jurnal ekosistem hutan dataran rendah

download jurnal ekosistem hutan dataran rendah

of 37

  • date post

    27-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.242
  • download

    32

Embed Size (px)

description

di desa buluh cina, pekanbaru,riau

Transcript of jurnal ekosistem hutan dataran rendah

TUGAS MATA KULIAH DOSEN PEMBIMBING

PENGETAHUAN LINGKUNGANHADI PURWANTO,S.PdLAPORAN HASIL OBSERVASI HUTAN DATARAN RENDAH EKO WISATA BULUHCINA

DISUSUN OLEH KELOMPOK III

1. CHAIRANI SULASTRI

6. INDRA NOVITA

2. EVA JULIANDITA

7. KASMAWATI

3. DENI WIDYA NINGSIH

8. NANI KARMILA

4. FAHRIZAL HUMAIDI

9. NURUL AFWAN

5. TRISNAWATI

10. HANDRO FIRMANSYAHPROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPAFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM RIAU

2013

KATA PENGANTARPuji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan laporan hasil observasi dalam bentuk jurnal tentang hutan dataran rendah ekowisata Bulucina. Kami menyadari bahwa jurnal ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan jurnal kami ini. Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan jurnal ini dari awal hingga akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.

Pekanbaru , Juni 2013

Kelompok 3

HUTAN DATARAN RENDAH EKOWISATA BULUH CINAAbstrackEcosystem is a system formed by the ecological interrelationships between living things integral to the environment. One of the ecosystem is Forest, especially lowland forest. Forest is the life form that spread throughout the world. We can find the forest in tropics or cold climates, in the lowlands and in the mountains, on a small island or in a large continent. Lowland forest is a forest that grows in low-lying areas with an altitude of 0-1200 m, and that forest is very rich types of flora and fauna.Keyword: Ecosystem, Forest and Lowland ForestPendahuluanEkosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik yang tidak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.Di dalam lingkungan terdapat komponen-komponen, baik komponen fisik (benda hidup/biotik dan benda mati/abiotik) maupun komponen non fisik berupa hubungan manfaat suatu benda terhadap benda lainnya (trofik). Di dalam lingkungan juga terjadi suatu fenomena dinamika yang menyangkut hubungan interaksi antar kelompok fisik, atau dapat dikatakan bahwa di dalam lingkungan.Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting.

Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar. Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas.Sebagai fungsi ekosistem hutan sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta flora dan fauna, dan peran penyeimbang lingkungan, serta mencegah timbulnya pemanasan global. Sebagai fungsi penyedia air bagi kehidupan hutan merupakan salah satu kawasan yang sangat penting, hal ini dikarenakan hutan adalah tempat bertumbuhnya berjuta tanaman.Hutan dataran rendah merupakan hutan yang tumbuh di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0 - 1200 m. Hutan hujan tropis yang ada wilayah Dangkalan Sunda seperti di Pulau Sumatera, dan Pulau Kalimantan termasuk hutan dataran rendah. Hutan dataran rendah Sumatera memiliki keanekaragaman hayati yang terkaya di dunia. Sebanyak 425 jenis atau 2/3 dari 626 jenis burung yang ada di Sumatera hidup di hutan dataran rendah bersama dengan harimau Sumatera, gajah, tapir, beruang madu dan satwa lainnya. Selain itu, di hutan dataran rendah Sumatera juga ditemukan bunga tertinggi di dunia (Amorphophallus tittanum) dan bunga terbesar di dunia (Rafflesia arnoldi).BAB I

HUTAN DATARAN RENDAH1.1 Konsep Ekosistem Hutan Dataran Rendah

Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.

Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: "organisme, khususnya mikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan". Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet lain dalam tata surya.

Hutan dataran rendah merupakan hutan yang tumbuh di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0 - 1200 m. Hutan hujan tropis yang ada wilayah Dangkalan Sunda seperti di Pulau Sumatera, dan Pulau Kalimantan termasuk hutan dataran rendah. Hutan dataran rendah Sumatera memiliki keanekaragaman hayati yang terkaya di dunia. Sebanyak 425 jenis atau 2/3 dari 626 jenis burung yang ada di Sumatera hidup di hutan dataran rendah bersama dengan harimau Sumatera, gajah, tapir, beruang madu dan satwa lainnya. Selain itu, di hutan dataran rendah Sumatera juga ditemukan bunga tertinggi di dunia (Amorphophallus tittanum) dan bunga terbesar di dunia (Rafflesia arnoldi).Berbagai jenis burung dan mamalia besar hidup di hutan dataran rendah Sumatera. Untuk jenis burung saja pada hutan dataran rendah Sumatera terdapat 425 dari 626 jenis burung yang hidup di hutan hujan Sumatera. Jenis-jenis burung tersebut antara lain adalah rangkong papan (Buceros bucornis), sempidan Sumatera (Lophura inornata), srigunting Sumatera (Dicrurus sumatranus), dan Bondol tunggir-putih (Lonchura striata). Selain itu Sumatera juga merupakan habitat bagi jenis-jenis mamalia besar yang tidak dijumpai di wilayah lain seperti harimau Sumatra (Panthera tigris), gajah (Elephas maximus), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), beruang madu (Helarctos malayanus) dan Tapir (Tapirus indicus).

Keanekaragaman hayati yang tinggi yang dimiliki oleh hutan dataran rendah Sumatera, menempatkan hutan Sumatera menjadi salah satu ekosistem terpenting di dunia. Namun hutan dataran rendah Sumatera mengalami penyusutan yang sangat drastis. Saat ini, hutan dataran rendah yang tersisa hanya seluas 500.000 hektar dari 16.000.000 hektar di tahun 1900. Kondisi ini utamanya disebabkan oleh semakin meningkatnya aktivitas penebangan kayu (baik yang legal maupun ilegal), pembukaan lahan hutan dan peralihan fungsi kawasan hutan untuk penggunaan lain. Dengan laju penyusutan hutan yang tinggi ini, World Bank pada tahun 2000 memperkirakan bahwa hutan dataran rendah Sumatera akan habis dalam waktu yang sangat dekat jika tidak ada tindakan segera untuk menyelamatkannya. Sebagian besar spesies tumbuhan endemis Sumatera ditemukan di hutan-hutan dataran rendah yang berada di bawah 500 meter, meskipun sampai saat ini baru sekitar 15% dari keseluruhannya yang telah tercatat. Hutan primer Sumatera yang masih tersisa hanyalah kurang dari 40%. Tingkat penebangan hutan saat ini rata-rata sebesar 2,5% per tahun, dan yang terparah terjadi di daerah dataran rendah dan hutan-hutan perbukitan yang kaya akan spesies. Para ilmuwan memprediksikan bahwa semua hutan tropis dataran rendah Sumatera akan lenyap di tahun 2005.1.2 Faktor Edaphis dan Klimatologis Ekosistem Hutan Dataran RendahKlimatologi merupakan ilmu tentang atmosfer. Mirip dengan meteorologi, tapi berbeda dalam kajiannya, meteorologi lebih mengkaji proses di atmosfer sedangkan klimatologi pada hasil akhir dari proses-proses atmosfer.

Klimatologi adalah ilmu yang mencari gambaran dan penjelasan sifat iklim, mengapa iklim di berbagai tempat di bumi berbeda , dan bagaimana kaitan antara iklim dan dengan aktivitas manusia. Karena klimatologi memerlukan interpretasi dari data-data yang banyak dehingga memerlukan statistik dalam pengerjaannya, orang2 sering juga mengatakan klimatologi sebagai meteorologi statistik (Tjasyono, 2004).

Edaphis (Penyeimbang Alam) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alami bagi satwa yang hidup di sekitarnya. Manfaat Edaphis adalah manfaat dalam kaitan dengan tempat hidup binatang. Di lingkungan yang penuh dengan pohon-pohon, secara alami satwa dapat hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.Ketinggian tempat merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kondisi iklim, baik dari segi suhu, kelembaban udara maupun curah hujan, yang selanjutnya mempengaruhi vegetasi yang ada. Masing-masing zona ketinggian tempat memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik dari segi floristik, komposisi maupun struktur.

Faktor- faktor pendukung Klimatologis dan Edaphis Ekosistem Rawa Air tawar antara lain :1) Iklim dengan unsur-unsurnya, seperti suhu udara, tekanan udara, kelambapan udara, angin dan curah hujan merupakan faktor utama yang mempengaruhi perseberan tumbuhan (flora) di permukaan bumi. Curah Hujan

Hutan ini, banyak dipengaruhi oleh curah hujan yang sedang atau berkisar antara 2000 3000 mm / tahun, karena pohon yang ditemui pada umumnya tidak terlalu tinggi dan besar. Hal ini berbeda dengan hutan hujan tropis. Suhu

Pada Hutan dataran rendah, kadar oksige