Jakarta, September 2010 - Hendry Adam .Buktinya jumlah penduduk yang masuk kategori miskin dan...

download Jakarta, September 2010 - Hendry Adam .Buktinya jumlah penduduk yang masuk kategori miskin dan sangat

of 238

  • date post

    09-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    233
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Jakarta, September 2010 - Hendry Adam .Buktinya jumlah penduduk yang masuk kategori miskin dan...

Jakarta, September 2010

INDONESIA NASIB 083110.indd 3 01/09/2010 17:30:21

Indonesia Menentukan NasibDari Reformasi ke Transformasi Kelembagaan

Awalnya laporan ini ditulis dalam bahasa Inggris From Reformasi to Institusional Transformation, copyright President and Fellows of Harvard College.

Pertama kali diterbitkan dalam bahasa Indonesiaoleh Penerbit Buku Kompas, September 2010PT Kompas Media NusantaraJl. Palmerah Selatan 26-28Jakarta 10270

e-mail: buku@kompas.com

Desain sampul dan isi: wiko

Hak cipta dilindungi oleh undang-undangDilarang mengutip atau memperbanyak sebagianatau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit

xviii + 222hlm.; 14 cm x 21 cm

ISBN: 978-979-709-521-5KMN 20405100069

Isi di luar tanggung jawab Percetakan PT. Gramedia, Jakarta

INDONESIA NASIB 083110.indd 4 01/09/2010 17:30:21

vDARI REFORMASI KE TRANSFORMASI KELEMBAGAAN

Daftar IsI

Kepemimpinan melayani Sepenuh hati | vii

pReFaCe | xi

pengantaR | xv

RingKaSan eKSeKutiF | 1

i. pendahuluan | 11

ii. dunia Sedang BeRuBah | 25Revolusi Global Dunia Usaha | 25Kebangkitan China | 35Krisis Global Tahun 2008-2009 | 41

iii. indoneSia teRtinggal | 45Daya Saing | 48

INDONESIA NASIB 083110.indd 5 01/09/2010 17:30:21

Penanaman Modal Langsung Asing dan Industri Manufaktur | 67Infrastruktur | 71Pengangguran yang Membengkak | 78Kesehatan dan Nutrisi | 84Ketidakmerataan Bertambah | 90

iV. hamBatan Bagi Kemajuan eKonomi | 105Ketergantungan Berlebihan pada Eksploitasi Sumber Daya Alam | 108Kurangnya Investasi pada Manusia | 115Nilai Tukar Terlalu Tinggi | 121Kerajaan Lisensi | 125Badan Usaha Milik Negara yang Tidak Efisien | 131Pengecualian yang Mahal | 137

V. tRanSFoRmaSi KelemBagaan | 141Penelitian atas Lembaga-lembaga Hukum Indonesia | 146Warisan Kelembagaan | 151Pemerintahan Militer Lawan Sipil | 151Integrasi versus Desentralisasi | 157 Massa Mengambang Versus Partisipasi Demoktratis | 163Rule by Law versus Rule of Law | 166Patrimonialisme Versus Pembangunan Kelembagaan | 171Merekonstruksi Kewarganegaraan Indonesia | 174Mentransformasi Lembaga | 183Reformasi Elektoral | 184 Outsourcing Lembaga | 185Mengefektifkan Desentralisasi | 187Reformasi Hukum dan Yudisial | 192Menemukan Kelompok Menengah yang Hilang | 196

Vi. KeSimpulan | 203Beberapa Rekomendasi untuk Penelitian Lebih Lanjut | 204

indeKS | 209

daFtaR puStaKa | 213

INDONESIA NASIB 083110.indd 6 01/09/2010 17:30:21

viiDARI REFORMASI KE TRANSFORMASI KELEMBAGAAN

Pengantar

KepemImpInan melayanI sepenuh hatI

Seringkali kita mendengar mantra bahwa indonesia adalah sebuah negara yang begitu kaya akan sumber daya alam. dengan kekayaan alam ini secara otomatis kita berharap seluruh rakyat akan sejahtera. tetapi cara berpikir ini menimbulkan dua permasalahan. pertama, seperti yang diuraikan dalam kajian strategis ini, ketersediaan sumber daya alam saat ini sudah banyak berkurang. Begitu banyak yang sudah terbuang percuma di mana kita tidak akan mampu memperolehnya kembali. Kedua, pemanfaatan sumber daya alam selama ini bukannya memberikan manfaat kesejahteraan bagi kebanyakan orang, melainkan hanya sebagian kecil kelompok masyarakat saja yang menikmatinya.

Buktinya jumlah penduduk yang masuk kategori miskin dan sangat miskin masih cukup besar. Badan pusat Statistik

INDONESIA NASIB 083110.indd 7 01/09/2010 17:30:21

viii INDONESIA MENENTUKAN NASIB

(BpS) mengumumkan, hasil survei pada maret 2009, jumlah orang miskin di indonesia sebanyak 32,53 juta jiwa atau 14,15 persen dari total jumlah penduduk indonesia. hasil kajian strategis ini memperlihatkan bahwa jumlah ini sebenarnya jauh dari kenyataan sesungguhnya. Karena indonesia bukan saja menggunakan definisi garis kemiskinan terendah di asia, lebih dari itu ukuran garis kemiskinan itu sendiri sebenarnya lebih rendah dari definisi pemerintah tentang pendapatan rumah tangga untuk kelangsungan hidup. apabila kita mau jujur melihat kenyataan tersebut, maka diperkirakan jumlah kemiskinan di indonesia bahkan jauh lebih besar dari yang digambarkan oleh BpS di atas.

meskipun hasil survei BpS ini menunjukan penduduk miskin berkurang 2,43 juta jiwa dibandingkan dengan hasil survei maret 2008 yang mencapai 34,96 juta jiwa atau 15,42 persen dari total populasi, kita patut bertanya mengapa jumlah penduduk miskin di indonesia masih begitu banyak? apakah ada kesalahan pada kebijakan pemerintah yang belum berpihak pada masyarakat kelas bawah? atau kesalahan dalam sumber daya manusianya? dan berkaitan dengan sikap kepemimpinan, apakah para pemimpin di negara ini telah melayani rakyatnya dengan sepenuh hati?

Sebenarnya sudah banyak koreksi yang dilakukan oleh rakyat indonesia terhadap kepemimpinan negara ini yang dianggap tidak berhasil membawa kesejahteraan lebih merata bagi rakyat indonesia. tidak kurang dari 12 tahun lalu, tepatnya bulan mei 1998 melalui gerakan reformasi, rakyat indonesia berhasil mengubah konstelasi pelaku utama di bidang politik. namun, setelah proses reformasi berlalu lebih dari 10 tahun, perubahan pelaku utama politik ternyata belum berhasil mengatasi krisis multidimensional yang dialami bangsa indonesia.

INDONESIA NASIB 083110.indd 8 01/09/2010 17:30:21

ixDARI REFORMASI KE TRANSFORMASI KELEMBAGAAN

Berbekal kondisi tersebut ditambah tantangan yang semakin besar akibat globalisasi, maka Rajawali Foundation bekerja sama dengan harvard universitys Kennedy School of government melakukan kajian strategis tentang kondisi sosial ekonomi indonesia saat ini dan tantangannya di masa mendatang. dan mengingat begitu banyaknya tanggapan dari berbagai pihak atas laporan ini, maka Rajawali Foundation menerbitkannya dalam format buku versi bahasa indonesia. tentu saja dengan harapan agar kajian strategis yang dilakukan oleh peneliti dari harvard Kennedy School dengan peneliti dari indonesia, dapat memberikan nilai tambah bagi dialog wacana membawa indonesia ke arah yang lebih baik di masa mendatang.

Semoga karya ini bermanfaat bagi bangsa indonesia dalam menyongsong abad 21. lebih daripada itu, dengan memahami langkah-langkah transformasi kelembagaan yang harus dilakukan bangsa indonesia, diharapkan terjadi pula transformasi perilaku kepemimpinan yang akan melayani rakyatnya sepenuh hati.

Fritz E. SimandjuntakPresiden Rajawali Foundation

INDONESIA NASIB 083110.indd 9 01/09/2010 17:30:21

INDONESIA NASIB 083110.indd 10 01/09/2010 17:30:21

xiDARI REFORMASI KE TRANSFORMASI KELEMBAGAAN

prefaCe

this report represents a first attempt to understand the progress and the challenges that face indonesia as it enters its second decade as a democratic nation. progress has been significant and the government has made impressive gains over the past decade. indonesia has emerged as the worlds first majority muslim, multi-party democracy, which is not an easy achievement. it has held together after the turmoil that followed the end of the Soeharto years. there has been steady economic growth and the country has come through the global financial crisis better than many other countries. the formal structures of the new order regime have been dismantled, civilian rule has been enshrined, peace has been brought to aceh and most civil liberties have been restored.

INDONESIA NASIB 083110.indd 11 01/09/2010 17:30:21

xii INDONESIA MENENTUKAN NASIB

despite this impressive progress, we highlight a number of problems that are preventing indonesia from achieving its full potential. in comparison with a number of its neighbors, indonesia is falling behind in crucial economic and social measures with the result that the economy needs to grow more quickly while the fruits of growth need to be distributed more equitably. a number of the barriers to more effective growth result from the incomplete institutional transformation from the periods of guided democracy and the new order.Remaining challenges include high barriers to entry in a wide range of industries, a dysfunctional legal system, the continuation of patrimonial politics, and insufficient investment in infrastructure, health and education.

the completion of these reforms is all the more urgent as a consequence of the global business revolution and the emergence of China as a focal point in the global production chain. moving beyond the institutional legacies of the past will mark a start. in addition, indonesia must learn to be less inward looking and accept international performance standards so that full advantage can be taken of what globalization has to offer. this process will be aided by government, law and the business and finance sectors shifting from protecting insiders to enforcing accountability and stimulating innovation. to put the economy and society on a sound footing, it is necessary to build up the missing middlea thriving private sector in the economy and a lively middle class of politically engagedconsumers.

this project marks a first attempt to understand the challenges that indonesia is confronting and we welcome engagement with our colleagues in a wide ranging discussion. the report was written by an interdisciplinary team from the ash Center for democratic governance and innovation at the harvard

INDONESIA NASIB 083110.indd 12 01/09/2010 17:30:22

xiiiDARI REFORMASI KE TRANSFORMASI KELEMBAGAAN

Kennedy School and it benefitted from the input and advice from numerous indonesian colleagues.

movin