Jurnal Ind

download Jurnal Ind

of 81

  • date post

    28-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    364
  • download

    2

Embed Size (px)

description

jurnal

Transcript of Jurnal Ind

  • 1 | P a g e

    Dampak Keberadaan Kolong Pascatambang di Desa Tempilang Abdi Fatra Wijaya

    Peran Sektor Industri Pertambangan (PT. TIMAH (Persero) Tbk.) Terhadap Pemberdayaan

    Masyarakat Ahmad Reza Setiawan

    Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Timah dengan Penanaman Tanaman Kelapa Sawit di

    Desa Pugul Aleo Saputra

    Kerusakan Akibat Pascatambang Timah di Pulau Bangka

    Azelia Bonnita

    Metode Peledakan Tambang Bawah Tanah Dito Baskoro

    Perkembangan Penambangan Timah di Kepulauan Bangka Belitung di Daerah Kedimpal

    Heri Novian

    (Inspirasi Anak Tambang)

    JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG

    No.1 Tahun Pertama Januari 2013

  • 2 | P a g e

    (Inspirasi Anak Tambang)

    Susunan Personalia

    Penanggung Jawab

    Ketua Program Studi Teknik Pertambangan

    Pemimpin Redaksi

    Aleo Saputra

    Wakil Pemimpin Redaksi

    Azelia Bonita

    Sekretaris

    Heri Novian

    Bendahara

    Dito Baskoro

    Ketua Penyunting

    Ahmad Reza Setiawan

    Penyunting Pelaksana

    Abdi Fatra Wijaya

  • 3 | P a g e

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta

    karuniaNya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Jurnal ini yang

    alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul Intan (Inspirasi Anak Tambang).

    Jurnal yang berjudul Intan (Inspirasi Anak Tambang) ini memuat informasi mengenai

    hal-hal yang berkaitan dengan ruang lingkup pertambangan. Kami berharap melalui jurnal

    yang kami buat ini bisa menambah informasi dan pengetahuan tentang masalah-masalah

    yang berkaitan dengan pertambangan bagi siapapun yang membaca jurnal ini.

    Kami menyadari bahwa jurnal ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan

    saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi

    kesempurnaan jurnal ini.

    Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta

    dalam penyusunan jurnal ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa

    meridhai segala usaha kita. Amin.

    Balunijuk, 04 Januari 2013

    Tim Penyusun

  • 4 | P a g e

    DAFTAR ISI

    No. 1 Tahun Pertama Januari 2013

    Jurnal Pertambangan

    Judul Jurnal Halaman

    Dampak Keberadaan Kolong Pascatambang di Desa Tempilang

    Abdi Fatra Wijaya

    5 - 13

    Peran Sektor Industri Pertambangan (PT. TIMAH (Persero) Tbk.) Terhadap

    Pemberdayaan Masyarakat

    Ahmad Reza Setiawan

    14 - 30

    Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Timah dengan Penanaman Tanaman

    Kelapa Sawit di Desa Pugul

    Aleo Saputra

    31 - 39

    Kerusakan Akibat Pascatambang Timah di Pulau Bangka

    Azelia Bonita

    40 - 55

    Metode Peledakan Tambang Bawah Tanah

    Dito Baskoro

    56 - 71

    Perkembangan Penambangan Timah di Kepulauan Bangka Belitung di Daerah

    Kedimpal

    Heri Novian

    72 - 79

  • 5 | P a g e

    DAMPAK KEBERADAAN KOLONG PASCA TAMBANG

    DI DESA TEMPILANG

    Abdi Fatra Wijaya

    Mahasiswa Semester 1 Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung

    Kampus Terpadu Balunijuk, Merawang, Kabupaten Bangka

    abdifatra@gmail.com

    Abstrak

    Pertambangan timah selalu menimbulkan kolong- kolong pasca penambangan timah

    yang sangat merugikan masyarakat dan lingkungan. Berbagai dampak negatif akibat

    kolong yang tidak direklamasi menimbulkan kerugian dari sisi kesehatan, lingkungan

    bahkan wabah penyakit. Dengan berbekal literatur dan tinjauan lapangan secara umum

    untuk mengetahui adanya kolong-kolong yang tergolong muda dan dibiarkan terbuka

    menggugah penulis untuk memuat jurnal ini akhirnya tidak ada cara lain kita harus

    merubah paradigma kolong-kolong yang dibuka harus direklamasi dan dimanfaatkan

    secara optimal.

    Kata Kunci: Kolong, Timah, Literatur, Paradigma

    Pendahuluan

    Latar Belakang

    Dewasa ini kegiatan pertambangan

    terus berlangsung dan cenderung semakin

    marak di masyarakat. Masyarakat luar

    daerah pun banyak yang berbondong-

    bondong datang ke Bangka Belitung

    untuk mengais rezeki dengan menjadi

    penambang timah. Regulasi tentang

    pertambangan timah yang cenderung

    longgar dan adanya peran oknum pejabat

    serta belum adanya peraturan pasti

    tentang penggunaan lahan untuk

    pertambangan menjadikan kegiatan

  • 6 | P a g e

    pertimahan semakin banyak. Akibatnya

    daerah-daerah yang semestinya tidak

    diperkenankan untuk ditambang seperti:

    daerah pemukiman atau daerah

    penangkapan ikan tetap ada kegiatan

    pertambangan dilakukan.

    Timah merupakan hasil bumi dan

    kekayaan alam Bangka Belitung. Tidak

    salah setiap masyarakat menikmati hasil

    bumi tersebut. Hanya saja ada regulasi

    dan aturan yang harus ditaati agar

    kegiatan pertambangan timah tidak

    berlangsung sporadis dan merugikan bagi

    kehidupan masyarakat terutama bagi

    anak cucu kelak.

    Dibalik keuntungan hasil tambang

    yang besar ternyata tambang menyisakan

    suatu permasalahan yang berdampak

    negatif bagi kesehatan masyarakat. Hal

    ini dikarenakan pada setiap kegiatan

    pertambangan baik didaratan maupun

    lautan menyisakan kandungan logam

    berat berbahaya bagi mahluk hidup dan

    manusia. Logam berat pada dasarnya

    sudah terdapat di perut bumi. Logam

    berat muncul ke permukaan bumi

    salahsatunya diakibatkan oleh proses

    penyingkapan perut bumi oleh aktivitas

    tambang manusia. Akibatnya pada daerah

    daratan, kolong-kolong bekas tambang

    timah yang digenangi air dipastikan

    terkandung logam berat pada air tersebut.

    Begitupula halnya pada daerah perairan

    laut. Aktivitas tambang di laut

    mengakibatkan logam berat tersingkap

    keatas permukaan air laut dan pada

    perairan laut daerah tambang tersebut

    dimungkinkan terkandung logam berat.

    Salah satunya adalah dikawasan Desa

    Tempilang.

    Rumusan Masalah

    Berdasarkan uraian yang telah

    dikemukakan di atas, maka dapat

    dirumuskan permasalahannya sebagai

    berikut :

    1. Apa sajakah dampak negatif kolong

    pascatambang bagi masyarakat

    khususnya didesa Tempilang dan pada

    umumnya di Bangka Belitung?

  • 7 | P a g e

    2. Bagaimana cara untuk mengatasi

    dampak negatifnya?

    Tujuan Penelitian

    Jurnal ini kami buat dengan tujuan

    untuk mengetahui dampak kolong bagi

    masyarakat dan upaya menanggulangi

    atau mengatasi dampak negatifnya.

    Kerangka Teori

    Pertambangan bagi masyarakat desa

    Tempilang khususnya dan bangka

    belitung pada umumnya merupakan

    sektor yang sangat vital bagi masyarakat.

    Dari hasil pertambangan inilah mereka

    memenuhi kebutuhan primer, sekunder

    bahkan kebutuhan tersier. Banyaknya

    masyarakat yang dulunya berprofesi

    sebagai petani, nelayan bahkan karyawan

    beralih ke profesi penambangan hal ini

    sangat wajar karena pertambangan

    menyediakan penghasilan yang sangat

    besar dengan usaha yang instan.

    Penambangan yang dilakukan oleh

    masyarakat secara terus menerus telah

    membawa perubahan baru yakni lahan

    pasca penambangan tidak lagi menjadi

    produktif timbulnya bibit penyakit dan

    menjamurnya zat-zat kimia yang

    tergolong logam berat didalam kolong

    serta timbulnya masalah dengan zat- zat

    yang bersifat karsiogenik.

    Maka diperlukanlah kerjasama dan

    upaya untuk mengatasi permasalahan-

    permasalahan yang timbul akibat adanya

    kolong pasca tambang. Mulai dari

    kegiatan reklamasi dengan tanah penutup,

    pengaturan dan pemanfaatan kembali

    kolong bekas tambang yang beasaskan

    prinsip pertambangan yang baik dan

    benar.

    Metodologi Penelitian

    Metodelogi yang digunakan oleh

    penulis adalah metode studi pustaka,

    tinjauan lapangan secara umum.

    Hasil dan Pembahasan

    1. Dampak Negatif Kolong Pasca

    Tambang

    Penelitian LIPI dan UBB menemukan

    bahwa logam Fe, Al, Mn, Zn dan Pb

    adalah logam berat terbesar yang terdapat

    di perairan kolong. Butuh waktu puluhan

  • 8 | P a g e

    tahun ( >20 tahun), logam berat di air

    kolong akan hilang secara alami di

    perairan. Hilangnya logam berat ini

    dikarenakan logam berat tersebut

    mengendap di sedimen perairan.

    Selain itu sedimen perairan dengan

    usia kolong yang tua mengandung bahan

    organik dengan gugus fungsi tertentu

    yang mampu mengikat logam berat

    dengan ikatan kompleks dan chelate

    sehingga penggunaan kolong yang

    berumur tua aman digunakan untuk

    aktivitas manusia.

    Permasalahannya adalah ketika kolong

    yang umurnya masih muda digunakan

    untuk aktivitasmanusia seperti untuk

    minum dan kegiatan perikanan/pertanian.

    Kolong muda mengandung logam berat

    yang cukup tinggi dan airnya asam.

    Logam berat pada konsentrasi yang

    tinggi bila masuk kedalam tubuh manusia

    akan menyebabkan kematian atau

    gangguan kesehatan pada manusia. Pada

    konsentrasi yang tidak terlalu tinggi atau

    masih dalam ambang batas toleransi

    tubuh manusia, logam berat akan

    terakumulasi didalam tubuh. Logam berat