Jurnal Manajemen Pendidikan volume 24 no. 2

Click here to load reader

download Jurnal Manajemen Pendidikan volume 24 no. 2

of 90

  • date post

    31-Dec-2016
  • Category

    Documents

  • view

    242
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Jurnal Manajemen Pendidikan volume 24 no. 2

  • MPMANAJEMEN PENDIDIKAN

    ISSN 0852-1921Volume 24 Nomor 2 September 2013

    Berisi tulisan tentang gagasan konseptual, hasil penelitian, kajian dan aplikasi teori, dan tulisan praktis tentang manajemen pendidikan. Terbit dua kali setahun bulan Maret dan September, Satu Volume terdiri dari 6 Nomor. (ISSN 0852-1921)

    Ketua Penyunting

    Wakil Ketua Penyunting

    Penyunting Pelaksana

    Mitra Bestari

    Pelaksana Tata Usaha

    Mustiningsih

    Desi Eri Kusumaningrum

    SunarniAsep Sunandar

    R. Bambang SumarsonoTeguh TriwiyantoWildan Zulkarnain

    Dwi Deswari (UNJ)Rusdinal (UNP)Ali Imron (UM)

    Aan Komariyah (UPI)Ahmad Yusuf Sobri (UM)

    M. Syahidul Haq

    Ahmad Nurabadi

    Alamat Penyunting dan Tata Usaha: JurusanAdministrasi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang, Jln. Semarang No. 5 Malang 65145 Gedung E2 Telepon (0341) 551312 psw.219 dan 224. Saluran langsung dan fax. (0341) 557202. : [email protected] 1 (satu) nomor Rp.100.000,00 (Seratus Ribu Rupiah). Uang langganan dapatdikirimkan melalui rekening tabungan ke alamat Pelaksana Tata Usaha.

    E-mail

    MANAJEMEN PENDIDIKAN diterbitkan pertama kali tahun 1988 oleh JurusanAdministrasi Pendidikan dengan nama KELOLA.

    Penyunting menerima sumbangan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media lain. Naskah diketik di atas kertas HVS kuarto spasi satu setengah minimal 20 halaman, dengan format seperti tercantum pada halaman belakang ("Petunjuk bagi Calon Penulis MP"), Naskah yang masuk dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah, dan tata cara lainnya.

  • MANAJEMEN PENDIDIKANVOLUME 24, NOMOR 2, SEPTEMBER 2013

    DAFTAR ISI

    Kontribusi Pembinaan Moral Kerja Guru Sekolah Dasar, 95-99Nellitawati

    Perspektif tentang Jam Pelajaran Tambahan Hubungannya denganPrestasi Belajar Siswa Kelas Unggulan dan Reguler, 100-107

    ChristellaMustiningsih

    Sunarni

    Hubungan Pendekatan Manajemen Kelas dengan Motivasi Belajar Siswa, 108-113Agustin Saadah

    MaisyarohAhmad Supriyanto

    Pendidikan Karakter dalam Perspektif Psikologis Siswa Sekolah Menengah Pertamadi Era Globalisasi dan Multikultural, 114-124

    Agustinus HerminoViengdavong Luangsithydeth

    Pemetaan Mutu Manajemen Berbasis Sekolah melalui Audit Manajemen Pendidikan, 125-134Teguh Triwiyanto

    Pengelolaan Penjaminan Mutu Pendidikan Madrasah Aliyah Negeri, 135-145Sitti Roskina Mas

    Pengaruh Kualitas Pelayanan Sekolah terhadap Kepuasan Peserta Didikdan Orangtua Peserta Didik, 146-156

    Ruri Puspita SariBambang Budi Wiyono

    Analisi Animo Siswa Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)dalam Pemilihan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, 157-166

    Rita Fajrin MuliyasariAsep Sunandar

    Pengembangan Web Database Mahasiswa dan Alumni, 167-174Nur Fendi

    Sultoni

    Perbedaan Tingkat Etos Kerja antara Guru Tetatp dan Guru Tidak Tetap, 175-180Titin Eka Sari

    Ali ImronBambang Setyadin

  • KONTRIBUSI PEMBINAAN MORAL KERJAGURU SEKOLAH DASAR

    Nellitawati

    E-mail: [email protected] Negeri Padang, Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat Padang, 25171

    Abstract: The purpose of this study is to describe: 1) teacher training, 2) teacher morale, and 3) thecontribution of the teachers training to the morale of works. The hypothesis of this study is: teacherstraining contribute to teacher morale. Type of this research is correlational. Data were analyzed bycorrelation and simple regression techniques. The results showed that: teacher works morale in SDNegeri Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan has been good with anaverage score of 80.69% from the ideal score, while the teachers training still in the category of simplyby an average score of 78.40% of the ideal score, the next note also that teachers training has beencontribute about 23.2% to the teachers work morale. The results of this study imply that increasedteacher work morale can be done through teacher training.

    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang: 1) pembinaan guru, 2) moral kerjaguru, dan 3) kontribusi pembinaan guru terhadap moral kerja guru. Hipotesis yang diajukan dalampenelitian adalah: pembinaan guru berkontribusi terhadap moral kerja guru. Jenis penelitin ini adalahkorelasional. Data penelitian dianalisis dengan teknik korelasi dan regresi sederhana. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa: moral kerja guru SD Negeri Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh KabupatenSolok Selatan sudah baik dengan skor rata-rata 80,69% dari skor ideal, sedangkan pembinaan gurumasih berada pada kategori cukup dengan skor rata-rata 78,40% dari skor ideal, selanjutnya diketahuijuga bahwa pembinaan guru berkontribusi sebesar 23,2% terhadap moral kerja guru. Hasil penelitianini berimplikasi bahwa peningkatan moral kerja guru dapat dilakukan melalui pembinaan guru.

    Kata kunci: pembinaan guru, moral kerja guru, guru sekolah dasar

    Pendidikan mempunyai peranan yang sangatpenting dalam kehidupan manusia yang dapatdipandang sebagai suatu investasi untuk masadepan yang lebih baik yang tidak ternilai harganya.Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaandan peradaban manusia yang akan terusberkembang, sebagai usaha untuk membentuksuatu kepribadian dengan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat dan kebudayaan yang ada.Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikanmenjadi suatu keharusan untuk selalu mengikutituntunan dan perkembangan serta perubahan yangterjadi dengan cepat dalam masyarakat.

    Peningkatan mutu pendidikan tidak terlepasdari keberadaan dan peran dari seorang guru.Dalam melaksanakan perannya tersebut seorangguru dituntut untuk memiliki moral kerja yang baik.Ini dikarenakan, guru merupakan sosok yang akanmenjadi model bagi anak didiknya. Ini sesuaidengan pendapat Roqib dan Roqib dan Nurfuadi(2009:122) yang menyatakan guru adalah seorang

    panutan yang harus digugu dan ditiru dansebagai contoh bagi kehidupan dan pribadi pesertadidiknya, dalam artian baik atau buruknya perilakuyang ditampilkan oleh anak didik merupakancerminan dari gurunya.

    Begitu pentingnya peranan guru, sehinggaguru dituntut untuk memiliki moral kerja yang baik.Moral kerja merupakan suatu sikap dan tingkahlaku yang terwujud dalam bentuk ketekunan dankegigihan seseorang dalam kerjanya. Tinggi ataurendahnya moral kerja guru dipengaruhi olehbanyak faktor. Pemberian binaan atau pembinaanterhadap guru merupakan salah satu faktor yangikut mempengaruhi moral kerja yang dimiliki olehguru. Dalam artian jika pembinaan yang diterimaoleh guru baik, maka diduga moral kerjanya punakan menjadi baik. Saydam (2000:443)menyatakan bahwa moral kerja seorang guru salahsatunya ikut dipengaruhi oleh pembinaan yagdilakukan terhadap guru tersebut.

    95

  • Moral berasal dari kata morale, yang berartisemangat juang (Saydam, 2000:443). Dalamkehidupan sehari-hari moral sering dikaitkan ataudihubungkan dengan sikap manusia. Sikap yangdilihat atau dinilai dari sisi baik atau buruknyaperilaku manusia tersebut. Danim (2003:48)menjelaskan bahwa moral kerja merupakanpadanan kata bahasa Inggris yaitu workingmorale, yang diartikan sebagai kegairahankerja. Selanjutnya Danim menegaskan bahwamoral atau kegairahan kerja adalah kesepakatanbatiniah yang muncul dari dalam diri seseorang atausekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentusesuai dengan baku mutu yang ditetapkan.Pernyataan ini memberi penekanan kepada kitabahwa moral kerja memiliki kesamaan dengankegairahan kerja.

    Guru sebagai orang yang berada pada gardadepan pendidikan diharapkan dapat memiliki moralkerja yang tinggi terhadap tugasnya.Sastrohadiwiryo (2002:282) menyatakan bahwamoral kerja secara deskriptif dapat diartikansebagai suatu kondisi rohaniah/perilaku guru yangmenimbulkan kesenangan yang mendalam padadiri guru untuk bekerja dengan giat dan konsekuandalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Argyris (dalam Danim, 2003:49) menyatakan guruyang mempunyai moral kerja tinggi mempunyaikarakteristik seperti bersemangat, mempunyaikomitmen, bersikap jujur, mempunyai inisiatif,mempunyai partisipasi maksimal, memiliki rasasejawat, dan memiliki disiplin yang tinggi dalammelaksanakan tugas dan tangung jawabnya. Guruyang memiliki moral kerja rendah merupakankebalikan dari kondisi guru yang memiliki moralkerja tinggi.

    Dari uraian pendapat yang dikemukakan diatas, dapat diketahui satu hal yang penting bahwasuasana batin seseorang terutama guru dapatmempengaruhi tujuan individu dan tujuanorganisasi. Ini berarti bahwa suasana batin gurudapat mempengaruhi cara kerja dan hasil kerjanya.Suasana batin dimaksud berupa perasaan senangatau tidak senang, bergairah, atau tidak bergairah,bersemangat atau tidak bersemangat. Dengankata lain seseorang yang bekerja dengan perasaantenang, senang dan penuh kegembiraan akanmenghasilkan hasil kerja yang baik sertamenimbulkan inspirasi baru, tetapi sebaliknyaseseorang yang tidak memiliki gairah dalambekerja hasilnya kurang memuaskan atau ia hanyabekerja tanpa usaha peningkatan.

    Uraian di atas memberikan gambaran bahwamoral kerja guru memiliki kedudukan yang pentingdalam upaya mewujudkan tujuan organisasi. Olehkarena itu perlu dilakukan upaya untukmeningkatkan moral kerja guru. Saydam(2000:443) menyatakan bahwa moral kerjaseorang karyawan (guru) dapat ditingkatkanmelalui pembinaan.

    Pembinaan berasal dari kata dasar bina,yang berarti bangun. Sedangkan yang dimaksuddengan pembinaan adalah pembaraharuan,penyempurnaan atau usaha, tindakan atau kegiatanyang dilaksanakan secara berdaya guna danberhasil guna untuk memperoleh hasil yang lebihbaik (Saydam, 2000:408). Sedangkan yangdimaksud dengan pembinaan yang dilakukanterhadap guru adalah kegiatan yang dilakukanterhadap keberadaan guru, agar mereka lebihberdaya guna dan berhasil guna dalam melakukanpekerjaan yang menjadi beban tugasnya.

    Pembinaan pada hakekatnya adalah upayayang dilakukan untuk menga