Jenis jenis dan Persebaran SDA di Indonesia

Click here to load reader

  • date post

    18-May-2015
  • Category

    Education

  • view

    13.904
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Materi geografi SMA Kelas XI (IPS) BAB 3 : Persebaran Sumber Daya Alam di Indonesia , bagian B : Jenis-jenis dan Persebaran Sumber Daya Alam

Transcript of Jenis jenis dan Persebaran SDA di Indonesia

  • 1. Geografi JENIS-JENIS SUMBER DAYA ALAM HAYATIAdisti Amalia.....................01 Andani Manik...................02 Ezza Mentariningrum.....08 Gifari.W.K...........................11 Moza Dessy.......................13BAB 3 Kelompok XI IPS-1

2. Akses Cepat > Flora> Pasir Kuarsa> Emas & Perak> Fauna> Pasir Besi> Belerang> Minyak Bumi > Gas Alam> Marmer> Mangan> Batu Akik> Fosfat> Batu Bara> Bauskit> Mika> Tanah Liat> Timah> Kaolin > Gamping> Nikel > Tembaga 3. 1.Sumber Daya Alam Hayati A.Flora a) Wilayah Flora Sumatera-Kalimantan Tersebar di pulau Sumatera dan kalimantan serta pulau-pulau kecil di sekitarnya (Nias, Enggano,Bangka, Belitung, Kep. Riau, Natuna, Batam, Buton, dll), contoh flora khas yang tumbuh adalah Bunga Bangkai (Raflesia Arnoldi) b) Wilayah Flora Jawa-Bali Tersebar di Jawa, Madura, bali dan pulau-pulau kecil disekitarnya (Kepulauan seribu, Kepulauan Karimunjawa). Contoh flora khas yang tumbuh adalah pohon Burohal (Kepel) 4. Lihat Petac) Wilayah Flora Kepulauan Wallacea Tersebar di pulau Sulawesi, Timor, Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara. Contohnya pohon Sagu d) Wilayah Flora Papua Meliputi wilayah Papua dan pulau-pulau kecil disekitarnya. Contoh Flora Khas yang tumbuh adalah Ucalyptus, sama dengan tumbuhan yang tumbuh di daerah Quensland Australia Utara. 5. B.Fauna 1)Darat A. ASIATIS Kera gibon terdapat di Sumatra dan Kalimantan, Mawas (orang hutan), yaitu jenis kera besar dan tidak berekor, hewan ini banyak terdapat di hutanhutan Sumatra Utara dan Kalimantan, Badak terdapat di Sumatra dan Jawa (bercula dua), Gajah terdapat di Sumatra (berpindah-pindah), Siamang (kera berwarna hitam dan tak berekor) terdapat di Sumatra, 6. Lihat PetaB. PERALIHAN > Jalak Bali terdapat di Bali > Komodo terdapat di NTT > Anoa terdapat di NTT C. AUSTRALIS > Burung Maleo terdapat di Papua > Burung Kasuari terdapat di Papua 7. 2)Sungai Fitoplankton & Zooplankton Eceng Gondok Kangkung Air Belut Beberapa species ikan katak pohon katak terbang katak air Buaya Tersebar di Indonesia Timur 8. 3)Laut Biawak Kura-kura PenyuLihat Peta 9. 2.Sumber Daya Alam Non-Hayati A.Minyak Bumi Bahan bakar cair Berasal dari mikroplankton yang terdapat di danau, teluk, rawa, dan laut dangkal yang terbentuk pada zaman prier,sekunder, dan tersier.Persebaran :Lihat Peta 10. Proses Pembentukan Mikroplankton Tumbuhan laut Hewan lautmatiLihat VideoMengendap dan tertimbun lumpurTenggelam di dasar laut Lumpur sapropelium Minyak Bumi Kasar DestilasiTekanan + Panas 11. Proses Pembentukan 12. B.Gas AlamLihat Peta Bahan bakar fosil berbentuk gas yang terdiri dari metana (CH4). Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawarawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan. 13. C.Batu BaraLihat Peta Batuan hidrokarbon padat yang terbentuk dari tumbuhan dalam lingkungan bebas oksigen, serta terpengaruh tekanan dan panas yang berlangsung sangat lama. Proses pembentukan (coalification) memerlukan jutaan tahun, mulai dari awal pembentukan yang menghasilkan gambut, lignit, subbituminus, bituminous, dan akhirnya terbentuk antrasit. 14. D.Tanah LiatLihat Peta Partikel silikat hidrous berdiameter < 4 mikrometer. Tanah liat mengandung hablur silika dan alumina yang halus. Unsur unsur ini, silikon, oksigen, dan aluminium adalah unsur yang banyak komposisinya di kerak bumi. Tanah liat terhasil daripada proses luluhawa batuan silika oleh asid karbonik, tetapi sesetengah terhasil daripada aktiviti hidrotermal. 15. E.KaolinLihat Peta Mineral tanah liat (lempung) yang mengandung beberapa lapis aluminium silikat. Sejenis tanah liat yang bersifat lunak, halus,putih, yang mengandung beberapa lapis aluminium silikat. Terjadi dari pelapukan batuan granit, dijadikan bahan untuk membuat porselen atau untuk bahan campuran membuat kain tenun ,kertas, karet, obatobatan. 16. F.Batu Kapur (Gamping)Lihat Peta Terjadi : organik, mekanik, atau kimia. Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik => Pengendapan cangkang kerang,siput, foraminifera(ganggang). Warna :putih susu, abu muda, abu tua, coklat ,hitam. 17. Komposisi&Persebaran Mineral karbonat yang umum ditemukan berasosiasi dengan batu kapur : aragonit (CaCO3) => mineral metastable karena pada kurun waktu tertentu dapat berubah menjadi kalsit (CaCO3). Siderit (FeCO3), ankarerit (Ca2MgFe(CO3)4), dan magnesit (MgCO3). Persebaran : Seluruh Indonesia Terbesar Sumatera BaratLihat peta 18. G.Pasir Kwarsa Merupakan hasil pelapukan batuan yang mengandung mineral utama, seperti kuarsa dan feldspar. * Hasil pelapukan tercuci dan terbawa oleh air atau angin yang terendapkan di tepi-tepi sungai, danau atau laut.=> Pasir Kwarsa. 19. Komposisi SiO2 Fe2O3 Al2O3 TiO2 CaO MgO K2O 20. Karakteristik Berwarna putih bening atau warna lain bergantung pada senyawa pengotornya. kekerasan 7 (skala Mohs), berat jenis 2,65, titik lebur 17150C, bentuk kristal hexagonal, panas sfesifik 0,185, dan konduktivitas panas 12 1000C. 21. Persebaran Sumatera Barat Kalimantan Barat Jawa Barat Sumatera Selatan Kalimantan Selatan Bangka Belitung.Lihat Peta 22. H.Pasir BesiPersebaran Berasal dari batuan basaltik dan andesitik volkanik dan merupakan Mineral opak yang bercampur dengan butiran-butiran dari mineral non logam ( kuarsa, kalsit, feldspar, ampibol, piroksen, biotit, dan tourmalin). Mineral tersebut terdiri dari magnetit, titaniferous magnetit, ilmenit, limonit, dan hematit,. Titaniferous magnetit adalah bagian yang cukup penting merupakan ubahan dari magnetit dan ilmenit. berasal dari batuan basaltik dan andesitik volkanik. Persebaran : Sumatera, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, dan Timor. 23. I.MarmerPersebaran Adalah batuan kristalin kasar hasil proses metamorfosa atau malihan dari batu gamping, yang dipengaruhi suhu dan tekanan dari gaya endogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi. Akibat rekristalisasi struktur asal batuan membentuk tekstur baru dan keteraturan butir. Marmer yang murni berwarna putih dan terutama disusun oleh mineral kalsit. Marmer Indonesia diperkirakan berumur sekitar 3060 juta tahun atau berumur Kuarter hingga Tersier. 24. J.Batu Akik Menurut arti yang sesungguhnya, batu akik merupakan bagian kecil saja dari kelompok batu mulia. Untuk menjelaskan duduk soalnya secara jelas, ada baiknya kalau kita tinjau dulu istilahistilah berikut ini : Batu Mulia, Batu Permata, dan Batu Akik. Ini penting, guna menghindari kesimpangsiuran pengertiasn, terutama kalau kita bicara dengan ahli batu permata (gemologist). 25. Gambar Batu Akik 26. K.Bauskit Mineral dengan susunan dari oksida aluminium berupa mineral buhmit (Al2O3H2O) dan mineral gibsit (Al2O3 .3H2O). Secara umum mengandung Al2O3 sebanyak 45 65%, SiO2 1 12%, Fe2O3 2 25%, TiO2 >3%, dan H2O 14 36%. Bijih bauksit terjadi di daerah tropika dan subtropika dengan memungkinkan pelapukan sangat kuat. Bauksit terbentuk dari batuan sedimen yang mempunyai kadar Al nisbi tinggi, kadar Fe rendah dan kadar kuarsa (SiO2) bebasnya sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali. 27. Lihat Peta Batuan tersebut (misalnya sienit dan nefelin yang berasal dari batuan beku, batu lempung, lempung dan serpih. Batuan-batuan tersebut akan mengalami proses lateritisasi, yang kemudian oleh proses dehidrasi akan mengeras menjadi bauksit. Bauksit dapat ditemukan dalam lapisan mendatar tetapi kedudukannya di kedalaman tertentu. 28. L.TimahLihat Peta Logam dengan kekerasan rendah, berat jenis 7,3 g/cm3, serta mempunyai sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi. Terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada daerah sentuhan batuan endapan metamorf yang biasanya berasosiasi dengan turmalin dan urat kuarsa timah, serta sebagai endapan sekunder, yang di dalamnya terdiri dari endapan alluvium, elluvial, dan koluvium. Dalam keadaan normal (13 1600C), logam ini bersifat mengkilap dan mudah dibentuk. 29. M.NikelLihat Peta Terbentuk bersama dengan kromit dan platina dalam batuan ultrabasa (peridotit, baik termetamorfkan ataupun tidak). Terdapat dua jenis endapan nikel yang bersifat komersil, yaitu: sebagai hasil konsentrasi residual silika dan pada proses pelapukan batuan beku ultrabasa serta sebagai endapan nikel-tembaga sulfida, yang biasanya berasosiasi dengan pirit, pirotit, dan kalkopirit. Potensi nikel terdapat di Pulau Sulawesi, Kalimantan bagian tenggara, Maluku, dan Papua. 30. N.TembagaLihat Peta Logam bersistim kristal kubik berwarna kuning, pink kecoklatan dan keabuan. Unsur Pada endapan sulfida primer : kalkopirit (CuFeS2) ,kalkosit (Cu2S), bornit (Cu5FeS4), kovelit (CuS), dan enargit (Cu3AsS4). Mineral tembaga utama dalam bentuk deposit oksida adalah krisokola (CuSiO3.2HO), malasit (Cu2(OH)2CO3), dan azurit (Cu3(OH)2(CO3)2). 31. O.Emas dan Perak 1.Emas Logam lunak dengan kekerasan antara 2,5-3 skala mohs,dengan berat jenis tergantung pada jenis dan kandungan logam. Mineral pembawa emas yang berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi *(Biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). 32. PembentukanLihat Peta Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu endapan primer dan endapan plaser 33. PerakLihat Peta Logam yang terbentuk dan selalu bersama-sama dengan logam emas, yang mempunyai warna putih. Mineral-mineral yang terpenting yang mengandung perak adalah Perak alam (Ag), Argent