhtar.

Page 8: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

iv

14. Seluruh teman-teman Jurusan Tafsir Hadis angkatan 2011, Rivia Awalia,

Aat anggraeni, Friella Dasanty, Siti Syarifah Alawiyah, Radtria al-Kaff,

Nurkhoiriah, dan k’ Hani terimakasih atas semua doa serta memberi

semangat dan pengalamannya kepada penulis.

15. Kepada pihak-pihak yang turut membantu dan berperan dalam proses

penyelesaian skripsi ini, namun luput untuk penulis sebutkan, tanpa

mengurangi rasa terimakasih penulis.

Teruntuk semua pihak di atas semoga dalam lindungan Allah Swt dan apa

yang diberikan kepada penulis dapat diterima dan dibalas oleh-Nya. Āmîn.

Jakarta, 20 Februari 2016

Penulis.

Siti Imritiyah

Page 9: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

v

PEDOMAN TRANSLITERASI

Huruf Arab Huruf Latin Keterangan

Tidak dilambangkan ا

b be ب

t te ت

ts te dan es ث

j te ج

h h dengan garis di bawah ح

kh ka dan ha خ

d de د

dz de dan zet ذ

r er ر

z zet ز

s es س

sy es dan ye ش

s es dengan garis di bawah ص

d de dengan garis di bawah ض

t te dengan garis di bawah ط

z zet dengan garis di bawah ظ

koma terbalik di atas hadap kanan ‘ ع

gh ge dan ha غ

F ef ف

q ki ق

k ka ك

l el ل

m em م

Page 10: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

vi

n en ن

w we و

h ha ه

apostrof ' ء

y ye ي

Vokal Tunggal

Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

a fathah ـ ـ ـ ـ ـ

i kasrah ـ ـ ـ ـ ـ

u dammah ـ ـ ـ ـ ـ

Vokal Rangkap

Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

ai a dan i ـ ـ ـ ـ ـ ي

au a dan u ـ ـ ـ ـ ـ و

Vokal Panjang

Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

â a dengan topi di atas ـ ـ أ

ـ ـ ي î i dengan topi di atas

ـ ـ و û u dengan topi di atas

Page 11: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

vii

Kata Sandang

Kata sandang ا ل (alif lam ma‘rifah) dengan al-, misalnya ( القرأن ) al-Qur'an. Kata sandang ini menggunakan huruf kecil, kecuali bila berada pada awal kalimat.

Syaddah (Tasydid)

Syaddah atau Tasydid dilambangkan dengan menggandakan huruf yang

diberi tanda syaddah itu. Akan tetapi, hal ini berlaku jika huruf yang menerima

tanda syaddah itu terletak kata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsiyyah.

Misalnya, kata الضرورة tidak ditulis ad-darȗrah melainkan al-darȗrah.

Ta Marbȗtah

Jika huruf ta marbȗtah terdapat pada kata yang berdiri sendiri, maka huruf

tersebut dialihaksarakan menjadi huruf (h). Misalnya, طريقة (tarȋqah). Jika huruf ta

marbȗtah tersebut diikuti dengan kata benda, maka huruf tersebut dialihaksarakan

menjadi huruf (t). Misalnya, وحدة الوجود (wahdat al-wujȗd).

Page 12: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

viii

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN LEMBAR PERNYATAAN ABSTRAK .................................................................................................. i KATA PENGANTAR ................................................................................ ii PEDOMAN TRANSLITERASI. ................................................................ v DAFTAR ISI .............................................................................................. viii BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ....................................................... 1

B. Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah dan

Perumusan Masalah ............................................................. 5

C. Tinjauan Pustaka .................................................................. 6

D. Tujuan Penelitian ................................................................. 7

E. Metodologi Penelitian .......................................................... 8

F. Sistematika Penulisan .......................................................... 10

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI ADAB MAKAN DAN

MINUM

A. Pengertian Etika dan Adab ................................................... 12

B. Tatacara Ketika Saat Makan................................................. 14

C. Tatacara Berbicara Saat makan ............................................ 16

D. Alat-Alat Makan .................................................................. 17

E. Tatacara Makan Ala Indonesia ............................................. 21

F. Table Manner (Tatacara Makan) di Berbagai Negara ........... 22

G. Pola Makan Yang Sehat ....................................................... 26

Page 13: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

ix

BAB III TELAAH HADIS SEPUTAR ADAB MAKAN DAN MINUM

A. Hadis-Hadis Adab Makan dan Minum ................................ 30

1. Membaca Doa (Basmalah) Sebelum Makan dan

Sesudah Makan ............................................................ 30

2. Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan ............. 33

3. Menjauhi Dari Sikap Berlebih-lebihan (Seorang Mukmin

makan dengan satu usus sedangkan orang kafir makan

dalam tujuh usus) .......................................................... 34

4. Makan dan Minum Menggunakan Tangan Kanan

dan Larangan Menggunakan Tangan Kiri ...................... 36

5. Makan Dengan Tiga Jari ............................................... 38

6. Duduk Lurus (Tidak Bersandar atau Tiduran) ............... 39

7. Tidak Membiarkan Makanan Yang Jatuh ...................... 40

8. Menutup Makanan dan Minuman .................................. 42

9. Menjilati Jari Setelah Makan ......................................... 42

10. Tidak Mencela Makanan ............................................... 43

11. Tidak Meniup Makanan ................................................ 45

12. Mengambil Makanan Yang Terdekat ............................ 46

13. Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri ................. 47

B. Hikmah Adab Makan dan Minum Menurut Ilmu

Kesehatan ............................................................................ 49

1. Kesehatan Fisik .......................................................... 50

2. Kesehatan Mental ....................................................... 57

3. Kesehatan Sosial ......................................................... 58

Page 14: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

x

C. Asbabul Wurud .................................................................... 59

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan .......................................................................... 61

B. Saran-Saran ......................................................................... 62

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 64

Page 15: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Semua umat Islam telah menerima faham bahwa hadis Rasulullah Saw

merupakan pedoman hidup yang paling utama setelahal-Qurân. Tingkah laku

manusia yang tidak ditegaskan ketentuan hukumnya, tidak diperinci melalui

dalil yang masih mutlak dalam al-Qurânhendaklah dicarikan penyelesaiannya

didalam hadis.1Karena fungsi hadis sebagai penafsir al-Qurân serta

memberikan keputusan hukum yang tidak terdapat dalam al-Qurân.2

Hadis dijadikan rujukan setelah al-Qurân untuk seluruh Muslim

termasuk salah satunya rujukan dalam hal adab makan dan minum. Dimana

manusia tidak mungkin hidup tanpa makan. Dengan makan manusia juga

dapat menjaga kesinambungan hidupnya, memelihara kesehatan, dan menjaga

kekuatannya. Apabila ia mengetahui bahwa makan itu ada adabnya dan

melaksanakan adab makan dan minum tersebut, tentulah ia akan mendapat

keuntungan berupa pahala akhirat. Oleh karena itu, sudah sepantasnya

seorang Muslim memperhatikan adab makan dan minum ini dan

melaksanakan dalam kehidupannya. Dengan melaksanakan adab makan dan

minum tersebut dapat menghasilkan keberkahan, membentuk watak,

mengetahui bagaimana cara merendahkan diri, merealisasikan perasaan

syukur kepada Allah Swt, menjauhkan diri dari syaithan, serta dapat

1Fatchur Rahman, Ikhtisar Musthalahu Hadis, (Bandung: PT. Ma’arif, 2005), h. 15. 2Endang Soetari, Problematic Hadis (Mengkaji Paradigma Periwayatan), (Bandung:

Gunung Jati Perss, 1997), h. 8.

Page 16: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

2

membangkitkan rasa kasih sayang di antara sesama manusia.3Jika masyarakat

barat mempunyaitable manner, Islam pun mempunyai adab makan dan

minum tersendiri yang harus diamalkan oleh seluruh umatnya.

Adab makan dan minum dalam Islam mengatur dari adab memulai

makan dan minum, saat makan dan minum sampai selesai makan dan minum.

Banyak orang memandang proses makan dan minum sebagai sesuatu yang

lazim, adat atau kebutuhan hidup. Hingga tidak jarang terdengar ungkapan

bahwa: “Hidup untuk makan dan makan untuk hidup”. Namun tidak

demikian halnya dalam Islam. Seperti yang kita ketahui Islam adalah rahmat

bagi semesta alam. Islam adalah agama yang menjelaskan segala bentuk

kemashlahatan (kebaikan) bagi manusia, mulai dari masalah yang paling kecil

dan ringan hingga masalah yang paling besar dan berat. Demikianlah

kesempurnaan Islam yang hujjahnya sangat jelas. Sehingga tidak ada

permasalahan yang tersisa melainkan telah dijelaskan didalamnya termasuk

dari keindahan dan kesempurnaan agama Islam.4

Sebagaimana Firman Allah Qs. al-Baqarah (02): 172

3Abdul ‘Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada, Ensiklopedi Adab IslamMenurut al-Quran dan

as-Sunnah, (Jakarta: Pustaka Imam as-Syafi’i), 2007, h. 103. 4Ade Hasman, Rahasia Kesehatan Rasulullah: Meneladani Gaya Hidup Sehat Nabi

Muhammad Saw, h. 57.

Page 17: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

3

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah”.5

Agama Islam meletakkan adab bagi segala sesuatu, misalnya makan,

minum, berpakaian, duduk, berjalan, berkunjung dan berbagai adab ini

terintegrasikan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan dan moralitas. Disamping

itu, Islam juga menetapkan adab bagi setiap manusia: suami terhadap istri,

istri terhadap suami, anak kepada orangtua, orangtua terhadap anak-anak,

pemimpin kepada rakyat, rakyat kepada pemimipin. Begitulah adab-adab ini,

demi menunaikan perintah Allah Swt. dan mengharapkan ridha-Nya. Dalam

makan dan minum, kita menemukan berbagai adab yang terkait dengannya

yang diserukan oleh al-Qurân dan Sunnah, lalu dipraktikkan oleh para sahabat

Rasulullah dan para pengikut mereka dari generasi terdahulu, sehingga orang-

orang pada masa kini bisa mewarisi adab-adab tersebut.6

Riwayat yang menjelaskan tentang adab makan dan minum:

رمع نان عسن كيب بهو نير عن كثب يدلن الوة عنييع نان بفيا سثندح

وكل اللهم يا غلام سم اعليه وسلل قال لي النبي صلى االله بن أبي سلمة قا

يشطي تدي تكانو دعي بتمطع لكل تزت فلم يكلا يمكل مو ينكمبي

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari al-Walid bin Katsir dari Wahb bin Kaisan dari Umar bin AbuSalamah berkata, Nabi Saw bersabda kepadaku, wahai pemuda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, makanlah yang terdekat,

5Departemen Agama R.I, Al-Quran dan Terjemahan, (Semarang: Toha Putra), h. 769. 6Yusuf Qardhawi dan al-Ghazali, Fiqh jihad: Sebuah Karya Monumental Terlengkap,

(Jakarta: Pustaka Azzam, 2005), h. 563.

Page 18: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

4

maka sejak saat itu cara makanku seperti itu, padahal sebelumnya tanganku bergerak-gerak”.7

Hadis di atas merupakan salah satu hadis adab makan dan minum.

Dimana didalamnya terdapat perintah ketika hendak makan sebutlah nama

Allah, makan dengan tangan kanan dan makan dari yang terdekat.

Sebagai seorang Muslim, kita telah diajarkan banyak etika/adab dalam

hal apapun, termasuk salah satunya dalam adab makan dan minum.

Rendahnya kesadaran Muslim saat ini tentang pentingnya mengaplikasikan

adab dalam Islam dalam kehidupan sehari-hari, terutama adab makan dan

minum. Hal ini sering ditemukan, seorang Muslim saat makan dan minum

sambil berdiri maupun berjalan, makan dengan tangan kanan namun ketika

minum menggunakan tangan kiri, mencela makanan yang dimakan dengan

mengatakan “tidak enak” serta ketika saat makanpun tanpa membaca

basmalah terlebih dahulu dan hamdalah sesudahnya, dan lain sebagainya.

Perilaku-perilaku ini tentu tidak sesuai dengan ajaran adab yang telah

diajarkan oleh Rasulullah. Hal ini terjadi bukankarena mereka tidak tahu dan

tidak faham tentang adab makan dan minum yang benar dalam Islam, namun

karena sebagian besar dari mereka menganggap melanggar hal-hal kecil

tersebut sebagai sesuatu yang lumrah, kemudian perilaku dilakukan terus-

menerus sehingga menjadi sesuatu kebiasaan. Jika kita mengamati pola

makan Rasulullah, maka kita akan dapati bahwa beliau mengumpulkan

beberapa aspek, diantaranya aspek faidah, kenikmatan dan penjagaan

terhadap kesehatan. Jika dilihat dari segi kesehatan, ajaran beliau tentang

7Abu Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhāri, Sahih al-Bukhāri (Juz 7

;Bairut: Dar al-fikr, 1994), h. 209.

Page 19: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

5

adab makan ini sebenarnya telah teruji kebenaran manfaatnya bagi kesehatan

oleh penelitian-penelitian modern.8

Pemahaman-pemahaman terhadap hadis-hadis Nabi terus berkembang

sesuai zamannya. Hal ini juga terlihat dari bagaimana sebagian ulama

dalammemahami hadis-hadis tentang adab makan tersebut. Yakni mereka

memahami adab makan Nabi Saw. harus ditiru sebagai bukti melaksanakan

sunnahnya.9

Maka dalam kajian ini penulis bermaksud menggambarkan hadis-hadis

yang menjelaskan tentang adab makan dan minum yang diajarkan Nabi Saw.

Dan tentunya yang menjadi harapan penulis setelah dilakukan penelitian ini,

selain menambah wawasan keilmuan dan dapat meneladani Nabi Saw.

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, penulis tertarik

untuk melakukan sebuah penelitian yang akan digunakan sebagai skripsi

dengan judul: “Adab makan dan Minum (Sebuah Kajian Hadits

Tematik)”.

B. Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah dan Perumusan Masalah

1. Identifikasi masalah dalam skripsi ini berupa:

a. Bagaimana adab makan dan minum dalam Islam?

b. Apa manfaat atau hikmah dari adab makan dan minum dari segi

kesehatan?

8Abdullah Nasikh Ulwan, Pendidikan Anak Dalam Islam, (Jakarta: Pustaka Amani,

1990), h. 538. 9Sebagaimana pendapat Abdul Baqi yang menilai sunnah terhadab adab /tata cara makan

Nabi perihal menjilati jari-jari tangan dan piring setelah makan. Serta menghukumi makruh jika mengusap tangan sebelum menjilatinya. Muhammad Fuad Abdul Baqi, al-Lu’lu’ wal Marjan, kumpulan Hadits Shahih Bukhari Muslim, h. 590.

Page 20: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

6

2. Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya pembahasan mengenai judul diatas, maka penulis

perlu untuk melakukan pembatasan pembahasan agar penulisan skripsi ini

lebih terfokus, sistematis, dan tidak melebar. Dalam penelitian ini penulis

menjelaskan penelitian terhadap hadits-hadits tentang adab makan dan minum

yang tertuju pada poin-poin di atas dengan mengkaji hadis-hadis yang setema.

3. Rumusan Masalah

Untuk memudahkan pembahasan dalam skripsi ini, perlu perumusan

masalah yang menjadi pokok dalam skripsi ini. Sehingga secara garis besar,

yang menjadi pokok dari skripsi ini adalah “Bagaimana Hikmah Hadis

Tentang Adab Makan dan Minum Ditinjau Dari Perspektif Kesehatan?”

C. Tinjauan Pustaka

Dalam penelusuran kepustakaan yang dilakukan, penulis menemukan

beberapa literatur yang berhubungan dengan judul skripsi yang akan penulis

bahas. Diantaranya: Umi Hidayati, IAIN Walisongo 2012, Fakultas

Ushuluddin dan Filsafat Relevansi Tata Cara Makan Yang Diajarkan Nabi

dengan Ilmu Kesehatan. Metodologi penelitian dalam skripsi ini

menggunakan kualitatif. Rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu Apa dan

bagaimana relevansi tata cara makan yang diajarkan Nabi dengan ilmu

kesehatan.

Shearly Chintya Dewi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta 2015,

Fakultas Seni Rupa, Perancangan Animasi Dua Dimensi “Pengenalan

Adab Makan dan Minum dalam Islam Untuk Anak Sekolah

Page 21: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

7

Dasar”.Rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu Bagaimana merancang

film animasi dua dimensi dalam upaya memperkenalkan dan menanamkan

kebiasaan baik, tentang tata cara atau adab makan dan minum yang benar

dalam Islam kepada anak di jenjang Sekolah Dasar.

Distingsi skripsi yang akan penulis bahas adalah adab makan dan

minum yang lebih luas dalam hadis Nabi yang ada. Dengan menampilkan

hadis-hadis tentang adab makan dan minum, melakukan kegiatan takhrij

hadis, menganalisis kandungan hadis, mengetahui asbȃbul wurȗd hadits,

dan mengetahui hikmah dari seseorang yang melakukan adab makan dan

minum dari sisi kesehatan dengan menggunakanal-Kutȗb al-Tis‘ah serta

kitab-kitab yang sesuai dengan tema yang penulis teliti.

D. Tujuan Penelitian

Dalam setiap tindakan seorang peneliti tentunya mempunyai tujuan

tertentu. Oleh karena itu, dalam penulisan skripsi ini penulis mempunyai

tujuan sebagai berikut:

1. Mengumpulkan hadis-hadis yang terkait dengan adab makan dan

minum menjadi satu sajian yang sederhana dan lebih mudah dipahami

oleh pembaca.

2. Membantu memberikan kontribusi serta pemahaman dalam dunia

pendidikan.

3. Dalam rangka untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana

Theologi Islam (S.Th.I) Fakultas Ushuluddin di Universitas Islam

Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Page 22: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

8

E. Metodologi Penelitian

Penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan (library research)

dengan mengumpulkan sumber-sumber data dari bahan-bahan tertulis dalam

bentuk kitab, buku, majalah dan lain-lain yang relevan dengan topik

pembahasan.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kajian hadis

maudhu’i. Secara etimologi, kata maudhu’i berarti meletakkan sesuatu atau

merendahkannya. Sehingga kata maudhu’i merupakan lawan kata dari al-

raf’u (mengangkat) 10. Mustafa Muslim berkata bahwa yang dimaksud

maudhu’i adalah meletakkan sesuat pada suatu tempat sehingga yang

dimaksud metode maudhu’i adalah meletakkan sesuatu pada sesuatu tempat

sehingga yang di yang bermaksud metode maudhu’i adalah mengumpulkan

ayat-ayat yang bertebaran dalam al-Quran atau hadis-hadis yang bertebaran

dalam al-Qur’an atau hadis-hadis yang bertebaran dalam kitab-kitab hadis

yang terkait dengan topik tertentu atau tujuan tertentu kemudian disusun

sesuai dengan sebab-sebab munculnya dan pemahamannya dengan

penjelasan, pengkajian dan penafsiran dalam masalah tertentu tersebut11.

Berdasarkan penjelasan di atas, metode maudhu’i harus memenuhi

beberapa unsur yaitu:

1. Menentukan topik atau judul yang akan dikaji

10 Abû al-Husain Ahmad ibn Fâris ibn Zakâriya, Mu’jam Maqâyis al-Lughah (Beirut: Dâr

al-Fikr, t.th), v. 2, h. 218. 11Mustafa Muslim, Mabâhis al-Tafsir al-Maudûi (Cet. I; Damasqus: Dâr al-Qalam, 1410

H/1989 M), h.16.

Page 23: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

9

2. Mengumpulkan hadis-hadis yang terkait dengan topik yang telah

ditentukan

3. Melakukan pensyarahan atau pengkajian sesuai dengan tema

4. Memilih salah satu atau seluruh aspek ontologis, epistemologis dan

aksiologis yang terkait dengan tema.

Sedangkan langkah-langkah pengkajian hadis dengan metode maudhu’I

antara lain dapat dilakukan dengan:

a. Menentukan tema atau masalah yang akan di bahas

b. Menghimpun atau mengumpulkan data hadis-hadis yang terkait dalam

satu tema, baik secara lafadz maupun secara makna melalui kegiatan

takhrij al-hadis

c. Melakukan kategorisasi berdasarkan kandungan hadis dengan

memperhatikan kemungkinan perbedaan pristiwa wurudnya hadis

(tanawwu’) dan perbedaan periwayatan hadis.

d. Melakukan kegiatan I’tibar12 dengan melengkapi seluruh sanad.

e. Melakukan penelitian sanad yang meliputi penelitian kualitas pribadi

perawi, kapasitas intelektualnya dan metode periwayatan yang

digunakan.

f. Melakukan penelitian matan yag meliputi kemungkinan adanya illat

(cacat) dan syadz (kejanggalan).

12 I’tibar adalah suatu proses yang membandingkan antara beberapa riwayat untuk

mengetahui apakah perawinya itu sendiri meriwayatkan hadis tersebut ataukah ada perawi lain yang meriwayatkannya. Jika ada perawi/sanad yang lain, apakah kedua sanad itu sama di tingkat sahabat ataukah berbeda? Jika sama di tingkat sahabat akan tetapi berbeda ditingkat setelah disebut berarti hadis tersebut ada muta’bi-nya, jika berbeda ditingkatan sahabat maka hadis tersebut ada syahid-nya. Abd Haq ibn Saifuddin al-Dahlawî, Muqaddimah fî Uşūl al-Hadis (Cet. II; Bairut: Dār al-Basyāir al-Islāmiyah, 1406 H/1989 M), h. 56-57. Bandingkan dengan Mahmud al-Thahhān, Taisīr Mustalah al-Hadīs, (Cet.II; al-Riyādh: Maktabah al-Ma’ārif, 1407 H/1987 M), h. 142.

Page 24: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

10

g. Mempelajari term-term yang mengandung arti serupa.

h. Membandingkan berbagai syarah hadis.

i. Melengkapi pembahasan dengan hadis-hadis atau ayat-ayat pendukung.

j. Menyusun hasil penelitian menurut kerangka besar konsep.13

Sumber utama penelitian ini adalah al-Kutub al-Tis’ah yang memuat

hadis-hadis tersebut dengan syarh-nya. Penulis menggunakan metode takhrîj

hadis dengan menggunakan kamus hadis melalui petunjuk lafal hadis dengan

kitab al-Mu’jam al-Muhfahras li alfâz al-Hadîs dan kata kunci (tema) hadis

dengan kitab Miftâh al-Kunûz al-Sunnah. Disamping itu, digunakan juga jasa

komputer dengan program CD Lidwa yang mempu mengakses sembilan kitab

sumber primer hadis. Sedangkan sumber penunjangnya adalah kitab-kitab

dan buku yang relevan dengan kajian ini.

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif-analitis,

yaitu sebuah metode yang bertujuan memecahkan permasalahan yang ada,

dengan menggunakan teknik deskriptif yakni penelitian, analisa dan

klasifikasi.14 Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan

linguistik, dengan analisa pendekatan ilmu kedokteran untuk mengungkapkan

hikmah apa saja yang terkandung dari seseorang yang melakukan adab makan

dan minum.

F. Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan penyusunan skripsi ini, penulis membagi

pembahasan penulisan ini, maka penulis akan menguraikannya dalam

13Arifuddin Ahmad, Metode Tematik dalam Pengkajian Hadis, h. 20-21. 14Winarno Surahmad, Pengantar Penelitian Ilmiah, (Bandung: Tarsito, 1994), h. 138-

139.

Page 25: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

11

beberapa bab yang di dalamnya memuat beberapa sub-bab. Adapun uraiannya

ialah sebagai berikut:

Bab pertama, berisi tentang pendahuluan yang meliputi: a) Latar

belakang masalah, yang menjelaskan tentang pendahuluan dan kronologi

permasalahan sampai ke titik inti dari permasalahannya, b) identifikasi,

pembatasan dan perumusan masalah, agar pembahasan yang dikaji lebih

fokus dan tidak melebar serta terarah kepada yang dituju, c) tinjauan pustaka

d) tujuan penelitian, tantang tujuan penulis mencapai target yang diinginkan,

e) metedologi penelitian, f) sistematika penulisan.

Bab kedua, akan membahas tinjauan umum tentang adab makan dan

minum, dalam bab ini terdapat beberapa sub-bab, diantaranya, a) pengertian

adab makan dan minum, b) makna kesehatan, c) urgensi makanan bagi

kesehatan tubuh, d) makanan yang sehat, e) padangan agama Islam tentang

kesehatan.

Bab ketiga, akan membahas hadis-hadis seputar adab makan dan

minum dengan menggunakan metode tematik (maudhu’i). Adapun yang akan

menjadi bebrapa sub-bab, seperti a) hadis-hadis adab makan dan minum, c)

hikmah dari adab makan dan minum menurut ilmu kesehatan, c) asbabul

wurud.

Bab keempat, berisi penutup, yang meliputi: a) Kesimpulan, yang

berisi jawaban atas pertanyaan yang telah disebutkan dalam perumusan

masalah, dan b) Saran, berisi saran-saran.

Page 26: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

12

BAB II

TINJAUAN UMUM MENGENAI ADAB MAKAN DAN MINUM

A. Pengertian Etika dan Adab

Dalam pengertian umum kata etiket dapat diartikan dengan tatacara atau

tingkah laku yang baik. Kata etiket ini berasal dari bahasa Perancis yaitu

etiquette. Bermacam-macam tafsiran dapat diberikan terhadap etiket ini

seperti sopan santun, tata krama, tata pergaulan, prilaku dan sebagainya.

Kesemuanya itu dapat dimasukkan dalam suatu kesimpulan mendidik atau

menjadikan manusia lebih baik lagi.

Etiket itu mempunyai arti yang penting sekali dalam kehidupan

manusia pada umumnya, sebagai salah satu pelengkap hubungan antara

manusia satu dengan yang lainnya atau masyarakat. Kemanapun juga orang

pergi ia akan selalu berhadapan dengan apa yang dinamakan etiket, sesuatu

yang harus dilakukan oleh seseorang sebagai salah satu dari bagian

masyarakat yang beradab. Dengan etiket ini seolah-olah setiap orang

diharuskan menjadi lebih baik, lebih dewasa, lebih memahami kehidupan,

lebih toleran terhadap sesamanya dan lebih berfikiran. Karena memang

demikianlah tuntutan zaman yang makin modern.1

Sedangkan pengertian adab menurut Muhammad bin Mukarram bin

Mandzur al-Afrîqî al-Misrî adalah suatu budi pekerti yang dilakukan oleh

seseorang. Disebut adab karena mendidik manusia kepada hal-hal terpuji dan

1 Ben Handaya, Etiket dan Pergaulan, (Yogyakarta: Kanisius, 1975), h. 6.

Page 27: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

13

mencegah mereka dari yang jelek. Asal makna dari adab adalah panggilan,

contohnya dikatakan untuk orang-orang yang yang di undang kepadanya

hidangan disebut ma’dubah. Ibnu Burjuj berkata: “Sesungguhnya telah

terdidik dengan didikan yang baik, dan engkau dipanggil pendidik”. Abu

Zayd berkata “Seseorang yang mendidik suatu adab maka disebut adib. Dan

Ulama lain berkata, adab adalah kesopanan diri dan belajar atau adab adalah

tindakan yang baik. Kata aduba dengan dhommah pada huruf dal, isim

failnya adalah adîbun. Dan kata addabah artinya mengajarinya. Menurut az-

Jujaj kata ini digunakan untuk Allah Swt. beliau berkata: “Inilah adab yang

Allah ajarkan kepada Nabi-Nya Muhammad Saw.2

Seperti dalam riwayat hadis Nabi Saw:

بييأدتنسفأحبيرنيبأد “Rabb ku telah mendidikku dengan sebaik-baik pendidikan”.3

Adab dan akhlak hampir sama maknanya, akan tetapi ada beberapa

perbedaan antara adab dengan akhlak, yaitu:

1. Adab berarti tata cara, tata tertib atau tata aturan; sedangkan akhlak

berarti budi pekerti, moral, tabiat atau perangai.

2. Adab membicarakan tata tertib atau tata cara yang sudah diatur

sedemikian rupa; sedangkan akhlak membicarakan perilaku yang

muncul dari sifat jiwa, bisa berupa perangai yang baik maupun yang

buruk.

2Muhammad bin Mukarram bin Mandzur al-Afrîqî al-Misrî, Lisan al-A’râb, (Beirut: Dâr

al-Shadir), t.th, h. 207. 3Jalaluddin as-Suyutî, Jam’ul Jawâmi’, (Beirut: Mu’assisah ar-Risalah, 1992), h. 39.

Page 28: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

14

3. Adab Islamiyah berarti tata cara atau tata tertib menurut ajaran Islam,

dan begitu seharusnya setiap muslim mengikuti dan mentaatinya,

sedangkan akhlak Islamiyah berarti akhlak atau moral menurut ajaran

Islam.4

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa; pertama, jika adab

dan akhlak masih berdiri sendiri maka pada keduanya tampak jelas

perbedaannya. Kedua, jika kata adab dan akhlak sudah dipadukan dengan

kata “Islami”, maka arti keduanya hampir saja sama dan sulit untuk

membedakan, karena baik adab Islami maupun akhlak Islami berisi ajaran

berperilaku yang baik menurut Islam atau menjauhi prilaku yang

bertentangan dengan roh dan ajaran Islam.5

B. Tatacara Ketika Saat Makan

Dalam pergaulan antar bangsa, tatacara mengenai makan dan minum

sangat penting dipelajari dan diketahui. Ketentuan mengenai makan dan

minum seperti yang biasa di negara kita ini tidak selalu sama dengan yang

berlaku di negara lain. Memang banyak perbedaan cara makan antar bangsa

kita dengan kebiasaan internasional.

Tata cara makan harus benar-benar diperhatikan. Terutama bila sering

diundang makan bersama sanak famili, keluarga, tetangga, atau keluarga

teman-teman. Jangan sampai orang-orang menikmati makanan yang

4Choiruddin hadhiri. Sp, Akhlak dan Adab Islami, (Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer,

2015), h. 15. 5Choiruddin hadhiri. Sp, Akhlak dan Adab Islami, h. 16.

Page 29: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

15

terhidang, tetapi grogi karena tidak yakin cara makan yang benar. Berikut ini

adalah tatacara saat makan.6

1. Pastikan tangan anda dan wajah bersih saat mendatangi meja makan.

2. Apabila setiap orang kebagian serbet, maka letakkan serbet di atas

pangkuan. Jika hendak berdiri, maka letakkan serbetnya di atas kursi,

bukan diatas meja.

3. Mulailah makan ketika sudah dipersilahkan, atau ketika semua orang

mulai makan.

4. Duduk tegak dengan punggung lurus dan tidak bersandar malas atau

merosot di kursi.

5. Tetap berada di kursi selagi makan, jangan bolak-balik dan menggangu

ketenangan orang lain yang sedang makan.

6. Selama makan, kedua belah siku tidak boleh dikembangkan, siku atau

lengan tidak boleh diletakan di atas meja, cukup sebatas pergelangan

tangan.

7. Makan dengan mulut tertutup dan tidak bersuara.

8. Bukalah mulut saat makanan sudah ada berada di depan bibir, jangan

membuka mulut lebar-lebar ketika makanan masih jauh dari bibir.7

9. Jika makanan terlalu panas, maka jangan meniupnya. Biarkan saja

sampai makanannya dingin.

10. Dilarang untuk menghirup makanan berkuah, apalagi sampai

menimbulkan bunyi seruput-seruput.

6 Mien R. Uno, Buku Pintar Etiket Untuk Remaja, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2009), h. 68.

7 Mien R. Uno, Buku Pintar Etiket Untuk Remaja, h. 69.

Page 30: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

16

11. Dilarang untuk meludahkan makanan yang tidak disukai ke serbet atau

piring, kecuali itu membahayakan, misalnya ada paku di nasinya atau

duri tajam di lauknya. Jika makanannya tidak enak, mau tidak mau

harus kamu telan.

12. Minumlah dengan tenang dan sopan, jangan berbunyi dan berkumur.

13. Dilarang untuk tinggalkan noda lipstik di gelas atau serbet.8

14. Dilarang untuk berisik, seperti: bersendawa, bersiul, atau membunyikan

sendok dan garpu ke piring. Jika tidak sengaja bersendawa menyentuh

bibir dengan serbet sambil berucap maaf tanpa menoleh kekiri dan

kanan.

15. Jika ada sesuatu yang jatuh atau tumpah, maka dilarang untuk gaduh.

Ambil atau bersihkan dengan serbet dan mintalah serbet pengganti. Jika

tidak ada serbet, maka bisa menggunakan tisu.

16. Jika tidak sengaja menumpahkan baju seseorang, maka segeralah

meminta maaf dan ambilkan tisu atau serbet. Biarlah dia mengelap

tumpahan di bajunya sendiri.

17. Dilarang untuk meletakan serbet diatas meja sebelum jamuan selesai.9

C. Tatacara Berbicara Saat makan

1. Dilarang untuk bicara saat mulut penuh dengan makanan. Jika ada

orang yang bertanya, maka telanlah terlebih dahulu makanannya setelah

itu menjawabnya, biarkan orang tersebut menunggu sampai.

8Mien R. Uno, Buku Pintar Etiket Untuk Remaja,h. 69. 9 Mien R. Uno, Buku Pintar Etiket Untuk Remaja, h. 70.

Page 31: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

17

2. Dilarang untuk mengkritik makanan. Misalnya, “sambelnya

kepedesan,” “nasinya terlalu lembek”, atau “kok lauknya ini lagi ini

lagi?” Hargailah orang yang sudah bersusah payah menyiapkan

makanan. Itu sudah yang terbaik yang bisa mereka lakukan.10

3. Jika ingin meminta makanan yang diletakan agak jauh dari meja, maka

dilarang untuk mengambilnya. Cukup bilang “tolong” ke orang yang

terdekat dengan makanan itu.

4. Bicaralah dengan setiap orang di meja makan, jangan hanya berbicara

dengan satu orang saja.

5. Bicarakan hal-hal yang menyenangkan selagi makan, bukan hal-hal

yang akan mengganggu selera orang-orang sekitar.

6. Jika tuan rumah menawari makanan yang tidak disukai, cukup

tersenyum dan bilang “Oh tidak, terimakasih.”

7. Jika sudah selesai makan, maka minta izinlah kepada tuan rumah atau

kepala keluarga untuk meninggalkan meja makan.

8. Ucapkan terimakasih pada orang yang telah menyiapkan makanan.

9. Tawarkan bantuan untuk membersihkan meja atau mencuci piring-

piring bekas makan.11

D. Alat-Alat Makan

Yang dimaksud dengan alat makan di sini ialah alat-alat yang

digunakan sewaktu makan, seperti pisau, garpu, sendok, piring ceper, tempat

10Mien R. Uno, Buku Pintar Etiket Untuk Remaja, h. 70. 11http://www.medianesia.com/read/detil/2012/11/19/Table-Manner-Aturan-dan-Etika-

Saat-Menyantap-Hidangan-di-Meja-Makan diakses pada taggal 5 April pukul 16.00 wib.

Page 32: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

18

daging dan gelas. Disamping perlu mengenal alat-alatnya, kita juga perlu

mengetahui bebrapa jenis pisau dan penggunaanya untuk memotong daging,

ikan atau salada.12

Untuk alat makan di Indonesia sebagian orang biasa makan dengan

menggunakan sendok dan garpu. Mungkin hanya ini saja tatacara makan yang

umum yang digunakan di Indonesia, selain cara makan langsung dengan

tangan tentunya. Tetapi disamping itu ada banyak cara makan dengan

menggunakan peralatan lain di Indonesia, beberapa diantaranya adalah:13

1. Sendok dan garpu

Ini adalah cara makan yang sangat umum di Indonesia dan tentu

telah dipahami bagaimana makan dengan cara seperti ini.

Menggunakannya dengan memegang sendok di tangan kanan dan garpu

di tangan kiri (kecuali jika kidal). Makan dengan menggunakan sendok

dan garpu sangatlah mudah, sendok digunakan untuk mengambil

makanan dan garpu dapat digunakan untuk menusuk makanan atau

membantu mengumpulkan makanan di sendok. Jika makan mie, bisa

dengan menggunakan garpu untuk melilit mie dan memaakannya atau

bisa juga menggunakan garpu untuk mengangkat sebagian mie lalu

menaruhnya dahulu pada sendoknya. Kesulitan utama dalam

menggunakan sendok dan garpu adalah pada saat memakan daging

berukuran besar seperti saat makan steak. Ketika makan steak dengan

sendok dan garpu, maka cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan

12 Hermine E.P. Hutabarat, Etiket; Pedoman Praktis Untuk Membawa Diri Dalam Pergaulan Antar Bangsa, (Jakarta: Gunung Mulia, 1998), h. 78.

1313 Mien R. Uno, Buku Pintar Etiket Untuk Remaja, h. 72.

Page 33: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

19

menusukkan garpu untuk menahan daging lalu menggunakan ujuang

sendok untuk membuat potongan kecil dari daging steak, walaupun hal

ini mungkin sulit dilakukan kalau daging steak tidak lunak.14

2. Pisau dan garpu

Makan dengan garpu dan pisau saat ini menjadi makin umum

dengan menjamunya rumah makan yang menyediakan steak sebagai

hidangan utamanya. Cara menggunakan makan dengan pisau dan garpu

tidaklah sulit. Memegang garpu di tangan kiri dan pisau di tangan

kanan. Garpu digunakan untuk menusuk dan menahan makananan pada

tempatnya selagi memotong makanan tersebut menjadi potongan yang

lebih kecil menggunakan pisau. Setelah terpotong, maka makan

potongan kecil tadi mengguakan garpu, jangan menggunakan pisau

untuk memakan, karena selain tidak benar hal ini juga beresiko

menyebabkan lidah teriris pisau secara tidak sengaja. Kekurangan dari

penggunaan pisau dan garpu adalah akan kesulitan menyantap makanan

yang berkuah, mungkin akan tetap membutuhkan sendok untuk

menikmati kuah dari makanan tersebut.15

3. Sumpit

Makan dengan memakai sumpit juga bukan merupakan hal yang

asing di Indonesia. Tempat-tempat makan bertema Jepang, Cina, atau

Korea biasanya selalu menyediakan sumpit. Makan dengan

14Hermine E.P. Hutabarat, Etiket; Pedoman Praktis Untuk Membawa Diri Dalam

Pergaulan Antar Bangsa, (Jakarta: Gunung Mulia, 1998), h. 78. 15Hermine E.P. Hutabarat, Etiket; Pedoman Praktis Untuk Membawa Diri Dalam

Pergaulan Antar Bangsa, h. 79.

Page 34: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

20

menggunakan sumpit memiliki seni tersendiri, harus bisa memegang

sumpit dengan benar agar dapat menyantap hidangan dengan nyaman

dan terhindar dari rasa sakit atau nyeri di tangan akibat cara memegang

sumpit yang salah. Saat makan dengan sumpit, usahakan untuk selalu

menjepit makanan dengan sumpit dan jangan menusuk makanan serta

menggunakan sumpit seperti menggunakan garpu.16

4. Pulukan (Menggunakan Tangan)

Makan dengan menggunakan tangan adalah salah satu cara makan

yang wajar di Indonesia, khususnya untuk menyantap makanan-

makanan yang tidak berkuah. Makan dengan menggunakan tangan

sangatlah mudah, hal yang perlu diperhatikan adalah usahakan hanya

menggunakan bagian ujung dari jari-jari saat makan. Biasanya orang

yang makan dengan lahap dengan menggunakan tangan akan terlihat

sangat menikmati makanannya dan membuat orang yang melihat jadi

lapar, sehingga ingin ikut makan.17

5. Suru

Untuk yang satu ini, mungkin suru adalah kata yang asing bagi di

telinga. Suru adalah sebuah alat makan yang biasanya terbuat dari daun

pisang, dan biasa digunakan untuk menyantap pecel di beberapa daerah

di Jawa Tengah. Suru berfungsi seperti sendok, dua atau tiga lembar

daun pisang berukuran sekitar 3x7 cm ditumpuk menjadi satu,

16Hermine E.P. Hutabarat, Etiket; Pedoman Praktis Untuk Membawa Diri Dalam

Pergaulan Antar Bangsa, h. 80. 17Hermine E.P. Hutabarat, Etiket; Pedoman Praktis Untuk Membawa Diri Dalam

Pergaulan Antar Bangsa, h. 80.

Page 35: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

21

kemudian pegang salah satu ujung daunnya jadi dibagian atas dan

menekan bagian tengah daun agar bagian tengah daun melengkung ke

dalam, lalu jari telunjuk dan jari tengah daun melengkung ke dalam,

lalu jari telunjuk dan jari telunjuk dan jari tengah di bagian bawah daun

kiri dan kanan untuk menopang daun. Setelah itu daun akan menjadi

seperti sendok dan siap digunakan untuk makan.18

E. Tatacara Makan Ala Indonesia

1. Gunakan sendok dan garpu untuk makan ayam goreng, udang, dan juga

lalapan. Jika lebih suka makan dengan tangan, maka itu dibolehkan,

ayang terpenting adalah bagaimana cara makannya yang bersifat santai

dan masih di lingkungan keluarga.

2. Jika hendak memakan sate, maka langsung gigitlah daging dari

tusukannya. Tetapi jika dalam acara formal, lepaskan dulu daging dari

tusukannya dengan memakai garpu, kemudian makanlah dengan

sendok dan garpu.19

3. Kalau ada jenis makanan yang perlu dipotong, gunakan pisau. Tetapi

jika tidak ada pisau maka pakai saja sendok dan garpu. Dan dilarang

untuk tidak memakai tangan, karena selain tidak sopan juga tidak

higienis.

4. Jika hendak makan sup, maka jangan di hirup dari mangkuknya apalagi

smpai menimbulkan suara, maka ambilah dengan sendok.

18http://tiaramutiaraa.blogspot.co.id/2014/02/tata-cara-dalam-etika-makan-table-

manner_24.htmldiakses pada tanggal 5 April 2016 pukul 14.00 wib. 19Mien R. Uno, Buku Pintar Etiket Untuk Remaja, h. 71

Page 36: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

22

5. Jika ingin beralih dari memakai sendok ke memakai tangan, maka

dilarang untuk meletakkan sendok bekas di atas meja, letakkan di

pinggir piring saja.20

F. Table Manner (Tatacara Makan) di Berbagai Negara

Dunia ini memiliki banyak kebudayaan yang beraneka ragam. Apalagi

jika sudah terpisahkan benua, bahkan negara tetangga sekalipun. Cara dan

tradisi mereka bisa saja bertolak belakang. Berkaitan dengan hal itu, cara

makan di tiap negara yang secara garis besar terpisahkan oleh benua pun

berbeda-beda dan beragam, sebagai berikut:21

1. Jepang

Masakan Jepang dikenal dengan julukan “The Healthies Food in

The World”. Tidak hanya itu, jenis makanan dan tehnik memasaknya

sangat variatif. Seperti robatayaki, tehnik memasak yang sangat

tradisional, yaitu dwngan cara memanggang bahan makanan di atas

bara api. Juga tepanyaki, yang dalam bahasa Indonesia berarti besi

pemanggang, yang banyak ditawarkan di resto Jepang. Bahan makanan

juga dimasak oleh koki dengan asiknya langsung di depan umum.

Biasanya di orang-orang jepang makan dengan menggunakan sumpit

dan mangkok. Bahkan terkadang untuk makanan yang susah di ambil

dengan sendokpun mereka masih tetap menggunakan sumpit. Selain itu,

saat mereka makan, mereka tidak duduk dikursi atau lesehan tetapi

20 Mien R. Uno, Buku Pintar Etiket Untuk Remaja, h. 72. 21Henry Runsell,Etiket Jamuan Makan dan Komunikasi, (Jakarta: Gramedia Widiasarana,

2001), h. 35.

Page 37: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

23

berlutut dan dialasi bantal. Kalaupun makan sup dan makanan berkuah

lainnya harus diseruput, terus gak boleh menuangkan saos di nasi dan

menggunakan 2 pasang sumpit untuk mengambil satu lauk (biasanya

tidak sengaja 2 orang mengambil lauk yang sama).22

2. Cina

Sejarah panjang kuliner Cina ternyata berlaku pula untuk tata cara

makannya yang telah berusia ribuan tahun. Tata cara makan Cina yang

berkembang hingga saat ini berasal dari zaman Dinasti Zhou pada abat

ke-11. Tata cara makan ala kerajaan ini kemudian berkembang dengan

berbeda di tiap-tiap wilayah Cina. Dulu, perbedaan tata cara makan

tergantung pada strata sosial yang terbagi menjadi kelompok ningrat,

pejabat, pedagang, rakyat biasa. Sekarang umumnya tata cara makan

hanya 2 macam, yakni tuan rumah dan tamu. Tata cara makan di Cina

mirip seperti jepang, hanya ada sedikit perbedaan antara lain seperti:23

a) Tempat duduk paling utama biasanya ditempatkan menghadap

timur atau pintu masuk.

b) Etnis Cina juga memiliki kebiasan bersulang. Namun sulang tidak

dilakukan bersamaan melainkan berurutan mulai dari tamu

tehormat, diikuti yang duduk di sebelahnya, hingga tempat duduk

terakhir. Saat santapan dimulai, orang harus menjaga cara

makannya agar tetapsopan. Orang muda harus menunggu orang

lebih tua mengatakan, Ayo makan, untuk mulai makan.

22http://berbagi-i7mu.blogspot.com/2010/01/table-manners.html, diakses pada tanggal 5 April pukul. 15.25 wib.

23Etiket Jamuan Makan dan Komunikasi, h. 35.

Page 38: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

24

c) Aturan dalam memegang mangkuk, jempol harus berada di tepi

mangkuk di dekat mulut.24

3. Arab

Anda tidak akan menemukan sendok dan garpu di meja-meja

makan orang arab, karena kenikmatannya mereka lebih suka makan

dengan tangan. Selain itu mereka suka makan ramai-ramai dalam satu

tempat, misalnya nasi di tempatkan di wadah yang agak besar dan dari

wadah inilah mereka makan berjamaah. Selain nasi juga di tumpuk

daging, bisa daging kambing dan onta. Makanan Arab memang

kebanyakan terbuat dari daging dan semacam roti yang bentuknya

bulat. Salah satu kebiasaan lain ialah makan sambil ngobrol, bahkan

jika makan sudah selesai, tetap dilanjutkan. Dan juga makan berlebih

setiap selesai makan. Ambillah makanan yang terdekat dengan anda,

jika anda ingin mengambil makanan yang letaknya agak jauh, maka

permisi terlebih dahulu, karena memang meja makannya besar dan

panjang.25

4. Amerika Serikat

Pasca Perang Dunia II, AS sebagai pemenang perang menerapkan

budaya santap makan baru. Jadwal kerja dibuat seefesien mungkin

dengan cara Amerika yaitu sistim one hour lunch break. Peradaban

Latin mereka yang sudah berumur ribuan tahun mengajarkan bahwa

24Hermine E.P. Hutabarat, Etiket; Pedoman Praktis Untuk Membawa Diri Dalam

Pergaulan Antar Bangsa, h. 80. 25http://berbagi-i7mu.blogspot.com/2010/01/table-manners.html, diakses pada tanggal 5

April pukul. 15.25 wib.

Page 39: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

25

makan adalah ritual yang sacre. Setelah kenyang menyantap makanan

utama, diperlukan waktu santai sambil minum kopi. Disini kita

menyebutnya dengan istilah menurunkan nasi sebelum melanjutkan

kerja. Ini memakan waktu paling tidak 2 jam. Tahun 1980-an, pada

waktu gerai-gerai McDonald, Kentucky Fried Chicken dan lain-lain

memulai ekspansinya dari AS ke berbagai negara di dunia menawarkan

Fastfood. Tidak dapat dibantah bahwa fastfood adalah budaya

gastronomi AS. Burger, hot dog bahkan pizza adalah makanan asli

Eropa yang dulu juga ikut berimigrasi ke Amerika, pasca pelayaran

Christopher Columbus. Kini mereka menyebar ke seluruh penjuru

dunia, termasuk kembali ke Eropa dengan wajah lain, yaitu wajah

fastfood ala Amerika Serikat biasanya mereka makan menggunakan

pisau dan garpu.26

5. Eropa

Menu utama bergaya Eropa identik dengan penggunaan saus dan

pasta. Di Ingris, cara makan kita harus sesuai dengan table manner. Jika

tidak, kita diacap sebagai orang yang kurang tahu sopan santun, mirip

seperti orang-orang di Amerika, mereka pun juga kebanyakan

menggunakan pisau dan garpu. Mulai makanan ringan sebagai pembuka

hingga hidangan penutup yang bisa menyajikan enam jenis menu atau

bahkan lebih. Banyak hidangan bisa disajikan, mulai abalone (kerang).

Udang, hingga risotto khs Italia. Hidangan utama ala Eropa biasanya

26http://duniamakanan.com/etika-makan-table-manners.html, diakses pada tanggal 5 April

pukul 16.15 wib.

Page 40: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

26

hampir sama. Rata-rata menggunakan saus, daging sapi, atau aneka

bahan baku dari laut, kata chef spesialis menu Eropa, Wijaya Gunawan.

Hidangan utama bergaya Eropa biasanya juga di sesuaikan

dengan tema serta acara yang akan dilangsungkan. Menu utama ala

Eropa yang paling banyak di gemari adalah yang menggunakan saus,

pasta, ataupun bahan-bahan seperti daging asap dan kentang. Menu

utama ala Eropa juga disajikan dengan segelas champagne atau wine.27

G. Pola Makan Yang Sehat

Cara makan sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Sebab, pola makan

yang keliru dapat menyebabkan terjadinya banyak gangguan pada kesehatan

tubuh, terutama menurunnya sistem imun. Hal ini bisa terjadi karena pola

makan yang tidak benar dapat menyebabkan asupan yang dibutuhkan oleh

tubuh tidak terpenuhi sepintas kebiasaan ini mungkin kelihatan tidak

mempunyai pengaruh apapun sebab banyak diantara anda yang mempunyai

pola makan buruk namun masih sehat-sehat saja. Padahal, pengaruhnya akan

dirasakan di hari kemudian.28

Tidak banyak orang yang mau memperhatikan pola makannya

sehingga, tanpa disadari banyak penyakit, mulai dari yang paling ringan

seperti maag hingga paling berbahaya seperti kanker dan penyakit jantung,

kerap datang mengintai. Kebanyakan orang makan sesuka hatinya. Porsinya

pun sudah tidak diperhatikan lagi. Padahal, porsi makan yang selalu banyak

itu tidak baik, begitu juga sebaliknya.

27http://goorme.com/article/etika-makan-internasional, diakses pada tanggal 5 April pukul. 16.20 wib.

28Adi D. Tilong,Rahasia Pola Makan Sehat, (Yogyakarta: FlashBooks, 2014), h. 7.

Page 41: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

27

Pola makan yang buruk dapat menyebabkan tidak teraturnya jam

makan. Selain itu, dampaknya terhadap kesehatan pun cukup buruk. Orang

dengan pola makan yang seperti ini rentan mengalami beberapa gangguan

kesehatan, seperti obesitas, perut kembung, dan muntah-muntah karena

kekenyangan. Karenanya, mengatur jam makan sangat penting dilakukan

untuk menghindari terjadinya hal-hal yang lebih buruk terhadap kesehatan.29

Cukup beragam dalam idealnya pola makan yang baik dan sehat,

diantaranya:

1. Dua kali sehari.

Mungkin ada sebagian orang-orang yang pernah melanggar para

ahli gizi yang menganjurkan untuk melakukan makan dua kali sehari.

Atau mungkin banyak orang yang sudah melakukan pola makan

tersebut. Pola makan tersebut dianjurkan karena didasarkan pada

psikologi pelik dari tubuh manusia dimana seseorang yang ingin makan

harus mengambil jeda sebelum menyantap makananan berikutnya. Jeda

tersebut dimaksudkan untuk menunggu hingga perut telah kosong atau

sensasi rasa lapar teras kembali.30

Umumnya, makanan tinggal didalam perut selama enam hingga

delapan jam. Ini menunjukkan bahwa antara yang pertama dengan yang

kedua berselang antara delapan hingga sepuluh jam. Atas dasar inilah

para ahli menganjurkan untuk makan sehari dua kali juga dapat

memberikan kesempatan pada perut untuk beristirahat selama dua belas

29 Adi D. Tilong,Rahasia Pola Makan Sehat, (Yogyakarta: FlashBooks, 2014), h. 8. 30Adi D. Tilong,Rahasia Pola Makan Sehat, h. 9.

Page 42: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

28

jam. Sepanjang durasi waktu itulah tubuh dapat menyimpan enzim yang

dibutuhkan, memperbaharui selaput lendir, dan memperbaiki fungsi

normal kontraksi dari sistem pencernaan.

Selain itu, saat perut melakukan proses penyaringan makanan,

khususnya makanan-makanan yang kaya protein, maka struktur asam

dalam makanan mempengaruhi dinding perut. Keseluruhan proses yang

itensif ini mengaktifkan sel dalam memproduksi zat asam, getah, dan

enzim lambung. Proses pencernaan menyebabkan kerusakan pada

dinding perut sehingga dibutuhkan lebih banyak waktu untuk

beristirahat guna melakukan pencernaan berikutnya. Sedikit perubahan

pada pola tersebut bisa mengarahkan pada penolakan dan ketidak

nyamanan. Seringkali seseorang membutuhkan waktu sekitar tiga bulan

agar dapat memproduksi refleksi dan kebiasaan makan baru.31

Atas dasar inilah disarankan untuk sarapan mulai dari jam tujuh

hingga sepuluh pagi. Sedangkan asupan makanan kedua harus berjarak

enam jam setelah sarapan tersebut. Asupan makanan kedua ini dapat

dimulai dari jam satu siang hingga jam tiga sore. Menurut para ahli gizi,

jam-jam tersebut dinilai sebagai waktu makan asupan makanan yang

kedua yang paling ideal.32

2. Tiga kali sehari

Makan tiga kalin sehari dapat dilakukan dalam tiga waktu utama,

yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Diantara ketiga jam

31 Dr. Hiromi Shinya, Revolusi Makan, (Bandung: PT. Mizan Pustaka, 2014), h. 23. 32Adi D. Tilong,Rahasia Pola Makan Sehat, (Yogyakarta: FlashBooks, 2014), h. 10.

Page 43: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

29

makan ini, dianjurkan untuk melakukan dua kali makan selingan antara

jam 10.00 wib dan jam 15.00 wib. Hal ini didasarkan atas kondisi irama

tubuh kita dimana setiap dua sampai tiga jam gula darah akan

mengalami penurunan. Hal ini ditandai oleh kondisi perut yang merasa

lapar sebagai isyarat bahwa tubuh perlu mendapatkan asupan yang

dibutuhkan oleh tubuh. Asupan ini tidak harus berupa nasi namun bisa

berupa makanan-makanan sehat lainnya.33

3. Lebih dari tiga kali sehari

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa makan dua atau

tiga kali kurang baik untuk tubuh. Sebaliknya, makan lebih dari tiga

kali sehari justru diyakini dapat meningkatkan metabolisme,

mengontrol kadar gula darah, dan menstabilkan berat badan. Lebih dari

itu, makan lebih dari tiga kali sehari juga dapat membantu menekan

jumlah porsi makan sehingga tidak lagi makan dengan porsi yang

banyak. Sedangkan pola makan dua atau tiga kali sehari bisa membuat

seseorang makan dengan porsi yang besar sehingga dapat menyebabkan

terjadinya berat badan berlebih.34

Pendapat atau anjuran ini didasarkan pada suatu fakta bahwa

tubuh memiliki tritme tubuh yang harus diikuti. Karena, makan tidak

perlu mengikuti teknis jam makan yang ada sebab tubuh juga memiliki

ritme dan alarm alami yang dapat memberitahukan apakah sebenarnya

tubuh lapar atau tidak.35

33Adi D. Tilong,Rahasia Pola Makan Sehat, h. 14. 34Adi D. Tilong,Rahasia Pola Makan Sehat, h. 15. 35Adi D. Tilong,Rahasia Pola Makan Sehat , h. 15.

Page 44: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

30

BAB III

TELAAH HADIS SEPUTAR ADAB MAKAN DAN MINUM

Pada bab ini, penulis akan menguraikan jawaban atas rumusan masalah

yang telah dipertanyakan pada bab I, yaitu hadis-hadis yang berbicara mengenai

adab makan dan minum serta bagaimana Islam melalui hadis-hadis mengajarkan

para pengikutnya mengenai adab makan dan minum.

A. Hadis-Hadis Adab Makan dan Minum

1. Membaca Doa (Basmalah) Sebelum Makan dan Sesudah Makan

مؤمل بن هشام حدثنا إسماعيل عن هشام يعنى ابن أبى عبد حدثنا الله الدستوائى عن بديل عن عبد الله بن عبيد عن امرأة منهم يقال لها

وسلميه لالله صلى االله ع أم كلثوم عن عائشة رضى االله عنها أن رسولتعالى فإن نسى أن يذكر اسم إذا أكل أحدكم فليذكر اسم اللهقال

هرآخو لهأو م اللهقل بسفلي هلى أوالى فعت 50.الله “Telah menceritakan kepada kami Muammal bin Hisyam, telah menceritakan kepada kami Ismail, dari Hisyam yaitu Ibn Abi Abdillah ad-Dastawâi, dari Budail, dari Abdillah bin ‘Ubaid, dari perempuan diantara kalian, telah berkata kepadanya Ummu Kultsum, dari Aisyah. Ra, dia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Jika seseorang diantara kalian makan, maka hendaknya dia menyebut nama Allah. Jika dia lupa menyebut nama Allah pada awal mula, maka hendaknya dia berkata, “Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhir”.51

Berdasarkan hadis di atas, dianjurkan mengucapkan basmalah pada

saat mulai makan, hal ini sudah merupakan kesepakatan para ulama, oleh

karena itu dianjurkan juga mengucapkan hamdalah selesai makan. Begitu

50 Abu Daud Sulaiman ibn al-Asy‘at al-Sajastani, Sunan Abu Dawud, (Beirut: Da al-Kitab al-Arabi, tt), Jilid 4, h. 138.

51Lidwa Pustaka i-Softwere, “9 Kitab Imam Hadits”.

Page 45: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

31

juga dianjurkan mengucapkan basmalah pada waktu mulai minum,

bahkan dalam setiap urusan yang diniatkan. Para ulama berpendapat

bahwa dianjurkan untuk mengeraskan bacaan basmalah untuk

memperdengarkannya kepada orang lain dan mengingatkannya. Apabila

seseorang dengan sengaja tidak membaca basmalah pada awal makan,

atau karena lupa, tidak tahu, dipaksa, tidak mampu, atau karena ada

alasan lain, kemudian memungkinkan baginya untuk membacanya,

dengan mengucapkan بسم االله أوله وآخره“Denganmenyebutnama Allah di

awaldanakhirnya.”.52

Menurut al-Nawawî, dalam syarh Muslim menyebutkan bahwa

kesunahan membaca basmalah bisa dicapai dengan sekedar membaca بسم

.maka itu lebih baik , بسم الله الرحمن الرحيمKemudian jika dibaca dengan.الله

Kesunahan ini berlaku juga bagi wanita yang sedang haid, maupun orang

yang sedang berhadas besar (junub).53

Selain itu, Ibn Hajar dalam kitab syarhnya menjelaskan bahwa

ulama telah sepakat kesunahan tersebut dilakukan di awal ketika

seseorang hendak makan. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa

membacabasmalahsecara lengkap ialah yang lebih utama. Kemudian jika

terjadi kelalaian (menyebabkan tidak bisa melakukannya di awal ketika

52Imam Nawawi, SyarahShahih Muslim, cet. 2, (Jakarta: DarusSunnah, 2013), h. 715-

716. 53Abi Zakarya Yahya bin Syaraf an-Nawawî ad-Damsyqy, Syarah Shahih Muslim,

(Maktabah at-Taufiqiyyah, t.t), h. 210.

Page 46: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

32

hendak makan), maka Nabi telah menjelaskan secara pribadi lewat hadis

beliau, yakni “Ketika seseorang lupa membacanya di awal ketika hendak

makan, maka bacalah ketika ia ingat (di tengah-tengah makan), dengan

mengucapkan بسم االله أوله وآخره , artinyaDengan menyebut nama Allah di

awal kali maupun di akhir. Boleh juga membaca basmalah nya secara

lengkap dan ditambah kalimat أوله وآخره . Mengkhususkan lupa dalam

penyebutan tersebut karena kebiasaan orang mukmin, dia tidak

melakukan itu setelah adanya larangan kecuali karena lupa. Sedangkan

maksud dari memuntahkan disimpulkan bahwa itu adalah anjuran.

Karena perintah apabila tidak disimpulkan pada sesuatu yang

melazimkan wajib maka disimpulkan sebagai anjuran.54Inilah bukti

perhatian Nabi terhadap kita sebagai sebagai umatnya. Ulama juga

berpendapat bahwa dianjurkan untuk mengeraskan bacaan basmalah

ketika hendak makan dan minum agar yang lain mendengar sehingga

yang lainpun tersadarkan atasnya.55

Dengan membaca basmalah akan mendapat beberapa tujuanjika

mengacu pada redaksi-redaksi hadis, maka minimal ada tiga tujuan.

Pertama, agar apa yang kita makan diberkahi oleh Allah,dengan harapan

makanan yang dimakan benar-benar bermanfaat terutama untuk

54Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Syarh Ringkas Riyadhus Shalihin Jilid 1,

(Jakarta: Pustaka as-Sunnah, 2012), h. 263. 55Ahmad bin Alî al-Asqâlânî, Fath al-Bârî bi Syarh Sahih al-Bukhârî, juz 9, (Riyadh: Dâr

al-Salâm, 2000), h. 646.

Page 47: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

33

beribadah. Kedua,dihindarkan dari gangguan setan, jadi setan

memakanmakanan yang sedang kita makan, ini jika berdasarkan makan

hakikat. Sedangkan para ulama bersepakat membawa makna ini keluar

dari arti lahiriahnya. Dengan demikian, ini menunjukkan tidak ada

kemanfaatan dari makanan yang kita makan tersebut. Ketiga,untuk

mendapatkan ridha dari Allah dan juga menampakkan rasa syukur kita

kepada Allah, ini tampak dalam doa sebelum makan bahkan terlebih lagi

jelas saat doa ketika selesai makan.56

2. Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan

ناذان عز نم عاشو ها أبثندبيع حالر نب سا قيثندفان حا عثندحكة الطعرب اةروي التف أتان قال قرلمقال س هدعوء بضام الوتفذكر

اةروي التف أتا قربم هتربأخو لمسو هليع لى اللهص ول اللهسرل كذل 57بركة الطعام الوضوء قبله والوضوء بعدهفقال

Telah bercerita kepada kami Affan telah bercerita kepada kami Qais bin Ar Rabi' telah bercerita kepada kami Abu Hasyim dari Zadzan dari Salman al-Farisi berkata: Aku membaca dalam Taurat: Berkah makanan adalah berwudlu selepasnya lalu aku menyebutkan hal itu kepada Rasulullah Saw dan aku memberitahukan apa yang aku baca kepada beliau, beliau bersabda: “Berkah makanan adalah dengan berwudlu sebelum dan sesudahnya.”58

Hadis diatas merupakan anjuran berwudhu ketika sebelum makan

dan sesudah makan. Ini merupakan tanda betapa agama Islam

memperhatikan urusan umatnya, sampai-sampai mengatur hal yang kecil

56Muhyi al-Dîn Yahya bin Syaraf al-Nawawî, Sahih Muslim bi Syarh al-Nawawî, juz 13,

(Mesir: Maktabah al-Misriyyah, 1930), h. 190. 57Abu Daud Sulaiman ibn al-Asy‘at al-Sajastani, Sunan Abu Dawud, (Beirut: Dar al-Kitab

al-Arabi, tt), h. 257. 58Lidwa Pustaka i-Softwere, “9 Kitab Imam Hadits”.

Page 48: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

34

ini. Jika berdasarkan pada hadis-hadis yang sudah disebutkan dalam tema

ini, maka dapat diketahui bahwa Rasul Saw. adakalanya menganjurkan

mencuci tangan dengan kata berwudhu sebelum dan sesudah makan,

bahkan anjuran ini yang lebih banyak ditemukan dibanding anjuran yang

secara langsung menggunakan kata membasuh tangan.

Oleh karena itu, perlu dijelaskan maksud dari kata wudhu dalam

hadis-hadis membasuh makan. Maksud kata wudhu diartikan oleh al-

Nawawî sebagai wudhu dalam makna syariat, seperti shalat. Al-Qâdhî

Iyâd mengartikan kata tersebut sebagai wudhu secara bahasa, maka

maksudnya adalah membasuh kedua telapak tangan. Perlu diketahui

anjuran membasuh kedua tangan ini dalam rangka adab yang dianjurkan

Rasulullah Saw.59

3. Menjauhi Dari Sikap Berlebih-lebihan (Seorang Mukmin makan dengan

satu usus sedangkan orang kafir makan dalam tujuh usus)

حدثنا محمد بن بشار حدثنا عبد الصمد حدثنا شعبة عن واقد بن دمحامن نعلا ف رمع نأكلع قال كان ابأكل يين يكسى بمتؤى يتح

معه فأدخلت رجلا يأكل معه فأكل كثيرا فقال يا نافع لا تدخل هذا المؤمن يأكل في معى علي سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول

60واحد والكافر يأكل في سبعة أمعاءTelah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad, Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Waqid bin Muhammad dari Nafi’ ia berkata: Biasanya Ibnu Umar tidak makan hingga didatangnya

59Abî al-alâ Muhammad Abdurrahman bin abdurrahimal-Mubarakfûrî, Tuhfah al-

Ahwadzi bi Syarhijami al-Turmudzi,, juz 5, (Mesir: Dâr al-Fikr, t.th), h. 581. 60Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairiy al-Naysaburiy, Sahih Muslim (Juz II;

Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1992 M/1413 H), h. 224.

Page 49: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

35

kepadanya seorang miskin lalu makan bersamanya. Maka aku pun memasukkan seorang laki-laki untuk makan bersamanya, lalu laki-laki itu makan banyak, maka ia pun berkata, “Wahai Nafi’, jangan kamu masukkan orang ini. sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Seorang mukmin itu makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus.”61

Berdasarkan hadis di atas, al-Qadhi berkata, “hadis ini berkenaan

dengan orang itu sendiri, dikatakan padanya sebagai pemisalan”. Ada

yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah hendaknya orang

mukmin bersikap hemat pada makanannya. Pakar kedokteran

mengatakan, “Setiap manusia memiliki tujuh macam usus, yaitu perut

besar, tiga usus halus yang bersambung dengannya, dan tiga usus besar.”

Orang kafir yang karena kerakusannya dan tidak mengucapkan nama

Allah pada saat makan, maka tidak cukup baginya keculi harus

memenuhi seluruh ususnya. Sedangkan orang Mukmin karena

kesederhanaannya dan mengucapkan nama Allah pada saat makan, maka

makanan tersebut dapat mengenyangkannya dan cukup hanya satu usus

saja. Dimungkinkan yang demikian ini hanya pada sebagian orang-orang

Mukmin dan sebagian orang-orang kafir. Ada yang mengatakan, yang

dimaksud dengan “Tujuh usus adalah tujuh sifat, yitu semangat, rakus,

panjang angan-angan, tamak, tabiat buruk, iri dengki dan gemuk. Ada

yang berkata, “Yang dimaksud dengan orang Mukmin disini adalah

orang yang sempurna imannya dan berpaling dari hawa nafsu dan sudah

puas dengan apa yang dapat memenuhi kebutuhannya.” Pendapat terpilih

adalah bahwa sebagian orang Mukmin makan dalam satu usunya,

61Lidwa Pustaka i-Softwere, “9 Kitab Imam Hadits”.

Page 50: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

36

sedangkan kebanyakan orang kafir makan dalam tujuh usus. Dan tidak

mesti setiap usus dari ketujuh usus tersebut sama seperti satu usus orang

Mukmin.62

Para Ulama berkata, “Maksud hadis ini adalah mengurangi hal-hal

yang berkaitan dengan urusan dunia dan anjuran untuk bersikap zuhud

(tidak mementingkan urusan dunia) dan Qona’ah (merasa puas), dan

sedikit makan adalah termasuk akhlak baik seseorang sedangkan banyak

makan adalah sebaliknya. Adapun perkataan Ibn Umar berkenaan dengan

orang miskin yang makan banyak dihadapannya, “Janganlah sekali-kali

orang ini dibawa ke hadapanku.” Adalah karena itu menyerupai orang

kafir. Dan barang siapa yang menyerupai orang kafir maka makruh

hukum bergaul dengannya jika tidak ada keperluan atau kepentingan

yang mendesak. Sebab, porsi makanan yang ia makan memungkinkan

untuk dapat menutupi kebutuhan orang banyak. Adapun orang yang

disebutkan didalam kitab ini yang minum perahan susu dari tujuh

kambing, maka ada yang mengatakan ia adalah Tsumamah bin Utsal.

Ada yang mengatakan, Jahjah al-Ghifari. Dan ada juga yang mengatakan

bahwa ia adalah Nadhrah bin Abu Nadrah al-Ghifari.63

4. Makan dan Minum Menggunakan Tangan Kanan dan Larangan

Menggunakan Tangan Kiri

بن عون عن سعيد جعفرحدثنا عبد الله بن عبد الرحمن قال حدثنا نة عوبرن أبي عب ول اللهسأن ر أبيه نم عالس نع ريهالز نر عمعم

62Imam Nawawî, Syarah Shahih Muslim, (Jakarta: Darus Sunnah, 2013), h. 874. 63Imam Nawawî, Syarah Shahih Muslim, h. 874.

Page 51: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

37

إذا أكل أحدكم فليأكل بيمينه وليشرب صلى الله عليه وسلم قالينهمبي هالمبش برشيو هالمأكل بشطان يي64فإن الش

“Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman ia berkata, Telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Aun dari Sa’id bin Abu Arubah dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Salim dari bapaknya bahwa Rasulullah Sawbersabda: “Jika salah seorang dari kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannyadan juga minum dengan tangan kanannya. Sebab, setan makan dan minum dengan tangan kirinya.”65

Berdasarkan hadis di atas, hadis inimenganjurkan agar kita

senantiasa menggunakan tangan kanan, dan larangan menggunakan

tangan kiri. Dalam keterangan hadis-hadis Nabi Saw yang disebutkan di

atas disebutkan bahwa setan makan menggunakan tangan kiri, maka kita

sebagai umat Islam dilarang untuk menyerupainya. Menurut al-Tibî,

larangan makan dan minum menggunakan tangan kiri karena larangan

menyerupai bala tentara setan. Setan itu mempunyai bala tentara dan

akan membawa bala tentaranya tersebut bersamanya.66

Kata yamin yang artinya kanan berasal dari kata alyumnu, artinya

berkah. Karena kanan artinya berkah dan hal tersebut sesuai dengan

kaidah etika dan estetika. Hadis ini juga memerintahkan agar kita

memakai tangan kanan dalam semua pekerjaan yang baik. Untuk

pekerjaan yang tidak baik, dianjurkan memakai tangan kiri seperti

beristinja dan mencuci najis atau kotoran, dan lain sebagainya. Masing-

masing bagian dari tubuh kita mempunyai fungsinya masing-masing

64Abu Isa Muhammad bin Isa bin Sawrah al-Turm ziy, Sunan al-Turm ziy, (Juz III;

Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, t.th.), h. 322. 65Lidwa Pustaka “Hadis Sembilan Imam ”. 66Abî al-A’lâ Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfûrî, Tuhfah al-

Ahwadzi bi Syarhijami al-Turmudzi,, juz 5, (Mesir: Dâr al-Fikr, t.th), h. 519.

Page 52: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

38

seperti tangan kanan yang berfungsi untuk mengerjakan sesuatu yang

baik-baik, tangan kiri pun mempunyai fungsi yaitu membersihkan

kotoran atau najis dan lain-lain.67

Adapun mengenai makan menggunakan tangan kanan hukumnya

sunnah, ini pendapat mayoritas al-Syâfi’iyyah, dan ini yang dipegangi

oleh al-Gazali dan an-Nawawi. Bahkan dalam kitab al-Um, disebutkan

sebagai wajib. Meskipun demikian, salah satu hadis di atas menjelaskan

Nabi Saw melihat seorang lelaki yang makan tidak menggunakan tangan

kanan, kemudian Nabi melarangnya, dan dia pun menjawab tidak bisa

untuk menggunakan tangan kanannya. Dengan demikian, al-Nawawi

berkata bahwa tidak mwnggunakan tangan kanan dilarang selama tidak

adanya halangan ataupun luka sehingga tidak menggunakan tangan

kanan. Tetapi jika ada luka atau halangan yang menyebabkan tidak dapat

menggunakan tangan kanan, maka larangan tersebut tidak berlaku lagi.68

5. Makan Dengan Tiga Jari

دبع نع امشا هثندا أبي حثندر حيمن نب الله دبع نب دمحا مثندحكعب بن مالك أو عبد الله بن بنالرحمن بن سعد أن عبد الرحمن

مثهدح هب أنكع أبيه نع هربب أخكع هليع لى اللهص ول اللهسأن رابعأص أكل بثلاثكان ي لمسا وقهغ لع69فإذا فر

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair, Telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Abdurrahman bin Sa’d bahwa Abdurrahman bin Ka’b bin Malik

67Buya H. Muhammad Alfis Chaniago, Indeks Hadits dan Syarah jilid 2, (Jakarta: CV.

Alfonso Pratama, 2008), h. 172. 68Abî al-A’lâ Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfûrî, Tuhfah al-

Ahwadzi bi Syarhijami al-Turmudzi,, juz 5, (Mesir: Dâr al-Fikr, t.th), h. 518. 69Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairiy al-Naysaburiy, Sahih Muslim (Juz II;

Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1992 M/1413 H), h. 114.

Page 53: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

39

atau Abdullah bin Ka’ab, Telah mengabarkan kepadanya dari Bapaknya yaitu Ka’b, dia telah menceritakan kepada mereka, bahwa Rasulullah Saw makan dengan tiga jari. Apabila telah selesai makan, beliau menjilatinya.70

Di sebutkan dalam hadis di atas bahwa makan dengan tiga jari

merupakan sunnah yang diajarkan Nabi Saw. Al-Nawawî menjelaskan

bahwa menggunakan tiga jari ini selama memungkinkan, maksudnya jika

memang masih memungkinkan menggunakan tiga jari maka tidak

diperlukan menggunakan empat jari atau lima jari. Tetapi jika diperlukan

untuk menggunanakan lebih dari tiga jari maka diperbolehkan

menggunakan empat jari ataupun lima jari, seperti ketika memakan

kaldu, kuah daging.71

6. Duduk Lurus (Tidak Bersandar atau Tiduran)

نع أبيه نة عدائأبي ز نابان قال أبي وفيسر وعسم نع يعكا وثندح هليع لى اللهص ول اللهسفة قال قال ريحأبي ج نر عن الأقمب يلع

لمسئاوكت72لا آكل م Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Mis’ar dan Sufyan -dan bapakku berkata dan Ibnu Abu Zaidah dari bapaknya dari Ali bin al-Aqmar dari Abu Juhaifah ia berkata Rasulullah Saw bersabda: “Saya tidak makan dengan bersandar.”73

Mengenai larangan yang dikemukakan hadis ini, Ibnu Hajar belum

mantap terhadap keharaman larangan tersebut, dikarenakan tidak

jelasnya bentuk larangan yang ada.74

70Lidwa Pustaka “Hadis Sembilan Imam”. 71Muhyi al-Dîn Yahya bin Syaraf al-Nawawî, Sahih Muslim bi Syarh al-Nawawî, juz 13,

(Mesir: Maktabah al-Misriyyah, 1930), h. 203. 72Abu Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim, Sahih al-Bukhârî, (Beirut: Dar al-

Fikr, 1994), h. 93. 73Lidwa Pustaka i-Softwere, “9 Kitab Imam Hadits”. 74Ahmad bin Alî al-Asqâlânî, Fath al-Bârî bi Syarh Sahih al-Bukhârî, juz 9, (Riyadh: Dâr

al-Salâm, 2000), h. 669.

Page 54: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

40

Ada yang berpendapat bahwa makan dengan bersandar merupakan

kemakruhan, adapun alasan kemakruhan tersebut diperdebatkan, dan

yang paling masyhur adalah pendapat yang diriwayatkan dari Ibnu Abî

Syaibah dari Ibrahim al-Nakha’i yang mengatakan dikhawatirkan akan

menjadikan perut seseorang menjadi besar. Ini ditunjukkan pula oleh

Ibnu al-Asir dari aspek kedokteran.75

Adapun yang dimaksud dengan kata mutakian (bersandar)

diperdebatkan pula oleh para ulama. Diantaranya adalah duduk yang

menetapi keadaan awalnya, sebagian lagi mengatakan duduk dengan

bertumpu pada salah satu bagian dua tubuhnya, menyandarkan dua

tubuhnya ke alas. Dan secara umum di ucapkannya kata mutakin

(bersandar) adalah duduk dengan bersandar pada salah satu dari dua

bagian tubuhnya, atau ia bersandar pada alas tempat ia duduk. Menyikapi

perbedaan ini, Ibnu Hajar berpendapat dengan melihat perbedaan tersebut

maka jelas yang dimakruhkan adalah orang yang tampak bersandar, tidak

tertentu pada bentuk bersandarnya.76

7. Tidak Membiarkan Makanan Yang Jatuh

حدثنا موسى بن إسمعيل حدثنا حماد عن ثابت عن أنس بن مالك أن و هليع لى اللهص ول اللهسكانر لمس هابعأص قا لعامإذا أكل طع

الثلاث وقال إذا سقطت لقمة أحدكم فليمط عنها الأذى وليأكلها

75Abî al-A’lâ Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfûrî, Tuhfah al-Ahwadzi bi Syarhijami al-Turmudzi,, juz 5, h. 558.

76Abî al-A’lâ Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfûrî, Tuhfah al-Ahwadzi bi Syarhijami al-Turmudzi,, juz 5, h. 559.

Page 55: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

41

طانيلشا لهعدلا يلا و كمدقال إن أحفة وحالص لتسا أن ننرأمو 77ي في أي طعامه يبارك لهيدر

“Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Hammad dari Tsabit dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw jika makan makanan, beliau menjilat jari-jarinya sebanyak tiga kali, beliau bersabda: “Jika suapan salah seorang dari kalian jatuh, maka hendaknya ia membersihkannya dari kotoran dan memakannya, dan janganlah ia membiarkannya untuk setan!” Dan beliau memerintahkan kami agar mengusap piring. Beliau bersabda: “Sesungguhnya tidak seorangpun di antara kalian mengetahui dibagian makanan makanakah ia diberi berkah.”78 Memungut makanan yang jatuh setelah membersihkannya adalah

kesunahan atau anjuran jika memang jatuhnya tidak di tempat yang najis.

Apabila jatuh di tempat yang najis maka berikanlah pada hewan dan

jangan meninggalkannya untuk setan.79

Maksud dari makanan yang jatuh adalah makanan jatuh kemudian

terkena debu, atau pasir. Dalam redaksi hadis disebutkan “jangan

meninggalkan makanan tersebut untuk setan”, maksud ini adalah

menyia-nyiakan nikmat Allah dan menganggap hina nikmat tersebut

perbuatan orang yang sombong. Dan yang mencegah untuk memungut

makanan yang terjatuh tersebut adalah sifat sombong dan ini termasuk

sifat dari setan.80

77Abu Isa Muhammad bin Isa bin Sawrah al-Turm ziy, Sunan al-Turm ziy, (Juz IV; Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, t.th.), h. 315.

78Lidwa Pustaka i-Softwere, “9 Kitab Imam Hadits”. 79Abî al-A’lâ Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfûrî, Tuhfah al-

Ahwadzi bi Syarhijami al-Turmudzi,, juz 5, h. 522. 80AbîAbdillah Muhammad bin Yazîd al-Quzwainî, Sunan Ibnu Mâjah, juz 2, (Semarang:

Thoha Putra, 1954), h. 204.

Page 56: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

42

8. Menutup Makanan dan Minuman

حدثنا موسى بن إسماعيل حدثنا همام عن عطاء عن جابر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال أطفئوا المصابيح إذا رقدتم وغلقوا

وأحسبه قال ولو م والشرابوخمروا الطعاالأبواب وأوكوا الأسقية هليع هضرعت ود81بع

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail, telah menceritakan kepada kami Hammam dari Atha’ dari Jabir bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Matikanlah lampu-lampu kalian apabila kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu rumah kalian, tutuplah wadah-wadah kalian sertatutup pula tempat makan dan tempat minum kalian, aku mengira beliau juga bersabda walaupun hanya dengan sepotong kayu yang dapat menutupinya.”82

Anjuran ini termasuk sekelompok dari anjuran-anjuran lainnya

yang semuanya hendaknya dilakukan oleh umat manusia untuk menjaga

keselamatannya dari bahaya manusia itu sendiri ataupun dari makhluk

setan.83

9. Menjilati Jari Setelah Makan

شا هثندح بيها وثندفان حا عثندح نل عجر نة عورع نني ابعي امإذا أكل أحدكم فليلعق أبي هريرة أن النبي صلى الله عليه وسلم قال

84أصابعه فإنه لا يدري في أي ذلك البركةTelah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Wuhaib berkata: Telah menceritakan kepada kami Hisyam yaitu Ibnu Arubah dari seorang laki-laki dari Abu Hurairah, dia

81Abu Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim, Sahih al-Bukhârî, (Beirut: Dar al-

Fikr, 1994), h. 145. 82Lidwa Pustaka i-softwere, “9 Imam Pustaka Hadits”. 83Muhyi al-Dîn Yahya bin Syaraf al-Nawawî, Sahih Muslim bi Syarh al-Nawawî, juz 13,

h, 185. 84Abu Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim, Sahih al-Bukhârî, (Beirut: Dar al-

Fikr, 1994), h. 106.

Page 57: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

43

berkata: Nabi Saw bersabda: “Jika salah seorang dari kalian makan hendaklah menjilati jari-jarinya, karena ia tidak tahu dimana letak barakah dari makanannya.”85 Menurut al-Nawawî maksud dari hadis anjuran menjilati tangan

atau piring makan adalah makanan yang ada memiliki barakah di

dalamnya, dan manusia tidak mengetahui dimana letak barokah tersebut,

apakah terletak pada makanan yang ia makan ataukah terletak pada di

sisa makanan yang ia tinggalkan, maka hendaknya melakukan anjuran

tersebut untuk memperoleh barokah dari makanan yang kita makan.

Adapun pengertian barakah adalah tambahan dan tetapnya kebaikan.

Bentuk nyata dari makanan adalah orang yang makan selamat dari

penyakit, dan ia juga kuat dalam beribadah.86

Kata menjilatkannyamenunjukkan arti kepada orang lain yang tidak

merasa kotor dengan hal itu, seperti kepada istri, anak, pembantu, danm

seperti murid yang meyakini keberkahan gurunya. Karena ia tidak tahu

dimana keberkahan makanan itu.87

10. Tidak Mencela Makanan

نازم عأبي ح نش عمالأع نان عفيا سنربير أخكث نب دمحا مثندحى الله عليه وسلم طعاما قط إن ما عاب النبي صلأبي هريرة قال

كهرت هإن كرهو أكله اههت88اش

85Lidwa Pustaka i-Softwere, “9 Kitab Imam Hadits”. 86Abî al-A’lâ Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfûrî, Tuhfah al-

Ahwadzi bi Syarhijami al-Turmudzi,, juz 5, h. 522. 87Muhammad Fuad Abd al-Baqi, Hadis Sahh al-Bukhari Muslim, terj. Arif Rahman

Hakim, (Solo: Insan Kamil, 2010), h. 590. 88Abu Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim, Sahih al-Bukhârî, (Beirut: Dar al-

Fikr, 1994), h. 96.

Page 58: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

44

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir, Telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari al-A’masy dari Abu Hazim dari Abu Hurairah ia berkata: Nabi Saw tidak pernah mencela makanan sekali pun. Bila beliau berselera, maka beliau memakannya dan bila tak suka, maka beliau meninggalkannya.89

Nabi Saw. mengajarkan pada kita sebagai umatnya untuk tidak

mencela makanan. Beliau sendiri tidak pernah mencela makanan

meskipun pada saat diperbolehkan. Karena pada dasarnya mencela

makanan itu haram, apabila seseorang mencela, mencaci dan melarang

untuk memakannya. Sebagian kelompok berkata bahwa mencela

makanan berdasarkan proses pembuatannya maka dilarang, sedangkan

jika berdasarkan proses pembuatannya maka diperbolehkan. Karena

ciptaan Allah tidak diperkenankan untuk dicela sedangkan perbuatan

manusia menerima dicela. Meskipun demikian, dalam redaksi hadis

larangan mencela makanan digunakan dengan kata yang umum, yakni

larangan mencela makanan digunakan dengan kata yang umum, yakni

larangan mencela makanan secara umum tidak seperti pendapat sebagian

kelompok tadi. Ini dengan tujuan menjaga perasaan orang yang telah

berusaha membuat makanan tersebut, tidak menimbulkan kekecewaan

dan sakit hati. Bahkan al-Nawawî mengatakan adab makan yang

dikukuhkan adalah tidak mencela makanan.90

Di akhir hadisnya, Rasul memberikan solusi kepada kita bahwa jika

kita tidak menyukai salah satu makanan maka tinggalkanlah, seperti dulu

89Lidwa Pustaka i-Softwere, “9 Kitab Imam Hadits”. 90Ahmad bin Alî al-Asqâlânî, Fath al-Bârî bi Syarh Sahih al-Bukhârî, juz 9, h. 678.

Page 59: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

45

beliau meninggalkan untuk tidak makan dan tidak mencelanya. Karena

bisa jadi suatu makanan tidak disukai sebagian orang tetapi justru disukai

sebagian yang lain.91

11. Tidak Meniup Makanan

دبا عثندب حيو كرا أبثنديمححا الرثندح اربيحن الممحالر دبع نبلم يكن رسول شريك عن عبد الكريم عن عكرمة عن ابن عباس قال

الله صلى الله عليه وسلم ينفخ في طعام ولا شراب ولا يتنفس في 92الإناء

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abdurrahim bin Abdurrahman al-Muharibi, telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abdul Karim dari Ikrimah dari Ibnu Abbas dia berkata, “Rasulullah Saw tidak pernah meniup pada makanan dan minuman, dan beliau juga tidak bernafas dalam bejana.”93 Kata meniup makanan, dalam hadis Nabi Saw ini dimaksudkan

terhadap makanan yang panas supaya menjadi dingin. Larangan meniup

makanan ataupun minuman dalam wadah adalah larangan untuk

mendidik supaya benar-benar dalam menjaga kebersihan, karena

mungkin saja air liurnya keluar bercampur dengan makanan ataupun

minuman tersebut sehingga orang lain yang akan minum atau makan

merasa jijik, atau mungkin saja tertiup uap air kotor dari perutnya

sehingga merusak kemurnian air atau makanan.94

91Ahmad bin Alî al-Asqâlânî, Fath al-Bârî bi Syarh Sahih al-Bukhârî, juz 9, h. 679. 92Muhammad Ibn Yazid Abu Abdullah al-Qazwini, Sunan Ibnu Majah, (Beirut: Dar Fikr,

tt), h. 1094. 93Lidwa Pustaka i-Softwere, “9 Kitab Imam Hadits”. 94Muhammad Fuad Abd al-Baqi, Hadis Sahh al-Bukhari Muslim, terj. Arif Rahman

Hakim, h. 589.

Page 60: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

46

12. Mengambil Makanan Yang Terdekat

دمحم نفر ععج نب دمحثني مدقال ح الله دبع نزيز بالع دبثني عدح رمع نم عيعان أبي نسن كيب بهو نع ييللة الدلحن حرو بمن عب

ناب وهة ولمن أبي سبج ا أموة زلمقال س لمسو هليع لى اللهص بيلنأكلت يوما مع رسول الله صلى الله عليه وسلم طعاما فجعلت آكل

لمسو هليع لى اللهص ول اللهسي رفقال ل فةحي الصاحون نا ممكل ميكل95ي

Telah menceritakan kepadaku Abdul Aziz bin Abdullah ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ja’far dari Muhammad bin Amru bin Halhalah Ad Dili dari Wahb bin Kaisan Abu Nu’aim dari Amru bin Abu Salamah ia adalah Ibnu Ummu Salah istri Nabi Saw, ia berkata: Suatu hari, aku makan makanan bersama Rasulullah Saw, lalu aku menyantap makanan dari ujung nampan, maka Rasulullah Saw bersabda padaku: “Makanlah makanan yang ada didepanmu.”96 Hadis Rasul Saw. tentang makan dari yang terdekat terlebih

dahulu, karena jika seseorang makan dari tempat di mana temannya

makan adalah perilaku yang buruk dan menghilangkan wibawa.

Terkadang temannya merasa jijik, terlebih lagi jika makanannya berkuah

dan yang sejenisnya. Dan hal ini adalah pada bubur dan makanan yang

berkuah. Namun jika itu berupa kurma atau bermacam jenis makanan

lain, maka para ulama telah menukil tentang bolehnya tangan bergerak-

gerak dan berpindah tempat selama masih dalam tempat makan.97

95Abu Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim, Sahih al-Bukhârî, (Beirut: Dar al-

Fikr, 1994), Juz 7, h. 88. 96Lidwa Pustaka i-Softwere, “9 Kitab Imam Hadits”. 97Imam Nawawî, Syarah Shahih Muslim, (Jakarta: Darus Sunnah, 2013), h. 720.

Page 61: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

47

Bahkan Imam al-Syafi’i dalam kitabnya al-Umm menjelaskan

bahwa berdosa orang yang memakan dari arah tengah makanan bukan

dari tepinya. Beliau mendasarkan pada larangan hadis Nabi Saw yang

diriwayatkan oleh al-Turmudzi ini. Adapun alasan dari larangan ini

adalah karena barokah turun di tengah makanan.98

13. Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri

نة عادقت نع يدعا سثندلى حالأع دبا عثندى حثنالم نب دمحا مثندح هأن لمسو هليع لى اللهص بيالن نس عاأنمل قائجالر برشى أن يهن

ادثقال قتبأخ أو رأش ا فالأكل فقال ذاك99.ة فقلن “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Abdul A’la,telah menceritakan kepada kami Sa'id dari Qatadah dari Anas dari Nabi Saw, bahwa beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah berkata: Maka kami tanyakan, bagaimana dengan makan? Anas menjawab: Apalagi makan, itu lebih buruk, atau lebih jelek..100 Didalam hadis di atas terdapat pelarangan untuk minum dalam

keadaan berdiri, sedangkan asal dari pelanggaran itu adalah

pengharaman. Untuk itulah, maka ulama-ulama bermadzhab zhahiri

berpendapat akan haramnya perbuatan itu.

Adapun jumhur (kebanyakan) ulama, maka mereka membawa

pengertian dan pelarangan itu kepada pelarangan yang bersifat makruh

dan menyelisihi suatu amal yang lebih utama. Dalil mereka akan hal

tersebut adalah hadits Ibnu Abbas. RA, yang terdapat dalam Shahih

Muslim (No. 2027), dia berkata:

98Abî al-A’lâ Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfûrî, Tuhfah al-Ahwadzi bi Syarhijami al-Turmudzi,, juz 5, h. 525.

99Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairiy al-Naysaburiy, Sahih Muslim (Juz II; Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1992 M/1413 H), h. 213.

100Lidwa Pustaka i-Softwere, “9 Kitab Imam Hadis”

Page 62: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

48

عمم ساصع نة عبعا شثندا أبى حثندح اذعم نب الله ديبثنى عدحوسقيت رسول الله صلى االله عليه وسلممن قالالشعبى سمع ابن عباس

تيالب دنع وهقى وستاسا ومقائ ربفش مزمز. “Saya pernah memberi minuman air zam-zam kepada Rasulullah Saw, maka beliaupun meminumnya sambil berdiri.” Juga diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari (No. 5615)

زالن نة عرسين مب كلالم دبع نع رعسا مثندم حيعو نا أبثندال قال حأتى علي رضي الله عنه على باب الرحبة فشرب قائما فقال إن ناسا هليع لى اللهص بيالن تأيي رإنو مقائ وهو برشأن ي مهدأح هكري

توسلم فعل كما رأيتموني فعل“Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Mis’ar dari Abdul Malik bin Maisarah dari An Nazal dia berkata: Ali. RA. pernah datang dan berdiri di depan pintu rahbah, lalu dia minum sambil berdiri setelah itu dia berkata; “Sesungguhnya orang-orang merasa benci bila salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, padahal aku pernah melihat Nabi Saw melakukannya sebagaimana kalian melihatku saat ini. Dikatakan dalam buku al-Adab Asy-Syar’iyyah, “Mungkin saja

perbuatan Rasulullah Saw minum sambil berdiri ini untuk menjelaskan

akan kebolehan hal tersebut dan bahwa hal itu bukanlah sebuah bentuk

pengharaman melainkan hal itu menunjukkan makruhnya perbuatan

tersebut atau bahwa perbuatan itu menyelisihi sesuatu yang lebih

afdhal.”101

Al-Saffarini berkata dalam syarah Manzhumah al-Adab, dalil-dalil

yang menyangkut tentang hukum minum sambil berdiriseharusnya

101Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam, Syarah Bulughul Maram Jilid 7,h. 368.

Page 63: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

49

adalah dalil-dalil yang shahih, maka pelarangan hal tersebut

menunjukkan bahwa perbuatan itu adalah sesuatu yang menyelisihi suatu

amal yang lebih utama. Adapun dalil yang menyebutkan bahwa

Rasulullah Saw pernah minum sambil berdiri, hanyalah untuk

menjelaskan bolehnya perbuatan itu.102

Ibnu Qayyim103Rahimahullah berkata,“Diantara petunjuk Nabi

Saw dari perbuatan-perbuatan beliau yang lebih banyak beliau lakukan

yaitu minum sambil duduk, tetapi juga telah diriwayatkan bahwa beliau

pernah minum dalam keadaan berdiri. Karena itu, sekelompok ulama

berkata: tidak ada pertentangan antar kedua dalil tersebut, karena

sesungguhnya minum sambil berdiri itu hanyalah dilakukan karena ada

sebuah hajat (keperluan)”. Dan apa yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim

adalah suatu yang lebih utama untuk dipegang. Hal ini disebabkan karena

pelanggaran tersebut hanyalah bersifat makruh, sedangkan hal yang

makruh tersebut hanyalah dibolehkan ketika ada sebuah keperluan dan

tempat dimana Rasulullah Saw minum air zam-zam sambil berdiri itu

bukanlah tempat untuk duduk.104

B. Hikmah Adab Makan dan Minum Menurut Ilmu Kesehatan

Pada pembahasan di atas, penulis telah menghadirkan beberapa hadis

terkait adab makan dan minum Nabi Saw sesuai dengan tema-tema yang ada,

102Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam, Syarah Bulughul Maram Jilid 7,h. 368. 103Beliau adalah Abu Abdillah Syamsuddin Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyub bin

Sa’ad bin Hariiz bin Maki Zainuddin az-Zura’I ad-Dimasyqi al-Hanbali. Yang lebih terkenal dengan panggilan Ibnul Qayyim al-Jauziyah.

104Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam, Syarah Bulughul Maram Jilid 7,h. 368-369.

Page 64: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

50

sehingga dapat disimpulkan tentang adab makan dan minum Nabi

Saw.sebagaimana hadis-hadis yang telah ditelusuri. Sehingga dapat

disimpulkan hikmah dari adab makan dan minum yang dianjurkan oleh Nabi

Saw sangat relevan dengan beberapa aspek kesehatan:

1. Kesehatan Fisik

a. Cuci Tangan Sebelum Makan dan Sesudah Makan

Nabi Saw selalu mengawali makan dengan mencuci tangan

terlebih dahulu. Sebagaimana kita ketahui bahwa kulit merupakan

barrier (pembatas) antara tubuh dengan lingkungan eksternal,

sehingga kulit berfungsi sebagai protektor tubuh dari kuman, radiasi

dan racun. Terdapat sekitar 70% penyakit infeksi yang bersumber

dari telapak tangan, seperti influenza, infeksi saluran pernafasan

atas, diare, dan lain-lain. Kulit pada tangan manusia juga berfungsi

sebagai organ motorik sosial, seperti bersalaman, menolong orang,

membantu mengangkat barang, dan lain sebagainya. Berdasarkan

penelitian, mencuci tangan sebelum makan dapat menurunkan

angka kejadian diare sebesar 47% serta ISPA 30% dan

meminimalisir infeksi lain yang mengancam kesehatan tubuh.105

b. Duduk Lurus (Tidak Bersandar atau Tiduran)

Manfaat larangan Nabi Saw untuk duduk tegak dan tidak

bersandar secara ilmiah ada bebrapa macam, diantaranya karena

pada saat duduk dengan posisi tegak syaraf pencernaan berada

dalam keadaan tenang, tidak tegang sehingga apa yang dimakan

105Dr. M. Rizal Yanwar, Tau Gak Sih Islam Itu Sehat? 60 Obrolan Ringan tentang

Kesehatan bersama dr. Abu, cet.I, Solo: Aqwamedika, 2015, h. 23.

Page 65: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

51

akan berjalan pada dinding usus dengan lembutdan perlahan

sehingga terciptakeseimbangan organ pencernaan. Dalam keadaan

duduk tegak tidak akan menyebabkan perut terlipat dan diafragma

lebih terdorong ke bawah sehingga tidak akan berbahaya bagi

lambung.106

Nabi Muhammad Saw mencontohkan agar makan dalam

posisi duduk,tidak boleh berdiri. Ternyata dalam dunia medis posisi

duduk merupakan posisi terbaik bagi kita untuk makan. Pada saat

duduk tegak, saraf pada organ pencernaan berada dalam kondisi

relaks alias tidak tegang. Posisi duduk tegak mencegah terjadinya

GERDS (Gastroesophagial Reflux Deases) yakni naiknya cairan

asam lambung yang menyebabkan rasa terbakar di daerah

esophagus atau kerongkongan kita.107

c. Menutup Makanan dan Minuman

Anjuran Nabi Saw untuk menutup makanan dan minuman

sangat bermanfaat untuk kesehatan, karena akan melindungi dari

polusi udara dan zat-zat berbahaya yang bisa menempel pada

makanan.108

d. Mencuci Mulut Setelah Makan (Sikat Gigi)

Mulut dan gigi merupakan organ tubuh yang sangat berperan

dalam mengkonsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka

106Penjelasan tersebut merupakan ringkasan yang diambil dari karya Abdul Basith

Muhammad as-Sayyid, Pola Makan Rasulullah: Makanan Sehat Berkualitas Menurut al-Quran dan as-Sunnah, Rita Ramayulis Adab Makan Rasulullah ditinjau dari Ilmu Gizi

107Dr. M. Rizal Yanwar, Tau Gak Sih Islam Itu Sehat? 60 Obrolan Ringan tentang Kesehatan bersama dr. Abu, cet.I, Solo: Aqwamedika, 2015, h. 23.

108Ade Hasman, Rahasia Kesehatan Rasulullah: Meneladani Gaya Hidup Sehat Nabi Muhammad Saw, h. 86.

Page 66: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

52

biasanya proses konsumsi makanan menjadi tergnggu. Maka hal ini

sangat dianjurkan Nabi Saw, terutama jika setelah makan di mana

sisa-sisa makanan akan menempel di gigi yang dapat membentuk

zat gula sehingga bisa mengakibatkan sakit gigi karena ada kuman

yang hinggap di gigi dan membentuk lubang. Selain mencegah dari

penyebab kuman menempel, sisa-sisa makanan yang tidak

dibersihkan akan membentuk karang gigi yang dapat membuat gigi

tampakmkekuningan atau bahkan terkadang menjadi berwarna

hitam. Di samping beberapa manfaat tersebut, sebenarnya

membersihkan area mulut yang dihuni oleh jutaan mikro organisme

juga dapat mencegah dari infeksi oportunistikbila daya tahan tubuh

kita sedang menurun.109 Area mulut memang sangat rentan untuk

masuknya kuman ke dalam anggota pencernaan lainnya, sehingga

akan sangat berbahaya jika tempat pertama yang dilalui makanan

tidak bersih. Dalam bahan kerokan yang diambil dari permukaan

gigi, gusi, atau kelenjar ludah dapat ditemukan kurang lebih 100

juta bakteri permili meter.110

e. Tidak Meniup Makanan

Nabi Saw melarang meniup makanan. Kita semua tahu kalo

saat menghembuskan nafas (ekspirasi) maka kita akan

mengeluarkan CO2. Pada saat meniup makanan CO2 akan

109Ade Hasman, Rahasia Kesehatan Rasulullah: Meneladani Gaya Hidup Sehat Nabi

Muhammad Saw, h. 76. 110Muhadi dan Muadzin, Semua Penyakit Ada Obatnya: Menyembuhkan Penyakit ala

Rasulullah, (Jakarta: Mutiara Media, 2009), h. 98.

Page 67: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

53

bergabung dengan uap air (H2O) menjadi H2CO3 yang bersifat

asam. H2CO3 dalam keadaan normal berfungsi untuk mengatur

tingkat keasaman (PH) di dalam darah. Sehingga jika kita meniup

makanan, maka secara otomatis akan terbentuk asam karbohidrat

(H2CO3) yang menyebabkan kenaikan kadar asam darah yang

apabila terakumulasi akan menyebabkan suatu kondisi yang disebut

asidosis yakni meningkatnya kadar asam dalam darah melebihi

batas normal. Dalam kondisi tertentu asidosis yang berat dapat

menyebabkan terjadinya kerusakan organ lain seperti ginjal bahkan

sampai menyebabkan kematian. Sehingga, jika kita menemui

hidangan makanan yang panas , cukup bagi kita menggunakan

kipas angin untuk mendinginkannya.111

f. Makan Tidak Berlebih-Lebihan

Nabi Saw menganjurkan untuktidak berlebih-lebihan dan

membagi porsi lambung menjadi tiga bagian yakni, sepertiga

lambung untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga

terakhir untuk udara. Islam tidak menganjurkan untuk berlebih-

lebihan dalam hal makan agar organ pencernaan yang mencerna

makanan secara mekanik maupun kimiawi seperti lambung, hati,

pankreas, usus dan ginjal tidak bekerja terlalu berat. Alhasil, organ-

organ tersebut selalu dalam kondisi yang fit untuk mencerna

makanan. Jika kita makan berlebihan maka semua fungsi organ

111Dr. M. Rizal Yanwar, Tau Gak Sih Islam Itu Sehat? 60 Obrolan Ringan tentang

Kesehatan bersama dr. Abu, cet.I, Solo: Aqwamedika, 2015, h. 24.

Page 68: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

54

pencernaan akan bekerja keras untuk mencerna, salah satunya

adalah pnkreas yang menghasilkan insulin untuk memasukkan

glukosa darah kedalam sel untuk metabolisme. Produksi insulin

yang besar-besaran dan terus menerus dapat menyebabkan pankreas

lelah dan terganggu yang pada ujungnya dapat menyebabkan

penyakit diabetes, atau kencing manis. Makan yang berlebihan

dapat menyebabkan kandungan kalori, glukosa, lemak dan kolestrol

berlebih dalam tubuh, hal tersebut dapat menjadi pemicu penyakit

seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan dislipidemia.112

g. Menjilati Jari Setelah Makan

Hal ini yang menjadi contoh dari diri Nabi Saw dalam hal

adab makan dan minum diantaranya adalah menjilati jari setelah

makan, demikian dapat dikaji dari sisi kesehatan yang menjelaskan

bahwa jari-jari yang digunakan untuk makan dapat mengeluarkan

enzim amilase yang dapat membantu bagi kelancaran

pencernaan.113

h. Makan Menggunakan Tangan Kanan dan Larangan Menggunakan

Tangan Kiri

Adapun hikmahnya secara kesehatan dapat disimpulkan

bahwa penggunaan tangan kanan saat makan memiliki relevansi

dengan penggunaan otak kiri dalam memutuskan sesuatu. Otak kiri

112Dr. M. Rizal Yanwar, Tau Gak Sih Islam Itu Sehat? 60 Obrolan Ringan tentang

Kesehatan bersama dr. Abu, cet.I, Solo: Aqwamedika, 2015, h. 25. 113Hasil penelitian tersebut dikutip dari seorang ahli gizi, yaitu Rita Ramayulis, ahli gizi,

konsultan dan author dalam sebuah seminar yang bertema “Adab Makan Rasulullah Ditinjau Dari Ilmu Gizi”, t.th.

Page 69: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

55

merupakan sumber aliran saraf motorik ke sisi sebelah kanan,

termasuk tangan kanan. Otak kiri dikenal dengan otak berfikir yang

lebih menggunakan kemampuan oleh analitis dan rasional,

sedangkan otak kanan secara umum disebut sebagai otak merasa

ekspresif dsn instingsif. Makan dengan tangan kanan dapat diartikan

makan dengan penuh pertimbangan rasional, tidak berlebihan dan

meliobatkan analitis kritis akan manfaat menu yang dimakan.114

Selain itu, ditinjau dari aspek medis, maka dengan tangan

kanan atau jari kanan juga mempunyai banyak manfaat. Disebabkan

di dalam celah jari kanan terdapat enzim yang membantu

mempercepat proses pembusukan makanan. Sebelum makan, Nabi

saw menyuruh membasuh tangan sampai pergelangan tangan.

Ditangan kanan terdapat enzim. Enzim pada tangan kanan akan

mudah keluar apabila tangan kanan basah. Mencuci tangan

merupakan cara yang tepat untuk membantu mengeluarkan enzim

tersebut. Di dalam mulut ada air liur yang mengandung enzim

amilase. Seperti diketahui enzim merupakan komponen penting

yang diperlukan untuk proses pencernaan dan penyerapan makanan.

Tanpa bantuan enzim, semua bahan makanan yang masuk ke tubuh

hanya akan numpang lewat. Saat ini pemahaman masyarakat

mengenai enzim pencernaan dan fungsinya masih sangat rendah.

Pada umumnya masyarakat hanya mengaitkan masalah pencernaan

dangan penyakit maag. Dokter Ari Fahrial Syam Sp,PD, KGEH,

114Ade Hasman, Rahasia Kesehatan Rasulullah: Meneladani Gaya Hidup Sehat Nabi Muhammad Saw, h. 86.

Page 70: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

56

MMB staf Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit

Dalam FKUI/RSCM dan Pengurus PAPDI (Perhimpunan Ahli

Penyakit Dalam Indonesia), menerangkan bahwa enzim

bertanggung-jawab menjaga kesehatan dan proses metabolisme di

dalam tubuh. Kekurangan enzim dapat menyebabkan tubuh

mengalami gangguan pencernaan (malabsoprsi).115

i. Makan Menggunakan Tiga Jari

Nabi Muhammad Saw makan menggunakan tiga jari. Serta

sering menjilati jari setelah selesai makan. Tiga jari tangan yang

digunakan yakni jari jempol, telunjuk dan jari tengah. Ini

dimaksudkan agar asupan makanan yang kita makan tidaklah

berlebihan, sehingga enzim ptyalin yang diproduksi oleh kelenjar

ludah menjadi maksimal, dan pencernaan dapat berjalan maksimal

juga. Makan menggunakan tangan juga memiliki manfaat besar.

Setelah kita mencuci tangan dengan bersih, tangan yang digunakan

untuk makan akan mengeluarkan enzim RNAse yang mampu

mengikat bakteri sehingga dapat menghambat aktifitas baktreri

dalam tubuh. Selesai makan, Nabi juga sering menjilati tangan yang

digunakan untuk makan. Ini memiliki manfaat berupa terbantunya

proses pencernaan makanan karena tangan mengeluarkan enzim

yang memperlancar proses pencernaan makanan yakni amilase.116

115http://rentagumaybertuah.blogspot.com/2001/07/adab-makan-dan-minum.html, diakses

pada tanggal 13 Maret 2016.

116Dr. M. Rizal Yanwar, Tau Gak Sih Islam Itu Sehat? 60 Obrolan Ringan tentang Kesehatan bersama dr. Abu, cet.I, Solo: Aqwamedika, 2015, h.

Page 71: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

57

2. Kesehatan Mental

a. Membacabasmalah Sebelum Makan dan Membaca Hamdalah

Setelah Makan

Dalam hubungan doa dan kesehatan, para ahli menemukan

bahwa berdoa erat kaitannya dengan spiritualitas seseorang. Hal ini

bisa dipahami bahwa syarat seorang hamba memohon (doa) adalah

dalam keadaan tenang. Ketika dalam keadaan berdoa, maka seluruh

jiwa raga dalam keadaan tunduk, tenang. Peredaran darah akan

bekerja secara normal tanpa ada rasa tergesa-gesa yang

mengakibatkan jantung memompa lebih kencang, sehingga jelas

juga bahwa dengan doa, seorang akan terhindar dari sakit hipertensi

(tekanan darah tinggi).117

b. Tidak Membiarkan Makanan Yang Jatuh

Pada anjuran kali ini di antara hikmah yang dapat dipetik

adalah bahwa Nabi Saw sangat menghargai makanan dan mencegah

diri dari bersikap sombong. Sebenarnya orientasi dari anjuran

tersebut menjelaskan bahwa Islam tidak menghendaki hal-hal yang

mubazir, termasuk dalam hal makanan.118

c. Tidak Mencela Makanan

Celaan terhadap makanan yang sebagian besar mengandung

unsur air akan berpengaruh terhadap struktur kristal air yang

terdapat dalam makanan tersebut. Celaan terhadap makanan akan

117http://www.agatossi.com/2011/12/manfaat-doa-bagi-kesehatan.html, Diakses pada

tanggal 13 Maret 2016. 118Ira Kusuma, Diet Ala Rasulullah, h. 82.

Page 72: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

58

mengurangi keberkahan yang Allah tebarkan dalam makanan

tersebut dan sangat mungkin justru akan berdampak negatif

terhadap kesehatan tubuh setelah mengkonsumsinya.119

3. Kesehatan Sosial

Dari beberapa anjuran yang dilakukan Nabi Saw saat makan

terdapat sebagian yang sangat relevan dengan kesehatan sosial, yaitu:

a. Mengambil Makanan Yang Terdekat

Nabi Saw adalah seorang yang sangat memperhatikan adab,

baik dalam keadaan apapun, tak terkecuali dalam keadaan makan.

Satu hal yang dianjurkan beliau adalah makan dari sisi yang paling

dekat dengan kita karena meraih makanan yang ada di dekat orang

lain dapat5 mengakibatkan orang laim menjadi terganggu.120 Adab

ini walaupun ini kelihatannya sepele, namun sangat mengandung

pesan untuk dapat berbuat sopan di depan orang lain.

b. Makan Dengan Bersama-Sama

Di antara anjuran Nabi Saw kepada seorang sahabat yang

mengadu karena tidak juga merasa kenyang setelah makan,

sehingga Nabi Saw memerintahkan untuk makan dengan bersama-

sama. Apa yang dianjurkan Nabi Saw tersebut memiliki relevansi

dengan kesehatan sosial karena memperbanyak orang ketika makan

merupakan tindakan yang dapat mendatangkan berkah dan

menanamkan cinta, kasih sayang sesama manusia, serta dapat

119Ira Kusuma, Diet Ala Rasulullah,h. 76. 120Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada, Ensiklopedi Adab Islam Menurut al-Quran dan

as-Sunnah, Terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam asy-Syafi’i, 2007), h. 117.

Page 73: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

59

memperkuat persaudaraan umumnya sesama manusia dan

khususnya sesama umat Islam. Adab makan ini juga dapat diartikan

sebagai bentuk realisasi dari perwujudan manusia sebagai makhluk

sosial.121

C. Asbabul Wurud

Mengenai asbâbul Wurûd122hadits-hadits yang dibahas penulis tentang

makan dengan baca basmalah. Setelah penulis menelusuri dua kitab, yaitu:al-

Lumâ’ Fî asbâb al- Wurûd al-Hadits karya Jalaluddin al-Suyūṯi dan latar

belakang historis timbulnya hadits-hadits Rasul karya Ibnu Ḫamzah al-

Ḫusaini al-Ḫanafi al-Damsyîqi.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majjah dari Abdullah bin Bisir, bahwa

Rasulullah Saw telah datang membawa piring berisi makanan. Kata beliau:

“Makanlah mulai dari pinggirnya dan tinggalkan sementara bagian tengahnya

supaya diberkati Allah padanya”.

Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majjah dari Watsilah bin al-

Asqa’ al-Litsi, bahwa Rasulullah telah mengambil roti bercampur kuah

daging, katanya: “Makanlah kalian dengan nama Allah dari bagian

pinggirnya dan biarkan bagian tengahnya sebab barakah datang dari bagian

atasnya.”

121Ade Hasman, Rahasia Kesehatan Rasulullah: Meneladani Gaya Hidup Sehat Nabi Muhammad Saw, h. 89.

122Menurut Said Agil Munawwar, dalam bukunya Asbâbul Wurûd (Studi Kritik Hadits Nabi Pendekatan Sosial-Historis-Kontekstual), menjelaskan bahwa asbâbul Wurûd secara etimologi asbâbul Wurûd merupakan susunan i ofa yang berasal dari kata asbâb dan al- Wurûd, kata asbâb adalah bentuk yang dapat menghubungkan kepada suatu yang lain. Atau penyebab terjadinya sesuatu. Sedangkan kata Wurûd merupakan ism masdar (kata benda abstrak) dari warada-yaridu-wurûdan yang artinya datang atau sampai. Dengan demikian asbâbul Wurûd adalah sebab-sebab datangnya sesuatu munculnya suatu hadits.

Page 74: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

60

Tatacara (Adab) ke Nabian (Nabawy) dalam hal menyantap hidangan,

memulai makan bagian pinggir yang ada dihadapan masing-masing dengan

demikian dapat lebih menenangkan nafsu dan selera yang makan dan tidak

menolak makanan (yang halal) sesuai dengan norma-norma pendidikan yang

sehat sehingga dari makanan kita memperoleh barakah.123

123Ibnu Hamzah amzah al- usaini al- anafi ad-Damsyīqi, Asbâbul Wurûd “Latar

Belakang Historis Timbulnya Hadits-Hadits Rasul” (Jakarta: Kalam Mulia, 19996), h. 158-159.

Page 75: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

61

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah mengadakan berbagai tahap pengkajian terhadap hadis-hadis

tentang adab makan dan minum, maka diperoleh kesimpulan bahwa:

1. Memabaca doa sebelum makan. Dalam hubungan doa dan kesehatan, para

ahli kesehatan menemukan bahwa berdoa erat kaitannya dengan

spiritualitas seseorang. Ketika dalam keadaan berdoa, maka seluruh jiwa

raga dalam keadaan tunduk, tenang. Peredaran darah akan bekerja secara

normal tanpa ada rasa tergesa-gesa yang mengakibatkan jantung

memompa lebih kencang, sehingga jelas juga bahwa dengan doa, seorang

akan terhindar dari sakit hipertensi (tekanan darah tinggi).

2. Mencuci tangan sebelum makan. Hal ini sesuai dengan pandangan ilmu

kesehatan yaitu mencuci tangan sebelum makan dapat menurunkan angka

kejadian diare sebesar 47% serta ISPA 30% dan meminimalisir infeksi lain

yang mengancam kesehatan tubuh.

3. Makan dan minum dalam posisi duduk. Hal ini sesuai dengan pandangan

ilmu kesehatan yaitu mencegah terjadinya GERDS (Gastroesophagial

Reflux Deases) yakni naiknya cairan asam lambung yang menyebabkan

rasa terbakar di daerah esophagus atau kerongkongan.

4. Tidak meniup makanan. Hal ini sesuai dengan pandangan ilmu kesehatan

yaitu meniup makanan, maka secara otomatis akan terbentuk asam

Page 76: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

62

karbohidrat (H2CO3) yang menyebabkan kenaikan kadar asam darah yang

apabila terakumulasi akan menyebabkan suatu kondisi yang disebut

asidosis yakni meningkatnya kadar asam dalam darah melebihi batas

normal.

5. Tidak makan berlebih-lebihan. Hal ini sesuai dengan pandangan ilmu

kesehatan yaitu, jika makan berlebihan maka semua fungsi organ

pencernaan akan bekerja keras untuk mencerna, salah satunya adalah

pankreas yang menghasilkan insulin untuk memasukkan glukosa darah

kedalam sel untuk metabolisme. Produksi insulin yang besar-besaran dan

terus-menerus dapat menyebabkan pankreas lelah dan terganggu yang

pada ujungnya dapat menyebabkan penyakit diabetes, atau kencing manis.

6. Makan dengan tiga jari. Hal ini sesuai dengan pandangan ilmu kesehatan,

ini dimaksudkan agar asupan makanan yang di makan tidaklah berlebihan,

sehingga enzim ptyalin yang diproduksi oleh kelenjar ludah menjadi

maksimal, dan pencernaan dapat berjalan maksimal.

7. Menjilati jari-jari setelah selesai makan. Hal ini sesuai dengan pandangan

ilmu kesehatan yaitu jari-jari yang digunakan untuk makan dapat

mengeluarkan enzim amilase yang dapat membantu bagi kelancaran

pencernaan.

B. Saran-Saran

Sejalan dengan beberapa hal yang penulis bahas dalam skripsi ini, maka

penulis menyampaikan saran-saran sebagai berikut:

Page 77: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

63

1. Adapun kitab-kitab syarh dari penulis sangat minim sekali, maka saran

penulis kepada pembaca agar dapat melengkapi dari kitab-kitab yang

lain.

2. Sebagai kaum Muslim kita dianjurkan untuk mengamalkan adab makan

dan minum ini, agar mendapat pahala dari Allah Swt.

3. Saran terakhir dari penulis, supaya kita (terutama) umat Islam agar

tidak pernah bosan mengkaji aspek kehidupan Nabi Saw, karena penulis

yakin dengan demikian akan menambah rasa cinta dan kerinduan

terhadap sosok Nabi Saw, tauladan kita semua. Sehingga kelak dapat

bersanding bersama beliau (saat menghadap Rabb semesta alam).

Âmîn.

Page 78: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

64

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Abû al-Husain ibn Fâris ibn Zakâriya. Mu’jam Muqâyis al-Lughah. vol. 2. Beirut: Dâr al-Fikr, t.t.

Ahmad, Arifuddin. Metode Tematik dalam Pengkajian Hadis.

Al-Asqâlânî, Ahmad bin Alî. Fath al-Bârî bi Syarh Sahih al-Bukhârî, juz 9. Riyadh: Dâr al-Salâm, 2000.

Al-Asyhar, Thobieb. Bahaya Makanan Haram: Bagi Kesehatan Jasmani dan Kesucian Rohani. Jakarta: PT. AL-MAWARDI PRIMA, 2002.

Al-Bukhȃri, Abu Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim. Sahih Bukhȃri juz 7; Bairut: Dar al-fikr, 1994.

Al-Farmawi, Abd. al-Hayy. Metode Tafsir Maudhu’i: Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994.

Al-Hafidz, W. Ahsin. Fikih Kesehatan. Jakarta: AMZAH, 2007.

Al-Jazairi, Syaikh Abu Bakar Jabir. Minhajul Muslim. Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2015.

al-Jurjânî, Ali bin Muhammad bin Ali. At-Ta’rifât. Beirut: Dâr al-Kitâb al-Arabî, 1405 H.

al-Misrî , Muhammad bin Mukarram bin Mandzur al-Afrîqî. Lisan al-A’râb. Beirut: Dâr al-Shadir, t.th.

al-Mubarakfûrî, Abî al-alâ Muhammad Abdurrahman bin abdurrahim. Tuhfah al-Ahwadzi bi Syarhijami al-Turmudzi. juz 5. Mesir: Dâr al-Fikr, t.th.

al-Nawawî , Muhyi al-Dîn Yahya bin Syaraf. Sahih Muslim bi Syarh al-Nawawî. Juz 13, Mesir: Maktabah al-Misriyyah, 1930.

Al-Sayyid, Abdul Basith Muhammad. Pola Makan Rasulullah. Terj. M. Abdul Ghaffar, dkk, Jakarta: Alfa, 1997.

As-Suyutî, Jalaluddin. Jami’ul Jawâmi’. Beirut. Mu’assisah ar-Risalah, 1992.

Damsyîqi, Ibnu Ḫamzah al-Ḫusaini al-Ḫanafi. Asbābul Wurûd “Latar Belakang Historis Timbulnya Hadits-Hadits Rasul”. Jakarta: Kalam Mulia, 1996.

Dârimi, Abdullah bin ‘Abdurrahman Abû Muhammad. Sunan ad-Dârimi. Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1407.

Departemen Agama. Al-Quran dan Terjemahannya. Semarang: Toha Putra, 1989.

Page 79: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

65

Departemen RI. Makanan dan Minuman dalam Perspektif al-Quran dan Sains. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Quran, 2013.

Farhan, Mamduh, Qiblati, 2003.

Hadhiri, Choiruddin. Akhlak dan Adab Islam. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer, 2015.

Hajar, Ibnu.. Dasar-Dasar Penelitian Kuantitatif Dalam Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1996.

Ḫanbal, Abu ‘Abdullah Ahmad bin Muhammad bin. Musnad bin Ḫanbal. Beirut: ‘Alimul Kutub, 1449.

Hasman, Ade. Rahasia Kesehatan Rasulullah: Meneladani Gaya Hidup Sehat Nabi Muhammad Saw. Jakarta: Noura Books, 2012.

Hassan. Tarjamah Bulughul Marâm. Bandung: Diponegoro, 1972.

http://rentagumaybertuah.blogspot.com/2001/07/adab-makan-dan-minum.html.

http://tiaramutiaraa.blogspot.co.id/2014/02/tata-cara-dalam-etika-makan-table-manner_24.html

http://www.agatossi.com/2011/12/manfaat-doa-bagi-kesehatan.html

http://www.medianesia.com/read/detil/2012/11/19/Table-Manner-Aturan-dan-Etika-Saat-Menyantap-Hidangan-di-Meja-Makan

Hutabarat, Hermine E.P.Etiket; Pedoman Praktis Untuk Membawa Diri Dalam Pergaulan Antar Bangsa.Jakarta: Gunung Mulia, 1998.

Ibn Qayyim, Syamsuddin Muhammad bin Abi Bakar bin Ayub al-Zar’i al-Dimasyqi al-Masyhur al-Jauziyah. al-Tibb an-Nabawiy. Indonesia: al-Haromain, t.th.

Kusuma, Ira. Diet Ala Rasulullah. Jakarta Selatan: Qultum Media, 2007.

Lidwa Pustaka i-Softwere, “9 Kitab Imam Hadits”.

Munawwar, Sa’id Agil. Asbâbul Wurûd; Study Kritik Hadits Nabi Pendekatan Sosial-Historis-Kontekstual. Jakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Muslim, Mustafa. Mabâhis al-Tafsir al-Maudûi. Cet. I; Damasqus: Dâr al-Qalam, 1410 H/1989 M.

Nada, Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid.Ensiklopedi Adab Islam Menurut al-Quran dan as-Sunnah, Terj. Abu Ihsan al-Atsari.Jakarta: Pustaka Imam asy-Syafi’i, 2007.

Page 80: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

66

Nasâ’i, Abu Abd al-Rahman bin Syu’ayb. Sunan al-Nasâ’iy al-Mujtaba. Mesir: Mustafa al-Babiy al-Halabiy wa awladuh, 1964.

Nawawî, Imam Abi Zakariya Yahya bin Syarf. Syarah Ringkasan Riyaḏus Shalihin. Jakarta: Pustaka as-Sunnah, 2013.

Nawawî, Imam.. Syarah Shahih Muslim. Jakarta: Darus Sunnah, 2013.

Nuryati, sri. Halalkah Makanan anda?. Solo: Aqwamedika, 2008.

Qardhawi, Yusuf. Fiqh jihad: Sebuah Karya Monumental Terlengkap. Jakarta: Pustaka Azzam, 2005.

Qazwini, Muhammad Ibn Yazid Abu Abdullah. Sunan Ibnu Majjah. Beirut: Dar Fikr, tt.

Qusyairi, Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj. Sahih Muslim. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1992.

Rahman, Fatchur. Ikhtisar Musthalahu Hadis. Bandung: PT. Ma’arif, 2005.

Runsell, Henry.Etiket Jamuan Makan dan Komunikasi. Jakarta: Gramedia Widiasarana, 2001.

Sajastani, Abu Daud Sulaiman Ibn al-Asy’at. Sunan Abu Dâwud. Beirut: Da al-Kitab al-Arabi, tt.

Salim, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid.Shahih Fikih Sunnah jilid 2. Jakarta:Pustaka Azzam, 2009.

Shihab, M. Quraish, Wawasan al-Quran Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, t.th.

Soetari, Endang.Problematic Hadis (Mengkaji Paradigma Periwayatan), Bandung: Gunung Jati Perss, 1997Turmûzi, Abu Isa Muhammad bin Isa bin Sawrah, Sunan at-Turmûziy. Beirut: dar al-Kutub al-Ilmiah, t.th.

Surahmad, Winarno. Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung: Tarsito, 1994.

Ulwan, Abdullah Nasikh. Pendidikan Anak Dalam Islam. Jakarta: Pustaka Amani, 1990.

Uno, Mien R.Buku Pintar Etiket Untuk Remaja.Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2009

Wensick, Arnold John. Mu’jam al-Mufahras Li alfaẕ al-Hâdits al-Nabawî. Leiden: Maktabah Barbal, 1936.

Yanwar, M. Rizal.Tau Gak Sih Islam Itu Sehat? 60 Obrolan Ringan Tentang Kesehatan Bersama dr. Abu. cet.I, Solo: Aqwamedika, 2015.

Page 81: KAJIAN HADIS-HADIS ADAB MAKAN DAN MINUM; PERSPEKTIF …

67

Zakâriya, Abû al-Husain Ahmad ibn Fâris ibn. Mu’jam Maqâyis al-Lughah. Beirut: Dâr al-Fikr, t.th.

Zughlul, Abu Hâjir Muhammad al-Sa’id bin Basyuni. Mausu’ah Atrâf al-Hadits al-Ḫanbal. Liden: Maktabah Bril, 1936 M.

Zuhdi, Nasiruddin. Ensiklopedi Religi. Jakarta:Republika Penerbit, 2015.