Juknis Musrenbang RKPD Kab. Tegal 2012

Click here to load reader

download Juknis Musrenbang RKPD Kab. Tegal 2012

of 34

  • date post

    02-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    345
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah.

Transcript of Juknis Musrenbang RKPD Kab. Tegal 2012

Bagian

1I.

Pendahuluan

LATAR BELAKANG

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pemerintah daerah wajib menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebagai dokumen strategi dan kebijakan perencanaan pembangunan daerah untuk periode 1 (satu) tahun sekaligus sebagai landasan penyusunan Rancangan APBD. Mendasari amanat tersebut, di Tahun 2012 ini Pemerintah Kabupaten Tegal Tegal akan menyusun RKPD Kabupaten Tegal Tegal Tahun 2013 yang Rancangan Awal-nya dirumuskan dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tegal Tegal Tahun 2010-2014, mengacu pada RPJMD Provinsi Jawa Tengah dan RPJMN serta memperhatikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2013. Sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, proses penyusunan Rancangan RKPD ditempuh melalui jalur teknokratik dan partisipatif. Pendekatan partisipatif dilakukan dengan mendorong partisipasi warga masyarakat melalui penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD secara berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga Kabupaten Tegal, termasuk penyelenggaraan Forum SKPD. Musrenbang RKPD adalah wahana antar pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan pembangunan daerah. Pelaksanaan Musrenbang RKPD menjadi tugas pokok pemerintah daerah dalam menjalankan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Musrenbang RKPD bukan sekedar forum konsultasi publik untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari masyarakat terhadap Rancangan Awal RKPD yang disusun secara teknokratik oleh pemerintah daerah, namun juga wahana bagi warga masyarakat untuk memberikan usulan program dan kegiatan pembangunan. Dengan bahasa lain, Musrenbang RKPD merupakan metode sinkronisasi dan rekonsiliasi pendekatan top-down dengan bottom-up, pendekatan penilaian kebutuhan masyarakat dengan penilaian yang bersifat teknis, resolusi konflik atas berbagai kepentingan pemerintah daerah dan non pemerintahan untuk pembangunan daerah, antara kebutuhan program pembangunan dengan kemampuan dan kendala pendanaan, dan wahana untuk mensinergikan berbagai sumber pendanaan pembangunan. Adapun tujuan pelaksanaan Musrenbang RKPD berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 adalah (a) mengklarifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah; (b) menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah; (c) mempertajam indikator kinerja program dan kegiatan prioritas daerah; dan (d) menyepakati prioritas pembangunan daerah serta program dan kegiatan prioritas daerah.Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Tegal Tahun 2012

1

Dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, efisiensi dan efektifitas sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan, Musrenbang RKPD Kabupaten Tegal Tegal diselenggarakan paling lama minggu terakhir bulan Maret. Musrenbang RKPD dalam skema perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Tegal Tegal telah dijamin pelaksanaannya melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah. Dalam rangka menjamin penyelenggaraan Musrenbang RKPD berjalan demokratis, partisipatif, komprehensif, transparan, dan akuntabel, Pemerintah Kabupaten Tegal Tegal memandang perlu menyusun Pedoman Teknis Penyelenggaraan Musrenbang RKPD Tahun 2012 sebagai panduan operasional bagi lembaga penyelenggara, pemandu, dan warga masyarakat pada umumnya dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan Musrenbang yang lebih baik dan berpihak kepada kelompok miskin dan perempuan. II. MAKSUD DAN TUJUAN

Pedoman Teknis ini disusun dengan maksud agar pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Tegal Tegal Tahun 2012 berjalan terarah, tepat waktu, tepat sasaran, terpadu, dan bersinergi baik antar sektor maupun wilayah. Adapun tujuannya adalah : a. Mendorong partisipasi aktif warga masyarakat untuk turut serta memberikan masukan dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut upaya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat utamanya warga miskin dan perempuan. b. Membangun kesadaran kritis masyarakat, menumbuhkan rasa memiliki dan tanggungjawab mereka dalam mengelola serta memelihara hasil-hasil pembangunan daerah. c. Melembagakan nilai-nilai dan prinsip-prinsip perencanaan pembangunan partisipatif melalui skema pembelajaran Musrenbang demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). d. Meningkatkan kapasitas, pemahaman, serta pengetahuan para pelaku Musrenbang dalam menyelenggarakan Musrenbang RKPD. e. Mendukung terciptanya sistem perencanaan pembangunan daerah yang berkesinambungan, berkelanjutan, dan berkeadilan, serta selaras antara proses perencanaan dengan penganggaran. f. Mengatasi kesenjangan pembangunan antar-sektor dan antar-wilayah. III. TEMA

Musrenbang RKPD Kabupaten Tegal Tegal Tahun 2012 ini mengambil tema Menumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan Masyarakat dalam Mewujudkan Perencanaan Pembangunan Daerah yang Partisipatif, Transparan, dan Berkeadilan. Sedangkan sesanti atau tagline Musrenbang RKPD Kabupaten Tegal Tegal Tahun 2012 yang digunakan adalah Satu Komitmen, Perencanaan untuk Penganggaran. IV. PRINSIP-PRINSIP MUSRENBANG

Penerapan prinsip-prinsip dasar dalam penyelenggaraan Musrenbang RKPD dimaksudkan untuk menjamin forum ini benar-benar partisipatif, komunikatif, dan dialogis dalam rangka menyusun rencana program dan kegiatan pembangunan daerah. Prinsip ini berlaku baik bagi penyelenggara, pemandu, peserta, narasumber, maupun semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Tegal Tegal Tahun 2012.Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Tegal Tahun 2012

2

a. Prinsip Kesetaraan. seluruh peserta Musrenbang memiliki hak yang setara untuk menyampaikan pendapat dan dihargai pendapatnya meskipun berbeda. Begitu pula sebaliknya, peserta juga memiliki kewajiban yang setara untuk mendengarkan pandangan orang lain, menghargai perbedaan pendapat, dan menjunjung tinggi hasil keputusan atau kesepakatan bersama. b. Prinsip Musyawarah. Perbedaan pendapat dan sudut pandang dari peserta Musrenbang yang tentunya memiliki latar belakang, status sosial, serta kepentingan yang beragam harus tetap dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi kepentingan umum atau masyarakat luas diatas kepentingan indvidu dan golongannya. c. Prinsip Anti-Dominasi. Dalam proses rembug atau musyawarah tidak boleh ada individu/kelompok tertentu yang mendominasi sehingga keputusan-keputusan yang dibuat tidak melalui proses musyawarah semua komponen masyarakat secara seimbang. d. Prinsip Keberpihakan. Dalam proses rembug atau musyawarah dilakukan upaya untuk mendorong individu dan kelompok yang paling diam untuk menyampaikan aspirasi atau pendapatnya terutama kelompok miskin, perempuan dan generasi muda. e. Prinsip Anti-Diskriminasi. Semua warga memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai peserta Musrenbang, sehingga tidak ada pembedaan hak dalam menyatakan pendapat dan pemikirannya.

Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Tegal Tahun 2012

3

Bagian

2I.

Musyawarah Warga di Tingkat Dusun/RW

PENGERTIAN

Musyawarah Warga atau rembug warga sebagai bagian tak terpisahkan dalam proses Musrenbang Desa/Kelurahan merupakan metode pengumpulan data dan informasi dari tingkat basis dusun/RW sebagai bahan masukan penyusunan rencana program kegiatan pembangunan desa/kelurahan (bottom-up planning). Adapun penggalian basis data dan informasi secara lengkap dan mendalam (telah) dilakukan pada saat penyusunan RPJM-Desa atau Renstra Kelurahan melalui metode PRA maupun Pemetaan Swadaya. Sementara bagi desa/kelurahan yang telah menyusun dan memiliki dokumen RPJM-Desa atau Renstra Kelurahan, proses penggalian data dan informasinya cukup dilakukan dengan Musyawarah Warga. Pelaksanaan Musyawarah Warga lebih dimaksudkan untuk memperbaharui data perkembangan informasi yang berkenaan dengan kebutuhan pembangunan di masyarakat (need asessment). II. MAKSUD DAN TUJUAN

Penyelenggaraan Musyawarah Warga lebih dimaksudkan untuk mendorong partisipasi dan menumbuhkan rasa memiliki serta kepedulian warga terhadap lingkungannya. Selain meningkatkan kapasitas dan kemandirian, keterlibatan warga dalam proses perencanaan pada gilirannya akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap hasil-hasil pembangunan. Adapun tujuan dari pelaksanaan Musyawarah Warga ini adalah : 1) Mengidentifikasi potensi dan permasalahan di lingkungan dusun/RW setempat yang mencakup bidang Kesejahteraan Sosial, usaha ekonomi produktif, dan sarana prasarana fisik lingkungannya berikut alternatif pemecahannya. 2) Menetapkan usulan kegiatan prioritas pembangunan yang akan menjadi bahan masukan dalam pelaksanaan Forum Musrenbang Desa/Kelurahan. 3) Menyepakati dan menetapkan Tim Delegasi Dusun/RW yang akan mengikuti Forum Musrenbang Desa/Kelurahan. III. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Musyawarah Warga dilaksanakan di setiap dusun/RW pada minggu ke-1 bulan Januari 2012. Adapun pilihan waktu dan tepat yang memungkinkan kehadiran kelompok perempuan. IV. PESERTA Setiap warga dusun/RW setempat berhak untuk ikut serta dan berpartisipasi dalam Musyawarah Warga, namun setidaknya peserta Musyawarah Warga ini diikuti oleh unsur-unsur : a) Kepala desa/lurah atau aparatur pemerintahan desa/kelurahan (sebagai narasumber).

Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Tegal Tahun 2012

4

b) Pengurus RW/perangkat dusun. c) Keterwakilan masing-masing pengurus RT. d) Warga relawan pemeduli upaya penanggulangan kemiskinan seperti anggota BKM, KPMD, dan warga peduli pembangunan lainnya. e) Tokoh masyarakat f) Perwakilan perempuan. g) Tokoh pemuda.