K1 risalah mp_iv_ts_2011-2012_risalah_raker_komisi_i_dg_menkominfo

download K1 risalah mp_iv_ts_2011-2012_risalah_raker_komisi_i_dg_menkominfo

of 60

Embed Size (px)

description

K1 risalah mp_iv_ts_2011-2012_risalah_raker_komisi_i_dg_menkominfo

Transcript of K1 risalah mp_iv_ts_2011-2012_risalah_raker_komisi_i_dg_menkominfo

  • 1. 1DEWAN PERWAKILAN RAKYATREPUBLIK INDONESIARISALAHRAPAT KERJA KOMISI I DPR RITahun Sidang : 2011-2012Masa Persidangan : IVJenis Rapat : Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Komunikasi dan Informatika RIHari, Tanggal : Selasa, 10 Juli 2012Pukul : 10.00 WIBSifat Rapat : TerbukaPimpinan Rapat : Drs. Ramadhan Pohan, MIS., Wakil Ketua Komisi I DPR RISekretaris Rapat : Dwiana Haridata, Kasubagset. Komisi I DPR RITempat : Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Gedung Nusantara II Lt. 1, Jl. Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta 10270Acara : Pembahasan terkait Regulasi bidang Digitalisasi PenyiaranAnggota yang Hadir : 1. Pimpinan Komisi I DPR RI1) Drs. Mahfudz Siddiq, M.Si./F-PKS2) Drs. Ramadhan Pohan, MIS./F-PD3) Drs. Agus Gumiwang Kartasasmita/F-PG4) Tubagus Hasanuddin/F-PDI Perjuangan2. Anggota Komisi I DPR RIF-PD5) Dr. Nurhayati Ali Assegaf, M.Si.6) Drs. Guntur Sasono, M.Si.7) Dr. Hj. R. Adjeng Ratna Suminar, S.H., M.H.8) Fardan Fauzan, BA., M.Sc.9) Mayjen TNI (Purn) Yahya Sacawiria, S.IP., MM.10) Max Sopacua, S.E., M.Sc.11) Edhie Baskoro Yudhoyono, B.Com., M.Sc.12) KRMT Roy Suryo Notodiprojo13) Hj. Nany Sulistyani HerawatiF-PG14) Meutya Viada Hafid15) Ir. Fayakhun Andriadi, M.Kom.16) Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnaen, B.Bus.17) Drs. H. A. Muchamad RuslanF-PDI PERJUANGAN18) H. Tri Tamtomo, S.H.19) Theodorus J. Koekerits20) Puan MaharaniF-PKS21) Dr. Muhammad Hidayat Nurwahid, M.A.22) Drs. M. Idris Luthfi, M.Sc.23) Drs. Al Muzzammil Yusuf

2. 2F-PAN24) Ir. Muhammad Najib, M.Sc.25) Sayed Mustafa Usab, S.E., M.Si.26) Ir. Chandra Tirta WijayaF-PPP27) Dr. Maiyasyak Johan, S.H., M.H.F-PKB-F-GERINDRA28) H. Ahmad MuzaniF-PARTAI HANURA29) Dr. Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, M.Si.Anggota yang Izin : 1. H. Hayono Isman, S.IP./F-PD2. Mirwan Amir/F-PD3. Dra. Lucy Kurniasari/F-PD4. Ir. Neil Iskandar Daulay/F-PG5. Tantowi Yahya/F-PG6. Drs. Enggartiasto Lukita/F-PG7. Yorrys Raweyai/F-PG8. Tjahjo Kumolo/F-PDI Perjuangan9. Heri Akhmadi/F-PDI Perjuangan10. Sidarto Danusubroto/F-PDI Perjuangan11. Helmy Fauzy/F-PDI Perjuangan12. Evita Nursanty/F-PDI Perjuangan13. Luthfi Hasan Ishaaq, M.A./F-PKS14. H. A. Daeng Sere, S.Sos./F-PPP15. Lily Chodidjah Wahid/F-PKB16. Dr. H. A. Effendy Choirie, M.H./F-PKB17. Rachel Maryam Sayidina/F-GerindraPemerintah : Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Ir. Tifatul Sembiring, beserta jajaran.Jalannya Rapat:KETUA RAPAT (Drs. RAMADHAN POHAN, MIS./F-PD):Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Salam sejahtera buat kita semua.Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Saudara Menteri Komunikasi dan Informatika dalam Rapat Kerja kita pada hari ini di Komisi I DPR RI.Sebelum ini kita lanjutkan, saya ingin meminta persetujuan dari Ibu-Ibu dan Bapak- Bapak dari Komisi I, apakah rapat kita pada pagi ini dinyatakan terbuka atau tertutup? Bagaimana? Terbuka saja ya?Ya, baik.Sidang ini kita nyatakan terbuka untuk umum.(RAPAT : DIBUKA)Seperti yang sudah tercantum juga dalam undangan rapat, agenda kita pada pagi hari ini Pak Menteri, adalah Raker pembahasan terkait regulasi di bidang digitalisasi penyiaran. Dalam Rapat Kerja dengan Menkominfo tanggal 28 Mei 2012, tercapai kesepakatan, salah satunya adalah Komisi I DPR RI mendukung kebijakan Kemenkominfo untuk melaksanakan program digitalisasi penyiaran, sesuai road map yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan hal tersebut, Komisi I DPR RI meminta Kemenkominfo untuk melakukan komunikasi secara intensif dengan Komisi I DPR RI, sehingga proses migrasi dari analog 3. 3ke digital berjalan dengan baik, dengan mengutamakan kepentingan publik, serta menjamin prinsip diversity of content and diversity of ownership. Dalam kaitan ini, Komisi I DPR RI berpendapat bahwa terdapat beberapa prinsip di dalam Peraturan Menteri tersebut yang bertentangan, yang memerlukan klarifikasi terkait dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Yang pertama, dalam Undang-undang Penyiaran, hanya mengenal 4 terminologi lembaga penyiaran. Yang pertama, Lembaga Penyiaran Swasta, Lembaga Penyiaran Publik, Lembaga Penyiaran Berlangganan, dan Lembaga Penyiaran Komunitas. Pada Permen 22 Tahun 2011 tersebut memuat kategori baru, yaitu Lembaga Penyiaran Penyelenggara Penyiaran Multipleksing (LPPPM), dalam hal ini tidak ada satupun pasal ataupun ayat dalam undang-undang tersebut mengatur soal digitalisasi. Pengaturan soal digitalisasi baru akan diatur dalam Undang-undang Penyiaran baru yang sedang dalam proses perumusan di DPR RI. Varian baru lembaga penyiaran berimplikasi pada proses pemberian ijin lembaga penyiaran dimaksud yang hanya memerlukan penetapan dari Kemkominfo saja, tidak bersama dengan Komisi Penyiaran Indonesia, seperti lembaga penyiaran lainnya. Dalam Undang-Undang Penyiaran, disebutkan bahwa KPI sebagai lembaga negara independen mengatur hal-hal terkait penyiaran. Namun faktanya, dalam penyusunan Peraturan Menteri No. 22 Tahun 2011 tidak melibatkan KPI. Nah oleh karena itu, kami melihat Kemkominfo sudah semestinya untuk tidak terlalu memaksakan implementasi pengaturan Menteri tentang Digitalisasi Penyiaran sebelum revisi Undang-Undang Penyiaran selesai dilakukan.Dalam kesempatan ini kami sampaikan, bahwa Komisi I DPR RI menargetkan untuk dapat menyelesaikan proses perumusan RUU tentang Revisi Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2012-2013, yaitu pada bulan Agustus, September 2012 menjadi RUU Usul Inisiatif DPR RI untuk selanjutnya dapat dibahas bersama dengan Pemerintah.Selanjutnya kami akan mempersilakan Bapak Menteri Kominfo untuk memberikan paparannya terkait isu yang kami angkat tadi. Tapi sebelumnya, saya ingin bertanya kepada Ibu- Ibu dan Bapak-Bapak Rekan Komisi I DPR RI, apakah sepakat, sekarang ini jam 11.00 WIB, masalah ini kita selesaikan saja sampai jam 12.00 WIB. Karena begini, pada jam 13.00 WIB nanti diagendakan ada RDP kita dengan Sekjen Kemkominfo untuk membahas Laporan Realisasi Kemkominfo Tahun Anggaran 2011. Realisasi anggaran Kemkominfo Tahun Anggaran 2011 dan pendalaman RKP-K/L Kemkominfo T.A. 2013.Jadi sepakatkah Bapak-Bapak/Ibu-Ibu sekalian, apabila Rapat Kerja kita dengan Menteri membahas soal digitalisasi ini kita selesaikan jam 12.00 WIB?Setuju?Baik.F-PD (KRMT. ROY SURYO NOTODIPROJO):Interupsi.Pimpinan,Sepakat, asal sudah nanti jam 12.00 WIB tercapai kesepakatan. Kalau tidak, ya harus kita selesaikan, jangan sampai keputusan ini tertunda dan akhirnya membuat sebuah kesimpulan yang kesimpulan itu di luar kesepakatan kita, seperti tanggal 28 Juni yang lalu. Itu penting sekali.Terima kasih.KETUA RAPAT:Terima kasih Pak Roy, untuk mengingatkan, sebenarnya.Sebentar Pak Max, sebentar. Sebenarnya yang kita maksudkan bahwa selesai jam 12.00 WIB itu, kita tidak mengejar target, setoran, jam 12.00 WIB selesai, tidak selesai, tidak begitu juga. Kita harus selesai dengan target kita, bahwa untuk pembahasan soal digitalisasi ini.Silakan Pak Max.F-PD (MAX SOPACUA, S.E., M.Sc.):Terima kasih Pak Ketua.Saya kira rapat ini memang penting, dan rapat ini harus menghasilkan sebuah kesimpulan. Kesimpulan ini didapat dari opini yang berkembang dari setiap Fraksi, kalaupun ada 4. 4semua Fraksi di sini. Dan kalau itu nantinya akan menghasilkan sebuah kesimpulan, sudah tentu persoalan rapat anggaran dengan Kominfo, ya saya pikir mungkin bisa diundur dan lain-lain itu ya? Karena ini juga penting. Seperti yang Pak Roy katakan tadi, kita juga tidak ingin bahwa persoalan mengenai masalah digitalisasi ini mengambang. Akhirnya kita tidak punya sebuah ketetapan, tetapi berkembang di media, berbagai hal yang sebenarnya bukan sebuah kompromi antara Komisi I dengan Kominfo. Jadi boleh ditetapkan jam 12.00 WIB, tetapi jangan lupa, kesimpulan itu harus mengakomodir semua kepentingan yang ada, saya kira begitu.Terima kasih.KETUA RAPAT:Baik, terima kasih Pak Max.Tapi intinya sementara, kita sepakati dulu bahwa rapat kita ini berakhir jam 12.00 WIB ya? Nanti masalah soal kesimpulannya itu kita tentukan nanti didalam perjalanan rapat kita. Setuju ya? Terima kasih.Baik, Pak Menteri, kami persilakan untuk menyampaikan paparannya. Sebenarnya saya ingin sekali pakai pantun, begitu, cuma keterbatasan saya, saya ingin sekali pakai pantun, tapi tidak bisa Pak Menteri. Awalnya dapat, tetapi sampirannya dapat, isinya tidak dapat. Jadi repot juga kita. Kami persilakan, Pak Menteri.F-PDI PERJUANGAN (TUBAGUS HASANUDDIN):Pakai daripada datangnya lintah.KETUA RAPAT:dari sawah turun ke hati.MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI (Ir. H. TIFATUL SEMBIRING):Baik, terima kasih.Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Yang kami hormati Pimpinan Komisi I DPR RI dan seluruh Anggota Komisi I DPR RI,Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati; danSeluruh jajaran Kementerian Komunikasi dan Informatika yang saya cintai dan saya banggakan.Jadi ini pagi kita masih serius ya Pak Agus, dari tadi ya? Boleh cerita sedikit tidak, ini singkat saja. Habis ditanya soal pantun ya. Kemarin itu ada peresmian Trans Studio di Bandung oleh Presiden RI. Singkat ceritanya saya diminta baca doa, begitu ya. Kan biasanya baca doa ini jatahnya Menteri Agama. Ketika disebutkan, jadi pertama, Wakil Gubernur, serius, kedua, Pak Chairul, serius, ketiga, Presiden, masih serius juga. Baca doa oleh Menkominfo. Ggrrr kata orang kan? Setelah salam itu saya katakan begini, biasanya memakai baju piyama, sekarang malah pakai kimono, biasanya doa oleh Menteri Agama, sekarang malah oleh Menkominfo. Jadi mudah-mudahan tidak mengganggu kekhusyukan. Mas Roy juga sudah saya pantunin kemarin di Jogya, Kalau melihat mainnya Fabregaz, enak ditonton lawan Ronaldo, kalau nanti tahun 2014, silakan pilih yang namanya Roy Suryo, begitu kan? Itu bayar lho Mas.KETUA RAPAT:Tapi untuk yang lainnya juga dong, kalau begitu. Pacitan boleh juga.MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI:Oke, sekedar pembuka ini ya. Baik, terima kasih Pak Ramadhan Pohan, Bapak Pimpinan Komisi I DPR RI.Jadi ini kalau tidak salah hitung ini kita yang ke-5 ya, RDP yang ke-5 bicara tentang TV digital ini. Ya,