Journal Ok

download Journal Ok

of 23

  • date post

    17-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    0

Embed Size (px)

description

ganbate

Transcript of Journal Ok

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si Kuliah 5

Terdapat 3 istilah pokok yang perlu dipahami dalam penelitian sosial, termasuk penelitian komunikasi, yaitu konsep, konstruk, dan variabel. Konsep, yaitu ide-ide atau bayangan mental mengenai dunia nyata. Contoh almari, motor, dan pengusaha. Konstruk adalah konsep yang dapat disimpulkan kendati keberadaannya tidak dapat diamati secara langsung, misalnya sistem pemerintahan. Variabel adalah konsep (juga konstruk) yang telah diberi nilai atau variasi karena dapat diukur, misalnya suhu badan seseorang dapat diukur dengan termometer dengan skala derajat Celsius atau Fahrenheit. Pendapatan seseorang dapat diukur dalam rupiah dengan 3 tingkatan/kadar, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Pemahaman ketiga istilah tersebut penting karena sangat sering disebut dalam penelitian sosial dan komunikasi.

Hubungan Antarvariabel (Simetris dan Asimetris) Selain mengetahui tentang variabel, perlu dipahami pula hubungan antarvariabel. Pemahaman yang menyeluruh tentang hubungan ini memudahkan peneliti mengidentifikasi tentang jenis atau status variable, seperti variabel mana yang mendahului (independent, menjadi sebab), dan mana yang didahului (dependent, menjadi akibat).

Dikenal dua kelompok hubungan, yaitu simetris dan asimetris. Hubungan simetris adalah hubungan yang salah satu variabelnya tidak dipengaruhi atau disebabkan oleh variabel lainnya. Sulit diidentifikasi mana variabel yang dulu dan mana yang kemudian. Jenis-jenis pola simetris adalah:

1. kedua variabel merupakan indikator untuk konsep yang sama;

2. kedua variabel merupakan akibat dari faktor yang sama;

3. kedua variabel berkaitan secara fungsional;

4. hubungan yang kebetulan semata-mata.

Hubungan timbal balik asimetris adalah hubungan yang teratur antara variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent) yang cenderung bersifat satu arah. Enam pola dalam hubungan asimetris adalah (1) hubungan antara stimulus dan respons, (2) hubungan antara disposisi dan respons, (3) hubungan antara ciri individu dengan disposisi atau tingkah laku, (4) hubungan antara prakondisi dengan akibat tertentu, (5) hubungan imanen antara 2 variabel, (6) hubungan antara tujuan (ends) dan cara (means).

Variabel Penelitian

Banyak definisi mengenai variabel, dan juga masih banyak yang merancukannya dengan parameter. Variabel adalah karakteristik, sifat atau atribut dari suatu obyek (subyek) penelitian, yang relevan dengan permasalahan yang akan diselidiki, akan dilakukan pengukuran terhadapnya, dan harus memiliki suatu nilai (value), dimana nilainya bervariasi antara obyek yang satu dengan lainnya. Obyek (subyek) penelitian bisa berupa individu (orang), kelas, sekolah, organisasi, perusahaan (firm), industri, institusi pemerintahan (daerah atau negara), dan lain sebagainya.

Ditinjau dari keberadaan, keterkaitan dan struktur pengaruhnya di dalam hipotesis (permasalahan) penelitian, variabel dapat dibedakan menjadi intraneous dan extraneous variables. Intraneous variables adalah variabel yang tercakup di dalam hipotesis penelitian. Sedangkan extraneous variables adalah variabel yang tidak tercakup di dalam hipotesis penelitian, akan tetapi memiliki kontribusi pengaruh terhadap variabel dependen.

Intraneous variables meliputi :

1) Variabel penjelas (independent variables), adalah suatu variabel tercakup di dalam hipotesis penelitian, yang keragamannya sebagai akibat dari manipulasi atau intervensi peneliti atau merupakan suatu keadaan atau kondisi atau fenomena yang ingin diselidiki, diteliti atau dikaji. Variabel ini mempengaruhi variabel tergantung.

2) Variabel anteseden (antecedent variables) adalah variabel yang mempengaruhi variabel penjelas.

3) Variabel antara atau variabel intervening (intervene variables) adalah variabel yang bersifat menjadi perantara (mediating) dari hubungan variabel penjelas ke variabel tergantung. Sifatnya adalah sebagai penghubung (jembatan) antara variabel penjelas dengan variabel tergantung.

4) Variabel Moderator adalah variabel yang bersifat memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel penjelas terhadap variabel tergantung.

5) Variabel tergantung (dependent variables), adalah suatu variabel yang tercakup di dalam hipotesis penelitian, yang keragamannya (variabilitasnya) ditentukan atau tergantung atau dipengaruhi oleh variabel lainnya.

Extraneous variables meliputi :

(1) Variabel pembaur (confounding variables), adalah suatu variabel dalam penelitian yang tidak tercakup dalam hipotesis penelitian, akan tetapi muncul dalam penelitian dan berpengaruh terhadap variabel tergantung. Pengaruhnya mencampuri atau berbaur dengan variabel penjelas. Suatu penelitian biasanya ingin mengetahui pengaruh variabel penjelas terhadap variabel tergantung, yang tentunya pengaruh tersebut harus terbebas dari berbaurnya pengaruh variabel-variabel lain.

(2) Variabel kendali (control variables), adalah variabel pembaur (cofounding) yang pengaruhnya dapat dikendalikan. Pengendalian dapat diakukan dengan cara blocking, yaitu mengelompokkan obyek penelitian menjadi kelompok-kelompok yang relatif homogen. Cara kedua adalah melalui kriteria ekalusi-inklusi, yaitu mengeluarkan obyek yang tidak memenuhi kriteria (ekslusi) dan mengambil obyek yang memenuhi kriteria untuk diikutkan dalam sampel penelitian (inklusi).

(3) Variabel penyerta (concomitant variables), adalah variabel pembaur (cofounding) yang tidak dapat dikendalikan, sehingga tetap menyertai (terikut) dalam proses penelitian. Konsekuensinya, data tersebut harus diamati. Pengaruh baurnya dihilangkan (dieliminasi) pada tahap analisis data, misalnya dengan ANCOVA atau MANCOVA.

Bagaimana Menyusun Metodologi atau Prosedur Penelitian?Prosedur atau metode peneliian adalah cara-cara yang ditempuh atau digunakan dalam melakukan kegiatan penelitian. Untuk menentukan prosedur penelitian apa dan bagaimana mengimplementasikannya, kita dapat berpedoman pada identifikasi masalah dan tujuan penelitian yang sebelumnya sudah dirumuskan.Hal-hal yang perlu ditegasdkan dalam uraian metodologi atau prosedur penelitian meliputi: desain atau rancangan dan metode penelitian, jenis data dan sumber data yang digunakan, teknik pengumpulan data yang digunakan, teknik analisis data yang digunakan, dan populasi penelitian serta teknik sampling yang digunakan, dan (mungkin juga) jadwal dan lokasi penelitian.Contoh uraian prosedur penelitian (secara ringkas):Penelitian ini dirancang sebagai sebuah penelitian survei yang bersifat eksplanatori atau eksplanatif dengan menggunakan metode korelasional. Pengunaan desain dan metode tersebut didasarkan pada tujuan penelitian, yakni ingin menemukan tingkat signifikansi antara kredibilitas dosen dalam proses belajar dan pembelajaran dengan tingkat pemahaman mahasiswa pada materi perkuliahan.Contoh uraian Jenis Data Untuk mengukur variabel-variabel yang diteliti, digunakan dua jenis data yakni data primer dan data sekunder. Data Primer bersumber langsung dari responden penelitian dan pihak-pihak yang relevan, sedangkan data sekunder bersumber pada dokumentasi serta referensi-referensi yang relevan. Untuk memperoleh data primer digunakan teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner kepada seluruh responden, wawancara tak berstruktur dengan pihak-pihak terkait, dan observasi nonpartisipatori dalam kegiatan yang menjadi objek penelitian.Contoh uraian Populasi dan sampel Untuk menentukan responden sebagai sumber utama data primer, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi ilmu Komunikasi UPN yang secara resmi terdaftar pada semester genap tahun 2007/2008, sedangkan untuk menentukan sampel penelitian (responden) digunakan teknik sampling random sederhana (simple random sampling technique). Berdasarkan data pada Sub Bagian Pendidikan Prodi ilmu Komunikasi UPN, jumlah mahasiswa yang terdaftar resmi pada semester genap 2007/2008 sebanyak 7.824 orang. Dengan demikian, ukuran populasi penelitian(N populasi) ini adalah 7.824 orang. Penentuan ukuran sampel (n sampel) digunakan perhitungan dengan rumus Slovin. Contoh uraian Teknik analisa dataSelanjutnya data yang berhasil djaring melalui instrumen penelitian akan dianalisis baik dengan menggunakan analisis statistik deskriptif (untuk menggambarkan variabel demi variabel) maupun dengan menggunakan statistik inferensial (untuk menguji hipotesis). Untuk menguji hipotesis tersebut digunakan rumus uji Korelasi Rank Spearman (Spearmans Rank Order Correlation). Penentuan uji ini didasarkan pada skala pengukuran yang digunakan, yakni skala ordinal. Adapun kriteria pengujian hipotesisnya adalah: Tolak Ho jika rs hasil perhitungan sama dengan rs pada Tabel Harga Kritis untuk rs pada derajat kebebasab df = n-2 dan taraf signifikansi = 0,01 untuk tes dua arah. Dalam beberapa hal akan juga digunakan kriteria: Tolak Ho jika nilai t hasil perhitungan sama dengan atau lebih besar daripada nilai t pada Tabel Harhga-harga Kritis untuk t pada df = n -2 dan taraf signifikansi = 0,01 untuk tes dua arah.

Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. (Sugiyono). Populasi mencakup segala hal, termasuk benda-benda alam, dan bukan sekedar jumlah yang ada pada objek. Populasi merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya yang menjadi pusat perhatian dan menjadi sumber data penelitian. Apabila kita lihat definisi tersebut, pengertian populasi bisa sangat beragam sehingga kita harus mendefinisikan populasi tersebut dengan jelas da