Jaringan Permanen (Jaringan Dewasa)

download Jaringan Permanen (Jaringan Dewasa)

of 54

  • date post

    14-Apr-2017
  • Category

    Science

  • view

    80
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Jaringan Permanen (Jaringan Dewasa)

Slide 1

JARINGAN PERMANEN (JARINGAN DEWASA)Disusun Oleh:KELOMPOK 1A.M.P. Regina Gracia PregaAlya Gega WidiasmaraAulia Zahra TasyarasitaBagas Dwi KristantoBagas Hermawan AtmajatiBernadus Divanda Kurnia WidyaBorlian Fuad Adi KartikaCristian Yoga HutamaDian NurvivianaElgha Chrisna Candra WijayaYunita Kartika Putri

Jaringan Permanen (Jaringan Dewasa)Jaringan permanen adalah jaringan yang berasal dari pembelahan sel-sel meristem primer dan sekunder yang telah berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk sesuai dengan fungsinya).Sifat jaringan permanen:1. Disusun oleh sel-sel yang sudah tidak aktif membelah (nonmeristematik)2. Ukuran sel relatif lebih besar dibandingkan sel-sel pada jaringan meristem3. Plasma sel sedikit karena ukuran vakuola yang besar4. Terdapat ruang antarsel

Berdasarkan fungsinya, jaringan permanen dibedakan menjadi empat macam, yaitu jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan penyokong, dan jaringan pengangkut (vaskuler).

A. JARINGAN PELINDUNG (EPIDERMIS)Adalah jaringan yang tersusun dari lapisan sel-sel yang menutupi permukaan organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.Berfungsi untuk melindungi bagian dalam tumbuhan dari segala pengaruh luar yang merugikan.Memiliki ciri-ciri:a. Umumnya terdiri atas satu lapis selb. Memiliki sel-sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarselc. Bentuk sel bervariasi; tubular, memanjang, atau heksagonald. Memiliki banyak protoplas dan vakuola untuk menyimpan hasil metabolismee. Dinding sel epidermis memiliki ketebalan yang berbeda-beda

Sel-sel epidermis dapat berkembang dan bermodifikasi menjadi alat-alat tambahan lain, yang disebut derivat epidermis, antara lain stomata (mulut daun), trikoma (rambut-rambut), emergensia, spina (duri), sel kipas, sel kersik (silika), velamen, dan litokis.

Stomata (mulut daun)Stomata adalah lubang/pori yang diapit oleh sepasang sel penjaga (penutup).Sel penjaga dikelilingi oleh sel-sel tetangga, yang memiliki bentuk sama (homogen) tetapi berbeda dengan sel epidermis lain. Sel tetangga berfungsi sebagai sensor perubahan osmosis yang akan menyebabkan sel penjaga bergerak mengatur lebar stomata.Fungsi stomata:a. Sebagai jalan masuk dan keluarnya CO2 dan O2 pada proses pernapasan (respirasi) maupun fotosintesisb. Sebagai jalur penguapan air (transpirasi)

Stomata pada daun dikotil (menyebar)Stomata pada daun monokotil (longitudinal)

Trikoma (rambut-rambut) Trikoma adalah rambut-rambut dari epidermis yang terdiri atas sel tunggal atau banyak sel.Terdapat pada hampir seluruh organ tumbuhan, seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.Fungsi trikoma:a. Mengurangi penguapanb. Meneruskan rangsanganc. Mengurangi gangguan dari hewan herbivorad. Membantu penyebaran dan perkecambahan bijie. Membantu penyerbukan bungaf. Membantu perambatan bagi tumbuhan merambatg. Membantu penyerapan air dan garam-garam mineral dari dalam tanah

Berdasarkan ada tidaknya fungsi sekresi, trikoma dibedakan menjadi:A. TRIKOMA NONGLANDULER (tidak menghasilkan sekret), dapat berupa:Rambut bersel satu atau banyak sel dan berbentuk pipih, contohnya daun avokad dan murbeiRambut sisik berbentuk pipih dan bersel banyak, contohnya daun durianRambut bercabang dan bersel banyak, contohnya daun waruRambut akar yang merupakan pemanjangan sel epidermis yang tegak lurus dengan permukaan akar

Contoh tumbuhan yang memiliki trikoma non glanduler.(a) Waru (Hibiscus sp.)

(a)(b)

B. TRIKOMA GLANDULER (menghasilkan sekret), dapat berupa:Trikoma hidatoda, terdiri atas sel tangkai dan sel kepala berbentuk lonjong yang mengeluarkan larutan encer asam organik dan anorganik.

Cicer arietinum memiliki trikoma hidatoda

Trikoma sekresi garam, berbentuk rambut seperti gelembung, terdiri atas sebuah sel kelenjar yang besar di ujung tangkai yang menyempit.

Avicennia germinans memiliki trikoma sekresi garam.

Trikoma sekresi nektar (kelenjar madu), berbentuk rambut bersel satu atau lebih dengan plasma yang kental dan mengeluarkan madu ke permukaan sel.

Abutilon pictum memiliki trikoma sekresi nektar

Rambut sengat, terdiri atas sel tunggal yang panjang dan pangkal berbentuk kantong dengan ujung runcing berisi zat beracun penyebab rasa pedih.

Urtica ferox memiliki rambut sengat

EmergensiaEmergensia adalah tonjolan pada permukaan organ yang terbentuk dari jaringan epidermis dan jaringan di bawah epidermis atau subepidermis (sel-sel yang terdapat di daerah korteks).Contoh emergensia adalah duri tempel pada batang mawar, tonjolan pada buah kecubung, dan rambut-rambut pada buah rambutan.

Spina (duri)Spina adalah tonjolan pada permukaan epidermis batang yang terbentuk dari jaringan stele (silinder pusat) di bawah korteks.Contohnya adalah duri pada batang tumbuhan bunga kertas

Sel KipasSel kipas (bulliform cell atau motor cell) adalah alat tambahan pada epidermis daun bagian atas.Ciri-ciri sel kipas:Sel berdinding tipisMemiliki vakuola yang besarTidak mengandung kloroplasBentuk sel seperti kipas Sel kipas berfungsi untuk menyimpan air dan mengurangi penguapan.Sel kipas terdapat pada tumbuhan famili Graminae, contohnya Bambusa vulgaris (bambu) dan Poa pratenis, serta famili Cyperaceae, contohnya Cyperus rotundus (rumput teki)

Sel Kersik (silika)Sel kersik adalah bagian sel epidermis yang berbentuk bulat, elips, halter atau pelana, dan berisi kristal kersik (SiO2). Sel kersik menyebabkan permukaan pada batang tumbuhan menjadi keras.Sel kersik berfungsi untuk memperkuat batang.Terdapat pada tumbuhan famili Cyperaceae, Equisetinae, dan Gramineae, misalnya Saccharum officinarum (tebu).

VelamenTersusun dari sel-sel mati yang terdapat di bagian dalam epidermis akar gantung (akar udara) pada tumbuhan epifit (tumbuhan yang menempel pada benda/tumbuhan lain).Terdapat pada tumbuhan famili Orchidaceae (anggrek)Velamen beserta epidermisnya disebut epidermis ganda.Berfungsi untuk:Menimbun air yang diperolehMengikat oksigen

LitokisLitokis adalah sel epidermis yang dindingnya mengalami penebalan dan mengandung sistolit.Bentuk litokis menyerupai bangunan sarang lebah yang tersusun dari tangkai selulosa dengan deposisi atau endapan kristal kalsium karbonat (CaCO3).Sel litokis berukuran lebih besar daripada sel-sel epidermis di sekitarnya.Terdapat pada permukaan bawah atau atas daun tumbuhan Acanthaceae, Moraceae (Ficus elastica), Urticaceae, dan Cucurbitaceae.

2. Jaringan DasarJaringan Parenkim merupakan jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur morfologi yang bervariasi. Jaringan parenkim disebut sebagai jaringan dasar karena dapat dijumpai hampir disetiap bagian tumbuhan. pada daun, parenkim berperan sebagai mesofil daun serta dapat berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang. Pada buah dan biji, parenkim berperan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Ciri-ciri jaringan parenkim adalah sebagai berikut :Sel hidup, berukuran besar, pada umumnya berdinding primer tipis dan berbentuk polihedronMemiliki inti sel dan banyak vakuola Memiliki ruang antar sel sehingga letak sel tidak rapatBersifat meristematik karena sel-selnya dapat membelah diri bahkan ketika dewasa sehingga berperan penting dalam regenerasi

Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dapat dibedakan menjadi 6 macam :Parenkim asimilasi, parenkim yang melakukan proses pembuatan zat-zat makanan dengan cara fotosintesis. Parenkim asimilasi terdapat dibagian tumbuhan yang berwarna hijau karena mengandung klorofil, sehingga disebut jaringan klorenkim.

20

Parenkim penimbun, berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan, karena memiliki vakuola yang besar. Parenkim penimbun terletak dibagian empulur batang dan akar, umbi, akar rimpang, serta biji.Parenkim air, parenkim yang mampu menyimpan air, berdinding sel tipis, dan memliliki vakuola yang besar berisi cairan agak berlendir. Parenkim air terdapat pada tumbuhan epifit(menempel) dan xerofit(tumbuhan yang beradaptasi di habitat kering)

Parenkim udara (aerenkim), parenkim yang mampu menyimpan udara, karena memiliki ruang antar sel yang besar. Parenkim udara terdapatpada tangkai daun Canna sp. dan alat pengapung tumbuhan air(hidrofit)

Parenkim pengangkut, parenkim yang terdapat di sekitar xylem dan folem, yang sel-senya memanjang sesuai dengan arah pengangkutannya.

Parenkim penutup luka(felogen), prenkim yang bersifat meristematik karena melakukan pembelahan diri untuk regenerasi parenkim baru.

Berdasarkan bentuknya, jaringan parenkim dapat dibedakan menjadi empat macam.

Parenkim palisade, terdiri atas sel-sel berbentuk panjang, tegak, dan mengandung banyak kloroplas. Parenkim palisade terdapat pada mesofil daun dan terkadang pada biji.

Parenkim bunga karang, terdiri atas sel-sel yang bentuk dan ukurannya tidak teratur dan memiliki ruang antarsel yang lebih bsar. Parenkim bunga terdapat pada mesofil daun.

Parenkim bintang (aktinenkim), terdiri atas sel-sel berbentuk seperti bintang yang saling bersambungan dibagian ujungnya. Parenkim bintang terdapat pada tangkai daun Canna sp.

Parenkim lipatan, terdiri atas sel-sel dengan dinding sel yang mengalami lipatan kearah dalam dan banyak mengandung kloroplas. Parenkim lipatan terdapat pada mesofil daun pinus dan padi.

3. Jaringan Penyokong ( penguat)Jaringan penyokong adalah jaringan yang menunjang bentuk tubuh tumbuhan.Ciri-ciri jaringan penyokong ,yaitu memiliki dinding sel yang tebal dan kuat, serta telah mengalami spesialisasi pada sel-selnya.Jaringan penyokong berfungsi untuk :Menegakkan batang dan mengeluarkan daunMelindungi tumbuhan dari gangguan mekanisMelindungi embrio di dalam bijiMelindungi jaringan pengangkut (vaskuler)Memperkuat jaringam aerenkim (parenkim penyimpan udara)Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan ko