Jawa Barat Dalam Angka 2009

download Jawa Barat Dalam Angka 2009

of 46

  • date post

    14-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    272
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of Jawa Barat Dalam Angka 2009

Population and Labour Force

POPULATION AND LABOUR FORCE 3.1. Penduduk Pada tahun 2008 penduduk di Kabupaten /Kota Jawa Barat yang terbanyak di Kabupaten Bogor, yaitu sebesar 4,4 juta jiwa dan diikuti oleh Kabupaten Bandung 3,1 juta jiwa. Hal ini tidak berbeda dengan kondisi di tahun lalu. Sedangkan penduduk terkecil berada di kota Banjar yaitu sebanyak 0,18 juta jiwa. 3.1. Population In 2008, from all Regencies/Cities in Jawa Barat, Bogor Regency had the highest number of population which reached 4.4 million people. It was followed by Bandung Regency which reached 3.1 million people. This condition was the same as last year. While Banjar City had the least population which was only 0.18 million people.

Jumlah penduduk Jawa Barat pada tahun 2008 mencapai 42,19 juta jiwa. Pada tahun 2005 baru mencapai 39,96 juta jiwa, meningkat lagi menjadi 40,74 juta jiwa di tahun 2006, sedangkan tahun 2007 menjadi 41,48 juta jiwa.

Number of Jawa Barat Population in 2008 reached 42,19 million. In 2005 the number of population just reached 39,96 million peoples, and increased to 40,74 million peoples in 2006, while in 2007 became

41,48 million peoples.Number of Jawa Barat household in 2008 reached 11 196 368 households with average 3,81 persons per households. The highest number was in Depok City, which had 1 022 976 households, Bandung Regency had 745 984 households. The third highest number was in Bandung city which had 686 400 households.

Jumlah rumah tangga pada tahun 2008 di Jawa Barat mencapai 11 196 368 rumah tangga, dengan rata-rata per rumah tangga 3,81 anggota. Rata-rata per rumah tangga tertinggi berada di wilayah Kota Depok, yaitu 1 022 976 rumah tangga, kabupaten Bandung sebesar 745 984 rumah tangga dan ketiga terbesar adalah kota Bandung sebesar 686 400 rumah tangga. Di tahun 2008, kepadatan penduduk Jawa Barat mencapai 1 441,24 orang per kilo meter persegi. Kota Bandung masih merupakan daerah terpadat, yaitu sebesar 14 234,53 orang per kilometer persegi, sedangkan yang terendah Kabupaten Ciamis hanya sebesar 709,64 orang per kilometer persegi.

In 2008, population density of Barat reached

Jawa per

1 441,24

peoples

kilometers square. The City of Bandung was still the highest densely populated region with

14 234,53 peoples per kilometers square,while The Regency of Ciamis was the lowest densely populated area with only 709,64 peoples per kilometers square.

) Jawa Barat Dalam Angka/ Jawa Barat in Figures 2009

43

PENDUDUK DAN ANGKATAN KERJA Kriteria Batas Miskin merupakan besarnya rupiah per kapita per bulan yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan 2.100 kkal (hasil Widyakarya Pangan dan Gizi tahun 1988) ditambah dengan beberapa komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan, transpor sebagai kebutuhan penting. Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Barat sebesar 5 457,9 ribu jiwa. Adapun penduduk miskin tertinggi berada di kabupaten Bogor yaitu 519,5 ribu jiwa atau 13,10 persen, dan terendah di Kota Banjar sebesar 12,9 ribu jiwa atau 7,86 persen. Poor boundary criteria is the amount of rupiah per capita per month that required to fulfil the basic need of 2.100 kcal (Widyakarya Results of Food and Nutrision) and several other commodities non food such as housing, clothes, education, transportation as important needs.

The number of poor population was 5 457.9 thousand people. Bogor Regency had the highest poor population that was 519.5 thousand people or about 13.10 percent. On the other hand, Kota Banjar had the lowest population that was 12.9 thousand people or about 7.86 percent. . There is a close relationship between poverty and education level because education affects the poverty rate. On general, people with high education level tend to have smaller chance to be poor. The data would be classified based on education level. The percentage of poor household with with primary school graduate or lower was 52.72 percent. Moreover, primary school or junior high graduate was 43.71 percent, and high school graduate or higher was 3.57 percent.

Hubungan antara kemiskinan dan pendidikan sangat penting, karena pendidikan sangat berperan dalam mempengaruhi angka kemiskinan. Orang yang berpendidikan lebih baik dan memiliki pendapatan yang lebih tinggi akan mempunyai peluang yang rendah menjadi miskin. Data pendidikan yang diuraikan disini berdasarkan jenjang pendidikan. Persentase rumahtangga miskin untuk jenjang pendidikan < SD sebesar 52,72 persen, Tamat SD/SLTP sebesar 43,71 persen dan SLTA+ sebesar 3,57 persen.

44

Jawa Barat Dalam Angka/ Jawa Barat in Figures 2009 )

POPULATION AND LABOUR FORCE 3.2 Tenaga Kerja 3.2 Manpower a. Composition of Working Ages Working age is defined as population who are 15 years old or older. They are classified as "Economically Active Group and Not Economically Active Group. The "Economically Active Group is classified as those who took part in economic sector, either in having or looking for a job. Manpower who was economically active is called labor force. Labour Force Participation Rates (LFPRs) is the number of population who was classified as labor for for every 100 manpowers.

a. Komposisi Penduduk Usia Kerja Penduduk Usia Kerja didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 15 tahun dan lebih. Mereka terdiri dari "Angkatan Kerja" dan "Bukan Angkatan Kerja". Proporsi penduduk yang tergolong "Angkatan Kerja" adalah mereka yang aktif dalam kegiatan ekonomi. Keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi diukur dengan porsi penduduk yang masuk dalam pasar kerja yakni yang bekerja atau mencari pekerjaan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) merupakan ukuran yang menggambarkan jumlah angkatan kerja untuk setiap 100 tenaga kerja. Kesempatan kerja memberikan gambaran besarnya tingkat penyerapan pasar kerja yang tidak terserap di kategorikan sebagai penganggur. Pada tahun 2008, jumlah angkatan kerja di seluruh provinsi Jawa Barat sebanyak 18 743 979 orang. Yang aktif bekerja sebanyak 16 480 395 orang atau sebesar 87,9 persen dan yang menganggur sebanyak 2 263 584 orang sebesar 12,1 persen. b. Komposisi Penduduk Yang Bekerja Proporsi pekerja menurut lapangan pekerjaan merupakan salah satu ukuran untuk melihat potensi sektor perekonomian dalam menyerap tenaga kerja. Hal lain dapat pula mencerminkan struktur perekonomian suatu wilayah.

The employment oppurtunity indicates the market contribution in empowering people in Jawa Barat. Therefore, the labor force who was not actively working because the job market was not available is considered unemployed. In 2008, the number of labour force in Jawa Barat province was 18 743 979 persons. The actively working manpower was 87,9 percent, and the number of unemployed was 12,1 percent. b. Composition of Working Population The main occupation by type of economic sector is one of the measurement to see the potency of economic sector in absorption of labor force. It can also show the economic structure in a particular region.

) Jawa Barat Dalam Angka/ Jawa Barat in Figures 2009

45

PENDUDUK DAN ANGKATAN KERJA

Sebagian besar penduduk Jawa Barat yang bekerja pada tahun 2008, memiliki lapangan pekerjaan utama di sektor Pertanian, Perdagangan, Industri dan Jasa-jasa. Persentase penduduk yang bekerja pada sektor tersebut masing-masing 41,37 ; 25,85 ; 7,58 ; dan 5,93 persen.

Most of Jawa Barat population in year 2008 worked in the agriculture sector, trading, Industrial Sector, and Services. The percentage of population worked in these fields were 41,37 ; 25,85 ; 7,58 ; and 5,93 respectively.

Lowongan kerja yang terdaftar di Jawa Barat pada tahun 2008, terbesar ada di Lapangan Usaha Industri, disusul oleh sektor Jasa-Jasa, Perdagangan dan Keuangan. Masingmasing kesempatan lowongan tersebut sebesar 45,99; 29,66; 11,09; 9,63 persen.

Moreover in 2008, the number of available job in Jawa Barat was mostly in Industrial Sector, followed by Services Sector, Trading, and Finance Sector. The number for each available jobs were 45,99; 29,66; 11,09; 9,63 percent consecutively.

Bila dilihat berdasarkan tingkat pendidikan, jumlah pencari kerja pada tahun 2008 tidak berbeda jauh dengan kondisi tahun 2009. Kelompok yang paling besar adalah berasal dari jenjang SLTA disusul oleh Sarjana Muda, SLTP dan Sarjana. Masingmasing sebesar :72,59; 20,67; 3,96; 2,42; 0,34 persen.

It can be observed that the number of people looking for jobs in 2008 were not different compared to 2009 by education level. The highest number came from high school graduate, and was followed by diploma graduate, junior high graduate and university graduate. Each groups contributed 72,59; 20,67; 3,96; 2,42; 0,34 percent successively.

46

Jawa Barat Dalam Angka/ Jawa Barat in Figures 2009 )

POPULATION AND LABOUR FORCE

) Jawa Barat Dalam Angka/Jawa Barat in Figures 2009

47

POPULATION AND LABOUR FORCE Jumlah Penduduk di Jawa Barat Number of Population in Jawa Barat 2005 2008 2005 [2] 4 100 934 2 224 993 2 098 644 4 263 934 2 321 070 1 693 479 1 542 661 1 096 848 2 107 918 1 191 490 1 067 361 1 760 286 1 421 973 770 660 1 985 574 1 953 380 844 778 287 760 2 315 895 281 089 1 994 850 1 373 860 493 698 594 158 173 576 39 960 869 2006 [3] 4 216 186 2 240 901 2 125 023 4 399 128 2 375 725 1 743 324 1 565 121 1 118 776 2 134 656 1 197 994 1 089 889 1 778 396 1 441 191 784 797 2 031 128 1 991 230 855 846 294 646 2 340 624 285 363 2 040 258 1 393 568 506 250 610 456 177 118 40 737 594 2007 [4] 4 316 236 2 258 253 2 149 121 3 038 038 2 429 167 1 792 092 1 586 076 1 140 777 2 162 644 1 204 379 1 112 336 1 795 372 1 459 077 798 272 2 073 356 2 032 008 1 493 225 866 034 300 694 2 364 312 290 450 2 084 831 1 412 772 518 985 624 478 180 744 41 483 729 2008 [5] 4 402 026 2 277 020 2 169 984 3 116 056 2 481 471 1 839 682 1 605 8