Journal Token Economy

download Journal Token Economy

of 18

  • date post

    15-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    0

Embed Size (px)

description

psikiatri

Transcript of Journal Token Economy

Slide 1

BOOK READINGTOKEN ECONOMYOleh : Nudiya AzimahLia Fauziah

Pembimbing : dr. Isa Multazam Noor, Sp.KJIndentifikasi Bantuan Yang TersediaBantuan dari orang lain mungkin tidak terlalu penting pada token economy kecil, seperti ruang kelas, meski nampaknya dikehendaki khususnya tahapan-tahapan awal program. Pada token economy besar, seperti instalasi psikiatri, bantuan yang demikian penting.Terdapat sejumlah sumber bantuan yang mungkin diterima: (a) orang-orang yang diharuskan bekerja dengan klien (misal, asisten guru/dosen, asisten perawat, asisten pengajar); (b) sukarelawan (misal, Ibu Rumah Tangga, pasangan yang sudah pensiun, tokoh masyarakat, anggota LSM dan kelompok kerja masyarakat); (c) orang-orang yang secara perilaku dikategorikan tingkatan lanjut dalam sebuah lembaga (misal, siswa kelas 5 yang teliti ditugaskan membantu melaksanakan token economy untuk siswa kelas satu); dan (d) para anggota dari token economy. Pada beberapa kasus, klien telah diajarkan untuk meneruskan penghargaan pada mereka sendiri bergantung pada perilaku yang sesuai.

Setelah token economy mulai berjalan lancar, para pesertanya akan secara bertahap semakin mampu berpikir lebih mengenai tanggung jawab dalam membantu mencapai tujuan. Contohnya, di Achievement Place, satu kelompok rumahan untuk anak laki-laki yang berpotensi nakal (lihat Fixsen & Blas, 1993), beberapa anak muda mengawasi anak lainnya dalam melakukan tugas-tugas rumah tangga. Penyelia, atau Manajer, sebagaimana ia dipanggil, memiliki kewenangan untuk mengatur dan menghilangkan penghargaan bagi prestasi rekan-rekannya. Dari beberapa cara yang telah dipelajari untuk menyeleksi manajer, pemilihan demokratis terbukti terbaik dalam hal prestasi anak-anak muda dan efektivitas mereka dalam menyelesaikan tugas-tugasnya (Phillips, Wolf, & Fixsen, 1973; Wolf, Braukmann, & Ramp, 1987). Cara lain yang digunakan di kampus dan kelas universitas adalah memberikan para mahasiswa sebuah tes di sekitar awal semester dan beberapa bagian awal dari perkuliahan. Para mahasiswa yang menunjukkan dari hasil tes tersebut, kesiapannya untuk melaksanakan perkuliahan, diberikan tanggung jawab memimpin sebuah kelompok kecil mahasiswa, yang mana mereka bantu mengajarkan dan mengawasi sepanjang sisa perkuliahan (Johnson & Ruskin, 1977).

Memilih lokasiTidak ada lokasi yang khusus untuk token economy, hal ini lumrah karena perancang token economy biasanya memiliki alternatif pilihan yang sedikit. Beberapa lokasi lebih baik dari lokasi yang lain, meski demikian, bergantung pada jenis token economy yang dipertimbangkan.Meja yang dapat dipindahkan cenderung dipilih dari pada meja yang yang tetap karena memungkinkan mahasiswa untuk bekerja lebih mudah dalam grup kecil. Kelas dengan token economy sering kali sangat berisik dan terkesan terjadi kebingungan massal pada awalnya bagi pengamat awam. Meski mengejutkan bila dilihat, kebanyakan mahasiswa akan menyesuaikan diri dengan suara berisik tersebut, sehingga tidak menghambat mereka dari bekerja seefisien mungkin. Tentu saja internet sudah menyediakan kelas virtual untuk token economy di bidang akademik, di mana mahasiswa mungkin merasa berada di lingkungan fisik apapun yang mereka pilih

Langkah-langkah Terapan SpesifikData Tersimpan | Hal ini berkenaan dengan jenis lembar-lembar data yang seharusnya digunakan, siapa yang mencatat data, dan kapan data harus dicatat.Agen Penyemangat | Merupakan hal penting untuk menentukan siapa yang akan menata peneguhan, dan untuk perilaku-perilaku apa. Contohnya, Ayllon dan Azrin (1968) merekomendasikan saat beberapa manajer membagikan penghargaan pada beberapa klien (seperti pada bangsal psikiatri), hanya satu orang seharusnya ditugaskan untuk meneguhkan sebuah respon tertentu pada waktu tertentu. Sebaliknya, tidak seorang pun bertanggung jawab atas kegagalan mengurus langkah-langkah peneguhan dengan tepat, karena setiap penyimpangan, kelalaian, atau modifikasi mudah dihubungkan dengan perilaku dari beberapa pekerja lainnyaJumlah dan Frekuensi Pemberian PenghargaanAda beberapa pertimbang-pertimbangan penting terkait jumlah penghargaan yang diberikan bagia perilaku tertentu. Pertimbangan pertama adalah tahapan dari itikad (economy), seberapa terbiasa si klien menerima penghargaan. Stainback dan rekannya (1973) menyarankan dari 25 hingga 75 penghargaan per anak itu tidak berlebihan pada hari pertama token economy di suatu kelas. Lebih jauh mereka menyarankan jumlahnya dikurangi bertahap menjadi 15 hingga 30 per harinya. Pertimbangan lainnya adalah nilai terapetik dari perilaku diteguhkan dan kemungkinan klien akan berhadapan dengan kondisi ia tidak mendapat penghargaan. Sebagai contoh untuk pertimbangan yang terakhir, jumlah penghargaan yang mahasiswa University of Kansas Experimental Living Project bisa dapatkan bila menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga di tempat tinggal mereka berkaitan dengan waktu yang mereka perlukan untuk melakukan tugas rumah tersebut (Johnson, Welch, Miller, & Altus, 1991).

Mengatur Penyemangat-Dukungan PenyemangatDi sini kita harus mempertimbangkan penyemangat cadangan yang tersedia untuk dibeli (yaitu seberapa sering waktu belanja harus dijadwalkan). Pada awalnya, frekuensinya seharusnya sebanyak dan sebisa mungkin, lalu dikurangi perlahan. Untuk siswa sekolah, Stainback dan Payne (1973), menyarankan waktu belanja diadakan satu atau dua kali per hari untuk 3-4 hari pertama dan kemudian dikurangi perlahan sampai dilaksanakan satu dalam seminggu (Jumat siang) di minggu ketiga token economy.Juga penting untuk menentukan seberapa mahal penghargaan tiap dukungan penyemangat tersebut. Tambahan untuk biaya keuangan yang merupakan pertimbangan pasti saat menetapkan nilai penghargaan untuk mendukung penyemangatan, dua faktor lainnya harus dipertimbangkanFaktor lainnya yang harus dipertimbangkan adalah nilai terapetik dari dukungan itu. Seorang klien harus diganjar sangat sedikit untuk sebuah dukungan penyemangat yang berguna bagi dirinya. Ini akan membantu dalam membujuk klien turut serta dalam penyemangatan. Contohnya, seorang klien yang kemampuan sosialnya perlu ditingkatkan dapat diberikan hanya beberapa penghargaan karena mengatur sebuah pesta karena perilaku berharga di dalam even ini bisa membantu dirinya berkembang.

Hukuman Darurat Yang DimungkinkanPenggunaan penghargaan menyebabkan kemungkinan penggunaan sanksi sebagai hukuman bagi perilaku yang tidak pantas (lihat, misalnya, Lippman & Motta, 1993; Sullivan & OLeary, 1990). Jenis hukuman ini sesuai pilihan, dari sisi etika, sampai hukuman ataupun batasan fisik. Sehubungan dengan semua wujud hukuman, seharusnya digunakan sehemat mungkin dan hanya untuk perilaku-perilaku yang tertentu (lihat Bab 12). Jika denda digunakan dalam token economy, mungkin diperlukan untuk menambahkan pelatihan mengenai peluang digunakannya hukuman yang mengajarkan klien bagaimana harus menerima denda dengan cara yang relatif tidak emosional, perilaku tidak agresif. Kemungkinan seperti itu dijelaskan oleh Phillips, Fixsen, dan Wolf (1973) untuk token economy mereka dengan anak muda yang berpotensi bandel. Pada token economy seperti itu, peluang berkaitan dengan denda mungkin dapat mengajarkan anak muda sebuah keterampilan sosial yang penting: bagaimana untuk dapat menerima teguran dari aparat penegak hukum di masyarakat.

Pengawasan StafManajer sebuah token economy, tidak berbeda halnya dengan klien, sama-sama tunduk pada hukum yang mengatur perilaku. Mereka harus sering mendapatkan penyemangat untuk perilaku yang sesuai, dan perilaku mereka yang tidak pantas harus diperbaiki jika ingin token economy berjalan lancar. Kewajiban mereka harus secara khusus jelas dan mereka harus diawasi dalam melaksanakan kewajiban mereka.Pengawasan berkelanjutan umumnya tidak praktis. Lebih lanjut, pemilihan waktu sebaiknya digunakan. Direktur dari ecomony sebaiknya memulai dengan pengawasan rutin dan perlahan menguranginya. Jadwal pengawasan staf dan program penyemangat yang dikehendaki dapat berupa VI / LH untuk memelihara tingkat perkembangan staf yang baik, tinggi dan stabil (lihat Ayllon & Azrin, 1968, p. 151).

Penanganan Potensi MasalahDalam kerangka sebuah token economy dengan beberapa prosedur kompleks, lebih baik mengantisipasi potensi munculnya masalah. Beberapa masalah yang mungkin muncul (a) kebingungan, khususnya dalam beberapa hari pertama setelah dimulainya program; (b) kekurangan staff; (c) klien yang berusaha mendapatkan penghargaan-penghargaan yang belum bisa mereka dapatkan atau berusaha mendapatkan penyemangat yang belum mereka dapat; (d) klien yang bermain dengan penghargaan dan memanipulasi penghargaan tersebut dengan cara-cara yang mengalihkan perhatian; dan (e) kegagalan membeli penyemangat tambahan. Semuanya itu dan masalah lain yang mungkin timbul dapat diatasi dengan perencanaan yang baik sebelumnya.

Menyiapkan sebuah panduanTahapan akhir yang harus diselesaikan sebelum pelaksanaan token economy adalah menyiapkan sebuah panduan atau serangkaian aturan tertulis yang menjelaskan bagaimana economy akan dijalankan. Panduan ini harus menjelaskan secara rinci perilaku apa yang akan diperbaiki, bagaimana mereka diperbaiki dengan penghargaan dan dukungan penyemangat, waktu di mana perbaikan harus terjadi, data apa saja yang akan dicatat, bagaimana dan kapan data tersebut harus dicatat, tanggung jawab dan tugas tiap-tiap staf. Setiap aturan harus masuk akal dan dapat diterima oleh klien dan staf. Setiap staf harus memiliki salinan dari panduan atau versi jelas dan rinci dari bagian panduan yang berisi tugas dan kewajiban mereka. Bila mungkin, tiap klien harus mendapat bagian panduan yang jelas dan rinci yang berkaitan dengan dirinya. Jika klien tidak mampu membaca dengan lancar tapi ia bisa memahami bahasa lisan, berikan lah penjelasan yang baik dari bagian panduan yang relevan baginya harus.

Memprogam Hal-Hal Umum. Untuk Lingkungan AlamiahToken e