JangkaR edisi 2

Click here to load reader

download JangkaR edisi 2

of 4

  • date post

    06-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    227
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Buletin terbitan organisasi buruh migran Indonesia di Hong Kong, Sekar Bumi, terbit tiap bulan.

Transcript of JangkaR edisi 2

  • JANGKAR 1

    Gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong sepi di hari biasa

    GelaraN

    Diterbitkan Oleh Sekar Bumi Hong Kong

    Redaksi JANGKAR

    Penanggungjawab: Presidium Sekar Bumi, Koordinator: Rubi Setiadinanti, Redaksi: Etik

    Juwita, Yukee Sekar, Anggie Camat, WD. Anan, Dokumentasi: Yukee Muchtar, Fotografer: Anan

    Telepon : (852) 95858513, 9769 2569

    Alamat Redaksi : Wanchai, Hong Kong, Alamat Email: [email protected],

    [email protected]

    Terbit Setiap Bulan

    Layanan Hari Minggu Tak Maksimal

    JANGKAR Media Alternatif Buruh Migran Indonesia Buletin Bulanan Vol. I No.2, April 2008

    KORAN SUARA dalam headline-nya dua minggu lalu memberi-takan tentang pelayanan KJRI Hong Kong yang buka pada hari Min-ggu, mulai April 2008.Informasi terse-but menyebar dengan cepat. Ada yang menyambutnya gembira, adapula yang pesimis.

    Bagi yang gembira mengungkap-kan sebuah langkah maju bagi KJRI Hong Kong. Tetapi, bagi yang pesimis, kebijakan buka Hari Minggu ini dilihat hanya upaya sementara untuk meredam gejolak tuntutan buruh migran Indone-sia (BMI) yang terus terjadi selama ini. Maraknya demonstrasi yang digelar sejumlah organisasi BMI di Hong Kong untuk menuntut perbaikan layanan KJRI, seperti kita lihat selama ini, tak pernah surut.

    Barangkali pesimisme ini beralasan jika melihat bahwa KJRI memang hanya memberikan pelayanan selama rentang waktu 3 jam pada hari Minggu, itupun hanya untuk pengambilan paspor dan pengaduan masalah. Sementara pem-buatan atau perpanjangan paspor di-lakukan pada hari-hari biasa.

    Kondisi ini membuat langkah KJRI buka pada hari Minggu masih dilihat sebagai upaya setengah hati KJRI dalam melakukan perlindungan bagi BMI.

    Padahal kita semua tahu bahwa mayoritas warga Indonesia yang ada di Hong Kong atau 90%-nya adalah BMI. Mestinya, KJRI sebagai perwakilan pemerintah RI di Hong Kong, memi-liki skala prioritas dalam perlindungan warganya, dalam hal ini prioritas terse-but adalah BMI.

    Kita berharap ada perbaikan men-dasar soal layanan hari Minggu ini. Baik soal penambahan jam pelayanan, juga penambahan bentuk layanan. (A-1) ***

    Website : http://sekarbumihk.multiply.com & http://sekarbumihk.blogspot.com

    TERHITUNG mulai 6 April 2008, Konsulat Jender-al Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong buka pelayanan tiap Minggu, dari jam 12:00-15:00. Na-mun organisasi Buruh Migran Indonesia (BMI) menilai layanan ini tak maksimal.

    Sekretaris 1 Protokol dan Konsuler Sukmo Yu-wono ketika dihubungi JangkaR melalui telepon, Ju-mat (18/4) lalu, mengatakan bahwa rentang waktu pe-layanan selama tiga jam itu masih bersifat sementara.

    Layanan yang dibuka meliputi tiga hal yaitu pen-gaduan untuk kasus-kasus yang dialami BMI, keimi-grasian, dan kekonsuleran.

    Untuk bidang keimigrasian, sampai saat ini baru melayani pengambilan paspor saja sedang kekonsuler-an meliputi hal-hal seperti pembuatan surat kuasa dan sebagainya, ungapnya.

    Ia menambahkan bahwa pihaknya telah memberi-tahu kepada BMI dan organisasi di Hong Kong sehu-bungan dengan layanan baru KJRI tersebut meskipun dia tidak menyebutkan secara spesifik bagaimana ben-tuk penyampaian itu.

    Namun Sumiati dari Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (Kotkiho) mengatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari KJRI mengenai dimulainya layanan baru KJRI terse-but.

    Tidak ada pemberitahuan itu. Tidak ada faksimil atau pemberitahuan melalui surat yang diterima Kot-kiho mengenai hal ini. Kita hanya tahu lewat media, ungkapnya.

    Mia juga menyampaikan kekecewaannya dan mengatakan pelayanan di hari Minggu yang dilakukan

    KJRI tidak maksimal. Ia mengaku menerima banyak pengaduan dari BMI tentang layanan yang hanya ber-langsung tiga jam itu. Kawan-kawan yang liburnya siang dan rumahnya jauh masih mendapatkan kesuli-tan.

    Mia juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa apa yang dilakukan KJRI ini hanya bersifat anget-anget tahi ayam Dulu pernah kok KJRI buka tiap Minggu, juga hanya berlangsung beberapa jam lalu hilang sama sekali. Pemerintah harusnya sadar, semakin banyak warga Indonesia di Hong Kong, semakin besar tuntu-tan pelayanan yang harus diberikan, ungkapnya

    Hal senada diungkapkan Ketua Sekar Bumi, Anan. Dia mengatakan tak ada pemberitahuan resmi dari KJRI kepada tentang dimulainya layanan baru KJRI tersebut.

    Anan juga mengatakan jam buka KJRI yang han-ya tiga jam itu tidak cukup. Kecuali bila KJRI mampu menggunakan layanan itu secara maksimal. Harus dipikirkan bagaimana caranya, ujarnya.

    Karena, masih menurut Anan, ada keluhan dari rekan sesama BMI yang tinggal di Yuen Long dan ikut dalam antrean panjang di KJRI, disuruh pulang dan kembali lagi hari Minggu berikutnya dengan alasan jam buka KJRI sudah tutup. Bagi teman-teman yang sering mendapat libur tidak masalah. Tapi bagi yang jarang libur terus bagaimana?, ungkapnya.

    Minggu (14/4) lalu, Persatuan BMI Tolak Over-charging (Pilar), menggelar aksi di depan KJRI untuk menuntut perbaikan layanan, termasuk soal layanan hari Minggu yang hanya berlangsung setengah hari. Rencananya, aksi ini akan berlangsung setiap Minggu hingga tanggal 25 Mei, untuk mendesakkan perbaikan layanan KJRI. (B-1) ***

    Etik Juwita

    Memprioritaskan BMI

  • 2 JANGKAR

    P a n g g u n G

    Hari Kartini yang jatuh pada 21 April banyak diperingati. Sekar Bumi Hong

    Kong punya cara tersendiri dalam

    memperingatinya, dengan audisi baca cer-

    pen, puisi, cerita lucu (cercu) dari hasil-hasil

    karya pembelajaran mereka selama ini.

    K r o n i K

    Selain adu karya dan bakat, Sekar Bumi juga menggelar acara having

    fun. Acara tersebut meliputi lomba adu ketangkasan mem-bawa kelereng yang

    ditaruh di atas sendok.

    Siapa bilang mengena-kan jilbab mengurangi

    kebebasan aktivitas. Lihatlah peserta lomba

    ini, dapat berlari ken-cang penuh semangat.Begitulah acara lomba

    bertajuk rok dan berlari

    Anda terbiasa merias diri atau orang lain?

    Buktikan pada lomba yang satu ini. Merias

    dengan instinct Boleh dibilang begitu.Karena lomba ini me-

    rias dengan ditutup matanya. Beginilah

    hasilnya, peserta pasangan perias dan

    hasil riasannya.

    Bidang musik dan

    suara rutin menggelar latihan. Karya-karya

    puisi yang telah di-aransensemen men-

    jadi lagu memiliki kekuatan dalam alunan

    musikalisasi puisi. Tema lainnya tentang-

    budaya pembebasan menjadi inspirasi

    perjuangan seni kami

    Bidang teater terus melakukan latihan

    guna mengejar target pementasan yang su-dah di ambang batas. Latihan teknik, olah vokal, blocking juga

    telah diberikan dalam orientasi pengenalan

    seni panggung & teater

    yang membuat acara semakin semarak.

    Wah aku senang bisa ikut lomba. Meskipun ndredeg, tapi bangga juga. Setidak-tidaknya hasil karyaku bisa diketahui teman-teman yang lain. Aku nggak begitu berharap bisa menang tapi yang penting aku sudah ikut berpartipasi dan meramaikan acara. Namun jika menang ya

    alham-dulillah, ungkap Rida, salah satu peserta lomba baca puisi, kepada JANG-KAR.

    Senada dengan Rida, Ri-erie yang dihubungi terpisah mengatakan, Untuk pertama masih grogi. Tapi seneng sudah ikut berpartisipasi.

    Ketika ditanya bagaimana perasaannya apabila bisa menjadi pemenang, Rierie menjawab, Aku ikut nggak berharap menjadi pemenang. Tapi seandainya aku benar-benar jadi pemenang rasanya kok aneh saja. Apa benar aku dan karyaku sudah layak menang?

    Menurut rencana, peme-nang lomba dari ketiga kat-egori; puisi, cerpen dan cerita lucu (cercu) akan diumumkan Minggu (20/4) ini di markas Sekar Bumi di Wanchai untuk memilih empat karya dan em-pat orang kategori pembacaan terbaik. ***

    MEMPERINGATI Hari Kartini yang jatuh pada tang-gal 21 April, Sekar Bumi menggelar lomba baca puisi, cerpen, dan cerita lucu pada Jumat (4/4) lalu bertempat di tepi pantai Causeway Bay dan dilanjutkan Minggu (6/4) di Wanchai.

    Lomba yang diselenggara-kan oleh bidang sastra Sekar Bumi itu mengam-bil tema, Baca dan Karya.

    Lom-ba itu selain untuk mem-perin-gati Hari Kartini juga sebagai ajang untuk mengasah ke-mampuan serta kreativitas da-lam bidang tulis menulis. Baik pemenang dalam bentuk karya maupun dalam bentuk baca, rencananya akan tampil pada acara launching Sekar Bumi di bulan Mei mendatang.

    Meskipun acara internal, lomba berlangsung cukup me-riah. Antusiasme para peserta dapat dilihat dari banyaknya para peserta yang mendaftar. Para peserta bukan hanya berasal dari bidang sastra saja, tapi juga bidang seni lain yang ada di Sekar Bumi, yakni bi-dang tari (tradisional, modern dan hiphop), bidang teater, dan juga bidang musik.

    Di sela-sela lomba, disel-ingi berbagai macam tari-tari-an serta musik dan juga vokal,

    Sekar Bumi Gelar LombaBaca Puisi dan Cerpen

    Rubi Setiadinanti

  • JANGKAR 3

    P e r s p e k t i F

    H o r i z o N

    Bukan Sekadar Tuntutan Tahunan*) Rie Rie

    PER-NAH-KAH Anda berada di bundaran HI atau di de-pan gedung DPR atau di depan Istana

    Negara ataupun daerah-daerah kantong lainnya yang menjadi simbol negara pada tanggal 1 Mei? Kalau jawabnya belum, cobalah lihat melalui layar TV Anda. Menakjubkan bukan?

    Hanya di satu tanggal yaitu tanggal 1 Mei sepertinya buruh mendadak menjadi sosok terkenal, bahkan boleh dibil-ang melebihi terkenalnya artis nasional kita. Kemenderitaannya mendadak menjadi sorotan dan kajian terlaris sehari.

    Sepertinya apa yang dika-takan oleh John Lennon dalam lagunya yang berjudul Power of People menjadi kenyataan.

    Oh, when