Jaringan ikat (modul kulit dan jaringan penunjang)

download Jaringan ikat (modul kulit dan jaringan penunjang)

of 39

  • date post

    19-Aug-2015
  • Category

    Education

  • view

    17
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Jaringan ikat (modul kulit dan jaringan penunjang)

  1. 1. BY RINITA AMELIA JARINGAN IKAT ( JARINGAN PENYAMBUNG )
  2. 2. Tujuan 1. Untuk mengetahui macam-macam jaringan pengikat 2. Untuk mengetahui fungsi jaringan pengikat 3. Sel-sel yang terdapat pada jaringan pengikat 4. Lokasi terdapatnya jaringan pengikat
  3. 3. PERKEMBANGAN EMBRIO Pada saat perkembangan embrio, lapisan kecambah (germ layers) berdiferensiasi (dengan proses yang disebut histogenesis) menjadi empat macam jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.
  4. 4. Jaringan ikat sering disebut jaringan penyokong atau penyambung. Ciri khusus jaringan ikat adalah memiliki komponen interseluler yang disebut matriks. Bentuk sel-sel jaringan ikat ini tidak teratur, sitoplasma bergranula dan inti selnya mengelembung
  5. 5. Jaringan ikat dibagi menjadi dua tipe dasar, yaitu jaringan ikat longgar (Jarang) dan jaringan ikat padat (Albert, 1994) Jaringan pengikat berbeda dengan jaringan epitel, jaringan pengikat mengandung matriks yang sangat banyak.
  6. 6. JARINGAN PENYAMBUNG UMUM 1. JARANG : a. MESENKIM b. MUKOID c. AREOLAR d. LEMAK e. RETIKULER 2. PADAT a. TERATUR b. TIDAK TERATUR
  7. 7. KLASIFIKASI JARINGAN PENGIKAT 9 1) JARINGAN PENGIKAT EMBRIONAL JARINGAN MESENKHIM JARINGAN MUKOSA 2) JARINGAN PENGIKAT DEWASA JARINGAN PENGIKAT LONGGAR JARINGAN PENGIKAT PADAT JARINGAN PENGIKAT PADAT IREGULER JARINGAN PENGIKAT PADAT REGULER JARINGAN PENGIKAT PADAT KOLAGEN JARINGAN PENGIKAT PADAT ELASTIS JARINGAN RETIKULER JARINGAN PENGIKAT PIGMEN JARINGAN LEMAK JARINGAN LEMAK PUTIH JARINGAN LEMAK COKLAT
  8. 8. GRUP SEL DALAM JARINGAN IKAT ADA 2 GRUP SEL YANG TERDAPAT DALAM JARINGAN IKAT : 1. SEL TETAP - FIBROBLAS - SEL LEMAK 2. SEL MENGEMBARA - MAKROFAG-MONOSIT-LIMFOSIT - SEL PLASMA-SEL MAST-EOSINOFIL
  9. 9. MIKROSKOPIS SEL MAST UKURAN : BESAR BENTUK : OVAL-BULAT-LONJONG INTI : KECIL-BULAT-LONJONG SITOPLASMA TERDAPAT GRANULA : BULAT-BESAR-BANYAK-PENUH MENGANDUNG HISTAMIN-HEPARIN- SEROTONIN
  10. 10. MIKROSKOPIS FIBROBLAS SITOPLASMA : PROSESUS BANYAK TIDAK TERATUR NUKLEUS : BULAT TELUR-BESAR-PUCAT KROMATIN HALUS
  11. 11. JARINGAN MESENKIM SUSUNAN MIKROSKOPIS - SEL-SEL MESENKIM - SUBSTANSI DASAR AMORF SUBSTANSI DASAR AWAL : BERUPA CAIRAN GELATINOSA KEMUDIAN TERBENTUK SERAT-SERAT HALUS
  12. 12. JARINGAN PENGIKAT EMBRIONAL 14 JARINGAN MESENKHIM TERDAPAT DALAM EMBRIO DAN BERSISA DALAM JARINGAN DEWASA YANG MENGANDUNG SEL MESENKHIM SEBAGAI SEL INDUK STRUKTUR: SEBAGIAN BESAR SEL-SEL DENGAN TONJOLAN YANG SALING BERHUBUNGAN TERSUSUN LONGGAR SITOPLASMA SUKAR DIAMATI KADANG-KADANG TERDAPAT SEDIKIT SERABUT- SERABUT HALUS SUBSTANSI DASAR MUKOPOLISAKHARIDA SEPERTI AGAR2 JARINGAN MUKOSA PENJEBARAN: TALI PUSAT, HUMOR AQUAEUS STRUKTUR: BENTUK SEL OVAL STELAT SERABUT KOLAGEN BEWARNA EOSINOFIL SUBSTANSI DASAR SEPERTI AGAR-AGAR LEBIH CAIR.
  13. 13. 8/6/0415 SUBOWO JARINGAN PENGIKAT EMBRIONAL FUNICULUS UMBILICALIS JARINGAN MESENKIM
  14. 14. SEL-SEL MESENKIM GAMBARAN MIKROSKOPIK : BENTUK : STELATA SITOPLASMA : JALA NUKLEUS : OVAL, DITENGAH, KROMATIN HALUS NUKLEOLI : JELAS UKURAN : KECIL DARI FIBROBLAS LETAK SEL : BERJAUHAN WARNA : PUCAT
  15. 15. JARINGAN IKAT MUKOID (MUKOSA) STRUKTUR MIKROSKOPIK - SEL FIBROBLAS BESAR, MAKROFAG, LIMFOSIT - SERAT KOLAGEN HALUS - SUBSTANSI INTERSELULER BANYAK, JELI LOKASI : SUBKUTAN,TALI PUSAT, PULPA DENTIS, KORPUS VITREUS FUNGSI : BERKEMBANG JADI JARINGAN LAIN
  16. 16. JARINGAN PENGIKAT LONGGAR 8/6/04 18 STRUKTUR KOMPONEN BERBENTUK TERSEBAR BERJAUHAN SERABUT: KOLAGEN, RETIKULER, ELASTIS SEL: FIBROBLAS SEL LEMAK SEL MAKROFAG MASTOSIT PLASMASIT SEL IMIGRAN (RADANG): SEL-SEL RADANG PEMBULUH DARAH DENGAN ANYAMAN KAPILER FUNGSI PERTUKARAN NUTRISI, OKSIGEN/CO2 CAIRAN JARINGAN
  17. 17. FUNGSI JARINGAN IKAT LONGGAR 1. TEMPAT LEWAT PEMBULUH DARAH 2. TEMPAT PEMBULUH LIMF DAN SARAF 3. MELOKALISIR INFEKSI 4. BERPERAN DALAM PROSES PENYEMBUHAN 5. DIFUSI OKSIGEN DAN NUTRIEN
  18. 18. 8/6/0420 SUBOWO JARINGAN PENGIKAT LONGGAR
  19. 19. JARINGAN PENGIKAT PADAT 21 HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN BERDEKATAN JARINGAN PENGIKAT PADAT IREGULER SEDIKIT SEL DENGAN BANYAK SERABUT KOLAGEN SEBAGIAN BESAR BERFUNGSI SEBAGAI PEMBUNGKUS ORGAN JARINGAN PENGIKAT PADAT REGULER KOMPONEN FIBRILER BANYAK DAN PADAT KOMPONEN FIBRILER BERJALAN SEARAH JARINGAN PENGIKAT PADAT KOLAGEN REGULER (TENDO) SEBAGIAN BESAR SERABUT KOLAGEN SEDIKIT SERABUT ELASTIS SEL FIBROBLAS TERJEPIT MENJADI SEL SAYAP JARINGAN PENGIKAT PADAT ELASTIS SEBAGIAN BESAR SERABUT ELASTIS JARINGAN PENGIKAT RETIKULER
  20. 20. 8/6/0422 SUBOWO JARINGAN PENGIKAT PADAT IREGULER CAPSULA
  21. 21. 8/6/0423 SUBOWO JARINGAN PENGIKAT PADAT KOLAGEN REGULER FIBROBLAS = SEL SAYAP SERABUT KOLAGEN
  22. 22. 8/6/0424 SUBOWO JARINGAN PENGIKAT PADAT ELASTIK REGULER PEWARNAAN VAN GIESON
  23. 23. JARINGAN IKAT RETIKULER SUSUNAN MIKROSKOPIK : - SEL RETIKULUM - SERAT RETIKULIN - SUBSTANSI DASAR CAIR FUNGSI : PENYOKONG SEL LOKASI : JARINGAN LIMFOID, HATI, PARU, KEL. ENDOKRIN
  24. 24. A. SEL RETIKULUM STRUKTUR MIKROSKOPIK : - BENTUK : STELATA - INTI : OVAL, PUCAT, PUCAT - SITOPLASMA : BANYAK, CABANG PANJANG FUNGSI : MEMBENTUK SERAT RETIKULIN, FAGOSITOSIS, JADI MAKROFAG, EOSINOFIL, LIMFOSIT
  25. 25. B. SERAT RETIKULIN SUSUNAN MIKROSKOPIS : - UKURAN : SANGAT HALUS - MORFOLOGI : JALA-JALA HALUS - PEWARNAAN : PERAK, PAS LOKASI : ORGAN LIMFOID, HATI, PARU, KELENJAR ENDOKRIN FUNGSI : PENYOKONG SEL LEMAK, SEL OTOT, SEL EPITEL,SEL ENDOTEL
  26. 26. SERABUT RETIKULER 8/6/04 28 SUBOWO
  27. 27. JARINGAN PENGIKAT KHUSUS 29 JARINGAN PENGIKAT PIGMEN BANYAK MENGANDUNG SEL-SEL BERPIGMEN terdapat pada Tunica suprachoridea dan Lamina fusca JARINGAN LEMAK JARINGAN LEMAK PUTIH SEL-SEL LEMAK BULAT, BERUKURAN 10 m, TERSUSUN RAPAT SEL LEMAK MEMPUNYAI SEBUAH RONGGA BESAR TERISI LEMAK YANG TIDAK DIBATASI MEMBRAN (UNILOKULER) DIANTARA SEL LEMAK: PEMBULUH KAPILER DAN SERABUT RETIKULER JARINGAN LEMAK COKLAT BANYAK MENGANDUNG PEMBULUH DARAH SEL-SEL LEMAK LEBIH KECIL, BERBENTUK POLIGONAL LEMAK SEBAGAI TETES-TETES ATAU MENEMPATI RONGGA LEBIH DARI SEBUAH, MULTILOKULER. SEL BANYAK MENGANDUNG MITOKHONDRIA,
  28. 28. JARINGAN PENGIKAT BERPIGMEN (TUNICA SUPRACHOROIDEA BOLA MATA) 8/6/04 30 SUBOWO JARINGAN PENGIKAT PADAT
  29. 29. JARINGAN LEMAK KLASIFIKASI : A. JARINGAN LEMAK PUTIH ( KUNING ) = UNILOKULER=MONOVAKUOLA B. JARINGAN LEMAK COKLAT = MULTILOKULER=MULTIVAKUOLA
  30. 30. JARINGAN LEMAK MONOVAKUOLA LOKASI SUBKUTAN BAGIAN TUBUH BERONGGA,ORBITA,AXILA SEKITAR ORGAN ABDOMEN, GINJAL OMENTUM MAYUS,LIPATAN PERITONEUM MESENTRIUM GAMBARAN MIRIP KAWAT AYAM
  31. 31. KETEBALAN LEMAK SUBKUTAN WANITA : BUAH DADA, PINGGUL, ANTERIOR PAHA PRIA : TENGKUK, LEHER, DINDING PERUT TERBAWAH, PUNGGUNG, PINGGUL
  32. 32. FUNGSI JARINGAN LEMAK PENAMPUNGAN LEMAK BANTALAN MEKANIK MENAHAN PANAS BADAN GENERATOR PANAS SIFAT KELAMIN CADANGAN ENERGI
  33. 33. JARINGAN LEMAK PUTIH STRUKTUR HISTOLOGI : BENTUK SEL : SFERIS, POLIHEDRAL SITOPLASMA : SEDIKIT, TIPIS, CINCIN, PUCAT NUKLEUS : GEPENG,TUNGGAL,PERIFER,LONJONG VAKUOLA : MONOVAKUOLA UKURAN SEL : BESAR, 200 um TETESAN LEMAK : 1 BUAH ,BESAR, UNILOKULER
  34. 34. 8/6/0436 SUBOWO JARINGAN LEMAK PUTIH
  35. 35. 8/6/0437 SUBOWO JARINGAN LEMAK COKLAT
  36. 36. PERBANDINGAN JARINGAN LEMAK DISTRIBUSI:SELURUH TIBUH DI BAWAH KULIT HISTOLOGI SEL BULAT KANDUNGAN LEMAK UNILOKULER INTI TERDESAK KE PERIFER LOBULUS DIPISAHKAN JARINGAN PENGIKAT HISTOGENESIS EMBRIO SAMPAI SEUMUR HIDUP DISTRIBUSI TERBATAS: REGIO INTERSCAPULARIS, MEDIASTI-NUM HISTOLOGI SEL LEMAK LEBIH KECIL BENTUK POLIGONAL KANDUNGAN LEMAK: MULTILOKULER INTI DI TENGAH BANYAK MENGANDUNG MITO-KHONDRIA PADAT DENGAN SITOKHROM HISTOGENESIS HANYA SAAT EMBRIO 8/6/04 38 LEMAK PUTIH LEMAK COKLAT SUBOWO
  37. 37. 8/6/0439 HISTOGENESIS JARINGAN LEMAK