JARMIATI ADELIA

download JARMIATI ADELIA

of 32

  • date post

    24-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    3

Embed Size (px)

description

jarm

Transcript of JARMIATI ADELIA

G5P3A1 34 TAHUN HAMIL 11 MINGGU DENGAN ANEMIA DEFISIENSI BESI DAN HIPERTENSI KRONISDisusun oleh :

ADELIA MERDIANA DEWI

JARMIATI

Pembimbing :

dr. Wahdi Sdj, Sp.OG

DR. dr. Anto S, Sp.OG (K)

dr. Trestyawaty, Sp.OGSMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

RSUD JENDRAL AHMAD YANI

METRO

OKTOBER 2014

BAB I

STATUS PASIENTanggal masuk: 16 Oktober 2014

RM

: 249487

Anamnesis

I. Identifikasi

Nama

: Ny. E.S

Umur

: 34 tahun

Pendidikan

: SD

Agama

: Islam

Alamat

: Muara Gading mas Labuhan MeringaiPekerjaan

: Ibu rumah tangga

Pekerjaan suami: Nelayan

II. Keluhan

Utama: Hamil muda dengan badan lemasTambahan: Badan semakin pucat, sering mengantuk, nyeri kepala, mual, nafsu makan menurun.III. Riwayat haid

Usia Menarche: 12 tahun

Siklus haid

: 30 hari

Jumlah

: 3 kali ganti pembalut

Lamanya

: 4-5 hari

HPHT

: 25 juli 2014IV. Riwayat perkawinan

Pernikahan pertama dan sudah berlangsung 19 tahun

V. Riwayat kehamilan sekarang

Pasien datang dengan keluhan badan lemas sejak 5 hari SMRS. Lemas dirasakan semakin hari semakin berat sehingga pada hari ke 5 pasien memutuskan untuk pergi ke RS. Kondisi lemas tersebut membuat pasien tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasanya. Selain itu pasien juga mengeluh badan semakin pucat yang timbul bersamaan dengan keluhan lemas serta pasien merasa sering mengantuk meskipun pada siang hari. Nyeri kepala dirasakan sejak 2 hari SMRS. Nyeri dirasakan terutama pada bagian tengkuk dan hilang timbul. Nyeri kepala sudah sering dialami pasien sejak 1 bulan yang lalu, namun hilang timbul. Mual (+), muntah disangkal, penurunan nafsu makan (+). Riwayat tekanan darah tinggi 2 minggu SMRS ketika periksa ke bidan. Riwayat tekanan darah tinggi sebelum hamil disangkal, riwayat tekanan darah tinggi pada kehamilan sebelumnya juga disangkal. Pasien mengatakan terlambat haid sudah sejak 3 bulan yang lalu, dan sudah pernah melakukan pemeriksaan/ tes kehamilan dan hasilnya (+). HPHT menurut pasien adalah tanggal 25 juli 2014. VI. Riwayat kehamilan persalinan nifas terdahulu

Kehamilan 1: Abortus pada usia kehamilan 4 bulan. Kehamilan 2: Lahir anak laki-laki, spontan (normal), ditolong oleh bidan, BB lahir >3000 gr, cukup bulan dan dalam keadaan sehat.

Kehamilan 3: Lahir anak laki-laki, spontan (normal), ditolong oleh bidan, BB lahir > 3000 gr, cukup bulan dan dalam keadaan sehat.

Kehamilan 4: Lahir anak perempuan, spontan (normal), ditolong oleh bidan, BB lahir > 3000 gr, cukup bulan dan dalam keadaan sehat

Kehamilan 5: Hamil saat ini.VII. Riwayat penyakit terdahulu

(-)VIII. Riwayat penyakit keluarga

(-)IX. Riwayat kontrasepsi

Pasien mengaku memiliki riwayat KB suntik sejak memiliki anak pertama.

X. Riwayat imunisasi selama hamilTidak pernah mendapat suntikan imunisasi selama kehamilan, tidak pernah mendapatkan tablet besi selama hamil. Pemeriksaan Fisik

I. Status Present

Keadaan Umum: Tampak sakit sedangKesadaran

: Compos Mentis

Tekanan darah

: 180/110 mmhg

Nadi

: 84 x/m

Pernafasan

: 16 x/menit

Suhu

: 37,3CII. Status GeneralisKulit

: Chloasma gravidarum (+)

Mata

: Konjungtiva anemis +/+, sklera anikterik

Gigi / mulut

: Karies (-)

Thoraks

: Mammae membesar dan tegang, hiperpigmentasi areolla (+)

Jantung

: Bunyi jantung I-II, regular, murmur (-), gallop (-), HR 84 x/mnt

Paru

: sonor, vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-

Abdomen

: Inspeksi : Perut tampak rata

Palpasi : Nyeri tekan (-)

Perkusi : Cairan bebas (-), nyeri ketuk (-)

Auskultasi : Bising usus +Extremitas

: Edema (-)

III. Status Ginekologis

a. Pemeriksaan luar

Rambut pubis (+) tanner 5, vulva tidak ada kelainan, perineum normal, introitus vaginam normal, orifisium uretra normal, TFU belum dapat dinilai, nyeri tekan (-).

b. Pemeriksaan DalamTidak ada indikasiPemeriksaan Penunjang

1. Laboratorium

Tanggal 16 Oktober 2014 :

Hb

: 5,2 g/dl

Ht

: 419,6 %

Leukosit : 5.200/mm3 Trombosit: 274.000/mm3

SGOT

: 28 U/L

SGPT

: 24 U/L

Ureum : 63 mg/dl

Creatinin:1,58 mg/dl Tes kehamilan : (+)Tanggal 17 Oktober 2014

Asam urat : 6,72 mg/dl

URIN LENGKAP

Warna

: kuning jernih

Ph

: 7

Berat jenis: 1015

Darah samar: +1

Bilirubin : negative

Urobilinogen: 1

Keton

: negative

Protein : (-) Eritrosit: 10

21 oktober 2014

Leukosit: 7.500 /ul

Eritrosit : 4.17 juta/ul

Hb

: 11.9 g/dl

Ht

: 35,8%

Diagnosis awal

G5P3A1 34 tahun Hamil 11 Minggu Dengan Anemia Defisiensi Besi dan Hipertensi Kronis Prognosis

Quo ad vitam

: dubia ad bonamQuo ad functionam : dubia ad bonamPenatalaksanaan 1. Perbaiki keadaan umum

2. IVFD RL xxgtt/m

3. Transfusi PRC 960 cc

4. Nifedipine 3x 10 mg 5. Fe 3x1 tab

BAB II

FOLLOW UP

Tanggal18 Agustus 201420 Agustus 2014

Keluhan :

Keadaan Umum

Kesadaran

Vital Sign

TD

Nadi

Respirasi

Suhu

Pem. fisik

Konjungtiva

BAK

Bising usus

FlatusBadan lemas, nyeri kepala, mual.Tampak sakit sedangCompos mentis 160/100 mmHg

92 x/menit

20 x/menit

Anemis (+)(+)

(+)

(+)Nyeri kepala telah berkurang, lemas (+), mual (-).

Tampak sakit sedang

Compos mentis

180/100 mmHg

100 x/menit

20 x/menit

Anemis (+) (+)

(+)

(+)

Diagnosis G5P3A1 34 tahun Hamil 11 Minggu Dengan Anemia Defisiensi Besi dan Hipertensi Kronis G5P3A1 34 tahun Hamil 11 Minggu Dengan Anemia Defisiensi Besi dan Hipertensi Kronis

TherapiIVFD 1 RL : 1 NaCI 0,9% xxgtt/mAmlodipin 2x10 mg

Ranitidin 3x1 amp

Fe 3x 1 tab

Vit C 2x1 amp

B complex 2x1IVFD 1 RL : 1 NaCI 0,9% xxgtt/m

Amlodipin 2x10 mg

Ranitidin 3x1 amp

Fe 3x 1 tab

Vit C 2x1 amp

B complex 2x1

RencanaTransfusi PRC

Tanggal21 Agustus 201422 Agustus 2014

Keluhan :

Keadaan Umum

Kesadaran

Vital Sign

TD

Nadi

Respirasi

Suhu

Pem. fisik

Konjungtiva

BAK

Bising usus

FlatusBadan lemas, nyeri kepala, mual, muntah 2x, badan terasa panas dingin.

Tampak sakit sedang

Compos mentis

180/100 mmHg

84 x/menit

16 x/menit

38,2C

Anemis (-/-)(+)

(+)

(+)Nyeri pada jahitan, pusing

Tampak sakit sedang

Compos mentis

160/100 mmHg

76 x/menit

16 x/menit

37,4C

Anemis (-/-) (+)

(+)

(+)

Diagnosis G5P3A1 34 tahun Hamil 11 Minggu Dengan Anemia Defisiensi Besi dan Hipertensi Kronis G5P3A1 34 tahun Hamil 11 Minggu Dengan Anemia Defisiensi Besi dan Hipertensi Kronis

TherapiIVFD 1RL : NaCl 0,9% gtt xx/mntNifedipine 3x10 mg

Fe 3x1 tab

Ranitidine 2x1 amp

PCT 3x 500 mg

IVFD 1RL : NaCl 0,9% gtt xx/mntNifedipine 3x10 mg

Fe 3x1 tab

Ranitidine 2x1 amp

PCT 3x 500 mg

RencanaTransfuse PRCRawat jalan

BAB IIITINJAUAN PUSTAKAA. ANEMIA PADA KEHAMILAN1. Definisi Anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah atau penurunan konsentrasi hemoglobin didalam sirkulasi darah. Kadar hemoglobin kurang dari 12 gr/dl untuk wanita tidak hamil dan kurang dari 11 gram/dl untuk wanita hamil. Anemia pada kehamilan adalah suatu keadaan dimana terjadi kekurangan darah merah dan menurunnya hemoglobin kurang dari 11 gr/dl. Pada trimester I dan III kadar Hemoglobin kurang dari 11 gr/dl, pada trimester II kadar hemoglobin kurang dari 10,5 gr/dl. Pada ibu hamil anemia yang sering terjadi yaitu anemia defisiensi besi dan defisiensi asam folat. Di Indonesia anemia pada kehamilan umumnya anemia defisiensi besi, yaitu anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh, sehingga kebutuhan zat besi (Fe) untuk eritroposis tidak mencukupi. 2. Patofisiologi Anemia Pada Kehamilan Perubahan hermatologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena perubahan sirkulasi yang semakin meningkat terhadap plasenta dan pertumbuhan payudara. Volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada trimester II kehamilan dan maksimum terjadi pada bulan ke-9 dan meningkat sekitar 1000 ml, menurun sedikit menjelang atern serta kembali normal 3 bulan setelah partus. Stimulasi yang meningkatkan volume plasma seperti laktogen plasma, yang menyebabkan peningkatan sekresi aldesteron.Selama kehamilan kebutuhan tubuh akan zat besi meningkat sekitar 800-1000 mg untuk mencukupi kebutuhan seperti terjadi peningkatan sel darah merah membutuhkan 300-400 mg zat besi dan mencapai puncak pada usia kehamilan 32 minggu, janin membutuhkan zat besi sekitar 100-200 mg dan sekitar 190 mg terbuang selama melahirkan. Dengan demikian jika cadangan zat besi sebelum kehamilan berkurang maka pada saat hamil pasien dengan mudah mengalami kekurangan zat besi. Gangguan pencernaan dan absorbs zat besi bisa menyebabkan seseorang mengalami anemia defisiensi besi. Walaupun cadangan zat besi didalam tubuh mencukupi dan asupan nutrisi dan zat besi yang adikuat tetapi bila pasien mengalami gangguan pencernaan maka zat besi tersebut tidak bisa diabsorbsi dan dipergunakan