JangkaR edisi 5

JangkaR edisi 5
JangkaR edisi 5
JangkaR edisi 5
JangkaR edisi 5
download JangkaR edisi 5

of 4

  • date post

    17-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    235
  • download

    5

Embed Size (px)

description

Buletin terbitan organisasi buruh migran Indonesia di Hong Kong, Sekar Bumi, terbit tiap bulan

Transcript of JangkaR edisi 5

  • JANGKAR 1

    Buruh Migran Indonesia (BMI) Hong Kong ketika sedang berkumpul di Victoria Park

    Kenaikan HK$ 100 Tak Cukup

    G e l a r a N

    Redaksi JANGKAR

    Penanggungjawab: Presidium Sekar Bumi, Koordinator: Rubi Setiadinanti, Redaksi:

    Etik Juwita, Yukee Muchtar, Anggie Camat, Dokumentasi: Yukee Muchtar, Fotografer: Anan

    Telepon : (852) 95858513, 9769 2569

    Alamat Redaksi : Wanchai, Hong Kong, Alamat Email: editorjangkar@yahoo.com,

    sekarbumi.hk@gmail.com

    Terbit Setiap Bulan

    Diterbitkan Oleh Sekar Bumi Hong Kong

    JANGKAR Media Alternatif Buruh Migran Indonesia Buletin Bulanan Vol. I No. 5, Juli 2008

    Website : http://sekarbumihk.multiply.com & http://sekarbumihk.blogspot.com

    PEMERINTAH Hong Kong kembali menaikkan gaji pekerja rumah tangga asing sebesar HK$100. Keputusan ini efektif berlaku untuk kontrak kerja yang ditandatangani pada dan setelah tanggal 10 Juli 2008. Sehingga gaji yang akan diterima berubah dari HK$3480 menjadi HK$3580 per bulan.

    Namun keputusan ini tak sepenuhnya disambut gembira para buruh migran Indonesia yang bekerja di sektor rumah tangga.

    Organisasi BMI juga menyatakan ketidakpuasaannya. Sekjen Sekar Bumi, Yukee Muchtar mengatakan, kenaikan tersebut tak punya dampak apa-apa terhadap perbaikan nasib BMI. Sekarang di Indonesia harga-harga kebutuhan naik. Permintaan kiriman uang juga bertambah. Kenaikan ini sama sekali tak sebanding dengan lonjakan harga kebutuhan poko yang terjadi saat ini, ungkapnya.

    Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) di bawah aliansi Asian Migrant Coordinating Body (AMCB) bahkan menggelar rally ke Central Government Office, Minggu (13/7) lalu, memprotes keputusan tersebut. Mereka menuntut gaji PRT asing dinaikkan menjadi HK$4000.

    SedangkanIndonesian Migrant Workers Union (IMWU) juga menyatakan bahwa apa yang terjadi saat ini bukanlah kenaikan gaji, selama

    pemerintah belum mengembalikan gaji PRT asing menjadi HK$3860, seperti yang pernah diterima sebelumnya.

    Sementara itu, sejumlah BMI yang ditemui JangkaR, juga mengaku tak terlalu puas dengan kenaikan itu.

    Hindun, BMI asal Kendal, Jawa Tengah awalnya menyambut gembira keputusan itu. Ia sedang melakukan proses penambahan kontrak untuk kedua kalinya pada satu majikan yang berada di Lamtin. Ia mengaku selama empat tahun bekerja di Hong Kong, baru kali ini gajinya naik. Namun ia mengaku kecewa begitu mengetahui jumlah kenaikan gajinya. Lha, kok cuma seratus dolar tho? ujarnya.

    Kekecewaan yang sama juga di ungkapkan oleh Anez, BMI asal Manado yang bekerja di Yau Ma Tei. Ia menganggap pemerintah Hong Kong hanya separuh hati menaikkan gaji BMI, terbukti dengan cara mereka yang menaikkan gaji sedikit demi sedikit.

    Naikin gaji kok seperti anak kecil yang mau ngasih biskuitnya ke orang lain aja. Ngasihnya sedikit demi sedikit, seperti gak ikhlas gitu, katanya.

    Tak sedikit BMI yang mempunyai pemikiran sama. Kenaikan gaji sesuai dengan harapan para BMI adalah hal yang wajar dan layak mengingat perekonomian di Hong Kong yang sudah membaik dan juga peran BMI terhadap perbaikan perekonomian tersebut. ***

    Rie Rie

    Sebuah AwalBANYAK hal terjadi di bulan Juli. Di tingkat internal, Sekar Bumi berbenah dalam Kongres I yang digelar awal bulan ini. Bukan hanya pengurus yang berganti, tapi juga penambahan bidang atau divisi. Meskipun tetap fokus pada pember-dayaan seni dan budaya sebagai me-dia perlawanan buruh migran, Sekar Bumi juga mulai mempertimbangan soal advokasi.

    Sementara di tingkat eksternal atau komunitas buruh migran Indonesia di Hong Kong, ada empat putusan penting yang dibuat. Pertama, kenaikan upah minimum standar sebesar HK$100. Kedua, diloloskannya Undang-Undang Anti Diskriminasi Rasial oleh parlemen Hong Kong. Ketiga, dihapusnya levy atau pajak untuk majikan yang mem-pekerjakan pekerja rumah tangga as-ing. Dan terakhir atau keempat, adalah diturunkannya biaya penempatan BMI di Hong Kong dari HK$21.000 menja-di sekitar HK$14.000 (belum termasuk pajak).

    Empat keputusan tersebut memang masih jauh dari harapan dan tuntutan perjuangan yang selama ini dilakukan oleh BMI di Hong Kong.

    Tapi meskipun demikian, semua hal yang terjadi di bulan Juli ini, bisa men-jadi sebuah awal bagi Sekar Bumi, dan komunitas serta organisasi buruh mi-gran lainnya, untuk semakin serius dan fokus dalam memperjuangkan realisasi kesejahteraan para buruh migran. E-1

  • 2 JANGKAR

    P a n g g u n GSekar Bumi ber-sama organisasi

    buruh migran di Hong Kong ikut

    bersolidaritas dalam peringatan kembalinya Hong

    Kong ke China yang diperingati

    setiap 1 Juli. Se-lasa (1/7)

    K r o n i K

    Berbarengan dengan liburan Nasional Hong

    Kong., pengurus Sekar Bumi

    mengadakan piknik bareng

    sekaligus untuk pembekalan

    Capacity Building organisasi

    Deo Mandala Pu-tra salah satu pen-gurus Sekar Bumi

    sedang memba-cakan Laporan

    Pertanggungjawa-ban Pengurus periode 2007

    - 2008 di kongres I Sekar Bumi. Minggu (6/7)

    Kebersamaan itu indah. Begitu

    kira moto anggota Sekar Bumi sebe-lum foto bersama usai mengadakan

    training singkat capacity building

    di Aberdeen

    Keke selaku Pjs. Bendahara Sekar

    Bumi periode 2007 - 2008

    sedang memba-cakan laporan keuangannya

    dalam Kongres I Sekar Bumi

    Guna melatih militansi ang-

    gotanya, Sekar Bumi ikut serta dalam beberapa

    aksi baik yang diselenggarakan organisasi BMI

    maupun non BMI

    Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi BMI di Hong Kong sangat memprihatinkan dengan melihat masih ban-yaknya kasus ketenagakerjaan yang dialami BMI di Hong Kong.

    Sebagai organisasi yang in-dependen,

    Anggi menga-takan bahwa Sekar Bumi akan tetap mendu-kung or-ganisasi

    manapun asal itu untuk kepent-ingan buruh migran. Organ-isasi boleh beda tapi tujuan kita tetap sama. Yang penting kita galang terus persatuan, jelasnya.

    Sekar Bumi berdiri pada 22 Juli 2007 dan resmi mende-klarasikan diri sebagai organ-isasi Seni dan Budaya pada 25 Mei yang lalu.

    Dalam Kongres I dis-epakati untuk memperluas divisi, sehingga saat ini ada tiga divisi, yakni Divisi Sastra dan Jurnalistik, Divisi Seni Budaya, dan Divisi Pendidikan dan Advokasi. ***

    ANGGI (41), buruh migran Indonesia (BMI) asal Malang terpi-lih sebagai Ketua Sekar Bumi 2008 -2009, dalam Kongres I organisasi tersebut yang digelar di Wanchai, Minggu (6/7).

    Dalam pemilihan tersebut, Anggi berhasil menda-pat 18 suara dari 40 suara anggota yang hadir.

    Ia meng-gan-tikan Anan WB, BMI asal Madiun, yang menjabat Ketua dalam periode sebelumnya.

    Sementara posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) ditempati oleh Yukee Muchtar (28), BMI asal Jepara, menggantikan Etik Juwita, BMI asal Blitar.

    Kepada JangkaR, Anggi mengatakan bahwa mulai tahun ini Sekar Bumi juga akan fokus dalam mengembangkan bidang advokasi BMI. Ini mengingat kawan-kawan harus tahu isu-isu BMI sekaligus hak-hak mereka. Jadi selain mela-wan lewat seni, juga berjuang lewat advokasi, ungkapnya.

    Sekar Bumi Gelar Kongres Pertama

    Zando Aurelia

    Serah terima jabatan ketua Sekar Bumi periode 2008 - 2009 hasil Kongres pertama Minggu (6/7) dari pengurus lama ke pengurus ter-pilih. Tampak WD. Anan (nomor 3 dari kiri) sedang menyerahkan kepemimpinan ke Anggi (Camat) (sebelah kiri).

  • JANGKAR 3

    P e r s p e k t i F

    Jalan Panjang Untuk PulangYukee Muchtar

    Aku ingin pulang, tapi nggak tahu harus bagaimana.

    K a l i m a t itu aku ingat d i u c a p k a n

    oleh Budiyanti, seorang buruh migran Indonesia asal Malang. Ia mengucapkannya saat bertemu denganku, suatu siang, sepulangnya dari pasar di kawasan North Point, pertengahan September, tiga tahun lampau.

    Perempuan usia 30-an yang akrab dipanggil Budi itu sedang bingung.

    Bikin aja surat pengunduran diri sebulan sebelumnya yang popular disebut one month notice itu. Tanda tangani, lalu serahkan ke majikanmu agar ia juga menandatanginya. Sebulan berikutnya kamu bisa meninggalkan Hong Kong dengan tenang, terangku.

    Tapi ia memberikan jawaban tak terduga.

    Sudah. Tapi itulah yang masalahku, ujarnya.

    Setelah pertemuan itu, aku kembali bertemu dengannya di bundaran Air Mancur Victoria Park, Causeway Bay.

    Budi bercerita bahwa ia sudah bertemu agen. Namun agen tak terlalu peduli soal one month notice yang ia buat. Bahkan agen balik mengancam Budi untuk mem-blacklist-nya jika ia coba-coba mengajukan tuntutan.

    Aku sudah nggak betah kerja di majikan. Ia duda dengan dua anak yang semua sudah dewasa. Nggak ada yang harus aku kerjakan selain ngurus rumah dan masak. Tapi yang bikin aku makin nggak betah, aku tidur di dapur. Mana bisa aku tidur nyenyak sementara orang-orang selalu bolak-balik ke dapur, jelasnya.

    Kan tinggal setahun lagi, nggak bisa ditahan meh? potongku.

    Budi menggeleng.Akhirnya aku menemaninya

    ke agen yang menyalurkannya di kawasan North Point juga.

    Setibanya di sana, Ms. Wong pemilik agen- menyambut kami

    sepulang kerja, Mr.Cheung majikan Budi- meminta agar Budi menunda kepulangannya hingga Desember atau setidaknya sampai penggantinya datang. Ini yang membuat Budi panik.

    Padahal surat itu sudah ditandatangi dan 10 Oktober adalah masa jatuh tempo.

    Ia berharap mendapat pertolongan dari agen, tapi agen malah memihak majikan dan justru mengancam mem-black list dia jika coba-coba mengajukan tuntutan.

    Ia sama sekali tak paham soal hukum. Ia tak tahu bahwa yang berhak mem-black list dirinya adalah pihak Imigrasi.

    Bud, satu-satunya yang bisa menolongmu adalah Konsulat,

    u