Kajian Ekonomi Pengembangan Ekowisata Kawasan to my...... memiliki potensi pariwisata berbasis ......

download Kajian Ekonomi Pengembangan Ekowisata Kawasan to my...... memiliki potensi pariwisata berbasis ... (Gerakan Pembangunan Desa Mandiri), ... Kajian Ekonomi Pengembangan Ekowisata Kawasan

of 3

  • date post

    24-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Kajian Ekonomi Pengembangan Ekowisata Kawasan to my...... memiliki potensi pariwisata berbasis ......

  • welcome to my blog | Kajian Ekonomi Pengembangan Ekowisata Kawasan Perbatasan di Kalimantan TimurCopyright Pini Wijayanti ni_wijayanti@ipb.ac.idhttp://pini_wijayanti.staff.ipb.ac.id/2010/10/11/kajian-ekonomi-pengembangan-ekowisata-kawasan-perbatasan-di-kalimantan-timur/

    Kajian Ekonomi Pengembangan EkowisataKawasan Perbatasan di Kalimantan Timur

    Kondisi Perbatasan Kalimantan Timur

    Kabupaten Kutai Barat, Malinau dan Nunukan merupakan wilayah di KalimantanTimur (Kaltim) yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Sabah dan Serawak.Kawasan ini umumnya merupakan hutan belantara dan sebagian wilayah perairandimana akses ke kawasan pemukiman dan pusat kegiatan ekonomi sangat sulitserta jalan darat masih sangat terbatas. Namun wilayah ini miliki potensi ekowisatayang sangat besar dengan jenis objek wisata yang beragam. Permasalahan diwilayah perbatasan Indonesia-Malaysia merupakan isu yang sensitif akhir-akhir ini,mulai dari kasus ketimpangan ekonomi hingga kasus pertahanan keamanan.Namun sangat sedikit pihak yang membahas potensi ekowisata di wilayah ini,padahal hal tersebut dapat menjadi alternatif sumber pengembangan ekonomikawasan perbatasan.

    Kaltim sebagai provinsi terluas saat ini, memiliki potensi pariwisata berbasislingkungan, budaya dan sejarah yang sangat menjanjikan. Berdasarkan kondisi ini,semestinya pembangunan kawasan perbatasan di Kaltim juga diorientasikan padapengembangan pariwisata berbasiskan ketiga hal di atas. Hal ini sejalan denganpotensi sumber daya alam, budaya dan sejarah yang dimiliki wilayah kawasanperbatasan.

    Namun potensi objek wisata yang demikian besar tersebut belum dikelola denganbaik sehingga belum dapat memberikan manfaat ekonomi yang berarti bagimasyarakat setempat. Keterbatasan SDM pengelola, infrastruktur, promosi danpemasaran merupakan kendala utamanya. Selain itu, kebijakan pemerintah yangterkesan masih setengah hati juga merupakan penyebab belum berkembangnyasektor pariwisata. Hal ini terlihat dari belum adanya kejelasan arah kebijakanpembangunan pariwisata di Malinau,Nunukan dan Tarakan.

    Pengelolaan Objek Wisata Kawasan Perbatasan

    page 1 / 3

  • welcome to my blog | Kajian Ekonomi Pengembangan Ekowisata Kawasan Perbatasan di Kalimantan TimurCopyright Pini Wijayanti ni_wijayanti@ipb.ac.idhttp://pini_wijayanti.staff.ipb.ac.id/2010/10/11/kajian-ekonomi-pengembangan-ekowisata-kawasan-perbatasan-di-kalimantan-timur/

    Secara umum, kabupaten-kabupaten di wilayah perbatasan Kalimantan Timurbagian Utara telah menyadari pentingnya pengembangan pariwisata sebagai salahsatu sektor andalan. Namun kesadaran tersebut belum mampu mendorong parastakeholders untuk membuat perencanaan pengembangan yang baik. Hal iniditunjukkan dengan belum adanya rencana induk pengembangan. Namun sejauh iniupaya untuk melakukan promosi bersama telah mulai dilakukan. Selain itu, kualitasSDM nya masih harus ditingkatkan agar lebih profesional. Pemberlakuan sistemperpindahan pegawai dari satu instansi ke instansi lainnya, ada baiknya untuk dikajikembali.

    Pemerintah daerah di Tarakan, Malinau dan Nunukan sadar betul akan potensipariwisata yang dimiliki. Tarakan terus memperbaiki fasilitas akomodasi walaupunsecara relaif telah jauh lebih lengkap dibandingkan wilayah lainnya. Kota ini punterus melakukan promosi bersama wilayah lainnya, perbaikan lapangan udara,penataan wilayah kota, dan lain-lain. Malinau dengan program Gerbang Dema(Gerakan Pembangunan Desa Mandiri), menetapkan wilayahnya sebagai kabupatenkonservasi. Hal ini menjadi spirit untuk terus melakukan konservasi padasumberdaya hutannya sekaligus menjadi potensi besar bagi pengembanganekowisata. Pemda juga bekerjasama dengan lembaga non pemerintah danmasyarakat lokal. Kabupaten Nunukan juga terus melakukan pembenahan. Hinggasaat ini insfrastruktur dan sarana transportasi terus dibenahi. Lapangan terbangNunukan dalam taraf pembangunan agar dapat digunakan oleh pesawat yang lebihbesar.

    Satu hal yang menarik, di kawasan perbatasan ini tercipta kerjasama kolaboratifantar stakeholder dalam pengelolaan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM).Kerjasama ini melibatkan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan KonservasiAlam (PHKA), Balai Taman Nasional Departemen Kehutanan, Pemerintah Daerah(Dinas Pariwisata, Bappeda), masyarakat adat setempat, serta WWF Indonesia.Keikutsertaan masyarakat setempat disalurkan melalui Forum MusyawarahMasyarakat Adat (FoMMA). Hasilnya TNKM menjadi taman nasional pertama diIndonesia yang pengelolaannya ditetapkan oleh pemerintah menggunakanpengelolaan kolaboratif melalui Keputusan Menteri Kehutanan Republik IndonesiaNo. 1213/Kpts-II/2002, No. 1214/Kpts-II/2002, dan No. 1215/Kpts-II/ 2002,masing-masing tertanggal 4 April 2002.

    Target utama dari pariwisata di Tarakan, Malinau dan Nunukan saat ini adalahwisatawan lokal yang berasal dari sekitar wilayah tersebut. Wisatawanmancanegara sebagian besar berasal dari Malaysia. Malinau dan Nunukanberpotensi untuk mengembangkan ekowisata khusus dimana minat wisatawan

    page 2 / 3

  • welcome to my blog | Kajian Ekonomi Pengembangan Ekowisata Kawasan Perbatasan di Kalimantan TimurCopyright Pini Wijayanti ni_wijayanti@ipb.ac.idhttp://pini_wijayanti.staff.ipb.ac.id/2010/10/11/kajian-ekonomi-pengembangan-ekowisata-kawasan-perbatasan-di-kalimantan-timur/

    asing sangat tinggi. Menurut BPS Provinsi Kalimantan Timur (2007), jumlahwisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kalimantan Timur pada tahun 2006adalah 16.525 orang dan mayoritas dari Malaysia. Ekowisatawan yang berkunjungke ODTW di perbatasan ini dapat digolongkan pada dua golongan wisatawan, yangpertama adalah drifter dan explorer.

    Strategi Pengembangan Ekowisata Kawasan Perbatasan

    Analisis Strength, Weaknesess, Opportunity and Threats (SWOT) memperlihatkanbahwa kekuatan yang dimiliki ketiga daerah tersebut adalah memiliki potensiwisata yang besar. Malinau memiliki spirit yang kuat tapi tidak ditunjang denganperencanaan yang baik. Nunukan memiliki potensi yang hampir sama, kekuatanlebihnya adalah wilayah laut yang potensial menjadi objek wisata. Tarakan memilikiketerkaitan dengan sejarah Perang Dunia kedua yang dibuktikan oleh adanyasejumlah situs. Berdasarkan atas hasil analisis tersebut, dirumuskan enam strategipengembangan pariwisata di kawasan perbatasan khususnya di Malinau, Nunukandan Tarakan, yaitu:.

    1. Mempertegas kebijakan dan penguatan kelembagaan2. Pengembangan sarana transportasi dan fasilitas pendukungnya3. Membangun sinergi kebijakan di bidang pariwisata4. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia (staf di instansi daerah, pelaku

    usaha, masyarakat umum dan institusi pendidikan)5. Pengembangan dan pemeliharaan objek wisata6. Promosi dan pemasaran pariwisata

    - ACH & PWI -

    page 3 / 3