JA Wattie

322
Tanggal Efektif : 20 Mei 2011 Masa Penawaran : 23 - 25 Mei 2011 Tanggal Penjatahan : 26 Mei 2011 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 27 Mei 2011 Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 27 Mei 2011 Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 30 Mei 2011 BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN (”BAPEPAM DAN LK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM. PT JAYA AGRA WATTIE Tbk. (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI. SAHAM–SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (“BEI”). PT JAYA AGRA WATTIE Tbk. Bidang Usaha: Jasa pengelolaan dan perdagangan di Bidang Perkebunan dan Pengolahan Karet, Kelapa Sawit, Kopi, dan Teh Terpadu Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia Kantor Pusat: Pabrik: Wisma BSG Lantai 8 9 (sembilan) unit pabrik yang berlokasi Jalan Abdul Muis No. 40 Jakarta 10160 di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Telepon: (62-21) 350 5410, Faksimili: (62-21) 350 5415 Jawa Timur, Kalimantan Selatan Website: www.jawattie.com PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM Sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham atau sebesar 30% (tiga puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana, dimana sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham akan dialokasikan kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan sesuai Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 9 tanggal 2 Februari 2011, dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta. Harga Penawaran Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham adalah Rp500,- (lima ratus Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (“FPPS”). Nilai Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham secara keseluruhan adalah sebesar Rp566.202.750.000,- (lima ratus enam puluh enam miliar dua ratus dua juta tujuh ratus lima puluh ribu Rupiah). RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO PENGARUH FLUKTUASI HARGA KOMODITAS INTERNASIONAL. RISIKO USAHA PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI DI DALAM PROSPEKTUS INI. PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM PERDANA INI, TETAPI SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”). Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek yang namanya tercantum di bawah ini menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan. PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK PT Mandiri Sekuritas PT OSK Nusadana Securities Indonesia PENJAMIN EMISI EFEK • PT Buana Capital • PT Ciptadana Securities • PT Dinamika Usaha Jaya • PT Lautandhana Securindo • PT NISP Sekuritas • PT Reliance Securities Tbk. • PT Sinarmas Sekuritas • PT Valbury Asia Securities • PT Woori Korindo Securities Indonesia • PT Yulie Sekurindo Tbk. Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 23 Mei 2011

description

 

Transcript of JA Wattie

Tanggal Efektif : 20 Mei 2011 Masa Penawaran : 23 - 25 Mei 2011 Tanggal Penjatahan : 26 Mei 2011Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 27 Mei 2011Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 27 Mei 2011Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 30 Mei 2011

BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN (”BAPEPAM DAN LK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

PT JAYA AGRA WATTIE Tbk. (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.

SAHAM–SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (“BEI”).

PT JAYA AGRA WATTIE Tbk.Bidang Usaha:

Jasa pengelolaan dan perdagangan di Bidang Perkebunan dan Pengolahan Karet, Kelapa Sawit, Kopi, dan Teh Terpadu

Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia Kantor Pusat: Pabrik: Wisma BSG Lantai 8 9 (sembilan) unit pabrik yang berlokasi Jalan Abdul Muis No. 40 Jakarta 10160 di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Telepon: (62-21) 350 5410, Faksimili: (62-21) 350 5415 Jawa Timur, Kalimantan Selatan Website: www.jawattie.com

PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAMSebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham atau sebesar 30% (tiga puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana, dimana sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham akan dialokasikan kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan sesuai Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 9 tanggal 2 Februari 2011, dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta. Harga Penawaran Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham adalah Rp500,- (lima ratus Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (“FPPS”). Nilai Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham secara keseluruhan adalah sebesar Rp566.202.750.000,- (lima ratus enam puluh enam miliar dua ratus dua juta tujuh ratus lima puluh ribu Rupiah).

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO PENGARUH FLUKTUASI HARGA KOMODITAS INTERNASIONAL. RISIKO USAHA PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI DI DALAM PROSPEKTUS INI.

PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM PERDANA INI, TETAPI SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”).

Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek yang namanya tercantum di bawah ini menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan.

PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK

PT Mandiri Sekuritas PT OSK Nusadana Securities Indonesia

PENJAMIN EMISI EFEK• PT Buana Capital • PT Ciptadana Securities • PT Dinamika Usaha Jaya

• PT Lautandhana Securindo • PT NISP Sekuritas • PT Reliance Securities Tbk. • PT Sinarmas Sekuritas • PT Valbury Asia Securities

• PT Woori Korindo Securities Indonesia • PT Yulie Sekurindo Tbk.

Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 23 Mei 2011

PT Jaya Agra Wattie Tbk. (selanjutnya disebut “Perseroan”), telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (selanjutnya disebut “Bapepam dan LK”) dengan surat No. 202 tanggal 23 Maret 2011 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara No. 64 Tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara No. 3608 beserta peraturan pelaksanaannya dan perubahan-perubahannya (selanjutnya disebut sebagai “UUPM”).

Saham-saham yang ditawarkan, direncanakan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) sesuai dengan Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek yang telah dibuat antara Perseroan dengan BEI pada tanggal 21 Maret 2011 apabila memenuhi persyaratan pencatatan yang ditetapkan oleh BEI antara lain mengenai jumlah pemegang Saham baik perorangan maupun lembaga di BEI dan masing-masing pemegang Saham memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) satuan perdagangan saham. Apabila syarat-syarat pencatatan saham tersebut tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum Perdana batal demi hukum dan uang pemesanan yang telah diterima, dikembalikan kepada para pemesan sesuai dengan ketentuan UUPM.

Perseroan, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, Lembaga serta Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Perdana bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua data, kejujuran pendapat, keterangan, dan laporan yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam wilayah negara Republik Indonesia dan kode etik, norma serta standar profesi masing-masing.

Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana ini, setiap pihak terafiliasi dilarang memberikan keterangan atau membuat pernyataan atau penjelasan apapun mengenai hal-hal yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini tanpa mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek serta para Penjamin Emisi Efek, serta Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dengan tegas menyatakan tidak terafiliasi dengan Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam UUPM.

PENAWARAN UMUM PERDANA INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG/PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM, KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN SAHAM TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN, ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP UNDANG-UNDANG/PERATURAN YANG BERLAKU DI NEGARA TERSEBUT.

PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI MATERIAL YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH MASYARAKAT DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI MATERIAL YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA DAPAT MENGAKIBATKAN INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI MENJADI TIDAK BENAR ATAU MENYESATKAN.

i

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................................................. i

DEFINISI DAN SINGKATAN ...................................................................................................................ii

SINGKATAN NAMA PERUSAHAAN .................................................................................................... viii

RINGKASAN ..........................................................................................................................................ix

BAB I. PENAWARAN UMUM ........................................................................................................ 1

BAB II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM ..................................... 6

BAB III. PERNYATAAN HUTANG .................................................................................................... 8

BAB IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING ........................................................................ 17

BAB V. ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN ......................................... 20

BAB VI. RISIKO USAHA ................................................................................................................ 43

BAB VII. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ................................................................................................ 51

BAB VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN .......................... 52

BAB IX. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA GRUP JAW ......................................................... 120

BAB X. EKUITAS ........................................................................................................................ 149

BAB XI. PERPAJAKAN ................................................................................................................ 151

BAB XII. KEBIJAKAN DIVIDEN .................................................................................................... 153

BAB XIII. PENJAMINAN EMISI EFEK ........................................................................................... 154

BAB XIV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL ........................................... 156

BAB XV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM ................................................................................... 159

BAB XVI. LAPORAN KEUANGAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN .................... 189

BAB XVII. LAPORAN PENILAI ....................................................................................................... 269

BAB XVIII. ANGGARAN DASAR PERSEROAN.............................................................................. 277

BAB XIX. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM .................................................. 297

BAB XX. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM ..................................................................................................... 303

ii

DEFINISI DAN SINGKATAN

Di dalam prospektus ini, kata-kata di bawah ini mempunyai arti sebagai berikut, kecuali bila kalimatnya menyatakan lain:

Afiliasi : Berartiafiliasisebagaimanadidefinisikandalampasal1angka1UUPM.

Anak Perusahaan : Berarti suatu perusahaan dimana Perseroan memiliki penyertaan saham baik secara langsung maupun tidak langsung sama dengan atau lebih dari 50% (lima puluh persen) dari seluruh modal yang ditempatkan dalam perusahaan tersebut.

BAE : Berarti Biro Administrasi Efek, yaitu PT Datindo Entrycom, berkedudukan di Jakarta, sebagai pihak yang melaksanakan administrasi Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana, yang ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan Perjanjian Pengelolaan Biro Administrasi Efek No. 40 tanggal 22 Maret 2011 dibuat di hadapan Yulia, SH, di Jakarta, termasuk segala perubahannya dan/atau penambahannya dan/atau pembaharuannya yang akan dibuat di kemudian hari.

Bank Kustodian : Berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari Bapepam dan LK untuk melakukan kegiatan usaha sebagai kustodian sebagaimana dimaksud dalam UUPM.

Bapepam : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal, sebagaimana dimaksud dalam UUPM.

Bapepam dan LK : Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Keuangan.

BEI atau Bursa Efek : Berarti PT Bursa Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang merupakanbursaEfeksebagaimanadidefinisikandalamPasal1angka4 UUPM, dan merupakan bursa Efek dimana saham-saham Perseroan akan dicatatkan.

BNRI : Berarti Berita Negara Republik Indonesia.

CPO : Berarti Crude Palm Oil atau minyak kelapa sawit mentah.

Daftar Pemesanan : Berarti daftar yang memuat nama-nama dari pemesan Saham Yang Pembelian Saham atau Ditawarkan dan jumlah Saham Yang Ditawarkan yang dipesan, yangDPPS disusun berdasarkan Formulir Pemesanan Pembelian Saham dan dibuat

oleh Penjamin Emisi Efek Efek : Berarti surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga

komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, Kontrak Berjangka atas Efek, dan setiap derivatif Efek.

ƒ : Berarti Gulden, mata uang yang berlaku di negara Belanda pada tahun 1910.

FormulirKonfirmasi : BerartiformuliryangmerupakankonfirmasiatashasilpenjatahanatasnamaPenjatahan atau FKP pemesan sebagai tanda bukti kepemilikan atas Saham Yang Ditawarkan

di pasar perdana.

iii

Formulir Pemesanan : Berarti formulir pemesanan saham asli untuk pembelian Saham YangPembelian Saham atau Ditawarkan atau fotokopi formulir pemesanan pembelian saham yangFPPS dibuat dalam rangkap 5 (lima) yang masing-masing harus diisi lengkap,

dibubuhi tandatangan asli pemesan serta diajukan oleh pemesan kepada Penjamin Emisi Efek pada waktu memesan Saham Yang Ditawarkan.

Grup JAW : Berarti Perseroan dan Anak Perusahaan.

Ha : Berarti hektar.

Hari Bursa : Berarti hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa Efek, yaitu hari Senin sampai dengan Jum’at, kecuali hari libur nasional atau hari yang dinyatakan sebagai hari libur oleh Bursa Efek.

Hari Kalender : Berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender gregorius tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang ditetapkan sewaktu-waktu oleh Pemerintah dan hari kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah sebagai bukan hari kerja.

Hari Kerja : Berarti hari kerja pada umumnya, tidak termasuk hari Sabtu dan Minggu serta hari yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai hari libur nasional.

Harga Penawaran : Berarti harga setiap Saham Yang Ditawarkan melalui Penawaran Umum Perdana yaitu Rp500,- (lima ratus Rupiah).

HGB : Berarti Hak Guna Bangunan.

HGU : Berarti Hak Guna Usaha.

KSEI : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang merupakan Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

Manajer Penjatahan : Berarti PT Mandiri Sekuritas, yang bertanggung jawab atas penjatahan Saham Yang Ditawarkan sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dalam Peraturan IX.A.7.

Masa Penawaran : Berarti jangka waktu bagi Masyarakat untuk dapat mengajukan pemesanan pembelian Saham Yang Ditawarkan sebagaimana ditentukan dalam Prospektus dan FPPS yaitu paling kurang 1 (satu) Hari Kerja dan paling lama 5 (lima) Hari Kerja, dengan ketentuan harus dimulai selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal surat Pernyataan Efektif. Dalam hal terjadi penghentian perdagangan efek di Bursa Efek selama paling kurang 1 (satu) Hari Bursa dalam Masa Penawaran, maka jangka waktu pemesanan dapat diperpanjang untuk periode yang sama dengan masa penghentian perdagangan efek dimaksud.

Masyarakat : Berarti perorangan baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing, dan/atau badan hukum baik badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing, baik yang bertempat tinggal atau berkedudukan hukum di Indonesia maupun bertempat tinggal atau berkedudukan hukum di luar Indonesia.

Menkumham : Berarti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dahulu dikenal dengan nama Menteri Kehakiman Republik Indonesia, atau Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, atau Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia.

iv

Para Pemesan Khusus : Berarti karyawan dan manajemen Perseroan yang pada tanggal dimulainya Masa Penawaran dan yang selama Masa Penawaran mengajukan pemesanan Saham Yang Ditawarkan kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek melalui Perseroan sebanyak-banyaknya sejumlah 10% (sepuluh persen) dari Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana.

Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek dan/atau sub Rekening Efek di KSEI yang dapat merupakan Bank Kustodian atau Perusahaan Efek.

Pemerintah : Berarti Pemerintah Republik Indonesia.

Penawaran Awal : Berarti ajakan baik langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan Prospektus Awal, segera setelah diumumkannya prospektus ringkas di surat kabar, yang bertujuan untuk mengetahui minat Masyarakat atas Saham Yang Ditawarkan, berupa indikasi jumlah saham yang ingin dibeli dan/atau perkiraan Harga Penawaran, tapi tidak bersifat mengikat dan bukan merupakan suatu pemesanan sesuai dengan Peraturan IX.A.8.

Penawaran Umum : Berarti penawaran Saham Yang Ditawarkan yang dilakukan Perseroan Perdana kepada Masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam UUPM,

peraturan pelaksanaannya dan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.

Penitipan Kolektif : Berarti penitipan atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak, yang kepentingannya diwakili oleh KSEI.

Penjamin Emisi Efek : Berarti Perusahaan Efek yang mengadakan perjanjian dengan Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana atas nama Perseroan yang dalam hal ini adalah Penjamin Pelaksana Emisi Efek, bersama-sama dengan sindikasi yang menjamin penjualan Saham Yang Ditawarkan dan melakukan pembayaran hasil Penawaran Umum Perdana di pasar perdana kepada Perseroan melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek sesuai dengan Bagian Penjaminan dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.

Penjamin Pelaksana : Berarti Penjamin Emisi Efek yang melaksanakan pengelolaan danEmisi Efek penyelenggaraan Penawaran Umum Perdana yaitu PT Mandiri Sekuritas

berkedudukan di Jakarta Selatan dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia berkedudukan di Jakarta Selatan.

Peraturan I-E : Berarti Peraturan No. I-E, Lampiran Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. 306/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004, tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

Peraturan VIII.G.12 : Berarti Peraturan No. VIII.G.12, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-17/PM/2004 tanggal 13 April 2004, tentang Pedoman Pemeriksaan Oleh Akuntan Atas Pemesanan dan Penjatahan Efek Atau Pembagian Saham Bonus

Peraturan IX.A.2 : Berarti Peraturan No. IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.

Peraturan IX.A.6 : Berarti Peraturan No. IX.A.6, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-06/PM/2001 tanggal 8 Maret 2001 tentang Pembatasan Atas Saham Yang Diterbitkan Sebelum Penawaran Umum.

v

Peraturan IX.A.7 : Berarti Peraturan No. IX.A.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-45/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000, tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan dan Penjatahan Efek dalam Penawaran Umum.

Peraturan IX.A.8 : Berarti Peraturan No. IX.A.8, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-41/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Prospektus Awal dan Info Memo.

Peraturan IX.C.2 : Berarti Peraturan No. IX.C.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep 51/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum.

Peraturan IX.E.1 : Berarti Peraturan No. IX.E.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-412/BL/2009, tanggal 25 November 2009 tentang Transaksi AfiliasidanBenturanKepentinganTransaksiTertentu.

Peraturan IX.E.2 : Berarti Peraturan No. IX.E.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK, No. Kep-413/BL/2009, tanggal 25 November 2009. tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

Peraturan IX.I.4 : Berarti Peraturan No. IX.I.4, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-63/PM/1996, tanggal 17 Januari 1996 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan.

Peraturan IX.I.5 : Berarti Peraturan No. IX.I.5, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-29/PM/2004, tanggal 24 September 2004 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.

Peraturan IX.I.7 : Berarti Peraturan No. IX.I.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-496/BL/2008, tanggal 28 November 2008 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.

Peraturan X.K.4 : Berarti Peraturan No. X.K.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No.Kep-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

Perjanjian Penjaminan : Berarti perjanjian antara Perseroan dengan Penjamin Emisi Efek sesuai Emisi Efek dengan Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum

Saham Perdana Perseroan No. 39 tanggal 22 Maret 2011 sebagaimana diubah dengan Akta Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan No. 40 tanggal 16 Mei 2011 keduanya dibuat di hadapan Yulia, SH, di Jakarta.

Pernyataan Efektif : Berarti pernyataan Bapepam dan LK yang menyatakan bahwa Pernyataan Pendaftaran menjadi efektif: (i) atas dasar lewatnya waktu, yakni pada hari ke-45 (empat puluh lima) sejak tanggal diterimanya Pernyataan Pendaftaran oleh Bapepam dan LK secara lengkap atau pada hari ke-45 (empat puluh lima) sejak tanggal perubahan Pernyataan Pendaftaran yang terakhir disampaikan Perseroan kepada atau yang diminta Bapepam dan LK, atau (ii) atas dasar pernyataan efektif dari Bapepam dan LK bahwa tidak ada lagi perubahan dan/atau tambahan informasi lebih lanjut yang diperlukan.

Pernyataan Pendaftaran : Berarti dokumen yang diajukan oleh Perseroan kepada Bapepam dan LK sesuai UUPM dan peraturan pelaksanannya.

vi

Perseroan : Berarti PT Jaya Agra Wattie Tbk., suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat.

Perusahaan Efek : Berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan/atau Manajer Investasi sebagaimana dimaksud dalam UUPM.

PMA : Berarti perusahaan penanaman modal asing.

PMDN : Berarti perusahaan penanaman modal dalam negeri.

Prospektus : Berarti dokumen tertulis yang dipersiapkan oleh Perseroan bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek, yang memuat seluruh informasi maupun fakta-fakta penting dan relevan mengenai Perseroan dan Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana bentuk dan substansi sesuai dengan Peraturan IX.C.2.

Prospektus Awal : Berarti dokumen tertulis yang dipersiapkan oleh Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan memuat seluruh informasi maupun fakta-fakta penting dan relevan mengenai Emiten serta Saham Yang Ditawarkan, dalam rangka Penawaran Umum Perdana, kecuali informasi mengenai jumlah Saham Yang Ditawarkan, Harga Penawaran, penjaminan emisi atau hal-hal lain yang berhubungan dengan persyaratan penawaran yang belum dapat diberlakukan, yang disampaikan kepada Bapepam dan LK sebagai bagian dari Pernyataan Pendaftaran dalam bentuk dan isi yang sesuai dengan Peraturan IX.A.8.

Rekening Efek : Berarti rekening yang memuat catatan posisi saham dan/atau dana milik Pemegang Saham, yang diadministrasikan di KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek yang ditandatangani Pemegang Saham, Perusahaan Efek dan Bank Kustodian.

RSS (Ribbed Smoked : Berarti produk karet yang dihasilkan dari lateks yang digumpalkan dengan Sheet) mencampur dengan asam, kemudian dipanaskan dan diasap di ruang

pengasapan.

RUPS : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham.

Rupiah atau Rp : Berarti mata uang resmi negara Republik Indonesia.

Saham atau Saham : Berarti saham biasa yang diterbitkan oleh Perseroan.Biasa Atas Nama

Saham Yang Ditawarkan : Berarti Saham Biasa Atas Nama Perseroan dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham yang dikeluarkan dari portepel yang akan ditawarkan dan dijual kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum Perdana dalam jumlah sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) saham yang selanjutnya akan dicatatkan pada BEI pada Tanggal Pencatatan.

SIR (Standard Indonesia : Berarti standar produksi untuk karet yang dihasilkan oleh Indonesia.Rubber)

TBM atau Tanaman : Berarti tanaman yang belum berproduksiBelum Menghasilkan

vii

TM atau Tanaman : Berarti tanaman yang telah berproduksiMenghasilkan

Tanggal Distribusi : Berarti tanggal dilakukannya pendistribusian Saham Yang Ditawarkan ke dalam Rekening Efek yaitu selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak Tanggal Penjatahan.

Tanggal Pencatatan : Berarti tanggal pencatatan Saham Yang Ditawarkan untuk diperdagangkan di Bursa Efek yang wajib dilaksanakan selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Distribusi yang kepastian tanggalnya akan ditentukan kemudian dalam Addendum Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.

Tanggal Pengembalian/ : Berarti tanggal pengembalian uang pemesanan pembelian Saham YangRefund Ditawarkan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek melalui Penjamin Emisi

Efek, kepada para pemesan (tidak termasuk Para Pemesan Khusus), dan oleh Perseroan kepada Para Pemesan Khusus pesanannya tidak dapat dipenuhi karena adanya penjatahan atau dalam hal Penawaran Umum Perdana dibatalkan bagaimanapun Tanggal Pengembalian tidak boleh lebih lambat dari 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal pengakhiran Perjanjian Penjaminan Emisi Efek yang mengakibatkan batalnya Penawaran Umum Perdana.

Tanggal Penjatahan : Berarti selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja terhitung setelah penutupan Masa Penawaran pada saat mana Manajer Penjatahan menetapkan penjatahan Saham Yang Ditawarkan bagi setiap pemesan.

TBS : Berarti Tandan Buah Segar.

TSR (Technically : Berarti produk karet yang dihasilkan dari lateks yang digumpalkan,Specified Rubber) kemudian dihaluskan dan dipanaskan.

UKL : Berarti Upaya Pengelolaan Lingkungan.

UPL : Berarti Upaya Pemantauan Lingkungan.

USD atau US$ : Berarti Dolar Amerika Serikat, mata uang sah negara Amerika Serikat.

UUPM : Berarti Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995 Tambahan No. 3608.

UUPT : Berarti Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007 tentang Perseroan Terbatas, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 106 tahun 2007, Tambahan No. 4756.

UU No. 18/2004 : Berarti Undang-Undang No. 18 Tahun 2004 tanggal 11 Agustus 2004 tentang Perkebunan, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 85 tahun 2004, Tambahan No. 4411.

viii

SINGKATAN NAMA PERUSAHAAN

ABS : Berarti PT Agri Bumi Sentosa

ALS : Berarti PT Aji Lebur Seketi

AW : Berarti PT Anugerah Wattiendo

BL : Berarti PT Banjoemas Landen

BP : Berarti PT Bumi Prada

CMK : Berarti PT Corah Mas Keputren Estates

CP : Berarti PT Cipanyusuhan

Grup JAW : Berarti Perseroan dan Anak-anak Perusahaan

IJR : Berarti PT Indo Java Rubber Planting Company

KE : Berarti PT Kaliduren Estates

KJW : Berarti PT Kintap Jaya Wattindo

MUL : Berarti PT Mulyaningsih

NMA : Berarti PT Nusantara Makmur Agra

PB : Berarti PT Perkebunan Biting

Perseroan : Berarti PT Jaya Agra Wattie Tbk

PK : Berarti PT Perkebunan Kroewoek

SKA : Berarti PT Sinar Kasih Abadi

ix

RINGKASAN

Ringkasan di bawah ini dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih rinci dan laporan keuangan serta catatan-catatan yang tercantum di dalam Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

1. Umum

Perseroan didirikan dengan nama Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited, suatu perseroan terbatas yang tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Pusat, berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas (Naamlooze Vennootschap) No. 157, tanggal 20 Januari 1921, dibuat di hadapan Pieter van der Meer, Notaris di Surabaya, telah memperoleh pengesahan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 69 tanggal 14 Juni 1921, dan telah didaftarkan pada Daftar Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te Soerabaja) di bawah No. 232 pada tanggal 4 Agustus 1921, dan selanjutnya telah diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 90, tanggal 11 November 1921, Tambahan No. 689 (“Akta Pendirian”).

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan UUPT, sebagaimana dinyatakan dalam Akta Berita Acara Rapat No. 07 tanggal 11 September 2008, dibuat oleh Widary Tjandrasantosa, SH, Notaris di Bandung (“Akta No. 07/2008”). Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-91071.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0115447.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008, dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 9796/RUB.09-05/III/2009 tanggal 24 Maret 2009.

Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali diubah sehubungan dengan rencana pelaksanaan Penawaran Umum Perdana. Perseroan mengubah Anggaran Dasarnya untuk disesuaikan dengan Anggaran Dasar perseroan terbuka dan sekaligus mengubah nama Perseroan menjadi PT Jaya Agra Wattie Tbk. berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 09 tanggal 2 Februari 2011, dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 09/2011”) yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0014621.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 serta telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-06383 tanggal 1 Maret 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0016823.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 1 Maret 2011.

2. Kegiatan Usaha

Pada saat didirikan, Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengelolaan perusahaan-perusahaan perkebunan dan perdagangan hasil perkebunan karet dan kelapa sawit.

Pada tahun 1997, Perseroan, melalui Anak Perusahaannya, mulai mengembangkan perkebunan kelapa sawit di daerah Kalimantan Selatan, yang dimulai dengan penanaman pada tahun 1999. Pada tahun 2008, Perseroan, melalui Anak Perusahaannya, membangun pabrik pengolahan sawit pertama dengan kapasitas 45 ton/jam di daerah Kintap, Kalimantan Selatan.

Saat ini, Perseroan sebagai perusahaan induk mengelola kegiatan usaha operasional dari Anak Perusahaan yang memiliki perkebunan-perkebunan dan pabrik-pabrik pengolahan hasil kebun.

x

Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan, sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sesuai Akta No. 09/2011 adalah menjalankan usaha terutama dalam bidang antara lain jasa pengelolaan dan perdagangan di bidang perkebunan dan pengolahan karet, kelapa sawit, kopi dan teh terpadu.

3. Penyertaan Saham

Perseroan memiliki penyertaan saham secara langsung pada Anak Perusahaan sebagai berikut :

No Anak Bidang Kepemilikan Tahun Tahun Nama Lokasi Perusahaan Usaha Penyertaan*) Operasi Perkebunan Perkebunan Komersial 1 ABS Perkebunan karet 94,03%***) 2006 2008 Perkebunan Desa Karyatani, Kecamatan dan kelapa sawit, Wanajaya Barambai, Kabupaten Batola, produksi veneer Propinsi Kalimantan Selatan. Perkebunan Desa Parung Kujang, Cileles Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. UPK Dusun Cikate, Desa Cikembar Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat2 AW Perkebunan kelapa 50,00%**) 2008 - - Kabupaten Barito Kuala, sawit dan karet****) Kalimantan Selatan3 BL Perkebunan dan 98,00% 1987 1910 Perkebunan Desa Prapagan, pengolahan karet Kaliminggir Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah.4 BP Perkebunan karet 80,00%**) 1992 - - Kabupaten Hulu Sungai dan kelapa Tengah, Kalimantan sawit****) Selatan5 CMK Perkebunan karet 96,70% 1990 1910 Perkebunan Desa Kemiri, Kecamatan Panti, dan kopi, Keputren Kabupaten Jember, Propinsi pengolahan karet Jawa Timur. Perkebunan Desa Pace, Kecamatan Silo, Corah Mas Kabupaten Jember, Keputren Propinsi Jawa Timur.6 CP Perkebunan dan 99,00% 2007 1961 Perkebunan Desa Margajaya, Kecamatan pengolahan karet Cilaki/Pasir Cimarga, Kabupaten Lebak, Pari Propinsi Banten7 IJR Perkebunan dan 100%**) 1986 1907 Perkebunan Desa Pegadingan, Kecamatan pengolahan karet Ciseru/Cipari Cipari, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah8 KE Perkebunan karet, 95,10% 1994 1905 Perkebunan Desa Langkapjaya/Kertajaya, kopi dan teh, Tugu/ Kecamatan Lengkong pengolahan karet Cimenteng Simpenan, Kabupaten dan kopi Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Perkebunan Desa Tugusari, Kecamatan Tugusari Bangsalsari, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur9 KJW Perkebunan kelapa 95,47% 1998 2004 Perkebunan Desa Kintap, Kecamatan sawit dan karet, Kintap Kintap, Kabupaten Tanah pabrik minyak Laut, Propinsi Kalimantan kelapa sawit Selatan. Perkebunan Desa Raden, Kecamatan Kurau, Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. Perkebunan Desa Tebing Siring, Kecamatan Tebing Siring Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan.

xi

No Anak Bidang Kepemilikan Tahun Tahun Nama Lokasi Perusahaan Usaha Penyertaan*) Operasi Perkebunan Perkebunan Komersial10 MUL Perkebunan kopi 96,84% 1986 1962 Perkebunan Desa Karangpring, Kecamatan dan karet, Durjo Sukorambi, Kabupaten Jember, pengolahan kopi Propinsi Jawa Timur.11 NMA Perkebunan kelapa 90,00%**) 2010 - - Kabupaten Musi sawit****) Banyuasin, Sumatera Selatan 12 PB Perkebunan dan 98,00% 1996 1918 Perkebunan Desa Kedungboto, Kecamatan pengolahan karet Biting Limbangan, Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah.13 PK Perkebunan dan 97,70% 1986 1910 Perkebunan Desa Darmasari, Kecamatan pengolahan karet Bayah Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten.*) Tahun penyertaan berdasarkan persetujuan/pemberitahuan/laporan kepada Menkumham**) Masih berupa izin lokasi, belum beroperasi secara komersial***) Melakukan produksi dan penjualan veneer pada tahun 2008 sedangkan lahan perkebunan masih berupa tanaman yang

belum menghasilkan****) Belum beroperasi, lokasi perkebunan berdasarkan ijin lokasi

Lokasi kedudukan kantor pusat Anak-anak perusahaan berada di Wisma BSG, Jalan Abdul Muis No. 40, Jakarta 10160.

Berikut ini tabel mengenai perkebunan yang dikelola oleh Perseroan dan Anak Perusahaan :

No Nama Lokasi Jenis Luas (Ha) Tanaman Tanaman Belum Keterangan Perkebunan Tanaman Menghasilkan Menghasilkan 1 Perkebunan Desa Karyatani, Kelapa Sawit 12.419,80 - 5.610,80 Milik ABS Wanajaya Kecamatan Barambai, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan 2 Perkebunan Desa Parung Karet 788,74 - 651,56 Milik ABS Cileles Kujang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten 3 Perkebunan Desa Prapagan, Karet 490,00 385,50 81,00 Milik BL Kaliminggir Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah 4 Perkebunan Desa Kemiri, Kopi 166,25 159,06 5,00 Milik CMK Keputren Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur 5 Perkebunan Desa Pace, Karet 443,93 220,28 188,70 Milik CMK Corah Mas Kecamatan Silo, Keputren Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur 6 Perkebunan Desa Margajaya, Karet 96,04 70,13 20,60 Milik CP Cilaki/Pasir Kecamatan Cimarga, Pari Kabupaten Lebak, Propinsi Banten 7 Perkebunan Desa Pegadingan, Karet 2.408,78 1.827,08 407,32 Milik IJR Ciseru/Cipari Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah 8 Perkebunan Desa Langkapjaya/ Karet 1.208,39 283,11 718,56 Milik KE Tugu/ Kertajaya, Kecamatan Cimenteng Lengkong/Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat

xii

No Nama Lokasi Jenis Luas (Ha) Tanaman Tanaman Belum Keterangan Perkebunan Tanaman Menghasilkan Menghasilkan9 Perkebunan Desa Langkapjaya/ Kopi 181,03 178,38 - Milik KE Tugu/ Kertajaya, Kecamatan Cimenteng Lengkong/Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat, 10 Perkebunan Desa Langkapjaya/ Teh 504,30 504,30 - Milik KE Tugu/ Kertajaya, Kecamatan Cimenteng Lengkong/Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 11 Perkebunan Desa Tugusari, Karet 998,37 492,22 444,64 Milik KE Tugusari Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur 12 Perkebunan Desa Tugusari, Kopi 93,90 91,82 - Milik KE Tugusari Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur 13 Perkebunan Kecamatan Kintap, Kelapa Sawit 6.055,16 4.418,70 795,13 Milik KJW Kintap Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan 14 Perkebunan Kabupaten Tanah Kelapa Sawit 6.552,05 - 4.915,00 Milik KJW Pelaihari Laut, Propinsi Kalimantan Selatan 15 Perkebunan Desa Tebing Siring, Karet 2.201,33 - 1.830,62 Milik KJW Tebing Siring Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan 16 Perkebunan Desa Karangpiring, Karet 511,60 5,00 498,72 Milik MUL Durjo Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur 17 Perkebunan Desa Karangpiring, Kopi 113,41 113,41 - Milik MUL Durjo Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur 18 Perkebunan Desa Kedungboto, Karet 444,76 294,51 60,50 Milik PB Biting Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah 19 Perkebunan Desa Darmasari, Karet 1.012,00 777,74 96,99 Milik PK Bayah Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten

4. Struktur Permodalan

Berdasarkan Akta No. 09/2011, struktur permodalan dan susunan pemegang saham serta komposisi kepemilikan saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp100,- per saham Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,0C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000

xiii

Berikut ini adalah struktur permodalan Perseroan sebelum dan setelah Penawaran Umum Perdana:

Keterangan

Nilai Nominal Rp100,- Per Saham Sebelum Penawaran Umum Perdana Sesudah Penawaran Umum Perdana Jumlah Saham Jumlah Nilai % Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) Nominal (Rp) %A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 10.000.000.000 1.000.000.000.000 B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 792.684.000 79.268.400.000 21,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 340.292.000 34.029.200.000 9,02 Masyarakat - - - 1.132.405.500 113.240.550.000 30,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,00 3.774.685.500 377.468.550.000 100,00C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000 6.225.314.500 622.531.450.000

5. Penawaran Umum Perdana

Jumlah Saham Yang Ditawarkan : Sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham, dimana sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana akan dialokasikan kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan

Nilai Nominal : Rp100,- (seratus Rupiah) setiap SahamHarga Penawaran : Rp500,- (lima ratus Rupiah) setiap SahamJumlah Saham Yang Dicatatkan : Sebesar 3.774.685.500 (tiga miliar tujuh ratus tujuh puluh empat

juta enam ratus delapan puluh lima ribu lima ratus) SahamJumlah Penawaran Umum Perdana : Sebesar Rp566.202.750.000,- (lima ratus enam puluh enam

miliar dua ratus dua juta tujuh ratus lima puluh ribu Rupiah).

Seluruh Saham Yang Ditawarkan sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham atau sebesar 30% (tiga puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana, dimana sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana akan dialokasikan kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan sesuai Akta No. 09/2011, bersama dengan seluruh saham Perseroan yang telah dikeluarkan sebelum Penawaran Umum Perdana yaitu sebanyak 2.642.280.000 (dua miliar enam ratus empat puluh dua juta dua ratus delapan puluh ribu) saham, akan dicatatkan di BEI.

Berdasarkan Akta No. 09/2011, pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk melaksanakan program alokasi saham kepada manajemen dan karyawan Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana.

Keterangan selengkapnya mengenai Penawaran Umum Perdana dapat dilihat pada Bab I tentang Penawaran Umum Perdana di dalam Prospektus ini.

6. Rencana Penggunaan Dana

Perseroan bermaksud menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana atas Saham Yang Ditawarkan, setelah dikurangi biaya emisi yang terkait dengan Penawaran Umum Perdana:

1. Sekitar 90% akan digunakan untuk membiayai sebagian program penanaman karet, kelapa sawit dan pembangunan pabrik serta fasilitas lainnya di anak-anak perusahaan dalam bentuk penyertaan saham;

xiv

2. Sisanya sekitar 10% akan digunakan sebagai biaya perolehan lahan baru, modal kerja Perseroan seperti perluasan sewa kantor, serta belanja modal Perseroan seperti pembelian komputer dan kendaraan Perseroan.

Keterangan lebih lengkap mengenai penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini.

7. Keunggulan Kompetitif

Keunggulan kompetitif Perseroan yang utama terletak pada faktor-faktor berikut:

1. Pengalaman selama 90 (sembilan puluh) tahun dalam pengembangan dan pengolahan karet pada khususnya;

2. Tersedia cadangan lahan sekitar 30.000 hektar;3. Diversifikasitanaman(khususnyakaretdankelapasawit);4. Ragam tanaman yang dikembangkan merupakan jenis unggulan;5. Umur tanaman yang sebagian besar merupakan tanaman muda dan memiliki potensi produktivitas

yang terus meningkat;6. Produk-produk yang dihasilkan oleh Perseroan telah memenuhi standar nasional dan internasional.

8. Strategi Usaha

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan melakukan hal-hal sebagai berikut :- Senantiasa menjaga kualitas produk hasil perkebunan dan produksi, yang ditentukan berdasarkan

standar nasional dan internasional, serta meningkatkan produktivitas tanaman;- Menjaga hubungan baik dengan pelanggan dengan cara memberikan harga penjualan yang kompetitif

dengan tetap mengacu kepada harga komoditas yang berlaku di pasar internasional, serta melakukan pengiriman produk sesuai kontrak penjualan tepat pada waktunya;

- Perseroan tetap akan konsisten melaksanakan dan mengembangkan kegiatan usaha di bidang perkebunan dan pengolahan hasil-hasil kebun, terutama dengan fokus pada karet dan kelapa sawit;

- Perseroan berencana untuk terus mengembangkan areal kebun yang dimilikinya baik dengan memanfaatkan lahan cadangan yang dimilikinya saat ini, maupun dengan mengakuisisi lahan-lahan lain yang berpotensi;

- Rencana pembangunan pabrik kelapa sawit dan crumb rubber untuk meningkatkan kapasitas pengolahan secara keseluruhan;

- Perseroan melakukan pembangunan infrastruktur khususnya jalan dan pelabuhan CPO;- Perseroan senantiasa melakukan program-program sosial dan kemasyarakatan sebagai tanggung

jawab sosialnya terhadap masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup di sekitar perkebunan dan pabrik pengolahan Grup JAW.

9. Risiko Usaha

Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan- Perseroanmenghadapirisikopengaruhfluktuasihargakomoditasinternasional.- Kondisi iklim dan alam dapat memberikan dampak negatif terhadap Perseroan.- Perseroan menghadapi risiko dari perubahan peraturan yang berkaitan dengan perolehan, pem-

baharuan dan pengurangan luas lahan Hak Guna Usaha.- Perseroan menghadapi risiko adanya pembatasan kepemilikan lahan perkebunan.- Perseroan menghadapi risiko terkait persediaan.- Risikoyangditimbulkanolehfluktuasirupiahterhadapmatauangasing.- Perseroan menghadapi risiko peningkatan kompetisi pada segmen usahanya. - Perseroan menghadapi risiko atas hilangnya hak kepemilikan atas lahan yang tercakup dalam Izin Lokasi.- Perseroan dapat mengalami dampak negatif atas penerapan dan penegakan regulasi dampak

lingkungan yang lebih ketat.- Perseroan menghadapi risiko yang dapat ditimbulkan oleh adanya pemogokan tenaga kerja.- Perseroan menghadapi risiko terkait hutang Perseroan.- Risiko yang ditimbulkan atas penerapan Peraturan Pemerintah mengenai Pajak Ekspor, Kebijakan

Impor dan Tarif.

xv

Risiko Terkait yang Disebabkan Oleh Kondisi Ekonomi, Politik dan Sosial Indonesia - Kegiatan operasional utama Perseroan dilakukan di dalam negeri. Perseroan dipengaruhi oleh

kebijakan ekonomi Pemerintah, kondisi ekonomi dalam negeri yang tidak stabil, serta perubahan kebijakan, peraturan dan regulasi di dalam negeri, demikian pula dengan pengaruh kondisi iklim dan alam. Kondisi-kondisi ini dapat memberikan dampak negatif terhadap Perseroan.

- Kondisi politik dan sosial dalam negeri yang tidak stabil dapat memberikan dampak negatif terhadap Perseroan.

- Risiko kegiatan-kegiatan terorisme di Indonesia dapat memperburuk stabilitas negara sehingga berdampak negatif pada kegiatan usaha Perseroan.

Risiko terkait Investasi pada saham Perseroan - PerseroanMenghadapiRisikoHargaSahamPerseroanDapatBerfluktuasi diMasayangAkan

Datang- Penjualan Saham Perseroan di Masa yang Akan Datang Dapat Berdampak Negatif Terhadap Harga

Pasar Saham Perseroan- Kemampuan Perseroan untuk Membayar Dividen di Masa yang Akan Datang Akan Bergantung

pada Laba di Masa yang Akan Datang, Kondisi Keuangan, Arus Kas, Kebutuhan Modal Kerja dan Ekspansi Perkebunan

10. Perkara Material

Perseroan maupun Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tidak sedang terlibat atau terancam sengketa/gugatan di badan peradilan dan/atau badan arbitrase manapun yang dapat secara material mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan.

11. Ikhtisar Data Keuangan Penting

Tabel berikut di bawah ini menggambarkan Ikhtisar Data Keuangan penting Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 yang telah diaudit oleh KAP Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang (anggota dari BKR International), kesemuanya dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian:

(dalam jutaan Rupiah)Uraian 2010 2009 2008 2007 2006Pendapatan Usaha 413.432 369.703 301.541 167.081 148.135 Beban Pokok Penjualan 231.170 244.816 181.842 111.904 100.706 Laba Usaha 149.389 91.461 92.569 37.328 29.552Laba Bersih Setelah Pajak 80.113 43.497 27.831 10.212 7.548 Jumlah Aset 1.046.889 823.242 655.653 427.279 294.456 Jumlah Kewajiban 658.537 527.522 387.918 215.759 170.422 Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan 43.706 31.086 58.898 41.215 35.292Jumlah Ekuitas 344.826 264.634. 208.837 170.306 88.743

Untuk keterangan lebih rinci mengenai kondisi keuangan Perseroan, dapat dilihat pada Bab IV mengenai Ikhtisar Data Keuangan Penting, Bab V mengenai Analisis dan Hasil Pembahasan Oleh Manajemen, dan Bab XVI mengenai Laporan Keuangan Beserta Laporan Auditor Independen.

12. Kebijakan Dividen

Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan Anggaran Dasar Perseroan, laba bersih setelah pajak Perseroan dapat dibagikan kepada Pemegang Saham sebagai dividen setelah penyisihan dana cadangan wajib yang dipersyaratkan undang-undang. Pembagian dividen harus disetujui oleh Pemegang Saham melalui keputusan RUPS Tahunan berdasarkan rekomendasi Perseroan.

xvi

Manajemen Perseroan merencanakan kebijakan pembagian dividen tunai maksimum 30% (tiga puluh persen) dari laba bersih setelah pajak Perseroan untuk setiap tahunnya. Perseroan berencana untuk membagikan dividen setidaknya setahun kecuali diputuskan lain dalam RUPS, dimulai dengan tahun buku 2011 yang akan dibayarkan pada tahun 2012.

Direksi Perseroan akan membayarkan dividen, dengan persetujuan para pemegang saham dalam RUPS.

Perseroan tidak memiliki negative covenant yang dapat mempengaruhi rencana pembagian dividen kepada pemegang saham. Berdasarkan beberapa perjanjian dengan beberapa bank, tidak terdapat pembatasan pembagian dividen.

Keterangan lebih lanjut mengenai kebijakan dividen dapat dilihat pada Bab XII mengenai Kebijakan Dividen.

1

BAB I. PENAWARAN UMUM

Para Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek untuk dan atas nama Perseroan dengan ini melakukan Penawaran Umum Perdana sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama, dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) setiap Saham Yang Ditawarkan kepada masyarakat dengan Harga Penawaran Rp500,- (lima ratus Rupiah) setiap Saham dan harus dibayar penuh pada saat mengajukan FPPS. Nilai Penawaran Umum adalah sebesar Rp566.202.750.000,- (lima ratus enam puluh enam miliar dua ratus dua juta tujuh ratus lima puluh ribu Rupiah).

Saham-saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana ini seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat, dalam segala hal, dengan saham Perseroan lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak untuk mendapatkan pembagian dividen dan mengeluarkan hak suara dalam RUPS yang diselenggarakan oleh Perseroan.

PT JAYA AGRA WATTIE Tbk.Kegiatan Usaha

Jasa pengelolaan dan perdagangan di Bidang Perkebunan dan PengolahanKaret, Kelapa Sawit, Kopi, dan Teh Terpadu

Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

Kantor Pusat: Pabrik : Wisma BSG Lantai 8 9 (sembilan) unit pabrik yang berlokasi di Banten, Jalan Abdul Muis No. 40 Jawa Barat, Jawa Tengah,Jawa Timur, Jakarta 10160 Kalimantan Selatan Telepon: (62-21) 350 5410 Faksimili: (62-21) 350 5415 Website: www.jawattie.com

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN YAITU RISIKO PENGARUH FLUKTUASI HARGA KOMODITAS INTERNASIONAL.

RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI DALAM PROSPEKTUS INI.

2

Perseroan adalah suatu perseroan terbatas yang tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Pusat, yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan UUPT, sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 07/2008. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-91071.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0115447.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008, dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 9796/RUB.09-05/III/2009 tanggal 24 Maret 2009.

Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali diubah sehubungan dengan rencana pelaksanaan Penawaran Umum Perdana berdasarkan Akta No. 09/2011 yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0014621.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 serta telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-06383 tanggal 1 Maret 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0016823.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 1 Maret 2011.

Berdasarkan Akta No. 09/2011 tersebut, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Modal SahamTerdiri Dari Saham Biasa Atas Nama

Dengan Nilai Nominal Rp100,- Setiap Saham

Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) Persentase (%)A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 B. Modal Ditempatkan dan Disetor penuh Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,0C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000

Pemegang Saham yang namanya sah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal.

Berdasarkan Surat Bapepam-LK No.S-5586/BL/2011 tanggal 20 Mei 2011, Pernyataan Pendaftaran yang diajukan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Perdana sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap Saham, telah memperoleh Pernyataan Efektif.

Dengan terjualnya seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum Perdana ini, maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham serta komposisi kepemilikan saham Perseroan sesudah Penawaran Umum Perdana ini, secara proforma menjadi sebagai berikut:

3

Modal SahamTerdiri Dari Saham Biasa Atas Nama

Dengan Nilai Nominal Rp100,- Setiap Saham

Keterangan

Nilai Nominal Rp100,- Per Saham Sebelum Penawaran Umum Perdana Sesudah Penawaran Umum Perdana Jumlah Saham Jumlah Nilai % Jumlah Saham Jumlah Nilai % Nominal (Rp) Nominal (Rp)A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 10.000.000.000 1.000.000.000.000 B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 792.684.000 79.268.400.000 21,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 340.292.000 34.029.200.000 9,02 Masyarakat - - - 1.132.405.500 113.240.550.000 30,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,00 3.774.685.500 377.468.550.000 100,00C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000 6.225.314.500 622.531.450.000

Sesuai dengan Peraturan IX.A.6, setiap pihak yang memperoleh saham dan atau efek bersifat ekuitas lain dari Perseroan, dengan harga dan atau nilai konversi dan atau harga pelaksanaan di bawah Harga Penawaran dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sebelum penyampaian Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam dan LK dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan atas saham dan atau efek bersifat ekuitas lain Perseroan sampai dengan 8 (delapan) bulan setelah Pernyataan Efektif.

Berikut ini adalah informasi mengenai pemegang saham yang melakukan penyetoran modal pada Perseroan dalam kurun waktu 6 (enam) bulan sebelum penyampaian Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam dan LK :

Nama Pemegang Saham Jumlah SahamUtama Hadi Surya 754.652.000Dwijaya Hadi Surya 754.652.000SKA 792.684.000ALS 340.292.000

Pemegang saham tersebut diatas melakukan penyetoran modal dengan harga penyertaan sebesar nilai nominal tiap saham yaitu Rp100,-. Saham-saham tersebut memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat, dalam segala hal, dengan saham Perseroan lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh sebelum penyetoran modal dilaksanakan.

Program Alokasi Saham Manajemen dan Karyawan (Management and Employee Stock Allocation / MESA)

Berdasarkan Akta No. 09/2011, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk melaksanakan program alokasi saham kepada manajemen dan karyawan Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana.

Tujuan utama Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan Perseroan adalah untuk meningkatkan rasa kepemilikan terhadap Perseroan oleh manajemen dan karyawan Perseroan sehingga mempunyai rasa memiliki (sense of belonging) dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja dari masing-masing karyawan yang pada akhirnya akan meningkatkan pula kinerja korporasi secara keseluruhan sehingga terdapat peningkatan nilai perusahaan yang dapat dinikmati oleh stakeholder Perseroan.

Pihak-pihak yang dapat berpartisipasi dalam program MESA adalah :1. Anggota Dewan Komisaris kecuali Komisaris Independen;2. Anggota Direksi kecuali Direktur Tidak Terafiliasi;3. Karyawan yang memenuhi ketentuan sebagai berikut :

a. Staf yang tercatat pada tanggal 31 Desember 2010;b. Staf yang tidak memiliki sanksi administratif.

4

Berikut ini ketentuan-ketentuan mengenai pelaksanaan program MESA :

a) Perseroan akan memberikan saham penghargaan secara cuma-cuma kepada peserta yang memenuhi persyaratan seperti tersebut di atas, atas nama masing-masing peserta pada tanggal distribusi saham dalam rangka Penawaran Umum Perdana. Pembayaran atas saham penghargaan menjadi beban Perseroan, dimana Perseroan akan melakukan pembayaran atas saham penghargaan ke rekening Penjamin Pelaksana Emisi Efek selambat-lambatnya pada hari kerja kedua dalam Masa Penawaran. Jumlah saham penghargaan adalah minimum 5% dari total saham yang dialokasikan dalam rangka MESA. Saham penghargaan yang diberikan dalam Program MESA akan dikenakan lock-up atau tidak dapat diperjualbelikan untuk jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek. Saham penghargaan dicatatkan oleh Perseroan sebagai insentif kepada manajemen dan karyawan serta dikenakan pajak penghasilan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Berikut ini kriteria karyawan yang mendapatkan saham penghargaan: 1. Karyawan dengan level staf ke atas yang berada di perkebunan maupun kantor pusat2. Pada bulan Desember 2010 sudah menjadi karyawan tetap3. Daftar karyawan yang mendapatkan saham penghargaan ditetapkan berdasarkan kebijakan

Direktur Utama dengan memperhatikan masa kerja dan prestasi karyawan.

b) Perseroan akan menawarkan penjatahan pasti sebanyak-banyaknya 95% dari total saham yang dialokasikan dalam rangka MESA kepada peserta yang memenuhi persyaratan tersebut di atas. Peserta yang menyetujui penawaran wajib membeli saham tersebut dengan membayar harga saham sebanyak-banyaknya 95% dari Harga Penawaran. Sebanyak 5% dari Harga Penawaran menjadi tanggungan Perseroan. Saham penjatahan pasti tidak dikenakan lock-up dan karenanya dapat ditransaksikan pada saat saham Perseroan dicatatkan di Bursa Efek. Apabila terdapat sisa alokasi saham penjatahan pasti yang tidak dibeli oleh peserta, maka peserta lain yang memenuhi syarat dimungkinkan untuk mengajukan pemesanan saham tambahan dengan jumlah maksimal 1 (satu) kali jumlah saham penjatahan pasti yang telah dialokasikan atas nama peserta yang mengajukan. Apabila total permohonan tambahan melebihi sisa saham yang tersedia, akan dijatahkan secara proporsional. Saham penjatahan pasti tidak dikenakan pajak, namun bilamana di kemudian hari saham tersebut akan dijual, maka akan dikenakan pajak penjualan sesuai peraturan yang berlaku.

Berikut ini kriteria karyawan yang mendapatkan alokasi pasti: 1. Karyawan dengan level staf ke atas yang berada di perkebunan maupun kantor pusat2. Pada bulan Desember 2010 sudah menjadi karyawan tetap3. Daftar karyawan yang mendapatkan alokasi pasti ditetapkan oleh tim yang ditunjuk oleh Direksi

Perseroan dengan memperhatikan masa kerja dan jabatan karyawan.

Biaya-biaya yang timbul dalam pelaksanaan program MESA akan ditanggung oleh Perseroan.

Hak kepesertaan dalam program MESA akan gugur apabila :1. Karyawan berhenti bekerja dari Perseroan dalam periode lock-up, kecuali apabila karyawan tersebut

pensiun;2. Apabila peserta terlibat perkara kriminal dalam kurun waktu lock-up;3. Peserta menyerahkan hak kepesertaannya kepada Perseroan atas kemauan sendiri.

Perseroan telah menunjuk pejabat bagian sumberdaya manusia dan hukum Perseroan untuk menjadi pengelola MESA.

Apabila saham yang dipesan dalam program MESA kurang dari jumlah yang dialokasikan, maka sisanya akan ditawarkan kepada masyarakat dalam Penawaran Umum Perdana.

Program MESA akan dilaksanakan dan dilaporkan oleh Perseroan dengan mengikuti peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

5

Apabila seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum Perdana ini telah terjual, dan program MESA seperti dijelaskan di atas telah diimplementasikan, maka susunan modal saham dan pemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah Penawaran Umum Perdana ini, secara proforma menjadi sebagai berikut:

Modal SahamTerdiri Dari Saham Biasa Atas Nama

Dengan Nilai Nominal Rp100,- (seratus Rupiah) Setiap Saham

Keterangan

Nilai Nominal Rp100,- Per Saham Sebelum Penawaran Umum Perdana Sesudah Penawaran Umum Perdana Jumlah Saham Jumlah Nilai % Jumlah Saham Jumlah Nilai % Nominal (Rp) Nominal (Rp)A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 10.000.000.000 1.000.000.000.000 B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 792.684.000 79.268.400.000 21,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 340.292.000 34.029.200.000 9,02 Masyarakat - - - 1.019.165.000 101.916.500.000 27,00 Manajemen dan Karyawan (MESA) - - - 113.240.500 11.324.050.000 3,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,00 3.774.685.500 377.468.500.000 100,00C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000 6.225.314.500 622.531.450.000

Bersamaan dengan pencatatan Saham yang berasal dari Penawaran Umum Perdana ini, yaitu sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama atau 30% (tiga puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana, maka Perseroan juga akan mencatatkan seluruh Saham Biasa Atas Nama pemegang saham sebelum Penawaran Umum Perdana sebesar 2.642.280.000 (dua miliar enam ratus empat puluh dua juta dua ratus delapan puluh ribu) saham atau 70% (tujuh puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana. Dengan demikian, jumlah Saham yang akan dicatatkan oleh Perseroan di BEI adalah sebesar 3.774.685.500 (tiga miliar tujuh ratus tujuh puluh empat juta enam ratus delapan puluh lima ribu lima ratus) Saham, atau sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh sesudah Penawaran Umum Perdana ini.

Perseroan tidak bermaksud untuk mengeluarkan atau mencatatkan saham lain dan/atau efek lain yang dapat dikonversi menjadi Saham dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana ini menjadi Efektif.

Risiko terkait dengan kepemilikan atas saham Perseroan yaitu tidak likuidnya Saham Yang Ditawarkan pada penawaran umum ini. Mengingat jumlah Saham Yang Ditawarkan Perseroan tidak terlalu besar, maka terdapat kemungkinan perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek akan menjadi tidak likuid. Dengan demikian, Perseroan tidak dapat memprediksi apakah perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek akan aktif atau likuiditas saham Perseroan akan terjaga.

6

BAB II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM

Perseroan bermaksud menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana atas Saham Yang Ditawarkan, setelah dikurangi biaya emisi yang terkait dengan Penawaran Umum Perdana:

1. Sekitar 90% akan digunakan untuk membiayai sebagian program penanaman karet, kelapa sawit dan pembangunan pabrik serta fasilitas lainnya di anak-anak perusahaan dalam bentuk penyertaan saham, dengan rincian sebagai berikut:

- PT Agri Bumi SentosaBentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baruPersentase penggunaan dana: Sekitar 40% Bentuk pengembangan: • Penanaman baru kebun kelapa sawit di wilayah

Kalimantan dan pengembangan kebun kelapa sawit yang belum menghasilkan di wilayah Kalimantan

• Pembangunan pabrik kelapa sawit baru dengan kapasitas sekitar 30 ton TBS/jam di wilayah Kalimantan dan pabrik karet baru dengan kapasitas sekitar 150 kg RSS/jam di wilayah Jawa pada tahun 2012

• Pembangunan dan penyediaan fasilitas lainnya seperti bangunan, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain

Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011

- PT Anugerah WattindoBentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baruPersentase penggunaan dana: Sekitar 35% Bentuk pengembangan: • Penanaman baru kebun kelapa sawit dan kebun

karet di wilayah Kalimantan • Pembangunan dan penyediaan fasilitas lainnya

seperti bangunan, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain

Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011

- PT Bumi PradaBentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baruPersentase penggunaan dana: Sekitar 20% Bentuk pengembangan: • Penanaman baru kebun kelapa sawit di wilayah

Kalimantan • Pembangunan dan penyediaan fasilitas lainnya

seperti bangunan, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain

Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011

- PT Kintap Jaya WattindoBentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baruPersentase penggunaan dana: Sekitar 3% Bentuk pengembangan: Pembangunan pabrik karet remah dengan kapasitas

sekitar 1,5 ton/jam di wilayah Kalimantan pada tahun 2012

Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011

7

- PT MulyaningsihBentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baruPersentase penggunaan dana: Sekitar 2% Bentuk pengembangan: • Pembangunan pabrik karet lembaran dengan

kapasitas sekitar 150 kg RSS/jam di wilayah Jawa pada tahun 2012

• Pembangunan dan penyediaan fasilitas lainnya seperti bangunan, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain

Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011

2. Sisanya sekitar 10% akan digunakan sebagai biaya perolehan lahan baru, modal kerja Perseroan seperti perluasan sewa kantor, serta belanja modal Perseroan seperti pembelian komputer dan kendaraan Perseroan.

Manajemen Perseroan menyatakan bahwa setiap penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana akan mengikuti ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku. Apabila penggunaan dana memenuhi ketentuan kriteria Transaksi Afiliasi, transaksi yang mengandung Benturan Kepentingan, Transaksi Material dan/atau Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka wajib mengikuti Peraturan Bapepam-LK No.IX.E.1 dan/atau Peraturan Bapepam-LK No.IX.E.2

Perseroan akan mempertanggungjawabkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana ini secara periodik kepada Pemegang Saham dalam RUPS dan melaporkan secara berkala kepada Bapepam dan LK sesuai dengan Peraturan X.K.4 dan BEI sesuai dengan Peraturan I-E.

Apabila dikemudian hari Perseroan bermaksud mengubah rencana penggunaan dananya, maka Perseroan terlebih dahulu akan melaporkannya ke Bapepam dan LK sesuai dengan Peraturan X.K.4 dan BEI sesuai dengan Peraturan I-E serta meminta persetujuan RUPS.

Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Bapepam dan LK No. SE-05/BL/2006 tanggal 29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Beban yang Dikeluarkan Dalam Rangka Penawaran Umum Perdana, total beban yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah sekitar 3,15% (tiga koma satu lima persen) dari nilai Penawaran Umum Perdana yang meliputi:

• Beban jasa untuk Penjamin Emisi Efek sekitar 2,00%, yang terdiri dari : - Beban jasa penyelenggaraan (management fee) sekitar 1,50% - Beban jasa penjaminan (underwriting fee) sekitar 0,25% - Beban jasa penjualan (selling fee) sekitar 0,25% • Beban Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal sekitar 0,40%, yang terdiri dari : - Akuntan Publik sekitar 0,07% - Konsultan Hukum sekitar 0,23% - Notaris sekitar 0,03% - Biro Administrasi Efek sekitar 0,02% - Penilai sekitar 0,05% • Konsultan Keuangan sekitar 0,19% • Lain-lain, antara lain biaya public expose, roadshow, pencatatan di BEI, KSEI, percetakan, iklan dan

paparan publik sekitar 0,56%.

8

BAB III. PERNYATAAN HUTANG

Keterangan yang ada dalam Bab ini harus dibaca bersama-sama dengan laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan beserta catatan-catatan di dalamnya yang terdapat pada Bab XVI pada Prospektus.

Tabel berikut di bawah ini menggambarkan hutang Perseroan dan Anak Perusahaan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.

Pada tanggal 31 Desember 2010, Perseroan dan Anak Perusahaan mempunyai kewajiban yang seluruhnya berjumlah Rp658.357 juta, terdiri dari kewajiban lancar sebesar Rp134.593 juta, dan kewajiban tidak lancar sebesar Rp523.764 juta, dengan perincian sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah) Keterangan JumlahKewajiban Lancar Hutang bank 53.500 Hutang usaha 17.434Hutang lain-lain 1.400Hutang pajak 14.618Biaya masih harus dibayar 15.083 Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Bank 30.157 Hutang sewa pembiayaan 2.401Jumlah Kewajiban Lancar 134.593Kewajiban Tidak Lancar Goodwill negatif – bersih 31.644Hutang plasma 6.327Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bank 425.877 Hutang sewa pembiayaan 1.831Hutang pihak hubungan istimewa 308Kewajiban imbalan kerja 34.946Kewajiban pajak tangguhan – bersih 22.831Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 523.764JUMLAH KEWAJIBAN 658.357

1. KEWAJIBAN LANCAR

Hutang Bank

Hutang bank pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp53.500 juta yang terdiri dari hutang bank Perseroan dan PK sebagai berikut:

Indonesia Eximbank

Pada bulan Maret 2007, Perseroan memperoleh fasilitas kredit modal kerja ekspor dari Indonesia Eximbank dengan jumlah maksimum sebesar Rp50.000 juta. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 12% per tahun (direview setiap 3 bulan) dan dijamin dengan: • Perkebunan karet, bangunan, sarana pelengkap, mesin dan peralatan dengan Sertifikat No. 613/2007

dan No. 1248/2008 atas nama PB.• Fidusia atas kendaraan bermotor milik PB.• Fidusia atas piutang usaha Perseroan.• Fidusia atas persediaan barang dagang Perseroan.• Tanah dengan bukti Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 16 dan No. 11 seluas 610,17 hektar

atas nama CMK.

9

Fasilitas ini telah jatuh tempo tanggal 25 Maret 2011 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Maret 2012 sesuai dengan persetujuan Indonesia Eximbank pada tanggal 29 Maret 2011. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp50.000 juta.

Pinjaman ini mencakup persyaratan yang membatasi hak Perseroan antara lain untuk melakukan merger, melakukan konsolidasi usaha, investasi, mengubah anggaran dasar, mengubah status Perseroan, membagikan dividen, mengubah struktur permodalan, mengubah komposisi pemegang saham, mengubah pengurus dan melakukan investasi di luar bidang usaha. Pada tanggal 24 Februari 2011, Indonesia Eximbank memberikan surat persetujuan kepada Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan dan memberikan surat pembebasan (waiver) terkait dengan beberapa pembatasan yaitu mengubah anggaran dasar, mengubah status Perseroan, mengubah struktur permodalan, mengubah komposisi pemegang saham, mengubah pengurus dan membagikan dividen.

Di samping pembatasan di atas, Perseroan dan anak perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan rasio hutang terhadap modal maksimal tidak lebih dari 2,5 kali. Pada tanggal 31 Desember 2010 rasio hutang terhadap modal Perseroan dan anak perusahaan adalah sebesar 1,9 kali.

PT Bank Ina Perdana

Pada tahun 2008, PK mendapatkan fasilitas kredit modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp10.000 juta. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 13% per tahun. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 12 September 2011 dan dapat diperpanjang dengan persetujuan PT Bank Ina Perdana.

Pinjaman ini dijamin dengan:• Tanah dan bangunan dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 1654 dan No. 1655 atas

nama Perseroan yang berlokasi di Petojo Selatan, Jakarta Pusat.• Tanah dengan SHGU No. 1, 2 dan 3 yang berlokasi di Margajaya, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten

atas nama CP.

Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp3.500 juta.

Pinjaman kepada PT Bank Ina Perdana mencakup persyaratan yang membatasi hak PK (negative covenants) yang dalam pelaksanaannya membutuhkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT Bank Ina Perdana. Pada tanggal 24 Februari 2011, PT Bank Ina Perdana telah memberikan pembebasan (waiver) terkait dengan pembatasan pada perjanjian kredit.

Hutang Usaha

Pada tanggal 31 Desember 2010, hutang usaha Perseroan dan Anak Perusahaan adalah sebesar Rp17.434 juta yang terutama merupakan hutang atas pembelian pupuk, bibit dan sewa alat berat. Hutang Lain-lain

Hutang lain-lain Perseroan dan Anak Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp1.400 juta.

Hutang Pajak

Hutang pajak Perseroan dan Anak Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp14.618 juta yang terdiri dari:

10

(dalam jutaan Rupiah) Keterangan JumlahPajak penghasilan badan : Perseroan 127 Anak perusahaan 10.500Pajak penghasilan: Pasal 4(2) 6 Pasal 21 279 Pasal 23 317 Pasal 25 1.058 Pasal 26 16Pajak Pertambahan Nilai 2.315Jumlah 14.618

Biaya Masih Harus Dibayar

Biaya masih harus dibayar Perseroan dan Anak Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp15.083 juta terutama terdiri dari gaji dan bonus yang masih harus dibayar.

Hutang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

Hutang Bank

Saldo hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun pada tanggal 31 Desember 2010 adalah Rp30.157 juta.

Hutang Sewa Pembiayaan

Saldo hutang sewa pembiayaan jangka panjang jatuh tempo kurang dari satu tahun pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp2.401 juta.

2. KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

Goodwill Negatif

Pada tahun 2009, Perseroan meningkatkan kepemilikan pada anak perusahaan melalui peningkatan tambahan modal disetor. Selisih antara biaya perolehan anak perusahaan dengan nilai wajar aset bersih yang diperoleh melalui peningkatan tambahan modal disetor pada tanggal 31 Desember 2010 berjumlah Rp31.645 juta. Goodwill negatif ini diamortisasi selama 20 tahun.

Hutang Plasma

Saldo hutang plasma Anak Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp6.327 juta.

Hutang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun

Hutang jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Perseroan per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp427.708 juta yang terdiri dari :

(dalam jutaan Rupiah)Keterangan JumlahHutang bank 425.877Hutang sewa pembiayaan 1.831Jumlah 427.708

11

Pinjaman Jangka Panjang

(dalam jutaan Rupiah) Keterangan JumlahPT Bank Mandiri (Persero) Tbk 266.185 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 118.885JP Morgan International Bank 35.964PT Bank Permata Tbk 35.000Dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun (30.157)Jumlah 425.877

Hutang Bank Jangka Panjang

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)

Pada tahun 2007, KJW memperoleh fasilitas Kredit investasi (KI) dari Bank Mandiri dengan rincian sebagai berikut:

a. KI Refinancing Kebun Existing dengan jumlah maksimum sebesar Rp76.178 juta untuk membiayai kembali kebun kelapa sawit yang telah dibiayai KJW sampai dengan 31 Desember 2006, termasuk pengambilalihan KI yang diperoleh dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2014 dan dibayar secara triwulanan mulai tahun 2009.

Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp62.466 juta.

b. KI Pengembangan Kebun Kelapa Sawit dengan jumlah maksimum sebesar Rp121.573 juta untuk membiayai pembangunan kebun kelapa sawit yang sudah ada dan pengembangan perluasan kebun kelapa sawit. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 27 Februari 2017 dan akan dibayar secara triwulanan mulai tahun 2012.

Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp96.024 juta.

c. KI IDC jumlah maksimum sebesar Rp70.985 juta untuk menampung 65% beban bunga selama masa pembangunan (IDC) dari KI Pengembangan Kebun Kelapa Sawit, Pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawit dan Pengembangan Kebun Karet. Fasilitas ini akan jatuh tempo antara tahun 2014 – 2018 dan dibayar secara triwulanan mulai tahun 2009.

Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp30.819 juta.

d. KI Pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawit dengan jumlah maksimum sebesar Rp44.938 juta. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Februari 2014 dan dibayar secara triwulan mulai tahun 2009.

Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp33.979 juta.

e. KI Pengembangan Kebun Karet dengan jumlah maksimum sebesar Rp64.419 juta. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Mei 2018 dan akan dibayar secara triwulanan mulai 2014.

Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp42.897 juta.

12

Seluruh fasilitas di atas dikenakan bunga sebesar 12,25% per tahun dan dijamin dengan:

a. Proyek yang dibiayai fasilitas KI, berupa:

• Kebun kelapa sawit seluas 4.687 hektar dengan SHGU No. 19 yang berlokasi di Desa Kintap dan Pandansari, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan atas nama KJW.

• Kebun kelapa sawit perluasan yang sedang dan akan dibangun di Kecamatan Kintap dengan luas sekitar 5.884 hektar (termasuk kebun dengan SHGU No. 19) dan di Tabanio dengan luas sekitar 6.013 hektar.

• Pabrik kelapa sawit di desa Kintap.• Kebun karet yang sedang dan akan dibangun minimum seluas 2.000 hektar di Kecamatan

Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.• Kendaraan dan alat berat milik KJW.

b. Kebun karet dan kopi dengan SHGU No. 4 yang berlokasi di Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari, Jember, dan kebun karet, kopi dan teh dengan SHGU No. 9, 15 sampai dengan 23 yang berlokasi di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Jampang Tengah dan Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, Sukabumi, milik KE.

c. Jaminan perusahaan dari Perseroan.

d. Jaminan kas defisit dari Perseroan.

Pinjaman KJW dari Bank Mandiri mencakup persyaratan yang membatasi hak KJW antara lain untuk menggunakan fasilitas pinjaman diluar tujuan penggunaan fasilitas, memperoleh pinjaman baru kecuali dalam rangka transaksi wajar, memberikan pinjaman, melakukan investasi, menjadi penjamin, menjual atau memindahtangankan seluruh harta kekayaan, mengubah anggaran dasar, menurunkan modal, mengubah susunan pengurus, mengubah pemilikan saham, mengubah status, mengajukan pailit, melakukan pembayaran bunga ataupun pinjaman kepada pemegang saham, membagikan dividen dan ekspansi diluar usaha utama. Pada tanggal 23 Maret 2011, Bank Mandiri telah mengubah klausula dari persetujuan tertulis atas negative covenants di atas menjadi pemberitahuan tertulis, kecuali untuk pembagian dividen. Disamping itu, Bank Mandiri menambahkan persyaratan baru mengenai rasio laba operasi terhadap pembayaran hutang bank diatas 100%. Pada tanggal 31 Desember 2010, rasio laba operasi terhadap pembayaran hutang bank adalah sebesar 272,74%.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Pada tanggal 31 Desember 2010, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memberikan fasilitas kredit investasi kepada PK dan ABS dengan rincian sebagai berikut: 1. PK

Pada bulan Oktober 2010, PK memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang ditujukan untuk pembiayaan kembali perkebunan karet PK maksimum sebesar Rp49.362 juta. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2017 dan diangsur secara bulanan mulai Nopember 2010. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 12,5% per tahun dan dijamin dengan:• Perkebunan karet seluas 1.012 hektar dan infrastruktur perkebunan atas nama PK.• Fidusia atas piutang dan persediaan milik PK.• Jaminan perusahaan dari Perseroan dan ABS.

Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp47.711 juta.

13

2. ABS

Pada bulan Maret 2009, ABS memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan rincian sebagai berikut:a. KI pokok dengan jumlah maksimum sebesar Rp110.491 juta untuk membiayai pembangunan

kebun kelapa sawit. b. KI bunga masa pembangunan dengan jumlah maksimum sebesar Rp20.783 juta untuk

menampung 50% beban bunga selama masa pembangunan kebun kelapa sawit.

Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 25 Desember 2019 dan akan dibayar secara bulanan mulai tahun 2013. Seluruh fasilitas pinjaman di atas dikenakan tingkat bunga sebesar 12,5% - 13,5% per tahun dan dijamin dengan:• Perkebunan sawit seluas 4.943 hektar dan infrastruktur perkebunan atas nama ABS.• Perkebunan karet seluas 1.012 hektar dengan SHGU No. 01 atas nama PK.• Fidusia atas kendaraan dan alat berat milik ABS.• Fidusia atas piutang usaha dan persedian milik ABS• Jaminan perusahaan dari Perseroan.

Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo KI pokok dan KI bunga masa pembangunan masing-masing sebesar Rp65.818 juta dan Rp5.356 juta

Pinjaman ABS dan PK dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencakup persyaratan yang membatasi hak ABS dan PK (negative covenants) yang dalam pelaksanaannya membutuhkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Melalui surat tanggal 23 Februari 2011, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah menyetujui Penawaran Umum Perdana Perseroan dan mengubah klausula dari persetujuan tertulis atas negative covenants menjadi pemberitahuan tertulis kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Di samping pembatasan di atas, PK dan ABS diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan seperti rasio lancar tidak kurang dari 1 kali, rasio hutang terhadap modal tidak lebih dari 2,5 kali dan rasio laba operasi terhadap pembayaran hutang bank tidak kurang dari 1 kali.

Pada tanggal 31 Desember 2010 rasio lancar PK adalah sebesar 0,45 kali, rasio hutang terhadap modal sebesar 0,62 kali, rasio laba operasi terhadap pembayaran hutang bank sebesar 16,72 kali. Meskipun PK belum memenuhi rasio keuangan yang diwajibkan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PK belum pernah menerima pernyataan wanprestasi (default) dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Pada tanggal 31 Desember 2010 rasio lancar ABS adalah sebesar 1,61 kali dan rasio hutang terhadap modal 0,78 kali. Sehubungan tidak adanya pembayaran hutang oleh ABS pada tahun 2010, rasio laba operasi terhadap pembayaran hutang bank tidak dapat dihitung pada tanggal 31 Desember 2010.

JP Morgan International Bank

Pada tahun 2006, Perseroan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari JP Morgan International Bank dengan jumlah maksimum sebesar USD5 juta. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 0,87% - 0,98% per tahun dan dijamin dengan aset tertentu milik pemegang saham akhir Perseroan.Pinjaman ini tidak mensyaratkan pembatasan hak Perseroan.

Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar USD4 juta.

14

PT Bank Permata Tbk

Pada tanggal 31 Desember 2010, PT Bank Permata Tbk memberikan fasilitas kredit investasi kepada Perseroan dan MUL dengan rincian sebagai berikut:

1. Perseroan

Pada tahun 2010, Perseroan memperoleh fasilitas Term Loan dari PT Bank Permata Tbk yang ditujukan untuk ekspansi usaha anak perusahaan berupa lahan perkebunan dan tanaman perkebunan sebesar Rp30.000 juta. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 11 Oktober 2015 dan diangsur secara triwulan mulai Januari 2011. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 13% per tahun dan dijamin dengan:

• Tanah SHGU No. 1 dan SHGU No. 9 atas nama BL seluas 490 hektar yang terletak di Desa Rawaheng, Prapagan, Citepus dan Jambusari, Kecamatan Wangon dan Jeruklegi, Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Propinsi Jawa Tengah.

• Fidusia atas piutang usaha dan persediaan milik BL.

Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp20.000 juta.

2. MUL

Pada tahun 2009, MUL memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Permata Tbk yang ditujukan untuk pembiayaan kembali aset tetap dan perkebunan serta pembiayaan intercropping tanaman belum menghasilkan karet dengan nilai sebesar Rp15.000 juta. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Agustus 2014 dan diangsur secara triwulanan mulai Desember 2011. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 13% - 13,5% per tahun dan dijamin dengan:

• Tanah SHGU No. 2 dan SHGU No. 15 atas nama MUL seluas 625,01 hektar yang terletak di Desa Karangpring dan Kemiri, Kecamatan Sukorambi Panti, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur.

• Fidusia atas seluruh persediaan MUL.• Fidusia atas semua piutang usaha MUL.• Fidusia atas mesin dan peralatan MUL.• Jaminan perusahaan dari Perseroan.• Blokir rekening assignment atas seluruh escrow account.

Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp15.000 juta.

Pinjaman Perseroan dan MUL dari PT Bank Permata Tbk mencakup persyaratan yang membatasi hak Perseroan dan MUL (negative covenants) yang dalam pelaksanaannya membutuhkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT Bank Permata Tbk. Melalui surat tanggal 24 Februari 2011, PT Bank Permata Tbk telah menyetujui Penawaran Umum Perdana Perseroan dan mengubah klausula dari persetujuan tertulis atas negative covenants menjadi pemberitahuan tertulis kepada PT Bank Permata Tbk.

Disamping pembatasan di atas, Perseroan diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan seperti rasio lancar tidak kurang dari 1 kali, rasio hutang terhadap modal tidak lebih dari 2,5 kali dan rasio laba operasi terhadap pembayaran hutang bank tidak kurang dari 1,5 kali. Pada tanggal 31 Desember 2010 rasio lancar Perseroan adalah sebesar 0,8 kali, rasio hutang terhadap modal sebesar 1,9 kali dan rasio laba operasi terhadap pembayaran hutang bank sebesar 22,6 kali. Meskipun Perseroan belum memenuhi rasio keuangan yang diwajibkan dari PT Bank Permata Tbk, Perseroan belum pernah menerima pernyataan wanprestasi (default) dari PT Bank Permata Tbk.

MUL juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan seperti rasio lancar tidak kurang dari 1 kali, rasio hutang terhadap modal tidak lebih dari 5 kali dan rasio pendapatan operasi terhadap pembayaran hutang bank tidak kurang dari 1,25 kali. Pada tanggal 31 Desember 2010 rasio lancar

15

MUL adalah sebesar 8,73 kali dan rasio hutang terhadap modal 1,82 kali. Sehubungan tidak adanya pembayaran hutang oleh MUL pada tahun 2010, maka rasio laba operasi terhadap pembayaran hutang bank tidak dapat dihitung pada tanggal 31 Desember 2010.

Fasilitas Bank yang belum digunakan pada tanggal 31 Desember 2010.

Pada bulan Oktober 2010, ABS memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan rincian sebagai berikut:

a. KI pokok dengan jumlah maksimum sebesar Rp29.281 juta untuk membiayai pembangunan kebun karet.

b. KI bunga masa pembangunan dengan jumlah maksimum sebesar Rp10.885 juta untuk menampung 23% beban bunga selama masa pembangunan kebun karet.

Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2019 dan akan dibayar secara bulanan mulai tahun 2015. Seluruh fasilitas pinjaman di atas dikenakan tingkat bunga sebesar 12,5% per tahun dan dijamin dengan:

• Perkebunan karet seluas 789 hektar dan infrastruktur perkebunan atas nama ABS.• Fidusia atas piutang dan persedian milik ABS.• Jaminan perusahaan dari Perseroan dan PK.• Pernyataan Cost Over Run dan Cash Deficiency Undertaking dari pemegang saham ABS.

Pada tanggal 31 Desember 2010 fasilitas ini belum digunakan. Pada tanggal 28 Februari 2011 dan 30 Maret 2011 fasilitas ini telah digunakan masing-masing sebesar Rp11.431 juta dan Rp4.045 juta.

Fasilitas Bank yang diperoleh setelah tanggal 31 Desember 2010.

Pada tanggal 2 Maret 2011, Perseroan menandatangani fasilitas Term Loan 2 dengan PT Bank Permata Tbk dengan jumlah maksimum sebesar US$ 14.000.000 yang ditujukan untuk pembelian saham IJR yang dimiliki oleh The Bombay Burmah Trading Corporation Limited sebanyak 503 saham atau 50,3%.

Fasilitas ini dijamin dengan:

• Perkebunan dan pabrik pengolahan karet milik IJR di lokasi tanah SHGU No. 5 yang terletak di Desa Carui, Ciseru, Pengadingan dan Segaralangu, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

• Piutang usaha dan persediaan milik IJR.

Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 6,25% pertahun (direview secara berkala oleh bank). Fasilitas ini dicicil secara triwulan selama 6 tahun dan terdapat pembayaran dipercepat sebesar US$ 1.320.000 yang dilakukan setelah proses Penawaran Umum Perdana atau selambat-lambatnya tanggal 30 September 2011. Pembayaran dipercepat tersebut akan mengurangi bagian cicilan yang paling akhir.Pada tanggal 16 Maret 2011, fasilitas ini telah digunakan sebesar US$ 14.000.000.

Hutang Sewa Pembiayaan

Pada tanggal 31 Desember 2010, hutang sewa pembiayaan sebesar Rp4.232 juta yang merupakan hutang atas pembelian kendaraan bermotor dan alat berat dari PT Orix Indonesia Finance, PT Dipo Star Finance dan PT BCA Finance.

16

Hutang Pihak Hubungan Istimewa

Hutang pihak hubungan istimewa merupakan hutang kepada SKA yang merupakan pemegang saham Perseroan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp308 juta.

Kewajiban Imbalan Kerja

Kewajiban imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 34.946 juta yang terdiri dari Imbalan Pasca Kerja dan Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya.

Kewajiban Pajak Tangguhan

Berikut ini merupakan rincian dari kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan setelah diperhitungkan dengan aset pajak tangguhan dari masing-masing entitas usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010:

(dalam jutaan Rupiah) Keterangan JumlahAset tetap (1.349)Tanaman perkebunan (37.500)Biaya masih harus dibayar 441Beban tangguhan (83)Kewajiban imbalan kerja 3.831Rugi fiskal 11.954Lain-lain (125)Jumlah (22.831)

Perseroan dan anak perusahaan tidak melakukan pelanggaran atas persyaratan kredit yang berdampak material terhadap kelangsungan usaha Perseroan.

KECUALI SEBAGAIMANA DINYATAKAN DALAM KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN, SEJAK TANGGAL 31 DESEMBER 2010 SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN SAMPAI DENGAN TANGGAL EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN, PERSEROAN TIDAK MEMILIKI KEWAJIBAN-KEWAJIBAN DAN IKATAN-IKATAN LAIN YANG JUMLAHNYA MATERIAL SELAIN YANG TELAH DINYATAKAN DI ATAS DAN YANG TELAH DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN.

PERSEROAN TIDAK MEMILIKI KEWAJIBAN-KEWAJIBAN LAIN KECUALI KEWAJIBAN-KEWAJIBAN YANG TIMBUL DARI KEGIATAN USAHA NORMAL PERSEROAN SERTA KEWAJIBAN YANG TELAH DINYATAKAN DI DALAM PROSPEKTUS DAN YANG TELAH DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI YANG DISAJIKAN DALAM BAB XVI PROSPEKTUS.

DENGAN ADANYA PENGELOLAAN YANG SISTEMATIS ATAS ASET DAN KEWAJIBANNYA SERTA HARAPAN PENINGKATAN HASIL OPERASI DI MASA MENDATANG, PERSEROAN MENYATAKAN KESANGGUPAN UNTUK DAPAT MENYELESAIKAN SELURUH KEWAJIBANNYA SESUAI DENGAN PERSYARATAN SEBAGAIMANA MESTINYA.

SAMPAI DENGAN PROSPEKTUS INI DITERBITKAN TIDAK TERDAPAT PEMBATASAN-PEM-BATASAN (NEGATIVE COVENANTS) YANG AKAN MERUGIKAN HAK-HAK PEMEGANG SAHAM PUBLIK.

17

BAB IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Tabel berikut di bawah ini menggambarkan Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang (anggota dari BKR International), kesemuanya dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.

Neraca Konsolidasi

(dalam jutaan Rupiah)

Uraian 31 Desember

2010 2009 2008 2007 2006ASET Aset Lancar Kas dan setara kas 38.011 24.056 25.851 9.993 22.606 Piutang usaha 16.316 8.734 8.630 7.588 6.682 Piutang lain-lain 4.614 7.358 3.973 6.515 3.277 Persediaan 30.272 23.027 32.503 28.972 25.182 Pajak dibayar dimuka 7.395 8.004 4.539 2.100 750 Uang muka dan biaya dibayar dimuka 8.718 2.714 5.946 5.596 6.951 Jumlah Aset Lancar 105.326 73.893 81.442 60.765 65.448 Aset Tidak Lancar Aset pajak tangguhan 3.078 3.416 4.789 4.605 3.403 Piutang pihak hubungan istimewa 16.848 16.147 10.408 6.232 -Piutang plasma - 1.845 - - -Investasi dan uangmuka investasi pada perusahaan asosiasi 6.961 - - - -Investasi jangka panjang lainnya 3.419 3.419 6.267 2.029 2.029 Bibitan 11.555 16.101 17.136 - -Tanaman perkebunan : Tanaman menghasilkan – bersih 166.477 152.691 103.619 73.695 61.292 Tanaman belum menghasilkan 507.925 372.126 269.585 196.373 114.887Aset tetap - bersih 207.473 180.749 156.418 79.692 45.143 Uang muka pembelian aktiva tetap 15.133 317 3.187 1.865 -Aset lain-lain 2.694 2.539 2.802 2.022 2.254 Jumlah Aset Tidak Lancar 941.563 749.350 574.211 366.515 229.009JUMLAH ASET 1.046.889 823.243 655.653 427.279 294.457 KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Lancar Hutang bank 53.500 56.500 56.500 10.000 -Hutang usaha 17.434 21.341 15.347 2.349 720 Hutang lain-lain 1.400 3.026 3.325 5.704 1.621 Hutang pajak 14.618 5.476 8.029 4.813 4.563 Biaya masih harus dibayar 15.083 15.756 13.906 10.738 7.064 Uang muka penjualan - - - 1.062 669 Hutang dividen - - - - 2.515Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun : Bank 30.157 23.501 30.787 15.463 20.824 Hutang sewa pembiayaan 2.401 318 923 245 -Jumlah Kewajiban Lancar 134.593 125.918 128.817 50.374 37.976

18

(dalam jutaan Rupiah)

Uraian 31 Desember

2010 2009 2008 2007 2006Kewajiban Tidak Lancar Goodwill negatif 31.645 33.389 - - -Hutang plasma 6.328 - - - -Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun : Bank 425.877 325.938 231.037 144.529 56.455 Hutang sewa pembiayaan 1.831 4 337 187 -Hutang pihak hubungan istimewa 308 - 119 420 59.815Kewajiban imbalan kerja 34.946 27.443 23.252 17.641 14.211 Kewajiban pajak tangguhan - bersih 22.831 14.830 4.356 2.608 1.964 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 523.764 401.604 259.101 165.385 132.446 JUMLAH KEWAJIBAN 658.537 527.522 387.918 215.759 170.422 HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN 43.706 31.086 58.898 41.215 35.292EKUITAS Modal saham 135.228 125.000 100.000 10.000 10.000Tambahan modal disetor - 10.150 22.850 102.150 30.800 Saldo laba 209.598 129.484 85.987 58.156 47.943 JUMLAH EKUITAS 344.826 264.634 208.837 170.306 88.743 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.046.889 823.243 655.653 427.279 294.457

Laporan Laba Rugi Konsolidasi

(dalam jutaan Rupiah)

Uraian 31 Desember

2010 2009 2008 2007 2006Pendapatan Usaha 413.432 369.703 301.541 167.081 148.135 Beban Pokok Penjualan 231.170 244.816 181.842 111.904 100.706 Laba Kotor 182.262 124.887 119.699 55.177 47.429 BEBAN USAHA Penjualan 4.102 5.459 1.622 282 1.374 Umum dan administrasi 28.771 27.967 25.508 17.567 16.503 JUMLAH BEBAN USAHA 32.873 33.427 27.130 17.849 17.877 LABA (RUGI) USAHA 149.389 91.461 92.569 37.329 29.552 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Amortisasi goodwill negative 1.745 1.505 - - -Penjualanproduksampingan 3.352 1.733 666 - -Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing – bersih 1.022 3.368 (7.544) (1.973) 436 Penghasilan bunga dan jasa giro 388 396 1.066 271 955 Laba(rugi) penjualan aset tetap 95 (252) 65 - -Beban bunga (23.766) (23.949) (18.477) (3.815) (2.288) Pemulihan kerugian penurunan nilai investasi saham - 3.926 4.237 - -Lain-lain – bersih 3.505 (1.623) 989 1.185 3.203 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN – BERSIH (13.659) (14.897) (18.997) (4.332) 2.307 BAGIAN RUGI PERUSAHAAN ASOSIASI (459) - - - - LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK 135.271 76.563 73.572 32.997 31.859

PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK Pajak kini (26.224) (11.184) (21.649) (11.440) (11.842) Pajak tangguhan (8.339) (11.847) (1.565) 598 862 Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak (34.563) (23.030) (23.213) (10.842) (10.981) LABA SEBELUM HAK MINORITAS 100.708 53.533 50.359 22.155 20.878 HAK MINORITAS (20.594) (10.036) (22.528) (11.942) (13.330) LABA BERSIH 80.113 43.497 27.831 10.213 7.548

19

Rasio – Rasio Keuangan (dalam persentase, kecuali dinyatakan lain)

Uraian 31 Desember

2010 2009 2008 2007 2006 RASIO PERTUMBUHAN Pendapatan Usaha 11,83 22,60 80,48 12,79 21,63Beban Usaha -1,66 23,21 52,00 -0,16 95,67Laba (Rugi) Usaha 63,34 -1,20 147,98 26,31 7,86Laba (Rugi) Bersih 84,18 56,29 172,51 35,31 0,42Jumlah hari pembayaran utang usaha 32 38 21 7 5Jumlah hari tertagihnya piutang usaha 11 9 10 16 14Pertumbuhan penjualan bersih terhadap pertumbuhan kas yang dihasilkan dari operasi 1,63 4,32 4,25 0,59 -1,15Jumlah Aset 27,17 25,56 53,45 45,11 55,33Jumlah Kewajiban 24,80 35,99 79,79 26,60 70,26Jumlah Ekuitas 30,30 26,72 22,62 91,91 48,04 RASIO USAHA Laba (Rugi) Usaha / Pendapatan Usaha 36,13 24,74 30,70 22,34 19,95 Laba (Rugi) Bersih / Pendapatan Usaha 19,38 11,77 9,23 6,11 5,10 Laba (Rugi) Usaha / Jumlah Ekuitas 43,32 34,56 44,33 21,92 33,30 Laba (Rugi) Bersih / Jumlah Ekuitas 23,23 16,44 13,33 6,00 8,51 Laba (Rugi) Bersih / Jumlah Aset 7,65 5,28 4,24 2,39 2,56 Beban usaha / Laba usaha 0,22 0,37 0,29 0,48 0,64Laba usaha / Laba kotor 0,82 0,73 0,77 0,68 0,61Jumlah kas yang dihasilkan dari operasi / Laba bersih 1,42 2,00 2,56 3,89 0,99EBITDA / Beban keuangan bersih 6,76 4,57 4,68 9,30 12,85Modal kerja bersih / Penjualan 0,40 0,48 0,63 0,83 0,55 RASIO KEUANGAN (kali) Aset Lancar / Kewajiban Lancar 0,78 0,59 0,63 1,21 1,72 Jumlah Kewajiban / Jumlah Ekuitas 1,91 1,99 1,86 1,27 1,92 Jumlah Kewajiban / Jumlah Aset 0,63 0,64 0,59 0,51 0,58

20

BAB V. ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International) dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International). Semua informasi keuangan yang berhubungan dengan Perseroan dan Anak Perusahaan adalah terkonsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Umum

Perseroan merupakan perusahaan yang fokus di bidang perkebunan di Indonesia dan memiliki rekam jejak (track record) yang baik dalam hal peningkatan efisiensi operasional, terutama pada perkebunan karet dan kelapa sawit Perseroan. Perseroan dikelola oleh tim manajemen yang berpengalaman dan memiliki komitmen atas pengendalian biaya secara berhati-hati dan beroperasi sesuai dengan prinsip pengelolaan dan operasi perkebunan yang terbaik, meminimalkan potensi yang dapat merugikan lingkungan, melakukan tanggung jawab sosial dan menerapkan prinsip good corporate governance. Kegiatan usaha utama Perseroan adalah membudidayakan dan memanen karet, TBS, kopi dan teh, serta mengolah bahan olah karet menjadi RSS dan TSR untuk tanaman karet dan untuk tanaman kelapa sawit, mengolah TBS menjadi CPO dan kernel. Berikut ini adalah luas lahan perkebunan berdasarkan jenis tanaman dan produktivitas tanaman:

Karet

Perseroan memiliki perkebunan karet berjumlah 9.354,78 hektar yang terdiri dari tanaman menghasilkan dan tanaman belum menghasilkan:

Lokasi Tanaman Menghasilkan Tanaman Belum Menghasilkan Jumlah (ha)Bayah 777,74 96,99 874,73 Tugu/Cimenteng 283,11 718,56 1.001,67 Ciseru/Cipari 1.827,08 407,32 2.234,40 Kaliminggir 385,50 81,00 466,50 Biting 294,51 60,50 355,01 Tugusari 492,22 444,64 936,86 Keputren - 148,89 148,89 Corah Mas 220,28 39,81 260,09 Durjo 5,00 498,72 503,72 Cilaki 70,13 20,60 90,73 Cileles - 651,56 651,56 Tebingsiring - 1.830,62 1.830,62 Jumlah 4.355,57 4.999,21 9.354,78

Kelapa Sawit

Saat ini Perseroan memiliki dan mengelola 3 (tiga) perkebunan kelapa sawit dan memiliki total lahan seluas 33.626,18 hektar yang terdiri dari kebun inti dan plasma. Berikut adalah detail perkebunan kebun sawit Perseroan:

Nama Lokasi Kebun Inti (ha) Kebun Plasma (ha) Total Luas (ha)Perusahaan Tertanam Belum Tertanam Belum Tertanam TertanamKJW Kintap 10.128,83 1.313,65 1.700,00 300,00 13.442,48 ABS Wanajaya 5.610,80 6.464,40 1.493,00 507,00 14.075,20 AW*) Mekarsari dan Anjir Pasar - 6.108,50 - - 6.108,50 Jumlah 15.739,63 13.886,55 3.193,00 807,00 33.626,18 *) berupa izin lokasi

21

Teh

Perseroan memiliki satu kebun teh di Tugu / Cimenteng seluas 504,30 hektar, seluruh lahannya telah memiliki Hak Guna Usaha.

Kopi

Perseroan melakukan penanaman untuk dua jenis kopi yaitu robusta dan arabica. Produktivitas kopi jenis arabica lebih tinggi dibandingkan dengan robusta mengingat kerapatan pohon yang berbeda yaitu sekitar 1.200 - 1.500 pohon per hektar untuk kopi robusta dan 2.500 - 3.000 per hektar untuk kopi arabica.

Perseroan memiliki empat kebun kopi seluas 547,67 hektar yang yang terdiri dari tanaman menghasilkan dan tanaman belum menghasilkan dengan rincian sebagai berikut:

Lokasi Tanaman Menghasilkan Tanaman Belum Menghasilkan Jumlah (ha)Tugusari 91,82 - 91,82Durjo 113,41 - 113,41Keputren 159,06 5,00 164,06Tugu/Cimenteng 178,38 - 178,38Jumlah 542,67 5,00 547,67

Faktor yang Mempengaruhi Hasil dari Kegiatan Usaha Perseroan

Faktor-faktor utama yang mempengaruhi hasil dari kegiatan usaha Perseroan adalah:

• Harga karet dan CPO yang merupakan komoditas utama Perseroan;• Volume penjualan komoditas Perseroan; • Areal tanaman menghasilkan dan komposisi umur tanaman;• Produktivitas per hektar perkebunan;• Efisiensi pengelolaan pabrik Perseroan;• Biaya produksi Perseroan, terutama biaya bahan baku utama, biaya tenaga kerja serta bahan olah

karet dan TBS yang dibeli dari pihak ketiga;• Faktor iklim yang mempengaruhi produktivitas tanaman; dan• Jumlah hutang Perseroan.

Harga Karet dan CPO

Harga karet dan CPO berfluktuasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor internasional maupun regional, antara lain tingkat produksi dan permintaan serta cadangan karet dan CPO, fluktuasi harga minyak mentah dunia yang merupakan bahan baku dari pembuatan karet sintetis serta harga minyak nabati lainnya, terutama minyak kedelai untuk CPO, kondisi cuaca, dan perkembangan ekonomi dan geopolitik dunia.

Pendapatan Perseroan terutama dihasilkan dari penjualan karet dan CPO sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas tersebut di pasar dunia. Tabel berikut menyajikan harga jual rata-rata karet di Singapore Commodity Exchange (SICOM) untuk RSS (Ribbed Smoked Sheets) 3 dan TSR (Technically Specified Rubber) 20 periode 2008-2010:

(US$/kg)

Komoditas Per 31 Desember 8 April

2008 2009 2010 2011Harga Rata-rata RSS3 2,582 1,924 3,563 5,692TSR20 2,520 1,803 3,354 5,211Sumber: Singapore Commodity Exchange

Harga internasional CPO ditetapkan di beberapa pasar seperti MDEX dan c.i.f pelabuhan Rotterdam. Tabel berikut menyajikan harga jual rata-rata CPO/ton di MDEX dan c.i.f. pelabuhan Rotterdam untuk periode yang disajikan.

22

(US$/mton)

Komoditas Per 31 Desember 8 April

2008 2009 2010 2011Harga jual rata-rata CPO MDEX 862,92 644,07 859,94 1.167,6c.i.f pelabuhan Rotterdam 924,31 680,75 900,84 1.229,9Sumber: Bloomberg L.P

Seperti disajikan pada tabel di atas, harga rata-rata karet dan CPO berfluktuasi selama 3 (tiga) tahun terakhir, di mana faktor krisis ekonomi global telah berdampak negatif pada permintaan dan harga komoditas pada tahun 2009. Peningkatan harga karet dan CPO pada tahun 2010 kembali terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan karet di Cina dan India seiring dengan peningkatan penjualan kendaraan bermotor di negara tersebut, mulai pulihnya konsumsi terhadap karet dan CPO secara global, dan pengaruh dari gejala La Nina yang menurunkan produksi karet sehingga berakibat meningkatnya harga komoditas.

Dalam menentukan harga jual, pada umumnya harga jual produk Perseroan ditentukan oleh harga komoditas dunia dan juga ditentukan oleh kontrak pelanggan. Perseroan menjual karet secara langsung kepada pihak ketiga dengan referensi indikator harga yang tercatat di SICOM, sedangkan Perseroan menjual CPO melalui proses tender untuk dengan referensi harga yang tercatat di MDEX.

Tabel berikut menyajikan harga jual rata-rata kopi di bursa London:

(sen US$/pon)

Komoditas Per 31 Desember 8 April

2008 2009 2010 2011Harga Rata-rata Kopi 105,03 74,02 77,63 116,59Sumber: International Coffee Organization

Berikut ini adalah tabel yang menyajikan harga jual rata-rata teh hitam kering di Indonesia :

(sen US$/kg)

Komoditas Per 31 Desember 8 April

2008 2009 2010 2011Harga jual rata-rata Teh 152 187 182 201Sumber: Jakarta Auction Tea

Volume Penjualan Komoditas Perseroan

Volume penjualan Perseroan terutama ditentukan oleh volume produksi Perseroan.

Tabel berikut menyajikan data penjualan untuk periode yang disajikan. Data ini termasuk karet dan CPO yang diproses dari TBS yang dibeli dari pihak ketiga.

Keterangan Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 2009 2010Penjualan (Rp juta) Karet 220.241 152.927 247.087TBS 46.550 - -CPO 18.070 182.292 137.377Kernel 966 13.701 14.530Kopi 7.494 9.198 4.926Teh 6.151 5.297 5.809Total 299.472 363.415 409.729

23

Keterangan Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 2009 2010 Volume Penjualan (ton) Karet 8.001 8.485 8.392TBS 31.835 - -CPO 4.036 30.355 19.762Kernel 526 6.121 4.029Kopi 333 405 304Teh 5.063 4.158 4.318 Rata-rata harga jual (Rp juta/ton) Karet 27,526 18,022 29,442TBS 1,462 - -CPO 4,477 6,005 6,952Kernel 1,837 2,238 3,606Kopi 22,492 22,730 16,226Teh 1,215 1,274 1,345

Areal Tanaman Menghasilkan dan Komposisi Umur Tanaman

Perseroan memperoleh bibit tanaman karet dari hasil produksi sendiri. Umur tanaman karet adalah 30 tahun, namun umur produksinya adalah 25 tahun. Tanaman karet baru mulai menghasilkan umumnya saat menginjak tahun keenam dan memasuki masa paling produktif saat memasuki usia 10-25 tahun dan pada saat memasuki usia 26-30 tahun, tanaman karet menurun produktivitasnya. Perseroan mengadakan replanting dengan tingkat 3% per tahunnya.

Per tanggal 31 Desember 2010, jumlah tanaman karet yang menghasilkan Perseroan adalah 4.355,57 hektar sedangkan jumlah tanaman belum menghasilkan Perseroan adalah 4.999,21 hektar, atau 46,56% dari keseluruhan tanaman karet Perseroan. Saat ini, seluruh tanaman karet yang menghasilkan rata-rata berusia 11 – 25 tahun yang berarti dalam beberapa tahun ke depan akan memasuki masa-masa produktif dan sangat berprospek bagi Perseroan.

Usia Tanam (tahun) Jumlah (Ha)Tanaman Belum Menghasilkan (Immature Plant)1-5 4.999,21Tanaman Menghasilkan (Mature Plant)6-10 675,4111-20 1.352,4420-25 1.943,56>25 384,16

Jumlah 9.354,78

Umur ekonomis dari tanaman kelapa sawit pada umumnya adalah 25 tahun. Kelapa sawit pertama kali mulai menghasilkan pada tahun keempat setelah ditanam, yang merupakan saat di mana Perseroan mulai memanen kelapa sawitnya. Namun, ketika masa panen dimulai, tingkat produksi TBS per hektar dari kelapa sawit yang baru menghasilkan pada umumnya relatif rendah. Tingkat produksi TBS per hektar dari kelapa sawit muda adalah sekitar 6 (enam) hingga 13 (tiga belas) ton TBS per hektar. Ketika tingkat kematangan pohon kelapa sawit bertambah, tingkat produksi TBS per hektar meningkat, pada umumnya mencapai puncak produksi sekitar 23 hingga 27 ton TBS per hektar ketika kelapa sawit menjadi puncak produktivitas, yaitu saat mencapai umur 8 hingga 20 tahun. Tingkat produksi TBS per hektar kelapa sawit pada umumnya mulai menurun setelah tahun ke-21, yakni mencapai 16 sampai 19 ton TBS per hektar. Replanting rate Perseroan adalah 4% per tahun.

24

Tabel berikut menyajikan profil umur kelapa sawit Perseroan per tanggal 31 Desember 2010.

Usia Tanam Jumlah Kebun Inti 0 - 3 tahun 11.320,93 4 - 7 tahun 2.146,12 8 - 17 tahun 2.272,58 Kebun Plasma 0 - 3 tahun 3.193,00 Jumlah 18.932,63

Untuk tanaman karet, persentase tanaman belum menghasilkan dari seluruh area perkebunan karet tertanam Perseroan adalah 56,42%, 50,90%, dan 46,56% masing-masing pada tahun 2008, 2009 dan 2010, sedangkan persentase kelapa sawit yang belum menghasilkan dari keseluruhan area perkebunan kelapa sawit yang telah tertanam milik Perseroan pada tahun 2008, 2009 dan 2010 adalah 65,67%, 74,32% dan 71,93%.

Saat ini perkebunan memiliki persentase Tanaman Belum Menghasilkan yang tinggi, umumnya lebih dari 50% dari keseluruhan luas lahan perkebunan tertanam. Perseroan percaya bahwa prospek usaha di masa depan akan sangat baik oleh karena meningkatnya produktivitas tanaman Perseroan seiring dengan bertambahnya profil umur tanaman yang menghasilkan.

Produktivitas Per Hektar Perkebunan

Produktivitas tanaman Perseroan dapat diukur berdasarkan jumlah produksi dari luas tanaman menghasilkan yang dimiliki Perseroan, karena hal tersebut mengindikasikan jumlah bahan olah karet dan CPO yang dihasilkan dari setiap hektar lahan perkebunan Perseroan. Tabel berikut menampilkan data produksi tertentu, termasuk tingkat produksi karet, TBS, dan CPO per hektar untuk setiap periode yang disajikan:

Perkebunan Karet

Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 2009 2010Produksi bahan olah karet (ton) 6.071 6.444 6.325Produksi bahan olah karet (ton/ha) 1,40 1,48 1,45

Perkebunan Kelapa Sawit Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 2009 2010Produksi TBS (ton) 39.814 64.395 67.897Tingkat produksi (ton/ha) 12,71 17,30 15,36Produksi CPO (ton) 4.726 30.634 19.092Kernel (ton) 910 6.027 4.018

Perkebunan Kopi Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 2009 2010Produksi kopi (ton) 550 262 353Tingkat produksi (ton/ha) 0,51 0,25 0,65

Perkebunan Teh Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 2009 2010Produksi teh (ton) 4.291 4.158 4.318Tingkat produksi (ton/ha) 7,30 8,25 8,56

Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat produksi per hektar antara lain: • Komposisi umur tanaman karet dan kelapa sawit.• Jenis tanaman atau klon yang digunakan;• Sistem budidaya dan eksploitasi yang baik, yaitu penerapan yang disiplin atas praktik agronomi

dan pertanian yang baik dan metode manajemen terbaik bagi manajemen perkebunan, termasuk penggunaan pupuk khusus dan berkualitas tinggi secara efisien, teknik pemangkasan progresif dan metode panen yang efisien;

25

• Kondisi cuaca dan pasokan air; • Populasi tanaman per hektar; • Hama atau penyakit.

Tingkat produksi perkebunan karet Perseroan dapat mempengaruhi hasil kegiatan usaha Perseroan secara signifikan. Untuk perkebunan karet, produktivitas per hektar bahan olah karet menurun 1,52% dari 1.475 kg/ha pada tahun 2009 menjadi 1.452 kg/ha pada tahun 2010. Perkebunan yang meningkat produktivitasnya pada tahun 2010 adalah Perkebunan Kaliminggir di mana produksinya meningkat dari 1,526 ton per hektar menjadi 1,720 ton per hektar pada tahun 2010. Selain itu, Perkebunan Durjo baru saja menghasilkan bahan olah karet sebanyak 8,9 ton dari total lahan seluas 5 hektar.

Produksi karet pada tahun 2010 mengalami sedikit penurunan karena curah hujan yang tinggi terjadi sepanjang tahun sehingga menyebabkan jumlah hari kerja pengambilan produksi lebih sedikit. Untuk tanaman kelapa sawit, pada tahun 2009 Perseroan mengalami curah hujan yang rendah sehingga mengalami defisiensi air pada pembungaan yang berdampak pada produktivitas TBS lebih rendah pada tahun 2010.

Saat ini produktivitas kelapa sawit per hektar adalah 15,36 ton per hektar. Tingkat produktivitas kelapa sawit masih akan terus meningkat karena pada tahun 2010, banyak tanaman muda yang produktivitasnya masih rendah. Namun demikian, produktivitas kelapa sawit akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya areal tanaman menghasilkan dan bertumbuhnya umur tanaman dalam kurun waktu ke depannya.

Perseroan yakin bahwa peningkatan tingkat produksi per hektar akan menurunkan biaya produksi sehingga meningkatkan laba Perseroan.

Efisiensi Pengelolaan Pabrik Perseroan

Saat ini Perseroan mengoperasikan sebuah pabrik pengolahan minyak sawit yang terletak di Perkebunan Kintap dan pabrik pengolahan karet di Perkebunan Bayah, Tugu/Cimenteng, Ciseru/Cipari, Kaliminggir, Biting, Tugusari, Corah Mas, Cilaki. Berikut adalah kapasitas pengolahan perkebunan minyak sawit dan karet dari periode tahun 2008-2010:

(dalam kg/jam) Fasilitas Produksi Lokasi Produk 2008 2009 2010 Pabrik CPO Kintap TBS 45.000,00 45.000,00 45.000,00 Pabrik pengolahan karet Tugu/Cimenteng SIR 1.500,00 1.500,00 1.500,00 Ciseru/Cipari SIR 1.500,00 1.500,00 1.500,00

(dalam kg/hari) Fasilitas Produksi Lokasi Produk 2008 2009 2010 Pabrik pengolahan karet Bayah RSS 4.000,00 4.000,00 4.000,00 Kaliminggir RSS 2.500,00 2.500,00 2.500,00 Biting RSS 2.000,00 2.000,00 2.000,00 Tugusari RSS 3.000,00 3.000,00 3.000,00 Corah Mas RSS 1.500,00 1.500,00 1.500,00 Cilaki RSS 500,00 500,00 500,00 Kemampuan Perseroan untuk mengelola kapasitas pengolahan dengan baik dapat mempengaruhi hasil kegiatan operasi. Kekurangan kapasitas selama periode pengolahan bahan olah karet dan TBS yang tinggi pada perkebunan Perseroan dapat menyebabkan hilangnya potensi pendapatan karena Perseroan tidak memenuhi kapasitas karet dan CPO yang dihasilkan dan Perseroan harus membeli kekurangan bahan olah karet dan TBS dari pihak ketiga. Hal ini terjadi karena profil tanaman Perseroan yang masih muda dan belum mencapai usia produktif.

26

Beberapa beban pabrik merupakan beban tetap bagi Perseroan karena harus dibayar tanpa memperhitungkan jumlah bahan olah karet dan TBS yang diproses. Produksi karet dan CPO yang diolah sesuai dengan kapasitas pengelolaan di pabrik pengolahan menyebabkan beban tetap ini terbagi pada volume produksi yang lebih besar sehingga akan meningkatkan keuntungan Perseroan.

Untuk memastikan bahwa Perseroan memiliki kapasitas yang cukup di pabrik pengolahan, kebijakan Perseroan pada umumnya adalah memiliki kapasitas pengolahan yang cukup untuk mengolah seluruh hasil panen yang diharapkan pada puncak produksi setiap tahunnya. Profil tanaman kelapa sawit yang belum memasuki masa produktif mengakibtkan kapasitas pabrik CPO disesuaikan produksinya untuk periode tertentu pada suatu tahun, namun hal ini tidak terjadi pada pabrik karet di mana umumnya seluruh pabrik memproduksi sesuai dengan kapasitas.

Biaya Bahan Baku Utama, Tenaga Kerja serta TBS dan Lump/Slab yang Dibeli Dari Pihak Ketiga

Beban pokok penjualan Perseroan terutama terdiri dari biaya pupuk, tenaga kerja, dan TBS yang dibeli dari pihak ketiga.

Pupuk. Pupuk utama yang digunakan Perseroan yaitu urea, muriate of potash (MOP), kieserit, dan rock phosphate (RP). Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, penggunaan pupuk adalah sebesar Rp 17.479 juta atau sebesar 15,99% dari biaya bahan baku. Urea dibeli dari dalam negeri, meskipun harga urea ditetapkan oleh Pemerintah, namun secara historis harga urea berfluktuasi sesuai dengan harga internasional. MOP yang digunakan oleh Perseroan terutama diimpor dari Kanada dan Rusia. Sedangkan RP diimpor dari Mesir. Pupuk ini diimpor dari pemasok yang memiliki reputasi baik serta digunakan di kebun sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan oleh para ahli.

Perseroan akan memilih distributor pupuk yang memenuhi kualifikasi Perseroan dengan menganalisis sampel pupuk, kemudian distributor akan mengajukan harga penawaran ke Perseroan. Perseroan akan memilih distributor dengan harga dan kualitas yang paling kompetitif. Tender pupuk umumnya dilakukan dua kali setahun, yaitu pada semester pertama pada bulan Januari dan Februari, dan semester kedua pada bulan Agustus hingga September.

Tenaga Kerja. Kompensasi untuk karyawan Perseroan yang bekerja pada perkebunan dan pabrik pengolahan terbagi atas dua macam, yaitu upah langsung dan biaya produksi tidak langsung berupa biaya pegawai. Beban tenaga kerja tersebut mencapai Rp38.995 juta, Rp39.702 juta, dan Rp44.884 juta untuk masing-masing tahun 2008, 2009 dan 2010, dan masing-masing merupakan 21,44%,16,22% dan 19,42% dari beban pokok penjualan selama periode tersebut. Biaya produksi tidak langsung untuk biaya pegawai sebesar Rp11.142 juta, Rp11.759 juta, dan Rp11.048 juta, untuk masing-masing tahun 2008, 2009, dan 2010. Meningkatnya beban tenaga kerja mencerminkan inflasi serta kenaikan upah minimum regional pada umumnya di Indonesia, serta peningkatan tenaga kerja Perseroan seiring dengan berkembangnya perkebunan Perseroan.

Bahan olah karet dan TBS yang dibeli dari pihak ketiga. Perseroan membeli bahan olah karet dan TBS dari pihak ketiga yang memiliki standar kualitas yang dapat diterima dan pada umumnya melakukan hal ini pada tingkat harga di mana Perseroan masih mendapatkan keuntungan. Tabel berikut menyajikan jumlah bahan olah karet dan TBS yang dibeli Perseroan dari pihak ketiga, persentase bahan olah karet dan TBS dari pihak ketiga yang diproses oleh Perseroan, harga rata-rata bahan olah karet dan TBS dan total beban pembelian pada periode yang disajikan di bawah ini.

27

Perkebunan Karet

Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 2009 2010Bahan olah karet yang dibeli dari pihak ketiga (kg) 2.731.322 1.786.166 2.238.706Persentase bahan olah karet yang dibeli dari pihak ketiga dibandingkan total bahan olah karet yang diproses 31,03% 21,70% 26,14%Harga rata-rata bahan olah karet yang dibeli dari pihak ketiga (Rp/kg) 22.118 16.620 24.410Jumlah biaya pembelian bahan olah karet yang dibeli dari pihak ketiga (Rp juta) 60.413 29.685 54.646

Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 2009 2010TBS yang dibeli dari pihak ketiga (ton) 13.227.750 76.590.400 24.472.050Persentase TBS yang dibeli dari pihak ketiga dibandingkan total TBS yang diproses 24,94% 54,33% 26,49%Harga rata-rata TBS yang dibeli dari pihak ketiga (Rp/ton) 698 1.037 1.318Biaya pembelian TBS yang dibeli dari pihak ketiga (Rp juta) 9.239 79.462 32.258

Faktor Iklim yang Mempengaruhi Produktivitas Tanaman

Produktivitas tanaman perkebunan sangat terpengaruh oleh kondisi cuaca dan iklim yang terjadi. Umumnya sekitar lima tahun sekali terjadi perubahan iklim yang dinamai La Nina. Saat pengaruh La Nina muncul, suhu muka laut di barat wilayah khatulistiwa Pasifik mendingin yang menimbulkan tekanan udara yang tinggi. Sebaliknya, Indonesia yang berada di timur Pasifik mengalami tekanan udara yang rendah akibat menghangatnya suhu muka laut di sekitarnya. Pada tahun 2010, gejala La Nina terjadi menyebabkan volume produksi karet menurun karena jumlah hari sadap lebih rendah, namun sebaliknya akan meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit. Dampak positif dari gejala La Nina adalah produktivitas tanaman yang menurun mengakibatkan meningkatnya harga pasar dari karet, namun sebaliknya akan menurunkan harga pasar dari kelapa sawit. Peningkatan penjualan karet sebesar 61,57% dari Rp 152.927 juta pada tahun 2009 menjadi Rp247.087 juta pada tahun 2010 terutama disebabkan oleh meningkatnya harga komoditas karet tersebut.

Perubahan iklim El Nino terjadi pada saat suhu muka laut meningkat, maka akan terjadi penurunan jumlah curah hujan yang jatuh di atas wilayah Indonesia, terutama saat anomali suhu muka laut mencapai 3,0-5 derajat Celcius. Di sisi lain, karena pertambahan jumlah penduduk, aktivitas, dan kebutuhan terhadap berbagai sumber daya alam seperti kayu, bahan bakar, minyak, dan sebagainya, akan berpengaruh terhadap peningkatan suhu udara. Hal ini dikenal dengan efek rumah kaca sebagai akibat peningkatan karbon dioksida di atmosfer (troposfer). Saat El Nino terjadi, produktivitas karet dan kelapa sawit menurun, yang menyebabkan harga CPO dan karet meningkat.

Kelapa sawit pada umumnya menghasilkan buah sepanjang tahun tanpa terlalu tergantung cuaca. Sebagai contoh, periode musim kemarau yang berkepanjangan dapat menyebabkan tanaman kelapa sawit menghasilkan lebih sedikitnya bunga yang akan tumbuh menjadi TBS sehingga mengakibatkan menurunnya hasil panen TBS. Perseroan telah mengalami perubahan cuaca yang tidak pasti dan berganti pola musim, seperti musim hujan dan kemarau yang berkepanjangan yang telah menyebabkan produksi TBS Perseroan tidak terdistribusi secara merata.

Jumlah Hutang Perseroan

Perseroan memiliki total hutang Rp387.918 juta, Rp527.522 juta, 658.357 juta pada masing-masing tahun 2008, 2009, dan 2010. Sejumlah hutang yang signifikan berasal dari kredit modal kerja ekspor dari Indonesia Eximbank sebesar Rp50.000 juta, Kredit Investasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk pengembangan kebun serta pabrik karet dan minyak kelapa sawit sebesar Rp266.185 juta, Kredit Investasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp118.885 juta, Kredit Modal Kerja dari JP Morgan International Bank sebesar Rp35.964 juta, dan Kredit Investasi dari PT Bank Permata Tbk sebesar Rp35.000 juta.

28

Kebijakan Akuntansi Penting

Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasi serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.

Estimasi dan asumsi yang digunakan tersebut ditelaah kembali secara terus-menerus. Revisi atas estimasi akuntansi diakui dalam periode yang sama pada saat terjadinya revisi estimasi atau pada periode masa depan yang terkena dampak.

Aset Tetap

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan. Penyusutan dihitung, kecuali untuk tanah yang tidak disusutkan, dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut:

Aset Tetap TahunBangunan, jembatan dan jalan 8 – 20Mesin dan peralatan 5 – 8Kendaraan 4 – 5Perlengkapan kantor 5 – 10

Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Sesuai dengan PSAK No. 47 tentang “Akuntansi Tanah”, biaya-biaya sehubungan dengan perolehan hak atas tanah ditangguhkan dan disajikan terpisah dari perolehan tanah. Biaya-biaya tertentu yang terdiri atas biaya legal, biaya notaris, biaya pajak dan biaya lainnya, ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.

PSAK No. 48 mengenai “Penurunan Nilai Aset” mensyaratkan manajemen Perusahaan untuk menelaah nilai aset untuk setiap penurunan dan penghapusan ke nilai wajar jika keadaan menunjukkan bahwa nilai tercatat tidak bisa diperoleh kembali. Di lain pihak, pemulihan kerugian penurunan nilai diakui apabila terdapat indikasi bahwa penurunan nilai tersebut tidak lagi terjadi. Penurunan (pemulihan) nilai aset diakui sebagai beban (pendapatan) pada laba rugi konsolidasi tahun berjalan.

Tanaman Perkebunan

Tanaman perkebunan merupakan tanaman produksi yang dibedakan menjadi tanaman belum menghasilkan dan tanaman menghasilkan. Tanaman belum menghasilkan dinyatakan sebesar biaya perolehan yang meliputi akumulasi biaya persiapan lahan, penanaman bibit, pemupukan dan pemeliharaan, alokasi biaya tidak langsung berdasarkan luas hektar yang dikapitalisasi, termasuk pula kapitalisasi biaya pinjaman dan biaya tidak langsung lainnya sampai dengan saat tanaman yang bersangkutan dinyatakan menghasilkan.

Tanaman belum menghasilkan tidak disusutkan. Tanaman belum menghasilkan direklasifikasi menjadi tanaman menghasilkan pada saat tanaman dianggap sudah menghasilkan. Tanaman perkebunan dinyatakan telah menghasilkan bila sudah berumur:

Tanaman Perkebunan TahunKelapa sawit 4Karet 5 – 6Kopi 4 – 5Teh 4 – 5Kakao 4 – 5

29

Tanaman menghasilkan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat selama 16 tahun. Pada tanggal 1 Januari 2009, manajemen mengubah estimasi masa manfaat tanaman menghasilkan dari 16 tahun menjadi 25 tahun karena berdasarkan evaluasi manajemen tanaman menghasilkan dapat berproduksi secara ekonomis sampai dengan 25 tahun. Perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Pada setiap tanggal neraca, Perseroan dan anak perusahaan menelaah apakah suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan telah mengalami penurunan nilai.

Suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai jika dan hanya jika, terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai sebagai akibat dari satu atau lebih kejadian yang timbul setelah pengukuran awal dari suatu aset (suatu kejadian yang merugikan) dan kejadian kerugian tersebut telah mempengaruhi estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi dengan andal. Bukti mengenai penurunan nilai meliputi indikasi bahwa peminjam atau kelompok peminjam mengalami kesulitan keuangan secara signifikan, gagal dalam melakukan pembayaran bunga atau pokok, kemungkinan akan mengalami kebangkrutan atau reorganisasi keuangan lainnya dan terdapat hasil observasi data yang mengindikasikan terdapat penurunan nilai pada estimasi arus kas masa depan, seperti perubahan kondisi ekonomi yang berhubungan dengan gagal bayar.

Imbalan Kerja

Imbalan Pasca Kerja

Perseroan dan anak perusahaan memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai peraturan Perseroan dan anak perusahaan. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Perseroan dan anak perusahaan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.

Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.

Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasca kerja di neraca konsolidasi merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, dan biaya jasa lalu yang belum diakui.

Imbalan Kerja Jangka Panjang lainnya

Perseroan dan anak perusahaan memberikan program imbalan kerja jangka panjang lainnya dalam bentuk penghargaan masa kerja untuk karyawan yang telah mencapai masa kerja tertentu.

Perhitungan imbalan kerja jangka panjang lainnya menggunakan metode Projected Unit Credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu langsung diakui. Jumlah yang diakui sebagai kewajiban untuk imbalan kerja jangka panjang lainnya di neraca konsolidasi merupakan nilai kini kewajiban imbalan kerja jangka panjang disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, dan biaya jasa lalu yang belum diakui.

30

Perubahan Kebijakan Akuntansi Penting

Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK revisi berikut:(1) PSAK 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan”, yang berisi

persyaratan pengungkapan instrumen keuangan dan kriteria informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan pengungkapan diterapkan berdasarkan klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, yakni aset keuangan, kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian bunga, dividen, keuntungan dan kerugian yang terkait; dan situasi tertentu dimana saling hapus aset dan kewajiban keuangan diizinkan. PSAK ini juga mewajibkan pengungkapan atas, antara lain, informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kebijakan akuntansi atas instrumen keuangan. Standar ini menggantikan PSAK 50 “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”.

(2) PSAK 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, yang menetapkan dasar-dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan dan kontrak-kontrak pembelian atau penjualan instrumen non-keuangan. PSAK ini menjelaskan di antaranya definisi derivatif, kategori instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penentuan kriteria lindung nilai. Standar ini menggantikan PSAK 55 (Revisi 1999) “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Lindung Nilai”.Pengungkapan yang memerlukan standar-standar tersebut termasuk dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi. Penerapan PSAK tersebut telah diberlakukan secara prospektif.

Bagian Utama Laporan Laba Rugi

Pendapatan Usaha

Pendapatan usaha terdiri dari penjualan bersih karet, kopi, minyak dan biji sawit, teh, kopi, kakao dan lain-lain. Tabel berikut ini menunjukkan pendapatan usaha dari masing-masing produk dan masing-masing pendapatan tersebut juga disajikan secara persentase dari total pendapatan usaha.

(dalam jutaan Rupiah kecuali persentase)

Keterangan Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember

2010 2009 2008 (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)Karet 247.088 59,76 152.927 41,36 220.241 73,04Kopi 4.926 1,19 9.198 2,49 7.494 2,49TBS - - 46.550 15,44Minyak dan biji sawit 151.907 36,74 195.993 53,01 19.036 6,31Teh 5.809 1,40 5.297 1,43 6.151 2,04Kakao 392 0,09 859 0,23 571 0,19Lain-lain 3.311 0,80 5.429 1,46 1.498 0,50Total 413.432 100,0 369.703 100,0 301.541 100,0

Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan terutama terdiri dari beban bahan baku yang digunakan, upah langsung, biaya produksi tidak langsung, dan persediaan barang jadi.

Beban bahan baku yang digunakan terutama terdiri dari beban pembelian TBS, Lump/Slab, pupuk dan bahan kimia dari pihak ketiga. Upah langsung terdiri dari beban kompensasi bagi pekerja yang melakukan aktivitas pemeliharaan di perkebunan Perseroan. Biaya produksi tidak langsung terdiri dari beban penyusutan dan amortisasi, beban perbaikan dan pemeliharaan, beban pegawai, beban imbalan kerja, beban bahan pembantu seperti pupuk, beban pengangkutan, beban umum kebun dan lain-lain. Persediaan barang jadi dihitung dari persediaaan awal tahun dikurangi dengan pemakaian sendiri dan persediaan akhir tahun.

31

Tabel berikut menyajikan beban pokok penjualan untuk periode yang tertera, dengan rincian dari setiap item yang disajikan dalam persentase dari total beban pokok penjualan:

(dalam jutaan Rupiah kecuali persentase)

Keterangan Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember

2010 2009 2008 (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)Bahan baku yang digunakan 109.337 47,30 131.336 53,65 91.689 50,42Upah langsung 44.884 19,42 39.702 16,22 38.995 21,44Biaya produksi tidak langsung : Penyusutan dan amortisasi 23.993 10,38 20.335 8,31 17.503 9,63 Perbaikan dan pemeliharaan 12.302 5,32 10.444 4,27 11.419 6,30 Pegawai 11.048 4,78 11.759 4,80 11.142 6,13 Imbalan kerja 7.778 3,36 5.162 2,11 5.802 3,19 Bahan pembantu 4.022 1,74 2.696 1,10 5.600 3,08 Pengangkutan 2.771 1,20 2.632 1,08 2.923 1,61 Lain-lain 17.923 7,75 13.411 5,48 10.256 5,64Jumlah beban produksi 234.058 101,25 237.477 97,00 195.359 107,43Persediaan barang jadi : Awal tahun 13.777 5,96 21.116 8,63 9.545 5,25 Pemakaian sendiri - - - - (1.946) -1,07 Akhir tahun (16.665) 7,21 (13.777) 5,63 (21.116) 11,61Jumlah 231.170 100,0 244.816 100,0 181.842 100,0

Beban Usaha

Beban usaha meliputi beban penjualan dan beban umum dan administrasi, seperti diuraikan dalam tabel di bawah ini dan disajikan dalam persentase terhadap jumlah beban usaha:

(dalam jutaan Rupiah kecuali persentase)

Keterangan Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember

2010 2009 2008 (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)Penjualan 4.102 12,48 5.459 16,33 1.622 5,98Umum dan administrasi 28.771 87,52 27.967 83,67 25.508 94,02Total 32.873 100,0 33.426 100,0 27.130 100,0

Beban Penjualan

Beban penjualan terutama terdiri dari biaya pengiriman produk Perseroan.

Beban Umum dan Administrasi

Beban umum dan administrasi Perseroan terutama terdiri dari beban gaji, upah dan tunjangan, jasa profesional, jasa manajemen, kerugian penghapusan uang muka pembelian aset tetap, perjalanan dinas, sewa, imbalan kerja, keperluan kantor, penyusutan, perbaikan dan pemeliharaan serta pelatihan.

Beban Lain-lain

Beban lain-lain terutama merupakan beban bunga atas hutang bank, hutang bank jangka panjang dan hutang sewa pembiayaan serta kerugian kurs mata uang asing.

Penghasilan Lain-lain

Penghasilan lain-lain terdiri dari penjualan produk sampingan yang merupakan penjualan cangkang sawit dan kayu tanaman perkebunan.

32

Amortisasi goodwill negatif adalah penghasilan lain-lain dari amortisasi selama 20 tahun yang timbul dari selisih antara biaya perolehan anak perusahaan dengan nilai wajar aset bersih yang diperoleh melalui peningkatan modal disetorpada anak perusahaan.

Pemulihan penurunan nilai investasi saham pada PT Bank Ina Perdana yang disebabkan pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia, Perseroan telah menyisihkan nilai investasinya pada bank tersebut sehingga pada saat ekonomi membaik nilai investasi tersebut dipulihkan kembali sampai dengan harga perolehan semula.

Penghasilan lain-lain termasuk juga keuntungan kurs mata uang asing.

Beban pajak

Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan kewajiban untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti nilai terbawa atas saldo rugi fiskal yang belum digunakan (jika ada) juga diakui sejauh realisasi atas manfaat pajak tersebut dimungkinkan.

Hak Minoritas atas laba bersih Anak Perusahaan

Merupakan bagian kepemilikan minoritas atas laba (rugi) bersih Anak Perusahaan.

Kondisi Keuangan Perseroan

a. Neraca

Kondisi neraca Perseroan secara ringkas dapat dilihat dalam tabel berikut, beserta pertumbuhannya:

(dalam jutaan Rupiah)

Uraian 31 Desember

2010 2009 2008ASET Aset Lancar 105.326 73.893 81.442 Aset Tidak Lancar 941.563 749.350 574.211JUMLAH ASET 1.046.889 823.243 655.653KEWAJIBAN Kewajiban Lancar 134.593 125.919 128.817 Kewajiban Tidak Lancar 523.764 401.604 259.101JUMLAH KEWAJIBAN 658.357 527.522 387.918HAK MINORITAS 43.706 31.086 58.898 JUMLAH EKUITAS 344.826 264.634 208.837JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.046.889 823.243 655.653

Penjelasan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan 31 Desember 2009

Aset

Aset lancar

Aset lancar Perseroan tercatat sebesar Rp105.326 juta pada akhir tahun 2010, mengalami kenaikan sebesar Rp31.433 juta atau 42,54% dibandingkan dengan akhir tahun 2009. Kenaikan terbesar terjadi pada kas sebesar Rp 13.955 juta, besarnya kenaikan ini terjadi karena penerimaan kas dari pelanggan dan sisa perolehan dari hutang bank jangka panjang yang belum digunakan.

Pos lain yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah piutang usaha, yaitu dari Rp8.734 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp16.315 juta di akhir tahun 2010, atau meningkat 86,81% yang terjadi karena kenaikan nilai penjualan.

33

Aset tidak lancar

Aset tidak lancar Perseroan meningkat sebesar Rp192.213 juta, atau 25,65%, dari Rp749.350 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp941.563 juta pada akhir tahun 2010. Kenaikan pada aset tidak lancar Perseroan terutama disebabkan oleh kenaikan pada tanaman belum menghasilkan di mana terjadi kenaikan sebesar Rp135.799 juta dari Rp372.126 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp507.925 juta pada akhir tahun 2010 yang disebabkan oleh investasi Perseroan pada tanaman belum menghasilkan.

Selain itu, terjadi kenaikan uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp14.816 juta, atau 4.673,82%, dari Rp317 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp15.133 juta pada akhir tahun 2010 yang disebabkan oleh kenaikan uang muka pembelian tanah di AW dan BP. Aset tetap – bersih mengalami kenaikan Rp26.724 juta, atau 14,79% dari Rp180.749 juta pada tahun 2009 menjadi Rp207.473 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh investasi pada tanah, bangunan, jembatan, dan jalan pada Anak Perusahaan.

Kewajiban

Kewajiban lancar

Pada tahun 2010, Perseroan mencatat kewajiban lancar sebesar Rp134.593 juta atau naik Rp8.674 juta, atau 6,88% dibandingkan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp125.919 juta. Peningkatan terbesar disumbang oleh peningkatan hutang pajak sebesar Rp9.142 juta atau meningkat sebesar 166.94% dari Rp5.476 juta pada tahun 2009 menjadi Rp 14.618 juta pada tahun 2010 yang berkaitan dengan kenaikan laba perusahaan dan anak perusahaan.

Terdapat peningkatan hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun dari Rp23.819 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp32.558 juta pada akhir tahun 2010 terutama karena peningkatan hutang bank jangka panjang dan hutang sewa pembiayaan kendaraan dan alat berat yang jatuh tempo dalam satu tahun.

Kewajiban tidak lancar

Pada sisi kewajiban tidak lancar, tercatat adanya kenaikan sebesar Rp122.160 juta, atau 30,42%, dari Rp401.604 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp523.764 juta pada akhir tahun 2010. Kenaikan nominal utama terjadi pada hutang bank jangka panjang yang meningkat sebesar Rp99.939 juta, atau 30,66%, dari Rp325.938 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp425.877 juta pada akhir tahun 2010 yang terutama disebabkan oleh penambahan kredit investasi dari Bank Negara Indonesia sebesar Rp73.084 juta dan Bank Permata sebesar Rp20.000 juta.

Ekuitas

Ekuitas Perseroan per 31 Desember 2010 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp80.192 juta atau sebesar 30,30%, dari Rp264.634 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp344.826 juta pada akhir tahun 2010 yang terutama disebabkan oleh peningkatan saldo laba ditahan sebesar Rp80.114 juta, atau 61,87%, dari Rp129.484 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp209.598 juta pada akhir tahun 2010 dan tambahan setoran modal Perseroan sebesar Rp78 juta.

Penjelasan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dibandingkan dengan 31 Desember 2008

Aset

Aset lancar

Aset lancar Perseroan pada akhir tahun 2009 tercatat sebesar Rp73.893 juta, mengalami penurunan sebesar Rp7.549 juta, atau 9,27% dibandingkan dengan Rp81.442 pada akhir tahun 2008. Penurunan terbesar terjadi pada persediaan sebesar Rp9.476 juta, atau 29,15%, dari Rp32.503 juta di akhir tahun 2008 menjadi Rp23.027 juta pada akhir tahun 2009. Penurunan ini terutama terjadi karena penurunan jumlah persediaan karet dan kopi.

34

Pos lain yang mengalami penurunan cukup signifikan antara lain uang muka dan biaya dibayar di muka, yaitu dari Rp5.946 juta pada tahun 2008 menjadi Rp2.714 juta di akhir tahun 2009, menurun Rp3.232 juta, atau 54,36%, disebabkan oleh meningkatnya realisasi pembelian bahan pembantu yang menggunakan uang muka selama tahun 2009.

Piutang lain-lain meningkat sebesar Rp3.385 juta, atau 85,20% dari Rp3.973 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp7.358 juta pada akhir tahun 2009 yang disebabkan meningkatnya pinjaman karyawan kepada Perseroan.

Aset tidak lancar

Aset tidak lancar Perseroan meningkat sebesar Rp175.139 juta, atau 30,50%, dari Rp574.211 juta pada tahun 2008 menjadi Rp749.350 juta pada tahun 2009. Kenaikan pada aset tidak lancar Perseroan terutama disebabkan oleh kenaikan pada tanaman menghasilkan dan tanaman belum menghasilkan, masing-masing sebesar Rp49.072 juta dan Rp102.541 juta. Hal ini terjadi karena investasi di tanaman belum menghasilkan dan reklasifikasi tanaman belum menghasilkan menjadi tanaman menghasilkan.

Kenaikan lainnya juga terjadi pada piutang pihak hubungan istimewa di mana terjadi kenaikan sebesar Rp5.739 juta, atau 55,14%, dari Rp10.408 juta pada tahun 2008 menjadi Rp16.147 juta pada tahun 2009 yang terjadi karena peningkatan pinjaman kepada PT Aji Lebur Seketi sebesar Rp419 juta, PT Rekso Sempurno Moro Joyo sebesar Rp6.775 juta, dan PT Toraja Agra Wattie sebesar Rp787 juta. Di samping itu pada tahun 2009 PT Sinar Kasih Abadi membayar sebagian dari pinjamannya sebesar Rp1.413 juta.

Kewajiban

Kewajiban Lancar

Pada tahun 2009, Perseroan mencatat kewajiban lancar sebesar Rp125.919 juta atau menurun 2,25% dibandingkan tahun 2008 yang tercatat sebesar Rp128.817 juta.

Terdapat penurunan hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp7.891 juta dari Rp31.710 juta pada tahun 2008 menjadi Rp23.819 juta pada tahun 2009 terutama karena penurunan hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun kepada Bank Mandiri dan JP Morgan. Hutang usaha pada tahun 2009 naik sebesar Rp5.994 juta dari Rp15.347 juta pada tahun 2008 menjadi Rp21.341 juta pada tahun 2009 disebabkan oleh terjadinya kenaikan utang usaha pada pemasok TBS.

Kewajiban Tidak Lancar

Terjadi kenaikan kewajiban tidak lancar sebesar Rp142.503 juta atau 55,00% dari Rp259.101 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp401.604 juta pada akhir tahun 2009.

Kenaikan terutama terjadi pada hutang bank jangka panjang yang meningkat sebesar Rp94.901 juta, atau 41,08%, dari Rp231.037 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp325.938 juta pada akhir tahun 2009 yang disebabkan oleh bertambahnya kredit investasi pada, Bank Negara Indonesia sebesar Rp45.800 juta, Bank Mandiri Rp38.749 juta, dan Bank Permata Rp15.000 juta dan pembayaran cicilan pokok kepada Bank Mandiri dan sebagaian pinjaman kepada JP Morgan pada tahun 2009.

Ekuitas

Ekuitas Perseroan per 31 Desember 2009 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp55.797 juta atau sebesar 26,72%, dari Rp208.837 juta pada tahun 2008 menjadi Rp264.634 juta pada tahun 2009 yang terutama disebabkan oleh peningkatan saldo laba sebesar Rp43.497 juta, atau 50,59% dari Rp85.987 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp129.484 juta pada akhir tahun 2009.

35

b. Hasil dari kegiatan usaha

Tabel berikut ini menjelaskan data hasil operasional Perseroan, termasuk persentasi dari pendapatan usaha untuk periode berikut ini:

(dalam jutaan Rupiah kecuali persentase)

Keterangan 2010 2009 2008

(Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)Penjualan Bersih 413.432 100,00 369.703 100,00 301.541 100,00Beban Pokok Penjualan 231.170 55,91 244.816 66,22 181.842 60,30Laba Kotor 182.262 44,08 124.887 33,78 119.699 39,70Beban Usaha 32.873 7,95 33.427 9,04 27.130 9,00Laba Usaha 149.389 36,13 91.461 24,74 92.569 30,70Amortisasi goodwill negatif 1.745 0,42 1.505 0,41 - -Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing – bersih 1.022 0,25 3.368 0,91 (7.544) -2,50Penjualan produk sampingan 3.352 0,81 1.733 0,46 666 0,22Penghasilan bunga dan jasa giro 388 0,09 396 0,11 1.066 0,35Laba (rugi) penjualan aset tetap 95 0,02 (252) (0,07) 65 (0,,02)Beban bunga (23.766) -5,75 (23.949) -6,48 (18.477) -6,13Pemulihan kerugian penurunan nilai investasi saham - - 3.926 1,06 4.237 1,41Lain-lain – bersih 3.505 0,85 (1.623) (0,45) 989 0,33Bagian rugi perusahaan asosiasi (459) -0,11 - - - -Laba sebelum beban pajak 135.271 32,71 76.563 20,71 73.572 24,40Laba sebelum hak minoritas 100.708 24,35 53.533 14,48 50.359 16,70Hak minoritas (20.595) (4,98) (10.036) -2,71 (22.528) -7,47Laba bersih setelah pajak 80.113 19,37 43.497 11,77 27.831 9,23

Penjelasan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan 31 Desember 2009

Penjualan Bersih

Penjualan bersih Perseroan meningkat sebesar Rp43.729 juta atau 11,82% dimana penjualan bersih pada tahun 2009 sebesar Rp369.703 juta menjadi sebesar Rp413.432 juta pada tahun 2010. Peningkatan penjualan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penjualan karet sebesar 61,57% dari Rp152.927 juta pada tahun 2009 menjadi Rp247.087 juta pada tahun 2010 yang disebabkan meningkatnya harga komoditas karet dan kuantitas penjualan karet Perseroan.

Sebaliknya, terjadi penurunan penjualan CPO dan palm kernel sebesar 22.49% dari Rp195.993 juta pada tahun 2009 menjadi Rp151.907 juta pada tahun 2010 yang disebabkan karena pembelian TBS dari pihak ketiga yang menjadi sumber bahan baku CPO dan palm kernel Perseroan mengalami penurunan sebesar 69% yang mengakibatkan produksi CPO dan palm kernel Perseroan menurun.

Beban Pokok Penjualan. Beban pokok penjualan Perseroan menurun sebesar Rp13.646 juta, atau 5,57%, dari Rp244.816 juta pada tahun 2009 menjadi Rp231.170 juta pada tahun 2010. Penurunan pada beban pokok penjualan Perseroan terutama disebabkan oleh turunnya produksi CPO yang diakibatkan oleh keterbatasan bahan baku TBS. Peningkatan penjualan karet relatif tidak mempengaruhi beban pokok penjualan karena peningkatan penjualan tersebut terutama disebabkan peningkatan harga jual.

Laba Kotor. Sebagai akibat dari peningkatan pada penjualan bersih, laba kotor Perseroan meningkat sebesar Rp57,375 juta, atau 45,94%, dari Rp124.887 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi Rp182.262 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang terutama disebabkan oleh kenaikan harga karet dunia.

Beban Penjualan. Beban penjualan Perseroan menurun Rp1.357 juta, atau 24,85%, dari Rp5.459 juta pada tahun 2009 menjadi Rp4.102 juta pada tahun 2010, terutama disebabkan oleh biaya pengiriman produk menurun seiring dengan menurunnya kuantitas penjualan CPO. Beban Umum dan Administrasi. Beban umum dan administrasi Perseroan naik sebesar Rp803 juta, atau 2,87%, dari Rp27.967 juta pada tahun 2009 menjadi Rp28.771 juta pada tahun 2010. Peningkatan yang terjadi pada beban umum dan administrasi terutama disebabkan oleh meningkatnya beban gaji,

36

upah dan tunjangan karyawan, di mana mengalami peningkatan sebesar Rp2.565 juta, atau 19,76%, dari Rp12.976 juta pada 31 Desember 2009 menjadi Rp15.541 juta pada tahun 2010 terutama sebagai akibat dari kenaikan upah karyawan. Pada tahun 2009, terdapat kerugian penghapusan uang muka aset tetap sebesar Rp3.002 Juta yang merupakan pembatalan rencana pembangunan perkebunan sawit oleh AW karena izin lokasi tidak dapat ditindaklanjuti.

Laba Usaha. Laba usaha Perseroan meningkat sebesar Rp57.929juta, atau 63,33%, dari Rp91.461 juta pada tahun 2009 menjadi Rp149.389 juta pada tahun 2010 disebabkan oleh peningkatan penjualan karet karena kenaikan harga.

Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs - Bersih. Keuntungan (kerugian) selisih kurs - bersih Perseroan menurun sebesar Rp2.346 juta dari sebelumnya mengalami keuntungan sebesar Rp3.368 juta pada tahun 2009 menjadi keuntungan sebesar Rp1.022 juta pada tahun 2010. Penurunan yang terjadi pada keuntungan (kerugian) mata uang asing - bersih terutama disebabkan oleh keuntungan transaksi penjualan perusahaan yang berdenominasi US$.

Amortisasi goodwill negatif. Penghasilan karena amortisasi goodwill negatif meningkat sebesar Rp240 juta dari Rp1.505 juta pada 31 Desember 2009 menjadi Rp1.745 juta pada 31 Desember 2010. Hal ini disebabkan oleh Pada tahun 2010 amortisasi goodwill negatif pada ABS sudah dihitung selama 1 tahun sementara pada tahun 2009 amortisasi goodwill negatif belum dilakukan karena goodwill negatif ABS baru timbul pada akhir tahun 2009.

Penghasilan Bunga. Penghasilan bunga Perseroan menurun sebesar Rp8 juta dari Rp396 juta pada 31 Desember 2009 menjadi Rp388 juta pada tahun 2010. Penurunan ini disebabkan penurunan rata-rata saldo bank yang dimiliki Perseroan.

Beban Bunga. Beban bunga Perseroan menurun sebesar Rp183 juta, atau 0,76%, dari Rp23.949 juta pada tahun 2009 menjadi Rp23.766 juta pada tahun 2010. Penurunan pada beban bunga terutama dikarenakan menurunnya pokok hutang bank jangka panjang atas lahan perkebunan yang telah menghasilkan. Pemulihan kerugian penurunan nilai investasi saham. Penurunan pemulihan kerugian penurunan nilai investasi saham untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dikarenakan Perseroan telah mengalihkan kepemilikan PT Bank Ina Perdana ke pihak lain. Perseroan mencatat penghasilan atas transaksi ini sebesar Rp3.926 juta pada tahun yang berakhir 31 Desember 2009.

Lain-Lain – Bersih. Penghasilan lain-lain – bersih Perseroan dari sebelumnya per tanggal 31 Desember 2009 merupakan kerugian sebesar Rp1.623juta pada tahun 2009 menjadi penghasilan sebesar Rp3.505 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan management fee atas plasma sebesar Rp1.928 juta. Penghasilan (Beban) Lain-Lain – Bersih. Penghasilan (beban) lain-lain – bersih Perseroan naik sebesar Rp1.238 juta atau 8,31%, dari beban sebesar Rp14.897 juta pada tahun 2009 menjadi beban sebesar Rp13.659 juta pada tahun 2010.

Laba Sebelum Pajak. Laba sebelum pajak perseroan meningkat sebesar Rp58.708 juta, atau 76,67%, dari Rp76.563 juta pada tahun 2009 menjadi Rp135.271 juta pada tahun 2010.

Beban Pajak Kini. Beban pajak kini Perseroan meningkat sebesar Rp15.040 juta, atau 134,47%, dari Rp11.184 juta pada tahun 2009 menjadi Rp26.224 juta pada tahun 2010. Kenaikan pada beban pajak terutama disebabkan oleh kenaikan laba sebelum pajak Perseroan pada tahun 2010.

Manfaat (beban) Pajak Tangguhan. Manfaat (beban) Pajak Tangguhan Perseroan turun Rp3.508 juta, atau 29,61% dari Rp11.847 juta pada tahun 2009 menjadi Rp8.339 juta pada tahun 2010, terutama disebabkan oleh penurunan pemanfaatan rugi fiskal pada anak perusahaan.

37

Hak minoritas atas laba bersih Anak Perusahaan. Hak minoritas atas laba bersih Anak Perusahaan Perseroan meningkat sebesar Rp10.559 juta, atau 105,21%, dari Rp10.036 juta pada tahun 2009 menjadi Rp20.595 juta pada tahun 2010 yang terutama disebabkan oleh peningkatan laba bersih Anak Perusahaan.

Laba bersih. Laba bersih Perseroan meningkat sebesar Rp36.617 juta, atau 84,18%, dari Rp43.497 juta pada tahun 2009 menjadi Rp80.114 juta pada tahun 2010.

Penjelasan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dibandingkan dengan 31 Desember 2008

Penjualan Bersih. Penjualan bersih Perseroan meningkat sebesar Rp68.162 juta, atau 22,60% dari Rp301.541 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp369.703 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009.

Peningkatan penjualan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penjualan minyak dan biji sawit sebesar Rp130.408 juta dari Rp65.585 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp195.993 juta pada akhir tahun 2009. Sebaliknya, terjadi penurunan penjualan karet sebesar Rp67.315 juta, atau 30,56% dari Rp220.242 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp152.927 juta pada akhir tahun 2009 oleh karena harga jual komoditas karet yang turun. Beban Pokok Penjualan. Beban pokok penjualan Perseroan naik sebesar Rp62.974 juta, atau 34,63%, dari Rp181.842 juta pada tahun 2008 menjadi Rp244.816 juta pada tahun 2009, yang disebabkan terutama oleh kenaikan beban bahan baku yang digunakan yaitu kenaikan pembelian TBS dari pihak ketiga sebesar Rp65.894 juta, atau 719,22%, dari Rp9.162 juta pada tahun 2008 menjadi Rp75.056 juta pada tahun 2009.

Laba Kotor. Sebagai akibat dari peningkatan pada penjualan bersih, laba kotor Perseroan meningkat sebesar Rp5.188 juta, atau 4,33%, dari Rp119.699 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp124.887 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 disebabkan oleh meningkatnya volume penjualan minyak dan biji sawit sementara terjadi penurunan harga karet.

Beban Penjualan. Beban penjualan Perseroan naik Rp3.837 juta, atau 236,56%, dari Rp1.622 juta pada tahun 2008 menjadi Rp5.459 juta pada tahun 2009, terutama disebabkan oleh kenaikan biaya pengiriman produk CPO dikarenakan kenaikan kuantitas penjualan CPO.

Beban Umum dan Administrasi. Beban umum dan administrasi Perseroan meningkat sebesar Rp2.459 juta, atau 9,64%, dari Rp25.508 juta pada tahun 2008 menjadi Rp27.967 juta pada tahun 2009. Peningkatan ini terjadi terutama karena adanya kerugian penghapusan uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp3.002 juta atas batalnya perolehan izin lokasi. Laba Usaha. Laba usaha Perseroan menurun sebesar Rp1.109 juta, atau 1,19%, dari Rp92.569 juta pada tahun 2008 menjadi Rp91.460 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh meningkatnya volume penjualan minyak dan biji sawi, namun terjadi penurunan harga karet.

Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs - Bersih. Keuntungan (kerugian) selisih kurs - bersih Perseroan meningkat sebesar Rp10.912 juta, dari sebelumnya mengalami kerugian sebesar Rp7.544 juta pada tahun 2008 menjadi keuntungan sebesar Rp3.368 juta pada tahun 2009. Kenaikan yang terjadi pada keuntungan (kerugian) mata uang asing - bersih terutama disebabkan oleh penguatan Rupiah terhadap mata uang US$ yang mengakibatkan pendapatan selisih kurs dari hutang bank jangka panjang berdenominasi US$.

Amortisasi goodwill negatif. Penghasilan karena amortisasi goodwill negatif sebesar Rp1.505 juta pada 31 Desember 2009 disebabkan oleh adanya amortisasi selisih antara biaya perolehan anak perusahaan KE, PK, BL, CMK, dan PB dengan nilai wajar aset bersih yang diperoleh melalui peningkatan tambahan modal disetor.

38

Penghasilan Bunga. Penghasilan bunga Perseroan menurun sebesar Rp670 juta, atau 62,85% dari Rp1.066 juta pada 31 Desember 2008 menjadi Rp396 juta pada tahun yang berakhir 31 Desember 2009. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya saldo rekening koran bank yang dimiliki Perseroan.

Beban Bunga. Beban bunga Perseroan meningkat sebesar Rp5.473 juta, atau 29,62%, dari Rp18.477 juta pada tahun 2008 menjadi Rp23.950 juta pada tahun 2009. Peningkatan pada beban bunga terutama disebabkan oleh meningkatnya pokok hutang bank jangka panjang atas lahan perkebunan yang telah menghasilkan.

Pemulihan kerugian penurunan nilai investasi saham. Pada tahun 2002, Perseroan menurunkan nilai investasinya di Bank Ina Perdana yang disebabkan oleh kondisi bank yang kurang kondusif. Pemulihan nilai investasi kepemilikan saham pada Bank Ina Perdana mulai dilakukan sejak 2008 sejalan dengan membaiknya kondisi Bank Ina Perdana yang dilakukan bertahap selama tahun 2008 dan 2009. Pengakuan pemulihan kerugian penurunan nilai investasi saham pada tahun 2009 adalah sebesar Rp3.926 juta dan pada tahun 2008 adalah sebesar Rp4.237 juta.

Lain-Lain – Bersih. Penghasilan lain-lain – bersih Perseroan turun dari sebelumnya per tanggal 31 Desember 2008 merupakan keuntungan sebesar Rp 989juta pada tahun 2008 menjadi kerugian sebesar Rp1.623 juta pada tahun 2009 yang disebabkan antara lain oleh berkurangnya pendapatan dari pemanfaatan fasilitas jalan milik Perseroan oleh pihak ketiga. Penghasilan (Beban) Lain-Lain – Bersih. Penghasilan (beban) lain-lain – bersih Perseroan naik sebesar Rp4.100 juta atau 21,58%, dari beban sebesar Rp18.997 juta pada tahun 2008 menjadi beban sebesar Rp14.897 juta pada tahun 2009.

Laba Sebelum Pajak. Laba sebelum pajak perseroan meningkat sebesar Rp2.991 juta, atau 4,07%, dari Rp73.572 juta pada tahun 2008 menjadi Rp76.563 juta pada tahun 2009.

Beban Pajak Kini. Beban pajak kini Perseroan menurun sebesar Rp10.465 juta, atau 48,33%, dari Rp21.649 juta pada tahun 2008 menjadi Rp11.184 juta pada tahun 2009. Penurunan pada beban pajak terutama disebabkan dampak pemanfaatan rugi fiskal pada tahun sebelumnya oleh salah satu anak perusahaan.

Manfaat (beban) Pajak Tangguhan. Manfaat (beban) Pajak Tangguhan Perseroan naik 657,00%, atau Rp10.282 juta, atau dari Rp1.565 juta pada tahun 2008 menjadi Rp11.847 juta pada tahun 2009, terutama disebabkan oleh salah satu anak perusahaan mengalami rugi fiskal yang mengakibatkan anak perusahaan tersebut memperoleh manfaat pajak tangguhan.

Hak Minoritas Atas Laba Bersih Anak Perusahaan. Hak minoritas atas laba bersih Anak Perusahaan Perseroan menurun sebesar Rp12.493 juta, atau 55,46%, dari Rp22.528 juta pada tahun 2008 menjadi Rp10.035 juta pada tahun 2009 yang terutama disebabkan oleh peningkatan setoran modal Perseroan pada beberapa anak perusahaan yang mengakibatkan penurunan persentase hak minoritas pada anak perusahaan.

Laba bersih. Laba bersih Perseroan meningkat sebesar Rp15.666 juta, atau 56,29%, dari Rp27.831 juta pada tahun 2008 menjadi Rp43.497 juta pada tahun 2009.

c. Laporan Arus Kas

(dalam jutaan Rupiah)Uraian 31 Desember 2010 2009 2008Arus Kas Dari Aktivitas Operasi 112.724 87.142 71.371Arus Kas Dari Aktivitas Investasi (186.436) (175.117) (189.766)Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan 87.667 86.180 134.253KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 13.955 (1.795) 15.858KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 24.056 25.851 9.993KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 38.011 24.056 25.851

39

Penjelasan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan 31 Desember 2009

Arus kas diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan meningkat sebesar Rp25.582 juta, atau 29,36%, dari Rp87.142 juta pada tahun 2009 menjadi Rp112.724 juta pada tahun 2010. Peningkatan ini terjadi terutama disebabkan oleh meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan dan penurunan pembayaran pajak penghasilan yang terkompensasi oleh pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, dan lain-lain serta kenaikan pembayaran beban bunga.

Penerimaan kas dari pelanggan meningkat sebesar Rp21.877 juta, atau 5,73% dari Rp381.588 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp403.466 juta pada akhir tahun 2010 disebabkan oleh meningkatnya penjualan bersih komoditas karet Perseroan. Pembayaran pajak penghasilan Perseroan menurun sebesar Rp5.118 juta atau 22,44%, dari Rp22.805 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp17.687 juta pada akhir tahun 2010 terutama disebabkan oleh penurunan keuntungan fiskal tahun 2009 bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang menjadi dasar pembayaran cicilan pajak penghasilan tahun fiskal 2010.

Pembayaran beban bunga Perseroan meningkat dari Rp27.246 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp34.076 juta pada akhir tahun 2010 yang disebabkan oleh naiknya bunga dari pencairan baru kredit investasi bank. Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan dan lain-lain meningkat Rp8.132 juta, atau 3,33%, dari Rp244.394 juta pada tahun 2009 menjadi Rp252.526 juta pada tahun 2010 terutama disebabkan oleh kenaikan gaji, upah, dan tunjangan serta pembayaran utang kepada pihak ketiga atas pembelian bahan olah karet dan bahan pembantu.

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Arus kas digunakan untuk aktivitas investasi meningkat sebesar Rp11.319 juta, atau 6,46%, dari Rp175.117 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp186.436 juta pada akhir tahun 2010. Peningkatan ini terjadi karena kenaikan penggunaan kas untuk uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp14.816 juta pada tahun 2010. Selain itu adanya kenaikan penggunaan kas untuk setoran modal dan uang muka ke perusahaan asosiasi sebesar Rp7.420 juta pada tahun 2010.

Selain itu terjadi penurunan penggunaan kas untuk tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 11.092 juta dari Rp129.339 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp118.247 juta pada akhir tahun 2010 yang disebabkan oleh penurunan investasi pada tanaman belum menghasilkan.

Penggunaan kas untuk penambahan bibitan menurun sebesar Rp2.892 juta, atau 26,70% dari Rp10.834 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp7.942 juta pada akhir tahun 2010 yang disebabkan oleh menurunnya investasi pengadaan bibit tanaman karet dan kelapa sawit.

Terdapat juga penurunan perolehan dari hasil penjualan aset tetap sebesar Rp374 juta, atau 79,69%, dari Rp470 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp95,48 juta pada akhir tahun 2010 yang terjadi karena penurunan aset tetap yang dijual pada tahun 2010.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Terjadi perolehan kas bersih dari aktivitas pendanaan Perseroan sepanjang tahun 2010. Perolehan meningkat dari Rp86.180 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp86.399 juta pada akhir tahun 2010, yang terutama disebabkan oleh meningkatnya perolehan kas dari plasma, meningkatnya penerimaan hutang bank bersih dan berkurangnya penerimaan setoran modal dibandingkan dengan tahun 2009.

Penerimaan dari plasma meningkat sebesar Rp 10.017 juta, atau 543,05% dari pembayaran Rp1.845 juta pada akhir tahun 2009 menjadi penerimaan sebesar Rp8.172 juta pada akhir tahun 2010 disebabkan oleh pencairan dana dari bank yang digunakan untuk pendanaan perkebunan plasma.

Pembayaran dividen kepada pemegang saham minoritas meningkat sebesar Rp2.515 juta, atau 26,32%, dari Rp9.557 juta pada tahun 2009 menjadi Rp12.072 juta pada tahun 2010 oleh karena kenaikan pembayaran dividen kepada The Bombay Burmah Trading Corporation Ltd. karena peningkatan laba IJR.

40

Pada tahun 2010 dan 2009, Perseroan melakukan pembayaran dan penerimaan atas hutang bank, jumlah bersih yang diterima dari bank masing-masing sebesar Rp88.077 juta dan Rp78.700 juta.Pada tahun 2010, Perseroan mendapat pinjaman dari Bank Negara Indonesia dan Bank Permata dan melakukan pembayaran pinjaman kepada Bank Ina. Pada tahun 2009, Perseroan memperoleh pinjaman dari Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia dan Bank Permata dan melakukan pembayaran kepada JP Morgan International Bank.

Penjelasan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dibandingkan dengan 31 Desember 2008

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Arus kas diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan meningkat sebesar Rp 15.771 juta, atau 22,10%, dari Rp 71.371 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 87.142 juta pada tahun 2009. Peningkatan ini terjadi terutama disebabkan oleh naiknya penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp103.290 juta, atau 37,12% yang disebabkan oleh meningkatnya penjualan bersih dan kenaikan pembayaran kas pada pemasokTBS dan lainnya sebesar Rp75.186 juta, atau 44,43%.

Pembayaran beban bunga Perseroan meningkat dari Rp19.424 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp27.246 juta pada akhir tahun 2009, atau sebesar 40,27%, yang disebabkan oleh naiknya bunga dari kredit investasi bank. Pembayaran pajak penghasilan meningkat Rp4.511 juta, atau 24,66%, dari Rp18.294 juta pada tahun 2008 menjadi Rp22.805 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan cicilan pajak penghasilan pasal 25 pada tahun 2009 lebih besar dibandingkan dengan tahun 2008.

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Arus kas digunakan untuk aktivitas investasi menurun sebesar Rp14.649 juta, atau 7,72%, dari Rp189.766 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp175.117 juta pada akhir tahun 2009.

Pada tahun 2008, Perseroan melakukan investasi pada tanaman belum menghasilkan sebesar Rp93.802 juta dan pada tahun 2009 sebesar Rp129.339 juta sehingga terdapat peningkatan investasi pada tanaman belum menghasilkan sebesar Rp35.537 juta. Terdapat penurunan penggunaan dana untuk perolehan asset tetap sebesar Rp47.345 juta, atau 56,94% dari Rp83.155 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp35.810 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh Perseroan telah memasuki masa penyelesaian PKS di Kalimantan pada tahun 2008. Penggunaan kas untuk penambahan bibitan menurun Rp3.388 juta, atau 23,82%, dari penggunaan kas sebesar Rp 14.222 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp10.834 juta pada akhir tahun 2009 yang disebabkan oleh turunnya investasi pengadaan bibit tanaman karet dan kelapa sawit.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Terjadi penurunan penerimaan kas bersih dari aktivitas pendanaan Perseroan sepanjang tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008. Penerimaan kas bersih sebesar Rp86.180 juta pada tahun 2009 dan Rp134.253 juta pada akhir tahun 2008, yang terutama disebabkan oleh kas bersih yang diterima dari hutang bank sebesar Rp133.956 juta pada tahun 2008 dan Rp78.700 juta pada tahun 2009.

Pada tahun 2009, Perseroan menerima kas dari pihak-pihak hubungan istimewa sebesar Rp916 juta dimana pada tahun 2008 Perseroan melakukan pembayaran kepada pihak hubungan istimewa sebesar Rp4.476 juta. Pembayaran dan penerimaan dari pihak hubungan istimewa tersebut berasal dari transaksi rekening koran, uang muka dan biaya yang dibayar terlebih dahulu

41

d. Investasi Belanja Modal (Capital Expenditure)

(dalam jutaan Rupiah)

Uraian 31 Desember 2010 2009 2008Bibitan 7.942 10.834 14.222 Tanaman Belum Menghasilkan 118.247 129.339 93.802 Aset tetap - - - Tanah 14.490 8.911 9.571 Bangunan, Jembatan dan Jalan 12.917 11.083 3.509 Mesin dan peralatan 1.970 4.141 4.099 Kendaraan 738 3.023 2.323 Perlengkapan kantor 519 530 1.103 Aset dalam penyelesaian - - - Bangunan, Jembatan dan jalan 7.457 8.050 45.215 Mesin dan peralatan - 72 17.336 Hak atas tanah 405 - -

Manajemen Risiko

Perseroan menyadari bahwa risiko dapat timbul dalam setiap aspek kegiatan usaha yang dijalankan oleh Perseroan dan Anak Perusahaan pada saat ini. Kegagalan Perseroan dan Anak Perusahaan dalam mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi dalam kegiatan usahanya, dapat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap kinerja keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan. Keterangan mengenai seluruh risiko usaha yang dihadapi oleh Perseroan dan Anak Peruahaan telah diungkapkan dalam Prospektus pada Bab V mengenai risiko usaha.

Pada saat ini, Perseroan telah mengidentifikasi dan mengelompokkan seluruh risiko yang material terhadap kegiatan dan kinerja usaha ke dalam 3 (tiga) kelompok risiko utama, yakni risiko terkait dengan kegiatan usaha Perseroan, risiko yang disebabkan oleh kondisi ekonomi, politik dan sosial Indonesia, serta risiko terkait investasi pada saham Perseroan. Dalam mengurangi dampak negatif dari risiko yang dihadapi pada saat ini, Perseroan telah menjalankan serangkaian mitigasi risiko yang telah disesuaikan dengan karakter dari masing-masing risiko. Perseroan menjalankan sebuah pendekatan yang terstruktur dalam melakukan pengelolaan risiko, melalui serangkaian pengembangan strategi dan pengelolaan sumber daya secara optimal sehingga diharapkan hal ini dapat mengurangi maupun mencegah risiko yang dihadapi pada saat ini untuk memberikan dampak secara material terhadap perkembangan kegiatan usaha Perseroan. Selain itu, manajemen Perseroan meyakini bahwa penerapan sebuah sistem manajemen risiko terpadu akan dapat membantu Perseroan menjadi sebuah perusahaan yang kokoh dan tanggap pada setiap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis Perseroan.

Dalam rangka pengembangan sistem manajemen risiko, Perseroan secara berkelanjutan terus mengembangkan dan meningkatkan kerangka sistem pengelolaan risiko dan struktur pengendalian internal yang terpadu dan komprehensif, sehingga dapat memberikan informasi adanya potensi risiko lebih dini dan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam meminimalkan dampak yang akan ditimbulkan dari risiko tersebut. Pada saat ini, kerangka manajemen risiko Perseroan telah dituangkan dalam setiap lingkup aktivitas usaha yang dijalankan oleh Perseroan. Untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tersebut telah sesuai dengan perkembangan bisnis yang ada, maka Perseroan melakukan evaluasi secara berkala sesuai dengan perubahan parameter risiko yang dihadapi.

Dalam melakukan pengelolaan terhadap risiko Perseroan, Perseroan telah melakukan hal-hal sebagai berikut :1. Membentuk Internal Audit untuk memitigasi risiko dari penggunaan seluruh sumber daya Perseroan;2. Audit Pupuk yang bertugas untuk mengawasi jumlah pengadaan pupuk, dosis pupuk per pohon,

jenis pupuk yang digunakan serta aplikasinya di lapangan;3. Pengawasan secara berkala oleh masing-masing departemen terkait sesuai dengan fungsinya;4. Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Perusahaan dan anak perusahaan mengelola biaya bunga

melalui campuran kewajiban dengan suku bunga tetap dan variabel, dengan mengevaluasi tingkat tren pasar. Manajemen juga melakukan penilaian antara suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang paling menguntungkan sebelum mengambil keputusan untuk mengambil pinjaman baru.

42

5. Untuk meminimalkan risiko nilai tukar, perusahaan memonitor risiko konsentrasi yang terjadi untuk setiap nilai tukar mata uang asing sehubungan dengan konversi mata uang asing terhadap Rupiah.

Perseroan akan membentuk Komite Audit yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kegiatan manajemen risiko telah dijalankan dengan baik. Komite ini diharapkan memahami setiap aspek kegiatan usaha yang dijalankan oleh Perseroan beserta dengan risiko yang melekat di dalamnya sehingga Perseroan dapat mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnisnya, mengembangkan corporate governance, mengoptimalkan penyusunan strategic management, dan mengamankan sumber daya yang dimiliki.

Berikut ini adalah kebijakan manajemen risiko yang telah diterapkan oleh Perseroan:- Pemilihan jenis tanaman berdasarkan zona agroklimat sehingga adaptif terhadap perubahan cuaca

dan iklim dan tahan dari hama penyakit tanaman- Untuk tanaman karet, untuk menanggulangi dampak La Nina berupa berkurangnya jumlah karet

yang disadap perlu digunakan teknologi rain guard untuk menyelamatkan produksi karet.- Mengadopsi standar produksi yang berlaku baik nasional maupun internasional seperti penerapan

Standar Nasional Indonesia (SNI) dan dalam proses untuk mengadopsi sertifikasi ISO 9000 agar menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan permintaan pasar dengan harga yang optimum.

- Perseroan telah mengasuransikan aset yang dimilikinya untuk menanggulangi dampak bencana alam dan kebakaran; dan

- Perseroan juga senantiasa memperhatikan proses AMDAL dan menjalankan kegiatan corporate social responsibility, sehingga dapat mengurangi risiko yang terkait dengan lingkungan.

Manajemen Perseroan memiliki komitmen yang tinggi untuk selalu menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan risiko berdasarkan standar dan prosedur manajemen risiko yang diterapkan dalam tubuh Perseroan. Dengan komitmen dan penerapan manajemen risiko yang baik, manajemen Perseroan memiliki keyakinan untuk dapat terus menjaga kesinambungan usaha Perseroan dalam jangka panjang.

43

BAB VI. RISIKO USAHA

Sebelum melakukan investasi pada Saham Yang Ditawarkan Perseroan, para calon investor harus memperhatikan bahwa kegiatan usaha Perseroan akan sangat bergantung pada banyak faktor eksternal yang berada di luar pengendalian Perseroan. Sebelum memutuskan kegiatan investasi, maka para calon investor harus terlebih dahulu secara hati-hati dan dengan cermat mempertimbangkan berbagai risiko usaha yang dijelaskan dalam Prospektus ini, serta risiko-risiko lainnya yang mungkin belum tercakup dalam Prospektus ini. Semua risiko tersebut, baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui, mungkin dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja operasional, dan/atau kinerja keuangan Perseroan. Apabila hal tersebut terjadi, maka harga Saham Perseroan di pasar modal dapat menurun dan para investor dapat menghadapi potensi kerugian investasi.

Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan

(i) Perseroan Menghadapi Risiko Pengaruh Fluktuasi Harga Komoditas Internasional

Komoditas yang diusahakan oleh Perseroan merupakan komoditas yang diperdagangkan di bursa internasional, sehingga harga jual produk Perseroan sangat bergantung pada pergerakan harga di pasar internasional (baik CPO maupun karet, yang merupakan produk utama Perseroan) yang menjadi referensi harga jual produk Perseroan. Harga internasional CPO dan karet dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perubahan pada:• Permintaan dan pasokan produk karet dan CPO;• Fluktuasi harga minyak mentah dunia yang merupakan bahan baku dari pembuatan karet sintetis

serta harga minyak nabati lainnya, terutama minyak kedelai untuk CPO;• Tingkat produksi karet dunia dan CPO (termasuk minyak nabati lainnya) yang terutama dipengaruhi

oleh kondisi cuaca;• Konsumsi dunia serta cadangan karet dan CPO (dan minyak nabati lainnya); dan• Perkembangan ekonomi dan geopolitik dunia.

Pendapatan Perseroan akan sangat tergantung pada volume dan harga jual yang diperolehnya, perubahan pada harga komoditi internasional dapat berpengaruh pada harga jual, hasil operasi, kondisi keuangan, dan prospek usaha Perseroan.

(ii) Kondisi Iklim dan Alam dapat Memberikan Dampak Negatif Terhadap Perseroan

Kepulauan di Indonesia terletak pada salah satu daerah vulkanik yang aktif di dunia. Karena letak Indonesia berada di zona pertemuan dari tiga lempengan bumi utama, Indonesia berpotensi mengalami gempa bumi, tsunami, gelombang laut dan letusan gunung berapi.

Bencana yang terjadi seperti gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan (gejala El Nino) atau peristiwa-peristiwa lainnya yang terjadi di luar kendali Perseroan selain berdampak negatif terhadap keadaan ekonomi negara Indonesia pada umumnya, juga secara langsung akan berdampak negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan.

(iii) Perseroan Menghadapi Risiko dari Perubahan Peraturan yang Berkaitan dengan Perolehan, Pembaharuan dan Pengurangan Luas Lahan Hak Guna Usaha

Berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang agraria, masa berlaku Hak Guna Usaha (HGU) berkisar antara 25 tahun sampai dengan 35 tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 25 tahun. Setelah perpanjangan tersebut, HGU dapat diperbaharui kembali untuk periode antara 25 tahun sampai dengan 35 tahun. Perseroan selalu berusaha mematuhi semua peraturan yang berhubungan dengan kegiatan usahanya dan akan selalu mengambil langkah-langkah antisipatif yang diperlukan untuk mendapatkan perpanjangan/pembaharuan HGU perkebunannya. Namun demikian, tidak ada kepastian bahwa Perseroan dapat memperpanjang/memperbaharui atau memperoleh HGU baru, atau mendapat pengurangan jangka waktu maupun luas HGU-nya. Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, sisa masa berlaku HGU untuk perkebunan milik Perseroan berkisar antara 1,5 tahun sampai dengan 34 tahun.

44

(iv) Perseroan Menghadapi Risiko Adanya Pembatasan Kepemilikan Lahan Perkebunan

Pada tanggal 11 Agustus 2004, Pemerintah Indonesia memberlakukan UU No. 18/2004 yang mengatur antara lain sehubungan dengan tanah untuk usaha perkebunan, menteri yang berwenang dan bertanggung jawab untuk pengelolaan bidang usaha perkebunan akan mengatur luas maksimum dan minimum lahan perkebunan yang digunakan.

Sebagai pelaksanaan UU No. 18/2004, pada tanggal 29 Februari 2007 telah dikeluarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 26/Permentan/OT.140/2/2007 (“Peraturan No. 26”), yang antara lain mengatur batas maksimum luas lahan perkebunan yang dapat diberikan kepada satu perusahaan perkebunan sebagai satu badan hukum. Penentuan batas maksimum luas lahan perkebunan adalah berdasarkan jenis tanaman sebagaimana disebutkan dalam Lampiran 3 Peraturan No. 26, antara lain batas maksimum luas lahan perkebunan kelapa sawit dan karet masing-masing seluas 100.000 hektar dan 25.000 hektar, kecuali batas maksimum luas lahan perkebunan di Propinsi Papua adalah dua kali dari batas maksimum luas lahan perkebunan yang disebutkan dalam Lampiran 3 No. 26 tersebut. Pembatasan tersebut tidak berlaku bagi beberapa perusahaan perkebunan antara lain perusahaan perkebunan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh masyarakat melalui penawaran umum.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, mengingat maksimum luas lahan perkebunan Perseroan dan masing-masing anak perusahaannya tidak melampaui batas maksimum luas lahan perkebunan yang ditentukan dalam Peraturan No. 26 serta mengingat status Perseroan sebagai perusahaan terbuka, maka masing-masing perusahaan tersebut dapat melanjutkan kegiatan usaha perkebunannya.

Namun demikian, Peraturan No. 26 tidak mengatur batas maksimum luas lahan perkebunan yang dapat dimiliki oleh suatu grup perusahaan. Apabila di masa yang akan datang Menteri Pertanian memberlakukan luas maksimum lahan perkebunan bagi satu grup perusahaan, yang lebih kecil dari total luas lahan perkebunan yang dimiliki oleh Perseroan, maka tidak ada jaminan bagi Perseroan untuk terus memiliki seluruh luas lahan perkebunannya.

(v) Perseroan Menghadapi Risiko Terkait Persediaan

Perseroan memiliki perlindungan asuransi untuk persediaan perkebunan untuk kerusakan yang secara langsung disebabkan oleh seluruh kerusakan yang contohnya disebabkan oleh bahaya-bahaya dari musibah alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, kebakaran, petir, banjir, angin topan, tanah longsor, dan tsunami dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp45.930 juta. Namun, Perseroan tidak memiliki asuransi untuk kerugian atas penghentian usaha yang melindungi tanaman kelapa sawit atau kerugian yang timbul dari penyakit atau hama, sejalan dengan prosedur standar industri. Jika Perseroan mengalami kerugian tanaman karet dan kelapa sawit atau hasil produksi yang lain di kebun yang tidak diasuransikan, kejadian tersebut dapat berdampak negatif secara material terhadap kondisi keuangan hasil operasi dan prospek usaha Perseroan.

(vi) Risiko yang Ditimbulkan oleh Fluktuasi Rupiah terhadap Mata Uang Asing

Kegiatan usaha Perseroan serta hasil operasional dipengaruhi oleh naik turunnya kurs Rupiah terhadap mata uang asing dikarenakan selain menjual ke pasar lokal, Perseroan juga mengekspor karet ke luar negeri. Selama tahun 1997, Rupiah terdepresiasi sekitar 49% terhadap USD dan sekitar 42% pada tahun 1998. Pada tanggal 31 Desember 1999, Rupiah menguat ke tingkat Rp7.100,-/USD namun kembali melemah ke tingkat Rp9.595,-/USD dan Rp10.400,-/USD pada tahun 2000 dan 2001. Kurs Rupiah kembali menguat di tahun 2002 dan 2003 ke tingkat Rp8.940,-/USD dan Rp8.465,-/USD, namun pada tahun 2004 dan 2005 kembali melemah ke tingkat Rp9.290,-/USD dan Rp9.830,-/USD. Kurs Rupiah kembali menguat pada tahun 2006 ke tingkat Rp9.020,-/USD dan melemah ke tingkat Rp9.419,-/USD dan Rp10.950,-/USD masing-masing pada tahun 2007 dan 2008. Rupiah kembali menguat pada tahun 2009 dan 2010, masing-masing ke tingkat Rp9.400,-/USD dan Rp8.991,-/USD. (sumber: Bank Indonesia).

Menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing akan menyebabkan menurunnya pendapatan Perseroan.

45

(vii) Perseroan Menghadapi Risiko Peningkatan Kompetisi pada Segmen Usahanya

Sebagian besar produk Perseroan menghadapi kompetisi baik dari perusahaan lokal maupun internasional. Tidak dapat dipastikan bahwa kompetitor saat ini tidak akan meningkatkan kapasitas produksi atau meningkatkan kompetisi terhadap Perseroan, atau tidak akan ada tambahan pesaing domestik maupun asing yang memasuki pasar di mana Perseroan beroperasi. Peningkatan kompetisi tersebut dapat mempengaruhi kemampuan Perseroan untuk mempertahankan atau menaikan pendapatannya.

(viii) Perseroan Menghadapi Risiko atas Hilangnya Hak Kepemilikan atas Lahan yang Tercakup Dalam Izin Lokasi

Pada tanggal 31 Desember 2010, Grup JAW (tidak termasuk NMA) memiliki sekitar 37.017,3983 hektar lahan perkebunan yang telah memiliki Izin Lokasi dari Pemerintah. Izin lokasi tersebut mewakili sekitar 57,99% dari total lahan perkebunan yang dikelola oleh Grup JAW yang memiliki izin lokasi dan Hak Guna Usaha. Izin Lokasi tersebut memungkinkan Grup JAW untuk memiliki lahan yang tercakup di Izin Lokasi tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setelah proses pembebasan lahan tersebut terealisasi, Grup JAW akan berhak untuk mengelola dan melakukan penanaman di lahan tersebut. Izin Lokasi tersebut dapat dicabut oleh Pemerintah apabila Grup JAW gagal untuk memperoleh kepemilikan atas lahan tersebut dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dalam Izin Lokasi. Di samping itu, terdapat kemungkinan negara tidak memberikan hak atas tanah karena alasan apapun termasuk tetapi tidak terbatas karena adanya tumpang tindih lahan ataupun adanya penetapan suatu wilayah tertentu sebagai kawasan hutan. Apabila hal tersebut terjadi, Grup JAW dapat kehilangan hak yang telah diberikan oleh Pemerintah kepada Grup JAW berdasarkan Izin Lokasi untuk memperoleh kepemilikan atas lahan yang tercakup dalam Izin Lokasi, dimana hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan dan kinerja usaha Grup JAW.

(ix) Perseroan Dapat Mengalami Dampak Negatif atas Penerapan dan Penegakan Regulasi Dampak Lingkungan yang Lebih Ketat

Perseroan diwajibkan untuk mematuhi regulasi dampak lingkungan. Perubahan regulasi dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan. Badan Pemerintah yang berwenang terhadap dampak lingkungan memiliki otoritas untuk memberikan sanksi apabila Perseroan tidak memenuhi peraturan dampak lingkungan termasuk pemberian denda maupun pencabutan ijin usaha. Perseroan berkeyakinan bahwa kegiatan operasional Perseroan saat ini telah memenuhi peraturan dan standar dampak lingkungan yang ditetapkan Pemerintah. Namun demikian, peraturan dampak lingkungan dapat mengalami perubahan dan dapat bertambah ketat sehingga dapat mengakibatkan Perseroan mengeluarkan dana tambahan atau mengalami dampak negatif sebagai konsekuensi dari perubahan tersebut.

(x) Perseroan Menghadapi Risiko yang Dapat Ditimbulkan Oleh Adanya Pemogokan Tenaga Kerja

Karyawan merupakan salah satu aset yang penting bagi suatu perusahaan, oleh karena itu Manajemen Perseroan senantiasa memperhatikan dengan seksama kesejahteraan karyawan termasuk memenuhi ketentuan upah minimum. Walaupun telah tercipta hubungan yang baik antara Manajemen Perseroan dengan para karyawannya, namun demikian tidak ada kepastian bahwa tidak akan terjadi pemogokan tenaga kerja di kemudian hari, yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional Perseroan.

(xi) Perseroan Menghadapi Risiko Terkait Hutang Perseroan

Berikut ini adalah risiko yang dihadapi Perseroan terkait hutang Perseroan:

a) Perseroan Menghadapi Risiko Dinyatakan Cedera Janji

Perseroan memiliki kewajiban pembayaran hutang berdasarkan perjanjian-perjanjian hutang. Sampai saat ini Perseroan mampu memenuhi seluruh kewajibannya, namun tidak ada kepastian bahwa Perseroan selalu dapat memenuhi seluruh kewajibannya di masa yang akan datang. Apabila Perseroan dinyatakan cedera janji oleh para kreditur, tidak tertutup kemungkinan bahwa Perseroan tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan pelunasan tersebut.

46

b) Perseroan Menghadapi Risiko Wanprestasi dari Petani Plasma sehubungan dengan Pinjaman yang Diberikan atau Pinjaman yang Dijamin oleh Perseroan dalam Program Plasma

Dalam program plasma, petani plasma berkewajiban untuk menjual TBS yang dihasilkannya kepada Perseroan dan dari hasil penjualan tersebut, kewajiban Perseroan pada petani plasma atas TBS tersebut adalah membayar secara langsung kepada bank yang menyediakan pendanaan atas biaya pembangunan perkebunan petani plasma.

Apabila hasil penjualan TBS tidak dapat mencukupi kewajiban pembayaran bunga pinjaman dan cicilan pokok pinjaman, maka Perseroan harus menanggung kekurangan pembayaran terlebih dahulu.

Wanprestasi yang material oleh petani plasma atas kewajibannya kepada bank dan/atau Perseroan akan mempunyai dampak negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan.

c) Perseroan Menghadapi Risiko Nilai Tukar atas Hutang Dalam Mata Uang Asing yang Tidak Dilakukan Lindung Nilai (Hedging)

Pada tanggal 31 Desember 2010, Perseroan memiliki hutang bank dalam US$ sebesar US$ 4 juta, hutang usaha sebesar US$ 22.133 dan EUR 3.575. Perseroan tidak memiliki perjanjian swap, namun demikian, penjualan ekspor Perseroan yang rata-rata berkisar 8,13% dari total penjualan dapat memberikan lindung nilai secara natural yang terbatas dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar Rupiah dengan mata uang asing. Tidak tertutup kemungkinan penjualan ekspor Perseroan akan menurun sehingga mengakibatkan sebagian kewajiban pembayaran hutang dalam mata uang asing tidak memiliki lindung nilai. Jika terjadi depresiasi Rupiah terhadap mata uang asing secara signifikan, maka kewajiban pembayaran hutang Perseroan dapat meningkat secara signifikan pula.

(xii) Risiko yang Ditimbulkan atas Penerapan Peraturan Pemerintah mengenai Pajak Ekspor, Kebijakan Impor dan Tarif

Searah dengan kebijakan sosial dan ekonomi, Pemerintah dari waktu ke waktu ikut berperan dalam arah perkembangan industri kelapa sawit. Pada tahun 1994, Pemerintah menetapkan pajak ekspor atas penjualan ekspor CPO dan produk turunan kelapa sawit lainnya. Pemerintah menyatakan bahwa penetapan pajak ekspor tersebut dilakukan guna mempertahankan harga jual minyak goreng pada pasar domestik, yang telah meningkat akibat, salah satunya, kenaikan harga pasar dunia untuk hasil produksi tersebut. Depresiasi nilai tukar Rupiah pada tahun 1997 dan awal tahun 1998 juga mendorong kenaikan yang tajam pada harga minyak goreng domestik dan menyebabkan ekspor produk kelapa sawit menjadi lebih menguntungkan. Akibatnya, pada bulan Desember 1997, Pemerintah menetapkan larangan ekspor terhadap produk-produk ini. Larangan tersebut dihapus pada bulan April 1998 dan digantikan dengan penerapan pajak ekspor. Sebelumnya, pajak ekspor berkisar antara 10,0% sampai dengan 40,0% (sesuai dengan jenis produk) dan kemudian ditingkatkan menjadi antara 20,0% dan 60,0%. Pemerintah kembali menurunkan kisaran pajak ekspor menjadi antara 7,0% dan 30,0% pada bulan Juni 1999.

Pada bulan September 2007, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 09/PMK.011/2007, Pemerintah Indonesia menetapkan tarif pajak ekspor antara 0,0% dan 10,0% yang penetapan tarifnya didasarkan pada formula sesuai dengan harga CPO (c.i.f. Rotterdam). Hal tersebut kembali mengalami perubahan pada bulan Pebruari 2008 dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 09/PMK.011/2008 menjadi antara 0,0% dan 20,0% yang penetapan tarifnya didasarkan pada formula berdasarkan harga jual CPO. Berdasarkan formula diatas, pajak CPO dan pajak minyak inti sawit dari tanggal 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2008 adalah masing-masing sebesar 15% dan 18%.

47

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 67/PMK.011/2010 tanggal 22 Maret 2010, penetapan besaran tarif ekspor untuk ditentukan kemudian mengacu kepada perhitungan yang didasarkan pada harga CPO (r.i.f. Rotterdam), sebagai berikut:

Harga Patokan Ekspor Tarif Pajak (%)≤ US$ 700 Nol> US$ 700 - US$ 750 1,5> US$ 750 - US$ 800 3,0> US$ 800 - US$ 850 4,5> US$ 850 - US$ 900 6,0> US$ 900 - US$ 950 7,5> US$ 950 - US$ 1.000 10,0> US$ 1.000 - US$ 1.050 12,5> US$ 1.050 - US$ 1.100 15,0> US$ 1.100 - US$ 1.150 17,5> US$ 1.150 - US$ 1.200 20,0> US$ 1.200 - US$ 1.250 22,5> US$ 1.250 25,0

Per Februari 2011, Pemerintah menerapkan pajak ekspor sebesar 25% didasarkan pada Harga Patokan Ekspor Februari 2011 sebesar US$ 1.266 per ton, naik dari pajak ekspor sebesar 20% berdasarkan Harga Patokan Ekspor US$ 1.184,37 pada bulan Januari.

Tidak terdapat suatu jaminan bahwa Pemerintah tidak akan menerapkan tarif dan/atau peraturan pajak baru atau yang lebih ketat, meningkatkan pajak ekspor CPO, menaikkan lebih lanjut harga dasar atau melarang ekspor CPO di masa yang akan datang. Apabila Pemerintah menaikkan tingkat pajak ekspor atau kembali menerapkan larangan ekspor terhadap produk Perseroan dan Anak Perusahaan atau mengambil tindakan serupa, maka akan mempengaruhi harga jual produk Perseroan dan Anak Perusahaan di pasar Indonesia. Selain itu, pemerintah Malaysia baru-baru ini juga telah mengumumkan bahwa efektif sejak 1 Juli 2008, perusahaan kelapa sawit di Malaysia diwajibkan membayar kenaikan pajak CPO dan minyak inti sawit mentah jika harga melampaui RM2.000 per ton. Tidak dapat dipastikan apakah Pemerintah juga akan menerapkan kebijakan pajak yang sama atau bahkan menerapkan kebijakan yang lebih ketat terhadap perusahaan kelapa sawit di Indonesia seperti Perseroan, di masa yang akan datang.

Selain itu, pajak dan tarif impor serta pembatasan-pembatasan lainnya yang ditetapkan oleh negara-negara pengimpor dapat mempengaruhi tingkat permintaan CPO dan produk turunannya, serta mendorong penggunaan minyak nabati/sayur lainnya. Jika negara-negara pengimpor menerapkan pajak terhadap produk pengganti yang bersaing dengan CPO, seperti minyak kacang kedelai, pada tingkat pajak yang lebih rendah, maka keunggulan saing dari impor CPO dan produk turunannya akan terpengaruh secara negatif, yang dapat berdampak pada tingkat permintaan dan harga hasil produksi Perseroan dan Anak Perusahaan.

Salah satu dari hal tersebut diatas dapat berdampak secara material dan negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil operasional dan prospek usaha Perseroan dan Anak Perusahaan.

Risiko yang Disebabkan Oleh Kondisi Ekonomi, Politik dan Sosial Indonesia

(i) Kegiatan operasional utama Perseroan dilakukan di dalam negeri. Perseroan dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi Pemerintah, kondisi ekonomi dalam negeri yang tidak stabil, serta perubahan kebijakan, peraturan dan regulasi di dalam negeri, demikian pula dengan pengaruh kondisi iklim dan alam. Kondisi-kondisi ini dapat memberikan dampak negatif terhadap Perseroan.

Kinerja Perseroan sangat tergantung oleh tingkat kesehatan kondisi ekonomi dalam negeri secara menyeluruh. Kondisi ekonomi dalam negeri telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat antara tahun 1990 sampai 1995. Namun krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 mengakibatkan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) yang sangat signifikan pada tahun 1998. Seperti kebanyakan negara di Asia Pasifik, Indonesia mengalami resesi dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah pada tahun 1999, 2000 dan 2001. Meskipun kondisi perekonomian di Indonesia pada tahun 2002 hingga 2006 relatif membaik, namun tidak terdapat kepastian bahwa perkembangan kondisi ekonomi tersebut akan berlanjut mengingat adanya krisis keuangan di Amerika Serikat mulai pertengahan tahun 2007 yang mengakibatkan

48

perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut, yang pada akhirnya dapat berdampak pada krisis keuangan dan perekonomian global. Pada tahun 2011, ekonomi dunia terus mengalami perbaikan dari krisis ekonomi global yang terjadi sepanjang tahun 2008 dan 2009. IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 4,4% dari sebelumnya 4,2% di tahun 2011. Ketakutan akan jatuhnya ekonomi dunia kedalam resesi jilid 2 semakin memudar melihat pemulihan ekonomi terjadi hampir merata diseluruh dunia. Meskipun demikian IMF masih mencermati momentum pertumbuhan di negara-negara maju yang masih disokong oleh besarnya dukungan stimulus fiskal dan moneter. Permasalahan keberlangsungan kebijakan fiskal di negara-negara Eropa juga menjadi salah satu resiko yang dihadapi ekonomi global di tahun 2011. Sementara di sisi lain IMF melihat pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat di negara-negara berkembang meskipun juga diikuti oleh miningkatnya ancaman inflasi. China, sebagai contohnya, kembali tumbuh 10,3% selama tahun 2010.

Ekonomi Indonesia tumbuh 6,9% year on year di kuartal empat 2010, lebih cepat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,8%. Penguatan ekonomi di kuartal keempat ini lebih disebabkan selain permintaan domestik yang masih cukup solid, juga oleh terakselerasinya pertumbuhan permintaan eksternal sejalan dengan pemulihan ekonomi global. Daya beli masyarakat yang masih tinggi didukung oleh meningkatnya tingkat pendapatan (pendapatan per kapita tahun 2010 mencapai US$ 3,000) akan menjaga momentum pertumbuhan tersebut. Pertumbuhan kredit perbankan dan ekspektasi membaiknya peringkat surat hutang Indonesia-Japan Credit Rating telah memberikan Investment Grade kepada surat utang Indonesia, akan menekan biaya dana dan mendorong aktivitas investasi yang dibutuhkan agar Indonesia dapat mencapai level pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi.

Meskipun demikian, tekanan inflasi di Indonesia mulai meningkat intensitasnya yang mencapai 7,02 % year on year di bulan Januari 2011 yang terutama disumbang oleh kenaikan harga makanan. Kenaikan harga yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan menurunnya konsumsi dan berdampak pada menurunnya permintaan terhadap komoditas yang dihasilkan oleh Perseroan. Apabila kondisi perekonomian Indonesia memburuk akibat kondisi makro ekonomi yang kurang baik, hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan, hasil operasi dan prospek usaha Perseroan.

(ii) Kondisi Politik dan Sosial Dalam Negeri yang Tidak Stabil Dapat Memberikan Dampak Negatif Terhadap Perseroan

Sejak tahun 1998, Indonesia telah mengalami perubahan demokrasi, mengakibatkan kejadian politik dan sosial yang menggambarkan ketidakjelasan politik di Indonesia. Peristiwa ini telah mengakibatkan ketidakstabilan politik serta ketidakstabilan sosial dan sipil pada waktu tertentu di beberapa tahun terakhir. Sebagai negara demokrasi yang relatif baru, Indonesia terus menghadapi masalah-masalah sosial-politik yang beragam dan telah, dari waktu ke waktu, mengalami ketidakstabilan politik dan ketidakstabilan sosial dan sipil.

Sejak tahun 2000, ribuan orang Indonesia telah berpartisipasi dalam demonstrasi di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia baik dalam rangka mendukung atau menentang mantan Presiden Abdurrahman Wahid, mantan Presiden Megawati, dan Presiden yang menjabat saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono, serta dalam menanggapi isu-isu tertentu, termasuk pengurangan subsidi BBM, privatisasi aset negara, langkah-langkah anti-korupsi, bailout PT Bank Century Tbk pada tahun 2008, desentralisasi dan otonomi daerah serta kampanye militer yang dipimpin Amerika di Afghanistan dan Irak.

Pada tahun 2004, warga negara Indonesia secara langsung memilih Presiden, Wakil-Presiden dan wakil-wakil di Parlemen Indonesia untuk pertama kalinya. Warga negara Indonesia juga mulai secara langsung memilih kepala dan wakil pemerintah lokal dan regional. Sangat mungkin bahwa peningkatan aktivitas pemilu akan disertai oleh peningkatan aktivitas politik di Indonesia. Pada bulan April 2009, pemilu diadakan untuk memilih wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (termasuk wakil-wakil nasional, propinsi dan kabupaten). Pemilihan Presiden Indonesia, diadakan pada bulan Juli 2009, dengan hasil terpilihnya kembali Presiden Yudhoyono. Walaupun pada April 2009 dan Juli 2009 pemilihan dilaksanakan dengan damai, kampanye politik di Indonesia dapat membawa tingkat ketidakpastian politik dan sosial. Di masa lalu, politik dan perkembangan sosial di Indonesia tidak dapat diprediksi. Gangguan

49

sosial dan sipil dapat secara langsung atau tidak langsung, material dan secara negatif mempengaruhi bisnis, kondisi keuangan, hasil usaha dan prospek Perseroan.

Perubahan dalam Pemerintahan dan kebijakan Pemerintah mungkin memiliki dampak langsung terhadap bisnis dan harga saham Perseroan. Selain itu, Indonesia telah mengalami beberapa konflik sosial yang diakibatkan oleh masalah ekonomi, dimana pada saat-saat tertentu berubah menjadi kerusuhan dan kekerasan. Pada bulan Juni 2001, demonstrasi dan pemogokan telah terjadi paling sedikit di 19 kota setelah Pemerintah memberikan peraturan mengenai peningkatan harga BBM sebesar 30%. Demonstrasi serupa terjadi kembali pada Januari 2003 ketika Pemerintah berusaha menaikkan harga BBM, serta beban listrik dan telepon. Di kedua kasus tersebut, Pemerintah terpaksa mencabut, menunda atau mengurangi secara signifikan rencana kenaikan harga-harga tersebut. Pada bulan Oktober 2005, Pemerintah mengurangi subsidi BBM kepada masyarakat, sehingga menaikkan harga bensin premium sekitar 87,5% menjadi Rp4.500,- per liter, harga bensin biasa dan solar sekitar 104,8% menjadi Rp4.300,- per liter, dan harga minyak tanah sekitar 185,7% menjadi Rp2.000,- per liter, menyebabkan demonstrasi publik yang besar. Harga untuk produk-produk ini terus meningkat. Pada bulan Mei 2008, Pemerintah lebih lanjut menurunkan subsidi BBM kepada masyarakat, yang juga menimbulkan demonstrasi publik. Pemotongan subsidi BBM serupa memberikan kontribusi pada ketidakstabilan politik yang mengarah pada pengunduran diri Presiden Soeharto pada tahun 1998, yang memiliki efek negatif terhadap bisnis di Indonesia. Tidak ada jaminan bahwa perubahan kebijakan Pemerintah dan Pemerintahan di masa yang akan datang tidak akan mengakibatkan ketidakstabilan politik dan sosial.

Gerakan separatis dan bentrokan antara kelompok agama dan etnis juga mengakibatkan ketidakstabilan sosial dan sipil di wilayah Indonesia. Di propinsi Aceh dan Papua (dahulu Irian Jaya), ada banyak bentrokan antara pendukung gerakan-gerakan separatis dan militer Indonesia. Di propinsi Maluku dan Kalimantan Barat, bentrokan antara kelompok agama dan kelompok etnis telah mengakibatkan ribuan korban dan pengungsi selama beberapa tahun terakhir. Pemerintah telah berusaha untuk menyelesaikan masalah di kawasan bermasalah tersebut dengan keberhasilan yang terbatas kecuali di propinsi Aceh di mana kesepakatan antara Pemerintah dan separatis Aceh tercapai dan pemilihan daerah yang damai diadakan dengan beberapa mantan separatis sebagai calon.

Kegiatan usaha Perseroan dapat dipengaruhi oleh dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan kondisi politik atau sosial yang tidak stabil dimana perkembangan kondisi tersebut merupakan faktor diluar kendali Perseroan. Dari waktu ke waktu, kondisi dalam negeri telah mengalami gangguan/kerusuhan antara lain kerusuhan buruh, gangguan politik dan kerusuhan massa. Tidak dapat dipastikan bahwa kerusuhan tidak akan terjadi lagi di masa depan, dimana apabila kerusuhan tersebut terjadi, dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan, hasil operasi dan prospek usaha Perseroan.

(iii) Risiko Kegiatan-kegiatan Terorisme di Indonesia Dapat Memperburuk Stabilitas Negara Sehingga Berdampak Negatif Pada Kegiatan Usaha Perseroan

Sejak tahun 2002, beberapa insiden pemboman telah terjadi di Indonesia, yang paling signifikan terjadi di Bali pada bulan Oktober 2002 dan Oktober 2005, di Hotel Marriott di Jakarta pada bulan Agustus 2003, di Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada bulan September 2004 dan di kota Indonesia timur Tentena di pulau Sulawesi bulan Mei 2005. Demonstrasi juga terjadi di Indonesia menanggapi rencana dan aksi militer AS, Inggris dan Australia di Irak. Pada tanggal 17 Juli 2009, bom meledak di Ritz Carlton dan JW Marriot di Jakarta, menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. Pemerintah telah menangkap dan mendakwa beberapa pihak terkait insiden ini, dan tetap melakukan investigasi terhadap insiden ini dan menganggap bahwa hal-hal ini terkait dengan kegiatan kelompok militan Islam tertentu.

Tidak dapat dipastikan bahwa tindakan terorisme tersebut tidak akan terjadi lagi di masa depan, dimana apabila hal tersebut terjadi, dapat membuat kondisi di Indonesia menjadi tidak stabil dan dapat mempengaruhi stabilitas negara. Hal-hal tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan.

50

Risiko Terkait Investasi pada Saham Perseroan

(i) Perseroan Menghadapi Risiko Harga Saham Perseroan Dapat Berfluktuasi di Masa yang Akan Datang

Harga saham Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana dapat berfluktuasi yang disebabkan beberapa faktor, termasuk:

• prospek bisnis dan kegiatan operasional Perseroan;• perbedaan antara kondisi keuangan dan hasil kegiatan usaha yang sebenarnya dibandingkan dengan

perkiraan para investor dan analis;• perubahan rekomendasi atau persepsi dari para analis terhadap Perseroan atau Indonesia;• perubahan pada kondisi ekonomi, sosial, politik atau pasar di Indonesia• perubahan harga efek bersifat ekuitas dari perusahaan-perusahaan asing (terutama di Asia) di pasar

berkembang;• penambahan atau pengurangan karyawan kunci;• keterlibatan dalam litigasi, dan• tingginya fluktuasi harga saham.

(ii) Penjualan Saham Perseroan di Masa yang Akan Datang Dapat Berdampak Negatif Terhadap Harga Pasar Saham Perseroan

Penjualan saham dalam jumlah besar di pasar di masa depan, atau persepsi bahwa penjualan tersebut dapat terjadi, dapat berdampak buruk pada harga saham Perseroan atau kemampuan Perseroan untuk mendapatkan modal melalui penawaran ekuitas tambahan atau equity-linked securities pada publik. Perseroan telah menyetujui ketentuan – ketentuan tertentu sesuai dengan kemampuan Perseroan untuk mengalihkan atau melepaskan saham Perseroan untuk jangka waktu yang terbatas setelah penutupan Penawaran Umum Perdana dibatasi oleh ketentuan - ketentuan tertentu dan pengesampingan oleh Agen Penjualan Internasional. Namun demikian, penjualan saham dalam jumlah besar di masa yang akan datang oleh pemegang saham Perseroan, atau penjualan saham baru di masa yang akan datang oleh Perseroan, setelah berakhirnya ketentuan - ketentuan tersebut, atau persepsi bahwa penjualan tersebut akan terjadi, dapat menyebabkan harga saham Perseroan menurun dan membuat kemampuan untuk mendapatkan modal tambahan menjadi lebih sulit.

(iii) Kemampuan Perseroan untuk Membayar Dividen di Masa yang Akan Datang Akan Bergantung pada Laba di Masa yang Akan Datang, Kondisi Keuangan, Arus Kas, Kebutuhan Modal Kerja dan Ekspansi Perkebunan.

Jumlah pembayaran dividen Perseroan di masa yang akan datang, jika ada, akan tergantung pada pendapatan di masa yang akan datang, kondisi keuangan, arus kas, dan kebutuhan modal kerja serta belanja modal Perseroan, komitmen kontraktual dan beban yang terjadi sebagai akibat dari ekspansi Perseroan. Perseroan tidak dapat memastikan bahwa Perseroan akan dapat membayar dividen atau bahwa Direksi Perseroan akan mengumumkan pembagian dividen. Perseroan juga dapat mengadakan perjanjian pembiayaan serupa di masa yang akan datang dimana dapat membatasi kemampuan Perseroan untuk membayar dividen, dan dapat menimbulkan pengeluaran atau kewajiban yang dapat mengurangi kas yang tersedia untuk pembagian dividen. Selanjutnya, dividen yang akan dibayar oleh Perseroan akan dinyatakan dalam Rupiah. Perseroan tidak dapat menjamin bahwa dividen akan dibayar dalam jumlah yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya atau bahkan tidak sama sekali. Akibatnya, satu-satunya sumber pendapatan para pemegang saham diperoleh dari kenaikan nilai saham Perseroan.

Manajemen Perseroan dengan ini menyatakan bahwa Perseroan telah mengungkapkan seluruh risiko usaha material yang disusun berdasarkan bobot risiko terhadap kegiatan usaha utama dan keuangan Perseroan.

51

BAB VII. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil usaha Perseroan yang terjadi setelah tanggal laporan Auditor Independen tertanggal 12 April 2011 atas laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian yang perlu diungkapkan dalam Prospektus ini.

52

BAB VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN

1. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN

Perseroan adalah suatu perseroan terbatas yang tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Pusat, yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan UUPT, sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 07/2008. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-91071.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0115447.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008 dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 9796/RUB.09-05/III/2009 tanggal 24 Maret 2009.

Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali diubah sehubungan dengan rencana pelaksanaan Penawaran Umum Perdana berdasarkan Akta No. 09/2011 yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0014621.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 serta telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-06383 tanggal 1 Maret 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0016823.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 1 Maret 2011.

Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan usaha dalam bidang antara lain jasa pengelolaan dan perdagangan dibidang perkebunan dan pengolahan karet, kelapa sawit, kopi dan teh terpadu.

2. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN

Di bawah ini disajikan perkembangan kepemilikan saham Perseroan sejak Perseroan berdiri:

Tahun Pendirian

Berdasarkan Akta Pendirian, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan

Nilai Nominal ƒ. 10.000 per saham Saham Nominal (ƒ) %Modal Dasar 150 1.500.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: JA Wattie and Company Limited 6 60.000 60C.F. Shackleton 3 30.000 30C.R.D. Bonner 1 10.000 10Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 10 100.000 100Saham dalam Portepel 140 1.400.000

Tahun 1921 sampai dengan Tahun 1987

Sejak pendirian Perseroan mulai tahun 1921 sampai tahun 1987, terdapat ketidaklengkapan dokumentasi perubahan struktur permodalan dan pengalihan saham-saham dalam Perseroan.

Namun demikian, Direksi Perseroan telah menyelenggarakan RUPS Luar Biasa pada tanggal 22 Februari 2011 yang panggilan kepada para pemegang sahamnya telah diumumkan dalam surat kabar yang memiliki peredaran nasional yaitu Sinar Harapan pada tanggal 7 Februari 2011 dengan agenda penegasan struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan saat ini.

53

Pada saat diselenggarakannya RUPS Luar Biasa tersebut, Perseroan tidak menerima adanya keberatan ataupun sanggahan dari pihak ketiga atas struktur permodalan dan susunan pemegang saham tersebut. Hasil dari RUPS Luar Biasa tentang struktur permodalan dan susunan pemegang saham tersebut telah diumumkan oleh Perseroan dalam surat kabar yang memiliki peredaran nasional yaitu Sinar Harapan pada tanggal 1 Maret 2011.

Tahun 1987

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 75 tanggal 19 Oktober 1987, dibuat di hadapan Miryam Magdalena Indrani Wiardi, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 75/1987”), Perseroan telah melakukan perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. C2-533 HT.01.04.Th93 tanggal 26 Januari 1993, didaftarkan pada buku register Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No. 454/1993 tanggal 6 Februari 1993 dan diumumkan dalam BNRI No. 54 tanggal 6 Juli 1993, Tambahan No. 3052. Berdasarkan Akta No. 75/1987, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan

Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 750 300.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Soedarjo 69 27.600.000 46,0 Sanoesi 8 3.200.000 5,3 Santoso 7 2.800.000 4,6 Hadi Surya 22 8.800.000 14,7 Roosa Tamtamus Soemartabrata 22 8.800.000 14,7 Bernardus Maria Kobus 22 8.800.000 14,7Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 150 60.000.000 100,0Saham dalam Portepel 600 240.000.000

Tahun 1990

Berdasarkan Naskah Pemindahan Saham tanggal 7 Mei 1990, Bernardus Maria Kobus telah menjual kepemilikan sahamnya dalam Perseroan sejumlah 22 saham kepada Hadi Surya.

Berdasarkan Naskah Pemindahan Saham tanggal 22 Juni 1990, Roosa Tamtanus Soemartabrata telah menjual kepemilikan sahamnya dalam Perseroan sejumlah 22 saham kepada Hadi Surya.

Berdasarkan Naskah Pemindahan Saham tanggal 22 Juni 1990, Santoso telah menjual kepemilikan sahamnya dalam Perseroan sejumlah 7 saham kepada Hadi Surya.

Berdasarkan Naskah Pemindahan Saham tanggal 27 Juni 1990, Sanoesi telah menjual kepemilikan sahamnya dalam Perseroan sejumlah 8 saham kepada Hadi Surya.

Berdasarkan Naskah Pemindahan Saham tanggal 17 Desember 1990, Soedarjo telah menjual kepemilikan sahamnya dalam Perseroan sejumlah 24 saham kepada Hadi Surya.

Pengalihan saham-saham tersebut telah disetujui oleh RUPS Perseroan tanggal 5 April 1993 sebagaimana dimuat dalam Akta Penyimpanan Surat No. 10 tanggal 13 April 1993, dibuat di hadapan Raden Santoso S.H, Notaris di Jakarta.

Dengan pengalihan saham-saham yang diuraikan tersebut diatas, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan

Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 750 300.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Soedarjo 45 18.000.000 30 Hadi Surya 105 42.000.000 70Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 150 60.000.000 100Saham dalam Portepel 600 240.000.000

54

Tahun 1997

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan No. 132 tanggal 25 September 1997, dibuat di hadapan Drs. Atrino Leswara, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 132/1997”), Perseroan telah melakukan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor Perseroan, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. C2-4.648.HT.01.04.TH.98 tanggal 4 Mei 1998, dilaporkan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Laporan Perubahan Anggaran Dasar No. C2-HT.01.04.A.3910 tanggal 4 Mei 1998, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 2535/BH.09.05/VIII/98 tanggal 6 Agustus 1998 dan diumumkan dalam BNRI No. 82 tanggal 13 Oktober 1998, Tambahan No. 5764. Berdasarkan Akta No. 132/1997, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham

Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 1.250 500.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Soedarjo 158 63.200.000 30,1 Hadi Surya 367 146.800.000 69.9Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 525 210.000.000 100,0Saham dalam Portepel 725 290.000.000

Tahun 2003

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan No. 7 tanggal 9 Januari 2003, dibuat di hadapan Haji Dana Sasmita, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 7/2003”), Perseroan telah melakukan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor Perseroan, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. C-05751. HT.01.04.TH.2003 tanggal 18 Maret 2003, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 0886/RUB.09.05/IV/2003 tanggal 10 April 2003 dan diumumkan dalam BNRI No. 42 tanggal 27 Mei 2003, Tambahan No. 4168. Berdasarkan Akta No. 7/2003, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan

Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 25.000 10.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Soedarjo 7.500 3.000.000.000 30 Hadi Surya 17.500 7.000.000.000 70Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 25.000 10.000.000.000 100Saham dalam Portepel - -

Tahun 2007

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 10 tanggal 14 Mei 2007, dibuat di hadapan Rini Martiani Dahliani, SH, Notaris di Jakarta, Harijadi Soedarjo atas kekuatan Surat Penunjukan dan Kuasa yang dibuat di bawah tangan tanggal 1 Juni 2006, bertindak mewakili para ahli waris alm. Soedarjo berdasarkan Surat Pernyataan Waris No. 10/WAR/KET.WARIS/HKM/2006/PNJS tanggal 7 Maret 2006, telah menjual kepemilikan sahamnya dalam Perseroan sejumlah 7.500 saham kepada SKA.

Pengalihan saham tersebut telah disetujui oleh RUPS Perseroan tanggal 11 Mei 2007 sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 09 tanggal 14 Mei 2007, dibuat di hadapan Rini Martini Dahliani, SH, Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat No. C-UM.HT.01.10-1782 tanggal 31 Oktober 2007. Oleh karena itu, susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:

55

Keterangan

Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 25.000 10.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: SKA 7.500 3.000.000.000 30 Hadi Surya 17.500 7.000.000.000 70Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 25.000 10.000.000.000 100Saham dalam Portepel - -

Setelah pengalihan saham tersebut diatas, Perseroan kemudian melakukan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan No. 187 tanggal 27 Desember 2007, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 187/2007”), yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-12485.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 13 Maret 2008, diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-6280 tanggal 17 Maret 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0018494.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 13 Maret 2008 dan dengan No. AHU-0019516.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 17 Maret 2008, dan diumumkan dalam BNRI No. 47 tanggal 12 Juni 2009, Tambahan No. 15614. Berdasarkan Akta No. 187/2007, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan

Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 750.000 300.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: SKA 75.000 30.000.000.000 30 Hadi Surya 175.000 70.000.000.000 70Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 250.000 100.000.000.000 100Saham dalam Portepel 500.000 200.000.000.000

Tahun 2009

Berdasarkan Perjanjian Hibah Saham, dibuat di bawah tangan, tanggal 1 Mei 2009 sebagaimana dimuat dalam Akta Penyimpanan Hibah Saham No. 09 tanggal 5 Mei 2009, dibuat di hadapan Winanto Wiryomartani, SH, Notaris di Jakarta, Hadi Surya telah menghibahkan sahamnya dalam Perseroan sejumlah 87.500 saham kepada Utama Hadi Surya. Pengalihan saham tersebut telah disetujui oleh para pemegang saham Perseroan berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham yang dibuat di bawah tangan tanggal 1 Mei 2009 sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan No. 06 tanggal 5 Mei 2009, dibuat di hadapan Winanto Wiryomartani, SH, Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-04862 tanggal 25 Februari 2010, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0015137.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 25 Februari 2010.

Berdasarkan Perjanjian Hibah Saham, dibuat di bawah tangan, tanggal 1 Mei 2009 sebagaimana dimuat dalam Akta Penyimpanan Hibah Saham No. 07 tanggal 5 Mei 2009, dibuat di hadapan Winanto Wiryomartani, SH, Notaris di Jakarta, Hadi Surya telah menghibahkan sahamnya dalam Perseroan sejumlah 87.500 saham kepada Dwijaya Hadi Surya. Pengalihan saham tersebut telah disetujui oleh para pemegang saham Perseroan berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham yang dibuat di bawah tangan tanggal 1 Mei 2009 sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 08 tanggal 5 Mei 2009, dibuat di hadapan Winanto Wiryomartani, SH, Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-07445 tanggal 26 Maret 2010, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0023200.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 26 Maret 2010.

56

Oleh karena itu, susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan

Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 750.000 300.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: SKA 75.000 30.000.000.000 30Dwijaya Hadi Surya 87.500 35.000.000.000 35Utama Hadi Surya 87.500 35.000.000.000 35Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 250.000 100.000.000.000 100Saham dalam Portepel 500.000 200.000.000.000

Setelah terjadinya hibah saham diatas, Perseroan kemudian melakukan peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Perseroan dan sekaligus ALS turut mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan oleh Perseroan. Peningkatan modal serta penyertaan saham oleh ALS tersebut telah dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan No. 27 tanggal 22 Desember 2009, dibuat di hadapan Franklin Victor Pongoh, SH, selaku notaris pengganti dari Winanto Wiryomartani, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 27/2009”), yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-12877 tanggal 26 Mei 2010, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0039619.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 26 Mei 2010. Berdasarkan Akta No. 27/2009, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan

Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 750.000 300.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: SKA 93.750 37.500.000.000 30,00Dwijaya Hadi Surya 96.500 38.600.000.000 30,88Utama Hadi Surya 96.500 38.600.000.000 30,88ALS 25.750 10.300.000.000 8,24Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 312.500 125.000.000.000 100,00Saham dalam Portepel 437.500 175.000.000.000

Tahun 2010

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 121 tanggal 30 Desember 2010, dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 121/2010”), Perseroan telah melakukan peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Perseroan, yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-02386 tanggal 24 Januari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0005930.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 24 Januari 2011. Berdasarkan Akta No. 121/2010, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan

Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 750.000 300.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: SKA 101.361 40.544.400.000 30,00Dwijaya Hadi Surya 96.500 38.600.000.000 28,56Utama Hadi Surya 96.500 38.600.000.000 28,56ALS 43.509 17.403.600.000 12.88Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 337.870 135.148.000.000 100,00Saham dalam Portepel 412.130 164.852.000.000

57

Tahun 2011

Berdasarkan Akta No. 09/2011, Perseroan telah melakukan peningkatan Modal Dasar, Ditempatkan dan Modal Disetor Perseroan, yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0014621.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011. Berdasarkan Akta No. 09/2011, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan

Nilai Nominal Rp.100,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,00Saham dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000

3. RIWAYAT KEGIATAN USAHA YANG PERNAH DILAKUKAN

Pada saat didirikan, Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengelolaan perusahaan-perusahaan perkebunan dan perdagangan hasil perkebunan karet dan kelapa sawit.

Pada tahun 1997, Perseroan, melalui Anak Perusahaannya, mulai mengembangkan perkebunan kelapa sawit di daerah Kalimantan Selatan, yang dimulai dengan penanaman pada tahun 1999. Pada tahun 2008, Perseroan, melalui Anak Perusahaannya, membangun pabrik pengolahan sawit pertama dengan kapasitas 45 ton/jam di daerah Kintap, Kalimantan Selatan.

Saat ini, Perseroan sebagai perusahaan induk mengelola kegiatan usaha operasional dari Anak Perusahaan yang memiliki perkebunan-perkebunan dan pabrik-pabrik pengolahan hasil kebun.

4. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN Berdasarkan Akta No. 09/2011 yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-06384 tanggal 1 Maret 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0016824.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 1 Maret 2011, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto SudrajatKomisaris Independen : Ratna Widjaja

Direksi

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Machfud AshariDirektur : Andi HariyantoDirektur Tidak Terafiliasi : Sudarmanto Masa jabatan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah berjangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak RUPS yang mengangkat mereka sampai dengan penutupan RUPS yang ketiga setelah pengangkatan mereka dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikannya sewaktu-waktu.

58

Dalam rangka penerapan Good Corporate Governance, Perseroan akan membentuk (i) Komite Audit sesuai dengan Peraturan IX.I.5, dan (ii) Unit Audit Internal sesuai dengan Peraturan IX.I.7, segera setelah efektifitas terhadap Pernyataan Pendaftaran didapatkan, selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tanggal pencatatan saham Perseroan di BEI atau RUPS Perseroan berikutnya, kejadian mana yang lebih cepat terlaksana.

Sesuai dengan Peraturan IX.I.4 juncto Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep.305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004, berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan No. CONF/S/015 tanggal 18 Maret 2011, Perseroan telah mengangkat Bambang Sugianto Ibrahim sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary).

Tata Kelola Perusahaan

Dalam rangka menjaga kepentingan seluruh stakeholders dan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham, Perseroan telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dalam kegiatan operasionalnya. Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa berperilaku dengan memperhatikan etika bisnis dan transparan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Dalam rangka penerapan Good Corporate Governance, Perseroan telah menunjuk Komisaris Independen dan Direktur Tidak Terafiliasi. Perseroan berencana untuk membentuk Komite Audit selambat-lambatnya 6 bulan setelah tanggal pencatatan saham Perseroan di BEI atau RUPS Perseroan berikutnya, kejadian mana yang lebih cepat terlaksana

Berikut ini adalah keterangan singkat mengenai masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan:

Dewan Komisaris:

Hadi Surya, Komisaris Utama

Warga Negara Indonesia, 74 tahun.

Lahir di Surabaya, 4 September 1936, menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas dari Lian Huo High School di Surabaya pada tahun 1954.

Menjabat Komisaris Utama Perseroan sejak 2005. Saat ini beliau juga menjabat Komisaris Utama PT Berlian Laju Tanker Tbk., Komisaris Utama pada PT Banyu Laju Shipping, Komisaris Utama PT Alas Watu Utama, dan Komisaris Utama PT Wira Penta Kencana.

Beliau pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Banyu Laju Shipping, Presiden Direktur PT Berlian Laju Tanker Tbk., Komisaris CV Kartika Pabrik Triplex, Komisaris PT Daya Sakti Timber Corp, dan Komisaris PT Daya Sakti Krida Unggul.

Soedarniati Harnyoto Sudradjat, Komisaris Warga Negara Indonesia, 57 tahun.

Lahir di Jakarta pada 25 April 1954, meraih gelar D1 Sekretaris dari ASMI Jakarta pada tahun 1973.

Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2006. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur di PT Promas Daya dan Import Manager di PT INA Limited. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur di PT Thoriq Sejahtera Abadi.

59

Ratna Widjaja, Komisaris Independen

Warga Negara Indonesia. 51 tahun.

Lahir di Tanjungkarang pada 28 Juli 1959, meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1985.

Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2011. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Pimpinan KAP Ratna Widjaja. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur di PT Orientama Infokom, Manager KAP Prakarsa, Permana, dan Rekan, dan General Manager, Financial Controller di PT Oriental Komputer Bahtera.

Direksi:

Harijadi Soedarjo, Direktur Utama

Warga Negara Indonesia, 48 tahun.

Lahir di Jakarta, 9 Oktober 1962, meraih gelar Bachelor of Science Degree dari University San Fransico, Amerika Serikat, pada tahun 1985 dan Master of Business Administration dari Golden Gate University, San Fransisco, Amerika Serikat pada tahun 1987.

Menjabat Direktur Utama Perseroan sejak 1990. Beliau pernah menjabat sebagai Komisaris PT Berlian Laju Tanker Tbk.

Bambang Sugianto Ibrahim, Direktur Keuangan

Warga Negara Indonesia, 54 tahun.

Lahir di Bandung, 18 Oktober 1956, meraih gelar Drs. dari Universitas Parahyangan jurusan Manajemen pada tahun 1981 dan jurusan Akuntansi pada tahun 1986 serta Magister Manajemen jurusan Akuntansi Manajemen dari Universitas Indonesia pada tahun 1996.

Menjabat Direktur Keuangan Perseroan sejak 2005.

Beliau pernah menjabat sebagai Partner pada Deloitte Touche/ Hans Tuanakotta & Mustofa (Member of Deloitte Touche Tomatsu)

Machfud Ashari, Direktur HRD & Produksi

Warga Negara Indonesia, 59 tahun.

Lahir di Madiun, 16 April 1952, meraih gelar Sarjana Muda Pertanian dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian pada tahun 1973.

Menjabat Direktur HRD dan Produksi sejak 2002. Beliau pernah menjabat sebagai Pegawai Tata Guna Tanah/ Land Use di Departemen Dalam Negeri.

60

Andi Hariyanto, Direktur Pengembangan

Warga Negara Indonesia, 45 tahun.

Lahir di Sidoarjo, 8 Mei 1966, meraih gelar Sarjana Hama Penyakit Pertanian Universitas Brawijaya pada tahun 1989.

Menjabat Direktur Pengembangan sejak 2011.

Sudarmanto, Direktur Tidak Terafiliasi

Warga Negara Indonesia, 56 tahun.

Lahir di Solo, 15 September 1954, meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia pada tahun 1989 dan Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kekhususan Administrasi dan Kebijakan Perpajakan Universitas Indonesia pada tahun 2006.

Menjabat Direktur Tidak Terafiliasi Perseroan sejak 2011. Saat ini beliau juga menjabat Anggota Komite Audit pada PT Fajar Surya Wisesa Tbk.

Beliau pernah menjabat sebagai Komisaris PT Chandra Asri, Sekretaris Forum Akuntan Pasar Modal, Partner KAP Hans Tuanakotta & Mustofa (Member Deloitte Touche Tohmatsu). Manager pada KAP Drs. Hans Kartika Hadi & Co.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, jumlah remunerasi kepada Direksi dan Komisaris Perseroan adalah sebesar Rp4.250.646.472,- yang ditetapkan berdasarkan keputusan Dewan Komisaris.

5. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN

Tanggung Jawab Sosial Grup JAW

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan, Perseroan melakukan beberapa kegiatan seperti :a. Menjalin kemitraan dengan kelompok tani karet sekitar kebun dengan jalan memberikan penyuluhan/

pembinaan, penyediaan bibit dan sarana produksi serta pembelian hasil produksi.

STRUKTUR ORGANISASI P.T. J.A. WATTIE(IPO)

DEWAN KOMISARIS

DIREKTUR UTAMA

DIREKTURTIDAK

TERAFILIASI

DIREKTURPENGEMBANGAN

GMPENGEMBANGAN

MANAGERPROYEK

GM TANAMAN &PRODUKSIWIL.JAWA &SULAWESI

GM TANAMAN &PRODUKSI

WIL.KALIMANTANGM HRD

MANAGERTANAMAN &PRODUKSI

MANAGERTANAMAN &PRODUKSI

MANAGERPABRIK /TEKNIK

MANAGERINTERNAL

AUDITPUPUK

MANAGERHRD

MANAGERGA & LEGAL

MANAGERINTERNAL

AUDIT

MANAGERPENGADAAN

CORPORATESECRETARY

MANAGERKEUANGAN

MANAGERAKUNTING

MANAGERPEMASARAN

GM AKUNTING &KEUANGAN

GMPEMASARAN

DIREKTURHRD & PRODUKSI

DIREKTURFINANCE

SEKRETARISDIREKTUR

UTAMA

KOMISARIS UTAMA

KOMISARIS

KOMISARIS INDEPENDENT KOMITE AUDIT

61

b. Mengadakan kegiatan-kegiatan sosial seperti : sunatan massal, beasiswa, pengobatan dan operasi/bedah gratis, pendidikan berupa pembangunan sekolah khususnya playgroup dan TK serta fasilitas pendidikannya, pemberian bantuan bagi kegiatan-kegiatan hari besar nasional dan agama, pemberian santunan kepada anak yatim dan orang jompo, donor darah, bantuan sosial untuk korban bencana alam, bantuan untuk pelaksanaan acara-acara adat, dan lain-lain;

c. Memberikan bantuan fasilitas seperti fasilitas transportasi, pembangunan rumah peribadatan, sarana jalanan, sarana umum, fasilitas kesehatan, pemberian pinjaman pemakaian lahan untuk kegiatan-kegiatan masyarakat, fasilitas dan peralatan olahraga.

Seluruh kegiatan tersebut memberikan nilai tambah dan citra yang baik bagi Perseroan di mata masyarakat sekitar. Selain itu, dengan menjalin hubungan baik, masalah keamanan serta masalah-masalah sosial yang mungkin timbul dapat diminimalisasi, serta dapat menciptakan suasana kondusif di kebun yang selanjutnya dapat meningkatkan kinerja karyawan sehingga berimbas kepada kenaikan produksi.

6. SUMBER DAYA MANUSIA

Setiap karyawan pada hakekatnya diberi kesempatan yang sama untuk mencapai karier setinggi-tingginya, sepanjang dapat memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan untuk setiap jabatan yang bersangkutan.Untuk mendorong karyawan agar memenuhi persyaratan tersebut, Perseroan menetapkan persyaratan jabatan, melakukan pembinaan karir dan mengupayakan pelatihan dan pendidikan.

Perseroan melaksanakan upaya-upaya pengembangan karyawan untuk meningkatkan kualitas karyawan, antara lain sebagai berikut:a. LPP (Lembaga Pendidikan Perkebunan)

Untuk pengembangan tenaga kerja perkebunan, Perseroan mengirimkan karyawan ke LPP Yogyakarta baik kursus jenjang jabatan KMPD (Kursus Manajemen Perkebunan Dasar), KMPM (Kursus Manajemen Perkebunan Madya), KMP (Kursus Manajemen Perkebunan), KMPL (Kursus Manajemen Perkebunan Lanjutan) maupun kursus yang bersifat penyegaran.

b. Ikatan Akuntan IndonesiaKursus-kursus untuk karyawan bagian Akuntansi.

c. Kharisma TrainingPelatihan dalam bidang perpajakan.

d. Inhouse Training atau studi banding dengan mengundang pelatih dari luar (PPKS/LPP) maupun pelatih setempat. Disamping itu, Perseroan juga melakukan studi banding untuk menambah wawasan.

Perseroan memberikan beberapa fasilitas bagi kesejahteraan karyawan, antara lain :a. Perumahan, termasuk listrik dan air gratis. Adapun fasilitas ini ditujukan untuk karyawan yang bekerja

di lokasi perkebunan dan lokasi pabrik Perseroan;b. Kesehatan, antara lain berupa fasilitas pembelian kacamata, rawat jalan dan rawat inap. Adapun

fasilitas ini ditujukan untuk karyawan harian tetap dan karyawan bulanan;c. Tunjangan pendidikan dan fasilitas pendidikan (transportasi anak sekolah) serta beasiswa bagi siswa

yang berprestasi. Fasilitas ini ditujukan untuk karyawan harian tetap dan karyawan bulanan;d. Pinjaman tanpa bunga, antara lain pinjaman untuk pembelian sepeda motor untuk mobilitas di kebun,

untuk biaya anak sekolah atau untuk pembelian rumah bagi karyawan staf ke atas;e. Cuti panjang selama 2 (dua) bulan setelah 4 tahun kerja bagi golongan executive;f. Bonus setiap tahun bagi karyawan staf ke atas;g. Diikutsertakan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) bagi karyawan staf ke atas. Perseroan memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati antara Perseroan dengan para karyawan dan diperbaharui setiap 2 (dua) tahun sekali. Selain itu, Perseroan juga memiliki Peraturan Perusahaan.

62

Perseroan telah memenuhi kewajiban Upah Minimum Regional yang ditetapkan berdasarkan peraturan-peraturan di bawah ini :- Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 93 Tahun 2010 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di

Jawa Timur Tahun 2011;- Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 561.4/69/2010 tanggal 18 November 2010 tentang Upah

Minimum Pada 35 (Tiga Puluh Lima) Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011;- Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 561/Kep.1564-Bangsos/2010 tanggal 19 November 2010

tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota Di Jawa Barat Tahun 2011;- Keputusan Gubernur Banten No. 561/Kep.676-Huk/2010 tanggal 19 November 2010 tentang

Penetapan Upah Minimum Kabupaten Lebak Provinsi Banten Tahun 2011;- Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan No. 188.44/0441/KUM/2010 tanggal 7 Oktober 2010

tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Selatan Tahun 2011.

Perencanaan karir, pengaturan persyaratan jabatan, pembinaan karier, penilaian karyawan dan pengangkatan karyawan dalam jabatan dilakukan secara tertulis, jelas dan obyektif, sehingga setiap karyawan dapat mengetahui kemampuan sendiri yang memungkinkan untuk mencapai karir optimal.

Adapun komposisi karyawan Grup JAW adalah sebagai berikut:

Perseroan

Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Pendidikan

Tingkat Pendidikan Formal 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)S2 2 4 2 4 1 2 1 2S1 31 56 30 57 24 51 21 48D3 10 18 9 17 7 15 8 18SMA atau sederajat 11 20 11 21 14 30 13 30< SMA 1 2 1 2 1 2 1 2Jumlah 55 100 53 100 47 100 44 100

Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Jabatan

Jenjang Jabatan

31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007 Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)Manajer 12 22 12 23 12 26 10 23Staf 28 51 28 53 24 51 23 52Non Staf 15 27 13 25 11 23 11 25Jumlah 55 100 53 100 47 100 44 100

Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Usia

Jenjang Usia

31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007 Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)> 50 3 5 2 4 2 4 1 241 – 50 29 53 24 45 24 51 22 5031 - 40 14 25 16 30 16 34 18 4121 - 30 9 16 11 21 5 11 3 7Jumlah 55 100 53 100 47 100 44 100

63

Komposisi Karyawan Menurut Status

Jenjang Usia 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)Tetap 50 91 50 94 47 100 44 100Tidak Tetap 5 9 3 6 - - - -Jumlah 55 100 53 100 47 100 44 100

Anak Perusahaan

Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Pendidikan

Tingkat Pendidikan Formal 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)S1 98 1,0 101 1,0 72 0,9 44 0,7D3 33 0,3 43 0,4 28 0,4 17 0,3SMA atau sederajat 1.988 19,5 1.718 17,2 1.767 22,9 1.873 29,9< SMA 8.082 79,2 8.146 81,4 5.838 75,8 4.327 69,1Jumlah 10.201 100,0 10.008 100,0 7.705 100,0 6.261 100,0

Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Jabatan

Jenjang Jabatan 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)Manajer 19 0,2 19 0,2 17 0,2 14 0,2Staf 137 1,3 141 1,4 118 1,5 55 0,9Non Staf 10.045 98,5 9.848 98,4 7.570 98,2 6.192 98,9Jumlah 10.201 100,0 10.008 100,0 7.705 100,0 6.261 100,0

Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Usia

Jenjang Usia 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)> 50 665 6,5 579 5,8 634 8,2 777 12,441 – 50 1.954 19,2 1.752 17,5 1.675 21,7 1.286 20,531 - 40 3.936 38,6 4.031 40,3 2.817 36,6 2.049 32,721 - 30 3.280 32,2 3.372 33,7 2.309 30,0 1.911 30,5< 21 366 3,6 274 2,7 270 3,5 238 3,8Jumlah 10.201 100,0 10.008 100,0 7.705 100,0 6.261 100,0

Komposisi Karyawan

Menurut Status

Jenjang Usia 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)Tetap 1.811 17,8 1.751 17,5 1.652 21,4 1.545 24,7Tidak Tetap 8.390 82,2 8.257 82,5 6.053 78,6 4.716 75,3Jumlah 10.201 100,0 10.008 100,0 7.705 100,0 6.261 100,0

64

7. KETERANGAN SINGKAT TENTANG PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM

1. PT Aji Lebur Seketi (ALS)a. Pendirian

ALS adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. ALS didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 32 tanggal 26 Februari 1999, dibuat di hadapan Imam Santoso, SH, Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menkumham, sesuai dengan Surat Keputusan No. C-9666 HT.01.01-TH.99 tanggal 28 Mei 1999, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No. 523/BH.09.05/I/2000 tanggal 21 Januari 2000, dan diumumkan dalam BNRI No. 22 tanggal 17 Maret 2000, Tambahan 1391.

Anggaran Dasar ALS terakhir kali dirubah untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta RUPS Luar Biasa ALS No. 140 tanggal 19 Agustus 2008, dibuat oleh Setiawan, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 140/2008”), yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-70269.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 6 Oktober 2008 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0092481.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 6 Oktober 2008.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar ALS, maksud dan tujuan ALS adalah menjalankan usaha dibidang jasa, pembangunan, pengangkutan darat, percetakan, perdagangan, perindustrian, dan pertanian.

c. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham

Berdasarkan (i) Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 141 tanggal 27 April 2005, dibuat di hadapan Setiawan, SH, Notaris di Jakarta, yang telah dilaporkan kepada Menkumham sebagaimana dinyatakan dalam Surat Penerimaan Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. C-13626 HT.01.04.TH.2005 tanggal 19 Mei 2005, dan telah didaftarkan pada Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat dengan No. 1526/RUB.09.05/VI/2005 tanggal 13 Juni 2005, serta selanjutnya telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 56 tanggal 15 Juli 2005, Tambahan 671; dan (ii) Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa No. 07 tanggal 8 Juni 2007 (“Akta No. 07/2007”), dibuat di hadapan Winanto Wiryomartani, SH, MHum, Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Nama Pemegang Saham, Direksi dan Komisaris No. W7-HT.01.10-12637 tanggal 11 September 2007, susunan permodalan dan pemegang saham ALS hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp500.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 15.000 7.500.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 6.000.000.000 Hadi Surya 3000 1.500.000.000 25Siana Anggraeni Surya 3000 1.500.000.000 25Utama Hadi Surya 3000 1.500.000.000 25Dwijaya Hadi Surya 3000 1.500.000.000 25Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 12.000 6.000.000.000 100Saham dalam Portepel 3000 1.500.000.000

Penyertaan atas Perseroan dilaksanakan oleh ALS dengan menggunakan dana dari tambahan setoran modal oleh para pemegang saham ALS.

65

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta No. 07/2007 sebagaimana ditegaskan dengan Akta 140/2008, susunan Direksi dan Dewan Komisaris ALS adalah sebagai berikut:

Direksi

Direktur Utama : Utama Hadi SuryaDirektur : Dwijaya Hadi Surya

Dewan Komisaris

Komisaris : Siana Anggraeni Surya

2. PT Sinar Kasih Abadi (SKA)

a. Pendirian

SKA adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. SKA didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 02 tanggal 9 Oktober 2006, dibuat di hadapan Rini Martini Dahliani, SH, Notaris di Jakarta Selatan, yang telah memperoleh pengesahan dari Menkumham, sesuai dengan Surat Keputusan No. W7-04065 HT.01.01-TH.2007 tanggal 13 April 2007, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat dengan No. 5290/BH.09.05/VI/2008 tanggal 13 Juni 2008, dan diumumkan dalam BNRI No. 55 tanggal 8 Juli 2008, Tambahan 11246.

Anggaran Dasar SKA terakhir kali diubah dengan Akta Berita Acara Rapat SKA No. 1 tanggal 1 Desember 2008, dibuat di hadapan Chrescentia Erna Widawati, SH, Notaris di Lebak (“Akta No. 1/2008”) yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-99503.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 23 Desember 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0125200.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 23 Desember 2008, dan diumumkan dalam BNRI No. 11, tanggal 6 Februari 2009, Tambahan No. 3613.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar SKA, maksud dan tujuan SKA adalah berusaha dalam bidang pembangunan, perdagangan, perindustrian, pertambangan, pengangkutan, pertanian, percetakan, perbengkelan dan jasa.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta Pendirian SKA dan Akta No.1/2008, susunan permodalan dan pemegang saham SKA hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp500.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 2000 1.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 250.000.000 - Harijadi Soedarjo 175 87.500.000 35- Jeanne Soedarjo (Jeane Lotje Augustine Laquais), Alvin Darlanika Soedarjo, Rendy Diego Soedarjo, Garibaldi Nathaniel Soedarjo *) 65 32.500.000 13- Rudianto Soedarjo 65 32.500.000 13- Soeharjo Soedarjo 65 32.500.000 13- Soedarniati Harnyoto Soedrajat 65 32.500.000 13- Soetikno Soedarjo 65 32.500.000 13Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 500 250.000.000 100Saham dalam Portepel 1500 750.000.000 *) Keterangan : secara bersama-sama selaku para ahli waris Alm. Sasangko Soedarjo

66

Penyertaan atas Perseroan dilaksanakan oleh SKA dengan menggunakan dana dari tambahan setoran modal dari para pemegang saham SKA.

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta No. 1/2008, susunan Direksi dan Dewan Komisaris SKA adalah sebagai berikut:

Direksi

Direktur : Harijadi Soedarjo

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Rudianto Soedarjo Komisaris : Soeharjo Soedarjo

8. KETERANGAN TENTANG ANAK PERUSAHAAN

1. PT Agri Bumi Sentosa (ABS)

a. Pendirian

ABS adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. ABS didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 05 tanggal 12 September 2006 sebagaimana diubah oleh Akta Perubahan No. 32 tanggal 18 Oktober 2006, keduanya dibuat di hadapan Hajjah Esti Widowati, SH, selaku pengganti dari Winanto Wiryomartani, SH, MHum, Notaris di Jakarta (“Akta Pendirian ABS”), yang telah disahkan oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. W7-02325 HT.01.01.TH.2006 tanggal 8 November 2006, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat dengan No. 7583/BH.09.05/XII/2006 pada tanggal 11 Desember 2006, dan diumumkan dalam BNRI No. 3 tanggal 9 Januari 2007, Tambahan No. 285.

Anggaran Dasar ABS telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 191, tanggal 27 Desember 2007, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-83493.AH.01.02.Tahun 2008, tanggal 10 November 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0106666.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 10 November 2008, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 10131/RUB.09-05/V/2009 tanggal 1 Mei 2009 dan diumumkan dalam BNRI No. 19 tanggal 6 Maret 2009, Tambahan No. 6624.

Anggaran Dasar ABS telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 3, tanggal 19 Januari 2011, dibuat di hadapan Indra Gunawan, SH, MKn, Notaris di Kabupaten Karawang, mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor ABS (“Akta No. 3/2011”) yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-06074 tanggal 25 Februari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0016113.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 25 Februari 2011.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar ABS, maksud dan tujuan ABS adalah menjalankan usaha di bidang perkebunan besar, industri dan perdagangan.

67

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta No. 3/2011, susunan permodalan dan pemegang saham ABS hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Keterangan

Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 200.000 200.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 176.578 176.578.000.000 94,03SKA 3.365 3.365.000.000 1,79ALS 7.852 7.852.000.000 4,18Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 187.795 187.795.000.000 100Saham dalam Portepel 12.205 12.205.000.000

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Pendirian ABS, susunan Direksi dan Dewan Komisaris ABS adalah sebagai berikut:

Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto Ibrahim

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan ABS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.

Neraca(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan

31 Desember 2010 2009 2008Aset Lancar 14.071 6.986 3.802Aset Tidak Lancar 259.899 169.030 75.309Jumlah Aset 273.970 176.016 79.110Kewajiban Lancar 8.751 11.197 2.458Kewajiban Tidak Lancar 76.643 46.394 11.616Jumlah Kewajiban 85.394 57.591 14.074Ekuitas 188.576 118.425 65.036Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 273.970 176.016 79.110

68

Laporan Laba Rugi(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan

12 bulan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 3.311 4.810 1.498Laba (Rugi) Kotor (2.097) (918) 50Laba (Rugi) Usaha (2.142) (1.270) (149)Laba (Rugi) Bersih 1.347 (257) 26

Jumlah aset pada tahun 2010 adalah Rp273.970 juta, meningkat sebesar Rp97.954 juta atau 55,65% yang disebabkan terutama oleh bertambahnya aset berupa tanaman belum menghasilkan sebesar Rp49.913 juta, atau 59,96%. Pada tahun 2010 aset tetap juga mengalami peningkatan sebesar Rp31.263 juta atau sebesar 53,42%. Jumlah aset pada tahun 2009 meningkat sebesar Rp96.906 juta atau 122,50% dari tahun 2008 yang disebabkan oleh kenaikan tanaman belum menghasilkan sebesar Rp54.015 juta atau 184,82%. Pada tahun 2009 juga terdapat kenaikan pada aset tetap sebesar Rp24.474 juta atau sebesar 71,87%. Selain itu pada, pada tahun 2009 terdapat kenaikan piutang terhadap Perseroan sebesar Rp13.980 juta atau sebesar 9.078% yang berasal dari transaksi rekening koran dengan Perseroan.

Jumlah kewajiban pada tahun 2010 adalah Rp85.394 juta, meningkat sebesar Rp27.803 juta atau 48,28% dari tahun 2009. Hal ini disebabkan terutama oleh meningkatnya pinjaman jangka panjang kepada bank untuk kredit investasi sebesar Rp25.373 juta atau 55,44%. Jumlah kewajiban pada tahun 2009 meningkat sebesar Rp43.517 juta atau 309,20% yang disebabkan oleh pencairan hutang bank jangka panjang sebagai kredit investasi sebesar Rp45.801 juta.

Jumlah ekuitas pada tahun 2010 adalah Rp 188.576 juta, meningkat sebesar Rp70.151 juta atau 59,24% dari tahun 2009. Hal ini disebabkan oleh adanya setoran modal sebesar Rp68.804 juta dari pemegang saham. Pada tahun 2009, jumlah ekuitas adalah Rp118.425 juta, meningkat Rp53.389 juta atau 82,09% dari Rp 65.036 pada tahun 2008 karena adanya penambahan tambahan modal disetor sebesar Rp53.646 juta dari pemegang saham.

Penjualan bersih turun Rp 1,499 juta atau sebesar 31,16% dari Rp4.810 juta pada tahun 2009 menjadi Rp3.311 juta pada tahun 2010 oleh karena penurunan kuantitas penjualan kayu lapis (veneer).

Laba bersih meningkat dari kerugian bersih Rp257 juta pada tahun 2009 menjadi laba bersih Rp1.347 juta, atau meningkat sebesar Rp258 juta pada tahun 2010 dikarenakan adanya penerimaan management fee atas pengelolaan plasma sebesar Rp938 juta.

2. PT Anugerah Wattiendo (AW)

a. Pendirian

AW, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. AW didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 60 tanggal 31 Januari 2008 dibuat di hadapan Esti Widowati, SH, Notaris di Jakarta (“Akta Pendirian AW”), yang telah disahkan oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-13934.AH.01.01 tanggal 19 Maret 2008, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0020588.AH.01.09.Tahun 2008 Tanggal 19 Maret 2008, dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 8282/BH.09-05/XI/2008 tanggal 26 November 2008.

Perubahan terakhir Anggaran Dasar AW adalah sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa No. 45, tanggal 29 Juli 2008, dibuat di hadapan Winanto Wiryomartini, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 45/2008”), mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor AW. yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-23527 tanggal 14 November 2008 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0109694.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 14 November 2008.

69

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar AW, maksud dan tujuan AW adalah menjalankan usaha dibidang perdagangan, pertambangan, jasa, industri, pengangkutan, percetakan, pertanian dan pembangunan.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta No. 45/2008, susunan permodalan dan pemegang saham AW hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Keterangan

Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 4.000 4.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 1.000 1.000.000.000 50ALS 700 700.000.000 35SKA 300 300.000.000 15Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.000 2.000.000.000 100Saham dalam Portepel 2.000 2.000.000.000

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Pendirian AW, susunan Direksi dan Dewan Komisaris AW adalah sebagai berikut:

Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud Ashari Direktur : Bambang Sugianto Ibrahim

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan AW untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.

Neraca (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan

31 Desember 2010 2009 2008Aset Lancar 183 18 13Aset Tidak Lancar 11.789 - 3.557Jumlah Aset 11.972 18 3.570Kewajiban Lancar 227 3 4Kewajiban Tidak Lancar 12.409 - 524Jumlah Kewajiban 12.636 3 528Ekuitas (664) 15 3.042Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 11.972 18 3.570

70

Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 12 bulan

2010 2009 2008Penjualan Bersih - - -Laba (Rugi) Kotor - - -Laba (Rugi) Usaha (679) (3.028) (108)Laba (Rugi) Bersih (679) (3.028) (108) Total aset meningkat Rp11.954 juta pada akhir tahun 2010, atau 66.405,56% dari Rp18 juta pada tahun 2009 menjadi Rp11.972 juta pada tahun 2010 karena meningkatnya pembayaran uang muka untuk izin lokasi sebesar Rp11.187 juta. Sebaliknya pada tahun 2009, jumlah aset menurun Rp3.552 juta atau 99,50% karena tidak diperpanjangnya izin lokasi yang lama.

Total kewajiban meningkat Rp12.633 juta atau 421.100% pada tahun 2010 karena adanya hutang kepada Perseroan sebesar Rp12.409 juta untuk modal kerja AW. Jumlah kewajiban pada tahun 2009 menurun Rp525 juta atau 99,43% dibandingkan dengan tahun 2008 oleh karena pembayaran hutang kepada KJW dan ABS atas pinjaman untuk biaya perizinan sebesar Rp524 juta.

Total ekuitas turun Rp679 juta dari Rp15 juta pada tahun 2009 menjadi saldo negatif Rp664 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh adanya kerugian selama tahap pengembangan sebesar Rp600 juta. Pada tahun 2009, saldo ekuitas turun sebesar Rp3.087 juta dari Rp3.042 juta pada tahun 2008 yang disebabkan oleh kerugian penghapusan uang muka sebesar Rp3.001 juta.

Total rugi bersih turun Rp2.349 juta dari Rp3.028 juta pada tahun 2009 menjadi Rp679 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh adanya penghapusan uang muka aset tetap.

3. PT Banjoemas Landen (BL)

a. Pendirian

BL, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. BL didirikan berdasarkan Akta Pendirian Naamlooze Vennootschap No. 66 tanggal 7 April 1910 dibuat di hadapan Hendrik Willem Hazenberg, pada waktu itu Notaris di Surabaya, yang telah disahkan oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda, sesuai dengan Petikan Daftar Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 45 tanggal 15 April 1910, didaftarkan pada Daftar Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te Soerabaja) No. 43 pada tanggal 23 April 1910, dan selanjutnya telah diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 39 tanggal 17 Mei 1910.

Anggaran Dasar BL telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 164, tanggal 12 Agustus 2008, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-20026.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 12 Mei 2009, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0025581.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 12 Mei 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 61 tanggal 31 Juli 2009, Tambahan No. 20255.

Anggaran Dasar BL telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 86, tanggal 13 Agustus 2009, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta, mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor (“Akta No. 86/2009”), yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-46132.AH.01.02.Tahun 2009, tanggal 17 September 2009 didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0062140.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 17 September 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 69, tanggal 27 Agustus 2010, Tambahan No. 14555.

71

BL memperoleh status sebagai PMA berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Ekonomi, Keuangan dan Industri No. KEP/73/MEKUIN/10/1970, tanggal 8 Oktober 1970.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar BL, maksud dan tujuan BL adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta No. 86/2009, susunan permodalan dan pemegang saham BL hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp38.436,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 26.100 1.003.179.600 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 25.578 983.116.008 98Asiatic Properties Incorporated 522 20.063.592 2Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 26.100 1.003.179.600 100Saham dalam Portepel - -

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41 tanggal 8 Februari 2011, dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-05697 tanggal 23 Februari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0015069.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 23 Februari 2011, susunan Direksi dan Dewan Komisaris BL adalah sebagai berikut:

Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Andi Hariyanto

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan BL untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.

72

Neraca dalam jutaan Rupiah

Keterangan 31 Desember 2010 2009 2008Aset Lancar 2.753 1.635 2.508Aset Tidak Lancar 19.634 16.811 25.348Jumlah Aset 22.387 18.446 27.856Kewajiban Lancar 2.330 5.486 17.119Kewajiban Tidak Lancar 2.450 1.754 1.463Jumlah Kewajiban 4.781 7.239 18.582Ekuitas 17.607 11.207 9.274Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 22.387 18.446 27.856

Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 12 bulan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 23.651 17.402 21.866Laba Kotor 9.788 3.234 5.901Laba Usaha 8.279 1.868 4.178Laba Bersih 6.400 968 342

Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp3.941 juta atau 21,37% dibandingkan dengan tahun 2009 karena penambahan investasi pada tanaman sebesar Rp770 juta atau 11,06% dan kenaikan piutang kepada Perseroan sebesar Rp1.705 juta atau 49,6% karena penerimaan piutang usaha hasil penjualan BL yang diterima oleh Perseroan. Pada tahun 2009 jumlah aset mengalami penurunan 33,78% atau Rp9.410 juta dibandingkan dengan tahun 2008 karena adanya kenaikan pembayaran utang Perseroan kepada BL sebesar Rp9.099 juta.

Jumlah kewajiban pada tahun 2010 turun sebesar Rp2.458 juta atau 33,95% dibandingkan dengan tahun 2009 karena adanya pembayaran kepada Perseroan sebesar Rp4.700 juta. Penurunan jumlah kewajiban juga terjadi pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar Rp11.343 juta atau 61,04% disebabkan adanya pembayaran pinjaman modal kerja sebesar Rp11.725 juta.

Jumlah ekuitas meningkat Rp 6.400 juta atau 57,11% dari Rp11.207 juta pada tahun 2009 menjadi Rp17.607 juta pada tahun 2010 karena laba bersih Perseroan sebesar Rp6.400 juta pada tahun 2010.

Penjualan bersih pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp23.651 juta, meningkat Rp6.249 juta atau 35,91%, dari Rp17.402 juta pada tahun 2009 menjadi Rp23.651 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh peningkatan harga karet.

Laba kotor pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp 9.788 juta, meningkat Rp6.554 juta atau 202,66%, dari Rp 3.234 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh peningkatan harga jual karet.

Laba usaha pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp6.411 juta atau 343,20% dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.868 juta menjadi Rp8.279 juta pada tahun 2010, yang disebabkan oleh meningkatnya laba kotor.

Laba bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp5.432 juta atau 561,16% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh meningkatnya penjualan bersih sebesar Rp6.248 juta atau 35,90% karena kenaikan harga karet.

73

4. PT Bumi Prada (BP)

a. Pendirian

BP, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. BP didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 44 tanggal 19 Februari 1974 dibuat di hadapan Abdullah Gemawang, SH, Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan Menkumham No. Y.A.5/73/14 tanggal 24 Mei 1974, didaftarkan pada buku register Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 3467 tanggal 4 September 1974, dan selanjutnya telah diumumkan dalam BNRI No. 19 tanggal 7 Maret 1975, Tambahan No. 144.

Anggaran Dasar BP telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa BP No. 05, tanggal 11 September 2008, dibuat di hadapan Widary Tjandrasantosa, SH, Notaris di Bandung, mengenai perubahan seluruh Anggaran Dasar dalam rangka penyesuaian dengan UUPT (“Akta No. 05/2008”), yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-92046.AH.01.02.Tahun 2008, tanggal 1 Desember 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0116593.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 1 Desember 2008.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar BP, maksud dan tujuan BP adalah menjalankan usaha dibidang pembangunan, perdagangan, perindustrian, pertambangan, pengangkutan, pertanian, percetakan, perbengkelan, dan jasa.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 194, tanggal 27 Desember 2007, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta, mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor BP, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-15815.AH.01.02 Tahun 2008, tanggal 31 Maret 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0023222.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 31 Maret 2008, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Jakarta Pusat dengan No. 10171/RUB.09.05/V/2009 tanggal 6 Mei 2009 serta diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-8257 tanggal 9 April 2008, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0025894.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 9 April 2008, susunan permodalan dan pemegang saham BP hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp20.000 ,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 5.000 100.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 4.000 80.000.000 80ALS 700 14.000.000 14SKA 300 6.000.000 6Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.000 100.000.000 100Saham dalam Portepel - -

74

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta No. 05/2008, susunan Direksi dan Dewan Komisaris BP adalah sebagai berikut:

Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto Ibrahim

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan BP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.

Neraca(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Desember 2010 2009 2008Aset Lancar - 4 8Aset Tidak Lancar 3.964 342 349Jumlah Aset 3.964 346 358Kewajiban Lancar 6 - 8Kewajiban Tidak Lancar 6.513 2.707 2.663Jumlah Kewajiban 6.519 2.707 2.671Ekuitas (2.555) (2.361) (2.314)Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 3.964 346 358

Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 12 bulan 2010 2009 2008Penjualan Bersih - 2 253Laba (Rugi) Kotor - 2 92Laba (Rugi) Usaha - (5) (483)Laba (Rugi) Bersih (194) (47) (535) Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp3.618 juta atau 1.045,66% dibandingkan dengan tahun 2009 karena meningkatnya pembayaran uang muka untuk izin lokasi sebesar Rp3.629 juta.

Jumlah kewajiban pada tahun 2010 naik sebesar Rp3.812 juta atau 140,82% dibandingkan dengan tahun 2009 karena terjadinya kenaikan utang terhadap Perseroan sebesar Rp3.806 juta.

75

5. PT Corah Mas Keputren Estates (CMK)

a. Pendirian

CMK, dahulu bernama Cultuur Maatschappij Tjorah Mas, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. CMK didirikan berdasarkan Proces-Verbaal No. 96, tanggal 16 November 1910, dibuat di hadapan Hendrik Willem Hazenberg, Notaris di Surabaya,yang telah disahkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 49 tanggal 25 April 1911, dan telah didaftar Daftar Panitera Pengadilan Negeri Surabaya dengan No. 55 pada tanggal 13 Mei 1911, dan selanjutnya telah diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 49, tanggal 20 Juni 1911.

Anggaran Dasar CMK telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 165 tanggal 12 Agustus 2008, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-93790.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0118604.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 10179/RUB.09.05/V/2009 tanggal 6 Mei 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 30 tanggal 14 April 2009, Tambahan No. 10315.

Anggaran Dasar CMK telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 24 tanggal 6 Mei 2009, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 24/2009”), mengenai perubahan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor CMK, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-36150.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 30 Juli 2009, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0047690.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 30 Juli 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 97 tanggal 4 Desember 2009, Tambahan No. 28178.

CMK memperoleh status sebagai PMA berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Ekonomi, Keuangan dan Industri No. KEP/72/MEKUIN/10/70, tanggal 8 Oktober 1970.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar CMK, maksud dan tujuan CMK adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta No. 24/2009, susunan permodalan dan pemegang saham CMK hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Pemegang Saham Nilai Nominal Rp66.256,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 15.093 1.000.001.808 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 14.595 967.006.320 96,7 Asiatic Properties Incorporated 498 32.995.488 3,3Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.093 1.000.001.808 100Saham dalam Portepel - -

76

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 43 tanggal 8 Februari 2011, dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.10-05686 tanggal 23 Februari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0015058.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 23 Februari 2011, susunan Direksi dan Dewan Komisaris CMK adalah sebagai berikut:

Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Andi Hariyanto

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan CMK untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.

Neraca(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Desember 2010 2009 2008Aset Lancar 1.882 1.678 975Aset Tidak Lancar 11.978 10.021 10.693Jumlah Aset 13.860 11.700 11.668Kewajiban Lancar 754 573 1.633Kewajiban Tidak Lancar 1.590 1.264 1.096Jumlah Kewajiban 2.344 1.836 2.729Ekuitas 11.516 9.863 8.939Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 13.860 11.700 11.668

Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 12 bulan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 9.032 5.662 10.419Laba (Rugi) Kotor 4.364 1.242 4.952Laba (Rugi) Usaha 2.312 139 3.486Laba (Rugi) Bersih 1.653 (10) 2.381 Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp2.160 juta atau 18,46% dibandingkan dengan tahun 2009 karena kenaikan jumlah aset berupa tanaman belum menghasilkan sebesar Rp1.605 juta atau 25,44%.

77

Jumlah kewajiban pada tahun 2010 naik sebesar Rp508 juta atau 27,67% dibandingkan dengan tahun 2009 karena terjadinya kenaikan hutang pajak akibat kenaikan laba sebesar Rp205 juta atau 145,39% dan kenaikan kewajiban imbalan pasca kerja sebesar Rp213 juta atau 17,11%. Penurunan jumlah kewajiban terjadi pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar Rp893 juta atau 32,72% oleh karena adanya penurunan hutang pajak sebesar Rp874 juta atau 116,13%.

Pada tahun 2010 penjualan bersih meningkat 59,52% atau sebesar Rp3.370 juta dari tahun 2009 dan laba bersih pada tahun 2010 meningkat dari kerugian sebesar Rp10 juta pada tahun 2009 menjadi Rp1.653 juta, atau meningkat sebesar Rp1.663 juta atau 16.630% pada tahun 2010, yang terutama disebabkan oleh kenaikan harga karet dunia.

6. PT Cipanyusuhan (CP)

a. Pendirian

CP, dahulu bernama N.V ELISA dan PT SINDANGWANGI, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. CP didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 87 tanggal 15 November 1955 sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar No.56 tanggal 11 Januari 1956 dibuat di hadapan Raden Kadiman, Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. J.A.5/7/21 tanggal 24 Januari 1956, didaftarkan pada buku register Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 306 dan No. 307 pada tanggal 10 Februari 1956, dan diumumkan dalam BNRI No. 87 tanggal 30 Oktober 1956, Tambahan No. 945.

Anggaran Dasar CP telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 03, tanggal 26 Desember 2007, dibuat di hadapan Rini M. Dahliani, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 03/2007”), mengenai perubahan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor dan perubahan seluruh Anggaran Dasar dalam rangka penyesuaian dengan UUPT, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No.AHU-15971.AH.01.02.Tahun 2008, tanggal 1 April 2008 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0023498.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 1 April 2008.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar CP, maksud dan tujuan CP adalah menjalankan usaha dibidang pertanian.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta No. 03/2007, susunan permodalan dan pemegang saham CP hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp10.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 10.000 100.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 4.950 49.500.000 99SKA 15 150.000 0,3ALS 35 350.000 0,7Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.000 50.000.000 100Saham dalam Portepel 5.000 50.000.000

78

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta No. 03/2007, susunan Direksi dan Dewan Komisaris CP adalah sebagai berikut: Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto Ibrahim

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan CP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.

Neraca (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Desember 2010 2009 2008Aset Lancar 310 278 318Aset Tidak Lancar 2.894 1.483 1.032Jumlah Aset 3.204 1.761 1.350Kewajiban Lancar 199 186 303Kewajiban Tidak Lancar 60 37 57Jumlah Kewajiban 259 223 360Ekuitas 2.945 1.538 989Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 3.204 1.761 1.350

Laporan Laba Rugi(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 12 bulan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 2.506 1.565 1.929Laba Kotor 1.741 762 948Laba Usaha 1.546 654 823Laba Bersih 1.407 549 586 Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp1.443 juta atau 81,94% dibandingkan dengan tahun 2009 karena terjadi kenaikan piutang dengan pihak hubungan istimewa sebesar Rp1.228 juta atau 211%. Pada tahun 2009, jumlah aset meningkat Rp451 juta atau 33,41% dari Rp1.350 juta pada tahun 2008 menjadi Rp1.761 juta disebabkan oleh kenaikan piutang dengan pihak hubungan istimewa sebesar Rp371 juta atau 175,83%.

Jumlah ekuitas meningkat sebesar Rp1.407 juta, atau 91,48%, dari Rp1.538 juta pada tahun 2009 menjadi Rp2.945 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh tambahan dari laba bersih periode 2010.

79

Penjualan bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp941 juta atau 60,13% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh kenaikan harga karet dunia, dan laba bersih meningkat Rp858 juta atau 156,28% yang disebabkan oleh kenaikan penjualan karet.

Laba usaha pada tahun 2010 meningkat Rp892 juta, atau 136,39%, dari Rp654 juta pada tahun 2009 menjadi Rp1.546 juta pada tahun 2010 yang disebabkan kenaikan harga karet dunia.

Pada tahun 2010, laba bersih tercatat sebesar Rp1.407 juta, meningkat sebesar Rp 858 juta atau 156,28%, dari Rp549 pada tahun sebelumnya yang disebabkan oleh meningkatnya laba usaha karena kenaikan harga karet dunia.

7. PT Indo Java Rubber Planting Company (IJR)

a. Pendirian

IJR (dahulu bernama The Indo Java Rubber Planting And Trading Company), adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. IJR didirikan berdasarkan Akta Pendirian Pendirian Terbatas (Naamlooze Vennootschap) No. 46 tanggal 18 Agustus 1907 dibuat di hadapan Benjamin ter Kuile, pada waktu itu Notaris di Surabaya, telah memperoleh pengesahan Gubernur Jendral Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie No. 25 tanggal 24 Agustus 1907, didaftarkan di buku register Daftar Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te Soerabaja) No. 71 pada tanggal 3 September 1907, dan selanjutnya telah diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 74 tanggal 17 September 1907.

Anggaran Dasar IJR telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat IJR No. 50 tanggal 10 Februari 2011, dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris Jakarta (“Akta No. 50/2011”), mengenai perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar IJR sehubungan dengan perubahan status IJR dari perusahaan dalam rangka Penanaman Modal Asing menjadi Non Fasilitas Umum, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-16402.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 31 Maret 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0026191.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 31 Maret 2011.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar IJR, maksud dan tujuan IJR adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan (i) Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 75 tanggal 28 Juni 1984, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan No. 2 tanggal 1 Oktober 1986, keduanya dibuat di hadapan Miryam Magdalena Indrani Wiardi, SH, Notaris di Jakarta, mengenai kelanjutan kegiatan IJR dalam rangka Undang-Undang No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, yang disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. C2-7294-HT.01.04.TH 1986 tanggal 18 Oktober 1986, didaftarkan pada buku register Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No. 2338 tanggal 13 November 1986 dan diumumkan dalam BNRI No. 102 tanggal 23 Desember 1986, Tambahan No. 1639, dan (ii) Akta No. 50/2011, susunan permodalan dan pemegang saham IJR hingga saat ini adalah sebagai berikut :

80

Keterangan Nilai Nominal Rp171.927,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 1.000 171.927.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 1.000 171.927.000 100Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.000 171.927.000 100Saham dalam Portepel - -

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta No. 50/2011, susunan Direksi dan Dewan Komisaris IJR adalah sebagai berikut: Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud Ashari Direktur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Andi Hariyanto

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan IJR untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 yang telah direview oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath).

Neraca(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Desember 2010 2009 2008Aset Lancar 14.797 11.841 15.648 Aset Tidak Lancar 41.656 29.924 31.014 Jumlah Aset 56.453 41.765 46.662 Kewajiban Lancar 9.496 7.298 10.673 Kewajiban Tidak Lancar 11.722 10.136 10.012 Jumlah Kewajiban 21.218 17.434 20.685 Ekuitas 35.235 24.331 25.977 Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 56.453 41.765 46.662

Laporan Laba Rugi(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 12 bulan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 87.491 59.865 80.094 Laba Kotor 54.775 29.429 50.620 Laba Usaha 45.530 22.748 41.198 Laba Bersih 34.903 17.354 29.680 Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp14.688 juta atau 35,17% dibandingkan dengan tahun 2009 karena kenaikan investasi pada tanaman perkebunan sebesar Rp4.350 juta atau 33,69% dan kenaikan piutang dengan Perseroan sebesar Rp12.388 juta atau 231,16%.

81

Jumlah kewajiban pada tahun 2010 naik sebesar Rp3.784 juta atau 21,70% dibandingkan dengan tahun 2009 karena adanya kenaikan pada kewajiban imbalan pasca kerja sebesar Rp1.532 juta atau 15,11%.

Penjualan bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp27.626 juta atau 46,15% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh kenaikan harga karet.

Laba kotor pada tahun 2010 meningkat Rp25.346 juta atau 86,13% dari Rp29.429 juta pada tahun 2009 menjadi Rp54.775 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah penjualan bersih dari komoditas karet.

Laba bersih meningkat Rp17.549 juta atau 101,12%, dari Rp17.354 juta pada tahun 2009 menjadi Rp34.903 juta pada tahun 2010 karena meningkatnya laba kotor tahun 2010.

8. PT Kaliduren Estates (KE)

a. Pendirian

KE, dahulu bernama KALI-DOEREN, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. KE didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas (Naamlooze Vennootschap Cultur Maatschappij Kali-Doeren) No. 27 tanggal 12 Oktober 1904 dibuat di hadapan Benjamin ter Kuille, pada waktu itu Notaris di Surabaya, yang telah memperoleh pengesahan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 33 tanggal 17 November 1904, didaftarkan pada buku register Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te Soerabaja) dengan No. 70 pada tanggal 8 Desember 1904, dan selanjutnya telah diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant van) No. 8 tanggal 27 Januari 1905.

Anggaran Dasar KE telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 166, tanggal 12 Agustus 2008, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 166/2008”). Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Keputusan Menkumham No. AHU-87750.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 19 November 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0111492.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 19 November 2008, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta dengan No. 10166/RUB.09.05/V/2009 tanggal 5 Mei 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 18, tanggal 3 Maret 2009, Tambahan No. 6455.

Anggaran Dasar KE telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 78, tanggal 22 Februari 2011 yang dibuat di hadapan Yulia, SH., Notaris di Jakarta (“Akta No. 78/2011”), mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor, yang disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-14473.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Maret 2011, didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-0023116.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Maret 2011.

KE memperoleh status sebagai PMA berdasarkan Keputusan Menteri Negara Ekonomi, Keuangan Dan Industri No. KEP/71/MEKUIN/10/70 tanggal 8 Oktober 1970.

82

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar KE, maksud dan tujuan KE adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta No. 78/2011, susunan permodalan dan pemegang saham KE hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp165.432,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 10.000 1.654.320.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 9.510 1.573.258.320 95,10Asiatic Properties Incorporated 490 81.061.680 4,90Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 10.000 1.654.320.000 100Saham dalam Portepel - -

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 40 tanggal 8 Februari 2011, dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Direksi/Komisaris KE No. AHU-AH.01.10-05683 tanggal 23 Februari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0015055.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 23 Februari 2011, susunan Direksi dan Dewan Komisaris KE adalah sebagai berikut:

Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Andi Hariyanto

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan KE untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.

83

Neraca (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Desember 2010 2009 2008Aset Lancar 17.098 10.662 14.101Aset Tidak Lancar 61.547 55.818 50.162Jumlah Aset 78.645 66.480 64.263Kewajiban Lancar 7.593 15.030 14.096Kewajiban Tidak Lancar 25.654 25.517 32.474Jumlah Kewajiban 33.248 40.547 46.570Ekuitas 45.397 25.933 17.692Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 78.645 66.480 64.263

Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 12 bulan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 115.086 68.064 86.335Laba Kotor 33.400 14.699 18.552Laba Usaha 26.258 9.191 12.948Laba Bersih 19.464 7.406 5.067

Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp12.165 juta atau 18,30% dibandingkan dengan tahun 2009 karena kenaikan investasi tanaman sebesar Rp4.586 juta atau 10,07% dan kenaikan piutang usaha sebesar Rp3.172 juta atau 86,76%, dan pada tahun 2009 meningkat Rp2.217 juta atau 3,45% dibandingkan dengan tahun 2008 yang disebabkan oleh kenaikan investasi tanaman sebesar Rp5.145 juta atau 12,75%.

Jumlah kewajiban pada tahun 2010 turun sebesar Rp7.299 juta atau 18,00% dibandingkan dengan tahun 2009 karena pembayaran hutang kepada Perseroan sebesar Rp28.800 juta. Penurunan jumlah kewajiban juga terjadi pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar Rp6.023 juta atau 12,93% karena pembayaran hutang kepada Perseroan.

Penjualan bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp47.022 juta atau 69,08% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh kenaikan harga karet.

Laba kotor pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp18.701 juta atau 127,23% dari laba kotor tahun sebelumnya sebesar Rp14.699 juta yang disebabkan oleh kenaikan penjualan bersih yang terutama disebabkan oleh kenaikan harga karet yang diiringi dengan kenaikan pembelian bahan olah karet dari pihak ketiga dan pihak istimewa.

Pada tahun 2010 laba bersih meningkat sebesar Rp12.058 juta, atau 162,81%, dari Rp7.406 juta pada tahun 2009 disebabkan oleh kenaikan laba kotor pada tahun 2010.

9. PT Kintap Jaya Wattindo (KJW)

a. Pendirian

KJW adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. KJW didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 29 tanggal 19 Agustus 1997, dibuat di hadapan Ilyas Zaini, SH, Notaris di Jakarta, telah memperoleh status sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menkumham No. C2-27361 HT.01.01.TH.98, tanggal 4 Desember 1998, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 39/BH.09.05/IX/99 pada tanggal 29 September 1999, dan diumumkan dalam BNRI No. 11 tanggal 8 Februari 2000, Tambahan No. 637.

84

Anggaran Dasar KJW telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 95 tanggal 14 Juli 2008, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 95/2008”). Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-88200.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 20 November 2008, dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan dengan No. 9605/RUB.09.05/III/2009 tanggal 17 Maret 2009 dan Daftar Perseroan dengan No. AHU-0112043.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 20 November 2008, dan Kantor Pendaftaran Perusahaan dengan No. 9605/RUB.09.05/III/2009 tanggal 17 Maret 2009.

Anggaran Dasar KJW telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham KJW No. 288 tanggal 29 Desember 2009, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 288/2009”), mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor, yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-06938 tanggal 23 Maret 2010, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0021700.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 23 Maret 2010.

KJW memperoleh status sebagai PMDN berdasarkan Surat Persetujuan Penanaman Modal No. 67/I/PMDN/2008 tanggal 21 April 2008.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar KJW, maksud dan tujuan KJW adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan besar, industri dan perdagangan.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta No. 288/2009, susunan permodalan dan pemegang saham KJW hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 200.000 200.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 152.750 152.750.000.000 95,47SKA 2.175 2.175.000.000 1,36ALS 5.075 5.075.000.000 3,17Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 160.000 160.000.000.000 100Saham dalam Portepel 40.000 40.000.000.000

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta No. 95/2008, susunan Direksi dan Dewan Komisaris KJW adalah sebagai berikut:

Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto Ibrahim

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

85

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan KJW untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.Neraca

(dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Desember 2010 2009 2008Aset Lancar 21.168 21.633 25.412Aset Tidak Lancar 509.073 435.814 349.824Jumlah Aset 530.241 457.447 375.236Kewajiban Lancar 37.825 30.149 18.809Kewajiban Tidak Lancar 295.879 250.847 218.907Jumlah Kewajiban 333.704 280.996 237.716Ekuitas 196.537 176.450 137.521Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 530.241 457.447 375.236

Laporan Laba Rugi(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 12 bulan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 151.907 195.993 65.586Laba Kotor 50.691 62.235 18.724Laba Usaha 38.459 48.428 13.174Laba Bersih 20.087 21.246 1.717 Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp72.794 juta atau 15,91% dibandingkan dengan tahun 2009 karena investasi pada tanaman perkebunan karet dan kelapa sawit sebesar Rp62.404 juta atau 19,69%, dan pada tahun 2009 meningkat Rp82.211 juta atau 21,91% dibandingkan dengan tahun 2008 yang disebabkan oleh investasi pada tanaman perkebunan karet dan kelapa sawit sebesar Rp70.227 juta atau 28,47%.

Jumlah kewajiban pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp52.708 juta atau 18,76% dibandingkan dengan tahun 2009 karena peningkatan hutang bank kepada PT Bank Mandiri Tbk untuk kredit investasi sebesar Rp15.147 juta atau 6,03% dan peningkatan hutang dengan Perseroan sebesar Rp26.581 juta. Peningkatan jumlah kewajiban juga terjadi pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar Rp43.280 juta atau 18,21% karena peningkatan hutang bank kepada PT Bank Mandiri Tbk untuk kredit investasi sebesar Rp43.964 juta atau 21,23%.

Penjualan bersih pada tahun 2010 menurun sebesar Rp44.086 juta atau 22,49% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh penurunan pasokan bahan baku TBS dari pihak ketiga. Sebaliknya penjualan bersih pada tahun 2009 meningkat 198,83% atau sebesar Rp130.407 juta yang disebabkan oleh peningkatan penjualan minyak dan biji sawit sebesar Rp176.957 juta atau 929,61%.

86

10. PT Mulyaningsih (MUL)

a. Pendirian

MUL (dahulu bernama PT Perusahaan Perkebunan Dagang & Industri Muljaningsih), adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. MUL didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 120 tanggal 29 Maret 1962, sebagaimana diubah beberapa kali oleh Akta Perubahan No. 59 tanggal 17 April 1962, Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 77 tanggal 19 Oktober 1962 dan Akta Perubahan No. 40 tanggal 10 Juni 1963 keempatnya dibuat di hadapan Ong Kiem Lian, Notaris di Medan; Akta Perubahan No. 45 tanggal 7 Desember 1993, dibuat di hadapan Walter Siregar, pengganti sementara dari Ong Kiem Lian, Notaris di Medan, Akta Perubahan No.27 tanggal 4 April 1964 dan terakhir diubah dengan Akta Pembetulan No. 23 tanggal 11 Mei 1964 dibuat di hadapan Gustaaf Hoemala Soangkoepon Loemban Tobing, Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menkumham berdasarkan Keputusan No. J.A.5/66/22 tanggal 26 Mei 1964, didaftarkan pada buku register Pengadilan Negeri Bogor dengan No. 123/1980/A.N.P, No. 124/1980/A.N.P, 125/1980/A.N.P, 126/1980/A.N.P, 127/1980/A.N.P129/1980/A.N.P dan 130/1980/A.N.P tanggal 8 Mei 1980 dan selanjutnya telah diumumkan dalam BNRI No. 56 tanggal 11 Juli 1980, Tambahan No. 510.

Anggaran Dasar MUL telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 200, tanggal 27 Desember 2007, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 200/2007”) yang telah telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-22372.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 2 Mei 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0032773.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 2 Mei 2008, dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 9625/RUB.09-05/III/2009 tanggal 18 Maret 2009.

Anggaran Dasar MUL telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham MUL No. 85, tanggal 13 Agustus 2009, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta, mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor MUL (“Akta No. 85/2009”), yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-48235.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 7 Oktober 2009, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0065111.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 7 Oktober 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 70, tanggal 31 Agustus 2010, Tambahan No. 16158.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar MUL, maksud dan tujuan MUL adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan besar, industri dan perdagangan.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta No. 85/2009, susunan permodalan dan pemegang saham MUL hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 15.800 15.800.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 15.300 15.300.000.000 96,84SKA 150 150.000.000 0,95ALS 350 350.000.000 2,21Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.800 15.800.000.000 100Saham dalam Portepel - -

87

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta No. 200/2007, susunan Direksi dan Dewan Komisaris MUL adalah sebagai berikut:

Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto Ibrahim

Dewan Komisaris :

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan MUL untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.

Neraca(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Desember 2010 2009 2008Aset Lancar 3.588 3.244 4.525Aset Tidak Lancar 22.260 25.751 12.372Jumlah Aset 25.848 28.994 16.896Kewajiban Lancar 411 594 372Kewajiban Tidak Lancar 16.259 16.018 19.259Jumlah Kewajiban 16.670 16.612 19.631Ekuitas 9.178 12.383 (2.735)Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 25.848 28.994 16.896

Laporan Laba Rugi(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 12 bulan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 3.243 7.975 5.196Laba (Rugi) Kotor (69) 2.170 1.350Laba (Rugi) Usaha (985) 683 309Laba (Rugi) Bersih (3.204) (332) 233 Jumlah aset pada tahun 2010 turun Rp3.146 juta atau 10,85% dibandingkan dengan tahun 2009 karena penurunan pembayaran sebagian piutang dengan Perseroan sebesar Rp7.752 juta atau 69,05% dan peningkatan investasi pada tanaman sebesar Rp3.437 juta atau 27,45%, dan pada tahun 2009 meningkat Rp12.098 juta atau 71,60% dibandingkan dengan tahun 2008 yang disebabkan oleh peningkatan piutang kepada Perseroan sebesar Rp11.154 juta.

Penjualan bersih pada tahun 2010 turun sebesar Rp4.732 juta atau 59,34% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh penurunan kuantitas dan harga penjualan rata-rata kopi. Sebaliknya penjualan bersih pada tahun 2009 meningkat 53,48% atau sebesar Rp2.779 juta yang disebabkan oleh peningkatan kuantitas dan harga penjualan rata-rata kopi.

88

Laba kotor pada tahun 2010 turun sebesar Rp2.239 juta, atau 103,18%, dari keuntungan sebesar Rp2.170 juta pada tahun 2009 menjadi kerugian kotor Rp69 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh penurunan penjualan bersih akibat penurunan kuantitas dan harga penjualan rata-rata kopi.

Pada tahun 2010, kerugian bersih naik dari Rp332 juta pada tahun 2009 menjadi Rp3.204 juta sebesar 865,06% atau sebesar Rp2.872 juta yang disebabkan oleh kerugian kotor pada tahun 2010.

11. PT Perkebunan Biting (PB)

a. Pendirian

PB (dahulu bernama Cultuur Maatschappij Biting), adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. PB didirikan berdasarkan Proces-Verbaal No. 70 tanggal 10 Mei 1920, dibuat di hadapan Francois Eichholtz, pada waktu itu Notaris di Surabaya, yang telah memperoleh pengesahan dari Gubernur Jendral Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 57 tanggal 20 Juli 1920, dan telah didaftar di buku register Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te Soerabaja)dengan di bawah No. 279 pada tanggal 4 Agustus 1920, dan diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 91 tanggal 12 November 1920, Tambahan No. 626.

Anggaran Dasar PB telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PB No. 167, tanggal 12 Agustus 2008, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-21050.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 15 Mei 2009, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0026893.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 15 Mei 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 61, tanggal 31 Juli 2009, Tambahan No. 20260.

Anggaran Dasar PB telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PB No. 9, tanggal 2 September 2009, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 9/2009”), mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-49147.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 13 Oktober 2009, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0066478.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 13 Oktober 2009 , dan diumumkan dalam BNRI No. 71 tanggal 3 September 2010, Tambahan No. 16567.

PB memperoleh status sebagai PMA berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Ekonomi, Keuangan dan Industri No. KEP/70/MEKUIN/10/1970 tertanggal 8 Oktober 1970.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar PB, maksud dan tujuan PB adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta No. 9/2009, susunan permodalan dan pemegang saham PB hingga saat ini adalah sebagai berikut:

89

Keterangan Nilai Nominal Rp24.391,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 41.000 1.000.031.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 40.180 980.030.380 98Asiatic Properties Incorporated 820 20.000.620 2Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 41.000 1.000.031.000 100Saham dalam Portepel - - -

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 42 tanggal 8 Februari 2011, dibuat di hadapan Yulia, SH., Notaris di Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-06051 tanggal 25 Februari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0015972.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 25 Februari 2011, susunan Direksi dan Dewan Komisaris PB adalah sebagai berikut:

Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Andi Hariyanto

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan PB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.

Neraca (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Desember 2010 2009 2008Aset Lancar 2.135 857 1.418Aset Tidak Lancar 14.481 25.669 23.670Jumlah Aset 16.616 26.526 25.088Kewajiban Lancar 1.023 5.616 6.227Kewajiban Tidak Lancar 1.966 10.947 12.266Jumlah Kewajiban 2.989 16.563 18.493Ekuitas 13.627 9.963 6.595Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 16.616 26.526 25.088

90

Laporan Laba Rugi(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 12 bulan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 20.281 9.653 13.941Laba Kotor 5.633 2.408 5.190Laba Usaha 4.299 1.335 3.936Laba Bersih 3.664 2.392 260 Jumlah aset pada tahun 2010 menurun sebesar Rp9.910 juta atau 37,36% dibandingkan dengan tahun 2009 karena penurunan piutang Perseroan sebesar Rp11.244 juta atau 75,42%.

Jumlah kewajiban pada tahun 2010 menurun sebesar Rp13.574 juta atau 81,95% dibandingkan dengan tahun 2009 karena pelunasan hutang kepada pihak hubungan istimewa sebesar Rp14.100 juta.

Jumlah ekuitas meningkat sebesar Rp3.664 juta atau 36,78% dari Rp9.963 juta pada tahun 2009 menjadi Rp13.627 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh laba bersih tahun 2010.

Penjualan bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp10.628 juta atau 110,10% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh peningkatan kuantitas penjualan dan harga karet.

Laba usaha pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp4.299 juta, meningkat sebesar Rp2.964 juta atau 222,02%, dari Rp1.335 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh meningkatnya penjualan karet dan meningkatnya pembelian bahan olah karet dari pihak ketiga.

Laba bersih meningkat sebesar Rp1.272 juta atau 53,18%, dari Rp2.392 juta pada tahun 2009 menjadi Rp3.664 juta pada tahun 2010, yang disebabkan oleh meningkatnya laba usaha.

12. PT Nusantara Makmur Agra (NMA)

a. Pendirian

NMA, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta. NMA didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 67 tanggal 21 Juni 2010, dibuat di hadapan Rusnaldy, SH, Notaris di Jakarta (“Akta Pendirian NMA”), yang telah disahkan oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-35171.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 13 Juli 2010, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0052823.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 13 Juli 2010.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar NMA, maksud dan tujuan NMA adalah menjalankan usaha dibidang a. pertambangan; b. perdagangan; c. jasa; d. pembangunan; e. pertanian; f. percetakan; g. perindustrian; h. pengangkutan darat; dan i. perbengkelan.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta Pendirian NMA, susunan permodalan dan pemegang saham NMA hingga saat ini adalah sebagai berikut:

91

Keterangan Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 1.000 1.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 900 900.000.000 90ALS 70 70.000.000 7SKA 30 30.000.000 3Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.000 1.000.000.000 100Saham dalam Portepel - -

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Pendirian NMA, susunan Direksi dan Dewan Komisaris NMA adalah sebagai berikut: Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto Ibrahim

Dewan Komisaris :

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan NMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath) dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian. PT Nusantara Makmur Agra merupakan anak perusahaan dan tidak dikonsolidasi karena akan dialihkan dalam jangka pendek.

Neraca(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Desember 2010Aset Lancar 10Aset Tidak Lancar 7.000Jumlah Aset 7.010Kewajiban Lancar -Kewajiban Tidak Lancar 7Jumlah Kewajiban 6.520Ekuitas 490Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 7.010

Laporan Laba Rugi(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 12 bulan 2010Penjualan Bersih -Laba (Rugi) Kotor -Laba (Rugi) Usaha -Laba (Rugi) Bersih (510)

92

Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa NMA tanggal 30 Desember 2010, dibuat di bawah tangan, para pemegang saham NMA telah menyetujui untuk melepaskan seluruh kepemilikan sahamnya di NMA, sehingga Perseroan tidak melakukan konsolidasi laporan keuangan NMA, walaupun pemilikan saham Perseroan sebesar 90% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor NMA. Saat ini Perseroan sedang dalam proses mencari calon pembeli NMA.

13. PT Perkebunan Kroewoek (PK)

a. Pendirian

PK, dahulu bernama Kroewoek Estates Limited, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. PK didirikan berdasarkan Proces-Verbaal No. 62 tanggal 7 Oktober 1915, dibuat di hadapan Hendrik Willem Hazenberg, pada waktu itu Notaris di Surabaya, yang telah disahkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 53 tanggal 23 November 1915, didaftarkan pada buku Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te Soerabaja) dengan No. 189 pada tanggal 29 November 1915, dan selanjutnya diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 15 tanggal 22 Februari 1916, Tambahan No. 41.

Anggaran Dasar PK telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar PK untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PK No. 168, tanggal 12 Agustus 2008, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkuham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-20024.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 12 Mei 2009, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0025579.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 12 Mei 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 61 tanggal 31 Juli 2009, Tambahan No. 20259.

Anggaran Dasar PK telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PK No. 87, tanggal 13 Agustus 2009, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No.87/2009”), mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor, yang telah disetujui oleh Menkuham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-45877.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 16 September 2009, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0061788.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 16 September 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 69 tanggal 28 Agustus 2010, Tambahan No. 14416.

PK memperoleh status sebagai PMA pada tahun 1970 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Ekonomi, Keuangan dan Industri No. KEP/74/MEKUIN/10/1970, tanggal 8 Oktober 1970.

b. Kegiatan Usaha

Berdasarkan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar PK, maksud dan tujuan PK adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan.

c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta No.87/2009, susunan permodalan dan pemegang saham PK hingga saat ini adalah sebagai berikut: Keterangan Nilai Nominal Rp46.100,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 21.692 1.000.001.200 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 21.193 976.997.300 97,7Asiatic Properties Incorporated 499 23.003.900 2,3Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 21.692 1.000.001.200 100Saham dalam Portepel - -

93

d. Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 39 tanggal 08 Februari 2011, dibuat di hadapan Yulia, SH., Notaris di Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-05685 tanggal 23 Februari 2011, telah didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0015057.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 23 Februari 2011, susunan Direksi dan Dewan Komisaris PK adalah sebagai berikut: Direksi:

Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Andi Hariyanto

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat

e. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan PK untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.

Neraca(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Desember 2010 2009 2008Aset Lancar 6.678 4.354 4.604Aset Tidak Lancar 89.522 46.395 44.413Jumlah Aset 96.200 50.749 49.017Kewajiban Lancar 14.704 23.392 25.051Kewajiban Tidak Lancar 44.570 3.553 2.725Jumlah Kewajiban 59.274 26.945 27.776Ekuitas 36.926 23.803 21.240Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 96.200 50.749 49.017

Laporan Laba Rugi(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 12 bulan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 41.559 31.496 40.128Laba Kotor 22.767 8.920 13.320Laba Usaha 19.734 6.107 9.855Laba Bersih 13.122 1.609 5.907 Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp45.451 juta atau 89,56% dibandingkan dengan tahun 2009 karena peningkatan piutang kepada Perseroan sebesar Rp42.901 juta atau 127,20%.

Jumlah kewajiban pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp32.329 juta atau 119,98% dibandingkan dengan tahun 2009 karena peningkatan hutang bank PT Bank Negara Indonesia Tbk. sebesar Rp47.711 juta dan pembayaran pinjaman kepada PT Bank INA Perdana sebesar Rp3.000 juta dan kepada Perseroan sebesar Rp18.000 juta.

94

Jumlah ekuitas pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp36.926 juta, meningkat sebesar Rp13.123 juta atau 55,13%, dari Rp23.803 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh laba bersih tahun 2010.

Penjualan bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp10.063 juta atau 31,95% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh kenaikan harga karet dunia.Laba kotor pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp22.767 juta, meningkat sebesar Rp13.847 juta atau 155,24%, dari Rp8.920 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh kenaikan penjualan bersih dan menurunnya pembelian bahan olah karet dari pihak ketiga.Laba usaha pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp19.734 juta, meningkat sebesar Rp13.627 juta atau 223,14%, dari Rp 6.107 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh kenaikan laba kotor pada tahun 2010.

Laba bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp11.513 juta atau 715,54% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh kenaikan harga karet. Sebaliknya laba bersih pada tahun 2009 menurun 72,76% atau sebesar Rp4.298 juta yang disebabkan oleh penurunan harga karet.

9.

HU

BU

NG

AN

KEP

EMIL

IKA

N P

ERSE

RO

AN

DEN

GA

N P

EMEG

AN

G S

AH

AM

, AN

AK

PER

USA

HA

AN

DA

N P

ERU

SAH

AA

N A

SOSI

ASI

PE

RSE

RO

AN

Ber

ikut

ini a

dala

h st

rukt

ur k

epem

ilika

n sa

ham

Per

sero

an d

an A

nak

Per

usah

aan

serta

per

usah

aan-

peru

saha

an d

alam

sat

u ko

nglo

mer

asi :

95

Har

ijadi

Soed

arjo

Rud

iant

oSo

edar

joSo

ehar

joSo

edar

joSo

etik

noSo

edar

joH

adi S

urya

Jean

ne S

oeda

rjoA

lvin

Dar

lani

ka S

oeda

rjoR

endy

Die

go S

oeda

rjoG

arib

aldi

Nat

hani

el S

oeda

rjo

Soed

arni

ati

Har

nyot

oSo

edra

jat

Sian

aA

nggr

aeni

Sury

a

Uta

ma

Had

i Sur

yaD

wija

yaH

adi S

urya

PT S

inar

Kas

i Aba

diU

tam

a H

adi S

urya

Dw

ijaya

Had

i Sur

yaPT

Aji

Lebu

r Sek

eti

35%

13%

13%

30,0

0%

94,0

3%50

,00%

98,0

0%80

,00%

99,0

0%10

0,00

%96

,70%

28,5

6%28

,56%

12,8

8%

13%

13%

13%

25%

25%

25%

25%

AB

SAW

BL

BP

CM

KC

PIJ

R

KE

KJW

MU

LN

MA

PBPK

95,1

0%95

,47%

95,8

4%90

,00%

97,7

0%98

,00%

96

Hubungan kepemilikan saham antara Perseroan dengan Anak Perusahaan dapat dilihat pada skema di bawah ini:

Nama Perseroan ABS AW BL BP CMK CP IJR KE KJW MUL PB PK NMAHadi Surya KU KU KU KU KU KU KU KU KU KU KU KU KU KUSoedarniati Harnyoto Sudrajat K K K K K K K K K K K K K KHarijadi Soedarjo DU DU DU DU DU DU DU DU DU DU DU DU DU DUMachfud Ashari D D D D D D D D D D D D D DBambang Sugianto Ibrahim D D D D D D D D D D D D D DAndi Hariyanto D - - D - D - D D - - D D -Ratna Widjaja KI - - - - - - - - - - - - -Sudarmanto DTT - - - - - - - - - - - - -

Keterangan:KU : Komisaris Utama DU : Direktur UtamaK : Komisaris D : Direktur KI : Komisaris Independen DTT : Direktur Tidak Terafiliasi

10. PERJANJIAN DAN KONTRAK PENTING Berikut ini adalah perjanjian-perjanjian penting yang dimiliki oleh Perseroan dan Anak Perusahaan:

1. Perseroan

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian/Jenis Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Transaksi/Syarat dan Perjanjian Perjanjian KondisiA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi 1 Perjanjian Jasa MUL dan Perseroan MUL setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh para (i) melaksanakan tanggal pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha MULyang berkaitan dengan Perkebunan. 2 Perjanjian Jasa CMK dan CMK setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha CMK yang berkaitan dengan Perkebunan. 3 Perjanjian Jasa IJR dan Perseroan IJR setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta

97

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian/Jenis Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Transaksi/Syarat dan Perjanjian Perjanjian Kondisi (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha IJR yang berkaitan dengan Perkebunan. 4 Perjanjian Jasa BL dan Perseroan BL setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha BL yang berkaitan dengan Perkebunan. 5 Perjanjian Jasa KE dan Perseroan KE setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha KE yang berkaitan dengan Perkebunan. 6 Perjanjian CP dan Perseroan CP setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Jasa Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha CP yang berkaitan dengan Perkebunan. 7 Perjanjian KJW dan Perseroan KJW setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Jasa Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha KJW yang berkaitan dengan Perkebunan. 8 Perjanjian Jasa PK dan Perseroan PK setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta

98

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian/Jenis Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Transaksi/Syarat dan Perjanjian Perjanjian Kondisi (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha PKyang berkaitan dengan Perkebunan. 9 Perjanjian Jasa PB dan Perseroan PB setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha PB yang berkaitan dengan Perkebunan. 10 Perjanjian ABS dan Perseroan ABS setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Jasa Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha ABS yang berkaitan dengan Perkebunan. 11 Perjanjian AW dan Perseroan AW setuju menunjuk 1 Maret 2011 Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan para pihak pengelolaan/manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha AW yang berkaitan dengan Perkebunan. 12 Perjanjian BP dan Perseroan BP setuju menunjuk 1 Maret 2011 Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan para pihak pengelolaan/manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha BP yang berkaitan dengan Perkebunan. B Perjanjian Pinjaman dan Jaminan 1 Perjanjian Kredit Perseroan dan Eximbank memberikan Tanggal Berakhir pada tanggal Modal Kerja Ekspor Lembaga Pembiayaan fasilitas pinjaman dengan perubahan terakhir 25 Maret 2011. Ekspor Indonesia atau jumlah pokok maksimum adalah Indonesia Eximbank Rp50.000.000.000 untuk 25 Maret 2010 (Eximbank) membiayai modal kerja Perseroan. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan, antara lain

99

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian/Jenis Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Transaksi/Syarat dan Perjanjian Perjanjian Kondisi (i) Hak Tanggungan peringkat I dan II atas tanah HGU yang terdaftar atas nama PB serta Hak Tanggungan peringkat I atas tanah-tanah HGU yang terdaftar atas nama CMK, (ii) Jaminan Fidusia atas piutang dagang dan persediaan barang milik Perseroan. 2 Credit Facility Perseroan dan JPMIB memberikan fasilitas 16 Juni 2006 JPMIB sewaktu waktu Agreement JP Morgan kredit kepada Perseroan berhak mengakhiri International Bank sebesar USD 5,000,000. perjanjian. Limited Brussels Branch (JPMIB) 3. Perjanjian Perseroan dan Bank Permata memberikan Tanggal 60 bulan sejak tanggal Pemberian Fasilitas PT Bank Permata Tbk. Fasilitas Term Loan dengan perubahan terakhir 11 Oktober 2010. Perbankan (Bank Permata) jumlah pokok maksimum adalah (i) Rp.30.000.000.000 untuk 2 Maret 2011 ekspansi usaha anak perusahaan Perseroan berupa ekspansi lahan perkebunan dan tanaman perkebunan; dan (ii) USD 14,000,000 untuk pembelian 50,3% saham dalam IJR. Fasilitas Term Loan ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan atas tanah HGU yang terdaftar atas nama BL dan (ii) Jaminan Fidusia atas persediaan barang dan piutang dagang milik BL. 4. Perjanjian Perseroan selaku Perseroan menjamin 12 Mei 2008 Berlangsung terus menerus Pemberian Pemberi Fidusia dan utangnya kepada Eximbank sampai dengan lunasnya Jaminan Fidusia Lembaga Pembiayaan dengan memberikan Jaminan utang Perseroan kepada Ekspor Indonesia atau Fidusia atas piutang Eximbank. Indonesia Eximbank dagang milik Perseroan (Eximbank) selaku dengan nilai jaminan fidusia Penerima Fidusia Rp9.984.000.000. 5. Perjanjian Perseroan selaku Perseroan menjamin utangnya 12 Mei 2008 Berlangsung terus menerus Pemberian Pemberi Fidusia dan kepada Eximbank dengan sampai dengan lunasnya Jaminan Fidusia Lembaga Pembiayaan memberikan Jaminan Fidusia utang Perseroan kepada Ekspor Indonesia atau atas persediaan barang milik Eximbank. Indonesia Eximbank Perseroan dengan nilai (Eximbank) selaku jaminan fidusia Penerima Fidusia Rp8.816.000.000. C. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi 1. Perjanjian Perseroan selaku Pemberian jaminan 12 Agustus 2009 Berlangsung terus menerus Penanggungan Penjamin dan perusahaan oleh Perseroan sampai dengan lunasnya PT Bank Permata Tbk. untuk menjamin utang-utang utang MUL kepada (Bank Permata) selaku MUL kepada Bank Permata. Bank Permata. Penerima Jaminan 2. Perjanjian Perseroan selaku Pemberian jaminan 12 Agustus 2009 Berlangsung terus menerus Penanggungan Penjamin dan perusahaan oleh Perseroan sampai dengan lunasnya PT Bank Permata Tbk. untuk menjamin utang-utang utang MUL kepada (Bank Permata) selaku MUL kepada Bank Permata. Bank Permata. Penerima Jaminan 3. Perjanjian Perseroan selaku Pemberian jaminan 28 Mei 2007 Berlangsung terus menerus Penanggungan Penjamin dan perusahaan oleh Perseroan sampai dengan lunasnya PT Bank Mandiri untuk menjamin utang-utang utang KJW kepada (Persero) Tbk. KJW kepada Bank Mandiri. Bank Mandiri. (Bank Mandiri) selaku Penerima Jaminan 4. Perjanjian Perseroan selaku Pemberian jaminan 20 Maret 2009 Berlangsung terus menerus Penanggungan Penjamin dan PT Bank perusahaan oleh Perseroan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia atas utang- utang ABS utang ABS kepada (Persero) Tbk. kepada Bank BNI. Bank BNI. (Bank BNI) selaku Penerima Jaminan

100

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian/Jenis Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Transaksi/Syarat dan Perjanjian Perjanjian Kondisi5. Perjanjian Perseroan selaku Pemberian jaminan 18 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Penanggungan Penjamin dan PT Bank perusahaan oleh Perseroan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia untuk menjamin utang PK kepada (Persero) Tbk. utang- utang PK Bank BNI. (Bank BNI) selaku kepada Bank BNI. Penerima Jaminan 6. Perjanjian Perseroan selaku Pemberian jaminan 28 Mei 2007 Berlangsung terus menerus Penanggungan Penjamin dan perusahaan oleh Perseroan sampai dengan lunasnya PT Bank Mandiri untuk menutup defisit utang KJW kepada (Persero) Tbk. cash yang dialami KJW Bank Mandiri. (Bank Mandiri) selaku atas utang-utang KJW Penerima Jaminan kepada Bank Mandiri. 7. Perjanjian Pemberian Perseroan selaku Perseroan menjamin 10 Oktober 2008 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Pemberi Hak utang PK kepada Bank sampai dengan lunasnya Tanggungan dan INA dengan memberikan utang PK kepada Bank INA. PT Bank INA Perdana Hak Tanggungan (Bank INA) selaku Peringkat I atas Penerima Hak bidang-bidang tanah Tanggungan. HGB yang terdaftar atas nama Perseroan dengan nilai pertanggungan masing-masing Rp1.562.500.000 dan Rp1.625.000.000.8. Pemberian Jaminan Perseroan, Asiatic Pemberian jaminan dari 18 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Cost Overrun and Properties Incorporated Perseroan dan Asiatic sampai dengan lunasnya Deficiency Undertaking dan PK Properties Incorporated utang PK kepada untuk menanggung PT Bank Negara Indonesia kebutuhan atau kekurangan (Persero) Tbk dana pembangunan proyek PK yang dibiayai oleh fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk C. Perjanjian Sewa Menyewa 1 Perjanjian Perseroan selaku Perseroan menyewa ruang 1 Mei 2009 2 tahun, berakhir pada Sewa Menyewa Penyewa dan tempat usaha yang terletak tanggal 30 April 2011. PT Dwibina Prima di Wisma BSG lantai 8 Pihak Yang unit 0809, Jalan Abdul Muis Menyewakan No.40, Tanah Abang, Jakarta 10160, seluas 39,31 m2, dengan nilai sewa Rp.40.096.200/tahun dan service charge sebesar Rp.25.944.600/tahun. *) Keterangan:Sedang dalam proses perpanjangan.

2. MUL

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian Perjanjian A. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi 1 Perjanjian Jasa MUL dan Perseroan MUL setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak. pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha MULyang berkaitan dengan Perkebunan.

101

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianB. Perjanjian Pinjaman dan Jaminan 1 Perjanjian MUL dan PT Bank Bank Permata memberikan 12 Agustus 2009 60 bulan Pemberian Fasilitas Permata Tbk. Fasilitas Term Loan dengan Perbankan (Bank Permata) nilai maksimum sebesar Rp.15.000.000.000 untuk membiayai investasi MN. Fasilitas Term Loan ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan atas tanah HGU yang terdaftar atas nama MUL dan (ii) Fidusia atas persediaan barang dan piutang dagang milik MN. 2. Perjanjian MUL selaku Pemberi MUL menjamin utangnya 10 September 2009 Berlangsung terus menerus Pemberian Hak Tanggungan dan kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya Hak Tanggungan PT Bank Permata Tbk. memberikan Hak Tanggungan utang MUL kepada (Bank Permata) selaku Peringkat I atas HGU yang Bank Permata. Penerima Hak terdaftar atas nama MUL Tanggungan dengan nilai pertanggungan Rp. 18.750.000.000. 3. Perjanjian MUL selaku Pemberi MUL menjamin utangnya 12 Agustus 2009 Berlangsung terus menerus Pemberian Fidusia dan PT Bank kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya Jaminan Fidusia Permata Tbk. memberikan Jaminan Fidusia utang MUL kepada Bank (Bank Permata) selaku atas persediaan barang milik Permata. Penerima Fidusia MUL dengan nilai jaminan fidusia Rp1.080.000.000. 4. Perjanjian MUL selaku Pemberi MUL menjamin utangnya 12 Agustus 2009 Berlangsung terus menerus Pemberian Fidusia dan PT Bank kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya Jaminan Fidusia Permata Tbk. memberikan Jaminan Fidusia utang MUL kepada (Bank Permata) selaku atas piutang dagang milik MUL Bank Permata. Penerima Fidusia dengan nilai jaminan fidusia Rp1.750.000.000. 5. Perjanjian MUL selaku Pemberi MUL menjamin utangnya 12 Agustus 2009 Berlangsung terus menerus Pemberian Fidusia dan PT Bank kepada Bank Permata sampai dengan lunasnya Jaminan Fidusia Permata Tbk. dengan memberikan Jaminan utang MUL kepada (Bank Permata) selaku Fidusia atas mesin dan peralatan Bank Permata. Penerima Fidusia pendukungnya milik MUL dengan nilai jaminan fidusia Rp1.276.000.000.

3. CMK

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi 1 Perjanjian CMK dan Perseroan CMK setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan pengelolaan/ adalah tanggal para pihak. manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha CMK yang berkaitan dengan Perkebunan. B. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi 1. Perjanjian CMK selaku Pemberi CMK menjamin utang Perseroan 20 Oktober 2008 Berlangsung terus menerus Pemberian Hak Tanggungan dan kepada Eximbank dengan sampai dengan lunasnya Hak Tanggungan Lembaga Pembiayaan memberikan Hak Tanggungan utang Perseroan kepada Ekspor Indonesia atau peringkat I atas tanah HGU yang Eximbank. Indonesia Eximbank terdaftar atas nama CMK dengan (Eximbank) selaku nilai pertanggungan Penerima Hak Rp.15.439.700.000. Tanggungan

102

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian Perjanjian2 Perjanjian CMK selaku Pemberi CMK menjamin utang Perseroan 20 Oktober 2008 Berlangsung terus menerus Pemberian Hak Tanggungan dan kepada Eximbank dengan sampai dengan lunasnya Hak Tanggungan Lembaga Pembiayaan memberikan Hak Tanggungan utang Perseroan kepada Ekspor Indonesia atau peringkat I atas tanah HGU yang Eximbank. Indonesia Eximbank terdaftar atas nama CMK dengan (Eximbank) selaku nilai pertanggungan Penerima Hak Rp.18.797.287.000. Tanggungan

4. AW

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi 1 Perjanjian Jasa AW dan Perseroan AW setuju menunjuk 1 Maret 2011 Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan pengelolaan/ para pihak manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha AW yang berkaitan dengan Perkebunan.

5. BP

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi 1 Perjanjian Jasa BP dan Perseroan BP setuju menunjuk 1 Maret 2011 Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan pengelolaan/ para pihak manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha BP yang berkaitan dengan Perkebunan.

6. IJR

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi 1 Perjanjian Jasa IJR dan Perseroan IJR setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan pengelolaan/ tanggal 1 Maret 2011 para pihak. manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta

103

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian Perjanjian (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha IJR yang berkaitan dengan Perkebunan. B. Perjanjian Sewa Menyewa 1 Perjanjian IJR selaku Penyewa IJR menyewa ruang tempat 11 Desember 2006 5 tahun, berakhir pada Sewa Menyewa dan PT Dwibina Prima usaha yang terletak di Wisma tanggal 31 Desember 2012. selaku Pihak Yang BSG lantai 8 unit 0804 H, Menyewakan Jalan Abdul Muis No.40, Tanah Abang, Jakarta 10160, seluas 169,99 m2, dengan nilai sewa US$24,478.56/tahun dan service charge sebesar US$9,179.46/tahun.

7. BL

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi 1 Perjanjian BL dan Perseroan BL setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan pengelolaan/ tanggal 1 Maret 2011 para pihak. manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha BL yang berkaitan dengan Perkebunan. B. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi 1. Perjanjian Pemberian BL selaku Pemberi BL menjamin utang Perseroan 10 November 2010 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya PT Bank Permata Tbk. memberikan Hak Tanggungan utang Perseroan kepada (Bank Permata) selaku Peringkat I atas tanah HGU Bank Permata. Penerima Hak yang terdaftar atas nama BL Tanggungan dengan nilai pertanggungan Rp41.452.622.500. 2. Perjanjian Pemberian BL selaku Pemberi BL menjamin utang Perseroan 9 November 2010 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya PT Bank Permata Tbk. memberikan Hak Tanggungan utang Perseroan kepada (Bank Permata) selaku peringkat I atas tanah HGU yang Penerima Hak terdaftar atas nama BL dengan Tanggungan nilai pertanggungan Rp.1.948.625.500. 3. Perjanjian Pemberian BL selaku Pemberi BL menjamin utang Perseroan 11 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT Bank kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya Permata Tbk. memberikan Jaminan Fidusia utang Perseroan (Bank Permata) atas persediaan barang milik BL kepada Bank Permata. selaku Penerima Fidusia dengan nilai jaminan fidusia Rp1.000.000.000. 4. Perjanjian Pemberian BL selaku Pemberi BL menjamin utang Perseroan 11 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT Bank kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya Permata Tbk. memberikan Jaminan Fidusia utang Perseroan kepada (Bank Permata) selaku atas piutang dagang milik BL Bank Permata. Penerima Fidusia dengan nilai jaminan fidusia Rp100.000.000.

104

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianC. Perjanjian Sewa Menyewa 1 Perjanjian BL selaku Penyewa BL menyewa ruang tempat 11 Desember 2006 5 tahun, berakhir Sewa Menyewa dan PT Dwibina Prima usaha yang terletak di pada tanggal selaku Pihak Yang Wisma BSG lantai 8 unit 31 Desember 2012 Menyewakan 0804 G, Jalan Abdul Muis No.40, Tanah Abang, Jakarta 10160, seluas 34,42 m2, dengan nilai sewa US$4,956.48/tahun dan service charge sebesar US$1,858.68/tahun.

8. KE

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi 1 Perjanjian KE dan Perseroan KE setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah para pihak. pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha KE yang berkaitan dengan Perkebunan. B. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi 1. Perjanjian KE selaku Pemberi KE menjamin utang KJW 7 Juni 2007 Berlangsung terus menerus Pemberian Hak Tanggungan dan kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya Hak Tanggungan PT Bank Mandiri memberikan Hak Tanggungan utang KJW kepada Bank. (Persero) Tbk. Peringkat I atas tanah HGU (Bank Mandiri) sebagai yang terdaftar atas nama KE Penerima Hak dengan nilai pertanggungan Tanggungan sebesar Rp43.883.000.000. 2 Perjanjian KE selaku Pemberi KE menjamin utang KJW 29 Agustus 2008 Berlangsung terus menerus Pemberian Hak Tanggungan dan kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya Hak Tanggungan PT Bank Mandiri memberikan Hak Tanggungan utang KJW kepada Bank. (Persero) (Bank Mandiri) Peringkat II atas tanah HGU selaku Penerima Hak yang terdaftar atas nama KE Tanggungan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp.14.365.000.000. 3 Perjanjian Pemberian KE selaku Pemberi KE menjamin utang KJW 11 Juni 2007 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya PT Bank Mandiri memberikan Hak Tanggungan utang KJW kepada Bank. (Persero) (Bank Mandiri) Peringkat I atas tanah HGU selaku Penerima Hak yang terdaftar atas nama KE Tanggungan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp.412.000.000. 4 Perjanjian Pemberian KE selaku Pemberi KE menjamin utang KJW 11 Juni 2007 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya PT Bank Mandiri memberikan Hak Tanggungan utang KJW kepada Bank. (Persero) (Bank Mandiri) atas tanah HGU yang selaku Penerima Hak terdaftar atas nama KE Tanggungan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp.39.094.000.000.

105

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianC. Perjanjian Sewa Menyewa 1 Perjanjian KE selaku Penyewa dan KE menyewa ruang tempat 11 Desember 2006 5 tahun, berakhir pada Sewa Menyewa PT Dwibina Prima selaku usaha yang terletak di tanggal 31 Desember 2012. Pihak Yang Menyewakan Wisma BSG lantai 8 unit 0804 C, Jalan Abdul Muis No.40, Tanah Abang, Jakarta 10160, seluas 147.93 m2, dengan nilai sewa US$21,301.92/ tahun dan service charge sebesar US$7,988.22/tahun.

9. CP

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi 1. Perjanjian CP dan Perseroan CP setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan tanggal 1 Maret 2011 para pihak. pengelolaan/manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha CP yang berkaitan dengan Perkebunan. B. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi 1. Perjanjian Pemberian CP selaku Pemberi CP menjamin utang PK kepada 9 Januari 2009 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan Bank INA dengan memberikan sampai dengan lunasnya PT Bank INA Perdana Hak Tanggungan Peringkat I atas utang PK kepada Bank INA. (Bank INA) selaku bidang-bidang tanah HGU yang Penerima Hak terdaftar atas nama CP dengan Tanggungan nilai pertanggungan masing- masing sebesar Rp987.000.000, Rp2.120.000.000 dan Rp3.893.000.000.

10. KJW

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi 1 Perjanjian KJW dan Perseroan KJW setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan tanggal 1 Maret 2011 para pihak. pengelolaan/manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha KJW yang berkaitan dengan Perkebunan.

106

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianB. Perjanjian Pinjaman dan Jaminan 1. Perjanjian Kredit KJW dan PT Bank Bank Mandiri memberikan 28 Mei 2007 7 tahun berakhir pada Investasi Refinancing Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas Kredit Investasi (KI) tanggal 28 Mei 2014. (Bank Mandiri) Refinancing Kebun Existing sebesar Rp.76.178.000.000 untuk keperluan refinancing biaya investasi kebun kelapa sawit yang telah dibiayai KJW termasuk pengambilalihan KI dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Fasilitas KI ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan Peringkat II atas tanah HGU yang terdaftar atas nama KJW, (ii) Jaminan Fidusia atas kendaraan bermotor milik KJW dan (iii) Jaminan Perusahaan dari Perseroan. 2 Perjanjian KJW dan PT Bank Bank Mandiri memberikan 28 Mei 2007 9 tahun 9 bulan berakhir Kredit Investasi Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas Kredit Investasi pada tanggal Pengembangan (Bank Mandiri) (KI) Pengembangan Kebun 27 Februari 2017 Kebun Kelapa Sawit Kelapa Sawit sebesar Rp.159.571.000.000. Fasilitas KI ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan Peringkat II atas tanah HGU yang terdaftar atas nama KJW, (ii) Jaminan Fidusia atas kendaraan bermotor milik KJW (iii) Jaminan Perusahaan dari Perseroan. 3 Perjanjian Kredit KJW dan PT Bank Bank Mandiri memberikan 28 Mei 2007 6 tahun 9 bulan berakhir Investasi Pembangunan Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas Kredit Investasi (KI) pada tanggal Pabrik Pengolahan (Bank Mandiri) Pembangunan Pabrik Pengolahan 27 Februari 2014 Kelapa Sawit Kelapa sawit sebesar Rp.49.843.000.000. Fasilitas KI ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan Peringkat II atas tanah HGU yang terdaftar atas nama KJW, (ii) Jaminan Fidusia atas kendaraan bermotor milik KJW dan (iii) Jaminan Perusahaan dari Perseroan.4 Perjanjian Kredit KJW dan PT Bank Bank Mandiri memberikan 28 Mei 2007 9 tahun 9 bulan berakhir Investasi Pembangunan Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas Kredit Investasi (KI) pada tanggal Kebun Karet (Bank Mandiri) Pembangunan Kebun Karet 27 Februari 2017 sebesar Rp.92.501.000.000 untuk keperluan refinancing biaya investasi kebun kelapa sawit yang telah dibiayai KJW termasuk pengambilalihan KI dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Fasilitas KI ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan Peringkat I atas tanah HGU yang terdaftar atas nama KJW, (ii) Jaminan Fidusia atas kendaraan bermotor dan (iii) Jaminan Perusahaan dari Perseroan. 5. Perjanjian Pemberian KJW selaku Pemberi KJW menjamin utangnya 24 September 2010 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya PT Bank Mandiri memberikan Hak Tanggungan utang KJW kepada (Persero) Tbk. Peringkat II atas HGU yang Bank Mandiri. (Bank Mandiri) selaku terdaftar atas nama KJW Penerima Hak dengan nilai pertanggungan Tanggungan. Rp41.000.000.000. 6. Perjanjian Pemberian KJW selaku Pemberi KJW menjamin utangnya 28 Mei 2007 Berlangsung terus menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT Bank kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya Mandiri (Persero) Tbk. memberikan Jaminan Fidusia utang KJW kepada (Bank Mandiri) selaku atas kendaraan bermotor milik Bank Mandiri. Penerima Fidusia KJW dengan nilai jaminan fidusia Rp1.354.000.000.

107

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian Perjanjian7. Perjanjian Pemberian KJW selaku Pemberi KJW menjamin utangnya 24 September 2010 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya PT Bank Mandiri memberikan Hak Tanggungan utang KJW kepada (Persero) Tbk. Peringkat I atas HGU yang Bank Mandiri. (Bank Mandiri) selaku terdaftar atas nama KJW Penerima Hak dengan nilai pertanggungan Tanggungan. Rp100.464.000.000.

11. PK

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi 1 Perjanjian PK dan Perseroan PK setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan tanggal 1 Maret 2011 para pihak. pengelolaan/manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha PK yang berkaitan dengan Perkebunan. B. Perjanjian Pinjaman dan Jaminan 1. Perjanjian Kredit PK dan PT Bank Negara Bank memberikan Fasilitas 18 Oktober 2010 7 tahun sejak tanggal Indonesia (Persero) Tbk. Kredit untuk refinancing penarikan fasilitas. (Bank BNI) kebun seluas + 1.012 Ha yang terletak di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Fasilitas ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan atas tanah HGU yang terdaftar atas nama PK, (ii) Fidusia atas piutang dagang dan persediaan barang milik PK dan (iii) Jaminan Perusahaan dari Perseroan. 2 Perjanjian PK dan PT Bank INA Bank memberikan fasilitas 9 November 2010 1 tahun hingga Fasilitas Perbankan Perdana (Bank INA) perbankan yang dapat ditarik 12 September 2011 bayar berulang-ulang (revolving) untuk membiayai modal kerja dengan jumlah maksimum Rp.10.000.000.000.Fasilitas ini dijamin antara lain dengan Hak Tanggungan atas tanah HGU yang terdaftar atas nama CP. 3. Perjanjian Pemberian PK selaku Pemberi Hak PK menjamin utangnya kepada 10 November 2010 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Tanggungan dan Bank BNI dengan memberikan sampai dengan lunasnya PT Bank Negara Hak Tanggungan Peringkat III utang PK kepada Bank BNI. Indonesia (Persero) Tbk. atas HGU yang terdaftar atas (Bank BNI) selaku nama PK dengan nilai Penerima Hak pertanggungan Rp60.000.000. Tanggungan.4. Perjanjian Pemberian PK selaku Pemberi PK menjamin utangnya 18 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT Bank kepada Bank BNI dengan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia memberikan Jaminan Fidusia utang PK kepada Bank BNI. (Persero) Tbk. atas piutang dagang milik PK (Bank BNI) selaku dengan nilai jaminan fidusia Penerima Fidusia Rp439.000.000. 5. Perjanjian Pemberian PK selaku Pemberi PK menjamin utangnya 18 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT Bank kepada Bank BNI dengan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia memberikan Jaminan Fidusia utang PK kepada Bank BNI. (Persero) Tbk. atas persediaan barang milik (Bank BNI) selaku PK dengan nilai jaminan Penerima Fidusia fidusia Rp2.045.000.000.

108

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianC. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi 1. Perjanjian PK selaku Penjamin Pemberian jaminan perusahaan 18 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Penanggungan dan PT Bank Negara oleh PK untuk menjamin sampai dengan lunasnya Indonesia (Persero) Tbk. utang-utang ABS kepada utang ABS kepada Bank BNI. (Bank BNI) selaku Bank BNI. Penerima Jaminan 2. Perjanjian Pemberian PK selaku Pemberi Hak PK menjamin utang ABS kepada 30 Maret 2009 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Tanggungan dan Bank BNI dengan memberikan sampai dengan lunasnya PT Bank Negara Hak Tanggungan Peringkat I atas utang ABS kepada Bank BNI. Indonesia (Persero) Tbk. tanah HGU yang terdaftar atas (Bank BNI) selaku nama PK dengan nilai Penerima Hak pertanggungan Rp69.962.300.000. Tanggungan. D. Perjanjian Sewa Menyewa 1 Perjanjian PK selaku Penyewa dan PK menyewa ruang tempat usaha 28 Maret 2008 4 tahun 8 bulan, berakhir Sewa Menyewa PT Dwibina Prima selaku yang terletak di Wisma BSG pada tanggal Pihak Yang Menyewakan lantai 8 unit 0805 A, Jalan Abdul 31 Desember 2012. Muis No.40, Tanah Abang, Jakarta 10160, seluas 134,16 m2, dengan nilai sewa US$19,319.04/ tahun dan service charge sebesar US$7,244.64/tahun.

12. PB

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi 1 Perjanjian PB dan Perseroan PB setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan tanggal 1 Maret 2011 para pihak. pengelolaan/manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha PB yang berkaitan dengan Perkebunan. B. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi 1. Perjanjian Pemberian PB selaku Pemberi PB menjamin utang Perseroan 19 April 2007 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Eximbank dengan sampai dengan lunasnya Lembaga Pembiayaan memberikan Hak Tanggungan utang Perseroan kepada Ekspor Indonesia atau Peringkat I atas tanah HGU Eximbank. Indonesia Eximbank yang terdaftar atas nama PB (Eximbank) selaku dengan nilai pertanggungan Penerima Hak Rp17.688.500.000. Tanggungan 2. Perjanjian Pemberian PB selaku Pemberi PB menjamin utang Perseroan 4 Juni 2008 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Eximbank dengan sampai dengan lunasnya Lembaga Pembiayaan memberikan Hak Tanggungan utang Perseroan kepada Ekspor Indonesia atau Peringkat II atas tanah HGU Eximbank. Indonesia Eximbank yang terdaftar atas nama PB (Eximbank) selaku dengan nilai pertanggungan Penerima Hak Rp8.779.026.000,-. Tanggungan 3. Perjanjian Pemberian PB selaku Pemberi PB menjamin utang Perseroan 26 Maret 2007 Berlangsung terus menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan Lembaga kepada Eximbank dengan sampai dengan lunasnya Pembiayaan Ekspor memberikan Jaminan Fidusia utang Perseroan kepada Indonesia atau Indonesia atas kendaraan bermotor Eximbank. Eximbank (Eximbank) milik PB dengan nilai jaminan selaku Penerima Fidusia fidusia Rp472.000.000,-.

109

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianC. Perjanjian Sewa Menyewa 1 Perjanjian PB selaku Penyewa PB menyewa ruang tempat 11 Desember 2006 5 tahun, berakhir pada Sewa Menyewa dan PT Dwibina Prima usaha yang terletak di tanggal 31 Desember 2012. selaku Pihak Yang Wisma BSG lantai 8 unit Menyewakan 0804 D, Jalan Abdul Muis No. 40, Tanah Abang, Jakarta 10160, seluas 43,91 m2, dengan nilai sewa US$4,498.56/tahun dan service charge sebesar US$1,686.96/tahun.

13. ABS

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian dengan Pihak Yang Terafiliasi 1. Perjanjian ABS dan Perseroan ABS setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan tanggal para pihak. pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011. (ii) melakukan supervisi/ pengawasan;(iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha ABS yang berkaitan dengan Perkebunan. B. Perjanjian Pinjaman dan Jaminan 1. Perjanjian Kredit ABS dan PT Bank Bank BNI memberikan 20 Maret 2009 Berakhir pada tanggal Negara Indonesia fasilitas kredit dengan jumlah 31 Desember 2019. (Persero) Tbk. pokok maksimum sebesar (Bank BNI) Rp131.274.000.000,-. Fasilitas kredit ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan atas tanah HGU yang terdaftar atas nama ABS dan PK dan (ii) Fidusia atas kendaraan dan alat berat, piutang dagang dan barang persediaan milik ABS. 2. Perjanjian Kredit ABS dan PT Bank Bank BNI memberikan 18 Oktober 2010 Berakhir pada tanggal Negara Indonesia fasilitas kredit dengan jumlah 31 Desember 2019 (Persero) Tbk. pokok maksimum sebesar (Bank BNI) Rp40.166.000.000,-. Fasilitas kredit ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan atas tanah HGU yang terdaftar atas nama ABS dan (ii) Jaminan Fidusia atas piutang dagang dan barang persediaan milik ABS. 3. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 20 Maret 2009 Berlangsung terus-menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT Bank kepada Bank dengan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia memberikan Jaminan Fidusia utang ABS kepada Bank BNI. (Persero) Tbk. atas kendaraan dan alat-alat (Bank BNI) selaku berat milik ABS dengan nilai Penerima Fidusia jaminan fidusia Rp3.565.400.000,-. 4. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 20 Maret 2009 Berlangsung terus-menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT. Bank kepada Bank dengan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia memberikan Jaminan Fidusia utang ABS kepada Bank BNI. (Persero) Tbk. atas tagihan atau piutang (Bank BNI) selaku milik ABS dengan nilai jaminan Penerima Fidusia fidusia Rp102.620.000.000,-.

110

No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian Perjanjian5. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 20 Maret 2009 Berlangsung terus-menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT. Bank kepada Bank dengan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia memberikan Jaminan utang ABS kepada Bank BNI. (Persero) Tbk. Fidusia atas barang (Bank BNI) selaku persediaan milik ABS dengan Penerima Fidusia nilai jaminan fidusia Rp1.665.920.000,-. 6. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 10 November 2010 Berlangsung terus-menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank dengan sampai dengan lunasnya PT. Bank Negara memberikan Hak Tanggungan utang ABS kepada Bank BNI. Indonesia (Persero) Tbk. Peringkat I atas tanah HGU (Bank BNI) selaku yang terdaftar atas nama ABS Penerima Hak dengan nilai pertanggungan Tanggungan Rp10.000.000.000,- 7. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 10 November 2010 Berlangsung terus-menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank dengan sampai dengan lunasnya PT. Bank Negara memberikan Hak utang ABS kepada Bank BNI. Indonesia (Persero) Tbk. Tanggungan Peringkat I (Bank BNI) selaku atas tanah HGU yang Penerima Hak terdaftar atas nama ABS Tanggungan dengan nilai pertanggungan Rp10.000.000.000,-. 8. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 10 November 2010 Berlangsung terus-menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank dengan sampai dengan lunasnya PT. Bank Negara memberikan Hak utang ABS kepada Bank BNI. Indonesia (Persero) Tbk. Tanggungan Peringkat I (Bank BNI) selaku atas tanah HGU yang Penerima Hak terdaftar atas nama ABS Tanggungan dengan nilai pertanggungan Rp20.200.000.000,-. 9. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 12 November 2010 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank BNI dengan sampai dengan lunasnya PT. Bank Negara memberikan Hak Tanggungan utang ABS kepada Bank BNI. Indonesia (Persero) Tbk. Peringkat I atas HGU yang (Bank BNI) selaku terdaftar atas nama ABS Penerima Hak dengan nilai pertanggungan Tanggungan Rp131.274.000.000,-. C. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi 1. Perjanjian ABS selaku Penjamin Pemberian jaminan 18 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Penanggungan dan PT Bank Negara perusahaan oleh ABS untuk sampai dengan lunasnya Indonesia (Persero) Tbk. menjamin utang-utang PK utang PK kepada Bank BNI. (Bank BNI) selaku kepada Bank BNI. Penerima Jaminan

14. NMA

NMA tidak memiliki perjanjian-perjanjian material.

11. KETERANGAN TENTANG ASET TETAP

Grup JAW memiliki dan/atau menguasai tanah dengan luas kurang lebih 63.856,0517 Ha, yang terdiri dari (i) tanah seluas kurang lebih 18,7155 Ha dengan status HGB; (ii) tanah seluas kurang lebih 26.819,9379

Ha dengan status HGU; dan (iii) tanah seluas kurang lebih 37.017,3983 Ha atas dasar Izin Lokasi.

1. Perseroan

Kepemilikan Tanah Perseroan Berdasarkan Tanah Bersertifikat

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kodya Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. HGB 0,0062 7 Mei 20122. Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kabupaten Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. HGB 0,0061 7 Mei 20123. Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. HGB 0,1935 22 November 2040

111

2. KJW

a. Kepemilikan Tanah KJW Berdasarkan Tanah Bersertifikat

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Kintap dan Pandansari, Kecamatan Kintap, HGU 4.687 24 September 2036 Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. 2. Desa Ujung Batu, Panjaratan, Guntung Besar, HGU 5.999 5 Mei 2043 Ranggang Dalam, Benua Tengah, Takisung, Pagatan Besar, Tabanio, Raden, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. 3. Desa Tebing Siring, Tanjung dan Martadah, HGU 1.729,44 7 Februari 2045 Kecamatan Bajuin dan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. 4. Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, HGB 14,98 Tidak tercantum dalam Provinsi Kalimantan Selatan. Sertifikat HGB. Berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Selatan No. 15-550.2-43-2008 tertanggal 27 Oktober 2008 tentang Pemberian HGB Atas Nama KJW Atas Tanah Terletak di Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, HGB atas bidang tanah tersebut diberikan untuk jangka waktu 30 tahun (yakni sampai tahun 2038).

b. Penguasaan Tanah oleh KJW Berdasarkan Kepemilikan Izin Lokasi

KJW memiliki 6 (enam) Izin Lokasi sebagai berikut:

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Kintap, Pandan Sari dan Muara Kintap, Izin Lokasi 1.098 * 18 Oktober 2007 Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. 2. Desa Asam-Asam Sungai Baru, Kecamatan Jorong, Izin Lokasi 182,36 ** 25 November 2012 Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. 3. Desa Muara Kintap dan Kintap, Kecamatan Kintap, Izin Lokasi 87,8 *** 25 November 2012 Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. 4. Desa Tebing Siring, Kecamatan Pelaihari, Izin Lokasi 471,89 **** 24 Juni 2011 Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. 5. Desa Tabanio, Pagatan Besar, Ranggang Dalam, Izin Lokasi 199 ***** 17 November 2008 Benua Tengah, Takisung, Raden, Panjaratan, Guntung Besar dan Ujung Batu, Kecamatan Takisung, Pelaihari, dan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. 6. Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Desa Raden, Izin Lokasi 354,0483 11 November 2013 Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.

* Total luas Izin Lokasi ini adalah 1.200 Ha. Izin Lokasi ini telah sampai pada tahap kadastral berdasarkan Pemetaan Keliling Batas HGU KJW yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Bidang Survey Pengukuran dan Pemetaan tanggal 6 Maret 2007, luas pengukuran untuk Izin Lokasi ini adalah 1.098 Ha.

** Total luas Izin Lokasi ini adalah 187,5 Ha. Izin Lokasi ini telah sampai pada tahap kadastral berdasarkan Pemetaan Keliling Batas HGU KJW yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Bidang Survey Pengukuran dan Pemetaan tanggal 20 September 2010, luas pengukuran untuk Izin Lokasi ini adalah 182,36 Ha.

*** Total luas Izin Lokasi ini adalah 142,9 Ha. Izin Lokasi ini telah sampai pada tahap kadastral berdasarkan Pemetaan Keliling Batas HGU KJW yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Bidang Survey Pengukuran dan Pemetaan tanggal 20 September 2010, luas pengukuran untuk Izin Lokasi ini adalah 87,8 Ha.

112

**** Total luas Izin Lokasi ini adalah 475 Ha. Izin Lokasi ini telah sampai pada tahap kadastral berdasarkan Pemetaan Keliling Batas HGU KJW yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Bidang Survey Pengukuran dan Pemetaan tanggal 1 April 2009, luas pengukuran untuk Izin Lokasi ini adalah 471,89 Ha.

***** Total luas Izin Lokasi ini adalah 7.500 Ha, namun KJW telah memperoleh Sertifikat HGU untuk bidang tanah seluas 5.999 Ha, dan KJW masih menguasai sisa lahan berdasarkan Izin Lokasi tersebut seluas 199 Ha. Izin Lokasi ini telah sampai pada tahap kadastral berdasarkan Pemetaan Keliling Batas HGU KJW yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Bidang Survey Pengukuran dan Pemetaan tanggal 5 Desember 2007, luas pengukuran untuk Izin Lokasi ini adalah 199 Ha.

3. IJR

Kepemilikan Tanah IJR Berdasarkan Tanah Bersertifikat

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Carui, Cisuru, Pegadingan dan Segaralangu, HGU 2.408,7753 18 November 2023 Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

4. CMK

Kepemilikan Tanah oleh CMK Berdasarkan Tanah Bersertifikat

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, HGU 254,7994 31 Desember 2023 Provinsi Jawa Timur. 2. Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, HGU 355,3821 31 Desember 2023 Provinsi Jawa Timur.

5. MUL

Kepemilikan Tanah oleh MUL Berdasarkan Tanah Bersertifikat

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Karangpring dan Kemiri, Kecamatan Sukorambi HGU 498,6315 31 Desember 2013 dan Panti, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. 2. Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, HGU 126,38 31 Desember 2023 Provinsi Jawa Timur.

6. PB

Kepemilikan Tanah oleh PB Berdasarkan Tanah Bersertifikat

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, HGU 444,76 31 Desember 2023 Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah.

7. PK

Kepemilikan Tanah oleh PK Berdasarkan Tanah Bersertifikat

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, HGU 1.012 16 Juni 2023 Provinsi Jawa Barat.

113

8. KE

Kepemilikan Tanah oleh KE Berdasarkan Tanah Bersertifikat

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Tugusari/Curahkalong, Kecamatan Bangalsari, HGU 1.092,2734 31 Desember 2023 Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur 2. Desa Bantar Panjang, Kecamatan Jampang Tengah, HGU 19,7283 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 3. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 342,761 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 4. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 343,4706 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 5. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 187,3476 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 6. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 50,40 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 7. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 120,9244 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 8. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 31,4375 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 9. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 50,3852 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 10. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 386,0496 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 11. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 361,2118 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat

9. CP

Kepemilikan Tanah oleh CP Berdasarkan Tanah Bersertifikat

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, HGU 13,5305 31 Desember 2034 Propinsi Banten 2. Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, HGU 29,0667 31 Desember 2034 Propinsi Banten 3. Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, HGU 53,4402 31 Desember 2034 Propinsi Banten

10. ABS

a. Kepemilikan Tanah oleh ABS Berdasarkan Tanah Bersertifikat

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Parungkujang, Kecamatan Cileles, HGU 235,845 31 Desember 2012 Kabupaten Lebak, Propinsi Jawa Barat 2. Desa Parungkujang, Kecamatan Cileles, HGU 247,8098 31 Desember 2012 Kabupaten Lebak, Propinsi Jawa Barat 3. Desa Parungkujang, Kecamatan Cileles, HGU 305,088 31 Desember 2012 Kabupaten Lebak, Propinsi Jawa Barat 4. Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan HGU 4.943 4 Mei 20455. Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, HGB 2,046 17 Desember 2039 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 6. Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, HGB 0,0437 17 Desember 2039 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 7. Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, HGB 1,44 17 Desember 2039 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat

114

b. Penguasaan Tanah oleh ABS Berdasarkan Kepemilikan Izin Lokasi

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Karya Makmur, Bandar Karya, Tabukan Raya, Izin Lokasi 2.409,8 31 Agustus 2012 Pantang Baru, Pantang Raya, dan Karya Jadi, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan 2. Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala Izin Lokasi 140 8 Juni 2011 3. Kec. Tabukan, Wanaraya, Barambai, Marabahan, Izin Lokasi 5.057 * 18 Januari 2012 Kab. Barito Kuala

* Total luas Izin Lokasi ini adalah 10.000 Ha, namun ABS telah memperoleh Sertifikat HGU untuk bidang tanah seluas 4.943 Ha, dan ABS masih menguasai sisa lahan berdasarkan Izin Lokasi tersebut seluas 5.057 Ha.

11. BL

Kepemilikan Tanah BL Berdasarkan Tanah Bersertifikat

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga

1. Desa Prapagan, Citepus dan Jambusari, HGU 468 18 November 2023 Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah 2. Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon, HGU 22 19 Agustus 2028 Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah

12. BP

Penguasaan Tanah oleh BP Berdasarkan Kepemilikan Izin Lokasi

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga

1. Kecamatan Haruyan, Hantakan, Batu Izin Lokasi 11.841 Desember 2011 Benawa, Batang Alai Selatan, Batang Alai Timur dan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Propinsi Kalimantan Selatan

13. AW

Penguasaan Tanah oleh AW Berdasarkan Kepemilikan Izin Lokasi

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga

1. Desa Anjir Seberang Pasar, Anjir Seberang Izin Lokasi 3.745 30 Juli 2012 Pasar II, Andaman I, Andaman II, Pandansari, Anjir Serapat Baru, Anjir Serapat Baru II, Jelapat II, dan Tinggiran Darat, Kecamatan Anjir Pasar, Anjir Muara, dan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan2. Desa Surya Kanta, Kolam Makmur, Izin Lokasi 5.499 6 Desember 2012 Pinang Habang, Simpang Jaya, Tumih, Gandaria, Gandaraya, Mantaren, Waringin Kencana, dan Roham Raya, Kecamatan Anjir Pasar dan Belawang, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan 3. Desa Danau Karya, Banyiur, Mantaren, Izin Lokasi 2.363,5 13 Desember 2012 Gandaria, dan Gandaraya, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan4. Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Izin Lokasi 3.569 27 Desember 2013 Karang Intan, Kabupaten Banjar, Propinsi Kalimantan Selatan

115

14. NMA

Penguasaan Tanah oleh NMA Berdasarkan Kepemilikan Izin Lokasi

No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga

1. Kelurahan Mangun Jaya, Babat, Desa Toman, Izin Lokasi 16.000 *) 4 November 2013 Bangun Sari, Ulak Teberau, Kasmaran, Tanjung Durian, Ulak Paceh, Ulak Paceh Jaya, Karang Waru, Karang Anyar, Rantau Panjang, Simpang Sari, Pandan Dulang, Kecamatan Babat Toman dan Desa Sukarami, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan

Keterangan:*) Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham tanggal 30 Desember 2010, para pemegang saham menyetujui untuk melepaskan seluruh kepemilikan sahamnya di NMA, sehingga Perseroan tidak memperhitungkan luas tanah yang dikuasai oleh NMA ke dalam Grup JAW.

15. KETERANGAN TENTANG PERKARA HUKUM YANG SEDANG DIHADAPI GRUP JAW

Grup JAW tidak sedang terlibat atau terancam sengketa/gugatan di badan peradilan dan/atau badan arbitrase manapun yang dapat secara material mempengaruhi kelangsungan usaha Grup JAW.

16. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

Transaksi Hubungan Istimewa

Dalam kegiatan usahanya, Perseroan dan anak perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak-pihak hubungan istimewa, yang meliputi antara lain:

a. Perseroan melakukan transaksi jasa manajemen dengan ALS sebesar Rp75.000.000,- per bulan. Beban atas jasa manajemen ini dicatat pada beban usaha.

b. Perseroan dan beberapa anak perusahaan, mempunyai rekening koran dan deposito berjangka

yang ditempatkan pada PT Bank Ina Perdana. PK mendapatkan fasilitas modal kerja. Menurut manajemen transaksi ini dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat yang normal sebagaimana bila dilakukan dengan pihak ketiga.

c. Perseroan dan anak perusahaan melakukan transaksi sewa menyewa dengan PT Dwibina Prima. Beban atas sewa dicatat pada beban usaha. Menurut manajemen transaksi ini dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat yang normal sebagaimana bila dilakukan dengan pihak ketiga.

d. Piutang kepada PT Rekso Sempurno Moro Joyo merupakan piutang atas penjualan investasi saham. Transaksi dengan pihak hubungan istimewa lainnya berasal dari transaksi rekening koran, uang muka dan biaya yang dibayarkan terlebih dahulu.

(dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Piutang : ALS 7.102 4.414 4.832 PT Rekso Sempurno Moro Joyo 6.775 6.775 - PT Toraja Agra Wattie 2.917 2.813 2.026 SKA - 2.137 3.550 Lain-lain 54 8 - Jumlah 16.848 16.147 10.408Hutang : SKA 308 - - Lain-lain - - 119 Jumlah 308 - 119Persentase piutang dari jumlah aset 1,61% 1,96% 1,59%

Persentase hutang dari jumlah kewajiban 0,05% - 0,03%

116

Pada tanggal 22 Februari 2011, Perseroan menerima pembayaran piutang dari pihak-pihak hubungan istimewa yaitu dari ALS, PT Rekso Sempurno Moro Joyo dan PT Toraja Agra Wattie masing-masing sebesar Rp3.550 juta,-, Rp3.350 juta,- dan Rp1.450 juta,-. e. Aset tertentu pemegang saham akhir Perseroan dijadikan jaminan atas pinjaman Perseroan kepada

JP Morgan International Bank.

Sifat Hubungan Istimewa

a. SKA adalah pemegang saham Perseroan sejak tahun 2008 dan ALS adalah pemegang saham Perseroan sejak tahun 2009.

b. PT Bank Ina Perdana, PT Toraja Agra Wattie, PT Rekso Sempurno Moro Joyo dan PT Dwibina Prima merupakan Perseroan yang pemegang saham akhirnya sama dengan pemegang saham Perseroan.

14. ASURANSI

Berikut adalah tabel asuransi Grup JAW :

Jenis Perusahaan NilaiNo. Asuransi Obyek Pertanggungan Asuransi Nomor Polis Jatuh Tempo Pertanggungan

1. Money Uang yang disimpan di PT Asuransi JKT00-G-0405- 7 Mei 2012 Cash in Safe : Insurance tempat penyimpanan dan Allianz Utama 09O0007683 Rp. 2.957.000.000 uang tunai dalam Indonesia Cash in Transit : pengangkutan. Rp. 4.905.000.000 untuk satu kali pengangkutan dan Rp. 58.860.000.000 secara keseluruhan selama periode asuransi.2. Polis Tanaman yang terletak di PT Asuransi 01-01-10-008211 31 Desember Tanaman : Asuransi lokasi sebagai Perkebunan Central Asia 2011 Rp. 26.314.518.417 Tanaman Karet di Perkebunan Cileles, Desa Parung Kujang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten3. Heavy Delapan jenis heavy PT Asuransi DMVHJK0100419 22 Desember Rp. 1.370.000.000 Equipment equipment yang dimiliki Permata 610 2011 Insurance oleh Tertanggung Nipponkoa sehubungan dengan Indonesia kegiatan Tertanggung yang terletak di Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. 4. Heavy Satu jenis heavy equipment PT Asuransi DMVHJK0100419 22 Desember USD 106,000 Equipment yang dimiliki oleh Permata 710 2011 Insurance Tertanggung sehubungan Nipponkoa dengan kegiatan Indonesia Tertanggung yang terletak di Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. 5. Growing Tanaman di Perkebunan -PT Asuransi 0201211000219 31 Desember Rp. 17.561.000.000 Tree Wanajaya, Desa Karyatani, Rama Satria 2011 Insurance Kecamatan Barabai, Wibawa (90%) Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. -PT Asuransi Tripakarta (10%)6. All Risk Segala jenis barang dalam PT Asuransi 01F14121000020 31 Desember Rp. 12.000.000.000 segala bentuk dan sifat Tugu Kresna 2011 baik yang dimiliki, digunakan Pratama atau disewa oleh Tertanggung sehubungan dengan kegiatan Tertanggung yang terletak baik di Pabrik Minyak Kelapa Sawit dan Fasilitas Tangki Penyimpanan, termasuk barang-barang lainnya yang berlokasi di Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

117

Jenis Perusahaan NilaiNo. Asuransi Obyek Pertanggungan Asuransi Nomor Polis Jatuh Tempo Pertanggungan

7. All Risk Segala jenis barang dalam PT Asuransi 01F14121000021 31 Desember - Perkebunan segala bentuk dan sifat Tugu Kresna 2011 Kintap I dan baik yang dimiliki, Pratama Perkebunan Kintap II: digunakan atau disewa Rp 14.319.000.000 oleh Tertanggung - Perkebunan sehubungan dengan Tabanio I kegiatan Tertanggung yang dan Perkebunan terletak baik di Perkebunan Tabanio II: Karet, Perkebunan Teh, Rp 2.495.000.000 Perkebunan Kopi, - Perkebunan Perkebunan Minyak Sawit, Tebing Siring: Pengolahan Pabrik Kayu Rp 2.262.000.000 termasuk Fasilitas Tangki Penyimpanan, termasuk Total: barang barang lainnya Rp. 19.076.000.000 yang berlokasi di; 1. Perkebunan Kintap I, Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; 2. Perkebunan Kintap II, Dusun Cekdam, Desa Pandansari, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; 3. Perkebunan Tabanio I, Desa Raden, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; 4. Perkebunan Tabanio II, Desa Ranggang Dalam, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; dan 5. Perkebunan Tebing Siring, Desa Tebing Siring, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.8. All Risk Segala jenis barang dalam PT Asuransi 01F14121000019 31 Desember US$ 5.774.000 segala bentuk dan sifat Tugu Kresna 2011 baik yang dimiliki, Pratama digunakan atau disewa oleh Tertanggung sehubungan dengan kegiatan Tertanggung yang terletak baik di Perkebunan Karet, Perkebunan Teh, Perkebunan Kopi, Perkebunan Minyak Sawit, Pengolahan Pabrik Kayu termasuk Fasilitas Tangki Penyimpanan, termasuk barang barang lainnya yang berlokasi di Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. 9. All Risk Bangunan dan segala - PT Asuransi 0201091001160 31 Desember Rp. 16.600.000.000 isinya di Perkebunan Rama Satria 2011 Wanajaya, Desa Karyatani, Wibawa (90%) Kecamatan Barabai, Kabupaten Barito Kuala, -PT Asuransi 01F14021100003 25 Februari Rp. 750.000.000 Provinsi Kalimantan Selatan. Tripakarta (10%) dan 2012 10. All Risk Persediaan yang terletak PT Asuransi 01F09021100007 di UPK Cikembar, Dusun Tugu Kresna Cikate, Kecamatan Pratama Cikembar, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat 11. All Risk Aset yang mencakup PT Asuransi 01F14021100004 25 Februari Rp. 7.000.000.000 seluruh gedung, Tugu Kresna dan 2012 mesin-mesin dan peralatan Pratama 01F09021100008 yang terletak di UPK Cikembar, Dusun Cikate, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat

118

Jenis Perusahaan NilaiNo. Asuransi Obyek Pertanggungan Asuransi Nomor Polis Jatuh Tempo Pertanggungan

12. All Risk Aset yang mencakup PT Asuransi 01F14021100001 25 Februari Rp. 1.000.000.000 seluruh gedung, Tugu Kresna dan 2012 mesin-mesin dan peralatan Pratama 01F09021100005 yang terletak di Perkebunan Cileles, Desa Parung Kujang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak – Banten 13. All Risk Aset yang mencakup PT Asuransi 01F14021100012 25 Februari Rp. 6.073.000.000 seluruh gedung, Tugu Kresna dan 2012 mesin-mesin dan peralatan Pratama 01F09021100014 yang terletak di Perkebunan Kaliminggir, Desa Prapagan, Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap – Jawa Tengah14. All Risk Persediaan yang terletak di PT Asuransi 01F14021100013 25 Februari Rp. 1.120.000.000 Perkebunan Kaliminggir, Tugu Kresna dan 2012 Desa Prapagan, Kecamatan Pratama 01F09021100015 Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap – Jawa Tengah 15. All Risk Persediaan yang terletak di PT Asuransi 01F14021100019 25 Februari Rp. 100.000.000 Perkebunan Cilaki/Pasir Pari, Tugu Kresna dan 2012 Desa Margajaya, Kecamatan Pratama 01F09021100022 Cimarga – Kabupaten Lebak, Banten. 16. All Risk Aset yang mencakup seluruh PT Asuransi 01F14021100022 25 Februari Rp. 750.000.000 gedung, mesin-mesin dan Tugu Kresna dan 2012 peralatan yang terletak di Pratama 01F09021100026 Perkebunan Keputren, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember – Jawa Timur 17. All Risk Persediaan yang terletak di PT Asuransi 01F14021100007 25 Februari Rp. 200.000.000 Perkebunan Keputren, Desa Tugu Kresna dan 2012 Karangpring, Kecamatan Pratama 01F09021100025 Sukorambi, Kabupaten Jember – Jawa Timur 18. All Risk Aset yang mencakup seluruh PT Asuransi 01F14021100023 25 Februari Rp. 820.000.000 gedung, mesin-mesin dan Tugu Kresna dan 2012 peralatan yang terletak di Pratama 01F09021100029 Perkebunan Corah Mas, Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember – Jawa Timur 19. All Risk Persediaan yang terletak di PT Asuransi 01F14021100024 25 Februari Rp. 400.000.000 Perkebunan Corah Mas, Tugu Kresna dan 2012 Desa Pace, Kecamatan Silo, Pratama 01F09021100027 Kabupaten Jember – Jawa Timur 20. All Risk Persediaan yang terletak di PT Asuransi 01F14021100016 25 Februari Rp. 5.350.000.000 Perkebunan Ciseru/ Cipari Tugu Kresna dan 2012 Desa Pegadingan, Kecamatan Pratama 01F09021100019 Cipari, Kabupaten Cilacap – Jawa Tengah. 21. All Risk Aset yang mencakup seluruh PT Asuransi 01F14021100017 25 Februari Rp. 14.100.000.000 gedung, mesin-mesin dan Tugu Kresna dan 2012 peralatan yang terletak di Pratama 01F09021100020 Perkebunan Ciseru/ Cipari, Desa Pegadingan, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap – Jawa Tengah. 22. All Risk Bangunan dan Instalasi PT Asuransi 02.01.11.000706 25 Februari Rp. 2.000.000.000 Listrik yang terletak di : Tugu Kresna dan 2012 - Jalan Tanah Abang I No. 12 Pratama 02.01.11.000712 Blok FF, Jakarta Pusat; dan - Jalan Tanah Abang I No. 12 Blok GG, Jakarta Pusat. 23. All Risk Aset yang mencakup seluruh PT Asuransi 01F14021100018 25 Februari Rp. 400.000.000 gedung, mesin-mesin dan Tugu Kresna dan 2012 peralatan yang terletak di Pratama 01F09021100021 Persediaan yang terletak di Perkebunan Cilaki/Pasir Pari, Desa Mar gajaya, Kecamatan Cimarga – Kabupaten Lebak, Banten.

119

Jenis Perusahaan NilaiNo. Asuransi Obyek Pertanggungan Asuransi Nomor Polis Jatuh Tempo Pertanggungan

24. All Risk Aset yang mencakup seluruh PT Asuransi 01F14021100008 25 Februari Rp. 13.500.000.000 gedung, mesin-mesin dan Tugu Kresna dan 2012 peralatan yang terletak di Pratama 01F09021100011 Persediaan yang terletak di Perkebunan Tugu/Cimenteng, Desa Langkap Jaya, Kecamatan Lengkong/ Simpenan, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat 25. All Risk Persediaan yang terletak PT Asuransi 01F14021100011 25 Februari Rp. 3.000.000.000` di Perkebunan Tugu/ Tugu Kresna dan 2012 Cimenteng, Desa Langkap Pratama 01F09021100013 Jaya, Kecamatan Lengkong/ Simpenan, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat. 26. All Risk Persediaan yang terletak PT Asuransi 01F14021100010 25 Februari Rp. 1.840.000.000 di Perkebunan Tugusari, Tugu Kresna dan 2012 Desa Tugusari, Kecamatan Pratama 01F09021100017 Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. 27. All Risk Persediaan yang terletak PT Asuransi 01F14021100014 25 Februari Rp. 2.000.000.000 di Perkebunan Durjo, Tugu Kresna dan 2012 Desa Karangpring, Pratama 01F09021100016 Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember – Jawa Timur28. All Risk Aset yang mencakup PT Asuransi 01F14021100015 25 Februari Rp. 4.743.890.000 seluruh gedung, Tugu Kresna dan 2012 mesin-mesin dan Pratama 01F09021100018 peralatan yang terletak di Perkebunan Durjo, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember – Jawa Timur 29. All Risk Persediaan (biji kopi dan PT Asuransi 01F14021100002 25 Februari Rp. 800.000.000 lain-lain) yang terletak di Tugu Kresna dan 2012 Jl. Kebalen Timur No. 84, Pratama 01F09021100006 Surabaya.30. All Risk Persediaan yang terletak PT Asuransi 01F14021100005 25 Februari Rp. 700.000.000 di Perkebunan Biting, Tugu Kresna dan 2012 Desa Kedungboto, Pratama 01F09021100009 Kecamatan Limbang, Kabupaten Kendal – Jawa Tengah. 31. All Risk Aset yang mencakup PT Asuransi 01F14021100006 25 Februari Rp. 4.300.000.000 seluruh gedung, mesin- Tugu Kresna dan 2012 mesin dan peralatan Pratama 01F09021100010 yang terletak di Perkebunan Biting, Desa Kedungboto, Kecamatan Limbang, Kabupaten Kendal – Jawa Tengah.32. All Risk Persediaan yang terletak PT Asuransi 01F14021100021 25 Februari Rp. 1.200.000.000 di Perkebunan Bayah, Tugu Kresna dan 2012 Desa Darmasari, Pratama 01F09021100024 Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak – Jawa Barat. 33. All Risk Aset yang mencakup PT Asuransi 01F14021100020 25 Februari Rp. 6.900.000.000 seluruh gedung,mesin- Tugu Kresna dan 2012 mesin dan peralatan yang Pratama 01F09021100023 terletak di Perkebunan Bayah, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak – Jawa Barat.34. All Risk Aset yang mencakup seluruh PT Asuransi 01F14021100009 25 Februari Rp. 9.280.000.000 gedung, mesin-mesin dan Tugu Kresna dan 2012 peralatan yang terletak di Pratama 01F09021100012 Persediaan yang terletak di Perkebunan Tugusari, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan-perusahaan asuransi di atas.

120

BAB IX. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA GRUP JAW

1. Umum

Perseroan didirikan pada tahun 1921 dengan nama Handel Maatschappij J.A. Wattie And Company Limited oleh J.A. Wattie sebagai perusahaan dagang yang kemudian berkembang menjadi perusahaan yang mengelola perkebunan karet, kopi dan coklat. Pada sekitar tahun 1964 hingga 1968, seluruh perkebunan yang ada di Indonesia diambil alih oleh Pemerintah. Pada bulan Mei 1968, kebun-kebun tersebut dikembalikan kepada pemiliknya dan PT J.A. Wattie didirikan. Nama PT J.A. Wattie kemudian berubah menjadi PT Jaya Agra Wattie pada tanggal 19 Oktober 1987.

Sejak berdirinya, Perseroan memfokuskan kegiatan usahanya pada pengelolaan dan pengembangan perkebunan karet. Perseroan, melalui Anak Perusahaannya juga telah memiliki pabrik pengolahan karet sejak didirikan. Sejak tahun 1997, Perseroan melalui Anak Perusahaannya mulai mengembangkan perkebunan kelapa sawit di daerah Kalimantan Selatan, yang dimulai dengan penanaman pada tahun 1999.

Pada tahun 2008, Perseroan, melalui Anak Perusahaannya, membangun pabrik pengolahan sawit pertama dengan kapasitas 45 ton/jam di daerah Kintap, Kalimantan Selatan.

Saat ini, Perseroan sebagai perusahaan induk mengelola kegiatan usaha operasional dari Anak Perusahaan yang memiliki perkebunan-perkebunan dan pabrik-pabrik pengolahan hasil kebun.

Berikut ini adalah peta yang menunjukkan lokasi perkebunan Grup JAW :

121

2. Keunggulan Kompetitif

Pengalaman selama 90 (sembilan puluh) tahun dalam pengembangan dan pengolahan karet pada khususnya

Perseroan memiliki pengalaman yang lama dalam memelihara dan mengembangkan areal perkebunan, sehingga telah mengenal karakteristik tanaman perkebunan serta metode pengelolaan yang sesuai untuk pemeliharaan dan peningkatan produktivitas kebun. Dalam perjalanannya, Perseroan memiliki prestasi sebagai berikut :- PT Banjoemas Landen memperoleh Kelas I dengan predikat Baik Sekali untuk Penilaian Usaha

Perkebunan Tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah, atas perkebunan karet Kaliminggir dengan luas areal 1.012 hektar;

- PT Indo Java Rubber Planting Co. memperoleh Kelas I dengan predikat Baik Sekali untuk Penilaian Usaha Perkebunan Tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah, atas perkebunan karet Ciseru Cipari dengan luas areal 2.408,78 hektar;

- PT Perkebunan Biting memperoleh Kelas I dengan predikat Baik Sekali untuk Penilaian Usaha Perkebunan Tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah, atas perkebunan karet Biting dengan luas areal 444,76 hektar;

- PT Kaliduren Estate memperoleh Kelas II dengan predikat Baik untuk Klasifikasi Perkebunan Besar di Jawa Barat Tahun 2006 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, atas perkebunan Tugu Cimenteng;

- PT Kintap Jaya Wattindo memperoleh Kelas II dengan predikat Baik untuk Penilaian Usaha Perkebunan Tahun 2009 di Kalimantan Selatan yang dikeluarkan oleh Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan;

- Sahwali Award 1993, diberikan kepada salah satu personel Perseroan, yaitu Ir. Waluyo Cokrowirono sebagai Enviromentally Friendly Businessmen, yang diberikan oleh Gubernur Bali dan IEMIC.

Tersedia cadangan lahan lebih dari 30.000 hektar

Pada tanggal 31 Desember 2010, Grup JAW memiliki HGU dan izin lokasi untuk mengelola perkebunan dengan total luas lahan sebesar 67.697,33 hektar, termasuk plasma. Seluas 29.339,38 hektar atau sekitar 43,3% dari total telah ditanami. Sisanya, yaitu 38.357,95 hektar atau 56,7% merupakan cadangan lahan yang memiliki prospek untuk dikembangkan oleh Perseroan dan Anak Perusahaan.

Diversifikasi tanaman (khususnya karet dan kelapa sawit)

Perseroan mengelola perkebunan dengan 2 jenis tanaman utama yaitu karet dan kelapa sawit yang memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan Perseroan. Pada tahun 2010, pendapatan Perseroan dari produk karet adalah sebesar Rp247.087 juta atau sekitar 59,8% dari total pendapatan, sedangkan pendapatan Perseroan dari produk minyak sawit dan kernel adalah sebesar Rp151.907 juta atau sekitar 36,7% dari total pendapatan. Perseroan juga mengelola kebun kopi dan teh, namun kontribusi pendapatan dari kopi dan teh relatif kecil terhadap total pendapatan Perseroan, yaitu sekitar 2,6% pada tahun 2010.

Dengan melakukan penanaman atas berbagai jenis komoditas, terutama karet dan kelapa sawit, Perseroan dapat melakukan diversifikasi atas risiko-risiko yang dapat timbul apabila hanya satu jenis tanaman yang dikelola. Harga jual di pasar internasional untuk kedua komoditas tersebut tidak saling mempengaruhi dan karenanya apabila harga jual dari satu komoditas mengalami penurunan karena pengaruh penawaran dan permintaan dunia, maka komoditas yang lain dapat membantu menstabilkan pendapatan Perseroan secara keseluruhan. Selain itu, dari sisi produksi, apabila salah satu jenis tanaman mengalami penurunan produksi baik karena kegagalan panen/penyadapan maupun karena kendala teknis lainnya, maka jenis tanaman lainnya diharapkan dapat mempertahankan tingkat pendapatan Perseroan secara keseluruhan. Hal ini dimungkinkan karena kedua komoditas tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga kegagalan yang mungkin dialami oleh satu komoditas tidak semerta-merta akan menyebabkan kegagalan komoditas yang lainnya.

122

Ragam tanaman yang dikembangkan merupakan jenis unggulan

Perseroan melakukan pembelian bibit-bibit unggulan dari balai-balai penelitian seperti Balai Penelitian Perkebunan Sungai Putih, Rubber Research Getas, Rubber Research Malaysia, Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan, PT Socfin Indonesia dan PT Bina Sawit Makmur Palembang.

Untuk tanaman karet, Perseroan telah memiliki persediaan batang atas dengan jenis unggul seperti RRIM600, PB235, PB260, IRR118, dan lain-lain untuk kebutuhan penanaman selama 5 tahun mendatang. Sedangkan untuk tanaman kelapa sawit, Perseroan melakukan penanaman tanaman jenis unggul seperti Socfin dan Marihat.

Umur tanaman yang sebagian besar merupakan tanaman muda dan memiliki potensi produktivitas yang terus meningkat

Pada tanggal 31 Desember 2010, Perseroan memiliki kebun dengan tanaman belum menghasilkan sekitar 4.999,21 hektar untuk karet dan 11.320,93 hektar untuk kelapa sawit, atau seluruhnya seluas 16.320,14 hektar. Luas lahan dengan tanaman belum menghasilkan tersebut merupakan 62,42% dari total luas lahan yang telah ditanami oleh Perseroan. Dengan demikian, Perseroan masih memiliki tanaman-tanaman muda yang berpotensi untuk memberikan peningkatan tingkat produksi Perseroan di masa mendatang.

Produk-produk yang dihasilkan oleh Perseroan telah memenuhi standar nasional dan internasional

Perseroan senantiasa menjaga mutu produk yang dihasilkannya dengan melakukan pengawasan menyeluruh atas bibit yang digunakan, pemupukan, pemeliharaan kebun dan proses produksi di pabrik pengolahan. Berdasarkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Produk, Pusat Standardisasi Departemen Perindustrian Republik Indonesia kepada :- PT Banjoemas Landen (Perkebunan Kaliminggir) – 1996 dan diresertifikasi tahun 2010 (berlaku

hingga 10 Juni 2014)- PT Indojava Rubber Planting Co. (Perkebunan Ciseru) – mulai 1998 dan resertifikasi tahun 2010

(berlaku hingga 10 Juni 2014)- PT Kaliduren Estates (Perkebungan Tugu/Cimenteng) – mulai 2007 dan resertifikasi 2009 (berlaku

hingga 12 Juni 2012)- PT Perkebunan Biting – mulai 1998 dan resertifikasi 2010 (berlaku hingga 4 Juli 2014)- PT Perkebunan Kroewoek (Perkebunan Bayah) – mulai 1998 dan resertifikasi 2010 (berlaku hingga

12 Agustus 2014).- Standar internasional berupa ISO9000 masih tahap proses.

3. Kegiatan Usaha

Perseroan beserta anak-anak perusahaan menjalankan kegiatan usaha dalam bidang :- Perkebunan karet dan pengolahan karet lembaran dan crumb rubber;- Perkebunan kelapa sawit dan pengolahan crude palm oil dan palm kernel;- Perkebunan kopi; dan,- Perkebunan teh.

Perseroan memiliki kantor pusat di Wisma BSG Lantai 8, Jalan Abdul Muis No. 40, Jakarta 10160. Anak-anak perusahaan Perseroan memiliki perkebunan dan pabrik-pabrik pengolahan hasil kebun di propinsi-propinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.

No Nama Perusahaan Nama Perkebunan Lokasi Nama Pabrik1 PT Agri Bumi Sentosa Perkebunan Wanajaya Desa Karyatani, Kecamatan Barambai, Kabupaten Batola, Propinsi Kalimantan Selatan. Desa Antarbaru, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, Propinsi Kalimantan Selatan. 2 PT Agri Bumi Sentosa Perkebunan Cileles Desa Parung Kujang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. 3 PT Agri Bumi Sentosa UPK Cikembar Dusun Cikate, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat

123

No Nama Perusahaan Nama Perkebunan Lokasi Nama Pabrik4 PT Banjoemas Landen Perkebunan Kaliminggir Desa Prapagan, Kecamatan Jeruk Legi, Pabrik pengolahan karet Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. lembaran5 PT Corah Mas Keputren Estates Perkebunan Keputren Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Pabrik pengolahan karet Jember, Propinsi Jawa Timur. lembaran6 PT Corah Mas Keputren Estates Perkebunan Corah Mas Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Keputren Jember, Propinsi Jawa Timur. 7 PT Cipanyusuhan Perkebunan Cilaki/ Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Pabrik pengolahan karet Pasir Pari Kabupaten Lebak, Propinsi Banten lembaran8 PT Indo Java Rubber Perkebunan Ciseru/ Desa Pegadingan, Kecamatan Cipari, Pabrik pengolahan karet Planting Company Cipari Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah remah 9 PT Kaliduren Estates Perkebunan Tugu/ Desa Langkapjaya/Kertajaya, Kecamatan Pabrik pengolahan karet Cimenteng Lengkong/Simpenan, Kabupaten Sukabumi, remah Propinsi Jawa Barat. 10 PT Kaliduren Estates Perkebunan Tugusari Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Pabrik pengolahan karet Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur lembaran Pabrik pengolahan kopi 11 PT Kintap Jaya Wattindo Perkebunan Kintap Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Pabrik minyak kelapa sawit Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. Dusun Cekdam, Desa Pandansari, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. 12 PT Kintap Jaya Wattindo Perkebunan Pelaihari Desa Raden, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. Desa Ranggang Dalam, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. 13 PT Kintap Jaya Wattindo Perkebunan Tebing Siring Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. 14 PT Mulyaningsih Perkebunan Durjo Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Pabrik pengolahan kopi Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur. 15 PT Perkebunan Biting Perkebunan Biting Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Pabrik pengolahan karet Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah. lembaran16 PT Perkebunan Kroewoek Perkebunan Bayah Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Pabrik pengolahan karet Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. lembaran

Selain kegiatan utama tersebut di atas, anak perusahaan Perseroan, ABS, memanfaatkan kayu tanaman tua pada lahan yang akan diremajakan (replanting) untuk diolah menjadi veneer (lembaran kayu). Pabrik pembuatan veneer ini mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2008.

Berikut ini adalah nilai pendapatan Perseroan secara keseluruhan selama 5 tahun terakhir :

(dalam jutaan Rupiah) Jenis Tanaman/Produk 2010 2009 2008 2007 2006Karet 247.087 152.927 220.241 134.270 125.282Tandan buah segar - - 46.550 21.208 10.374Minyak dan biji sawit 151.907 195.993 19.036 - -Teh 5.809 5.297 6.151 5.110 4.393Kopi 4.926 9.198 7.494 5.518 7.762Kakao 392 859 571 975 325Lain-lain 3.311 5.429 1.498 - -Total 413.432 369.703 301.541 167.081 148.136

3.1. Perkebunan

3.1.1. Karet

Lahan

Grup JAW menguasai lahan seluas 31.512,94 hektar yang tersebar di pulau Jawa dan Kalimantan. Berikut ini adalah perkebunan karet yang dimiliki oleh Perseroan per 31 Desember 2010 :

Nama Perusahaan Lokasi Kebun Inti (Ha) Total Luas (Ha) HGU/Hak Lainnya Ijin Lokasi /Ijin Lainnya PK Bayah 1.012,00 - 1.012,00KE Tugu/Cimenteng 1.208,39 - 1.208,39 Tugusari 998,37 - 998,37IJR Ciseru/Cipari 2.408,78 - 2.408,78

124

Nama Perusahaan Lokasi Kebun Inti (Ha) Total Luas (Ha) HGU/Hak Lainnya Ijin Lokasi /Ijin LainnyaBL Kaliminggir 490,00 - 490,00PB Biting 444,76 - 444,76CMK Corah Mas 254,80 - 254,80 Keputren 189,13 - 189,13MUL Durjo 511,60 - 511,60CP Cilaki 96,04 - 96,04ABS Cileles 788,74 - 788,74KJW Tebingsiring 1.729,44 471,89 2.201,33AW Mekarsari - 5.499,00 5.499,00 Mandiangin - 3.569,00 3.569,00BP Hulu Sungai Tengah - 11.841,00 11.841,00Jumlah 10.132,05 21.380,89 31.512,94

Pembibitan

Perseroan memiliki divisi khusus yang menangani proses pembibitan. Lokasi pembibitan terletak di setiap areal kebun yang dikelolanya. Proses tersebut dilakukan dengan sistem pencangkokan mata okulasi pada batang bawah dari tanaman karet. Perseroan melakukan perbanyakan batang bawah dari benih karet yang diperolehnya di kebun yang dikelolanya. Sedangkan untuk mata okulasi, Perseroan mengambilnya dari batang-batang atas yang dibeli dari balai-balai penelitian khusus tanaman karet seperti Balai Penelitian Perkebunan Sungai Putih, Rubber Research Getas dan Rubber Research Malaysia. Pembelian batang atas terakhir kali dilakukan oleh Perseroan pada tahun 2009 dalam jumlah yang cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan penanaman selama 5 (lima) tahun mendatang.

Dalam setiap satu meter batang atas tanaman karet, terdapat sekitar 15 (lima belas) mata okulasi. Mata okulasi ini diambil untuk kemudian dicangkok ke batang bawah yang berumur 8 (delapan) bulan hingga 1 (satu) tahun dan dibalut. Setelah kurang lebih 3 (tiga) minggu dari proses pencangkokan, balutan dibuka dan dibiarkan selama 2 (dua) minggu. Selama periode tersebut, untuk menumbuhkan mata okulasi, maka cabang utama senantiasa dipotong sehingga mata okulasi dapat bertumbuh yang selanjutnya disebut sebagai Okulasi Mata Tidur (OMTI).

Proses berikutnya, setelah 2 (dua) minggu, OMTI dipindahkan ke dalam polybag dan dibiarkan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan. Setelah itu, OMTI siap untuk digunakan dalam proses penanaman.

Proses pembibitan secara keseluruhan memakan waktu sekitar 1 – 1,5 tahun dengan tingkat keberhasilan pembibitan sekitar 70%.

Bibit yang dihasilkan tidak dijual untuk perkebunan lainnya, namun digunakan seluruhnya untuk kepentingan Perseroan dan dapat memenuhi 100% kebutuhan bibit untuk perkebunan karet Perseroan.

Proses Penanaman

Perseroan melakukan proses penanaman untuk lahan yang baru (penanaman baru/new planting) dan untuk lahan kebun yang sudah lama tetapi diperbaharui kembali (penanaman kembali/replanting). Proses penanaman baru atau penanaman kembali untuk tanaman karet di Kalimantan dapat dilakukan hampir sepanjang tahun, mengingat curah hujan yang merata. Untuk tanaman karet di Jawa, proses penanaman umumnya dilakukan pada pada bulan Oktober hingga Desember, di mana curah hujan relatif tinggi.

Penanaman Baru

Perseroan mengawali proses penanaman baru dengan melakukan survey atas lahan baru yang menjadi target. Syarat-syarat utama lahan yang akan digunakan untuk perkebunan karet antara lain memiliki ketinggian sekitar 15 – 300 m di atas permukaan laut, tingkat curah hujan minimal 1500 – 2000 ml/tahun, dan kondisi curah hujan yang merata.

Setelah memperoleh perkiraan mengenai target lahan yang akan dikembangkan, Grup JAW kemudian melakukan sosialisasi dengan masyarakat sekitar mengenai rencana Grup JAW untuk melakukan

125

pengembangan lahan perkebunan di daerah tersebut. Dalam hal ini, Grup JAW senantiasa memperhatikan masukan-masukan dari pihak masyarakat dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Apabila sosialisasi berjalan dengan baik, maka Perseroan mulai melakukan pembebasan lahan untuk areal perkebunannya.

Areal kebun yang telah dikuasai oleh Perseroan kemudian disiapkan untuk proses penanaman. Persiapannya diawali dengan pelaksanaan tebang imas atau pembersihan lahan (land clearing), yaitu dengan menebang pohon-pohon dan mengimas semak-semak. Sesuai peraturan yang berlaku, Perseroan tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar hutan atau semak-semak yang ada.

Setelah lahan telah bersih dari pohon-pohon dan semak-semak liar, lahan kemudian dibentuk menjadi terasering. Terasering ini terutama berguna untuk menahan air di dataran tinggi sehingga tidak langsung turun ke dataran rendah.

Lahan kemudian disemprot dengan herbisida, yaitu obat untuk mencegah tanaman-tanaman liar bertumbuh di lahan tersebut. Kemudian, dibuat lubang dengan jarak 3 x 7 (3 meter ke samping dan 7 meter ke depan/belakang), sehingga kerapatan tanaman karet per hektar dapat berkisar antara 476 pohon hingga 600 pohon. Lubang-lubang tersebut kemudian diberikan pupuk dasar, yaitu SP36/RP (rock phosphate). Di sela-sela baris lubang, dilakukan penanaman kacang-kacangan yang berfungsi sebagai pupuk alami bagi tanah. Tanaman kacang-kacangan juga dapat mencegah ilalang tumbuh di lahan tersebut. Untuk seterusnya, tanaman ini tidak dicabut namun tetap dipelihara bersama dengan tanaman karet.

Setelah proses persiapan penanaman, polybag hasil pembibitan dimasukkan ke dalam lubang-lubang yang telah disediakan.

Penanaman Kembali

Perseroan memiliki kebijakan untuk melakukan penanaman kembali karet sebanyak 3% dari total jumlah lahan mengingat umur rata-rata pohon karet adalah selama 30 tahun. Dengan kebijakan tersebut, maka komposisi tanaman yang menghasilkan dan tidak menghasilkan akan selalu stabil.

Pada saat tanaman berusia menginjak 20 tahun, produktivitas pohon mulai dianalisa. Apabila tingkat produktivitas telah menurun menjadi di bawah 800 kg/Ha, maka terhadap tanaman tersebut akan dilakukan penebangan. Sedangkan untuk tanaman-tanaman yang berusia 25 tahun, penebangan akan langsung dilakukan. Tidak cukup hanya ditebang, pohon karet yang sudah tidak produktif harus dicabut hingga ke akarnya. Pencabutan umumnya dilakukan dengan menggunakan alat berat atau obat penghancur kayu.

Setelah itu, pengaturan lahan dilakukan kembali dengan membuat terasering yang baru. Pada lahan-lahan tersebut, kemudian dibuat lubang-lubang yang kemudian dimasukkan pupuk dasar dan polybag tanaman karet. Di sela antar lubang juga dilakukan penanaman kembali tanaman kacang-kacangan untuk menjaga kondisi tanah dan mencegah tumbuhnya ilalang.

Luas perkebunan karet Perseroan per tanggal 31 Desember 2010 berdasarkan umur tanaman adalah sebagai berikut :

Lokasi Tanaman Menghasilkan (TM) Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) JumlahBayah 777,74 96,99 874,73Tugu/Cimenteng 283,11 718,56 1.001,67Ciseru/Cipari 1.827,08 407,32 2.234,40Kaliminggir 385,50 81,00 466,50Biting 294,51 60,50 355,01Tugusari 492,22 444,64 936,86Keputren - 148,89 148,89Corah Mas 220,28 39,81 260,09Durjo 5,00 498,72 503,72Cilaki 70,13 20,60 90,73Cileles - 651,56 651,56Tebingsiring - 1.830,62 1.830,62Jumlah 4.355,57 4.999,21 9.354,78

126

Pemeliharaan Tanaman

Perseroan senantiasa melakukan proses pemeliharaan di kebun-kebun yang dikelolanya. Proses pemeliharaan tersebut berupa :1. Pemeliharaan awal dilakukan dengan menyemprot lahan dengan herbisida, sebagai pengendalian

atas tanaman pengganggu. 2. Gulma atau tanaman pengganggu dibersihkan dari sekeliling tanaman (strip weeding). Proses

pemeliharaan ini umumnya dilakukan untuk selama 2 kali dalam 1 tahun untuk tanaman menghasilkan dan 3 kali dalam 1 tahun untuk tanaman belum menghasilkan.

3. Tanaman kacang-kacangan tetap dipelihara untuk menjaga kondisi tanah.4. Ada kalanya, ketika kontur tanah berubah, maka terasering yang telah dibentuk akan turut berubah

dan tidak dapat menahan erosi air, sehingga dapat mengakibatkan tanaman tidak mendapatkan air yang cukup. Untuk menanggulangi hal tersebut, Grup JAW melakukan pemeriksaan atas terasering yang ada dan melakukan penataan kembali (reterasering) lahan-lahan kebun yang ada.

5. Bagi tanaman-tanaman yang mati oleh karena sebab apapun, akan dilakukan penyulaman atau penanaman tanaman-tanaman baru.

6. Pemupukan rutin dilakukan selama 3 kali dalam 1 tahun. Pupuk yang digunakan dalam hal ini adalah pupuk Urea, SP36, KCl;

7. Pemberantasan hama dan penyakit tanaman dilakukan Perseroan segera setelah terdeteksi adanya hama atau penyakit tanaman. Penyakit tanaman yang umumnya muncul untuk tanaman belum menghasilkan adalah jamur akar putih, jamur akar merah dan embun tepung, sedangkan untuk tanaman yang telah menghasilkan, penyakit tanaman lainnya yang dapat muncul adalah jamur bidang sadap. Untuk pemberantasan penyakit tanaman, Grup JAW menggunakan obat-obatan yang hanya akan digunakan sesuai kebutuhan dan dosis yang diperlukan. Hama tanaman karet yang umum adalah kera ekor panjang dan babi hutan, namun kerusakan akibat hewan-hewan tersebut saat ini sudah banyak berkurang.

8. Secara rutin, di area kebun, dibuat rorak, yaitu lubang untuk menahan erosi dan menahan humus agar permukaan tanah tetap terpelihara. Rorak ini juga berguna sebagai tempat penampungan air dan serapan air.

9. Perkebunan karet memiliki pola musiman, dimana 1 kali dalam setahun, pohon karet mengalami gugur daun. Umumnya, hal ini terjadi pada musim kemarau, yaitu di antara bulan Mei hingga Agustus. Pada masa tersebut, produksi karet akan mengalami penurunan. Daun tanaman gugur dan kemudian digantikan dengan daun-daun muda. Pada saat tumbuhnya daun-daun muda, beberapa hama tanaman dapat muncul dan merusak tanaman. Oleh karena itu, daun-daun muda tersebut disemprot dengan belerang sehingga tidak ada hama tanaman yang datang untuk merusak.

Proses Penyadapan

Proses penyadapan adalah proses pengambilan getah karet dari pohon. Proses ini umumnya dilakukan setiap hari, mulai jam 5 hingga 8 pagi. Pada waktu tersebut, udara yang sejuk memberikan tekanan turgor (tekanan dari bawah) yang cukup besar sehingga mendorong getah keluar. Suhu yang semakin tinggi akan mengakibatkan tekanan turgor berkurang dan getah akan sulit keluar. Oleh karena itu penyadapan hanya dilakukan hingga sekitar jam 8 pagi.

Getah hasil penyadapan kemudian dibiarkan selama 2 jam dan dikumpulkan untuk dikirimkan ke pabrik pengolahan dengan menggunakan kendaraan milik kebun. Pada pukul 12 siang, getah tersebut diolah di pabrik.

Proses penyadapan dilakukan untuk tanaman-tanaman yang berumur 6 tahun ke atas. Bagi tanaman-tanaman yang baru pertama kali disadap, penyadapan dilakukan setiap tiga hari sekali, dan berlangsung selama 2 tahun (hingga tanaman berumur 8 tahun). Untuk tanaman-tanaman yang berumur 9 hingga 20 tahun, penyadapan dilakukan setiap 2 hari sekali.

Produktivitas tenaga kerja penyadap di kebun Grup JAW adalah sekitar 1 hingga 1,5 hektar kebun yang dapat dikerjakan oleh seorang penyadap dalam satu hari kerja, dimana jam penyadapan adalah jam 5 hingga 8 pagi.

127

Di bawah ini adalah data perkembangan produktivitas kebun karet Grup JAW :

Indikator 2010 2009 2008 2007 2006Karet (kg/Ha) Bayah 1.587 1.711 1.658 1.670 1.408Tugu/Cimenteng 609 638 592 570 1.170Ciseru/Cipari 1.479 1.467 1.409 1.437 1.348Kaliminggir 1.720 1.526 1.176 1.306 1.178Biting 1.263 1.490 1.377 1.466 1.601Tugusari 1.629 1.581 1.440 1.371 1.472Corah Mas 1.288 1.289 1.356 1.222 1.163Durjo 1.780 - - - -Cilaki 1.247 1.242 1.243 1.077 1.223

Berikut ini adalah data produksi selama 5 tahun terakhir dari kebun karet Grup JAW :

Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Produksi (ton) 6.325 6.444 6.071 6.120 5.696

Seluruh hasil perkebunan karet diolah oleh pabrik pengolahan karet lembaran dan karet remah yang dimiliki oleh Grup JAW.

3.1.2. Kelapa Sawit

Lahan

Berikut ini adalah informasi mengenai ijin perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010 :

Nama Lokasi

Kebun Inti (ha) Kebun Plasma (ha) Total Luas (ha)Perusahaan HGU/ Ijin Lokasi / HGU Ijin Lokasi /

Hak Lainnya Ijin Lainnya Ijin Lainnya KJW Kintap 4.687,00 1.368,16 - - 6.055,16 Plasma KJW - - - 2.000,00 2.000,00 Tabanio 5.999,00 553,05 - - 6.552,05ABS Wanajaya 4.943,00 5.057,00 - - 10.000,00 Plasma ABS - - - 2.000,00 2.000,00 Tabukan, Barito - 2.409,80 - - 2.409,80 Kuala - - - - -AW Mekarsari - 3.745,00 - - 3.745,00 Anjir Pasir - 2.363,50 - - 2.363,50 Jumlah 15.629,00 15.496,51 - 4.000,00 35.125,51

Komposisi luas kebun yang telah tertanam dan belum tertanam pada tanggal 31 Desember 2010 dapat dilihat dalam tabel berikut :

Nama Lokasi

Kebun Inti (ha) Kebun Plasma (ha) Total Luas (ha)Perusahaan Tertanam Belum Tertanam Belum

Tertanam TertanamKJW Kintap 10.128,83 1.313,65 1.700,00 300,00 13.442,48ABS Wanajaya 5.610,80 6.464,40 1.493,00 507,00 14.075,20AW*) Mekarsari dan Anjir Pasar - 6.108,50 - - 6.108,50 Jumlah 15.739,63 13.886,55 3.193,00 807,00 33.626,18*) berupa ijin lokasi

128

Program Plasma

Perseroan mengembangkan lahan-lahan kebun milik masyarakat sekitar yang dikenal sebagai plasma. Program kemitraan dengan para petani plasma ini dilakukan hanya di daerah perkebunan kelapa sawit Perseroan. Sedangkan untuk perkebunan karet, Perseroan hanya mengelola kebun milik sendiri.

Dalam program plasma, Perseroan melakukan pengelolaan atas kebun-kebun plasma, yaitu penanaman dan pemeliharaan kebun. Hasil panen kebun akan dibeli seluruhnya oleh Perseroan. Bila petani plasma bekerja di kebun plasma, maka akan dibayar dengan UMR yang berlaku.

Seluruh kebun plasma Perseroan berada di bawah naungan suatu koperasi unit desa (KUD), yang berusaha untuk memenuhi seluruh kebutuhan operasional plasma. KUD memiliki pinjaman kepada bank dimana Perseroan bertindak sebagai penjaminnya.

Pembibitan

Perseroan melakukan pembelian kecambah atau biji kelapa sawit yang baru akan tumbuh dari beberapa pemasok antara lain Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan, PT Socfin Indonesia Medan dan PT Bina Sawit Makmur Palembang. Dalam hal ini, Perseroan telah menandatangani kontrak tahunan dengan para pemasok yang dapat diperpanjang setiap tahunnya.

Kecambah yang dibeli oleh Perseroan dimasukkan dalam polybag kecil selama 2 bulan, kemudian dipindahkan ke polybag besar dan dibiarkan selama 1 tahun. Setelah itu, kecambah siap untuk digunakan dalam proses penanaman.

Penanaman

Sama halnya seperti perkebunan karet, Perseroan melakukan proses penanaman untuk lahan yang baru (penanaman baru/new planting) dan untuk lahan kebun yang sudah lama Perseroan berencana untuk melakukan penanaman kembali/replanting. Proses penanaman kembali akan dilakukan apabila tanaman sudah mencapai umur 20 – 25 tahun. Hingga saat ini, kebun kelapa sawit Perseroan belum ada yang mencapai umur tersebut. Kebun kelapa sawit Grup JAW yang tertua per 31 Desember 2010 berusia 10 tahun.

Berikut ini adalah luas perkebunan kelapa sawit Grup JAW berdasarkan tahun tanam untuk inti dan plasma pada tanggal 31 Desember 2010 :

Usia Tanam Jumlah Kebun Inti 2000 1.009,90 2001 1.006,71 2002 91,63 2003 164,34 2004 858,89 2005 590,55 2006 696,68 2007 3.884,68 2008 2.479,00 2009 3.707,05 2010 1.250,20Kebun Plasma KJW : 2009 157,26 2010 1.542,74ABS : 2009 215,25 2010 1.277,75

Jumlah 18.932,63

129

Luas perkebunan khusus kelapa sawit berdasarkan usia tanaman untuk inti dan plasma per tanggal 31 Desember 2010 :

Usia Tanam Jumlah Kebun Inti : 0 - 3 tahun 11.320,93 4 - 7 tahun 2.146,12 8 - 17 tahun 2.272,58 > 18 tahun -Kebun Plasma : 0 - 3 tahun 3.193,00 4 - 7 tahun - 8 - 17 tahun - > 18 tahun -Jumlah 18.932,63

Proses penanaman kembali untuk tanaman kelapa sawit di Kalimantan dapat dilakukan hampir sepanjang tahun, mengingat curah hujan yang merata.

Proses penanaman baru diawali dengan melakukan survey atas lahan baru yang menjadi target. Syarat-syarat utama lahan yang dapat digunakan untuk perkebunan kelapa sawit antara lain memiliki ketinggian sekitar 15 – 200 m di atas permukaan laut, tingkat curah hujan minimal 2000 - 3500 ml/tahun, dan kondisi curah hujan yang merata.

Setelah memperoleh perkiraan mengenai target lahan yang akan dikembangkan, Grup JAW kemudian melakukan sosialisasi dengan masyarakat sekitar mengenai rencana Grup JAW untuk melakukan pengembangan lahan perkebunan di daerah tersebut. Dalam hal ini, Grup JAW senantiasa memperhatikan masukan-masukan dari pihak masyarakat dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Apabila sosialisasi berjalan dengan baik, maka Perseroan mulai melakukan pembebasan lahan untuk areal perkebunannya.

Areal kebun yang telah dikuasai oleh Perseroan kemudian disiapkan untuk proses penanaman. Persiapannya diawali dengan pelaksanaan tebang imas atau pembersihan lahan (land clearing), yaitu dengan menebang pohon-pohon dan mengimas semak-semak. Sesuai peraturan yang berlaku, Perseroan tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar hutan atau semak-semak yang ada.

Setelah lahan telah bersih dari pohon-pohon dan semak-semak liar, lahan kemudian dibentuk menjadi terasering untuk kebun di dataran tinggi. Terasering terutama berguna untuk menahan air di dataran tinggi sehingga tidak langsung turun ke dataran rendah. Untuk kebun di dataran rendah dibuat drainase atau parit sebagai aliran air, sehingga air tidak membanjiri areal kebun.

Lahan kemudian disemprot dengan herbisida, yaitu obat untuk mencegah tanaman-tanaman liar bertumbuh di lahan tersebut. Kemudian, dibuat lubang dengan jarak 9 x 8 (9 meter ke samping dan 8 meter ke depan/belakang), sehingga kerapatan tanaman kelapa sawit per hektar dapat berkisar antara 136 pohon hingga 150 pohon. Karakteristik pohon kelapa sawit adalah daunnya tidak dapat bergesekan atau menutupi daun lainnya dari pohon yang terdekat.

Lubang-lubang tersebut kemudian diberikan pupuk dasar, yaitu SP36/RP (rock phosphate). Di sela-sela baris lubang, dilakukan penanaman kacang-kacangan yang berfungsi sebagai pupuk alami bagi tanah. Tanaman kacang-kacangan juga dapat mencegah ilalang tumbuh di lahan tersebut. Untuk seterusnya, tanaman ini tidak dicabut namun tetap dipelihara bersama dengan tanaman karet.

Setelah proses persiapan penanaman, polybag hasil pembibitan dimasukkan ke dalam lubang-lubang yang telah disediakan.

130

Berikut ini adalah komposisi luas kebun untuk tanaman menghasilkan dan tanaman belum menghasilkan :

Nama

Lokasi

Kebun Inti (ha) Kebun Plasma (ha) Total Luas (ha)

Perusahaan Tanaman Tanaman Tanaman Tanaman

Menghasilkan Belum Menghasilkan Belum Menghasilkan MenghasilkanKJW Kintap 4.418,70 795,13 - - 5.213,83 Tabanio - 4.915,00 - - 4.915,00 Plasma KJW - - - 1.700,00 1.700,00ABS Wanajaya - 5.610,80 - - 5.610,80 Plasma ABS - - - 1.493,00 1.493,00 Jumlah 4.418,70 11.320,93 - 3.193,00 18.932,63

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan kebun kelapa sawit Grup JAW dilakukan sebagai berikut :1. Pemeliharaan awal dilakukan dengan menyemprot lahan baru dengan herbisida, sebagai

pengendalian atas tanaman pengganggu. 2. Gulma atau tanaman pengganggu dibersihkan dari sekeliling tanaman kelapa sawit atau yang biasa

disebut piringan (circle weeding). Proses pembersihan ini umumnya dilakukan 2 kali dalam 1 tahun.3. Tanaman kacang-kacangan tetap dipelihara untuk menjaga kondisi tanah.4. Agar akar tanaman menjadi lebih kuat, umumnya pada umur 2 tahun akan dilakukan analisa kekuatan

akar pada setiap pohon. Apabila akar tanaman tidak kuat, maka dilakukan proses perbaikan tapak timbun, yaitu menaikan tanah di sekeliling akar agar akar menjadi lebih kuat.

5. Proses pemeliharaan gawangan atau lahan antar pohon yang juga dapat digunakan sebagai jalan produksi dibersihkan secara rutin dari gulma atau tanaman pengganggu. Jalan produksi ini juga dipelihara untuk mempermudah proses pemanenan/mendodos.

6. Pemupukan rutin dilakukan selama 3 kali dalam 1 tahun. Pupuk yang digunakan dalam hal ini adalah pupuk NPK (nitrogron phosphor kalium). Analisa juga dilakukan pada setiap kebun, dan apabila diperlukan jenis pupuk yang khusus, maka Grup JAW akan membeli pupuk tersebut.

7. Pada kebun di dataran rendah, dilakukan pemeliharaan parit atau drainase sehingga tetap berfungsi dengan baik. Parit dan drainase diperbaiki setiap tahun. Untuk kebun yang berada di dataran tinggi, dilakukan pembuatan rorak atau lubang-lubang yang berfungsi untuk menahan air.

8. Pemberantasan hama dan penyakit tanaman dilakukan Perseroan segera setelah terdeteksi adanya hama atau penyakit tanaman. Penyakit tanaman yang ada untuk tanaman belum menghasilkan tidak memiliki dampak signifikan terhadap kebun Perseroan. Untuk tanaman yang telah menghasilkan, salah satu penyakit tanaman yang cukup mengganggu adalah penyakit busuk buah dikarenakan terkena jamur. Untuk pemberantasan penyakit tanaman, Grup JAW menggunakan obat-obatan yang hanya akan digunakan sesuai kebutuhan dan dosis yang diperlukan. Hama tanaman kelapa sawit yang umum adalah tikus yang biasanya memakan titik tumbuh pohon (untuk tanaman belum menghasilkan) dan memakan buah (untuk tanaman yang sudah menghasilkan).

9. Secara rutin, pelepah kering atau pelepah tua dipotong dari pohon sebelum jatuh.10. Dua kali dalam satu tahun, gulma atau perdu dicabut dan dibersihkan dari areal kebun.11. Untuk tanaman yang belum menghasilkan, yaitu sebelum berumur 2 tahun, dilakukan proses kastrasi,

yaitu membuang bunga betina atau jantan yang baru keluar untuk merangsang pertumbuhan vegetatif yang cepat dan tandan yang besar dan relatif seragam pada awal panen. Proses kastrasi dilaksanakan hingga pohon berumur 30 bulan. Setelah 30 bulan, bunga yang keluar akan dipelihara.

Pemanenan

Produksi kelapa sawit bergantung pada pembungaan yang terjadi 7 bulan sebelum panen. Pada umur pertengahan kedua umumnya bunga kelapa sawit akan keluar, dan pada tahun keempat telah menjadi buah yang siap petik.

131

Panen besar dilakukan setiap 6 hari sekali, sedangkan panen kecil dilakukan setiap 9 hari sekali. Proses pemanenan dilakukan dengan menggunakan alat dodos atau penyodok buah. Pohon dengan buah yang sudah matang dideteksi dengan melihat apakah ada buah matang yang jatuh. Apabila ada, maka diperkirakan ada tandan buah yang telah matang. Tandan tersebut kemudian didodos dan dikumpulkan di pinggir-pinggir jalan produksi dengan kereta dorong. Satu orang pendodos dalam satu hari kerja umumnya dapat melakukan pendodosan 600 – 1000 kali, yang dimulai pada jam 9 pagi hingga sore.

Setelah tandan buah dikumpulkan, brondolan (buah-buah kelapa sawit) dipisahkan dari tandan untuk kemudian dibawa ke pabrik dengan kendaraan kebun.

Berikut ini adalah perkembangan indikator efisiensi perkebunan kelapa sawit Grup JAW secara keseluruhan :

Indikator 2010 2009 2008 2007 2006Hasil TBS (ton/ha) 15,36 17,30 12,71 11,24 8,69

Berikut ini adalah jumlah produksi tandan buah segar Perseroan selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut :

Produksi (kg) 2010 2009 2008 2007 2006Tandan Buah Segar (TBS) : - Kebun Inti 67.896.880 64.394.800 39.814.450 23.692.630 18.322.330- Kebun Rakyat 24.472.050 76.590.400 13.227.750 - -- Kebun Plasma - - - - -

Berikut ini adalah nilai dan volume penjualan TBS Perseroan selama 5 tahun terakhir :

Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Nilai (jutaan Rupiah) - - 46.550 21.208 10.374Volume (kg) - - 31.835.012 22.481.034 17.842.540

Pada tahun 2009 dan 2010, seluruh hasil perkebunan kelapa sawit digunakan oleh pabrik pengolahan Crude Palm Oil yang dimiliki oleh Grup JAW dan karenanya tidak melakukan penjualan TBS kepada pihak ketiga. Perkebunan kelapa sawit menjual TBS kepada pabrik pengolahan CPO yang berada dalam satu perusahaan, sehingga tidak ada jual beli TBS yang dilakukan antara perkebunan dan pabrik.

3.1.3. Kopi

Perseroan melakukan penanaman untuk dua jenis kopi yaitu robusta dan arabica. Produktivitas kopi jenis arabica lebih tinggi dibandingkan dengan robusta mengingat kerapatan pohon yang berbeda, yaitu sekitar 1.200 – 1.500 pohon per hektar untuk kopi robusta dan 2.500 – 3.000 pohon per hektar untuk kopi arabica.

Berikut ini adalah luas perkebunan kopi yang dimiliki oleh Perseroan berdasarkan ijinnya pada tanggal 31 Desember 2010 :

Nama Perusahaan Lokasi Kebun Inti (ha) Total Luas (ha) HGU/Hak Lainnya Ijin Lokasi /Ijin Lainnya KE Tugu/Cimenteng 181,03 - 181,03 Tugusari 93,90 - 93,90MUL Durjo 113,41 - 113,41CMK Keputren 166,25 - 166,25 Jumlah 554,59 - 554,59

132

Luas perkebunan kopi Perseroan berdasarkan umur tanaman pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut :

Lokasi Tanaman Menghasilkan (TM) Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) JumlahTugusari 91,82 - 91,82Durjo 113,41 - 113,41Keputren 159,06 5,00 164,06Tugu/Cimenteng 178,38 - 178,38Jumlah 542,67 5,00 547,67

Berikut ini adalah perkembangan hasil perkebunan kopi sejak tahun 2006 hingga tahun 2010 :

(ribuan kg) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006KE Tugusari 112.500 86.184 174.765 55.296 205.542KE Tugu/Cimenteng 20.233 12.984 24.318 23.048 53.825MUL Durjo 141.030 98.000 201.800 134.164 161.500CMK Keputren 79.170 65.000 148.670 85.106 120.600 Jumlah 352.933 262.168 549.553 297.614 541.467

Seluruh hasil kebun kopi Perseroan diolah di pabrik milik Perseroan dan tidak ada yang dijual kepada pihak ketiga lainnya.

3.1.4. Teh

Berikut ini adalah perkebunan teh yang dimiliki oleh Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010 :

Nama Perusahaan Lokasi Kebun Inti (ha) Total Luas (ha) HGU/Hak Lainnya Ijin Lokasi /Ijin Lainnya KE Tugu/Cimenteng 504,30 - 504,30 Jumlah 504,30 - 504,30

Luas perkebunan teh Perseroan per tanggal 31 Desember 2010 berdasarkan umur tanaman adalah sebagai berikut :

Lokasi Tanaman Menghasilkan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) JumlahTugu/Cimenteng 504,30 - 504,30Jumlah 504,30 - 504,30

Berikut ini adalah nilai dan volume penjualan teh Perseroan selama 5 tahun terakhir :

Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Nilai (jutaan Rupiah) 5.809 5.297 6.151 5.110 4.393Volume (kg) 4.318.061 4.158.419 5.063.438 3.215.372 3.210.428

Pengadaan Pupuk

Dalam hal pengadaan pupuk untuk kebutuhan operasional, Perseroan melakukan pembelian untuk seluruh kebun setiap 2 (dua) kali dalam setahun. Proses pengadaan pupuk diawali dengan analisa atas kebutuhan pupuk oleh para pengelola kebun secara berkala. Analisa tersebut dilakukan dengan melihat kepada kualitas daun dan tanah. Dari hasil analisa tersebut akan diketahui jenis pupuk dan banyaknya pupuk yang diperlukan oleh masing-masing kebun. Hasil analisa kemudian akan diperiksa kembali oleh Divisi Internal Audit Pupuk Perseroan. Apabila hasil analisa telah sesuai, maka Perseroan akan memulai proses pembelian pupuk.

Pembelian pupuk dilakukan dengan sistem tender yang dilakukan oleh Perseroan. Perseroan mengundang para pemasok pupuk untuk memberikan penawaran harga atas pupuk yang dibutuhkan masing-masing kebun sesuai spesifikasi. Selanjutnya, Perseroan akan memilih pemasok dengan harga penawaran terendah.

133

Perseroan melakukan pembelian pupuk dari pihak ketiga. Penggunaan pupuk adalah sebesar 15,99% dari biaya bahan baku.

Riset dan Pengembangan

Grup JAW melakukan analisa produktivitas tanaman secara langsung oleh mandor kebun sampai Pimpinan Kebun. Untuk riset dan penelitian yang lebih mendalam, Grup JAW menggunakan jasa pihak ketiga seperti Rubber Research Getas – RC Getas (Salatiga) untuk tanaman karet dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, serta Balai Penelitian Tanaman Rawa (Balitra) di Banjarbaru untuk analisa daun, analisa tanah dan analisa air limbah.

Jumlah biaya untuk riset dan pengembangan adalah sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah) 2010 2009 2008 2007 2006Biaya riset dan pengembangan 179 81 60 43 59

Peningkatan biaya riset dan pengembangan sebesar Rp98 juta atau 121% dari tahun 2009 hingga 2010 disebabkan oleh adanya biaya penelitian pupuk daun atas perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh Perseroan.

3.2. Pabrik Pengolahan

3.2.1. Karet

Secara total, jumlah produksi karet Perseroan selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut :

(dalam kg) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006PK Bayah 1.233.979 1.337.124 1.296.194 1.255.799 1.095.209KE Tugu/Cimenteng 172.347 147.827 104.844 62.033 21.065IJR Ciseru/Cipari 2.701.971 2.746.865 2.818.870 3.017.712 2.843.059BL Kaliminggir 662.926 589.023 437.950 468.762 403.000PB Biting 372.034 434.979 396.513 423.740 459.386KE Tugusari 801.810 826.720 649.661 572.475 554.477CMK Corah Mas 283.786 274.795 283.900 247.345 249.400MUL Durjo 8.900 - - - -CP Cilaki 87.421 87.097 83.549 72.385 70.012 Jumlah 6.325.174 6.444.430 6.071.481 6.120.251 5.695.608

Nilai dan volume penjualan produk karet Perseroan selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut :

Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Nilai (jutaan Rupiah) 247.087 152.927 220.241 134.270 125.282Volume (kg) 8.392.430 8.485.410 8.001.083 7.605.093 6.410.053

Perseroan menghasilkan dua tipe produk karet, yaitu karet lembaran (Ribbed Smoked Sheet) dan karet remah (Crumb Rubber). Berikut ini adalah penjelasan proses produksi kedua tipe produk karet.

134

Karet Lembaran (Ribbed Smoked Sheet)

Alur produksi yang digunakan oleh Perseroan dalam memproduksi produk karet lembaran adalah sebagai berikut :

Keterangan: Klasifikasi : terdapat 2 jenis bahan baku, latex (high grade) dan lump/membeku alami di kebun (low grade)Pembekuan (koagulasi): latex dibekukan dalam bak dengan tambahan formic acid, formaline dan dibiarkan selama sekitar

16 jam agar merata bekunyaLump (field coagulum): latex yang membeku alami di kebun, dengan jumlah sekitar 10 – 15%Penggilingan*: bekuan, dipipihkan, dibentuk lembaran (sheet) oleh mesin agar mudah dalam pengeringanPenggilingan**: lump/bekuan alami, dibuat lembaran compo dengan Mesin MangelPengeringan*: compo digantung/digulung, dikeringkan alami dengan udara selama 1 minggu – 2 mingguPengeringan**/Pengasapan: lembaran (sheet) dikeringkan bertahap dengan pengasapan selama 4-5 hari (untuk mengurangi

kadar air dan anti jamur)Sortir and Packing: sortir dilakukan untuk memilah bila ada kontaminasi yang menempel, mengklasifikasikan mutu

secara visual hasil olah (RSS-1/RSS2) / karet lembaran ditumpuk dan dipress menjadi Ball 113 kgPengiriman*: pengiriman brown crepe dalam bentuk gulungan ke pabrik crumb rubber sebagai bahan SIR 10Pengiriman**: dikirim ke gudang pembeli dengan menggunakan truk.

Perseroan memiliki 6 (enam) unit pabrik pengolahan karet lembaran yang terletak di Cilaki, Bayah (Banten), Kaliminggir, Biting (Jawa Tengah), Tugusari, Corah Mas (Jawa Timur) dengan perkembangan kapasitas selama 5 tahun terakhir sebagai berikut :

(kg/hari) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006PK : Bayah Kapasitas Terpasang 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 Kapasitas Terpakai 3.304 3.580 3.470 3.362 2.932 Persentase 82,60% 89,50% 86,76% 84,06% 73,31%BL Kaliminggir Kapasitas Terpasang 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 Kapasitas Terpakai 1.775 1.577 1.173 1.255 1.079 Persentase 71,00% 63,08% 46,90% 50,20% 43,16%PB Biting Kapasitas Terpasang 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 Kapasitas Terpakai 996 1.165 1.062 1.135 1.230 Persentase 49,80% 58,23% 53,08% 56,73% 61,50%

Klasifikasi

Lump (Field Coagulum) Latex

Penggilingan**

Pengeringan**/Pengasapan

Pembekuan (Coagilasi)

Penggilingan*

Pengeringan*

Pengiriman* Sortir & Packing

Pengiriman**

Penerimaan Bahan Baku

135

Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006KE Tugusari Kapasitas Terpasang 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 Kapasitas Terpakai 2.147 2.213 1.739 1.533 1.485 Persentase 71,56% 73,78% 57,98% 51,09% 49,49%CMK Corah Mas Kapasitas Terpasang 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 Kapasitas Terpakai 760 736 760 662 668 Persentase 50,65% 49,05% 50,67% 44,15% 44,52%CP Cilaki Kapasitas Terpasang 500 500 500 500 500 Kapasitas Terpakai 234 233 224 194 187 Persentase 46,81% 46,64% 44,74% 38,76% 37,49% Total Kapasitas Terpasang 13.500 13.500 13.500 13.500 13.500 Total Kapasitas Terpakai 9.216 9.504 8.428 8.141 7.581 Persentase 68,26% 70,40% 62,43% 60,30% 56,16%

Karet Remah (Crumb Rubber)

Berikut ini adalah alur produksi yang digunakan oleh Perseroan dalam memproduksi produk karet remah :

Keterangan: Klasifikasi : terdapat 2 jenis bahan baku, latex (high grade) dan lump/membeku alami di kebun (low grade)Pembekuan (coagulation): latex dibekukan dalam bak dengan tambahan formic acid, SMBS (pemucat), dan dibiarkan selama

sekitar 16 jam agar merata bekunyaPenggilingan: karet yang membeku dipipihkan lalu diremah oleh mesin, agar mudah dalam pengeringanPengeringan: karet remahan dimasukkan ke dalam mesin pengering untuk mengurangi kadar airnya Sortir and Packing: sortir adalah memilah produk bila ada kontaminasi yang menempel, kemudian karet hasil pengeringan

di-press menjadi ball dan dikemas dalam pallet (1.260 kg/pallet)Analisa Laboratorium: melakukan analisa terhadap sample untuk mengetahui kadar kotoran, plastisitas dan beberapa parameter

lain untuk menentukan klasifikasi mutu SIR 3L/SIR5 (bahan latex) dan SIR10/SIR 20 (bahan lump)Pengiriman: dikirim ke gudang pembeli dengan menggunakan truk.

Analisa Laboratorium

Klasifikasi

Lump (Field Coagulum) Latex

Penggilingan

Pengeringan

Pembekuan (Coagulation)

Penggilingan

Pengeringan

Sortir & Packing Sortir & Packing

Pengiriman

Penerimaan Bahan Baku

136

Perseroan memiliki 2 unit pabrik pengolahan karet remah yang terletak di Tugu Cimenteng (Jawa Barat), Ciseru Cipari (Jawa Tengah) dengan perkembangan kapasitas selama 5 tahun terakhir sebagai berikut :

(kg/jam) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006KE : Tugu Cimenteng Kapasitas terpasang 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 Kapasitas terpakai 1.079 869 1.250 943 364Persentase 71,94% 57,95% 83,31% 62,84% 24,24%IJR : Ciseru Cipari Kapasitas terpasang 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 Kapasitas terpakai 1.222 1.262 1.246 1.310 1.252Persentase 81,47% 84,10% 83,09% 87,35% 83,46%Total Kapasitas Terpasang 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000Total Kapasitas Terpakai 2.301 2.131 2.496 2.253 1.616Persentase 76,71% 71,03% 83,20% 75,10% 53,85%

3.2.2. Crude Palm Oil

Berikut ini adalah alur produksi yang digunakan oleh Perseroan dalam memproduksi crude palm oil :

Berikut ini ringkasan mengenai kegiatan produksi CPO :1. Penerimaan bahan baku (TBS) : penerimaan TBS dari pemasok/kebun di loading ramp;2. Perebusan (sterilizer) : proses perebusan dengan udara bertekanan tinggi, untuk menghentikan

oksidasi enzimatis, dan agar buah brondol mudah lepas dari tandan;3. Penebahan/stripper : proses pelepasan buah brondol dari tandan;4. Pelumatan (digester) : proses pengadukan, pencampuran untuk melumatkan buah agar mudah

diekstraksi di mesin press5. Pengempaan (pressing) : proses pengempaan agar minyak terekstrasi/terperas keluar menjadi

crude oil

Penerimaan bahan baku(TBS)

Pelumatan (digester)

Pengempaan (pressing)minyak sawit

Pemurnian minyak(clarification)

Penyimpanan CPO(CPO storage tank)

Pengiriman

inti sawit

Penyimpanan palm kernel(kernel silo)

Pengiriman

Pembersihan danpemisahan

Penebahan/ stripper

Perebusan (sterilizer)

137

6. Pengolahan inti sawit :- Pembersihan dan pemisahan : pembersihan serat di cangkang dan pemisahan cangkang dari

inti sawit;- Penyimpanan palm kernel (kernel bunker) : inti sawit dikeringkan dalam kernel silo dryer lalu

disimpan di kernel bunker;- Pengiriman : inti sawit dikirimkan untuk dijual dalam bentuk bulk/curah ke KCP (kernel crushing

plant) atau ke pelabuhan.7. Pengolahan minyak sawit :

- Pemurnian minyak (clarification) : proses pemurnian minyak dari kontaminasi air dan kotoran;- Penyimpanan CPO (CPO storage tank) : minyak sawit yang baik disimpan di tangki CPO;- Pengiriman : minyak sawit dikirimkan dengan menggunakan mobil tangki CPO ke pabrik refinery

atau pelabuhan

Perseroan memiliki 1 (satu) pabrik pengolahan CPO yang terletak di Kintap (Kalimantan Selatan) dengan perkembangan kapasitas selama 5 tahun terakhir sebagai berikut :

(TBS/jam) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006KJW : Kintap Kapasitas terpasang 45.000 45.000 45.000 - -Kapasitas terpakai 18.473 28.196 4.575 - -Persentase 41,05% 62,66% 10,17% - -

Berikut ini adalah indikator produktivitas dan hasil produksi pabrik pengolahan CPO Perseroan :

Indikator 2010 2009 2008 2007 2006Produktivitas : - CPO extraction rate 20,67% 21,73% 20,66% - -- PK extraction rate 4,35% 4,28% 3,98% - -- Hasil CPO (ton/ha) 3,18 3,76 - - -Produksi (kg) : - Minyak kelapa sawit (CPO) 19.091.999 30.634.453 4.725.858 - -- Palm Kernel (PK) 4.017.599 6.027.351 909.565 - -

Berikut ini adalah nilai dan volume penjualan CPO Perseroan selama 5 tahun terakhir :

Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Nilai (jutaan Rupiah) 137.377 182.292 18.070 - -Volume (kg) 19.761.810 30.355.080 4.036.390 - -

Berikut ini adalah nilai dan volume penjualan inti sawit Perseroan selama 5 tahun terakhir :

Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Nilai (jutaan Rupiah) 14.530 13.701 966 - -Volume (kg) 4.029.160 6.121.782 525.720 - -

Pada tahun 2009 produksi CPO meningkat 652,04% atau sebesar 26.318.690 kg dibandingkan tahun 2008 disebabkan pabrik pengolahan CPO baru mulai beroperasi selama 4 bulan, sedangkan di tahun 2009 pabrik pengolahan CPO sudah beroperasi penuh selama 12 bulan. Selain itu, selama tahun 2009 terdapat pembelian TBS dari kebun rakyat dan kebun-kebun sekitar dengan jumlah yang cukup besar.

Selanjutnya pada tahun 2010, produksi CPO menurun sebesar 34,90% atau sebesar 10.593.270 kg dibandingkan tahun 2009. Hal ini disebabkan pembelian TBS dari kebun rakyat dan kebun sekitar menurun jumlahnya karena adanya pendirian pabrik CPO milik kebun-kebun tersebut.

Perubahan tersebut tidak berpengaruh terhadap kelangsungan usaha Perseroan.

Perseroan memiliki instalasi pembangkit listrik dengan turbin uap yang menggunakan bahan baku dari limbah serat buah kelapa sawit.

138

3.2.3. Kopi

Berikut ini adalah alur produksi yang digunakan oleh Perseroan dalam memproduksi kopi :

Keterangan: Penerimaan Bahan Baku (coffee cherry) : Penerimaan buah kopi (coffee cherry) dari kebun Pelepasan Kulit & Daging Buah (pulping): Proses pengupasan buah kopi untuk membuang kulit luar dan daging buah dengan

mesin PulperPembersihan (washing): Membersihkan kulit daging yang masih menempel di biji kopi (coffee bean) dengan

mesin Raung WasherPengeringan: Pengeringan kopi secara mekanis dengan Mason Dryer selam 18-20 jam untuk

mengurangi kadar air hingga di bawah 13%Pembersihan Kulit Tanduk dan Kulit Ari: Pengupasan kulit tanduk dan kulit ari, serta pengklasifikasikan berdasarkan ukuran

biji. Sortir menggolongkan biji berdasarkan nilai cacat, semakin mulus semakin baik (WP1, WP2)

Klasifikasi dan Sortir: Sortir menggolongkan biji berdasarkan nilai cacat, semkin mulus semakin baik (WP1, WP2)

Pengiriman: Pengiriman kopi dalam karung (60 kh) ke pembeli.

Perseroan memiliki 2 (dua) unit pabrik pengolahan kopi yang terletak di Tugusari dan Durjo (Jawa Timur) dengan perkembangan kapasitas selama 5 tahun terakhir sebagai berikut :

(kg/tahun) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006KE : Tugusari Kapasitas terpasang 800.000 800.000 800.000 800.000 800.000Kapasitas terpakai 112.500 86.184 174.765 55.296 205.542Persentase 14,06% 10,77% 21,85% 6,91% 25,69%MUL : Durjo Kapasitas terpasang 400.000 400.000 400.000 400.000 400.000Kapasitas terpakai 220.200 163.000 350.470 219.270 282.100Persentase 55,05% 40,75% 87,62% 54,82% 70,53%Total Kapasitas Terpasang 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000Total Kapasitas Terpakai 332.700 249.184 525.235 274.566 487.642Persentase 27,73% 20,77% 43,77% 22,88% 40,64%

Penerimaan Bahan Baku(Coffee Cherry)

Pelepasan Kulit dan DagingBuah (Pulping)

Pembersihan Kulit Tanduk &Kulit Ari Hulling

Klasifikasi & SortirGrading & Sorting

Pengiriman

Pengeringan

Pembersihan (Washing)

139

dengan jumlah produksi selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut :

(kg) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006KE Tugusari 112.500 86.184 174.765 55.296 205.542MUL Durjo 220.200 163.000 350.470 219.270 282.100 Jumlah 332.700 249.184 525.235 274.566 487.642

Berikut ini adalah nilai dan volume penjualan kopi Perseroan selama 5 tahun terakhir :

Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Nilai (jutaan Rupiah) 4.926 9.198 7.494 5.518 7.762Volume (kg) 303.583 404.668 333.180 303.255 400.635

Pengendalian Mutu (Quality Control)

Untuk menjaga kualitas produk-produk yang dihasilkannya, Perseroan melakukan pengawasan dan pengendalian dengan melakukan sortir setelah proses produksi dilaksanakan. Perseroan juga memiliki fasilitas laboratorium untuk memeriksa mutu produk.

Saat ini, Perseroan sedang dalam proses pendaftaran sertifikasi ISO 9000.

4. Pemasaran dan Penjualan

Sistem Pemasaran dan Penjualan

Pemasaran seluruh komoditi yang dihasilkan oleh Perseroan dilaksanakan dengan cara penjualan bebas, kecuali untuk produk CPO yang dijual dengan sistem tender.

Secara khusus, untuk produk karet, Perseroan melakukan penjualan bebas dengan rata-rata forward sales untuk 3 (tiga) bulan ke depan sejumlah 75% dari estimasi produk bulanan. Sisanya dijual secara spot, sesuai dengan persediaan yang ada pada bulan yang bersangkutan.

Untuk produk CPO, Perseroan melakukan penjualan dengan metode tender, untuk volume antara 1.000 – 3.000 ton setiap kali tender. Umumnya, Perseroan akan mengundang calon-calon pembeli yang telah terbiasa untuk mengangkut secara FOB dari pelabuhan Satui, Kalimantan Selatan. Untuk produk palm kernel dijual oleh Perseroan dengan penjualan bebas dan kondisi harga franco di gudang pembeli.

Penjualan biji kopi khusus untuk Grade-1 Robusta jenis Large dan Medium, dilakukan oleh Perseroan dengan sistem C&F (cost and freight), secara forward sales, yang disesuaikan untuk pengiriman setelah masa panen selesai. Sedangkan untuk produk dengan jenis lainnya dijual dengan penjualan bebas di pasar domestik.

Penjualan pucuk teh oleh Perseroan hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik teh dengan sistem kontrak jangka panjang.

Penetapan Harga

Perseroan menetapkan harga berdasarkan harga pasar internasional. Untuk produk karet, Perseroan menggunakan patokan harga dari Singapore Commodity Exchange (SICOM), Tokyo Exchange Commodity (TOCOM), serta kondisi pasar karet secara umum. Untuk produk CPO dan inti sawit, Perseroan menggunakan patokan harga dari Bursa Malaysia, Tender Astra dan PTPN. Sedangkan untuk harga kopi, Perseroan menggunakan acuan harga dari Bursa Malaysia dan Bursa New York.

140

Konsumen

Produk Perseroan di pasar merupakan salah satu produk yang berkualitas dan telah dikenal oleh para pelanggannya. Penjualan produk dilakukan melalui pedagang-pedagang besar domestik dan internasional yang merupakan pihak ketiga. Untuk pasar lokal, pelanggan Perseroan adalah para pedagang karet, pabrik ban serta industri sepatu kecil dan menengah di wilayah Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang dan Surabaya. Sedangkan untuk pasar ekspor, pelanggan Perseroan merupakan pedagang karet di wilayah Jepang, China, Hongkong, Singapura, Amerika Serikat, Kanada, Eropa dan Rusia.

Selama tahun 2010, penjualan Perseroan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih adalah kepada PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk sebesar Rp106.110 juta (25,67% dari total penjualan) dan PT Sarana Karindo sebesar Rp46.375 juta (11,22% dari total penjualan). Pada tahun 2010, penjualan kepada pihak lokal adalah sebesar Rp379.840 juta atau 91,87% dari total penjualan.

Berikut ini perkembangan jumlah pelanggan Perseroan selama 3 (tiga) tahun terakhir :

Keterangan 2010 2009 2008Karet 27 25 25CPO 6 5 5Kopi 6 6 6Teh 9 9 7

Berikut ini adalah data penjualan Perseroan dan anak perusahaan selama 5 (lima) tahun terakhir :

Jenis Pendapatan 2010 2009 2008 2007 2006Karet : Pendapatan (juta Rp) 247.087 152.927 220.241 134.270 125.282 Volume (kg) 8.392.439 8.485.410 8.001.083 7.605.093 6.410.053Tandan buah segar : Pendapatan (juta Rp) - - 46.550 21.208 10.374 Volume (kg) - - 31.835.012 22.481.034 17.842.540CPO : Pendapatan (juta Rp) 137.377 182.292 18.070 - - Volume (kg) 19.761.810 30.355.080 4.036.390 - -Biji sawit : Pendapatan (juta Rp) 14.530 13.701 966 - - Volume 4.029.160 6.120.782 525.720 - -Teh : Pendapatan (juta Rp) 5.809 5.297 6.151 5.110 4.393 Volume (kg) 4.318.061 4.158.419 5.063.438 3.215.372 3.210.428Kopi : Pendapatan (juta Rp) 4.926 9.198 7.494 5.518 7.762 Volume (kg) 303.583 404.668 333.180 303.255 400.635Kakao (juta Rp) 392 859 571 975 325Lain-lain (juta Rp) 3.311 5.429 1.498 - -Total (juta Rp) 413.432 369.703 301.541 167.081 148.136

5. Prospek Usaha

Karet

Konsumsi

Komoditas karet alam dunia dikategorikan menjadi tiga kategori utama, yaitu Liquid Rubber berupa Lateks Pekat, VGR (Visually Graded Rubber) dengan produk diantaranya RSS (Ribbed Smoked Sheet) serta TSR (Technically Specified Rubber) yang di Indonesia berskema SIR (Standard Indonesia Rubber).

Sistem grading untuk VGR didasarkan kepada pengelompokan kelas kualitas berdasarkan pengamatan visual dengan berpedoman kepada Green Book Rubber. Sedangkan skema kualitas TSR didasarkan kepada ketetapan SNI Rubber melalui penerapan teknis laboratorium.Pemakaian RSS dan TSR terbesar adalah sebagai bahan baku ban kendaraan bermotor, yang merupakan salah satu suku cadang kendaraan bermotor yang sangat penting. Dengan semakin tingginya mobilitas

141

manusia, maka konsumsi ban diperkirakan akan juga meningkat, disamping kebutuhan suku cadang mobil lainnya yang berbahan dasar karet alam, seperti flexible hub, hose serta aksesoris lainnya. Seiring dengan hal tersebut, maka karet alam sebagai salah satu bahan baku pembuatan ban serta suku cadang kendaraan lainnya juga mengalami permintaan yang terus meningkat.

Bertambahnya populasi dunia membutuhkan lebih banyak alas kaki berupa sepatu dan sandal yang berbahan dasar karet (sol sepatu), terutama alas kaki jenis olah raga dan casual. Industri lainnya yang juga membutuhkan cukup banyak karet alam, karena keunikan sifatnya, diantaranya adalah industri kasur busa, peralatan kedokteran dan perbengkelan.

Berdasarkan data dari International Rubber Study Group, konsumsi karet alam dunia dalam ribuan ton selama tahun 2008 hingga 2010 adalah sebagai berikut :

Compounded annual growth rate (CAGR) dari konsumsi karet alam dunia selama tahun 2008 hingga 2010 sekitar 1,7%.

Negara yang memiliki konsumsi produk karet alam yang terbesar di dunia adalah China dengan compounded annual growth rate (CAGR) atas konsumsinya sejak 2007 hingga 2010 sebesar 9,4%. Konsumsi karet untuk pasar domestik Indonesia meskipun secara nominal jumlah konsumsinya tidak terlalu besar, namun mengalami CAGR yang relatif tinggi pada tahun 2007 hingga 2010 yaitu sebesar 3,9%, dibandingkan dengan negara-negara lainnya seperti India dan Malaysia, masing-masing dengan CAGR 3,8% dan 2,2%.

Berikut ini adalah perkembangan konsumsi karet alam untuk China, India, Malaysia dan Indonesia selama tahun 2007 hingga 2010 (dalam ribuan ton) :

Sumber : Natural Rubber Trends & Statistics Volume 2 No. 12 December 2010, Association of Natural Rubber Producing Countries

Sumber : The World Rubber Industry : Review and Prospects to 2019, International Rubber Study Group

10.088

2008 2009 2010

9.647

10.436

2.750

851 881 905 951

439480470 422450 469 414391

2007

2.984 2.937

2.271

1.126

2.637

3.137 3.0562.755

1.200

3.090 3.164 3.0722.843

970

690845

2.440

857820

647

2.751

1.072

643881

548811

1.284

538

853

2.066

1.169

573 541772743

2008 2009 2010

2.7403.040

3.600

China India Malaysia Indonesia

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Thailand Indonesia China Malaysia India

142

Kebutuhan China yang sangat besar tersebut, tidak dapat didukung sepenuhnya oleh produksi karet alam dalam negeri China. Produsen karet alam terbesar di dunia adalah Thailand dan Indonesia.

Produksi

Berikut ini grafik jumlah produksi dalam ribuan ton selama tahun 2004 hingga 2010, untuk beberapa negara produsen karet alam besar :

Sumber : Natural Rubber Trends & Statistics Volume 2 No. 12 December 2010, Association of Natural Rubber Producing Countries

Meskipun Thailand memiliki kemampuan untuk menghasilkan jumlah produksi yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia, namun dalam pertumbuhannya, Indonesia memiliki CAGR yang cukup tinggi. Selama tahun 2004 hingga 2010, CAGR produksi karet alam Thailand adalah sebesar 0,5% sedangkan Indonesia memiliki CAGR sebesar 5,5%.

Dari segi lahan karet yang dimiliki, Indonesia merupakan negara terbesar yang memiliki lahan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan karet. Namun jumlah lahan yang telah menghasilkan produk karet belum mengalami pertumbuhan pada tahun 2008 dan 2009.

Sumber : Natural Rubber Trends & Statistics Volume 2 No. 12 December 2010, Association of Natural Rubber Producing Countries

Pemakaian karet alam di China, India dan Malaysia, yang menyerap 48% pemakaian global, diperkirakan akan meningkat pada tahun ini. Serapan di China (pemakai terbesar) diperkirakan meningkat 9,1% menjadi 3,6 juta ton, India meningkat 5% menjadi 991 ribu ton dan Malaysia meningkat 7% menjadi 490 ribu ton (sumber : Bulletin Association of Natural Rubber Producing Countries - ANRPC).

Pasokan karet alam dunia pada tahun ini diperkirakan akan meningkat 5%, lebih rendah dari target yang diperkirakan sebelumnya, yaitu 8%. Hal ini disebabkan karena terjadinya eksploitasi berlebih pada tahun sebelumnya sehubungan dengan meningkatnya harga karet alam dunia sepanjang tahun 2010.

2.750

851 881 905 951

439480470 422450 469 414391

2007

2.984 2.937

2.271

1.126

2.637

3.137 3.0562.755

1.200

3.090 3.164 3.0722.843

970

690845

2.440

857820

647

2.751

1.072

643881

548811

1.284

538

853

2.066

1.169

573 541772743

2008 2009 2010

2.7403.040

3.600

China India Malaysia Indonesia

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Thailand Indonesia China Malaysia India

3.262

2.462

2004 2005

Indonesia - total area Indonesia - lahan kebun

2006 2007 2008 2009

3.279

2.634 2.726 2.776

3.346 3.414

2.769

3.424 3.435

2.709

SIC

OM

- U

S C

ENT

/ KG

SICOM - RSS3

SICOM - TSR20

Jan‘08

700

600

500

400

300

200

100

0July‘08

Jan‘09

July‘09

Jan‘10

Jan‘11

July‘10

143

Penilaian yang dilakukan oleh ANRPC menyatakan bahwa akan terjadi peningkatan pasokan sebanyak 4,8% di tahun 2011, 5,2% di tahun 2012, 6,3% di tahun 2013, 7,0% di tahun 2014 dan 7,5% di th. 2015.

Mencermati pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor serta potensi peningkatan yang semakin membesar di China dan India, tidak ada satu lembaga pun yang dapat memperkirakan terjadinya penurunan kebutuhan akan karet alam.

Harga

Harga karet alam mengalami fluktuasi berdasarkan pasokan yang ada dan kebutuhan komoditas tersebut. Umumnya, patokan harga jual beli menggunakan harga pasar internasional yang tersedia di bursa-bursa komoditas seperti Singapore Commodity Exchange atau Tokyo Commodity Exchange. Berdasarkan data dari International Rubber Study Group, perkembangan harga karet alam (USD/ton) di Singapore Commodity Exchange dalam periode kuartal 2 2006 hingga kuartal 1 2011 adalah sebagai berikut :

Sumber : SICOM

Kelapa Sawit

Konsumsi

Kelapa sawit merupakan bahan baku utama untuk pembuatan crude palm oil (CPO) yang diolah melalui proses penyulingan. Hasilnya dapat digunakan untuk berbagai bahan dasar pembuatan produk makanan seperti minyak goreng, lemak nabati, margarin dan es krim, serta produk-produk konsumsi lainnya seperti sabun, deterjen dan kosmetika, juga bahan pendukung dalam industri pemrosesan logam, plastik, tekstil, dan lain-lain. Kegunaannya yang sangat beragam menyebabkan kelapa sawit menjadi salah satu komoditas yang penting.

Konsumsi minyak sawit di dunia meningkat dengan CAGR sebesar 7,2% per tahun untuk periode tahun Oktober – September di tahun-tahun 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010. Saat ini China merupakan negara konsumen minyak sawit terbesar di dunia.

Sumber : Oil World, 28 January 2011

3.262

2.462

2004 2005

Indonesia - total area Indonesia - lahan kebun

2006 2007 2008 2009

3.279

2.634 2.726 2.776

3.346 3.414

2.769

3.424 3.435

2.709

SIC

OM

- U

S C

ENT

/ KG

SICOM - RSS3

SICOM - TSR20

Jan‘08

700

600

500

400

300

200

100

0July‘08

Jan‘09

July‘09

Jan‘10

Jan‘11

July‘10

2006/2007

37,3341,08

44,64 45,98

2007/2008 2008/2009 2009/2010

144

Produksi

Total produksi CPO dunia selama tahun 2008 hingga 2010 meningkat seiring dengan tingginya kebutuhan dunia. Peningkatan tersebut disebabkan oleh semakin banyaknya areal perkebunan, meskipun hasil ton per hektar pada tahun 2010 menurun. Berikut ini tabel produksi, hasil kebun dan area tanaman menghasilkan di dunia selama tahun 2008 hingga 2010 :

Keterangan 2008 2009 2010Produksi (juta ton) 43,43 45,10 45,54Hasil (ton/ha) 3,78 3,72 3,57Luas area (ha) 11,48 12,14 12,75Sumber : Oil World, 28 January 2011

Dua negara penghasil CPO terbesar di dunia adalah Indonesia dan Malaysia. Berikut ini adalah data produksi, hasil ton per hektar serta luas area tanaman menghasilkan dari kedua negara tersebut :

Keterangan 2008 2009 2010Indonesia : Produksi (juta ton) 19,23 21,00 21,80 Hasil (ton/ha) 3,90 3,91 3,80 Luas area (ha) 4,98 5,37 5,73Malaysia : Produksi (juta ton) 17,73 17,57 16,99 Hasil (ton/ha) 4,55 4,39 4,17 Luas area (ha) 3,90 4,00 4,07Sumber : Oil World, 28 January 2011

Harga

Harga CPO cenderung berfluktuasi dan dipengaruhi terutama oleh tingkat permintaan dan pasokan dunia. Tingkat permintaan dipengaruhi oleh faktor-faktor permintaan dari produk-produk akhir yang menggunakan CPO. Selain itu, harga CPO juga dipengaruhi oleh tingkat pasokan dan permintaan jenis minyak nabati lainnya, terutama minyak kedelai, yang merupakan produk substitusi dari CPO.

Tabel berikut menyajikan perkembangan harga rata-rata bulanan CPO dalam dolar Amerika Serikat per metrik ton di bursa komoditas Rotterdam :

Sumber : Bloomberg

6. Rencana dan Strategi Usaha

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan melakukan hal-hal sebagai berikut :- Senantiasa menjaga kualitas produk hasil perkebunan dan produksi, yang ditentukan berdasarkan

standar nasional dan internasional, serta meningkatkan produktivitas tanaman;- Menjaga hubungan baik dengan pelanggan dengan cara memberikan harga penjualan yang kompetitif

dengan tetap mengacu kepada harga komoditas yang berlaku di pasar internasional, serta melakukan pengiriman produk sesuai kontrak penjualan tepat pada waktunya;

CPO Price (US$/Mt)

Jan-06

1600

1400

1200

1000

800

600

400

200

0

Jan-07 Jan-08 Jan-09 Jan-10 Jan-11

145

- Perseroan tetap akan konsisten melaksanakan dan mengembangkan kegiatan usaha di bidang perkebunan dan pengolahan hasil-hasil kebun, terutama dengan fokus pada karet dan kelapa sawit;

- Perseroan berencana untuk terus mengembangkan areal kebun yang dimilikinya baik dengan memanfaatkan lahan cadangan yang dimilikinya saat ini, maupun dengan mengakuisisi lahan-lahan lain yang berpotensi;

- Rencana pembangunan pabrik kelapa sawit dan crumb rubber yang ada saat ini untuk meningkatkan kapasitas pengolahan secara keseluruhan;

- Perseroan melakukan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan pelabuhan CPO;- Perseroan senantiasa melakukan program-program sosial dan kemasyarakatan sebagai tanggung

jawab sosialnya terhadap masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup di sekitar perkebunan dan pabrik pengolahan Grup JAW.

Apabila produksi Perseroan telah mencapai kapasitas terpasang, Perseroan berencana untuk melakukan penambahan shift kerja atau menambah/mengganti sarana olah dengan kapasitas lebih besar.

7. Analisa Mengenai Dampak Lingkungan

Berikut ini adalah izin-izin lingkungan yang dimiliki oleh Grup JAW :

No. Jenis Izin Instansi Yang Mengeluarkan Nomor Izin Tanggal Izin Lingkungan Dikeluarkan1. Persetujuan RKL-RPL Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, 01 Tahun 2008 21 Januari 2008 Pariwisata dan Budaya Pemerintah Kabupaten Barito Kuala 2. Persetujuan ANDAL Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, 01 Tahun 2008 21 Januari 2008 Pariwisata dan Budaya Pemerintah Kabupaten Barito Kuala 3. Surat Rekomendasi Badan Lingkungan Hidup Kabupaten 660.1/120.A-BLH/2007 25 Mei 2007 UKL-UPL Sukabumi4. Surat Rekomendasi Kantor Pengelolaan Lingkungan Hidup 660/Rek.001KPLH/III/2011 3 Maret 2011 UKL-UPL Kabupaten Lebak 5. Persetujuan DPPL Badan Lingkungan Hidup Pemerintah No.660.1/179/29/2009 8 April 2009 Kabupaten Cilacap 6. Persetujuan UKL-UPL Kantor Pengelolaan Lingkungan 660/Rek.002 – KPLH / 3 Maret 2011 Hidup Lebak III / 2011 7. Persetujuan PEL Departemen Pertanian RC/220/468/B/III/1994 17 Maret 19948. Persetujuan RKL/RPL Departemen Pertanian Badan Agribisnis 021/RKL-RPL/BA/I/1996 31 Januari 19969. Persetujuan PEL Departemen Pertanian Badan Agribisnis 121/PEL/RKLRPL/BA/ 20 November 1995 XI/1995 10. Persetujuan RKL/RPL Departemen Pertanian Badan Agribisnis 121/PEL/RKL.RPL/BA/ 20 November 1995 XI/1995 11. Persetujuan PEL Departemen Pertanian RC.220/1618/B/IX/1993 10 September 199312. Persetujuan UKL-UPL Pemerintah Kabupaten Sukabumi 660.1/271-BLH/2006 20 Oktober 2006 Badan Lingkungan Hidup 13. Persetujuan PEL Departemen Pertanian RC/220/468/B/III/1994 17 Maret 199414. Persetujuan RKL/RPL Departemen Pertanian Badan Agribisnis 012/RKL.RPL/BA/I/1996 30 Januari 199615. Persetujuan UKL-UPL Kepala Kantor Lingkungan Hidup 660/225-AMDAL/KLH/08 14 Januari 2008 Kabupaten Tanah Laut 16. Persetujuan ANDAL, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan 188.44/0425.A/KUM/2007 26 November 2007 RKL-RPL 17. Persetujuan ANDAL, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan 188.44/063/KUM/2009 12 Februari 2009 RKL-RPL 18. Persetujuan UKL-UPL Pemerintah Kabupaten Jember – 660.1/283/35.09.512/2010 19 April 2010 Kantor Lingkungan Hidup 19. Dokumen UKL-UPL Kantor Lingkungan Hidup 660/237/KLH 28 April 2010 Kabupaten Kenda 20. Rekomendasi Kelayakan Kantor Pengelolaan Lingkungan Hidup 660/82-KPLH/III/2010 3 Maret 2010 Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak Kegiatan Perkebunan dan Pengolahan Karet

146

Berikut ini adalah penjelasan mengenai limbah yang dikeluarkan dalam pengolahan hasil kebun :

Komoditi Karet (Karet Lembaran dan Karet Remah)

Jenis limbah yang dikeluarkan merupakan limbah cair yang berasal dari air untuk membantu proses pengolahan dan pencucian alat. Penanganan limbah dilakukan dengan pembuatan bak penyaring (rubber trap), kolam-kolam pengendap (sedimen pond), pemanfaatan bakteri pengurai (aerob/unaerob), kolam aerasi dan kolam control (kolam ikan). Setelah sesuai dengan baku mutu, air dikeluarkan untuk dibuang ke sungai.

Berikut ini adalah hasil pengujian limbah yang dilakukan oleh pihak ketiga :

1. Pengujian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Pengakit Menular Yogyakarta atas limbah cair PT Banjoemas Landen berdasarkan laporan tertanggal 21 Januari 2011

No. Parameter Satuan Hasil Uji Golongan Baku Mutu Air Limbah

(Ambang Batas) Inlet Outlet I II1 Temperatur 0C 28 28 38 382 TDS mg/l 328 295 2000 40003 ISS mg/l 89 24 100 2004 pH - 6,8 7,6 6,0 – 9,05 Amonia Bebas mg/l 0,5591 1,3670 1 56 BOD mg/l 200,1 30,1 50 1007 COD mg/l 404 88 100 250

2. Laboratorium Kesehatan Daerah, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap atas limbah cair Perkebunan Ciseru, Cipari berdasarkan laporan tertanggal 16 Maret 2011

No. Parameter Satuan Hasil Uji Kadar (Ambang Batas)

Minimum Maksimum1 Temperatur 0C 27,3 38 382 Jumlah zat padat terlarut mg/l 471 2000 40003 Jumlah zat padat tersuspensi mg/l 132 100 2005 pH mg/l 7,03 6 – 9 6 – 96 Besi terlarut mg/l 1,00 5 107 Mangan terlarut mg/l 0,516 2 58 Barium mg/l - 2 39 Tembaga mg/l 0,70 2 310 Seng mg/l - 5 1011 Krom heksavalen mg/l 0,180 0,1 0,512 Krom total mg/l - 0,5 113 Cadnium mg/l - 0,05 0,1014 Raksa mg/l - 0,002 0,00515 Timbal mg/l - 0,1 116 Timah mg/l - 2 317 Arsen mg/l - 0,1 0,518 Selenium mg/l - 0,05 0,0519 Nikel mg/l - 0,2 0,520 Kobalt mg/l - 0,1 121 Amonia bebas mg/l 1,90 1 522 Nitrat mg/l 0,11 20 3023 Nitrit mg/l 0,063 1 324 Keb. Oksigen Biokimia (BOD) mg/l 60 50 10025 Keb. Oksigen Kimia (COD) mg/l 112 100 25026 Fenol mg/l - 0,5 127 Minyak nabati mg/l - 5 1028 Minyak mineral mg/l - 10 50

147

3. Laboratorium Terpadu Institut Pertanian Bogor atas limbah cair PT Kaliduren Estates, Perkebunan Tugu/Cimenteng berdasarkan laporan tertanggal 18 Oktober 2010

No. Parameter Satuan Hasil Uji Kadar (Ambang Batas)1 pH - 7,8 6 – 92 TSS mg/l 10 303 Ammonia mg/l < 0,01 0,14 BOD5 mg/l < 2 305 COD mg/l 8,00 80

4. Pengujian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Pengakit Menular Yogyakarta atas limbah cair PT Perkebunan Biting berdasarkan laporan tertanggal 1 Maret 2011

No. Parameter Satuan Hasil Uji Golongan Baku Mutu Air Limbah

(Ambang Batas) Inlet Outlet I II1 Temperatur 0C 29 29 38 382 TDS mg/l 1661 331 2000 40003 ISS mg/l 1933 12 100 2004 pH - 5,1 6,2 6,0 – 9,05 Amonia Bebas mg/l tak terdeteksi tak terdeteksi 1 56 BOD mg/l 1025,1 75,1 50 1007 COD mg/l 6935 205 100 250

Komoditi Sawit (CPO dan Inti Sawit)

Jenis limbah yang dikeluarkan adalah limbah cair dan limbah padat. Limbah cair berasal dari air untuk membantu proses pengolahan dan pencucian alat, sedangkan limbah padat berasal dari padatan tandan kosong dan kerak hasil pembakaran di boiler.

Penanganan limbah cair dilakukan dengan :1. Sistem Single Feeding (pemasukan limbah dari pabrik melalui satu saluran), mengalir ke cooling –

kolam aerob (pond 1-2-3) – kolam unaerob (pond 4-5-6) – sedimentasi (pond 7) – indikasi/control (pond 8) – keluaran.

2. Pemanfaatan limbah cair untuk aplikasi lahan, sebagai pupuk cair organik yang dapat memperbaiki unsur hara tanah dan meningkatkan kesuburan.

Penanganan limbah padat dilakukan dengan :1. Pemanfaatan tandan kosong untuk pupuk organik, yang dibawa ke kebun kelapa sawit.2. Abu kerak boiler digunakan sebagai salah satu bahan pengerasan jalan.

Berikut ini adalah hasil analisa dari Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas limbah cair PT Kintap Jaya Wattindo, berdasarkan laporan tertanggal 27 Januari 2011 :

No. Parameter Satuan Hasil Uji Kadar (Ambang Batas)1 BOD4 mg/l 63,82 1002 COD mg/l 160,2 3503 Zat padat tersuspensi mg/l 57,0 2504 Minyak dan lemak mg/l 0,0172 255 Nitrogen total mg/l 6,0872 506 pH - 7,42 6 – 97 Zat padat terlarut mg/l 679,0 -8 Ammonia bebas mg/l 2,7297 -

148

Komoditi Kopi

Jenis limbah yang dikeluarkan adalah limbah cair dan limbah padat. Limbah cair berasal dari air untuk membantu proses pengolahan dan pencucian alat, sedangkan limbah padat berasal dari padatan kulit dan daging buah kopi.

Penanganan limbah cair dilakukan dengan :1. Membuat instalasi limbah berupa pembuatan bak penyaring, memisahkan padatan dengan cairan.2. Memanfaatkan limbah cair untuk aplikasi lahan, sebagai pupuk cair organik yang dapat memperbaiki

unsur hara tanah dan meningkatkan kesuburan.

Penanganan limbah padat dilakukan dengan memanfaatkan kulit dan daging buah kopi sebagai pupuk organik di perkebunan.

Pada dasarnya limbah kopi seluruhnya merupakan bahan murni organik, sehingga tidak mengandung pencemaran.

149

BAB X. EKUITAS

Tabel berikut di bawah ini menggambarkan posisi ekuitas Perseroan dan Anak Perusahaan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit KAP Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang (anggota dari BKR International), kesemuanya dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.

(dalam jutaan Rupiah)

Uraian 31 Desember

2010 2009 2008 2007 2006Modal ditempatkan dan disetor penuh 135.228 125.000 100.000 10.000 10.000Tambahan modal disetor - 10.150 22.850 102.150 30.800Saldo laba 209.598 129.484 85.987 58.156 47.943Jumlah Ekuitas 344.826 264.634 208.837 170.306 88.743

Perseroan melakukan perubahan struktur permodalan setelah tanggal laporan keuangan, yaitu 31 Desember 2010 sebagai berikut :

Berdasarkan Akta No. 09/2011, Perseroan telah melakukan peningkatan Modal Dasar, Ditempatkan dan Modal Disetor Perseroan dan melakukan rekapitalisasi laba ditahan (dividen saham) sebesar Rp129.000 juta atau sejumlah 322.500 saham yang dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham serta mengubah nilai nominal saham dari Rp 400.000 menjadi Rp 100 per saham, yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0014621.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011. Berdasarkan Akta No. 09/2011, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp100,- per saham Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100Saham dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000

Apabila seluruh Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini telah dilaksanakan seluruhnya menjadi saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010, maka struktur ekuitas Perseroan secara proforma adalah sebagai berikut:

150

(dalam jutaan Rupiah) Uraian Modal Ditempatkan Tambahan Saldo Jumlah dan Disetor Modal Disetor Laba EkuitasPosisi ekuitas menurut laporan keuangan konsolidasi pada tanggal 31 Desember 2010 135.228 - 209.598 344.826Perubahan ekuitas setelah tanggal 31 Desember 2010 jika diasumsikan telah terjadi pada tanggal tersebut : - Rekapitalisasi saldo laba sebesar Rp129.000.000.000,- 129.000 - (129.000) - (seratus dua puluh sembilan miliar Rupiah) - Perubahan nilai nominal saham dari sebesar - - - - Rp400.000,- per saham menjadi Rp100,- per saham - Penawaran umum sebesar 1.132.405.500 113.241 452.962 - 566.203 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan harga penawaran Rp500,- per saham Posisi ekuitas menurut laporan keuangan konsolidasi per tanggal 31 Desember 2010 setelah Penawaran Umum kepada pemegang saham dilaksanakan 377.469 452.962 80.598 911.029

151

BAB XI. PERPAJAKAN

Pajak Penghasilan atas dividen saham dikenakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Berdasarkan Pasal 4 ayat 3 huruf f Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (berlaku efektif 1 Januari 2009), penerima dividen atau pembagian keuntungan yang diterima oleh Perseroan Terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri, koperasi, yayasan, atau organisasi yang sejenis atau Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia juga tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan sepanjang seluruh syarat-syarat di bawah ini terpenuhi :• Dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan; dan• Bagi Perseroan Terbatas, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah yang menerima

dividen, kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. SE-06/PJ.4/1997 tanggal 20 Juni 1997 perihal Pelaksanaan Pemungutan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek, ditetapkan sebagai berikut :• Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi dan badan dari transaksi penjualan

saham di Bursa Efek dipungut Pajak Penghasilan sebesar 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi dan bersifat final.

Pembayaran dilakukan dengan cara pemotongan oleh penyelenggara Bursa Efek melalui perantara pedagang efek pada saat pelunasan transaksi penjualan saham;

• Pemilik saham pendiri dikenakan tambahan Pajak Penghasilan sebesar 0,5% dari nilai saham perusahaan pada saat Penawaran Umum;

• Pemilik saham pendiri diberikan kemudahan untuk memenuhi kewajiban pajaknya berdasarkan perhitungan sendiri sesuai ketentuan di atas. Dalam hal ini, pemilik saham pendiri untuk kepentingan perpajakan dapat menghitung final atas dasar anggapan sendiri bahwa sudah ada penghasilan. Penyetoran tambahan Pajak Penghasilan dilakukan oleh Perseroan atas nama pemilik saham pendiri dalam jangka waktu selambat-lambatnya 1 bulan setelah saham diperdagangkan di Bursa Efek. Namun apabila pemilik saham pendiri tidak memanfaatkan kemudahan tersebut, maka penghitungan Pajak Penghasilannya dilakukan berdasarkan tarif Pajak Penghasilan yang berlaku umum sesuai dengan Pasal 17 Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan Atas Dividen Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri, penghasilan berupa dividen yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dikenai Pajak Penghasilan sebesar 10% dari jumlah bruto dan bersifat final.

Dividen yang dibayarkan kepada Wajib Pajak Dalam Negeri (termasuk Bentuk Usaha Tetap) yang tidak memenuhi ketentuan Pasal 4 ayat 3 huruf f Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 di atas dikenakan pemotongan PPh pasal 23 sebesar 15% dari jumlah bruto sebagaimana diatur dalam Pasal 23 ayat 1 dan 1(a) Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, dan apabila Wajib Pajak tersebut tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi 100% atau sebesar 30% dari penerimaan brutonya.

152

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. PMK 234/PMK.03/2009 tanggal 29 Desember 2009 tentang Bidang Penanaman Modal Tertentu Yang Memberikan Penghasilan Kepada Dana Pensiun Yang Dikecualikan Sebagai Objek Pajak Penghasilan, maka penghasilan Yayasan Dana Pensiun yang disetujui Menteri Keuangan RI tidak termasuk Objek Pajak dari PPh, apabila penghasilan tersebut diterima atau diperoleh dari penanaman antara lain dalam efek yang diperdagangkan pada Bursa Efek di Indonesia.Dividen yang dibayarkan kepada Wajib Pajak Luar Negeri akan dikenakan tarif 20% atau tarif yang lebih rendah dalam hal pembayaran dilakukan kepada mereka yang merupakan penduduk dari suatu Negara yang telah menandatangani suatu Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dengan Indonesia, dengan memenuhi Pasal 26 Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.

Agar Wajib Pajak Luar Negeri tersebut dapat menikmati tarif sesuai P3B, maka sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal pajak No. PER-24/PJ/2010 tanggal 30 April 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-61/PJ/2009 tentang Tata Cara Penerapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda, Wajib Pajak Luar Negeri diwajibkan untuk melampirkan Surat Keterangan Domisili / Certificate of Domicile of Non Resident for Indonesia Tax Withholding yaitu :1. Form-DGT 1 untuk selain WPLN nomor 2.2. Form-DGT 2 untuk bank dan WPLN yang menerima atau memperoleh penghasilan melalui kustodian

sehubungan dengan penghasilan dari transaksi pengalihan saham atau obligasi yang diperdagangkan atau dilaporkan di pasar modal di Indonesia selain bunga dan dividen serta WPLN yang berbentuk dana pensiun yang pendiriannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di negara mitra dan merupakan subjek pajak di negara mitra.

3. Form SKD yang lazim diterbitkan oleh negara mitra dalam hal Competent Authority di negara mitra tidak berkenan menandatangani Form DGT-1 / DGT-2.

Form SKD tersebut diterbitkan menggunakan Bahasa Inggris. Form DGT-1/DGT-2 cukup ditandatangani WPLN yang merupakan lampiran Form SKD Negara Mitra.

Disamping persyaratan Form-DGT1 atau Form DGT-2 atau Form SKD Negara Mitra maka sesuai dengan PER-25/PJ/2010 tanggal 30 April 2010 tentang Perubahan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-62/PJ/2009 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda maka WPLN wajib memenuhi persyaratan Beneficial Owner.

CALON PEMBELI SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM PERDANA INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG MUNGKIN TIMBUL DARI PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN SAHAM YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM PERDANA INI.

153

BAB XII. KEBIJAKAN DIVIDEN

Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan Anggaran Dasar Perseroan, laba bersih setelah pajak Perseroan dapat dibagikan kepada Pemegang Saham sebagai dividen setelah penyisihan dana cadangan wajib yang dipersyaratkan undang-undang. Pembagian dividen harus disetujui oleh Pemegang Saham melalui keputusan RUPS Tahunan berdasarkan rekomendasi Perseroan.

Manajemen Perseroan merencanakan kebijakan pembagian dividen tunai maksimum 30% (tiga puluh persen) dari laba bersih setelah pajak Perseroan untuk setiap tahunnya. Perseroan berencana untuk membagikan dividen setidaknya setahun kecuali diputuskan lain dalam RUPS, dimulai dengan tahun buku 2011 yang akan dibayarkan pada tahun 2012.

Direksi Perseroan akan membayarkan dividen, dengan persetujuan para pemegang saham dalam RUPS.

Perseroan tidak memiliki negative covenant yang dapat mempengaruhi rencana pembagian dividen kepada pemegang saham.

Berdasarkan beberapa perjanjian dengan beberapa bank, tidak terdapat pembatasan pembagian dividen.

154

BAB XIII. PENJAMINAN EMISI EFEK

1. Keterangan Tentang Penjaminan Emisi Efek

Sesuai dengan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan No. 39 tanggal 22 Maret 2011 sebagaimana diubah dengan Akta Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan No. 40 tanggal 16 Mei 2011 keduanya dibuat di hadapan Yulia, SH, di Jakarta, para Penjamin Emisi Efek yang namanya disebut di bawah ini, secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri, menyetujui sepenuhnya untuk menawarkan dan menjual Saham Yang Ditawarkan Perseroan kepada masyarakat sesuai bagian penjaminannya masing-masing dengan kesanggupan penuh (full commitment) dan mengikatkan diri untuk membeli Saham Yang Ditawarkan yang tidak habis terjual pada tanggal penutupan Masa Penawaran.

Selanjutnya para Penjamin Emisi Efek yang ikut serta dalam penjaminan emisi saham Perseroan telah sepakat untuk melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan Peraturan IX.A.7.

Adapun susunan dan jumlah porsi penjaminan serta persentase dari anggota sindikasi Penjaminan Emisi Efek dalam Penawaran Umum Perdana Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Porsi Penjaminan Saham Persentase (%)Penjamin Pelaksana Emisi Efek: 1. PT Mandiri Sekuritas 564.703.000 49,87% 2. PT OSK Nusadana Securities Indonesia 564.702.500 49,87% Penjamin Emisi Efek 1. PT Buana Capital 300.000 0,026%2. PT Ciptadana Securities 300.000 0,026%3. PT Dinamika Usaha Jaya 300.000 0,026%4. PT Lautandhana Securindo 300.000 0,026%5. PT NISP Sekuritas 300.000 0,026%6. PT Reliance Securities Tbk. 300.000 0,026%7. PT Sinarmas Sekuritas 300.000 0,026%8. PT Valbury Asia Securities 300.000 0,026%9. PT Woori Korindo Securities Indonesia 300.000 0,026%10. PT Yulie Sekurindo Tbk. 300.000 0,026%Total 1.132.405.500 100,00%

Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek dengan tegas menyatakan tidak terafiliasi dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana definisi Afiliasi dalam UUPM. Yang dimaksud dengan pihak Afiliasi dalam UUPM adalah sebagai berikut :

a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

b. Hubungan antara para pihak dengan pegawai, Direktur atau Komisaris dari pihak tersebut;c. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan di mana terdapat satu atau lebih anggota Direksi atau Dewan

Komisaris yang sama;d. Hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan

atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; e. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung,

oleh pihak yang sama; atau f. Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.

155

2. Penentuan Harga Penawaran Pada Pasar Perdana

Harga Penawaran untuk saham ini ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan dan negosiasi pemegang saham Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan mempertimbangkan hasil Penawaran Awal (bookbuilding).

Berdasarkan hasil Penawaran Awal (bookbuilding) jumlah permintaan terbanyak yang diterima oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek, berada pada kisaran harga Rp480,- hingga Rp670,- per saham. Dengan mempertimbangkan hasil Penawaran Awal tersebut di atas, maka berdasarkan kesepakatan antara Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan Perseroan ditetapkan Harga Penawaran sebesar Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham. Penentuan harga ini juga telah mempertimbangkan faktor-faktor berikut :- Kondisi pasar pada saat bookbuilding dilakukan;- Kinerja keuangan Perseroan;- Data dan informasi mengenai Perseroan, kinerja Perseroan, sejarah singkat, prospek usaha dan

keterangan mengenai industri perkebunan di Indonesia;- Penilaian terhadap manajemen Perseroan, operasi dan kinerja Perseroan, baik di masa lampau

maupun pada saat ini, serta prospek pendapatan di masa mendatang;- Status dan perkembangan terakhir dari Perseroan; dan- Mempertimbangkan kinerja saham di pasar sekunder.

Tidak dapat dijamin atau dipastikan, bahwa setelah Penawaran Umum Perdana ini, harga saham Perseroan akan terus berada di atas Harga Penawaran atau perdagangan saham Perseroan akan terus berkembang secara aktif di Bursa Efek dimana saham tersebut dicatatkan.

3. Penundaan Masa Penawaran Umum Perdana Atau Pembatalan Penawaran Umum

Dalam jangka waktu sejak Pernyataan Efektif sampai berakhirnya Masa Penawaran, Perseroan mempunyai hak untuk menunda untuk masa paling lama 3 (tiga) bulan sejak Pernyataan Efektif atau membatalkan Penawaran Umum Perdana ini berdasarkan hal-hal yang tercantum dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek beserta seluruh addendum, perubahan dan penambahannya serta dengan mengacu pada Peraturan IX.A.2.

Apabila pembatalan Penawaran Umum Perdana dilakukan sebelum Pernyataan Efektif, maka Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bapepam dan LK.

156

BAB XIV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL

Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berpartisipasi dalam rangka Penawaran Umum Perdana ini adalah sebagai berikut:

1. Akuntan Publik : KAP Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan Wisma 46 – Kota BNI Lantai 37 Jalan Jenderal Sudirman Kavling 1 Jakarta 10220 Telepon: (021) 574 2116 / 17 Faksimili: (021) 574 2118

Atas Nama : Darmenta Pinem, SE, CPA No. STTD : 15/BL/STTD-AP/2006 Tanggal STTD : 29 September 2006 Keanggotaan Asosiasi : Institut Akuntan Publik Indonesia No. Keanggotaan Asosiasi : 1365

Standar Profesi: Standar Profesional Akuntan Publik

Surat Penunjukan Kerja: Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No. KNT&R-C/00068/12/2010 tanggal 8 Desember 2010.

Tugas Pokok:Melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh IAPI. Standar tersebut mengharuskan akuntan publik untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

2. Konsultan Hukum : Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro Graha Niaga Lantai 24 Jalan Jenderal Sudirman Kavling 58 Jakarta 12190 Telepon: (021) 250 5125 / 5136 Faksimili: (021) 250 5001 / 5121 Atas Nama : Ricky Setiawan Nazir, S.H. No. STTD : 184/STTD-KH/PM/1998 Tanggal STTD : tanggal 5 Juni 1998 Keanggotaan Asosiasi : 89018

Surat Penunjukan Kerja: Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No. 1029/JAW-09001/RSN tanggal 3 November 2010.

157

Tugas Pokok:Tugas dan tanggung jawab Konsultan Hukum dalam Penawaran Umum Perdana ini, sesuai dengan Standar Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku, meliputi pemeriksaan dan penelitian atas fakta yang ada mengenai Perseroan dan keterangan lain yang berhubungan dengan itu yang disampaikan oleh Perseroan kepada Konsultan Hukum. Hasil pemeriksaan dan penelitian hukum tersebut telah dimuat dalam Laporan Hasil Uji Tuntas yang menjadi dasar dari Pendapat Dari Segi Hukum yang diberikan secara obyektif dan mandiri, serta guna meneliti informasi yang dimuat dalam Prospektus sepanjang menyangkut segi hukum, sebagaimana diharuskan dalam rangka penerapan prinsip-prinsip keterbukaan yang berhubungan dengan Penawaran Umum Perdana.

3. Perusahaan Penilai : Samsul Hadi Wahyono Adi Hendra Gunawan & Rekan Graha ENKA Jalan Jatipadang V No. 3 Pasar Minggu Jakarta 12540 Telepon: (021) 7884 3328 / 782 0045 / 782 0056 Faksimili: (021) 7884 3343

Atas Nama : Wahyono Adi No. STTD : 33/BL/STTD-P/A/2007 Tanggal STTD : 21 Agustus 2007 Ijin Penilai : P-1.09.00180 Keanggotaan Asosiasi : MAPPI No. 91-S-00179

Surat Penunjukan Kerja:Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No. 195 tanggal 16 Desember 2010.

Tugas Pokok:Tugas utama dari Kantor Jasa Penilai dalam rangka Penawaran Umum Perdana ini sesuai dengan Standar Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku, meliputi pemeriksaan secara langsung serta melakukan penilaian atas aset tetap milik dan/atau dikuasai oleh Perseroan dan anak-anak perusahaan per tanggal 31 Desember 2010. Pelaksanaan tugas penilaian untuk sampai pada opini atas Nilai Pasar untuk Penggunaan yang Ada dan Nilai Pasar sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI-2007) dan ketentuan yang berlaku.

4. Notaris : Yulia, SH

Puri Imperium Office Plaza LG– 12 Jalan Kuningan Madya Kavling 5-6 (Jl. H.R. Rasuna Said)Jakarta 12980Telepon: (021) 8378 4141 / 7071 0005Faksimili: (021) 8305 223

Atas Nama : Yulia, S.H.No. STTD : 266/PM/STTD-N/2000Tanggal STTD : 16 Oktober 2000

Pedoman Kerja:Pernyataan Undang-Undang No.30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Kode Etik Ikatan Notaris.

158

Surat Penunjukan Kerja:Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No. 182 tanggal 19 Januari 2011.

Tugas Pokok:Ruang lingkup tugas Notaris selaku profesi penunjang dalam rangka Penawaran Umum Perdana antara lain ini adalah membuat akta otentik atas:(a) Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka Penawaran

Umum Perdana.(b) Perjanjian Penjaminan Emisi Efek antara Perseroan dengan

Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Para Penjamin Emisi Efek.(c) Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham antara Perseroan dan

Biro Administrasi Efek. 5. Biro Administrasi : PT Datindo Entrycom

Belakang Wisma Diners Club AnnexJalan Jenderal Sudirman Kavling 34-35Jakarta 10220Telepon : (021) 5709009Faksimili : (021) 5709026

Atas Nama : PT Datindo EntrycomNomor perijinan BAE : Kep. 16/PM/1991Tanggal perijinan BAE : 19 April 1991

Surat Penunjukan Kerja:Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No. 198 tanggal 19 Januari 2011. Tugas Pokok:Tugas dan tanggung jawab Biro Administrasi Efek (BAE) dalam Penawaran Umum Perdana ini, sesuai dengan Standar Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku, meliputi penerimaan dan pemesanan saham berupa DPPS dan FPPS yang telah dilengkapi dengan dokumen sebagaimana disyaratkan dalam pemesanan saham dan telah mendapat persetujuan dari Penjamin Emisi sebagai pemesanan yang diajukan untuk diberikan penjatahan saham. Melakukan administrasi pemesanan saham sesuai dengan aplikasi yang tersedia pada BAE. Bersama-sama dengan Penjamin Emisi, BAE mempunyai hak untuk menolak pemesanan saham yang tidak memenuhi persyaratan pemesanan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. Dalam hal terjadinya pemesanan yang melebihi jumlah Saham Yang Ditawarkan, BAE melakukan proses penjatahan berdasarkan rumus penjatahan yang ditetapkan oleh Manajer Penjatahan, mencetak konfirmasi penjatahan dan menyiapkan laporan penjatahan. BAE juga bertanggung jawab menerbitkan Formulir Konfirmasi Penjatahan (FKP) atas nama pemesan yang mendapatkan penjatahan dan menyusun laporan Penawaran Umum sesuai peraturan yang berlaku.

Para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum ini menyatakan tidak mempunyai hubungan Afiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Perseroan sebagaimana didefinisikan dalam UUPM.

BAB XV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM

Berikut ini merupakan salinan pendapat dari segi hukum mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan Penawaran Umum Perdana, yang disusun oleh Konsultan Hukum Ali Budiarjo, Nugroho, Reksodiputro.

159

Halaman ini sengaja dikosongkan

162

163

164

165

166

167

168

169

170

171

172

173

174

175

176

177

178

179

180

181

182

183

184

185

186

187

2

Halaman ini sengaja dikosongkan

BAB XVI. LAPORAN KEUANGAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desembar 2010 dan 2009, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman kesemuanya dengan pendapat wajar tanpa pengecualian

189

Halaman ini sengaja dikosongkan

2

Halaman ini sengaja dikosongkan

PT JAYA AGRA WATTIE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT JAYA AGRA WATTIE Tbk AND ITS SUBSIDIARIESNERACA KONSOLIDASI CONSOLIDATED BALANCE SHEETS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/Notes 2010 2009 2008

ASET ASSETS

ASET LANCAR CURRENT ASSETSKas dan setara kas 2f,2g,3,24,25,26 38.011.090.998 24.056.044.789 25.851.129.313 Cash and cash equivalentsPiutang usaha 2f,2i,4,10,13,25,26 16.315.940.808 8.734.193.957 8.629.778.906 Trade receivablesPiutang lain-lain 2f,2i,25,26 4.614.038.445 7.358.035.152 3.973.290.888 Other receivablesPersediaan 2j,5,10,13 30.271.763.957 23.026.812.955 32.503.090.794 InventoriesPajak dibayar dimuka 2t 7.394.747.987 8.004.202.369 4.539.061.056 Prepaid taxUang muka dan biaya dibayar dimuka 2k 8.718.007.222 2.713.817.165 5.945.819.079 Advances and prepaid expenses

Jumlah Aset Lancar 105.325.589.417 73.893.106.387 81.442.170.036 Total Current Assets

ASET TIDAK LANCAR NONCURRENT ASSETSAset pajak tangguhan - bersih 2t,21 3.077.881.571 3.416.164.743 4.788.716.611 Deferred tax assets - netPiutang pihak hubungan istimewa 2e,2f,24,25,26 16.847.984.225 16.147.240.659 10.408.293.973 Due from related partiesPiutang plasma 2p - 1.844.551.696 - Plasma receivablesInvestasi dan uang muka investasi pada Investments in and advances to

perusahaan asosiasi 2h,6 6.961.187.795 - - associated companyInvestasi jangka panjang lainnya 2f,2h,6,25,26 3.418.575.000 3.418.575.000 6.266.910.176 Other long-term investmentsBibitan 2l 11.554.790.805 16.101.132.613 17.136.314.370 NurseriesTanaman perkebunan 2m,2r,7,10,13 Plantations

Tanaman menghasilkan - Mature plantations -setelah dikurangi akumulasi net of accumulatedpenyusutan sebesar depreciation ofRp 50.735.316.630 tahun 2010, Rp 50,735,316,630 in 2010,Rp 42.955.671.259 tahun 2009 dan Rp 42,955,671,259 in 2009 andRp 35.328.751.928 tahun 2008 166.477.130.200 152.691.028.218 103.619.161.676 Rp 35,328,751,928 in 2008

Tanaman belum menghasilkan 507.925.379.616 372.126.090.723 269.584.707.283 Immature plantationsAset tetap - setelah dikurangi Fixed assets - net of accumulated

akumulasi penyusutan depreciation ofRp 69.443.518.294 tahun 2010, Rp 69,443,518,294 in 2010,Rp 53.167.380.691 tahun 2009 dan Rp 53,167,380,691 in 2009 andRp 40.996.833.656 tahun 2008 2n,2o,8,10,13 207.472.980.170 180.748.719.531 156.418.137.787 Rp 40,996,833,656 in 2008

Uang muka pembelian aset tetap 15.133.361.500 317.250.000 3.186.566.486 Advances for the purchase of fixed assetsAset lain-lain 9 2.693.916.598 2.538.954.043 2.801.875.519 Other assets

Jumlah Aset Tidak Lancar 941.563.187.480 749.349.707.226 574.210.683.881 Total Noncurrent Assets

JUMLAH ASET 1.046.888.776.897 823.242.813.613 655.652.853.917 TOTAL ASSETS

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. which are an integral part of the consolidated financial statements.

195

PT JAYA AGRA WATTIE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT JAYA AGRA WATTIE Tbk AND ITS SUBSIDIARIESNERACA KONSOLIDASI CONSOLIDATED BALANCE SHEETS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/Notes 2010 2009 2008

LIABILITIES ANDKEWAJIBAN DAN EKUITAS STOCKHOLDERS' EQUITY

KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIESHutang bank 2f,10,25,26 53.500.000.000 56.500.000.000 56.500.000.000 Bank loansHutang usaha 2f,11,25,26 17.434.047.313 21.340.845.966 15.346.837.543 Trade payablesHutang lain-lain 2f,25,26 1.399.710.186 3.026.047.350 3.324.804.245 Other payablesHutang pajak 2t,12,21 14.618.158.704 5.476.018.612 8.029.203.475 Taxes payableBiaya masih harus dibayar 2f,25,26 15.082.633.871 15.756.195.816 13.905.571.220 Accrued expensesHutang jangka panjang jatuh tempo

dalam satu tahun Current maturity of long-term loansHutang bank 2f,13,25,26 30.157.297.090 23.501.000.000 30.787.000.000 Bank loansHutang sewa pembiayaan 2f,2o,25,26 2.400.991.341 318.260.994 923.496.980 Obligations under finance lease

Jumlah Kewajiban Lancar 134.592.838.505 125.918.368.738 128.816.913.463 Total Current Liabilities

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR NONCURRENT LIABILITIESGoodwill negatif - bersih 2d,14 31.644.640.618 33.389.353.365 - Negative goodwill - netHutang plasma 2f,2p,25,26 6.327.778.840 - - Plasma payableHutang jangka panjang - setelah dikurangi Long-term loans - net of

bagian jatuh tempo dalam satu tahun current maturitiesHutang bank 2f,13,25,26 425.876.644.375 325.937.859.228 231.037.145.089 Bank loansHutang sewa pembiayaan 2f,2o,25,26 1.830.983.385 3.797.101 336.519.453 Obligations under finance lease

Hutang pihak hubungan istimewa 2e,2f,24,25,26 307.678.034 - 119.457.509 Due to related partiesKewajiban imbalan kerja 2s,15 34.945.731.143 27.442.898.911 23.251.637.874 Employee benefits liabilityKewajiban pajak tangguhan - bersih 2t,21 22.830.830.399 14.830.199.741 4.356.216.818 Deferred tax liabilities - net

Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 523.764.286.794 401.604.108.346 259.100.976.743 Total Noncurrent Liabilities

HAK MINORITAS ATAS ASET MINORITY INTEREST IN NETBERSIH ANAK PERUSAHAAN 2d,16 43.705.938.286 31.086.323.864 58.898.214.031 ASSETS OF SUBSIDIARIES

EKUITAS STOCKHOLDERS' EQUITYModal saham - nilai nominal Rp 400.000 Capital stock - Rp 400,000

per saham par value per shareModal dasar - 750.000 saham Authorized - 750,000 sharesModal ditempatkan dan disetor penuh - Issued and fully paid -

338.070 saham tahun 2010, 338,070 shares in 2010,312.500 saham tahun 2009 dan 312,500 shares in 2009 and250.000 saham tahun 2008 17 135.228.000.000 125.000.000.000 100.000.000.000 250,000 shares in 2008

Tambahan modal disetor 17 - 10.150.000.000 22.850.000.000 Additional paid-in capitalSaldo laba 209.597.713.312 129.484.012.665 85.986.749.680 Retained earnings

Jumlah Ekuitas 344.825.713.312 264.634.012.665 208.836.749.680 Total Stockholders' Equity

TOTAL LIABILITIES ANDJUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.046.888.776.897 823.242.813.613 655.652.853.917 STOCKHOLDERS' EQUITY

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. which are an integral part of the consolidated financial statements.

196

PT JAYA AGRA WATTIE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT JAYA AGRA WATTIE Tbk AND ITS SUBSIDIARIESLAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOMEUntuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 For The Years Ended December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/Notes 2010 2009 2008

PENJUALAN BERSIH 2q,18 413.432.281.973 369.702.974.669 301.540.862.343 NET SALES

BEBAN POKOK PENJUALAN 2q,19 231.170.329.109 244.815.803.538 181.841.883.498 COST OF GOODS SOLD

LABA KOTOR 182.261.952.864 124.887.171.131 119.698.978.845 GROSS PROFIT

BEBAN USAHA 2q,20 OPERATING EXPENSESPenjualan 4.102.332.914 5.459.424.044 1.622.016.265 SellingUmum dan administrasi 28.770.506.900 27.967.173.423 25.507.788.613 General and administrative

Jumlah Beban Usaha 32.872.839.814 33.426.597.467 27.129.804.878 Total Operating Expenses

LABA USAHA 149.389.113.050 91.460.573.664 92.569.173.967 INCOME FROM OPERATIONS

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (CHARGES)Amortisasi goodwill negatif 2d,14 1.744.712.747 1.504.901.565 - Amortization of negative goodwillPenjualan produk sampingan 3.352.041.065 1.732.631.000 666.478.990 Sales of other productsKeuntungan (kerugian) kurs mata uang

asing - bersih 2v 1.022.140.129 3.368.453.865 (7.544.297.847) Gain (loss) on foreign exchange - netPenghasilan bunga dan jasa giro 388.413.426 395.876.533 1.065.764.567 Interest income and finance chargesLaba (rugi) penjualan aset tetap 2n,8 95.480.000 (252.454.880) 65.190.433 Gain (loss) on sale of fixed assetsBeban bunga 2r,10,13 (23.766.074.862) (23.949.984.153) (18.476.673.383) Interest expensePemulihan kerugian penurunan nilai Recovery from decline in value of investment

investasi saham 2h,6 - 3.926.414.824 4.237.482.848 in shares of stockLain-lain - bersih 3.504.486.788 (1.623.024.553) 988.682.715 Others - net

Beban Lain-lain - Bersih (13.658.800.707) (14.897.185.799) (18.997.371.677) Other Charges - Net

SHARE IN LOSS OF ASSOCIATEDBAGIAN RUGI PERUSAHAAN ASOSIASI 2h,6 (458.892.205) - - COMPANY

LABA SEBELUM BEBAN INCOME BEFORE INCOMEPAJAK PENGHASILAN 135.271.420.138 76.563.387.865 73.571.802.290 TAX EXPENSE

BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2t,21 INCOME TAX EXPENSEPajak kini (26.224.165.625) (11.183.864.637) (21.648.610.300) CurrentPajak tangguhan (8.338.913.830) (11.846.592.558) (1.564.527.912) Deferred

Beban Pajak - Bersih (34.563.079.455) (23.030.457.195) (23.213.138.212) Income Tax Expense - Net

INCOME BEFORE MINORITY INTERESTLABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS IN NET INCOME OF SUBSIDIARIES

LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN 100.708.340.683 53.532.930.670 50.358.664.078

HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH MINORITY INTEREST IN NETANAK PERUSAHAAN 2d,16 (20.594.640.036) (10.035.667.685) (22.527.501.336) INCOME OF SUBSIDIARIES

LABA BERSIH 80.113.700.647 43.497.262.985 27.831.162.742 NET INCOME

LABA BERSIH PER SAHAM - DASAR 2u,22 64 43 252 EARNINGS PER SHARE - BASIC

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. which are an integral part of the consolidated financial statements.

197

PT JAYA AGRA WATTIE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT JAYA AGRA WATTIE Tbk AND ITS SUBSIDIARIESLAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN STOCKHOLDERS' EQUITYUntuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 For The Years Ended December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

ModalDitempatkan danDisetor Penuh/ Tambahan

Issued and Modal Disetor/ Saldo Laba/ Jumlah Ekuitas/Catatan/ Fully Paid-in Additional Retained Total Stockholders'Notes Capital Paid-in Capital Earnings Equity

Saldo per 1 Januari 2008 10.000.000.000 102.150.000.000 58.155.586.938 170.305.586.938 Balance as of January 1, 2008

Tambahan modal disetor 17 - 10.700.000.000 - 10.700.000.000 Additional paid-in capital

Reklasifikasi tambahan modal Reclassification of additionaldisetor ke modal disetor 17 90.000.000.000 (90.000.000.000) - - paid-in capital to capital stock

Laba bersih tahun berjalan - - 27.831.162.742 27.831.162.742 Net income for the year

Saldo per 31 Desember 2008 100.000.000.000 22.850.000.000 85.986.749.680 208.836.749.680 Balance as of December 31, 2008

Tambahan modal disetor 17 - 12.300.000.000 - 12.300.000.000 Additional paid-in capital

Reklasifikasi tambahan modal Reclassification of additionaldisetor ke modal disetor 17 25.000.000.000 (25.000.000.000) - - paid-in capital to capital stock

Laba bersih tahun berjalan - - 43.497.262.985 43.497.262.985 Net income for the year

Saldo per 31 Desember 2009 125.000.000.000 10.150.000.000 129.484.012.665 264.634.012.665 Balance as of December 31, 2009

Tambahan setoran modal 17 78.000.000 - - 78.000.000 Additional paid-in capital

Reklasifikasi tambahan modal Reclassification of additionaldisetor ke modal disetor 17 10.150.000.000 (10.150.000.000) - - paid-in capital to capital stock

Laba bersih tahun berjalan - - 80.113.700.647 80.113.700.647 Net income for the year

Saldo per 31 Desember 2010 135.228.000.000 - 209.597.713.312 344.825.713.312 Balance as of December 31, 2010

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian See accompanying Notes to Consolidated Financial Statementsyang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. which are an integral part of the consolidated financial statements.

198

PT JAYA AGRA WATTIE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT JAYA AGRA WATTIE Tbk AND ITS SUBSIDIARIESLAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWSUntuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 For The Years Ended December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2009 2008(Disajikan kembali - (Disajikan kembali -

Catatan 2a/ Catatan 2a/2010 As Restated - Note 2a) As Restated - Note 2a)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIESPenerimaan kas dari pelanggan 403.465.513.133 381.587.587.261 278.297.362.710 Cash received from customersPembayaran kas kepada pemasok, Cash paid to suppliers,

karyawan dan lain-lain (237.709.747.564) (244.394.322.620) (169.208.047.254) employees and others

Kas dihasilkan dari operasi 165.755.765.569 137.193.264.641 109.089.315.455 Cash generated from operations

Pembayaran beban bunga (34.076.250.846) (27.246.483.823) (19.424.296.215) Interest paidPembayaran pajak penghasilan (17.687.118.937) (22.805.202.109) (18.294.197.273) Income tax paid

Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi 113.992.395.786 87.141.578.708 71.370.821.967 Net Cash Provided by Operating Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIESSetoran modal dan uang muka ke Capital payment and advances

perusahaan asosiasi (7.420.080.000) - - to associated companyPenerimaan bunga 388.413.426 395.876.533 1.065.764.567 Interest receivedPenambahan bibitan (7.941.874.248) (10.834.185.062) (14.221.912.805) Increase in nurseriesPenambahan tanaman belum menghasilkan (118.246.964.598) (129.338.859.182) (93.802.321.961) Increase in immature plantationsPerolehan aset tetap (38.090.073.333) (35.809.973.735) (83.155.125.436) Acquisition of fixed assets

Increase in advances for the purchasePenambahan uang muka pembelian aset tetap (14.816.111.500) - - of fixed assetsPenambahan beban tangguhan (404.901.000) - - Increase in deferred chargesHasil penjualan aset tetap 95.480.000 470.000.000 347.862.500 Proceeds from sale of fixed assets

Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (186.436.111.253) (175.117.141.446) (189.765.733.135) Net Cash Used in Investing Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIESPenerimaan dari pihak hubungan istimewa 2.445.038.658 1.831.297.920 1.399.492.536 Received from related partiesPembayaran kepada pihak hubungan istimewa (2.838.104.190) (914.952.115) (5.875.846.464) Payment to related partiesPenerimaan dari (pembayaran kepada) plasma 8.172.330.536 (1.844.551.696) - Received from (payment to) plasmaPerolehan hutang bank 16.500.000.000 - 56.500.000.000 Proceeds from bank loanPembayaran hutang bank (19.500.000.000) - (10.000.000.000) Payment of bank loanPerolehan hutang bank jangka panjang 105.177.965.655 99.651.693.832 102.919.380.000 Proceeds from long-term bank loansPembayaran hutang bank jangka panjang (14.101.000.000) (20.951.752.500) (15.463.020.000) Payment of long-term bank loansPembayaran dividen kepada

pemegang saham minoritas (12.072.000.000) (9.557.000.000) (13.581.000.000) Payment of dividend to minority stockholderPembayaran hutang sewa guna usaha (1.560.443.369) (937.958.338) (1.082.624.751) Payment of lease liabilitiesTambahan setoran modal 78.000.000 12.300.000.000 10.700.000.000 Additional paid-in capitalPenyetoran modal oleh pemegang saham minoritas Receipt from minority stockholders of

anak perusahaan yang dikonsolidasi 4.096.974.386 6.603.701.110 8.736.500.000 consolidated subsidiaries

Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan 86.398.761.676 86.180.478.213 134.252.881.321 Net Cash Provided by Financing Activities

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS NET INCREASE (DECREASE) INDAN SETARA KAS 13.955.046.209 (1.795.084.524) 15.857.970.154 CASH AND CASH EQUIVALENTS

CASH AND CASH EQUIVALENTSKAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 24.056.044.789 25.851.129.313 9.993.159.159 AT BEGINNING OF YEAR

CASH AND CASH EQUIVALENTSKAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 38.011.090.998 24.056.044.789 25.851.129.313 AT END OF YEAR

Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas: Noncash activities:Reklasifikasi dari bibitan ke tanaman Reclassification of nurseries

belum menghasilkan 12.488.216.056 11.869.366.819 9.620.388.974 to immature plantationsKapitalisasi biaya pinjaman pada tanaman Capitalization of borrowing cost

belum menghasilkan 26.196.292.566 17.312.966.309 7.491.349.921 to immature plantationsPeningkatan hutang bank melalui bunga Increase in bank loans through interest

selama tahap pengembangan 15.886.116.582 14.016.466.639 6.543.727.089 during constructionPenambahan aset tetap melalui hutang sewa Increase in fixed assets

guna usaha 5.470.360.000 - 1.910.850.000 through obligation under finance leaseReklasifikasi uang muka pembelian aset tetap Reclassification of advance for the purchase

ke aset tetap - 2.869.316.486 1.864.989.328 of fixed assets to fixed assetsPenambahan tanaman belum menghasilkan dari Increase in immature plantation through

kapitalisasi penyusutan 736.710.870 529.577.884 271.414.204 capitalization of depreciationPenambahan tanaman belum menghasilkan dari

kapitalisasi amortisasi beban tangguhan-hak Increase of immature plantation throughatas tanah 189.399.119 189.399.119 189.399.119 amortization of deferred charges landrights

Penambahan piutang hubungan istimewa atas Addition of due from related parties throughpenjualan saham - 6.774.750.000 - disposal of shares

Reklasifikasi tanaman menghasilkan ke aset lain-lain 21.604.914 - - Reclassification of mature plantation to other assetsPenghapusan uang muka pembelian aset tetap - 3.001.991.300 - Write-off of advances for purchases of fixed assets

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. which are an integral part of the consolidated financial statements.

199

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information

PT Jaya Agra Wattie Tbk (“Perusahaan”)didirikan dengan nama Handel MaatschappijJ.A. Wattie and Company Limited, suatuperseroan terbatas yang tunduk pada hukumNegara Republik Indonesia, berkedudukan diJakarta, berdasarkan akta pendirian NaamloozeVennotschap No. 157, tanggal 20 Januari 1921dari Pieter van der Meer, Notaris di Surabaya,telah memperoleh pengesahan dari GubernurJenderal Hindia Belanda, sesuai dengan DaftarPetikan Keputusan Gubernur Jenderal HindiaBelanda (Register der Besluiten van denGouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie)No. 69 tanggal 14 Juni 1921, dan telahdidaftarkan pada Daftar Panitera PengadilanNegeri Surabaya (Raad van Justitiete Soerabaja) di bawah No. 232 pada tanggal4 Agustus 1921, dan selanjutnya telahdiumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 90,tanggal 11 Nopember 1921, Tambahan No. 689.Anggaran dasar Perusahaan telah mengalamibeberapa kali perubahan, terakhir dengan aktaNo. 09 tanggal 2 Pebruari 2011 dari Yulia, S.H.,notaris di Jakarta, antara lain mengenaiperubahan status hukum perusahaan dariPerusahaan Terbatas Tertutup/Non Publikmenjadi Perusahaan Terbuka/Publik sehingganama Perusahaan berubah dari PT Jaya AgraWattie menjadi PT Jaya Agra Wattie Tbk danperubahan anggaran dasar lainnya sebagaimanadijelaskan dalam Catatan 28. Akta perubahan initelah mendapat persetujuan dari Menteri Hukumdan Hak Asasi Manusia Republik Indonesiadengan Surat Keputusannya No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Pebruari2011.

PT Jaya Agra Wattie (the "Company") wasfounded with the name Handel MaatschappijJ.A. Wattie and Company Limited, a limitedliability company subject to the laws of theRepublic of Indonesia, located in Jakarta,pursuant to the deed Naamlooze VennotschapNo. 157, dated January 20, 1921 of Pieter vander Meer, Notary in Surabaya, which wasapproved by the Governor-General of theDutch East Indies, according to the ListDecision of the Governor-General of the DutchEast Indies (Register der Besluiten van denGouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 69 dated June 14, 1921, and hadbeen listed on the Surabaya District CourtClerk List (Raad van Justitie te Soerabaja)under No. 232 on August 4, 1921, and waspublished subsequently in the State Gazette(Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant)No. 90, dated November 11, 1921,Supplement. 689. The Company’s Articles ofAssociation have been amended severaltimes, most recently by Notarial Deed No. 09dated February 2, 2011 of Yulia, S.H., notaryin Jakarta, concerning among others, aboutthe changes in its legal status from a limitedliability Company in to a public Companywhich changed the Company’s name fromPT Jaya Agra Wattie to PT Jaya Agra WattieTbk and other changes in the Articles ofAssociation described in Note 28. Thisamendment has been approved by theMinister of Justice and Human Rights Republicof Indonesia in his Decision Letter No. AHU-09070.AH.01.02. Year 2011 datedFebruary 22, 2011.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran DasarPerusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaanmeliputi bidang pembangunan, perdagangan,perindustrian, pertambangan, pengangkutan,pertanian, percetakan, perbengkelan dan jasa.Saat ini kegiatan utama Perusahaan adalahbertindak sebagai manajer umum dari anakperusahaan atau perusahaan-perusahaan yangmempunyai hubungan istimewa untuk mengaturdan mengendalikan produksi dan penjualan hasilperkebunan karet, kopi, teh, kakao, kelapa sawitdan produk-produk perkebunan lainnya.

In accordance with article 3 of the Company’sArticles of Association, the scope of itsactivities is to engage in development, trading,industry, mining, forwarding, agriculture,printing, workshop and provision of services.Currently, the Company, as its main activityacts as a general manager of its subsidiariesor related companies to manage and controlthe productions and sales of rubber, coffee,tea, cocoa, palm oil and other agricultureproduce.

Perusahaan mulai beroperasi secara komersialpada tanggal 20 Januari 1921.

The Company started commercial operationson January 20, 1921.

Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantorberalamat di Wisma BSG Lt. 8, Jl Abdul MuisNo. 40, Jakarta 10160.

The Company is domiciled in Jakarta with itshead office located at Wisma BSG 8th Floor,Jl. Abdul Muis No. 40, Jakarta 10160.

200

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

b. Karyawan, Direksi dan Komisaris b. Employees, Directors and Commissioners

Jumlah karyawan tetap Perusahaan dan anakperusahaan rata-rata 1.864, 1.730 dan 1.708karyawan masing-masing pada tahun 2010,2009 dan 2008.

The Company and its subsidiaries have anaverage total number of permanent employeesof 1,864, 1,730 and 1,708 in 2010, 2009 and2008, respectively.

Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal31 Desember 2010, 2009 dan 2008 adalahmasing-masing sebagai berikut:

The Company’s management as at December31, 2010, 2009 and 2008, is as follows:

2010

Komisaris Utama Hadi Surya President CommissionerKomisaris Soedarniati Harnyoto Sudrajat Commissioner

Direktur Utama Harijadi Soedarjo President DirectorDirektur Bambang Sugianto Ibrahim Directors

Machfud AshariAndi Hariyanto

2009 dan/and 2008

Komisaris Utama Hadi Surya President CommissionerKomisaris Soedarniati Harnyoto Sudrajat Commissioner

Direktur Utama Harijadi Soedarjo President DirectorDirektur Bambang Sugianto Ibrahim Directors

Machfud Ashari

Perusahaan memberikan remunerasi kepadapengurus Perusahaan berupa gaji, tunjangandan bonus. Jumlah remunerasi komisaris dandireksi adalah sebesar Rp 4.250.646.472Rp 3.932.082.100 dan Rp 3.796.858.656 masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir31 Desember 2010, 2009 dan 2008

The Company provides remuneration to theCompany's management in the form ofsalaries, allowances and bonuses.Total remuneration of commissioners anddirectors amounted to Rp 4,250,646,472,Rp 3,932,082,100 and Rp 3,796,858,656 forthe years ended December 31, 2010, 2009and 2008 respectively.

201

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Anak Perusahaan yang Dikonsolidasikan c. Consolidated Subsidiaries

Perusahaan memiliki saham anak perusahaansebagai berikut:

The Company has direct ownership interest inthe following subsidiaries:

TahunOperasi

Lokasi Komersial/Jenis Usaha Perkebunan/ Start of

Domisili/ Perkebunan/ The Estate Commercial

Domicile Nature of Estate 2010 2009 2008 Location Operations 2010 2009 2008% % %

PT Kintap Jaya Wattindo (KJW) Jakarta Kelapa sawit, karet/ 95,47 95,47 95,00 Tanah Laut, 2004 530.241.367 457.446.763 375.236.467Oil palm, rubber Banjarmasin

PT Mulyaningsih (MUL) Jakarta Kopi dan karet/ 96,84 96,84 80,00 Sukorambi, 1962 25.847.972 28.994.457 16.896.489Coffee and rubber Jember

PT Bumi Prada (BP) Jakarta Pengembangan 80,00 80,00 80,00 Banyuasin, 1993 3.963.933 346.199 357.519perkebunan sawit Palembang,

dan karet/ Hulu SungaiDevelopment of Tengah

palm oil plantations

and rubber

PT Kaliduren Estates (KE) Jakarta Teh dan karet/ 91,89 91,89 51,00 Lengkong, 1905 78.644.663 66.480.366 64.263.113Tea and rubber SukabumiKopi dan karet/ Bangsal Sari,

Coffee and rubber JemberPT Banjoemas Landen (BL) Jakarta Karet/Rubber 98,00 98,00 51,00 Jeruk Legi, 1910 22.387.108 18.446.049 27.856.306

CilacapPT Perkebunan Biting (PB) Jakarta Karet/Rubber 98,00 98,00 51,00 Kendal, 1918 16.615.569 26.525.853 25.087.905

SemarangPT Corah Mas Keputren Jakarta Karet/Rubber 96,70 96,70 50,20 Silo, Jember 1910 13.860.167 11.699.584 11.668.264

Estates (CMK) Kopi/Coffee Panti, JemberPT Perkebunan Kroewoek (PK) Jakarta Karet/Rubber 97,70 97,70 50,10 Bayah, Lebak 1910 96.200.273 50.749.210 49.016.611PT Indo Java Rubber

Planting Co. (IJR) *) Jakarta Karet/Rubber 49,70 49,70 49,70 Cipari, Cilacap 1907 56.452.911 41.765.782 46.662.091PT Agri Bumi Sentosa (ABS) Jakarta Kelapa sawit, karet/ 94,05 94,05 90,00 Cileles, Lebak 2008 273.970.158 176.016.079 79.110.330

Oil palm, rubber Barito Kuala,Banjarmasin

PT Cipanyusuhan (CP) Jakarta Karet/Rubber 99,00 99,00 99,00 Cimarga, Lebak 1961 3.192.195 1.761.390 1.358.581PT Anugerah Wattindo (AW) Jakarta Pengembangan 50,00 50,00 50,00 Mekarsari - 11.971.260 17.723 3.569.895

perkebunan sawit/ Anjir Pasardan karet Mandiangin

Development of

palm oil plantations

and rubber

(Before Elimination)

Jumlah Aset dalam '000(Sebelum Eliminasi)/Total Assets in '000

Anak Perusahaan/Subsidiaries

of Ownership

Pemilikan/Persentase

Percentage

*) Laporan keuangan IJR dikonsolidasi karenaPerusahaan mempunyai kendali ataskebijakan keuangan dan operasional anakperusahaan tersebut.

*) Financial statements of IJR wereconsolidated because the Company hascontrol over the subsidiary’s financialpolicy and operations.

Pada tanggal 30 Desember 2010,Perusahaan menandatangani PerjanjianPengikatan Jual dan Beli (Binding Sale andPurchase Agreement) dengan The BombayBurmah Trading Corporation Limited untukmembeli seluruh saham The Bombay BurmahTrading Corporation Limited di IJR atausejumlah 503 lembar saham. Harga yangdisepakati adalah:

Harga pembelian sebesarUS$ 15.000.000 yang akan dibayarPerusahaan sebelum atau pada tanggal31 Maret 2011 dan;

On December 30, 2010, the Companyentered into a Binding Sale and PurchaseAgreement with The Bombay BurmahTrading Corporation Limited to buy allshares in the IJR of The Bombay BurmahTrading Corporation Limited or 503shares. The agreed purchase price ofsuch transaction is:

The purchase price ofUS$ 15,000,000 to be paid by theCompany on or before March 31, 2011and;

202

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Anak Perusahaan yang Dikonsolidasikan(lanjutan)

c. Consolidated Subsidiaries (continued)

Sejumlah setara dengan 50,3% darijumlah kas dan setara kas IJR, piutangusaha IJR, dan piutang IJR kepadaPerusahaan pada tanggal penutupan(selambat-lambatnya tanggal 31 Maret2011 atau tanggal lain yang disepakatikedua pihak) dikurangi US$ 1.000.000yang akan dibayar sebelum atau padatanggal 31 Mei 2011.

Perusahaan telah melakukan pembayarankepada The Bombay Burmah TradingCorporation Limited sebesar US$ 15.000.000(Catatan 28).

An amount equivalent to 50.3% of totalcash and cash equivalents of IJR, IJRtrade receivables, and IJR receivablesto the Company on the closing date(not later than March 31, 2011 or suchother date agreed by both parties) isreduced to U.S. $ 1,000,000 which willbe paid before or on May 31, 2011.

The Company has paid The Bombay BurmahTrading Corporation Limited amounted toUS$ 15,000,000 (Note 28).

Penambahan Investasi Pada Anak Perusahaan Additional Investments in Subsidiaries

Selama tahun 2009, KE, PK, BL, CMK, PB danABS menerbitkan saham dari modal dasar kepadapemegang saham dimana Perusahaan mengambilbagian dari kepemilikannya yang dibayar penuhmelalui kas dan konversi piutang pihak hubunganistimewa. Selisih lebih nilai wajar atas hargaperolehan dicatat oleh Perusahaan dalam laporankonsolidasi sebagai “Goodwill Negatif”. Pemilikminoritas memilih untuk tidak mengambil sahamyang diterbitkan sesuai dengan proporsikepemilikannya, sehingga kepemilikannya terdilusi.

During 2009, KE, PK, BL, CMK, PB and ABSissued shares to their stockholders from itsauthorized capital stock proportion to theirownership interest. The Company acquired itsportion of ownership interest which was fully paid incash and through the conversion of related partyreceivables. The excess of fair value over cost isrecorded by the Company in its consolidatedfinancial statements as “Negative Goodwill”. Theminority interest opted not to acquire all the issuedshares proportional to their ownership, thus,resulting to the dilution of their ownership interests.

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES

a. Dasar Penyajian Laporan KeuanganKonsolidasi

a. Basis of Consolidated Financial StatementPresentation

Laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsipakuntansi yang berlaku umum di Indonesia dansesuai Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal(Bapepam) No. VIII.G.7 tentang ”PedomanPenyajian Laporan Keuangan” yang terdapatdalam Lampiran Keputusan Ketua BapepamNo. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 danperubahannya, Keputusan Ketua Bapepam-LKNo. KEP-554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010dan Surat Edaran Ketua Bapepam-LK No. SE-02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002 mengenaiPedoman Penyajian dan Pengungkapan LaporanKeuangan Emiten atau Perusahaan Publik –Industri Perkebunan.

The financial statements were prepared inaccordance with accounting principles generallyaccepted in Indonesia and, where applicable, theCapital Market Supervisory Board (Bapepam)Regulation No. VIII.G.7 regarding “FinancialStatements Presentation Guidelines” as includedin the Appendix of the Decision Decree of theChairman of Bapepam No. KEP-06/PM/2000dated March 13, 2000 and its amendment, theDecision Decree of the Chairman of Bapepam-LK No. KEP-554/BL/2010 dated December 30,2010 and Circular Letter of Bapepam-LKNo. SE-02/PM/2002 dated December 27, 2002regarding Guidelines for Financial StatementsPresentation of Public Company in the PlantationIndustry. Such consolidated financial statementsare an English translation of the Company and itssubsidiaries’ statutory report in Indonesia, andare not intended to present the consolidatedfinancial position, results of operations and cashflows in accordance with accounting principlesand reporting practices generally accepted inother countries and jurisdictions.

203

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

a. Dasar Penyajian Laporan KeuanganKonsolidasi (lanjutan)

a. Basis of Consolidated Financial StatementPresentation (continued)

Laporan keuangan konsolidasi disusunberdasarkan konsep nilai historis, kecualidinyatakan secara khusus. Laporan keuangankonsolidasi disusun dengan menggunakanmetode akrual, kecuali laporan arus kas.

The consolidated financial statements wereprepared under the historical costs concept,unless otherwise stated. The consolidatedfinancial statements were prepared based onaccrual method, except for cash flows.

Laporan arus kas konsolidasi disusun denganmenggunakan metode langsung sejak tahun2010 dengan mengelompokkan arus kas dalamaktivitas operasi, investasi dan pendanaan.Untuk tujuan perbandingan, laporan arus kaskonsolidasi untuk tahun yang berakhir pada 2009dan 2008 yang sebelumnya disajikanmenggunakan metode tidak langsung, disajikankembali agar sesuai dengan penyajian 2010 .

The consolidated statements of cash flows areprepared using the direct method starting 2010with classifications of cash flows into operating,investing and financing activities. Forcomparative purposes, the consolidatedstatements of cash flows for the years ended2009 and 2008 which were previouslypresented using indirect method, were restatedto conform with 2010 presentation.

Mata uang pelaporan yang digunakan untukpenyusunan laporan keuangan konsolidasiadalah mata uang Rupiah.

The reporting currency used in the preparationof the consolidated financial statements is theIndonesian Rupiah (Rupiah).

b. Penerapan Pernyataan Standar AkuntansiKeuangan (PSAK) Revisi

b. Adoption of Revised Statements ofFinancial Accounting Standards (PSAKs)

Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan dananak perusahaan menerapkan PSAK revisiberikut:

The Company and its subsidiaries haveadopted the following revised PSAKs effectiveJanuary 1, 2010:

(1) PSAK 50 (Revisi 2006), “InstrumenKeuangan: Penyajian dan Pengungkapan”,yang berisi persyaratan pengungkapaninstrumen keuangan dan kriteria informasiyang harus diungkapkan. Persyaratanpengungkapan diterapkan berdasarkanklasifikasi instrumen keuangan, dariperspektif penerbit, yakni aset keuangan,kewajiban keuangan dan instrumenekuitas; pengklasifikasian bunga, dividen,keuntungan dan kerugian yang terkait; dansituasi tertentu dimana saling hapus asetdan kewajiban keuangan diizinkan. PSAKini juga mewajibkan pengungkapan atas,antara lain, informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihankebijakan akuntansi atas instrumenkeuangan.

(1) PSAK 50 (Revised 2006), “FinancialInstruments: Presentation andDisclosures”, contains the requirementsfor the presentation of financialinstruments and identifies theinformation that should be disclosed.The presentation requirements apply tothe classification of financialinstruments, from the perspective of theissuer, into financial assets, financialliabilities and equity instruments; theclassification of related interest,dividends, losses and gains; and thecircumstances in which financial assetsand financial liabilities should be offset.This PSAK also requires the disclosureof, among others, information aboutfactors that affect the accountingpolicies applied to those instruments.

Standar ini menggantikan PSAK 50“Akuntansi Investasi Efek Tertentu”.

This standard superseded PSAK 50,“Accounting for Certain Investments inSecurities”.

204

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

b. Penerapan Pernyataan Standar AkuntansiKeuangan (PSAK) Revisi (lanjutan)

b. Adoption of Revised Statements ofFinancial Accounting Standards (PSAKs)(continued)

(2) PSAK 55 (Revisi 2006), “InstrumenKeuangan: Pengakuan dan Pengukuran”,yang menetapkan dasar-dasar pengakuandan pengukuran aset keuangan, kewajibankeuangan dan kontrak-kontrak pembelianatau penjualan instrumen non-keuangan.PSAK ini menjelaskan di antaranya definisiderivatif, kategori instrumen keuangan,pengakuan dan pengukuran, akuntansilindung nilai dan penentuan kriteria lindungnilai. Standar ini menggantikan PSAK 55(Revisi 1999) “Akuntansi InstrumenDerivatif dan Lindung Nilai”.

(2) PSAK 55 (Revised 2006), “FinancialInstruments: Recognition andMeasurement”, establishes theprinciples for recognizing and measuringfinancial assets, financial liabilities andsome contracts to buy or sell non-financial items. This PSAK provides thedefinitions and characteristics ofderivatives, the categories of financialinstruments, recognition andmeasurement, hedge accounting anddetermination of hedging relationships,among others. This standardsuperseded PSAK 55 (Revised 1999),“Accounting for Derivative Instrumentsand Hedging Activities”.

Pengungkapan yang memerlukan standar-standar tersebut termasuk dalam penyusunanlaporan keuangan konsolidasi.

Disclosures required by the aforementionedstandards are included in the preparation ofthe consolidated financial statements.

c. Penggunaan Estimasi c. Use of Estimates

Penyusunan laporan keuangan konsolidai sesuaidengan prinsip akuntansi yang berlaku umum diIndonesia mengharuskan manajemen membuatestimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlahaset dan kewajiban yang dilaporkan danpengungkapan aset dan kewajiban kontinjensipada tanggal laporan keuangan konsolidasi sertajumlah pendapatan dan beban selama periodepelaporan. Realisasi dapat berbeda denganjumlah yang diestimasi.

The preparation of consolidated financialstatements in conformity with accountingprinciples generally accepted in Indonesiarequires management to make estimates andassumptions that affect the reported amountsof assets and liabilities and disclosure ofcontingent assets and liabilities at the date ofthe consolidated financial statements and thereported amounts of revenues and expensesduring the reporting period. Actual resultscould differ from those estimates.

Estimasi dan asumsi yang digunakan tersebutditelaah kembali secara terus-menerus. Revisiatas estimasi akuntansi diakui dalam periodeyang sama pada saat terjadinya revisi estimasiatau pada periode masa depan yang terkenadampak.

Estimates and underlying assumptions arereviewed on an ongoing basis. Revisions toaccounting estimates are recognized in theperiod in which the estimate is revised and inany future periods affected.

d. Prinsip Konsolidasi d. Principles of Consolidation

Laporan keuangan konsolidasi menggabungkanlaporan keuangan Perusahaan dan entitas yangdikendalikan oleh Perusahaan yang disusunsampai dengan 31 Desember setiap tahunnya.Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaanmempunyai hak untuk mengatur danmenentukan kebijakan finansial dan operasionaldari investee untuk memperoleh manfaat dariaktivitasnya. Pengendalian juga dianggap adaapabila induk perusahaan memiliki lebih dari50% hak suara. Anak perusahaan tidakdikonsolidasikan apabila sifat pengendaliannyaadalah sementara karena anak perusahaantersebut diperoleh dengan tujuan akan dijualkembali dalam waktu dekat.

The consolidated financial statementsincorporate the financial statements of theCompany and entities controlled by theCompany up to December 31 each year.Control is achieved where the Company hasthe power to govern the financial andoperating policies of the investee entity so asto obtain benefits from its activities. Control ispresumed to exist when the Company ownsdirectly, more than 50% of the voting rights.A subsidiary is excluded from consolidationwhen the control in such subsidiary is intentedto be temporary because the subsidiary isacquired and held exclusively with a view to itssubsequent disposal in the near future

205

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

d. Prinsip Konsolidasi (lanjutan) d. Principles of Consolidation (continued)

Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo,penghasilan dan beban dieliminasi pada saatkonsolidasi.

All intra-group transactions, balances, incomeand expenses are eliminated on consolidation.

Hak pemegang saham minoritas dinyatakansebesar bagian minoritas dari biaya perolehanhistoris aset bersih. Hak minoritas akandisesuaikan untuk bagian minoritas dariperubahan ekuitas. Kerugian yang menjadibagian minoritas melebihi hak minoritasdialokasikan kepada bagian induk Perusahaan.

Hasil akuisisi anak perusahaan selama tahunberjalan dari tanggal efektif akuisisi termasukdalam laporan laba rugi konsolidasi.

The interest of the minority shareholders isstated at the minority’s proportion of thehistorical cost of the net assets. The minorityinterest is subsequently adjusted for theminority’s share of movements in equity. Anylosses applicable to the minority interest inexcess of the minority interest are allocatedagainst the interest of the parent Company.

The results of operations of subsidiariesacquired during the year are included in theconsolidated statement of income from theeffective date of acquisition.

Pada saat akuisisi, aset dan kewajiban anakperusahaan diukur sebesar nilai wajar padatanggal akuisisi. Jika biaya perolehan lebihrendah dari bagian pengakuisisi atas nilai wajaraset bersih yang dapat diindentifikasi padatanggal akuisisi, maka nilai wajar aset non-moneter yang diperoleh diturunkan nilainyasecara proporsional sampai seluruh selisihtersebut dieliminasi. Sisa selisih tersebut diakuisebagai goodwill negatif dan diamortisasimenggunakan metode garis lurus selamaperiode dua puluh (20) tahun.

On acquisition, the assets and liabilities of asubsidiary are measured at their fair values atthe date of acquisition. When the cost ofacquisition is less than the acquirer’s interestin the fair values of acquired nonmonetaryassets are reduced proportionately until all theexcess are eliminated. The remaining excessis recognized as “Negative Goodwill” andamortized on a straight-line method overtwenty (20) years.

e. Transaksi dengan Pihak Hubungan Istimewa e. Transactions With Related Parties

Pihak-pihak yang mempunyai hubunganistimewa adalah:

1) perusahaan yang melalui satu atau lebihperantara (intermediaries), mengendalikanatau dikendalikan oleh, atau berada dibawahpengendalian bersama, dengan Perusahaan(termasuk holding companies, subsidiariesdan fellow subsidiaries);

2) perusahaan asosiasi (associated company);

The following are considered by the Companyand its subsidiaries a related party:

1) companies that directly, or indirectlythrough one or more intermediaries,control, or are controlled by, or are undercommon control with, the Company(including holding companies, subsidiariesand fellow subsidiaries);

2) associated companies;

3) perorangan yang memiliki, baik secaralangsung maupun tidak langsung, suatukepentingan hak suara di Perusahaan yangberpengaruh secara signifikan, dan anggotakeluarga dekat dari perorangan tersebut(yang dimaksudkan dengan anggotakeluarga dekat adalah mereka yang dapatdiharapkan mempengaruhi atau dipengaruhiperorangan tersebut dalam transaksinyadengan Perusahaan);

3) individuals owning, directly or indirectly,an interest in the voting power of theCompany that gives them significantinfluence over the Company, and closemembers of the family of any suchindividuals (close members of the familyare those who can influence or can beinfluenced by such individuals in theirtransactions with the Company);

206

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

e. Transaksi dengan Pihak Hubungan Istimewa(lanjutan)

e. Transactions With Related Parties(continued)

4) karyawan kunci, yaitu orang-orang yangmempunyai wewenang dan tanggung jawabuntuk merencanakan, memimpin danmengendalikan kegiatan Perusahaan, yangmeliputi anggota dewan komisaris, direksidan manajer dari Perusahaan serta anggotakeluarga dekat orang-orang tersebut;

4) key management personnel who have theauthority and responsibility for planning,directing and controlling the Company’sactivities, including commissioners,directors and managers of the Companyand close family members of suchindividuals;

5) perusahaan dimana suatu kepentingansubstantial dalam hak suara dimiliki baiksecara langsung maupun tidak langsungoleh setiap orang yang diuraikan dalam butir(3) dan (4), atau setiap orang tersebutmempunyai pengaruh signifikan atasperusahaan tersebut. Ini mencakupperusahaan-perusahaan yang dimilikianggota dewan komisaris, direksi ataupemegang saham utama dari Perusahaandan perusahaan-perusahaan yangmempunyai anggota manajemen kunci yangsama dengan Perusahaan;

5) companies in which a substantial interestin the voting power is owned, directly orindirectly, by any person described in (3)or (4) or any person who is able toexercise significant influence over thosecompanies. This includes companiesowned by commissioners, directors ormajor stockholder of the Company andcompanies which have a common keymember of management as theCompany;

Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa baikyang dilakukan dengan persyaratan dan kondisiyang sama dengan atau tidak sama denganpihak ketiga, telah diungkapkan dalam laporankeuangan konsolidasi.

All transactions with related parties, whether ornot made at similar terms and conditions asthose done with third parties, are disclosed inthe consolidated financial statements.

f. Instrumen Keuangan f. Financial Instruments

Sebagaimana dijelaskan pada Catatan 2b,Perusahaan dan anak perusahaan telahmenerapkan kebijakan akuntansi sesuai denganPSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi2006) yang berlaku efektif 1 Januari 2010:

As discussed in Note 2b, the Company and itssubsidiaries have adopted the followingaccounting policies in accordance with PSAK50 (Revised 2006) and PSAK 55 (Revised2006) effective January 1, 2010:

Pengakuan dan Klasifikasi Recognition and Classification

Perusahaan dan anak perusahaan mengakuiaset keuangan atau kewajiban keuangan padaneraca konsolidasi, jika dan hanya jika,Perusahaan dan anak perusahaan menjadi salahsatu pihak dalam ketentuan pada kontrakinstrumen tersebut.

The Company and its subsidiaries recognize afinancial asset or a financial liability in theconsolidated balance sheet, when theCompany and its subsidiaries become a partyto the contractual provisions of the instrument.

Pembelian dan penjualan aset keuangan yangmemerlukan pengalihan aset sesuai denganjangka waktu yang ditentukan oleh regulasi ataudiakui pada tanggal perdagangan, dimana padatanggal tersebut Perusahaan dan anakperusahaan berkomitmen untuk membeli ataumenjual aset tersebut.

Purchases and sales of financial assets thatrequire delivery of assets within the time framegenerally established by regulation orconversion in the market place are recognizedon the trade date which is the date theCompany and its subsidiaries commits topurchase or sell the asset.

207

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

Pengakuan dan Klasifikasi (lanjutan) Recognition and Classification (continued)

Instrumen keuangan pada pengakuan awaldiukur pada nilai wajarnya, yang merupakan nilaiwajar kas yang diserahkan (dalam hal asetkeuangan) atau yang diterima (dalam halkewajiban keuangan). Nilai wajar kas yangdiserahkan atau diterima ditentukan denganmengacu pada harga transaksi atau harga pasaryang berlaku. Jika harga pasar tidak dapatditentukan dengan andal, maka nilai wajar kasyang diserahkan atau diterima dihitungberdasarkan estimasi jumlah seluruhpembayaran atau penerimaan kas masa depan,yang didiskontokan menggunakan suku bungapasar yang berlaku untuk instrumen sejenisdengan jatuh tempo yang sama atau hampirsama.

Financial instruments are recognized initially atfair value, which is the fair value of theconsideration given (in case of an asset) orreceived (in case of a liability). The fair valueof the consideration given or received isdetermined by reference to the transactionprice or other market prices. If such marketprices are not reliably determinable, the fairvalue of the consideration is estimated as thesum of all future cash payments or receipts,discounted using the prevailing market rates ofinterest for similar instruments with similarmaturities.

Pengukuran awal instrumen keuangan, kecualiuntuk instrumen keuangan yang diukur pada nilaiwajar melalui laporan laba rugi, termasuk biayatransaksi.

The initial measurement of financialinstruments, except for financial instruments atfair value through profit or loss (FVPL),includes transaction costs.

Biaya transaksi adalah biaya-biaya yang dapatdiatribusikan secara langsung pada perolehanatau penerbitan aset keuangan atau kewajibankeuangan, dimana biaya tersebut adalah biayayang tidak akan terjadi apabila entitas tidakmemperoleh atau menerbitkan instrumenkeuangan. Biaya transaksi tersebut diamortisasisepanjang umur instrumen menggunakanmetode suku bunga efektif.

Transaction costs include only those costs thatare directly attributable to the acquisition of afinancial asset or issue of financial liability andthey are incremental costs that would not havebeen incurred if the instrument had not beenacquired or issued. Such transaction costs areamortized over the terms of the instrumentsbased on the effective interest rate method.

Metode suku bunga efektif adalah metode yangdigunakan untuk menghitung biaya perolehandiamortisasi dari aset keuangan atau kewajibankeuangan dan metode untuk mengalokasikanpendapatan bunga atau beban bunga selamaperiode yang relevan, menggunakan suku bungayang secara tepat mendiskontokan estimasipembayaran atau penerimaan kas di masadepan selama perkiraan umur instrumenkeuangan, atau jika lebih tepat, digunakanperiode yang lebih singkat untuk memperolehnilai tercatat bersih dari instrumen keuangan.Pada saat menghitung suku bunga efektif,Perusahaan dan anak perusahaan mengestimasiarus kas dengan mempertimbangkan seluruhpersyaratan kontraktual dalam instrumenkeuangan tersebut, tanpa mempertimbangkankerugian kredit di masa depan, namun termasukseluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkanatau diterima, yang merupakan bagian tidakterpisahkan dari suku bunga efektif.

Effective interest rate method is a method ofcalculating the amortized cost of a financialasset or a financial liability and allocating theinterest income or expense over the relevantperiod by using an interest rate that exactlydiscounts estimated future cash payments orreceipts through the expected life ofthe instruments or, when appropriate, a shorterperiod to the net carrying amount of thefinancial instruments. When calculating theeffective interest, the Company and itssubsidiaries estimate future cash flowsconsidering all contractual terms of thefinancial instruments excluding future creditlosses and includes all fees and points paid orreceived that are an integral part of theeffective interest rate.

208

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

Instrumen keuangan dikelompokkan sebagaiberikut:

Financial instruments are classified as follows:

A. Aset Keuangan A. Financial Assets

(1) Aset keuangan yang diukur pada nilaiwajar melalui laporan laba rugi.

(1) Financial Assets at Fair Value throughProfit and Loss (FVPL).

Aset keuangan yang diukur pada nilaiwajar melalui laporan laba rugidiklasifikasikan kedalam dua sub-kategori sebagai berikut:

Financial assets at FVPL areclassified into two sub-categories asfollows:

- Aset keuangan dimiliki untukdiperdagangkan apabila asetkeuangan tersebut diperolehterutama untuk tujuan dijual kembalidalam waktu dekat.

- Financial assets are classified asheld for trading if they areacquired for the purpose of sellingin the near term.

- Aset keuangan yang ditetapkanuntuk diukur pada nilai wajar melaluilaporan laba rugi jika telahmemenuhi kriteria pada saatpengakuan awal.

Aset keuangan yang diukur padanilai wajar melalui laporan laba rugidicatat pada neraca konsolidasipada nilai wajarnya. Perubahan nilaiwajar langsung diakui dalam laporanlaba rugi konsolidasi. Bunga yangdiperoleh dicatat sebagaipendapatan bunga

Pada tanggal 31 Desember 2010,Perusahaan dan anak perusahaantidak memiliki aset keuangan dalamkategori ini.

- Financial assets may bedesignated at initial recognition atFVPL if certain criteria are met.

Financial assets at FVPL arerecorded in the consolidatedbalance sheet at fair value.Changes in fair value arerecognized directly in theconsolidated statement of income.Interest earned is recorded asinterest income.

As of December 31, 2010, theCompany and its subsidiaireshave no financial assets classifiedunder this category.

(2) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang (2) Loans and Receivables

Pinjaman yang diberikan dan piutangadalah aset keuangan non-derivatifdengan pembayaran tetap atau telahditentukan dan tidak mempunyai kuotasidi pasar aktif. Aset keuangan tersebuttidak dimaksudkan untuk dijual dalamwaktu dekat dan tidak diklasifikasikansebagai aset keuangan yang diukurpada nilai wajar melalui laporan labarugi, investasi dimiliki hingga jatuhtempo atau aset tersedia untuk dijual.

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixedor determinable payments that are notquoted in an active market. They arenot entered into with the intention ofimmediate or short-term resale andare not classified as financial assetsat FVPL, held to maturity (HTM)financial assets or available for sale(AFS) financial assets.

209

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

A. Aset Keuangan (lanjutan) A. Financial Assets (continued)

Setelah pengukuran awal, pinjamanyang diberikan dan piutang diukur padabiaya perolehan diamortisasimenggunakan metode suku bungaefektif, dikurangi penyisihan penurunannilai. Biaya perolehan diamortisasitersebut memperhitungkan premi ataudiskonto yang timbul pada saatperolehan serta imbalan dan biaya yangmerupakan bagian integral dari sukubunga efektif. Amortisasi dicatatsebagai bagian dari pendapatan bungadalam laporan laba rugi konsolidasi.Kerugian yang timbul akibat penurunannilai diakui dalam laporan laba rugikonsolidasi.

After initial measurement, loans andreceivables are subsequentlymeasured at amortized cost using theeffective interest method, lessallowance for impairment. Amortizedcost is calculated by taking intoaccount any discount or premium onacquisition and fees and costs thatare an integral part of the effectiveinterest rate. The amortization isincluded as part of interest income inthe consolidated statement of income.The losses arising from impairmentare recognized in the consolidatedstatement of income.

Pada tanggal 31 Desember 2010, kasdan setara kas, piutang usaha, piutanglain-lain, investasi jangka panjanglainnya, piutang pihak hubunganistimewa, Perusahaan dan anakperusahaan diklasifikasikan sebagaipinjaman yang diberikan dan piutang.

As of December 31, 2010, theCompany and its subsidiaries cashand cash equivalents, tradereceivables, other receivables, otherlong-term investment, due fromrelated parties, are classified as loansand receivables.

(3) Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (3) Hold to Maturity (HTM) FinancialAssets

Investasi dimiliki hingga jatuh tempoadalah aset keuangan non-derivatifdengan pembayaran tetap atau telahditentukan dan jatuh temponya telahditetapkan, dan manajemenPerusahaan dan anak perusahaanmemiliki intensi positif dan kemampuanuntuk memiliki aset keuangan tersebuthingga jatuh tempo. ApabilaPerusahaan dan anak perusahaanmenjual atau mereklasifikasi investasidimiliki hingga jatuh tempo dalamjumlah yang lebih dari jumlah yang tidaksignifikan sebelum jatuh tempo, makaseluruh aset keuangan dalam kategoritersebut terkena aturan pembatasan(tainting rule) dan harus direklasifikasike kelompok tersedia untuk dijual.

HTM financial assets are quoted non-derivative financial assets with fixedor determinable payments and fixedmaturities for which the Company andits subsidiaries management has thepositive intention and ability to hold tomaturity. When the Company and itssubsidiaries sell other than aninsignificant amount of HTM financialassets, the entire category would betainted (tainting rule) and reclassifiedas AFS financial assets.

210

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

A. Aset Keuangan (lanjutan) A. Financial Assets (continued)

Setelah pengukuran awal, investasiini diukur pada biaya perolehandiamortisasi menggunakan metodebunga efektif, setelah dikurangipenurunan nilai. Biaya perolehandiamortisasi tersebut memperhitungkanpremi atau diskonto yang timbul padasaat perolehan serta imbalan dan biayayang merupakan bagian integral darisuku bunga efektif. Amortisasi dicatatsebagai bagian dari pendapatan bungadalam laporan laba rugi. Keuntungandan kerugian yang timbul diakui dalamlaporan laba rugi konsolidasi pada saatpenghentian pengakuan dan penurunannilai dan melalui proses amortisasimenggunakan metode suku bungaefektif.

After initial measurement, thesefinancial assets are subsequentlymeasured at amortized cost using theeffective interest method, lessimpairment in value. Amortized cost iscalculated by taking into account anydiscount or premium on acquisitionand fees that are an integral part ofthe effective interest rate. Theamortization is included as part ofinterest income in the consolidatedstatement of income. Gains andlosses are recognized in theconsolidated statement of incomewhen the HTM financial assets arederecognized and impaired, as wellas through the amortization processusing effective interest method.

Pada tanggal 31 Desember 2010,Perusahaan dan anak perusahaan tidakmemiliki aset keuangan dalam kategoriini.

As of December 31, 2010, theCompany and its subsidiaires have nofinancial assets classified under thiscategory.

(4) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual (4) Available for Sale (AFS) FinancialAssets

Aset keuangan tersedia untuk dijualmerupakan aset yang ditetapkansebagai tersedia untuk dijual atau tidakdiklasifikasikan dalam kategoriinstrumen keuangan yang lain. Asetkeuangan ini diperoleh dan dimilikiuntuk jangka waktu yang tidakditentukan dan dapat dijual sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhanlikuiditas atau karena perubahan kondisipasar.

AFS financial assets are those whichare designated as such or notclassified in any of the othercategories. They are purchased andheld indefinitely and may be sold inresponse to liquidity requirements orchanges in market conditions.

Setelah pengukuran awal, asetkeuangan tersedia untuk dijual diukurpada nilai wajar. Komponen hasil(yield) efektif dari surat berharga hutangtersedia untuk dijual diakui dalamlaporan laba rugi konsolidasi. Labaatau rugi yang belum direalisasi yangtimbul dari penilaian pada nilai wajaratas aset keuangan tersedia untukdijual tidak diakui dalam laporan labarugi konsolidasi, melainkan dilaporkansebagai laba atau rugi bersih yangbelum direalisasi pada bagian ekuitasdalam neraca konsolidasi dan laporanperubahan ekuitas konsolidasi.

After initial measurement, AFSfinancial assets are subsequentlymeasured at fair value. The effectiveyield component of AFS debtsecurities is reported in theconsolidated statement of income.The unrealized gains and lossesarising from the fair valuation of AFSfinancial assets are excluded from theconsolidated statement of income andare reported as net unrealized gain orloss on AFS financial assets in theequity section of the consolidatedbalance sheet and in the consolidatedstatement of changes in stockholders’equity.

211

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

A. Aset Keuangan (lanjutan) A. Financial Assets (continued)

Apabila aset keuangan dilepaskan, ataudihentikan pengakuannya, maka labaatau rugi kumulatif yang sebelumnyadiakui dalam ekuitas langsung diakuidalam laporan laba rugi. JikaPerusahaan dan anak perusahaanmemiliki lebih dari satu jenis suratberharga yang sama, maka diterapkandasar metode identifikasi khusus.Bunga yang diperoleh dari asetkeuangan tersedia untuk dijual diakuisebagai pendapatan bunga yangdihitung berdasarkan suku bungaefektif. Kerugian yang timbul akibatpenurunan nilai aset keuangan jugadiakui dalam laporan laba rugikonsolidasi.

When the financial asset is disposedof, the cumulative gain or losspreviously recognized in equity isrecognized in the statement ofincome. When the Company and itssubsidiaries hold more than oneinvestment in the same security,these are deemed to be disposed ofon a specific identification basis.Interest earned on holding AFSfinancial assets are reported asinterest income using the effectiveinterest rate. Losses arising fromimpairment of such financial assetsare also recognized in theconsolidated statement of income.

Pada tanggal 31 Desember 2010,investasi jangka panjang lainnyaPerusahaan diklasifikasikan sebagaiinvestasi tersedia untuk dijual.

As of December 31, 2010, theCompany’s other long-terminvestment is classified as availablefor sale.

B. Kewajiban Keuangan B. Financial Liabilities

(1) Kewajiban keuangan yang diukur padanilai wajar melalui laporan laba rugi

(1) Financial Liabilities at Fair Valuethrough Profit and Loss (FVPL)

Kewajiban keuangan diklasifikasikandalam kategori ini apabila kewajibantersebut merupakan hasil dari aktivitasperdagangan, atau jika Perusahaan dananak perusahaan memilih untukmenetapkan kewajiban keuangantersebut dalam kategori ini, kewajibankeuangan diukur pada nilai wajar padaneraca konsolidasi. Keuntungan dankerugian yang timbul dari perubahandalam nilai wajar langsung diakui dalamlaporan laba rugi konsolidasi.

Financial liabilities are classified inthis category if these result fromtrading activities or when theCompany and its subsidiaries elect todesignate a financial liability underthis category financial liabilities atFVPL are measured at fair value inthe consolidated balance sheet. Anygains or losses arising from changesin fair value are recognized directly inthe consolidated statement of income.

Pada tanggal 31 Desember 2010,Perusahaan dan anak perusahaan tidakmemiliki kewajiban keuangan yangdiklasifikasikan dalam kategori ini.

As of December 31, 2010, theCompany and its subsidiaries have nofinancial liabilities classified under thiscategory.

(2) Kewajiban Keuangan Lain-lain (2) Other Financial Liabilities

Kategori ini merupakan kewajibankeuangan yang tidak dimiliki untukdiperdagangkan atau pada saatpengakuan awal tidak ditetapkan untukdiukur pada nilai wajar melalui laporanlaba rugi.

Other financial liabilities representfinancial liabilities that are not held fortrading or not designated at FVPLupon the inception of the liability.

212

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

B. Kewajiban Keuangan (lanjutan) B. Financial Liabilities (continued)

Instrumen keuangan yang diterbitkanatau komponen dari instrumenkeuangan tersebut, yang tidakdiklasifikasikan sebagai kewajibankeuangan yang diukur pada nilai wajarmelalui laporan laba rugi,diklasifikasikan sebagai kewajibankeuangan lainnya, jika subtansiperjanjian kontraktual mengharuskanPerusahaan dan anak perusahaanuntuk menyerahkan kas atau asetkeuangan lain kepada pemeganginstrumen keuangan, atau jikakewajiban tersebut tidak diselesaikanmelalui penukaran kas atau asetkeuangan lain atau saham sendiri yangjumlahnya tetap atau telah ditetapkan.Komponen instrumen keuangan yangditerbitkan yang terdiri dari komponenkewajiban dan komponen ekuitas harusdipisahkan, dimana komponen ekuitasmerupakan bagian residual darikeseluruhan instrumen keuangansetelah dikurangi nilai wajar komponenkewajiban pada tanggal penerbitan.Setelah pengakuan awal, komponenkewajiban diukur pada biaya perolehandiamortisasi menggunakan metodesuku bunga efektif. Biaya perolehandiamortisasi tersebut memperhitungkanpremi atau diskonto yang timbul padasaat perolehan serta imbalan dan biayayang merupakan bagian integral darisuku bunga efektif.

Issued financial instruments or theircomponents, which are not classifiedas financial liabilities at FVPL areclassified as other financial liabilities,where the substance of thecontractual arrangement results in theCompany and its subsidiaries havingan obligation either to deliver cash oranother financial asset to the holder,or to satisfy the obligation other thanby the exchange of a fixed amount ofcash or another financial asset for afixed number of own equity shares.The components of issued financialinstruments that contain both liabilityand equity elements (if any) areaccounted for separately, which theequity component being assigned theresidual amount after deducting fromthe instrument as a whole the amountseparately determined as the fairvalue of the liability component on thedate of issue. After initialmeasurement, other financialliabilities are subsequently measuredat amortized cost using the effectiveinterest rate method. Amortized costis calculated by taking into accountany discount or premium on the issueand fees that are an integral part ofthe effective interest rate.

Kewajiban keuangan lain-lain padapengakuan awal diukur pada nilai wajardan sesudah pengakuan awal diukurpada biaya perolehan diamortisasi,dengan memperhitungkan dampakamortisasi metode suku bunga efektifyang dipakai untuk premi, diskonto danbiaya transaksi yang dapat diatribusikansecara langsung.

Other financial liabilities arerecognized initially at fair value andare subsequently carried at amortizedcost, taking into account the impact ofapplying the effective interest methodof amortization (or accretion) for anyrelated premium, discount and anydirectly attributable transaction costs.

Pada tanggal 31 Desember 2010,hutang bank, hutang usaha, hutanglain-lain, biaya masih harus dibayar,hutang bank jangka panjang, hutangsewa pembiayaan, hutang plasma danhutang pihak hubungan istimewadiklasifikasikan sebagai kewajibankeuangan lainnya.

As of December 31, 2010, the bankloans, trade payables, other payables,accrued expenses, long-term bankloans, obligations under financelease, plasma payable and due torelated parties are classified as otherfinancial liabilities.

213

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

Penentuan Nilai Wajar Determination of Fair Value

Nilai wajar instrumen keuangan yangdiperdagangkan di pasar aktif pada tanggalneraca konsolidasi adalah berdasarkan kuotasiharga pasar atau harga kuotasi penjual/dealer(bid price untuk posisi beli dan ask price untukposisi jual), tanpa memperhitungkan biayatransaksi. Apabila bid price dan ask price yangterkini tidak tersedia, maka harga transaksiterakhir yang digunakan untuk mencerminkanbukti nilai wajar terkini, sepanjang tidak terdapatperubahan signifikan dalam perekonomian sejakterjadinya transaksi. Untuk seluruh instrumenkeuangan yang tidak terdaftar pada suatu pasaraktif, kecuali investasi pada instrumen ekuitasyang tidak memiliki kuotasi harga, maka nilaiwajar ditentukan menggunakan teknik penilaian.Teknik penilaian meliputi teknik nilai kini (netpresent value), dan perbandingan terhadapinstrumen sejenis yang memiliki harga pasaryang dapat diobservasi.

The fair value of financial instruments traded inactive markets at the balance sheet date isbased on their quoted market price or dealerprice quotations (bid price for long positionsand ask price for short positions), without anydeduction for transaction costs. When currentbid and asking prices are not available, theprice of the most recent transaction is usedsince it provides evidence of the current fairvalue as long as there has not been asignificant change in economic circumstancessince the time of the transaction. For all otherfinancial instruments not listed in an activemarket, except investment in unquoted equitysecurities, the fair value is determined by usingappropriate valuation techniques. Valuationtechniques include net present valuetechniques, and comparison to similarinstruments for which market observable pricesexist.

Laba/Rugi Hari ke-1 Day 1 Profit/Loss

Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yangtidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumensejenis pada transaksi pasar terkini yang dapatdiobservasi atau berbeda dengan nilai wajaryang dihitung menggunakan teknik penilaiandimana variabelnya merupakan data yangdiperoleh dari pasar yang dapat diobservasi,maka Perusahaan dan anak perusahaanmengakui selisih antara harga transaksi dengannilai wajar tersebut (yakni Laba/Rugi hari ke-1)dalam laporan laba rugi konsolidasi, kecuali jikaselisih tersebut memenuhi kriteria pengakuansebagai aset yang lain. Dalam hal tidak terdapatdata yang dapat diobservasi, maka selisih antaraharga transaksi dan nilai yang ditentukanberdasarkan teknik penilaian hanya diakui dalamlaporan laba rugi konsolidasi apabila datatersebut menjadi dapat diobservasi atau padasaat instrumen tersebut dihentikanpengakuannya. Untuk masing-masing transaksi,Perusahaan dan anak perusahaan menerapkanmetode pengakuan Laba/Rugi Hari ke-1 yangsesuai.

Where the transaction price in a non-activemarket is different from the fair value of otherobservable current market transactions in thesame instrument or based on a valuationtechnique whose variables include only datafrom observable market, the Company and itssubsidiaries’ recognize the difference betweenthe transaction price and fair value (a Day 1profit) in the consolidated statement of incomeunless it qualifies for recognition as some othertype of asset. In cases where the data is notobservable, the difference between thetransaction price and model value is onlyrecognized in the consolidated statement ofincome when the inputs become observable orwhen the instrument is derecognized. For eachtransaction, the Company and its subsidiariesdetermines the appropriate method ofrecognizing the “Day 1” profit amount.

214

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

Saling Hapus Aset dan Kewajiban Keuangan Offsetting of Financial Assets and FinancialLiabilities

Aset keuangan dan kewajiban keuangan salinghapus dan nilai bersihnya disajikan dalam neracakonsolidasi jika, dan hanya jika, Perusahaan saatini memiliki hak yang berkekuatan hukum untukmelakukan saling hapus atas jumlah yang telahdiakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikansecara neto atau untuk merealisasikan aset danmenyelesaikan kewajibannya secara simultan.

Financial assets and liabilities are offset andthe net amount reported in the consolidatedbalance sheet if, and only if, there is acurrently enforceable right to offset therecognized amounts and there is intention tosettle on a net basis, or to realize the assetand settle the liability simultaneously.

Penghentian Pengakuan Aset dan KewajibanKeuangan

Derecognition of Financial Assets andLiabilities

Aset keuangan (atau, jika dapat diterapkan untukbagian dari aset keuangan atau kelompok asetkeuangan yang serupa) dihentikan pengakuannyajika:

Financial asset (or, where applicable, a part ofa financial asset or part of a group of similarfinancial assets) is derecognized when:

a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasaldari aset keuangan tersebut berakhir;

a. the rights to receive cash flows from theasset have expired;

b. Perusahaan dan anak perusahaan tetapmemiliki hak untuk menerima arus kas dariaset keuangan tersebut, namun jugamenanggung kewajiban kontraktual untukmembayar kepada pihak ketiga atas arus kasyang diterima tersebut secara penuh tanpaadanya penundaan yang signifikanberdasarkan suatu kesepakatan; atau

b. the Company and its subsidiaries retainsthe right to receive cash flows from theasset, but have assumed an obligation topay them in full without material delay to athird party under a “pass-through”arrangement; or

c. Perusahaan dan anak perusahaan telahmentransfer haknya untuk menerima arus kasdari aset keuangan dan (i) telah mentransfersecara substansial seluruh risiko dan manfaatatas aset keuangan, atau (ii) secarasubstansial tidak mentransfer atau tidakmemiliki seluruh risiko dan manfaat atas asetkeuangan, namun telah mentransferpengendalian atas aset keuangan tersebut.

c. the Company and its subsidiaries havetransferred their rights to receive cashflows from the asset and either (i) havetransferred substantially all the risks andrewards of the asset, or (ii) have neithertransferred nor retained substantially allthe risks and rewards of the asset, buthave transferred control of the asset.

Ketika Perusahaan dan anak perusahaan telahmentransfer hak untuk menerima arus kas darisuatu aset keuangan atau telah menjadi pihakdalam suatu kesepakatan, dan secara substansialtidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risikodan manfaat atas aset keuangan dan masihmemiliki pengendalian atas aset tersebut, makaaset keuangan diakui sebesar keterlibatanberkelanjutan dengan aset keuangan tersebut.Keterlibatan berkelanjutan dalam bentukpemberian jaminan atas aset yang ditransferdiukur berdasarkan jumlah terendah antara nilaiaset yang ditransfer dengan nilai maksimal daripembayaran yang diterima yang mungkin harusdibayar kembali oleh Perusahaan dan anakperusahaan.

When the Company and its subsidiaries havetransferred their rights to receive cash flowsfrom a financial asset or have entered into apass-through arrangement, and have neithertransferred nor retained substantially all therisks and rewards of the asset nor transferredcontrol of the asset, the financial asset isrecognized to the extent of the Company andits subsidiaries’ continuing involvement in theasset. Continuing involvement that takes theform of a guarantee over the transferred assetis measured at the lower of the originalcarrying amount of the asset and the maximumamount of consideration that the Company andits subsidiaries could be required to repay.

Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannyajika kewajiban keuangan tersebut berakhir,dibatalkan atau telah kadaluarsa.

A financial liability is derecognized when thecontractual obligation under the liability isdischarged, cancelled or has expired.

215

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

Penurunan Nilai Aset Keuangan Impairment of Financial Assets

Pada setiap tanggal neraca, Perusahaan dananak perusahaan menelaah apakah suatu asetkeuangan atau kelompok aset keuangan telahmengalami penurunan nilai.

The Company and its subsidiaries assess, ateach balance sheet date, whether there is anyobjective evidence that a financial asset or agroup of financial assets is impaired.

Suatu aset keuangan atau kelompok asetkeuangan mengalami penurunan nilai jika danhanya jika, terdapat bukti obyektif mengenaipenurunan nilai sebagai akibat dari satu ataulebih kejadian yang timbul setelah pengukuranawal dari suatu aset (suatu kejadian yangmerugikan) dan kejadian kerugian tersebut telahmempengaruhi estimasi arus kas masa depandari aset keuangan atau kelompok asetkeuangan yang dapat diestimasi dengan andal.Bukti mengenai penurunan nilai meliputi indikasibahwa peminjam atau kelompok peminjammengalami kesulitan keuangan secara signifikan,gagal dalam melakukan pembayaran bunga ataupokok, kemungkinan akan mengalamikebangkrutan atau reorganisasi keuanganlainnya dan terdapat hasil observasi data yangmengindikasikan terdapat penurunan nilai padaestimasi arus kas masa depan, sepertiperubahan kondisi ekonomi yang berhubungandengan gagal bayar.

A financial asset or a group of financial assetsis deemed to be impaired if, and only if, thereis objective evidence of impairment as a resultof one or more events that occurred after theinitial recognition of the asset (an “incurred lossevent”) and that loss event (or events) has animpact on the estimated future cash flows ofthe financial asset or the group of financialassets that can be reliably estimated. Evidenceof impairment may include indications that theborrower or a group of borrowers isexperiencing significant financial difficulty,default or delinquency in interest or principalpayments, the probability that they will enterbankruptcy or other financial reorganizationand where observable data indicate that thereis a measurable decrease in the estimatedfuture cash flows, such as changes in arrearsor economic conditions that correlate withdefaults.

(1) Aset keuangan pada biaya perolehandiamortisasi

(1) Assets Carried at Amortized Cost

Perusahaan dan anak perusahaanpertama-tama menentukan apakahterdapat bukti obyektif mengenaipenurunan nilai secara individual atas asetkeuangan yang signifikan secara individual,atau secara kolektif untuk aset keuanganyang jumlahnya tidak signifikan secaraindividual. Jika Perusahaan dan anakperusahaan menentukan tidak terdapatbukti obyektif mengenai penurunan nilaiatas aset keuangan yang dinilai secaraindividual, baik aset keuangan tersebutsignifikan atau tidak signifikan, maka asettersebut dimasukkan ke dalam kelompokaset keuangan yang memiliki karakteristikrisiko kredit yang sejenis dan menilaipenurunan nilai kelompok tersebut secarakolektif. Aset yang penurunan nilainyadinilai secara individual, dan untuk itukerugian penurunan nilai diakui atau tetapdiakui, tidak termasuk dalam penilaianpenurunan nilai secara kolektif.

The Company and its subsidiaries firstassess whether objective evidence ofimpairment exists individually for financialassets that are individually significant,and individually or collectively forfinancial assets that are not individuallysignificant. If the Company and itssubsidiaries determine that no objectiveevidence of impairment exists for anindividually assessed financial asset,whether significant or not, it includes theasset in a group of financial assets withsimilar credit risk characteristics andcollectively assess them for impairment.Assets that are individually assessed forimpairment and for which an impairmentloss is or continues to be recognized arenot included in a collective assessmentfor impairment.

216

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan) Impairment of Financial Assets (continued)

Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunannilai telah terjadi atas aset dalam kategoripinjaman yang diberikan dan piutang atauinvestasi dimiliki hingga jatuh tempo yangdilaporkan pada biaya amortisasi, makajumlah kerugian tersebut diukur sebagaiselisih antara nilai tercatat aset dengan nilaikini estimasi arus kas masa depan (tidaktermasuk kerugian kredit di masa depan yangbelum terjadi) yang didiskonto menggunakansuku bunga efektif awal dari aset tersebut(yang merupakan suku bunga efektif yangdihitung pada saat pengakuan awal). Nilaitercatat aset tersebut langsung dikurangidengan penurunan nilai yang terjadi ataumenggunakan akun penyisihan dan jumlahkerugian yang terjadi diakui di laporan labarugi konsolidasi.

If there is objective evidence that animpairment loss on loans and receivablesor held to maturity investments thatcarried at amortized cost for individuallyassessed has been incurred, the amountof the loss is measured as the differencebetween the asset’s carrying amount andthe present value of estimated futurecash flows (excluding future credit lossesthat have not been incurred) discountedat the financial asset’s original effectiveinterest rate (i.e., the effective interestrate computed at initial recognition). Thecarrying amount of the asset shall bereduced either directly or through the useof an allowance account. The amount ofloss is charged to the consolidatedstatement of income.

(2) Aset yang tersedia untuk dijual (2) Assets Classified as Available for Sale

Dalam hal instrumen ekuitas dalam kelompoktersedia untuk dijual, penelaahan penurunannilai ditandai dengan penurunan nilai wajardibawah biaya perolehannya yang signifikandan berkelanjutan. Jika terdapat bukti obyektifpenurunan nilai, maka kerugian penurunannilai kumulatif yang dihitung dari selisihantara biaya perolehan dengan nilai wajarkini, dikurangi kerugian penurunan nilai yangsebelumnya telah diakui dalam laporan labarugi konsolidasi, dikeluarkan dari ekuitas dandiakui dalam laporan laba rugi konsolidasi.Kerugian penurunan nilai yang diakui padalaporan laba rugi konsolidasi tidak bolehdipulihkan melalui laporan laba rugikonsolidasi (harus diakui melalui ekuitas).Kenaikan nilai wajar setelah terjadinyapenurunan nilai diakui di ekuitas.

In case of equity investments classifiedas AFS, assessment of any impairmentwould include a significant or prolongeddecline in the fair value of theinvestments below its cost. Where thereis evidence of impairment, the cumulativeloss measured as the difference betweenthe acquisition cost and the current fairvalue, less any impairment loss on thatfinancial asset previously recognized inthe consolidated statement of income isremoved from equity and recognized inthe consolidated statement of income.Impairment losses on equity investmentsare not reversed through theconsolidated statement of income.Increases in fair value after impairmentare recognized directly in equity.

Dalam hal instrumen hutang dalam kelompoktersedia untuk dijual, penurunan nilai ditelaahberdasarkan kriteria yang sama dengan asetkeuangan yang dicatat pada biaya perolehandiamortisasi. Bunga tetap diakru berdasarkansuku bunga efektif asal yang diterapkan padanilai tercatat aset yang telah diturunkannilainya, dan dicatat sebagai bagian daripendapatan bunga dalam laporan laba rugikonsolidasi. Jika pada periode berikutnya,nilai wajar instrumen hutang meningkat danpeningkatan nilai wajar tersebut karena suatuperistiwa yang terjadi setelah penurunan nilaitersebut diakui, maka penurunan nilai yangsebelumnya diakui harus dipulihkan melaluilaporan laba rugi konsolidasi.

In the case of debt instruments classifiedas AFS, impairment is assessed basedon the same criteria as financial assetscarried at amortized cost. Interestcontinues to be accrued at the originaleffective interest rate on the reducedcarrying amount of the asset and isrecorded as part of interest income in theconsolidated statement of income. If, insubsequent period, the fair value of adebt instrument increased and theincrease can be objectively related to anevent occurring after the impairment losswas recognized in the consolidatedstatement of income, the impairment lossis reversed through the consolidatedstatement of income.

217

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

g. Kas dan Setara Kas g. Cash and Cash Equivalents

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dandeposito berjangka yang jatuh tempo dalamwaktu tiga bulan atau kurang dari tanggalperolehannya dan yang tidak dijaminkan sertatidak dibatasi penggunaannya.

Cash and cash equivalents consist of cash onhand and in banks and all unrestricted timedeposits with maturities of three months orless from the dates of placement which are notpledged nor restricted.

h. Investasi Saham h. Investments in Shares of Stock

Investasi Saham Lainnya Other Share Investment

Kebijakan akuntansi untuk Investasi dalambentuk saham dijelaskan pada Catatan 2f.

The accounting policy for investments inshares of stock is disclosed in Note 2f.

Sebelum 1 Januari 2010, investasi dalam bentuksaham dengan pemilikan kurang dari 20% yangnilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkanuntuk investasi jangka panjang dinyatakansebesar biaya perolehan (metode biaya). Bilaterjadi penurunan nilai yang bersifat permanen,nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakuipenurunan tersebut dan kerugiannya dibebankanpada laporan laba rugi tahun berjalan. Nilaitercatat investasi yang rugi penurunan nilai telahdiakui harus dinaikkan maksimum sebesar nilaitercatat dan diakui sebagai penghasilan dalamlaporan laba rugi konsolidasi.

Prior to January 1, 2010, investments inshares of stock with ownership interest of lessthan 20% that do not have readilydeterminable fair values and are intended forlong-term investments are stated at cost (costmethod). The carrying amount of theinvestments is written down to recognize apermanent decline in the value of theindividual investments which is chargeddirectly to current operations. The carryingamount of an investment for which animpairment loss has been recognized shouldbe increased to a maximum of the carryingamount and recognized as income in theconsolidated statement of income.

Investasi Saham pada Perusahaan Asosiasi Shares Investments in Associated Company

Investasi dalam bentuk saham dimanaPerusahaan mempunyai pemilikan sahamminimal 20%, tetapi tidak lebih dari 50% dicatatdengan menggunakan metode ekuitas, dimanabiaya perolehan dari penyertaan ditambah ataudikurangi dengan bagian Perusahaan atas labaatau rugi bersih perusahaan asosiasi sejaktanggal perolehan sebesar persentase pemilikanserta dikurangi dengan dividen. Keuntunganyang belum direalisasi yang berasal daritransaksi dengan perusahaan asosiasidieliminasi dari nilai investasi sebesar persentasekepemilikan pada perusahan asosiasi.

Investment in shares of stock with ownershipinterest of 20% to 50%, directly or indirectlyowned, are accounted for using the equitymethod whereby the investor’s proportionateshare in the income or loss of the associatedcompany after the date of acquisition is addedto or deducted from, the acquisition cost of theinvestments less dividen. Unrealized gainsarising from transactions with associates areeliminated to the extent of the Company’sinterests in the associates, against therespective investment amount.

i. Piutang i. Accounts Receivable

Piutang diklasifikasikan sebagai aset keuangandalam kategori pinjaman yang diberikan danpiutang dan dinyatakan sebesar biaya perolehandiamortisasi dikurangi cadangan kerugianpenurunan nilai. Kebijakan akuntansi untukpinjaman diberikan dan piutang dijelaskan padaCatatan 2f.

Accounts receivables are classified asfinancial assets which categorized as loansand receivables and are stated at amortizedcost less allowance for impairment loss. Thespecific accounting policy for loans andreceivables is disclosed in Note 2f.

Sebelum 1 Januari 2010, piutang dinyatakansebesar nilai nominal jumlah tagihan setelahdikurangi penyisihan piutang ragu-ragu.Penyisihan piutang ragu-ragu dibentukberdasarkan penelaahan terhadap keadaanmasing-masing akun piutang pada akhir tahun.Piutang yang tidak dapat ditagih dihapuskan.

Prior to January 1, 2010, accounts receivableare stated at nominal value, less allowance fordoubtful accounts. Allowance for doubtfulaccounts is provided based on a review of thestatus of the individual receivable accounts atthe end of the year. Accounts receivabledeemed uncollectible are written off.

218

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

j. Persediaan j. Inventories

Persediaan dinyatakan berdasarkan biayaperolehan atau nilai realisasi bersih, mana yanglebih rendah dikurangi persediaan usang. Biayaperolehan ditentukan dengan metode rata-ratatertimbang.

Inventories are stated at cost or net realizablevalue, whichever is lower, less any allowancefor inventory obsolescence. Cost is determinedusing the weighted-average method.

k. Biaya Dibayar Dimuka k. Prepaid Expenses

Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masamanfaat masing-masing biaya denganmenggunakan metode garis lurus.

Prepaid expenses are amortized over theirbenefical periods using the straight-linemethod.

l. Bibitan l. Nurseries

Biaya-biaya yang terjadi untuk pembibitan,pembelian bibit, dan pemeliharaannyadinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasibiaya ini akan dipindahkan ke akun “TanamanBelum Menghasilkan” pada saat siap ditanam.

Costs incurred in the preparation of thenursery, purchase of seedings and theirmaintenance are stated at cost. Theaccumulated costs are transferred to“Immature Plantations” account at the time ofplanting.

m. Tanaman Perkebunan m. Plantations

Tanaman perkebunan merupakan tanamanproduksi yang dibedakan menjadi tanamanbelum menghasilkan dan tanamanmenghasilkan. Tanaman belum menghasilkandinyatakan sebesar biaya perolehan yangmeliputi akumulasi biaya persiapan lahan,penanaman bibit, pemupukan dan pemeliharaan,alokasi biaya tidak langsung berdasarkan luashektar yang dikapitalisasi, termasuk pulakapitalisasi biaya pinjaman dan biaya tidaklangsung lainnya sampai dengan saat tanamanyang bersangkutan dinyatakan menghasilkan.

Plantations include production plantations thatcan be classified as immature plantations andmature plantations. Immature plantations arestated at cost which consists of accumulatedcost of plantation, seedling, fertilizing andmaintenance, allocation of indirect costcapitalized based on the number of hectares,including capitalized borrowing costs and otherindirect overhead costs up to the time theplantation is mature.

Tanaman belum menghasilkan tidak disusutkan.Tanaman belum menghasilkan direklasifikasimenjadi tanaman menghasilkan pada saattanaman dianggap sudah menghasilkan.Tanaman perkebunan dinyatakan telahmenghasilkan bila sudah berumur:

Immature plantations are not depreciated.Immature plantations will be reclassified to themature plantations account when plantationsare considered mature. From planting date, apIantation is considered mature in:

Tahun/Years

Kelapa sawit 4 Palm oil

Karet 5 – 6 RubberKopi 4 – 5 CoffeeTeh 4 – 5 TeaKakao 4 – 5 Cocoa

Tanaman menghasilkan disusutkan denganmenggunakan metode garis lurus berdasarkantaksiran masa manfaat selama 16 tahun. Padatanggal 1 Januari 2009, manajemen mengubahestimasi masa manfaat tanaman menghasilkandari 16 tahun menjadi 25 tahun karenaberdasarkan evaluasi manajemen tanamanmenghasilkan dapat berproduksi secaraekonomis sampai dengan 25 tahun. Perubahanestimasi tersebut berlaku prospektif.

Mature plantations are depreciated usingthe straight-line method over estimated usefullife of 16 years. In January 1, 2009, themanagement changed the estimated useful lifeof plantations from 16 years to 25 years basedon management’s evaluation that matureplantations produce economically until25 years. The change in estimate wasaccounted for on a prospective basis.

219

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

n. Aset Tetap n. Fixed Assets

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan.Penyusutan dihitung, kecuali untuk tanah yangtidak disusutkan, dengan menggunakan metodegaris lurus (straight-line method) berdasarkantaksiran masa manfaat ekonomis aset tetap,sebagai berikut:

Fixed assets are stated at cost. Depreciation iscomputed, except for land which is notdepreciated, using the straight-line methodover the estimated useful lives of the assets,as follows:

Tahun/Years

Bangunan, jembatan dan jalan 8 – 20 Buildings, bridges and roads

Mesin dan peralatan 5 – 8 Machinery and toolsKendaraan 4 – 5 Motor vehiclesPerlengkapan kantor 5 – 10 Office equipment

Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metodepenyusutan direview setiap akhir tahun danpengaruh dari setiap perubahan estimasitersebut berlaku prospektif.

The estimated useful lives, residual values anddepreciation method are reviewed at each yearend, with the effect of any changes in estimateaccounted for on a prospective basis.

Sesuai dengan PSAK No. 47 tentang “AkuntansiTanah”, biaya-biaya sehubungan denganperolehan hak atas tanah ditangguhkan dandisajikan terpisah dari perolehan tanah. Biaya-biaya tertentu yang terdiri atas biaya legal, biayanotaris, biaya pajak dan biaya lainnya,ditangguhkan dan diamortisasi sepanjangperiode hak atas tanah atau umur ekonomistanah, mana yang lebih pendek.

In accordance with the PSAK No. 47,“Accounting for Land”, all incidental costsincurred in relation with the acquisitions oflandrights are deferred and presentedseparately from the main acquisition cost of theland. Such costs, which consist of legal fees,notarial fees, taxes and other fees, are to beamortized over the legal term of the relatedlandrights.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesarbiaya perolehan dan disajikan sebagai bagiandari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan asetdalam penyelesaian akan dipindahkan kemasing-masing aset tetap yang bersangkutanpada saat aset tersebut selesai dikerjakan dansiap digunakan.

Construction in progress is stated at cost. Theaccumulated costs are reclassified to therespective fixed assets account whenconstruction is substantially completed and theasset is ready for its intended use.

Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankanpada laporan laba rugi konsolidasi pada saatterjadinya. Biaya penggantian komponen suatuaset dan biaya inspeksi yang signifikan diakuidalam jumlah tercatat aset jika memenuhi kriteriauntuk diakui sebagai bagian dari aset. Jika asettetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yangdijual, biaya perolehan serta akumulasipenyusutannya dikeluarkan dari kelompok asettetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yangterjadi dibukukan dalam laporan laba rugikonsolidasi.

The cost of maintenance and repairs ischarged to consolidated statements ofoperations as incurred. Significant cost ofreplacing part of assets and major inspectioncost are recognized in the carrying amount ofthe assets if the recognition criteria are met.When assets are retired or otherwise disposedof, their carrying values and the relatedaccumulated depreciation are removed fromthe accounts and any resulting gain or loss isreflected in the consolidated statement ofincome.

PSAK No. 48 mengenai “Penurunan Nilai Aset”mensyaratkan manajemen Perusahaan untukmenelaah nilai aset untuk setiap penurunan danpenghapusan ke nilai wajar jika keadaanmenunjukkan bahwa nilai tercatat tidak bisadiperoleh kembali. Di lain pihak, pemulihankerugian penurunan nilai diakui apabila terdapatindikasi bahwa penurunan nilai tersebut tidak lagiterjadi. Penurunan (pemulihan) nilai aset diakuisebagai beban (pendapatan) pada laba rugikonsolidasi tahun berjalan.

In compliance with PSAK No. 48, “Impairmentin Asset Value”, asset values are reviewed forany impairment and possible write-down totheir fair values whenever events or changesin circumstances indicate that the carryingvalue may not be fully recovered. On the otherhand, a reversal of an impairment loss isrecognized whenever there is indication thatthe assets is not impaired anymore. Theamount of impairment loss (reversal ofimpairment loss) is recognized in the currentyear’s operations.

220

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

o. Aset Sewa Pembiayaan o. Assets Under Finance Lease

Sewa aset tetap dimana Perusahaan dan anakperusahaan memiliki secara substansi seluruhrisiko dan manfaat aset, diklasifikasikan sebagaisewa pembiayaan. Sewa pembiayaandikapitalisasi pada awal masa sewa sebesar nilaiterendah antara nilai wajar aset tetap sewaanatau nilai kini pembayaran sewa minimum.

Leases where the Company and itssubsidiaries have substantially all the risks andrewards of ownership, are classified as financeleases. Finance leases are capitalized at thecommencement of the lease at the lower valueof the fair value of the finance leased fixedassets and the present value of the minimumfinance lease payments.

Setiap pembayaran sewa dialokasikan antaraporsi pelunasan kewajiban dan beban keuangan.Jumlah kewajiban sewa, setelah dikurangi bebankeuangan, disajikan sebagai kewajiban jangkapanjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempodalam waktu kurang dari dua belas bulandisajikan sebagai kewajiban jangka pendek.Unsur bunga dalam beban keuangandibebankan ke laporan laba rugi konsolidasiselama masa sewa yang menghasilkan tingkatbunga konstan atas saldo kewajiban. Aset tetapyang diperoleh melalui sewa pembiayaandisusutkan selama jangka waktu yang lebihpendek antara umur manfaat dan masa sewa.

Each finance lease payment is allocatedbetween the liability portion and a financecharge. The corresponding rental obligations,net of finance charges are included in otherlong-term liabilities, except for those withmaturities of less than twelve months areincluded in current liabilities. The interestelement of the finance cost is charged to theconsolidated statement of income over thefinance lease period so as to produce aconstant periodic rate of interest on theremaining balance of the liability. Fixed assetsacquired under finance leases are depreciatedover the shorter of the useful life of the assetor the finance lease term.

p. Perkebunan Inti Plasma (Plasma) p. Nucleus Plasma Plantations (Plasma)

Plasma merupakan kebijakan pemerintahIndonesia berkaitan dengan kerjasamapengembangan perkebunan. Sebagai pihak inti,anak perusahaan berkewajiban untuk melatihdan mengawasi plasma dan membeli hasilperkebunan milik plasma.

Plasma is a government policy in connectionwith the development of plantations. Being amajor part of the project, the subsidiaries areacquired to train project personnel and controlthe plasma project as well as purchase plasmaplantation crops.

Pengeluaran untuk pengelolaan perkebunan danpelatihan petani didanai oleh bank dan apabilasementara ditalangi Perusahaan menunggupendanaan dari bank, diakui sebagai piutangplasma.

Expense for managing the farmer’s plantationsare funded by bank, in this case, temporaryadvances are given by the Company untilfunded by the bank which are recognized asplasma receivables.

q. Pengakuan Pendapatan dan Beban q. Revenue and Expense Recognition

Penjualan diakui pada saat barang diserahkandan hak kepemilikan telah beralih kepadapelanggan. Beban diakui sesuai manfaatnyapada tahun yang bersangkutan.

Sales are recognized when the goods aredelivered and the title has passed to thecustomers. Expenses are recognized whenincurred.

r. Biaya Pinjaman r. Borrowing Cost

Biaya pinjaman merupakan bunga dan selisihkurs pinjaman yang diterima dalam mata uangasing dan biaya lainnya (amortisasidiskon/premium dari pinjaman diterima) yangterjadi sehubungan dengan peminjaman dana.

Borrowing costs are interest and exchangedifference on foreign currency denominatedborrowings and other costs (amortization ofdiscounts/premiums on borrowings) incurred inconnection with the borrowing of funds.

Biaya pinjaman diakui sebagai beban pada saatterjadinya biaya pinjaman tersebut, kecuali biayapinjaman yang secara langsung dapatdiatribusikan dengan pengembangan tanamanbelum menghasilkan yang dikapitalisasi ketanaman belum menghasilkan.

Borrowing costs are recognized as an expensein the period in which they are incurred, exceptfor those borrowing costs which are directlyattributable to the development of immatureplantations which are capitalized to immatureplantations.

221

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

r. Biaya Pinjaman (lanjutan) r. Borrowing Cost (continued)

Apabila pinjaman hanya digunakan untukmemperoleh suatu aset tertentu, maka jumlahbiaya pinjaman yang dikapitalisasi adalahseluruh biaya pinjaman yang timbul selamapeminjaman dana tersebut dikurangi denganpendapatan bunga yang diperoleh dari investasisementara atas dana pinjaman diterima yangbelum digunakan.

If the borrowing is specifically used for thepurpose of acquiring a qualifying asset, thetotal borrowing costs eligible for capitalizationare all borrowing costs incurred on thatborrowing during the period, less any interestearned from temporary investment on theunused borrowings.

Kapitalisasi biaya pinjaman sebagai bagian daribiaya perolehan suatu aset dimulai apabilapengeluaran untuk aset tersebut telah mulaidilakukan; biaya pinjaman sedang terjadi; danaktivitas yang dibutuhkan untuk mempersiapkanpembangunan atau memproduksi aset tertentusedang berlangsung.

Capitalization of borrowing costs as part of theacquisition cost of an asset commences whenexpenditures for the asset are being incurred;borrowing costs are being incurred; andactivities that are necessary to prepare theconstruction or the production of the qualifyingasset are in progress.

Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan apabiladalam suatu periode yang cukup lama aktivitaspembangunan ataupun produksi ditangguhkanatau ditunda, sedangkan kapitalisasi biayapinjaman tersebut diakhiri apabila aktivitas untukmemperoleh, membangun atau memproduksiaset tertentu sesuai dengan tujuannya secarasubstansial telah selesai.

Capitalization of borrowing costs is suspendedif during extended periods the activedevelopment or production of the qualifyingasset is interrupted, while capitalization ofborrowing costs ceases when all the activitiesnecessary to acquire, build or produce thequalifying asset for its intended use aresubstantially complete.

s. Imbalan Kerja s. Employee Benefits

Imbalan Pasca Kerja

Perusahaan dan anak perusahaan memberikanimbalan pasca kerja imbalan pasti untukkaryawan sesuai peraturan Perusahaan dananak perusahaan. Tidak terdapat pendanaanyang disisihkan oleh Perusahaan dan anakperusahaan sehubungan dengan imbalan pascakerja ini.

Post-Employment Benefits

The Company and its subsidiaries providedefined post-employment benefits to theiremployees based on the Company and itssubsidiaries’ policy. No funding has beenmade to this defined benefit plan.

Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakanmetode Projected Unit Credit. Akumulasikeuntungan dan kerugian aktuarial bersih yangbelum diakui yang melebihi 10% dari nilai kinikewajiban imbalan pasti diakui dengan metodegaris lurus selama rata-rata sisa masa kerja yangdiprakirakan dari para pekerja dalam programtersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsungapabila imbalan tersebut menjadi hak atauvested, dan sebaliknya akan diakui sebagaibeban dengan metode garis lurus selamaperiode rata-rata sampai imbalan tersebutmenjadi vested.

The cost of providing post-employmentbenefits is determined using the Projected UnitCredit Method. The accumulated unrecognizedactuarial gains or losses that exceed 10% ofthe present value of the Company’s and itssubsidiaries defined benefit obligation arerecognized on a straight-line basis over theexpected average remaining working lives ofthe participating employees. Past service costis recognized immediately to the extent thatthe benefits are already vested, and otherwiseis amortized on a straight-line basis over theaverage period until the benefits becomevested.

Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalanpasca kerja di neraca konsolidasi merupakannilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikandengan keuntungan dan kerugian aktuarial yangbelum diakui, dan biaya jasa lalu yang belumdiakui.

The benefit obligation recognized in theconsolidated balance sheet represents thepresent value of the defined benefit obligation,as adjusted for unrecognized actuarial gains orlosses and unrecognized past service cost.

222

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

s. Imbalan Kerja (lanjutan) s. Employee Benefits (continued)

Imbalan Kerja Jangka Panjang lainnya

Perusahaan dan anak perusahaan memberikanprogram imbalan kerja jangka panjang lainnyadalam bentuk penghargaan masa kerja untukkaryawan yang telah mencapai masa kerjatertentu.

Other Long-term Service Benefit

The Company and its subsidiaries also providelong-term service award benefit for employeesattaining a certain number of years of service.

Perhitungan imbalan kerja jangka panjanglainnya menggunakan metode Projected UnitCredit. Keuntungan dan kerugian aktuarial danbiaya jasa lalu langsung diakui. Jumlah yangdiakui sebagai kewajiban untuk imbalan kerjajangka panjang lainnya di neraca konsolidasimerupakan nilai kini kewajiban imbalan kerjajangka panjang disesuaikan dengan keuntungandan kerugian aktuarial yang belum diakui, danbiaya jasa lalu yang belum diakui.

The cost of providing other long–term servicebenefit is determined using the Projected UnitCredit Method. Actuarial gains or losses andpast service cost is recognized immediately.The benefit obligation recognized in theconsolidated balance sheet represents thepresent value of the long-term service benefitobligation, as adjusted for unrecognizedactuarial gains and losses and unrecognizedpast service cost.

t. Pajak Penghasilan t. Income Tax

Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiranpenghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset dankewajiban pajak tangguhan diakui atasperbedaan temporer antara aset dan kewajibanuntuk tujuan komersial dan untuk tujuanperpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaatpajak di masa mendatang, seperti nilai terbawaatas saldo rugi fiskal yang belum digunakan (jikaada) juga diakui sejauh realisasi atas manfaatpajak tersebut dimungkinkan.

Current tax expense is provided based oncurrent estimated taxable income for the yearusing the prevailing tax rates. Deferred taxassets and liabilities are recognized fortemporary differences between the financialand the tax bases of assets and liabilities ateach reporting date. Future tax benefits, suchas the carryforward of unused tax losses, arealso recognized to the extent that realization ofsuch benefits is probable.

Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur padatarif pajak yang diharapkan akan digunakan padatahun ketika aset direalisasi atau ketikakewajiban dilunasi berdasarkan tarif pajak (danperaturan perpajakan) yang berlaku atau secarasubstansial telah diberlakukan pada tanggalneraca. Perubahan nilai aset dan kewajibanpajak tangguhan yang disebabkan olehperubahan tarif pajak dibebankan pada tahunberjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yangsebelumnya telah langsung dibebankan ataudikreditkan ke ekuitas.

Deferred tax assets and liabilities aremeasured at the tax rates that are expected toapply to the period when the asset is realizedor the liability is settled, based on tax rates(and tax laws) that have been enacted orsubstantively enacted at the balance sheetdate. Changes in the carrying amount ofdeferred tax assets and liabilities due to achange in tax rates are charged to the currentyear’s operations, except to the extent thatthey relate to items previously charged orcredited to stockholders’ equity.

Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakuipada saat Surat Ketetapan Pajak diterima ataujika Perusahaan dan anak perusahaanmengajukan keberatan, pada saat keputusanatas keberatan tersebut telah ditetapkan.

Aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan dineraca konsolidasi atas dasar kompensasisesuai dengan penyajian aset dan kewajibanpajak kini.

Amendments to tax obligations are recordedwhen an assessment is received or, ifappealed against by the Company and itssubsidiaries, when the result of the appeal isdetermined.

Deferred tax assets and liabilities are offset inthe consolidated balance sheet in the samemanner the current tax and liabilities arepresented.

223

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

u. Laba Per Saham u. Earnings per share

Laba per saham dasar dihitung dengan membagilaba bersih konsolidasi dengan jumlah rata-ratatertimbang saham yang beredar pada tahunyang bersangkutan dengan mempertimbangkandampak pemecahan saham setelah tanggalneraca.

Basic earnings per share are computed bydividing net income by the weighted averagenumber of shares outstanding during the yearwith consideration of the effect of the stocksplit in the subsequent event.

v. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing v. Foreign Currency Transactions and Balances

Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaandiselenggarakan dalam mata uang Rupiah.Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalammata uang asing dicatat dengan kurs yangberlaku pada saat terjadinya transaksi. Padatanggal neraca, aset dan kewajiban moneterdalam mata uang asing disesuaikan untukmencerminkan kurs yang berlaku pada tanggaltersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yangtimbul dikreditkan atau dibebankan dalamlaporan laba rugi konsolidasi tahun yangbersangkutan.

The books of accounts of the Company and itssubsidiaries are maintained in Rupiah.Transactions during the year involving foreigncurrencies are recorded at the rates ofexchange prevailing at the time thetransactions are made. At each balance sheetdate, monetary assets and liabilitiesdenominated in foreign currencies are adjustedto reflect the rates of exchange prevailing atthat date. The resulting gains or losses arecredited or charged to current operations.

Pada tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan2008, kurs yang digunakan masing-masing:

As of December 31, 2010, 2009 and 2008, theconversion rates used are as follows:

2010 2009 2008

Dolar Amerika Serikat (USD) 8.991 9.400 10.950 United States Dollar (USD)

Euro (EUR) 11.955 13.509 15.432 Euro (EUR)

Dolar Singapura (SGD) 7.981 6.698 7.607 Singapore Dollar (SGD)

w. Informasi Segmen w. Segment Information

Informasi segmen disusun sesuai dengankebijakan akuntansi yang digunakan dalampenyusunan dan penyajian laporan keuangankonsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmenadalah segmen usaha, sedangkan segmensekunder adalah segmen geografis.

Segmen usaha merupakan komponen yangdapat dibedakan dalam menghasilkan produkatau jasa dan kelompok tersebut memiliki risikodan imbalan yang berbeda dengan risiko danimbalan segmen lain.

Segmen geografis merupakan komponen yangdapat dibedakan dalam menghasilkan produkatau jasa dan pendapatan pada lingkungan(wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itumemiliki risiko dan imbalan yang berbedadengan risiko dan imbalan pada komponen yangberoperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomilain.

Segment information is prepared using theaccounting policies adopted for preparing andpresenting the consolidated financialstatements. The primary segment informationis based on business segments, whilesecondary segment information is based ongeographical segments.

A business segment is a distinguishablecomponent that is engaged in providing anindividual product or service and that is subjectto risks and returns that are different fromthose of other business segments.

A geographical segment is a distinguishablecomponent that is engaged in providingproducts or services within a particulareconomic environment and that is subject torisks and returns that are different from thosecomponents operating in other economicenvironments.

224

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. KAS DAN SETARA KAS 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS

2010 2009 2008

Kas - Rupiah 4.909.882.811 4.433.979.341 4.467.928.357 Cash on hand - Rupiah

Bank Cash in banks

Pihak hubungan istimewa (Catatan 24) Related party (Note 24)

PT Bank Ina Perdana - Rupiah 294.202.207 606.373.023 1.479.454.213 PT Bank Ina Perdana - Rupiah

Pihak ketiga Third parties

Rupiah Rupiah

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 7.657.306.119 10.170.254.856 6.328.675.987 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 2.727.109.846 1.090.067.524 19.627.767 (Persero) Tbk

PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia

(Persero) Tbk 2.406.157.390 2.250.351.997 3.280.114.328 (Persero) Tbk

PT Bank Permata Tbk 1.948.171.641 227.389.952 - PT Bank Permata Tbk

PT Bank UOB Indonesia 321.312.515 5.650.223 200.000.267 PT Bank UOB Indonesia

PT Bank Central Asia Tbk 194.720.324 159.804.922 43.648.288 PT Bank Central Asia Tbk

Dolar Amerika Serikat U.S. Dollar

PT Bank UOB Indonesia 2.686.129.673 1.766.026.881 1.217.867.429 PT Bank UOB Indonesia

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2.071.643.103 346.146.070 1.148.812.677 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 794.455.369 - - (Persero) Tbk

Sub-jumlah - pihak ketiga 20.807.005.980 16.015.692.425 12.238.746.743 Subtotal - third parties

Jumlah Bank 21.101.208.187 16.622.065.448 13.718.200.956 Total Cash in Banks

Setara kas - Deposito berjangka Cash equivalents - Time deposits

Pihak hubungan istimewa (Catatan 24) Related party (Note 24)

PT Bank Ina Perdana - Rupiah 12.000.000.000 3.000.000.000 - PT Bank Ina Perdana - Rupiah

Pihak ketiga Third party

PT Bank UOB Indonesia - PT Bank UOB Indonesia -

Dolar Amerika Serikat - - 7.665.000.000 U.S. Dollar

Jumlah Setara Kas - Deposito Berjangka 12.000.000.000 3.000.000.000 7.665.000.000 Total Cash Equivalents - Time Deposits

Jumlah 38.011.090.998 24.056.044.789 25.851.129.313 Total

Tingkat bunga deposito berjangka Interest rates per annum

per tahun of time deposits

Rupiah 8% 9% - Rupiah

Dolar Amerika Serikat - - 2% - 4,5% U.S. Dollar

Pada tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008,saldo kas dan setara kas dalam mata uang asingmasing-masing sebesar USD 617.532, USD 224.699dan USD 916.135 (Catatan 26).

As of December 31, 2010, 2009 and 2008, thecash and cash equivalents denominated in foreigncurrency amounted to USD 617,532, USD 224,699and USD 916,135, respectively (Note 26).

225

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

4. PIUTANG USAHA 4. TRADE RECEIVABLES

2010 2009 2008

a. Berdasarkan pelanggan a. By debtor

Pihak ketiga Third parties

Pelanggan dalam negeri 13.937.935.297 7.201.314.713 7.255.067.288 Local debtors

Pelanggan luar negeri 2.378.005.511 1.532.879.244 1.374.711.618 Foreign debtors

Jumlah 16.315.940.808 8.734.193.957 8.629.778.906 Total

b. Berdasarkan umur b. By age category

0 - 30 hari 15.582.928.825 8.433.005.520 8.285.757.364 0 - 30 days

31 - 60 hari 352.928.238 296.611.725 344.021.542 31 - 60 days

> 60 hari 380.083.745 4.576.712 - > 60 days

Jumlah 16.315.940.808 8.734.193.957 8.629.778.906 Total

c. Berdasarkan mata uang c. By currency

Rupiah 3.683.737.409 4.550.248.129 3.947.233.336 Rupiah

Dolar Amerika Serikat 12.632.203.399 4.183.945.828 4.682.545.570 U.S. Dollars

Jumlah 16.315.940.808 8.734.193.957 8.629.778.906 Total

Manajemen berpendapat bahwa piutang tersebutdapat ditagih sehingga tidak ditetapkan cadangankerugian penurunan nilai pada tahun 2010 danpenyisihan piutang ragu-ragu pada tahun 2009 dan2008.

No allowance for impairment loss in 2010 andallowance for doubtful accounts in 2009 and 2008were provided as management believes that allreceivables are collectible

Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapatrisiko yang terkonsentrasi secara signifikan ataspiutang kepada pihak ketiga.

Management also believes that there are nosignificant concentration of credit risk in third partyreceivables.

Piutang usaha dijadikan jaminan atas hutang bank(Catatan 10 dan 13).

Trade receivables are used as collateral for bankloans (Notes 10 and 13).

5. PERSEDIAAN 5. INVENTORIES

2010 2009 2008

Karet 11.082.462.804 6.353.245.855 12.648.212.268 Rubber

Kopi 3.129.474.005 2.378.324.128 4.549.083.500 Coffee

Minyak dan biji sawit 1.893.549.455 4.410.555.701 3.475.229.156 Palm oil and palm kernel

Kakao - 304.039.026 305.177.630 Cocoa

Kayu lapis 559.503.762 331.269.805 137.988.094 Veneer

Bahan pembantu 13.606.773.931 9.249.378.440 11.387.400.146 Indirect materials

Jumlah 30.271.763.957 23.026.812.955 32.503.090.794 Total

Pada tanggal 31 Desember 2010, seluruh persediaantelah diasuransikan terhadap risiko kebakaran danrisiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesarRp 45.930.000.000. Manajemen berpendapat bahwanilai pertanggungan cukup untuk menutupkemungkinan kerugian atas persediaan yangdipertanggungkan.

As of December 31, 2010, all of the inventorieswere insured against fire and others with acoverage value of Rp 45,930,000,000.Management believes that the insurance coverageis adequate to cover all the possible losses oninsured inventories.

Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat daripersediaan tidak melebihi nilai pengganti ataupemulihan aset.

Management believes that the carrying value ofinventories does not exceed the replacement costor recoverable amount.

Persediaan dijadikan jaminan atas hutang bank(Catatan 10 dan 13).

Inventories are used as collateral for bank loans(Notes 10 and 13).

226

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

6. INVESTASI SAHAM 6. INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK

Investasi dan Uang Muka Investasi padaPerusahaan Asosiasi

Investments in and Advances to AssociatedCompany

2010

Setoran modal 900.000.000 Capital contribution

Bagian rugi perusahaan sosiasi (458.892.205) Share in loss of associated company

Nilai buku investasi 441.107.795 Book value of investment

Uang muka investasi 6.520.080.000 Investment advances

Saldo akhir investasi 6.961.187.795 Ending balance of investment

Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa ParaPemegang Saham PT Nusantara Makmur Agratanggal 10 Desember 2010, telah disepakati untukmeningkatkan modal dasar, ditempatkan dan disetorPT Nusantara Makmur Agra. Notulen rapat tersebutbelum diaktakan dan dilaporkan kepada MenteriHukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia,sehingga pada tanggal 31 Desember 2010, setoranmodal Perusahaan kepada PT Nusantara MakmurAgra dicatat sebagai uang muka investasi.

Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa PemegangSaham tanggal 30 Desember 2010, para pemegangsaham menyetujui untuk melepaskan seluruhkepemilikan sahamnya di PT Nusantara MakmurAgra, sehingga pada tahun 2010 Perusahaan tidakmelakukan konsolidasi laporan keuanganPT Nusantara Makmur Agra, walaupun pemilikanPerusahaan sebesar 90%.

Based on the Extraordinary General Stockholders’Meeting of PT Nusantara Makmur Agra datedDecember 10, 2010, agreed to increasePT Nusantara Makmur Agra’s authorized,subscribed and paid-in capital. The notarial deedon such change has not been completed andreported to the Ministry of Justice and HumanRights of the Republic of Indonesia, thus, as ofDecember 31, 2010, the capital payment of theCompany to PT Nusantara Makmur Agra wasrecorded as investment advances.

Based on the Extraordinary General Stockholders’Meeting dated December 30, 2010, theStockholders’ agreed to release all its shares inPT Nusantara Makmur Agra, thus, in 2010 theCompany did not consolidate the financialstatements of PT Nusantara Makmur Agra althoughthe ownership interest of the Company is 90%.

Investasi Jangka Panjang Lainnya Other Long-Term Investments

Akun ini merupakan investasi Perusahaan yangdicatat dengan metode biaya dengan rincian sebagaiberikut:

This account represents the Company'sinvestments accounted for under the cost methodwhich are as follows:

Persentasekepemilikan/ Jenis usaha/ Saldo awal/ Saldo akhir/Percentage Nature of Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending

of ownership business balance Addition Deduction balance

Jasa investasi/PT Kharisma Prima Karya 2,63% Investment PT Kharisma Prima Karya

service 3.418.575.000 - - 3.418.575.000

Penyisihan penurunan Allowance for decline

nilai investasi - - - - in investment value

Bersih 3.418.575.000 - - 3.418.575.000 Net

2010

Persentase

kepemilikan/ Jenis usaha/ Saldo awal/ Saldo akhir/Percentage Nature of Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending

of ownership business balance Additions Deductions balance

- Perbankan/Banking 10.193.325.000 - 10.193.325.000 -

Jasa investasi/

Investment

service - 10.193.325.000 6.774.750.000 3.418.575.000

Jumlah 10.193.325.000 10.193.325.000 16.968.075.000 3.418.575.000 Total

Penyisihan penurunan Allowance for decline

nilai investasi (3.926.414.824) 3.926.414.824 - - in investment value

Bersih 6.266.910.176 14.119.739.824 16.968.075.000 3.418.575.000 Net

PT Kharisma Prima Karya

PT Bank Ina Perdana

PT Kharisma Prima Karya

2009

PT Bank Ina Perdana

2,63%

227

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

6. INVESTASI SAHAM (lanjutan) 6. INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK(continued)

Investasi Jangka Panjang Lainnya (lanjutan) Other Long-Term Investments (continued)

Persentasekepemilikan/ Jenis usaha/ Saldo awal/ Saldo akhir/Percentage Nature of Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending

of ownership business balance Addition Deduction balance

Perbankan/

Banking 10.193.325.000 - - 10.193.325.000

Penyisihan penurunan Allowance for decline

nilai investasi (8.163.897.672) 4.237.482.848 - (3.926.414.824) in investment value

Bersih 2.029.427.328 4.237.482.848 - 6.266.910.176 Net

2008

PT Bank Ina Perdana 7,96% PT Bank Ina Perdana

Investasi dalam saham yang tidak memiliki kuotasiharga dipasar aktif dicatat sebesar biaya perolehankarena basis nilai wajarnya tidak tersedia dan tidakada dasar alternatif untuk menetapkan nilai wajarpada tanggal neraca.

Investments in unquoted shares of stock arecarried at cost because fair value bases are notreadily available and there is no alternative basis ofderiving a reasonable valuation as of balance sheetdate.

Berdasarkan surat persetujuan Dewan Komisaristanggal 20 Januari 2009 telah disetujui penyetoranmodal melalui inbreng saham milik Perusahaan diPT Bank Ina Perdana ke dalam PT Kharisma PrimaKarya dengan menggunakan harga nominal sahamPerusahaan di PT Bank Ina Perdana. Denganadanya inbreng saham tersebut, Perusahaan menjadipemilik saham di PT Kharisma Prima Karya sebanyak10.193.325 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 persaham atau sebesar Rp 10.193.325.000 denganpemilikan 7,84%.

Based on the letter of approval from the Board ofCommissioners (BOC) dated January 20, 2009, theBOC has approved the payment of the ownershipinterest in capital of PT Kharisma Prima Karyathrough the exchange (inbreng) of the Company’sownership in PT Bank Ina Perdana at par value ofshares in PT Bank Ina Perdana. In connection tothe inbreng, the Company becomes a shareholderin PT Kharisma Prima Karya of 10,193,325 sharesat nominal value Rp 1,000 per share or amountingto Rp 10,193,325,000 with 7.84% ownership.

Berdasarkan akta jual beli saham No. 44 tanggal30 Oktober 2009 dari notaris yang sama, Perusahaanmenjual saham PT Kharisma Prima Karya sebanyak6.774.750 saham dengan harga Rp 1.000 per sahamatau sebesar Rp 6.774.750.000 kepada PT ReksoSempurno Moro Joyo (Catatan 24).

Based on the deed of sale and purchase of sharesNo. 44 dated October 30, 2009 from the samenotary, the Company sold certain shares ofPT Kharisma Prima Karya of 6,774,750 shares at aprice of Rp 1,000 per share, or Rp 6,774,750,000to PT Rekso Sempurno Moro Joyo (Note 24).

7. TANAMAN PERKEBUNAN 7. PLANTATIONS

a. Tanaman Menghasilkan a. Mature Plantations

Penambahan atauReklasifikasi/

Saldo awal/ Reclassifications or Pengurangan/ Saldo akhir/Beginning balance Additions Deduction Ending balance

Biaya perolehan At cost

Kelapa sawit 119.022.617.528 14.915.492.581 - 133.938.110.109 Palm oil

Karet 61.331.254.693 7.142.801.736 - 68.474.056.429 Rubber

Kopi 12.072.679.440 - - 12.072.679.440 Coffee

Teh 2.727.600.852 - - 2.727.600.852 Tea

Kakao 492.546.964 - 492.546.964 - Cocoa

Jumlah 195.646.699.477 22.058.294.317 492.546.964 217.212.446.830 Total

Accumulated

Akumulasi penyusutan depreciation

Kelapa sawit 15.409.240.061 5.230.744.034 - 20.639.984.095 Palm oil

Karet 20.728.100.846 2.570.935.188 - 23.299.036.034 Rubber

Kopi 3.710.792.577 438.493.430 - 4.149.286.007 Coffee

Teh 2.636.595.725 10.414.769 - 2.647.010.494 Tea

Kakao 470.942.050 - 470.942.050 - Cocoa

Jumlah 42.955.671.259 8.250.587.421 470.942.050 50.735.316.630 Total

Jumlah Tercatat 152.691.028.218 166.477.130.200 Net Book Value

2010

228

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

7. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan) 7. PLANTATIONS (continued)

a. Tanaman Menghasilkan (lanjutan) a. Mature Plantations (continued)

Penambahan atauReklasifikasi/

Saldo awal/ Reclassifications or Pengurangan/ Saldo akhir/Beginning balance Additions Deduction Ending balance

Biaya perolehan At cost

Kelapa sawit 75.530.223.178 43.492.394.350 - 119.022.617.528 Palm oil

Karet 48.124.863.170 13.206.391.523 - 61.331.254.693 Rubber

Kopi 12.072.679.440 - - 12.072.679.440 Coffee

Teh 2.727.600.852 - - 2.727.600.852 Tea

Kakao 492.546.964 - - 492.546.964 Cocoa

Jumlah 138.947.913.604 56.698.785.873 - 195.646.699.477 Total

Accumulated

Akumulasi penyusutan depreciation

Kelapa sawit 10.774.611.321 4.634.628.740 - 15.409.240.061 Palm oil

Karet 18.177.953.647 2.550.147.199 - 20.728.100.846 Rubber

Kopi 2.988.429.485 420.131.566 - 3.408.561.051 Coffee

Teh 2.936.898.731 19.568.520 - 2.956.467.251 Tea

Kakao 450.858.744 2.443.306 - 453.302.050 Cocoa

Jumlah 35.328.751.928 7.626.919.331 - 42.955.671.259 Total

Jumlah Tercatat 103.619.161.676 152.691.028.218 Net Book Value

2009

Penambahan atauReklasifikasi/

Saldo awal/ Reclassifications or Pengurangan/ Saldo akhir/Beginning balance Additions Deduction Ending balance

Biaya perolehan At cost

Kelapa sawit 43.454.826.957 32.075.396.221 - 75.530.223.178 Palm oil

Karet 42.037.013.972 6.087.849.198 - 48.124.863.170 Rubber

Kopi 12.072.679.440 - - 12.072.679.440 Coffee

Teh 2.727.600.852 - - 2.727.600.852 Tea

Kakao 492.546.964 - - 492.546.964 Cocoa

Jumlah 100.784.668.185 38.163.245.419 - 138.947.913.604 Total

Accumulated

Akumulasi penyusutan depreciation

Kelapa sawit 6.053.972.373 4.720.638.948 - 10.774.611.321 Palm oil

Karet 15.514.848.265 2.663.105.382 - 18.177.953.647 Rubber

Kopi 2.560.027.633 410.761.852 - 2.970.789.485 Coffee

Teh 2.515.019.419 421.879.312 - 2.936.898.731 Tea

Kakao 445.305.251 23.193.493 - 468.498.744 Cocoa

Jumlah 27.089.172.941 8.239.578.987 - 35.328.751.928 Total

Jumlah Tercatat 73.695.495.244 103.619.161.676 Net Book Value

2008

Beban penyusutan sebesar Rp 8.250.587.421,Rp 7.626.919.331 dan Rp 8.239.578.987 masing -masing pada tahun 2010, 2009 dan 2008dibebankan pada beban pokok penjualan(Catatan 19).

Depreciation expense amounted toRp 8,250,587,421, Rp 7,626,919,331 andRp 8,239,578,987 in 2010, 2009 and 2008,respectively, were charged to cost of goodssold (Note 19).

Pada tahun 2009, Perusahaan menelaah estimasimasa manfaat atas tanaman menghasilkan,dampak dari perubahan estimasi masa manfaatterhadap beban penyusutan adalah sebesarRp 4.208.020.794.

In 2009, the Company reviewed the estimateduseful life of mature plantation, the impact ofthe changes in estimated useful life ofdepreciation expense charged to operationsamounted to Rp 4,208,020,794.

229

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

7. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan) 7. PLANTATIONS (continued)

b. Tanaman Belum Menghasilkan b. Immature Plantations

2010 2009 2008

Tanaman kelapa sawit Palm oil plantations

Saldo awal 238.351.661.634 164.531.160.721 124.782.244.566 Beginning balance

Penambahan biaya 104.443.651.343 107.872.365.349 68.051.269.734 Additional costs

Reklasifikasi dari bibitan 8.523.333.829 9.440.529.914 3.773.042.642 Reclassifications from nurseries

Reklasifikasi ke tanaman Reclassifications to mature

menghasilkan (14.915.492.581) (43.492.394.350) (32.075.396.221) plantations

Saldo akhir 336.403.154.225 238.351.661.634 164.531.160.721 Ending balance

Tanaman karet Rubber plantations

Saldo awal 133.774.429.089 105.053.546.562 71.590.833.957 Beginning balance

Penambahan biaya 40.922.313.377 39.498.437.145 33.703.215.471 Additional costs

Reklasifikasi dari bibitan 3.936.290.594 2.428.836.905 5.847.346.332 Reclassifications from nurseries

Reklasifikasi ke tanaman Reclassifications to

menghasilkan (7.142.801.736) (13.206.391.523) (6.087.849.198) mature plantations

Saldo akhir 171.490.231.324 133.774.429.089 105.053.546.562 Ending balance

Tanaman kopi Coffee plantations

Saldo awal - - - Beginning balance

Penambahan biaya 3.402.434 - - Additional costs

Reklasifikasi dari bibitan 28.591.633 - - Reclassifications from nurseries

Saldo akhir 31.994.067 - - Ending balance

Jumlah 507.925.379.616 372.126.090.723 269.584.707.283 Total

Biaya pinjaman yang dikapitalisasi pada tanamanbelum menghasilkan sebesar Rp 26.196.292.566,Rp 17.312.966.309 dan Rp 7.491.349.921masing-masing pada tahun 2010, 2009 dan 2008.

Borrowing cost capitalized to immatureplantations amounted to Rp 26,196,292,566,Rp 17,312,966,309 and Rp 7,491,349,921 in2010, 2009 and 2008, respectively.

c. Luas Areal Tertanam c. Planted Area

Rincian luas areal tertanam yang dimiliki anakperusahaan adalah sebagai berikut:

Details of the total planted area owned by thesubsidiaries are as follows:

Tanaman Tanaman belum Jumlah arealmenghasilkan menghasilkan tertanam(dalam hektar)/ (dalam hektar)/ (dalam hektar)/

Mature Immature Total

plantations plantations planted area

(in hectares) (in hectares) (in hectares)

Banten 847,87 769,15 1.617,02 Banten

Jawa Barat 965,79 718,56 1.684,35 West Java

Jawa Timur 1.081,79 1.137,06 2.218,85 East Java

Jawa Tengah 2.507,09 548,82 3.055,91 Central Java

Kalimantan Selatan 4.418,70 13.151,55 17.570,25 South Kalimantan

Jumlah 9.821,24 16.325,14 26.146,38 Total

2010

230

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

7. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan) 7. PLANTATIONS (continued)

c. Luas Areal Tertanam (lanjutan) c. Planted Area (continued)

Tanaman Tanaman belum Jumlah arealmenghasilkan menghasilkan tertanam(dalam hektar)/ (dalam hektar)/ (dalam hektar)/

Mature Immature Total

plantations plantations planted area

(in hectares) (in hectares) (in hectares)

Banten 851,72 546,20 1.397,92 Banten

Jawa Barat 914,54 638,22 1.552,76 West Java

Jawa Timur 1.627,88 900,94 2.528,82 East Java

Jawa Tengah 2.550,39 366,93 2.917,32 Central Java

Kalimantan Selatan 3.721,22 12.531,37 16.252,59 South Kalimantan

Jumlah 9.665,75 14.983,66 24.649,41 Total

2009

Tanaman Tanaman belum Jumlah arealmenghasilkan menghasilkan tertanam

(dalam hektar)/ (dalam hektar)/ (dalam hektar)/Mature Immature Total

plantations plantations planted area

(in hectares) (in hectares) (in hectares)

Banten 848,82 329,82 1.178,64 Banten

Jawa Barat 957,23 660,88 1.618,11 West Java

Jawa Timur 1.559,18 843,88 2.403,06 East Java

Jawa Tengah 2.660,30 257,74 2.918,04 Central Java

Kalimantan Selatan 3.131,47 7.255,11 10.386,58 South Kalimantan

Jumlah 9.157,00 9.347,43 18.504,43 Total

2008

Perkebunan anak perusahaan digunakan sebagaijaminan atas hutang bank (Catatan 10 dan 13).

Plantations of the subsidiaries are used ascollateral for bank loans (Notes 10 and 13).

Pada tanggal 31 Desember 2010, perkebunan ABStelah diasuransikan terhadap resiko kerugian ataskebakaran, peledakan dan resiko lainnya dengan nilaipertanggungan sebesar Rp 43.875.518.417.

As of December 31, 2010, ABS’ plantations arecovered by insurance against losses from fire,blasting and other property risks with coveragetotaling Rp 43,875,518,417.

Pada tanggal 31 Desember 2010, nilai pasar wajartanaman perkebunan (termasuk bibit) berdasarkanlaporan penilai independen Kantor Jasa PenilaiPublik Samsul Hadi, Wahyono Adi, Hendra Gunawan& Rekan No. PP.SAH-01.II.11.006-A sampai denganNo. PP.SAH-01.II.11.006-P tanggal 16 Pebruari 2011adalah sebesar Rp 1.181.445.185.961. Manajemenberpendapat bahwa nilai tercatat dari tanamanperkebunan tidak melebihi nilai pengganti(replacement cost) atau nilai pemulihan aset(recoverable amount), oleh karena itu, tidak perludilakukan pencadangan kerugian.

On December 31, 2010, the fair value ofplantations (including nurseries) based on anindependent appraisal reports of Kantor JasaPenilai Publik Samsul Hadi, Wahyono Adi, HendraGunawan & Rekan No. PP.SAH-01.II.11.006-Auntil No. PP.SAH-01.II.11.006-P dated February16, 2011 amounted to Rp 1,181,445,185,961.Management believes that the carrying value ofplantations does not exceed the replacement costor recoverable amounts from the sale or use of theassets, thus, no write-down of plantations’ values isnecessary.

231

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

8. ASET TETAP 8. FIXED ASSETS

Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/

Beginning balance Additions Deductions Reclassifications Ending balance

Biaya perolehan At cost

Pemilikan langsung Direct acquisitions

Tanah 32.047.010.370 14.489.740.668 - - 46.536.751.038 Land

Bangunan, jembatan dan jalan 99.475.271.710 12.916.619.640 - 6.091.764.951 118.483.656.301 Buildings, bridges and roads

Mesin dan peralatan 68.031.818.677 1.969.818.540 - 15.795.500 70.017.432.717 Machinery and tools

Kendaraan 21.135.537.120 738.352.000 560.035.091 1.910.850.000 23.224.704.029 Motor vehicles

Perlengkapan kantor 6.616.110.213 518.785.630 - - 7.134.895.843 Office equipment

Aset dalam penyelesaian Constructions in progress

Bangunan, jembatan dan jalan 4.683.706.632 7.456.756.855 - (6.091.764.951) 6.048.698.536 Buildings, bridges and roads

Mesin dan peralatan 15.795.500 - - (15.795.500) - Machinery and tools

Aset sewa pembiayaan Leased assets

Kendaraan 1.910.850.000 5.470.360.000 - (1.910.850.000) 5.470.360.000 Motor vehicles

Jumlah 233.916.100.222 43.560.433.333 560.035.091 - 276.916.498.464 Total

Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation

Pemilikan langsung Direct acquisitions

Bangunan, jembatan dan jalan 19.498.240.785 5.831.705.041 - - 25.329.945.826 Buildings, bridges and roads

Mesin dan peralatan 15.015.604.276 7.696.566.756 - - 22.712.171.032 Machinery and tools

Kendaraan 13.437.810.630 2.178.812.398 560.035.091 797.114.163 15.853.702.100 Motor vehicles

Perlengkapan kantor 4.576.260.000 805.518.085 - - 5.381.778.085 Office equipment

Aset sewa pembiayaan Leased assets

Kendaraan 639.465.000 323.570.414 - (797.114.163) 165.921.251 Motor vehicles

Jumlah 53.167.380.691 16.836.172.694 560.035.091 - 69.443.518.294 Total

Nilai Buku 180.748.719.531 207.472.980.170 Net Book Value

2010

Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/

Beginning balance Additions Deductions Reclassifications Ending balance

Biaya perolehan At cost

Pemilikan langsung Direct acquisitions

Tanah 20.266.537.005 11.780.473.365 - - 32.047.010.370 Land

Bangunan, jembatan dan jalan 102.551.064.184 11.083.321.466 - (14.159.113.940) 99.475.271.710 Buildings, bridges and roads

Mesin dan peralatan 42.724.492.573 4.140.596.716 1.144.790.000 22.311.519.388 68.031.818.677 Machinery and tools

Kendaraan 17.929.323.995 3.023.234.687 475.021.562 658.000.000 21.135.537.120 Motor vehicles

Perlengkapan kantor 6.086.426.558 529.683.655 - - 6.616.110.213 Office equipment

Aset dalam penyelesaian Constructions in progress

Bangunan, jembatan dan jalan 4.764.291.412 8.049.591.647 558.349.880 (7.571.826.547) 4.683.706.632 Buildings, bridges and roads

Mesin dan peralatan 523.985.716 72.388.685 - (580.578.901) 15.795.500 Machinery and tools

Aset sewa pembiayaan Leased assets

Kendaraan 2.568.850.000 - - (658.000.000) 1.910.850.000 Motor vehicles

Jumlah 197.414.971.443 38.679.290.221 2.178.161.442 - 233.916.100.222 Total

Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation

Pemilikan langsung Direct acquisitions

Bangunan, jembatan dan jalan 14.547.683.047 5.433.467.527 - (482.909.789) 19.498.240.785 Buildings, bridges and roads

Mesin dan peralatan 9.887.490.730 5.697.263.757 1.052.060.000 482.909.789 15.015.604.276 Machinery and tools

Kendaraan 12.283.997.486 1.291.526.374 403.646.562 265.933.332 13.437.810.630 Motor vehicles

Perlengkapan kantor 3.857.217.394 719.042.606 - - 4.576.260.000 Office equipment

Aset sewa pembiayaan Leased assets

Kendaraan 420.444.999 484.953.333 - (265.933.332) 639.465.000 Motor vehicles

Jumlah 40.996.833.656 13.626.253.597 1.455.706.562 - 53.167.380.691 Total

Nilai Buku 156.418.137.787 180.748.719.531 Net Book Value

2009

232

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

8. ASET TETAP (lanjutan) 8. FIXED ASSETS (continued)

Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/

Beginning balance Additions Deductions Reclassifications Ending balance

Biaya perolehan At cost

Pemilikan langsung Direct acquisitions

Diperoleh sebelum tahun 1968 32.765 - 32.765 - - Acquired before 1968

Tanah 8.830.677.150 11.435.859.855 - - 20.266.537.005 Land

Bangunan, jembatan dan jalan 45.684.077.259 3.508.768.499 - 53.358.218.426 102.551.064.184 Buildings, bridges and roads

Mesin dan peralatan 14.838.285.574 4.099.364.940 - 23.786.842.059 42.724.492.573 Machinery and tools

Kendaraan 16.127.852.017 2.322.525.978 521.054.000 - 17.929.323.995 Motor vehicles

Perlengkapan kantor 4.983.761.883 1.102.664.675 - - 6.086.426.558 Office equipment

Aset dalam penyelesaian Constructions in progress

Bangunan 15.378.283.346 45.215.272.513 - (55.829.264.447) 4.764.291.412 Building

Mesin dan peralatan 4.504.123.450 17.335.658.304 - (21.315.796.038) 523.985.716 Machinery and tools

Aset sewa pembiayaan Leased assets

Kendaraan 658.000.000 1.910.850.000 - - 2.568.850.000 Motor vehicles

Jumlah 111.005.093.444 86.930.964.764 521.086.765 - 197.414.971.443 Total

Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation

Pemilikan langsung Direct acquisitions

Diperoleh sebelum tahun 1968 32.765 - 32.765 - - Acquired before 1968

Bangunan, jembatan dan jalan 10.577.725.585 3.969.957.462 - - 14.547.683.047 Buildings, bridges and roads

Mesin dan peralatan 7.022.601.273 2.864.889.457 - - 9.887.490.730 Machinery and tools

Kendaraan 10.492.715.635 2.029.663.784 238.381.933 - 12.283.997.486 Motor vehicles

Perlengkapan kantor 3.188.004.095 669.213.299 - - 3.857.217.394 Office equipment

Aset sewa pembiayaan - - Leased assets

Kendaraan 31.549.999 388.895.000 - - 420.444.999 Motor vehicles

Jumlah 31.312.629.352 9.922.619.002 238.414.698 - 40.996.833.656 Total

Nilai Buku 79.692.464.092 156.418.137.787 Net Book Value

2008

Dari sisi anggaran biaya konstruksi, pada tanggal31 Desember 2010, aset dalam penyelesaian rata-rata telah mencapai persentase penyelesaianberkisar antara 30% - 80% dan diperkirakan akanselesai pada tahun 2011.

Based on the construction budget, as of December31, 2010, the percentage of completion of theconstruction in progress is approximately 30% to80% which is estimated to be completed in 2011.

Pada tanggal 31 Desember 2010, aset tetap telahdiasuransikan terhadap resiko kebakaran, kehilangandan kerusakan dengan pertanggungan sebesarRp 193.082.922.258. Manajemen berpendapatbahwa nilai pertanggungan cukup untuk menutupkemungkinan kerugian atas aset tetap yangdipertanggungkan.

As of December 31, 2010 fixed assets wereinsured against fire, theft and damage with acoverage value of Rp 193,082,922,258.Management believes that the insurance coverageis adequate to cover all possible losses on fixedassets insured.

Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Depreciation expense was allocated as follows:

2010 2009 2008

Pemilikan langsung: Direct acquisitions:

Beban pokok penjualan 15.340.974.084 12.347.043.802 8.987.226.459 Cost of goods sold

Beban usaha 434.917.326 264.678.578 275.083.339 Operating expenses

Tanaman belum menghasilkan 736.710.870 529.577.884 271.414.204 Immature plantation

Aset sewa pembiayaan: Leased assets:

Beban pokok penjualan 319.168.747 287.990.383 214.581.667 Cost of goods sold

Beban usaha 4.401.667 196.962.950 174.313.333 Operating expenses

Jumlah 16.836.172.694 13.626.253.597 9.922.619.002 Total

Berikut ini adalah perhitungan atas penjualan asettetap:

The following is the calculation of the sale of fixedassets:

2010 2009 2008

Proceed from sale of

Hasil penjualan aset tetap - bersih 95.480.000 470.000.000 347.862.500 fixed assets - net

Net book value of

Nilai buku atas aset tetap yang dijual - 722.454.880 282.672.067 fixed assets sold

Gain (loss) on sale of

Laba (rugi) penjualan aset tetap 95.480.000 (252.454.880) 65.190.433 fixed assets

233

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

8. ASET TETAP (lanjutan) 8. FIXED ASSETS (continued)

Aset tetap digunakan sebagai jaminan atas hutangbank (Catatan 10 dan 13).

Fixed assets are used as collateral on bankloans (Notes 10 and 13).

Pada tanggal 31 Desember 2010, nilai pasar wajaraset tetap Perusahaan dan anak perusahaanberdasarkan laporan penilai independen Kantor JasaPenilai Publik Samsul Hadi, Wahyono Adi, HendraGunawan & Rekan No. PP.SAH-01.II.11.006-Asampai dengan No. PP.SAH-01.II.11.006-Ptanggal 16 Pebruari 2011 adalah sebesarRp 464.746.054.700. Manajemen berpendapatbahwa nilai tercatat dari aset tetap tidak melebihi nilaipengganti (replacement cost) atau nilai pemulihanaset (recoverable amount), oleh karena itu, tidakperlu dilakukan pencadangan kerugian.

As of December 31, 2010, the fair value of fixedassets of the Company and its subsidiaries basedon an independent appraisal report of Kantor JasaPenilai Publik Samsul Hadi, Wahyono Adi, HendraGunawan & Rekan No. PP.SAH-01.II.11.006-Auntil No. PP.SAH-01.II.11.006-P dated February16, 2011 amounted to Rp 464,746,054,700.Management believes that the carrying value offixed assets does not exceed the replacement costor recoverable amounts from the sale or use of theassets, thus, no write-down of values is necessary.

9. ASET LAIN-LAIN 9. OTHER ASSETS

2010 2009 2008

Beban tangguhan hak atastanah - Bersih 2.575.278.657 2.441.921.015 2.704.842.491 Deferred landrights - Net

Lain-lain 118.637.941 97.033.028 97.033.028 Others

Jumlah 2.693.916.598 2.538.954.043 2.801.875.519 Total

Beban tangguhan hak atas tanah merupakanSertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) dan diamortisasisesuai dengan umur SHGU tersebut.

Beban amortisasi dialokasikan sebagai berikut:

Deferred landrights represent Land Use Right(SHGU) and are amortized based on useful lives ofthose SHGU.

Amortization expense was allocated as follows:

2010 2009 2008

Beban pokok penjualan 82.144.241 73.522.357 61.173.544 Cost of goods sold

Tanaman belum menghasilkan 189.399.119 189.399.119 189.399.119 Immature plantation

Jumlah 271.543.360 262.921.476 250.572.663 Total

10. HUTANG BANK 10. BANK LOANS

2010 2009 2008

Indonesia Eximbank 50.000.000.000 50.000.000.000 50.000.000.000 Indonesia Eximbank

PT Bank Ina Perdana (pihak hubungan PT Bank Ina Perdana

istimewa, Catatan 24) 3.500.000.000 6.500.000.000 6.500.000.000 (a related party, Note 24)

Jumlah 53.500.000.000 56.500.000.000 56.500.000.000 Total

Indonesia Eximbank Indonesia Eximbank

Pada bulan Maret 2007, Perusahaan memperolehfasilitas kredit modal kerja ekspor dari IndonesiaEximbank dengan jumlah maksimum sebesarRp 50.000.000.000. Pinjaman ini dikenakan tingkatbunga sebesar 12% per tahun (direview setiap3 bulan) dan dijamin dengan: Perkebunan karet, bangunan, sarana pelengkap,

mesin dan peralatan dengan SertifikatNo. 613/2007 dan No. 1248/2008 atas nama PB.

Fidusia atas kendaraan bermotor milik PB. Fidusia atas piutang usaha Perusahaan.

Fidusia atas persediaan barang dagangPerusahaan.

On March 2007, the Company obtained an exportworking capital credit facility from IndonesiaEximbank with a maximum credit ofRp 50,000,000,000. This facility bears interest rateof 12% per annum (subject to review every3 months) and is secured by the following: Rubber plantation, building, complementary

infrastructure, machinery and tools withcertificate No. 613/2007 and No. 1248/2008 onbehalf of PB.

Fiduciary over motor vehicles of PB. Fiduciary over trade receivables of the

Company. Fiduciary over inventories of the Company.

Tanah dengan bukti Sertifikat Hak Guna Usaha(SHGU) No. 16 dan No. 11 seluas 610,17 hektaratas nama CMK.

Land with Land Use Right (SHGU) No.16 andNo. 11 measuring 610.17 hectares on behalf ofCMK.

234

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

10. HUTANG BANK (lanjutan) 10. BANK LOANS (continued)

Indonesia Eximbank (lanjutan) Indonesia Eximbank (continued)

Fasilitas ini telah jatuh tempo tanggal 25 Maret 2011dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 29Maret 2012 sesuai dengan persetujuan IndonesiaEximbank pada tanggal 29 Maret 2011.

This facility was due on March 25, 2011 and hasbeen extended until March 29, 2012, as approvedby Indonesia Eximbank dated March 29, 2011.

Pinjaman ini mencakup persyaratan yang membatasihak Perusahaan antara lain untuk melakukan merger,melakukan konsolidasi usaha, investasi, mengubahanggaran dasar, mengubah status Perusahaan,membagikan dividen, mengubah strukturpermodalan, mengubah komposisi pemegang saham,mengubah pengurus dan melakukan investasi di luarbidang usaha. Pada tanggal 24 Pebruari 2011,Indonesia Eximbank memberikan surat persetujuankepada Perusahaan untuk melakukan PenawaranUmum Perdana Saham Perusahaan dan memberikansurat pembebasan (waiver) terkait dengan beberapapembatasan yaitu mengubah anggaran dasar,mengubah status Perusahaan, mengubah strukturpermodalan, mengubah komposisi pemegang saham,mengubah pengurus dan membagikan dividen.

The loan obtained by the Company from IndonesiaEximbank contains negative covenants whichamong others, restrict the Company to undertakemerger, business consolidation, change the articlesof associations, change the legal status,distribution of dividends, change the capitalstructures, change the management, change thecomposition of stockholder, change in managementand ownership and investing in other fields. OnFebruary 24, 2011, in connection with the InitialPublic Offering, Indonesia Eximbank provided aletter of approval to conduct the Company’s InitialPublic Offering and provided a waiver in relation tosome restrictions by changing the Articles ofAssociation, changing the status of the Company,changing its capital structure, changing thecomposition of stockholders, changing the boardsand distribution of dividends.

Disamping pembatasan di atas, Perusahaan dananak perusahaan diwajibkan untuk mempertahankanrasio hutang terhadap modal maksimal tidak lebihdari 2,5 kali. Pada tanggal 31 Desember 2010, rasiohutang terhadap modal Perusahaan dan anakperusahaan adalah sebesar 1,9 kali.

Beside the above mentioned negative covenants,the Company and its subsidiaries are required tomaintain debt to equity ratio of not less than 2.5. Asof December 31, 2010, the debt to equity ratio ofthe Company and its subsidiaries is 1.9.

PT Bank Ina Perdana PT Bank Ina Perdana

Pada tahun 2008, PK mendapatkan fasilitas kreditmodal kerja dengan jumlah maksimum sebesarRp 10.000.000.000. Pinjaman ini dikenakan bungasebesar 13% per tahun pada tahun 2010 dan 16%per tahun pada tahun 2009 dan 2008. Fasilitas iniakan jatuh tempo pada tanggal 12 September 2011dan dapat diperpanjang dengan persetujuan PT BankIna Perdana. Pinjaman ini dijamin dengan: Tanah dan bangunan dengan Sertifikat Hak Guna

Bangunan (SHGB) No. 1654 dan No. 1655 atasnama Perusahaan yang berlokasi di PetojoSelatan, Jakarta Pusat.

Tanah dengan SHGU No. 1, 2 dan 3 yangberlokasi di Margajaya, Kabupaten Lebak,Propinsi Banten atas nama CP.

In 2008, PK obtained a working capital credit facilityamounting to Rp 10,000,000,000. This facility bearsan interest rate of 13% per annum in 2010 and16% per annum in 2009 and 2008. This facility willbe due on September 12, 2011, which can beextended by approval from PT Bank Ina Perdana,and is secured by:

Land and building with building use right(SHGB) No. 1654 and No. 1655 on behalf of theCompany located in South Petojo, CentralJakarta.

Land with SHGU No. 1, 2 and 3 located inMargajaya, Regency of Lebak, Banten onbehalf of CP.

Pinjaman kepada PT Bank Ina Perdana mencakuppersyaratan yang membatasi hak PK (negativecovenants) yang dalam pelaksanaannyamembutuhkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dariPT Bank Ina Perdana. Pada tanggal 24 Pebruari2011, PT Bank Ina Perdana telah memberikanpembebasan (waiver) terkait dengan pembatasanpada perjanjian kredit.

The loan obtained from PT Bank Ina Perdanaincludes requirements that restrict the rights of PK(negative covenants) which the execution requiresprior written approval from PT Bank Ina Perdana.On February 24, 2011, PT Bank Ina Perdana hasgiven a waiver relating to the restrictions on theloan agreement

235

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

11. HUTANG USAHA 11. TRADE PAYABLES

Akun ini merupakan hutang usaha kepada pihakketiga.

This account represents trade payables from thirdparties.

2010 2009 2008

a. Berdasarkan pelanggan a. By debtor

PT Tunas Jaya Pratama 4.672.949.500 4.447.929.500 7.980.841.000 PT Tunas Jaya Pratama

CV Daya Gawe Sabumi 3.170.882.513 1.532.312.063 - CV Daya Gawe Sabumi

CV Tunas Jaya 1.406.987.120 2.106.610.000 - CV Tunas Jaya

Pusat Penelitian Kelapa Sawit 1.155.000.000 - - Pusat Penelitian Kelapa Sawit

PT Semesta Mandiri Indonesia 1.088.395.000 1.305.232.500 - PT Semesta Mandiri Indonesia

PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII

(Persero) - 4.600.961.178 - (Persero)

PT Tunas Teguh Mandiri - 1.463.192.500 - PT Tunas Teguh Mandiri

PT Bukit Hijau Subur - 377.325.000 1.428.840.000 PT Bukit Hijau Subur

PT Candi Artha - 235.978.902 1.361.547.062 PT Candi Artha

PT Indoraya - - 1.162.055.034 PT Indoraya

Lain-lain (masing-masingdibawah Rp 1 miliar) 5.939.833.180 5.271.304.323 3.413.554.447 Others (below Rp 1 billion each)

Jumlah 17.434.047.313 21.340.845.966 15.346.837.543 Total

b. Berdasarkan umur b. By age category

0 - 30 hari 10.665.225.758 6.882.286.901 5.298.424.719 0 - 30 days

31 - 60 hari 2.694.100.500 4.182.937.665 1.691.165.671 31 - 60 days

> 60 hari 4.074.721.055 10.275.621.400 8.357.247.153 > 60 days

Jumlah 17.434.047.313 21.340.845.966 15.346.837.543 Total

c. Berdasarkan mata uang c. By currency

Rupiah 17.192.305.313 20.969.471.295 13.814.524.133 Rupiah

Dolar Amerika Serikat 199.000.051 326.852.570 1.478.693.694 U.S. Dollar

Euro 42.741.949 44.085.491 - Euro

Dolar Singapura - 436.610 53.619.716 Singapore Dollar

Jumlah 17.434.047.313 21.340.845.966 15.346.837.543 Total

12. HUTANG PAJAK 12. TAXES PAYABLE2010 2009 2008

Pajak penghasilan badan: Corporate income taxes:

(Catatan 21) (Note 21)

Perusahaan 127.109.568 95.077.432 675.212.121 The Company

Anak perusahaan Subsidiaries

KE 3.785.580.866 872.174.261 1.673.240.946 KE

BL 1.627.959.969 47.069.430 5.398.997 BL

PB 599.874.537 332.668.497 16.250.383 PB

CMK 181.836.699 - 996.354.021 CMK

PK 2.633.615.804 - 1.926.361.216 PK

IJR 1.583.230.038 - 347.256.178 IJR

CP 87.625.929 - 153.512.714 CP

Jumlah 10.499.723.842 1.251.912.188 5.118.374.455 Total

Pajak penghasilan Income taxes

Pasal 4 (2) 6.000.735 - 1.865.650 Article 4 (2)

Pasal 21 278.913.502 196.204.799 140.175.431 Article 21

Pasal 22 - - 672.611 Article 22

Pasal 23 317.493.234 261.181.489 124.177.298 Article 23

Pasal 25 1.057.694.753 1.800.491.855 1.220.903.585 Article 25

Pasal 26 16.490.873 - - Article 26

Pajak pertambahan nilai 2.314.732.197 1.871.150.849 747.822.324 Value added tax

Jumlah 14.618.158.704 5.476.018.612 8.029.203.475 Total

236

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG 13. LONG-TERM BANK LOANS

2010 2009 2008

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Kredit Investasi Investment Credit

Refinancing Kebun Existing 62.465.960.000 70.845.540.000 76.178.000.000 Refinancing Existing Plantations

Pengembangan Kebun Kelapa Development of Palm Oil

Sawit 96.024.000.000 86.355.000.000 58.097.000.000 Plantations

Bunga Selama Pembangunan Interest During Construction

(IDC) 30.818.749.075 19.178.787.973 6.897.145.089 (IDC)

Pabrik Minyak Kelapa Sawit 33.979.443.000 39.259.653.000 42.030.000.000 Palm Oil Factory

Development of Rubber

Pengembangan Kebun Karet 42.897.000.000 35.399.000.000 23.872.000.000 Plantations

PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk (Persero) Tbk

Kredit Investasi 118.884.789.390 45.800.878.255 - Investment Credit

JP Morgan International Bank JP Morgan International Bank

Kredit Modal Kerja 35.964.000.000 37.600.000.000 54.750.000.000 Working Capital Credit

PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk

Kredit Investasi 35.000.000.000 15.000.000.000 - Investment Credit

Jumlah 456.033.941.465 349.438.859.228 261.824.145.089 Total

Dikurangi bagian jatuh tempodalam waktu satu tahun (30.157.297.090) (23.501.000.000) (30.787.000.000) Less current maturities

Bagian Jangka Panjang 425.876.644.375 325.937.859.228 231.037.145.089 Long-term Portion

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)

Kredit Investasi (KI) Investment Credit (IC)

Pada tahun 2007, KJW memperoleh fasilitas kreditinvestasi dari Bank Mandiri dengan rincian sebagaiberikut:

In 2007, KJW obtained an investment credit facilityfrom Bank Mandiri with details as follows:

a. KI Refinancing Kebun Existing dengan jumlahmaksimum sebesar Rp 76.178.000.000 untukmembiayai kembali kebun kelapa sawit yangtelah dibiayai KJW sampai dengan 31 Desember2006, termasuk pengambilalihan KI yangdiperoleh dari PT Bank Rakyat Indonesia(Persero) Tbk.

a. IC Refinancing Existing Plantations withmaximum of Rp 76,178,000,000 to refinancethe existing palm oil plantations which werealready financed by KJW until December 31,2006, including the takeover of IC obtainedfrom PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal27 Mei 2014 dan dibayar secara triwulanan mulaitahun 2009.

This facility will be due on May 27, 2014 andthe loan principal is payable in quarterlyinstallments starting 2009.

b. KI Pengembangan Kebun Kelapa Sawit denganjumlah maksimum sebesar Rp 121.573.000.000untuk membiayai pembangunan kebun kelapasawit yang sudah ada dan pengembanganperluasan kebun kelapa sawit.

Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal27 Pebruari 2017 dan akan dibayar secaratriwulanan mulai tahun 2012.

b. IC Development of Palm Oil Plantations withmaximum of Rp 121,573,000,000 to financethe development of existing palm oilplantations and its expansion.

This facility will be due on February 27, 2017and the loan principal will be paid in quarterlyinstallments starting 2012.

237

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 13. LONG-TERM BANK LOANS (continued)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)

Kredit Investasi (KI) Investment Credit (IC)

c. KI IDC jumlah maksimum sebesarRp 70.985.000.000 untuk menampung 65%beban bunga selama masa pembangunan (IDC)dari KI Pengembangan Kebun Kelapa Sawit,Pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawit danPengembangan Kebun Karet.

Fasilitas ini akan jatuh tempo antara tahun 2014– 2018 dan dibayar secara triwulanan mulaitahun 2009.

c. IC IDC with maximum of Rp 70,985,000,000 tofinance 65% of interest expense during theconstruction from IC Development of Palm OilPlantations, Construction of Palm Oil Factoryand Development of Rubber Plantations.

This facility will be due on between 2014 –2018 and the loan principal is payable inquarterly installments starting 2009.

d. KI Pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawitdengan jumlah maksimum sebesarRp 44.938.000.000.

Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal28 Pebruari 2014 dan dibayar secara triwulanmulai 2009.

d. IC Constructions of Palm Oil Factory withmaximum credit of Rp 44,938,000,000.

This facility will be due on February 28, 2014and the loan principal is payable in quarterlyinstallments starting 2009.

e. KI Pengembangan Kebun Karet dengan jumlahmaksimum sebesar Rp 64.419.000.000.

Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal28 Mei 2018 dan akan dibayar secara triwulananmulai 2014.

e. IC Development of Rubber Plantations withmaximum credit of Rp 64,419,000,000.

This facility will be due on May 28, 2018 andthe loan principal paid in quarterly installmentsstarting 2014.

Seluruh fasilitas di atas dikenakan bunga sebesar12,25% per tahun dan dijamin dengan:

a. Proyek yang dibiayai fasilitas KI, berupa:

Kebun kelapa sawit seluas 4.687 hektardengan SHGU No. 19 yang berlokasidi Desa Kintap dan Pandansari, KecamatanKintap, Kabupaten Tanah Laut, KalimantanSelatan atas nama KJW.

Kebun kelapa sawit perluasan yang sedangdan akan dibangun di Kecamatan Kintapdengan luas sekitar 5.884 hektar (termasukkebun dengan SHGU No. 19) dandi Tabanio dengan luas sekitar 6.013 hektar.

Pabrik kelapa sawit di desa Kintap.

All the above facilities bear interest at 12.25% perannum and are secured by:

a. The project financed by IC facilities, whichconsists of:

Palm oil plantations measuring 4,687hectares with SHGU No. 19 located inKintap and Pandansari Village, Subdistrictof Kintap, Regency of Tanah Laut, SouthKalimantan, on behalf of the KJW.

Palm oil plantations which are still ongoing and the future expansion inSubdistrict of Kintap measuring 5,884hectares (including plantations with SHGUNo. 19) and in Tabanio measuring 6,013hectares.

Palm oil factory in Kintap. Kebun karet yang sedang dan akan

dibangun minimum seluas 2.000 hektardi Kecamatan Pelaihari, Kabupaten TanahLaut, Kalimantan Selatan.

Kendaraan dan alat berat milik KJW.

Rubber plantations which are still on goingand future expansion measuring minimumof 2,000 hectares located in Subdistrict ofPelaihari, Regency of Tanah Laut, SouthKalimantan.

Vehicles and heavy equipment of KJW.

b. Kebun karet dan kopi dengan SHGU No. 4 yangberlokasi di Desa Curah Kalong, KecamatanBangsalsari, Jember, dan kebun karet, kopi danteh dengan SHGU No. 9, 15 sampai dengan 23yang berlokasi di Desa Bantar Panjang,Kecamatan Jampang Tengah dan DesaCilangkap, Kecamatan Lengkong, Sukabumi,milik KE.

b. Rubber and coffee plantations with SHGUNo. 4 located in Curah Kalong Village,Subdistrict of Bangsalsari, Jember, and rubber,coffee and tea plantations with SHGU No. 9,15 to 23 located in Bantar Panjang Village,Subdistrict of Central Jampang and CilangkapVillage, Subdistrict of Lengkong, Sukabumi, ofKE.

238

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 13. LONG-TERM BANK LOANS (continued)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)(lanjutan)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)(continued)

Kredit Investasi (KI) Investment Credit (IC)

c. Jaminan perusahaan dari Perusahaan.

d. Jaminan kas defisit dari Perusahaan.

c. Corporate guarantee from the Company.

d. Cash deficit guarantee from the Company.

Pinjaman KJW dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbkmencakup persyaratan yang membatasi hak KJWantara lain untuk menggunakan fasilitas pinjamandiluar tujuan penggunaan fasilitas, memperolehpinjaman baru kecuali dalam rangka transaksi wajar,memberikan pinjaman, melakukan investasi, menjadipenjamin, menjual atau memindahtangankan seluruhatau sebagian harta kekayaan, mengubah anggarandasar, menurunkan modal, mengubah susunanpengurus, mengubah pemilikan saham, mengubahstatus, melakukan merger/akuisisi, mengajukanpailit, melakukan pembayaran bunga ataupunpinjaman kepada pemegang saham, membagikandeviden dan ekspansi diluar usaha utama.Pada tanggal 23 Maret 2011, PT Bank Mandiri(Persero) Tbk telah mengubah klausula daripersetujuan tertulis atas negative covenants di atasmenjadi pemberitahuan tertulis, kecuali untukpembagian dividen. Disamping itu, PT Bank Mandiri(Persero) Tbk menambahkan persyaratan barumengenai rasio laba operasi terhadap pembayaranhutang bank diatas 100%. Pada tanggal31 Desember 2010, rasio laba operasi terhadappembayaran hutang bank adalah sebesar 272,74%.

The loan obtained by KJW from PT Bank Mandiri(Persero) Tbk contain which among others, restrictKJW to use the facilities outside of the intendeduse of the facilities, acquire new loans except in thecontext of fair transactions, make loans, invest in,act as guarantor, sell or transfer all or part ofassets, changing the articles of association, reducecapital, change the organizational structure,change the ownership of shares, change of status,undertake merger or acquisition, filed forbankruptcy, make interest payments or loans toshareholders, the dividend and expansion beyondthe core business. On March 23, 2011, PT BankMandiri (Persero) Tbk had changed the clauses onthe negative covenants from the obtaining ofwritten approval to provide written notice except fordividend distribution. In addition, PT Bank Mandiri(Persero) Tbk added new requirements regardingto debt service coverage ratio above 100%. OnDecember 31, 2010, the debt service coverageratio amounted to 272.74%.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

PK PK

Pada bulan Oktober 2010, PK memperoleh fasilitaskredit investasi dari PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk yang ditujukan untuk pembiayaankembali perkebunan karet PK maksimum sebesarRp 49.362.000.000. Fasilitas ini akan jatuh tempopada tanggal 25 Oktober 2017 dan diangsur secarabulanan mulai Nopember 2010. Pinjaman inidikenakan bunga sebesar 12,5% per tahun dandijamin dengan:

Perkebunan karet seluas 1.012 hektar daninfrastruktur perkebunan atas nama PK.

In October 2010, PK obtained an investment creditfacility from PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk for refinancing of rubber plantation on behalf ofPK at a maximum amount of Rp 49,362,000,000.This facility will be due on October 25, 2017 andthe loan principal will be paid in monthlyinstallments starting on November 2010.The facility bears an interest of 12.5% per annumand is secured by the following:

Rubber plantation measuring 1,012 hectaresand infrastructures on behalf of PK.

Fidusia atas piutang dan persediaan milik PK.

Jaminan perusahaan dari Perusahaan dan ABS.

Fiduciary over trade receivables andinventories of PK.

Corporate guarantee from the Company andABS.

ABS ABS

Pada bulan Maret 2009, ABS memperoleh fasilitaskredit investasi dari PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk dengan rincian sebagai berikut:

a. KI pokok dengan jumlah maksimum sebesarRp 110.491.000.000 untuk membiayaipembangunan kebun kelapa sawit.

On March 2009, ABS obtained an investment creditfacility from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbkwith details as follows:

a. IC principal with the maximum amount ofRp 110,491,000,000 to finance oil palmplantation development.

239

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 13. LONG-TERM BANK LOANS (continued)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk(lanjutan)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk(continued)

ABS (lanjutan) ABS (continued)

b. KI bunga masa pembangunan dengan jumlahmaksimum sebesar Rp 20.783.000.000 untukmenampung 50% beban bunga selama masapembangunan kebun kelapa sawit.

b. KI interest during construction developmentperiod with a maximum amount of

Rp 20,783,000,000 to finance the 50% ofinterest expense during the construction ofpalm oil plantations.

Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal25 Desember 2019 dan akan dibayar secara bulananmulai tahun 2013.

Seluruh fasilitas pinjaman di atas dikenakan tingkatbunga sebesar 12,5% - 13,5% per tahun dan dijamindengan:

Perkebunan sawit seluas 4.943 hektar daninfrastruktur perkebunan atas nama ABS.

Perkebunan karet seluas 1.012 hektar denganSHGU No. 01 atas nama PK.

Fidusia atas kendaraan dan alat berat milik ABS.

Fidusia atas piutang usaha dan persedian milikABS.

Jaminan perusahaan dari Perusahaan.

This facility will be due on December 25, 2019 andthe loan principal will be paid in monthlyinstallments starting 2013.

All of the above facilities bear interest rate perannum of 12.5% - 13.5% and are secured by:

Palm oil plantation measuring 4,943 hectaresand infrastructure on behalf of ABS.

Rubber plantation measuring 1,012 hectareswith SHGU No. 01 on behalf of PK.

Fiduciary over motor vehicles and heavyequipment of ABS.

Fiduciary over trade receivables and inventoriesof ABS.

Corporate guarantee from the Company.

Rincian pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk adalah sebagai berikut:

The details of loan to PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk is as follows:

2010 2009 2008

PK PK

Pokok 47.711.226.655 - - Principal

ABS ABS

Pokok 65.818.000.000 44.250.000.000 - Principal

Bunga masa pengembangan 5.355.562.735 1.550.878.255 - Interest during construction

Jumlah 118.884.789.390 45.800.878.255 - Total

Pinjaman ABS dan PK dari PT Bank NegaraIndonesia (Persero) Tbk mencakup persyaratan yangmembatasi hak ABS dan PK (negative covenants)yang dalam pelaksanaannya membutuhkanpersetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT BankNegara Indonesia (Persero) Tbk. Melalui surattanggal 23 Pebruari 2011, PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk telah menyetujui Penawaran UmumPerdana Saham Perusahaan dan mengubah klausuladari persetujuan tertulis atas negative covenantsmenjadi pemberitahuan tertulis kepada PT BankNegara Indonesia (Persero) Tbk.

ABS and PK loans from PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk contain negative covenants whichamong others, restrict the rights of ABS and PKand which the execution requires prior writtenapproval of PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk. Based on letter dated February 23, 2011,PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk hasapproved the Company's Initial Public Offering andthe change of the clauses on the negativecovenants from the obtaining of written approval toprovide written notice to PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk.

Disamping pembatasan di atas, PK dan ABSdiwajibkan untuk mempertahankan rasio keuanganseperti rasio lancar tidak kurang dari 1 kali, rasiohutang terhadap modal tidak lebih dari 2,5 kali danrasio laba operasi terhadap pembayaran hutang banktidak kurang dari 1 kali.

Beside the above mentioned negative covenants,PK and ABS are required to maintain financial ratiosuch as a current ratio of not less than 1, debt toequity ratio of not less than 2.5 and debt servicecoverage ratio of not less than 1.

240

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 13. LONG-TERM BANK LOANS (continued)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk(lanjutan)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk(continued)

Pada tanggal 31 Desember 2010 rasio lancar PKadalah sebesar 0,45, rasio hutang terhadap modalsebesar 0,62, rasio laba operasi terhadappembayaran hutang bank sebesar 16,72 kali.Meskipun PK belum memenuhi rasio keuangan yangdiwajibkan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk, PK belum pernah menerima pernyataanwanprestasi (default) dari PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk.

Pada tanggal 31 Desember 2010 rasio lancar ABSadalah sebesar 1,61 dan rasio hutang terhadapmodal 0,78. Sehubungan tidak adanya pembayaranhutang oleh ABS pada tahun 2010, rasio laba operasiterhadap pembayaran hutang bank tidak dapatdihitung pada tanggal 31 Desember 2010.

As of December 31, 2010, the current ratio of PK is0.45, debt to equity ratio is 0.62, debt servicecoverage ratio is 16.72. Despite of noncomplianceby PK with the required financial ratio from PT BankNegara Indonesia (Persero) Tbk, PK has notreceived a statement of default from PT BankNegara Indonesia (Persero) Tbk.

As of December 31, 2010, the current ratio of ABSis 1.61 and debt to equity ratio is 0.78. ABS doesnot have any payment of loan in 2010, hence, debtservice coverage ratio is not applicable as ofDecember 31, 2010.

JP Morgan International Bank JP Morgan International Bank

Pada tahun 2006, Perusahaan memperoleh fasilitaskredit modal kerja dari JP Morgan International Bankdengan jumlah maksimum sebesar USD 5.000.000.Saldo hutang adalah sebesar USD 4.000.000,USD 4.000.000 dan USD 5.000.000 masing-masingpada tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008.

In 2006, the Company obtained working capitalcredit facility from JP Morgan International Bankwith a maximum credit of USD 5,000,000. Theoutstanding loans amounted to USD 4,000,000,USD 4,000,000 and USD 5,000,000 as ofDecember 31, 2010, 2009 and 2008, respectively.

Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar0,87% - 0,98% per tahun dan dijamin dengan asettertentu milik pemegang saham akhir Perusahaan.Pinjaman ini tidak mensyaratkan pembatasan hakPerusahaan.

The facilities bear interest rate per annum of0.87% - 0.98% and is secured by certain assetsowned by the ultimate stockholders of theCompany. There is no negative covenant from thisfacility.

PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk

Pada tahun 2010, Perusahaan memperoleh fasilitasTerm Loan dari PT Bank Permata Tbk yang ditujukanuntuk ekspansi usaha anak perusahaan berupa lahanperkebunan dan tanaman perkebunan sebesarRp 30.000.000.000. Fasilitas ini akan jatuh tempopada tanggal 11 Oktober 2015 dan diangsur secaratriwulan mulai Januari 2011. Pinjaman ini dikenakanbunga sebesar 13% per tahun dan dijamin dengan:

Tanah SHGU No. 1 dan SHGU No. 9 atas namaBL seluas 490 hektar yang terletak di DesaRawaheng, Prapagan, Citepus dan Jambusari,Kecamatan Wangon dan Jeruklegi, KabupatenBanyumas dan Cilacap, Propinsi Jawa Tengah.

Fidusia atas piutang usaha dan persediaan milikBL.

In 2010, the Company obtained Term Loan fromPT Bank Permata Tbk for business expansion ofsubsidiaries in land and plantation with a costamounted to Rp 30,000,000,000. This facility willbe due on October 11, 2015 and the loan principalwill be paid in quarterly installments starting onJanuary 2011. The facility bears an interest of 13%per annum and is secured by the following:

Parcel of land with SHGU No. 1 and SHGUNo. 9 measuring 490 hectares located inRawaheng, Prapagan, Citepus and JambusariVillage, Subdistrict of Wangon and Jeruklegi,Regency of Banyumas and Cilacap, CentralJava.

Fiduciary over trade receivables and inventoriesof BL.

241

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 13. LONG-TERM BANK LOANS (continued)

PT Bank Permata Tbk (lanjutan) PT Bank Permata Tbk (continued)

Pada tahun 2009, MUL memperoleh fasilitas kreditinvestasi dari PT Bank Permata Tbk yang ditujukanuntuk pembiayaan kembali aset tetap danperkebunan serta pembiayaan intercropping tanamanbelum menghasilkan karet dengan nilai sebesarRp 15.000.000.000. Fasilitas ini akan jatuh tempopada tanggal 19 Agustus 2014 dan diangsur secaratriwulanan mulai Desember 2011. Pinjaman inidikenakan bunga sebesar 13% - 13,5% per tahundan dijamin dengan:

Tanah SHGU No. 2 dan SHGU No. 15 atasnama MUL seluas 625,01 hektar yang terletak diDesa Sukorambi dan Desa Panti, KecamatanKemiri, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur.

In 2009, MUL obtained Investment Credit (IC)facility from PT Bank Permata Tbk for refinancingMUL’s fixed assets and plantations and financingthe intercropping immature rubber plantation with acost amounted to Rp 15,000,000,000. This facilitywill be due on August 19, 2014 and the loanprincipal is payable in quarterly installmentsstarting on December 2011. The facility bears aninterest of 13% - 13.5% per annum and is securedby the following:

Parcel of land with SHGU No. 2 and SHGUNo. 15 measuring 625.01 hectares located inSukorambi and Panti Village, Subdistrict ofKemiri, Regency of Jember, East Java onbehalf of MUL.

Fidusia atas seluruh persediaan MUL. Fidusia atas semua piutang usaha MUL. Fidusia atas mesin dan peralatan MUL. Jaminan perusahaan dari Perusahaan. Blokir rekening assignment atas seluruh escrow

account.

Fiduciary for all inventories of MUL. Fiduciary of accounts receivable of MUL. Fiduciary of machinery and equipment of MUL. Corporate guarantee from the Company. Blocking assignment accounts for all escrow

accounts.

Pinjaman Perusahaan dan MUL dari PT BankPermata Tbk mencakup persyaratan yang membatasihak Perusahaan dan MUL (negative covenants) yangdalam pelaksanaannya membutuhkan persetujuantertulis terlebih dahulu dari PT Bank Permata Tbk.Melalui surat tanggal 24 Pebruari 2011, PT BankPermata Tbk Tbk telah menyetujui Penawaran UmumPerdana Saham Perusahaan dan mengubah klausuladari persetujuan tertulis atas negative covenantsmenjadi pemberitahuan tertulis kepada PT BankPermata Tbk.

The loan obtained by the Company and MUL fromPT Bank Permata Tbk contain negative covenantswhich among others, restrict the rights of theCompany and MUL and which the executionrequires prior written approval of PT Bank PermataTbk. Based on letter dated February 24, 2011,PT Bank Permata Tbk has approved theCompany's Initial Public Offering and the change ofthe clauses on the negative covenants from theobtaining of written approval to provide writtennotice to PT Bank Permata Tbk.

Disamping pembatasan di atas, Perusahaandiwajibkan untuk mempertahankan rasio keuanganseperti rasio lancar tidak kurang dari 1 kali, rasiohutang terhadap modal tidak lebih dari 2,5 kali danrasio laba operasi terhadap pembayaran hutang banktidak kurang dari 1,5 kali. Pada tanggal 31 Desember2010 rasio lancar Perusahaan adalah sebesar 0,8,rasio hutang terhadap modal sebesar 1,9, rasio labaoperasi terhadap pembayaran hutang banksebesar 22,6 kali. Meskipun Perusahaan belummemenuhi rasio keuangan yang diwajibkan dariPT Bank Permata Tbk, Perusahaan belum pernahmenerima pernyataan wanprestasi (default) dariPT Bank Permata Tbk.

MUL juga diwajibkan untuk mempertahankan rasiokeuangan seperti rasio lancar tidak kurang dari 1 kali,rasio hutang terhadap modal tidak lebih dari 5 kalidan rasio pendapatan operasi terhadap pembayaranhutang bank tidak kurang dari 1,25 kali. Pada tanggal31 Desember 2010 rasio lancar MUL adalah sebesar8,73 dan rasio hutang terhadap modal 1,82.Sehubungan tidak adanya pembayaran hutang olehMUL pada tahun 2010, rasio laba operasi terhadappembayaran hutang bank tidak dapat dihitung padatanggal 31 Desember 2010.

Beside the above mentioned negative covenants,are required to maintain financial ratio such as acurrent ratio of not less than 1, debt to equity ratioof not less than 2.5 and debt service coverage ratioof not less than 1.5. As of December 31, 2010, thecurrent ratio of the Company is 0.8, debt to equityratio is 1.9, debt service coverage ratio is 22.6.Despite of noncompliance by the Company with therequired financial ratio from PT Bank Permata Tbk,the Company has not received a statement ofdefault from PT Bank Permata Tbk.

MUL also required to maintain financial ratio suchas a current ratio of not less than 1, debt to equityratio of not more than 5, and debt service coverageratio of not less than 1.25. As of December 31,2010, the current ratio of MUL is 8.73 and debt toequity ratio is 1.82. MUL does not have anypayment of loan in 2010, hence, debt servicecoverage ratio is not applicable as of December 31,2010.

242

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 13. LONG-TERM BANK LOANS (continued)

PT Bank Permata Tbk (lanjutan) PT Bank Permata Tbk (continued)

Rincian pinjaman kepada PT Bank Permata Tbkadalah sebagai berikut:

The details of loan to PT Bank Permata Tbk is asfollows:

2010 2009 2008

Perusahaan 20.000.000.000 - - The Company

MUL 15.000.000.000 15.000.000.000 - MUL

Jumlah 35.000.000.000 15.000.000.000 - Total

14. GOODWILL NEGATIF – BERSIH 14. NEGATIVE GOODWILL – NET

Pada tahun 2009, Perusahaan meningkatkankepemilikan pada anak perusahaan melaluipeningkatan tambahan modal disetor. Selisih antarabiaya perolehan anak perusahaan dengan nilai wajaraset bersih yang diperoleh melalui peningkatantambahan modal disetor tersebut di atas adalahsebagai berikut:

In 2009, the Company increased its ownershipinterest in its subsidiaries through acquisition ofadditional shares. The differences between theacquisition cost of subsidiaries and the fair value ofthe net assets acquired in the aforementionedacquisition are as follows:

2010 2009 2008

Nilai wajar aset bersih yangdiperoleh - 89.784.485.092 - Fair value of net assets acquired

Harga perolehan - 54.890.230.162 - Acquisition cost

Goodwill Negatif - bersih - 34.894.254.930 - Negative Goodwill - net

Rincian dan mutasi goodwill negatif untuk masing-masing anak perusahaan adalah sebagai berikut:

The details and movements of negative goodwill ofeach subsidiaries are as follows:

1 Januari 2009/ Penambahan/ Amortisasi/ 31 Desember 2009/ Amortisasi/ 31 Desember 2010/January 1, 2009 Additions Amortization December 31, 2009 Amortization December 31, 2010

Anak perusahaan Subsidiaries

KE - 8.202.095.209 410.104.760 7.791.990.449 410.104.762 7.381.885.687 KE

PK - 10.153.520.525 507.676.026 9.645.844.499 507.676.029 9.138.168.470 PK

BL - 4.359.071.039 217.953.552 4.141.117.487 217.953.552 3.923.163.935 BL

CMK - 4.253.324.990 212.666.250 4.040.658.740 212.666.247 3.827.992.493 CMK

PB - 3.130.019.532 156.500.977 2.973.518.555 156.500.976 2.817.017.579 PB

ABS - 4.796.223.635 - 4.796.223.635 239.811.181 4.556.412.454 ABS

Jumlah - 34.894.254.930 1.504.901.565 33.389.353.365 1.744.712.747 31.644.640.618 Total

15. IMBALAN KERJA 15. EMPLOYEE BENEFITS

Perusahaan dan anak perusahaan membukukanimbalan pasca kerja imbalan pasti dan imbalan kerjajangka panjang lainnya untuk pekerja sesuai denganperaturan Perusahaan. Jumlah karyawan yangberhak atas imbalan pasca kerja tersebut adalahsebanyak 1.864, 1.730 dan 1.708 karyawan masing-masing pada tahun 2010, 2009, dan 2008.

The Company and its subsidiaries provide definedbenefits post-employment benefits and other long-term service benefits to its employees based on theCompany and its subsidiaries’ policy. The numberof employees entitled to the benefits were 1,864,1,730 and 1,708 in 2010, 2009 and 2008,respectively.

Beban imbalan kerja dibebankan ke beban pokokpenjualan dan beban umum dan administrasi adalahsebagai berikut:

Employee benefits expense charged to cost ofgoods sold and general and administrative expenseare as follows:

2010 2009 2008

Imbalan pasca kerja 5.152.731.742 4.090.637.643 4.184.006.055 Post-employment benefits

Imbalan kerja jangka panjang Other long-term service

lainnya 3.500.162.356 1.619.158.870 2.290.827.849 benefits

Jumlah 8.652.894.098 5.709.796.513 6.474.833.904 Total

243

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. IMBALAN KERJA (lanjutan) 15. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

Kewajiban bersih di neraca konsolidasi adalahsebagai berikut:

The net liability recognized in the consolidatedbalance sheets are as follows:

2010 2009 2008

Imbalan pasca kerja 24.259.439.463 20.256.769.587 17.602.808.534 Post-employment benefits

Imbalan kerja jangka panjang Other long-term service

lainnya 10.686.291.680 7.186.129.324 5.648.829.340 benefits

Jumlah 34.945.731.143 27.442.898.911 23.251.637.874 Total

Imbalan Pasca Kerja Post-employment Benefits

Beban imbalan pasca kerja yang diakui di laporanlaba rugi konsolidasi adalah:

Amounts recognized in the consolidatedstatements of income in respect of thesepost-employment benefits are as follows:

2010 2009 2008

Biaya jasa kini 2.364.177.636 1.541.014.168 1.493.823.786 Current service cost

Biaya bunga 2.270.327.544 2.062.779.001 2.180.558.318 Interest cost

Biaya jasa lalu 372.653.067 561.727.666 290.908.953 Past service cost

Kerugian (keuntungan) Net recognized actuarial

aktuarial 145.573.495 (74.883.192) 218.714.998 loss (gains)

Jumlah 5.152.731.742 4.090.637.643 4.184.006.055 Total

Kewajiban imbalan pasca kerja di neraca konsolidasiadalah sebagai berikut:

Amounts included in the consolidated balancesheets arising from the obligation in respect ofthese post-employment benefits are as follows:

2010 2009 2008

Nilai kini kewajiban yang Present value of unfunded

tidak didanai 37.353.470.100 25.071.976.210 20.175.816.183 obligations

Kerugian (keuntungan) Unrecognized actuarial

aktuarial yang belum diakui (7.991.672.261) (1.677.908.876) 187.834.141 loss (gains)

Biaya jasa lalu yang belumdiakui (5.102.358.376) (3.137.297.747) (2.760.841.790) Unrecognized past service cost

Jumlah 24.259.439.463 20.256.769.587 17.602.808.534 Total

Perubahan kewajiban bersih di neraca konsolidasiadalah sebagai berikut:

Movements in the net liability recognized in theconsolidated balance sheets are as follows:

2010 2009 2008

Saldo awal 20.256.769.587 17.602.808.534 14.218.647.818 Beginning balance

Beban tahun berjalan 5.152.731.742 4.090.637.643 4.184.006.055 Amount charged to income

Pembayaran (1.150.061.866) (1.436.676.590) (799.845.339) Payments

Saldo akhir 24.259.439.463 20.256.769.587 17.602.808.534 Ending balance

244

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. IMBALAN KERJA (lanjutan) 15. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya Other Long-term Service Benefits

Beban imbalan kerja jangka panjang lainnya yangdiakui di laporan laba rugi konsolidasi adalah:

Amounts recognized in the consolidatedstatements of income in respect of these otherlong-term service benefits are as follows:

2010 2009 2008

Biaya jasa kini 1.163.688.253 777.603.166 593.487.106 Current service cost

Biaya bunga 881.054.272 694.290.621 532.836.714 Interest cost

Biaya jasa lalu 37.727.429 446.692.557 323.120.652 Past service cost

Koreksi aktuarial 132.539.042 (55.189.102) - Actuarial corection

Net recognized actuarial

Kerugian (keuntungan) aktuarial 1.285.153.360 (244.238.372) 841.383.377 loss (gains)

Jumlah 3.500.162.356 1.619.158.870 2.290.827.849 Total

Kewajiban imbalan kerja jangka panjang lainnya dineraca konsolidasi adalah sebagai berikut:

Amounts included in the consolidated balancesheets arising from the obligation in respect ofthese other long-term service benefits are asfollows:

2010 2009 2008

Nilai kini kewajiban yang Present value of unfunded

tidak didanai 11.359.835.912 7.468.939.880 6.008.370.873 obligations

Kerugian (keuntungan) aktuarial Unrecognized actuarial

yang belum diakui (438.502.353) (10.041.248) 73.571.344 loss (gains)

Biaya jasa lalu yang belum Unrecognized past

diakui (235.041.879) (272.769.308) (433.112.877) service cost

Jumlah 10.686.291.680 7.186.129.324 5.648.829.340 Total

Perubahan kewajiban bersih di neraca konsolidasiadalah sebagai berikut:

Movements in the net liability recognized in theconsolidated balance sheets are as follows:

2010 2009 2008

Saldo awal 7.186.129.324 5.648.829.340 3.422.262.991 Beginning balance

Beban tahun berjalan 3.500.162.356 1.619.158.870 2.290.827.849 Amount charged to income

Pembayaran - (81.858.886) (64.261.500) Payments

Saldo akhir 10.686.291.680 7.186.129.324 5.648.829.340 Ending balance

Manajemen berpendapat bahwa cadangan imbalanpasca kerja yang diakui pada tanggal 31 Desember2010, 2009 dan 2008 telah memadai dan memenuhiketentuan Undang-Undang No. 13 tahun 2003.

Management believes that the reserve post-employment benefits are recognized on December31, 2010, 2009 and 2008 have been adequate andcomply with the provisions of Law No. 13 2003.

245

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. IMBALAN KERJA (lanjutan) 15. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan) Other Long-term Service Benefits (continued)

Perhitungan imbalan pasca kerja dan imbalan kerjajangka panjang lainnya dihitung oleh PT AdiLanggeng Rahayu dan PT Jasa Aktuaria Pensiun danAsuransi pada tahun 2010, 2009 dan 2008, aktuarisindependen. Asumsi utama yang digunakan dalammenentukan penilaian aktuarial adalah sebagaiberikut:

The cost of providing post-employment benefitsand other long-term service benefits are calculatedby on independent actuary, PT Adi LanggengRahayu and PT Jasa Aktuaria Pensiun danAsuransi in 2010, 2009 and 2008. The actuarialvaluations were carried out using the following keyassumptions:

Usia pensiun normal 55 tahun/years Normal retirement ageTingkat kenaikan gajiper tahun 10%

Salary increment rateper annum

Tingkat diskonto per tahun 10% tahun 2010/in 2010,11% tahun 2009/in 2009dan/and 12% tahun 2008/in 2008

Discount rate per annum

Tingkat kematian TMI-2 Mortality tableTingkat cacat 10% dari/of TMI-2 Disability rateTingkat pengunduran diri 10% pada usia < 29 dan menurun secara

bertahap ke 0% pada usia > 55/ 10% at age < 29and gradually decreases to 0% at age > 55

Resignation rate

16. HAK MINORITAS 16. MINORITY INTEREST

Akun ini merupakan bagian kepemilikan minoritasatas aset bersih dan laba (rugi) bersih anakperusahaan dengan rincian sebagai berikut:

This account represents the share of minoritystockholders in the net assets and net income (loss)of the subsidiaries with details as follows:

2010 2009 2008

a. Hak minoritas atas aset a. Minority interests in net assets

bersih anak perusahaan of subsidiaries

IJR 17.723.131.871 12.238.874.874 13.066.729.546 IJR

ABS 11.223.462.507 7.046.303.860 6.503.646.511 ABS

KJW 8.905.583.333 7.995.406.695 6.876.030.125 KJW

KE 3.679.821.427 2.102.094.109 8.669.153.485 KE

PK 849.434.527 547.572.628 10.598.929.307 PK

CMK 379.980.128 325.446.215 4.451.807.796 CMK

BL 352.130.467 224.134.452 4.544.417.314 BL

MUL 290.450.767 391.855.851 - MUL

PB 272.534.991 199.253.179 3.231.504.938 PB

CP 29.408.268 15.382.001 9.892.280 CPAW - - 946.102.729 AW

Jumlah 43.705.938.286 31.086.323.864 58.898.214.031 Total

b. Hak minoritas atas laba (rugi) b. Minority interests in net income

bersih anak perusahaan (loss) of subsidiaries

IJR 17.556.256.997 8.729.145.327 14.928.860.580 IJR

ABS 80.184.261 (25.704.017) 2.613.395 ABS

KJW 910.176.638 318.309.490 1.003.484.777 KJW

KE 1.577.727.318 1.635.035.833 2.482.884.035 KE

PK 301.861.899 102.163.846 2.947.648.200 PK

CMK 54.533.913 126.963.409 915.018.382 CMK

BL 127.996.015 38.788.177 167.512.415 BL

MUL (101.405.084) (38.144.149) - MUL

PB 73.281.812 89.722.775 127.513.168 PB

CP 14.026.267 5.489.723 5.863.657 CP

AW - (946.102.729) (53.897.273) AW

Jumlah 20.594.640.036 10.035.667.685 22.527.501.336 Total

246

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

17. MODAL SAHAM 17. CAPITAL STOCK

Jumlah Persentase Jumlah ModalSaham/ Kepemilikan/ Disetor/Number Percentage Total Paid-in

of Shares of Ownership (%) Capital

PT Sinar Kasih Abadi 101.421 30,00 40.568.400.000 PT Sinar Kasih Abadi

Tn. Utama Hadi Surya 96.557 28,56 38.622.800.000 Mr. Utama Hadi Surya

Tn. Dwijaya Hadi Surya 96.557 28,56 38.622.800.000 Mr. Dwijaya Hadi Surya

PT Aji Lebur Seketi 43.535 12,88 17.414.000.000 PT Aji Lebur Seketi

Jumlah 338.070 100,00 135.228.000.000 Total

Nama Pemegang Saham

2010

Name of Stockholder

Jumlah Persentase Jumlah ModalSaham/ Kepemilikan/ Disetor/Number Percentage Total Paid-in

of Shares of Ownership (%) Capital

Tn. Utama Hadi Surya 96.500 30,88 38.600.000.000 Mr. Utama Hadi Surya

Tn. Dwijaya Hadi Surya 96.500 30,88 38.600.000.000 Mr. Dwijaya Hadi Surya

PT Sinar Kasih Abadi 93.750 30,00 37.500.000.000 PT Sinar Kasih Abadi

PT Aji Lebur Seketi 25.750 8,24 10.300.000.000 PT Aji Lebur Seketi

Jumlah 312.500 100,00 125.000.000.000 Total

Nama Pemegang Saham

2009

Name of Stockholder

Jumlah Persentase Jumlah ModalSaham/ Kepemilikan/ Disetor/Number Percentage Total Paid-in

of Shares of Ownership (%) Capital

Tn. Hadi Surya 175.000 70,00 70.000.000.000 Mr. Hadi Surya

PT Sinar Kasih Abadi 75.000 30,00 30.000.000.000 PT Sinar Kasih Abadi

Jumlah 250.000 100,00 100.000.000.000 Total

Nama Pemegang Saham

2008

Name of Stockholder

Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa ParaPemegang Saham Perusahaan tanggal 30 Desember2010 sebagaimana diaktakan dalam akta notarisNo. 09 tanggal 2 Pebruari 2011 dari Yulia, S.H,notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujuiuntuk meningkatkan modal ditempatkan dandisetor dari Rp 135.148.000.000 menjadiRp 135.228.000.000 atau peningkatan sebesarRp 80.000.000 yang dilakukan oleh Tn. Utama HadiSurya, Tn. Dwijaya Hadi Surya, PT Sinar Kasih Abadidan PT Aji Lebur Seketi. Akta perubahan ini telahmendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak AsasiManusia Republik Indonesia (Catatan 28).

Based on the Extraordinary GeneralStockholders’s Meeting as stated on Notarial DeedNo. 09 dated February 2, 2011 of yulia, S.H, notaryin Jakarta, the stockholders agreed to increase theCompany’s subscribed and paid-in capital stockfrom Rp 135,148,000,000 to Rp 135,228,000,000or increase by Rp 80,000,000 by issuing shares toMr. Utama Hadi Surya, Mr. Dwijaya Hadi Surya,PT Sinar Kasih Abadi and PT Aji Lebur Seketi. Thischange has been approved by Minister of Justiceand Human Rights of the Republic of Indonesia(Note 28).

Berdasarkan keputusan para pemegang sahamsebagaimana diaktakan dalam akta notaris No. 121tanggal 30 Desember 2010 dari Yulia, S.H, notaris diJakarta, para pemegang saham menyetujui untukmeningkatkan modal ditempatkan dan disetor dariRp 125.000.000.000 menjadi Rp 135.148.000.000atau peningkatan sebesar Rp 10.148.000.000 yangdilakukan oleh Tn. Utama Hadi Surya, Tn. DwijayaHadi Surya, PT Sinar Kasih Abadi dan PT Aji LeburSeketi. Akta perubahan ini telah diterima dan dicatatoleh Departemen Hukum dan Hak Asasi ManusiaRepublik Indonesia dengan surat No. AHU.AH.01.10-02386 tanggal 24 Januari 2011.

Based on the decision of the stockholders as statedon Notarial Deed No. 121 dated December 30,2010 of Yulia, S.H., notary in Jakarta, thestockholders agreed to increase the Company’ssubscribed and paid-in capital stock fromRp 125,000,000,000 to Rp 135,148,000,000 orincrease amounted to Rp 10,148,000,00 by issuingshares to Mr. Utama Hadi Surya, Mr. Dwijaya HadiSurya, PT Sinar Kasih Abadi and PT Aji LeburSeketi. This change has been accepted andrecorded by Department of Justice and HumanRights of the Republic of Indonesia in its letterNo. AHU-AH.01.10-02386 dated January 24, 2011.

247

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

17. MODAL SAHAM (lanjutan) 17. CAPITAL STOCK (continued)

Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa PemegangSaham tanggal 30 Desember 2009, para pemegangsaham menyetujui untuk meningkatkan modalditempatkan dan disetor sebesar Rp 10.150.000.000.Peningkatan tersebut belum diaktakan dan dilaporkankepada Menteri Hukum dan Hak Asasi ManusiaRepublik Indonesia sehingga pada tanggal31 Desember 2009 dicatat sebagai “TambahanModal Disetor”.

Based on the Extraordinary General Stockholders’Meeting dated December 30, 2009, thestockholders agreed to increase the Company’sissued and fully paid capital stock amounted toRp 10,150,000,000. The notarial deed on suchchange has not been completed and reported tothe Ministry of Justice and Human Rights of theRepublic of Indonesia thus, as of December 31,2009 the increase in issued and fully paid capitalstock of Rp 10,150,000,000 was recorded as“Additional Paid-in Capital”.

Berdasarkan Keputusan Para Pemegang Sahamsebagaimana dinyatakan dalam akta notaris No. 27tanggal 22 Desember 2009 dari WinantoWiryomartani, S.H.,M.Hum., notaris di Jakarta, parapemegang saham menyetujui untuk meningkatkanmodal ditempatkan dan disetor Perusahaan dariRp 100.000.000.000 menjadi Rp 125.000.000.000atau peningkatan sebesar Rp 25.000.000.000 yangdilakukan oleh Tn. Utama Hadi Surya, Tn. DwijayaHadi Surya, PT Sinar Kasih Abadi dan PT Aji LeburSeketi. Akta perubahan ini telah diterima dan dicatatoleh Departemen Hukum dan Hak Asasi ManusiaRepublik Indonesia dengan surat No. AHU-AH.01.10-12877 tanggal 26 Mei 2010.

Based on the decision of the stockholders as statedon Notarial Deed No. 27 dated December 22, 2009of Winanto Wiryomartani, S.H.,M.Hum., notary inJakarta, the stockholders agreed to increase theCompany’s subscribed and paid-in capital stockfrom Rp 100,000,000,000 to Rp 125,000,000,000or increase amounted to Rp 25,000,000,000 byMr. Utama Hadi Surya, Mr. Dwijaya Hadi Surya,PT Sinar Kasih Abadi and PT Aji Lebur Seketi.This change had been accepted and recordedby Departement of Justice and Human Rightsof the Republic of Indonesia in its letterNo. AHU-AH.01.10.12877 dated May 26, 2010.

Berdasarkan Keputusan Para Pemegang Sahamsebagaimana dinyatakan dalam akta notaris No. 6tanggal 5 Mei 2009 dari Winanto Wiryomartani,S.H.,M.Hum., notaris di Jakarta, para pemegangsaham menyetujui pengalihan saham milik Tn. HadiSurya sebanyak 87.500 saham kepada Tn UtamaHadi Surya. Akta perubahan ini telah diterima dandicatat oleh Departemen Hukum dan Hak AsasiManusia Republik Indonesia dengan suratNo. AHU-AH.01.10-04862 tanggal 25 Pebruari 2010.

Based on the decision of the stockholders as statedon Notarial Deed No. 6 dated May 5, 2009 ofWinanto Wiryomartani, S.H.,M.Hum., notary inJakarta, the stockholders agreed the transfer ofshare ownership held by Mr. Hadi Surya totaling87,500 shares to Mr. Utama Hadi Surya.This change had been accepted and recordedby Department of Justice and Human Rightsof the Republic of Indonesia in itsletter No. AHU-AH.01.10-04862 dated February 25,2010.

Berdasarkan Keputusan Para Pemegang Sahamsebagaimana dinyatakan dalam akta notaris No. 8tanggal 5 Mei 2009 dari Winanto Wiryomartani,S.H.,M.Hum., notaris di Jakarta, para pemegangsaham menyetujui pengalihan saham milik Tn. HadiSurya sebanyak 87.500 saham kepada Tn. DwijayaHadi Surya. Akta perubahan ini telah diterima dandicatat oleh Departemen Hukum dan Hak AsasiManusia Republik Indonesia dengan surat No. AHU-AH.01.10-07445 tanggal 26 Maret 2010.

Based on the decision of the stockholders as statedon Notarial Deed No. 8 dated May 5, 2009 ofWinanto Wiryomartani, S.H.,M.Hum., notary inJakarta, the stockholders agreed the transfer ofshare ownership held by Mr. Hadi Surya totaling87,500 shares to Mr. Dwijaya Hadi Surya. Thischange had been accepted and recorded byDepartment of Justice and Human Rights of theRepublic of Indonesia in its letter No. AHU-AH.01.10-07445 dated March 26, 2010.

Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa PemegangSaham tanggal 23 Desember 2008, para pemegangsaham menyetujui untuk meningkatkan modalditempatkan dan disetor sebesar Rp 22.850.000.000.Peningkatan tersebut belum diaktakan dan dilaporkankepada Menteri Hukum dan Hak Asasi ManusiaRepublik Indonesia sehingga pada tanggal31 Desember 2008 dicatat sebagai “TambahanModal Disetor”.

Based on the Extraordinary General Stockholders’Meeting dated December 28, 2009, thestockholders agreed to increase the Company’sissued and fully paid capital stock amounted toRp 22,850,000,000. The notarial deed on suchchange has not been completed and reported tothe Ministry of Justice and Human Rights of theRepublic of Indonesia thus, as of December 31,2008, the amount is recorded as “Additional Paid-inCapital”.

248

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

17. MODAL SAHAM (lanjutan) 17. CAPITAL STOCK (continued)

Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham tanggal24 Desember 2007 sebagaimana tercantum dalamAkta No. 187 tanggal 27 Desember 2007 dariDr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi., notaris di Jakarta,para pemegang saham menyetujui untukmeningkatkan modal dasar Perusahaan dariRp 10.000.000.000 menjadi Rp 300.000.000.000 danmodal ditempatkan dan disetor dariRp 10.000.000.000 menjadi Rp 100.000.000.000 ataupeningkatan sebesar Rp 90.000.000.000. Pemegangsaham juga menyetor tambahan modal disetorsebesar Rp 2.150.000.000.

Based on the decision of the Stockholders datedDecember 24, 2007 as stated on Deed No. 187dated December 27, 2007 of Dr. Irawan Soerodjo,S.H., Msi., notary in Jakarta, the stockholdersagreed to increase the Company’s authorizedcapital stock from Rp 10,000,000,000 toRp 300,000,000,000 and paid-up capital fromRp 10,000,000,000 to Rp 100,000,000,000 orincrease amounted to Rp 90,000,000,000, thestockholders also paid the additional paid-in capitalamounting to Rp 2,150,000,000.

Perubahan anggaran dasar tersebut di atasmendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan HakAsasi Manusia Republik Indonesia dengan SuratKeputusannya No. AHU-12485.AH.01.02.Tahun 2008tanggal 13 Maret 2008, sehingga pada tanggal31 Desember 2007 peningkatan modal ditempatkandan disetor sebesar Rp 102.150.000.000 dicatatsebagai “Tambahan Modal Disetor”.

The above amendment was approved by theMinister of Justice and Human Rights of theRepublic of Indonesia in his Decision LetterNo. AHU-12485.AH.01.02.Year 2008 dated March13, 2008; thus, as of December 31, 2007 theincrease in paid-up capital stock ofRp 102,150,000,000 was recorded as “Additionalpaid-in capital”.

18. PENJUALAN BERSIH 18. NET SALES

2010 2009 2008

Ekspor Export

Karet 33.592.642.088 25.209.486.091 59.516.404.037 Rubber

Kopi - 4.534.022.005 2.823.482.617 Coffee

Sub-jumlah 33.592.642.088 29.743.508.096 62.339.886.654 Subtotal

Lokal Local

Karet 213.494.648.506 127.717.401.723 160.724.854.373 Rubber

Tandan buah segar - - 46.550.215.727 Fresh fruit bunches

Minyak dan biji sawit 151.907.043.207 195.992.888.294 19.035.604.730 Palm oil and palm kernel

Teh 5.808.516.325 5.296.876.125 6.150.574.350 Tea

Kopi 4.925.791.132 4.664.291.789 4.670.339.300 Coffee

Kakao 392.455.000 858.805.000 570.910.750 Cocoa

Lain-lain 3.311.185.715 5.429.203.642 1.498.476.459 Others

Sub-jumlah 379.839.639.885 339.959.466.573 239.200.975.689 Subtotal

Jumlah 413.432.281.973 369.702.974.669 301.540.862.343 Total

Tidak terdapat penjualan kepada pihak hubunganistimewa pada tahun 2010, 2009 dan 2008.

There were no sales to related party in 2010, 2009and 2008.

Rincian penjualan yang melebihi 10% dari jumlahpenjualan bersih masing-masing pada tahun 2010,2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

The above sales in 2010, 2009 and 2008 includesales to the following customers which representmore than 10% of the net sales of the respectiveyears:

2010 2009 2008 2010 2009 2008% % %

PT Sinar Mas Agro Resources PT Sinar Mas Agro Resources

and Technology Tbk 106.110.309.408 95.953.660.775 56.590.917.087 25,67 25,95 18,77 and Technology Tbk

PT Sarana Karindo 46.374.922.236 26.912.305.447 40.685.741.599 11,22 7,28 13,49 PT Sarana Karindo

PT Wilson Tunggal Perkasa 40.146.256.343 15.712.648.094 32.359.920.605 9,71 4,25 10,73 PT Wilson Tunggal Perkasa

PT Multimas Nabati Asahan - 51.702.963.278 - - 13,99 - PT Multimas Nabati Asahan

Persentase dari

total sales

jumlah penjualan/

Percentage of

249

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

19. BEBAN POKOK PENJUALAN 19. COST OF GOODS SOLD

2010 2009 2008

Bahan baku yang digunakan 109.337.282.993 131.335.977.654 91.688.992.757 Raw material used

Upah langsung 44.884.140.893 39.702.136.276 38.995.477.572 Direct labor

Biaya produksi tidak langsung: Factory overhead:

Penyusutan dan amortisasi 23.993.054.493 20.335.475.874 17.502.560.660 Depreciation and amortization

Perbaikan dan pemeliharaan 12.302.360.340 10.444.205.426 11.448.637.049 Repairs and maintenance

Pegawai 11.047.684.673 11.758.856.443 11.141.731.735 Personnel

Imbalan kerja 7.778.225.059 5.161.803.453 5.802.453.228 Employee benefits

Bahan pembantu 4.022.237.500 2.695.667.803 5.600.209.872 Indirect material

Pengangkutan 2.770.470.779 2.631.985.342 2.922.675.444 Freight

Beban umum kebun 8.713.651.276 6.674.993.961 7.483.860.125 Estate general expense

Lain-lain 9.208.776.612 6.736.445.173 2.772.263.029 Others

Jumlah beban produksi 234.057.884.618 237.477.547.405 195.358.861.471 Total production costs

Persediaan barang jadi Finished goods

Awal tahun 13.777.434.517 21.115.690.648 9.544.595.250 Beginning of year

Pemakaian sendiri - - (1.945.882.575) Self used

Akhir tahun (16.664.990.026) (13.777.434.515) (21.115.690.648) End of year

Jumlah 231.170.329.109 244.815.803.538 181.841.883.498 Total

Pembelian yang melebihi 10% dari jumlah pembelianadalah pembelian kepada PT Perkebunan NusantaraXIII sebesar Rp 35.747.607.907 atau 35% dari jumlahpembelian pada tahun 2009. Tidak terdapatpembelian kepada pihak hubungan istimewa tahun2010, 2009 dan 2008.

Purchases of more than 10% of the total purchaseswere the purchases from PT PerkebunanNusantara XIII by Rp 35,747,607,907 or 35% oftotal purchases in 2009. There were no purchasesfrom related parties in 2010, 2009 and 2008.

20. BEBAN USAHA 20. OPERATING EXPENSES

Beban Penjualan Selling Expense

Akun ini terutama merupakan biaya pengiriman. This account mostly represents freight charges.

Beban Umum dan Administrasi General and Administrative Expense

2010 2009 2008

Gaji, upah dan tunjangan 15.540.787.159 12.976.460.027 14.906.204.657 Salaries, wages and benefits

Jasa profesional 2.037.752.284 1.699.318.001 1.220.330.498 Professional fees

Perjalanan dinas 1.291.055.469 1.100.197.509 1.025.117.094 Traveller and transportation

Sewa (Catatan 24) 1.287.142.799 1.465.052.856 1.348.706.893 Rental (Note 24)

Jasa manajemen (Catatan 24) 900.000.000 900.000.000 - Management services (Note 24)

Imbalan kerja 874.669.039 547.993.060 672.380.676 Employee benefits

Keperluan kantor 802.948.743 478.686.686 1.194.557.864 Office expense

Penyusutan 439.138.993 461.641.528 449.396.669 Depreciation

Perbaikan dan pemeliharaan 295.515.311 119.113.777 851.955.630 Repair and maintenance

Pelatihan 163.940.823 89.910.721 321.255.769 Training

Kerugian penghapusan uang Loss on write-off of advances

muka pembelian aset tetap - 3.001.991.300 - for purchases of fixed asset

Lain-lain 5.137.556.280 5.126.807.958 3.517.882.863 Others

Jumlah 28.770.506.900 27.967.173.423 25.507.788.613 Total

Pada tahun 2010, 2009 dan 2008 masing-masingsebesar 7,60%, 8,46% dan 5,29% dari jumlah bebanumum dan administrasi dibayarkan kepada pihakyang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 24).

In 2010, 2009 and 2008, 7.60%, 8.46% and 5.29%,respectively, of the total general and administrativeexpenses pertains to transactions with relatedparties (Note 24).

250

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

21. PAJAK PENGHASILAN 21. INCOME TAX

Manfaat (beban) pajak Perusahaan dan anakperusahaan terdiri dari:

Tax benefit (expense) of the Company and itssubsidiaries consisted of:

2010 2009 2008

Pajak kini Current tax

Perusahaan (1.163.630.625) (1.026.941.747) (916.267.400) The Company

Anak perusahaan Subsidiaries

IJR (11.243.713.750) (5.777.208.640) (14.089.456.100) IJR

KE (5.954.414.750) (2.282.471.240) (1.827.921.800) KE

PK (4.144.726.625) (1.048.487.440) (2.902.444.100) PK

BL (1.914.689.625) (325.360.980) (282.577.700) BL

PB (1.148.175.375) (632.152.250) (298.028.300) PB

CMK (453.575.250) - (1.086.954.200) CMK

CP (201.239.625) (91.242.340) (244.960.700) CP

Jumlah (26.224.165.625) (11.183.864.637) (21.648.610.300) Total

Pajak tangguhan Deferred taxes

Perusahaan 228.867.658 (17.168.316) 137.564.855 The Company

Anak perusahaan Subsidiaries

IJR (557.409.259) (1.115.154.084) 650.298.698 IJR

KE (846.149.075) (375.693.834) (310.733.413) KE

PK (9.741.571) (166.620.784) 238.689.921 PK

BL (35.175.743) (91.888.362) 55.528.606 BL

PB 44.392.692 (42.990.085) 106.350.406 PB

CMK (113.011.084) (92.494.559) (533.790.622) CMK

CP (18.540.289) (6.957.660) 9.347.659 CP

KJW (7.032.147.159) (9.937.624.874) (1.917.784.022) KJW

Jumlah (8.338.913.830) (11.846.592.558) (1.564.527.912) Total

Beban pajak - bersih (34.563.079.455) (23.030.457.195) (23.213.138.212) Tax expense - net

Pajak Kini Current Tax

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurutlaporan laba rugi konsolidasi dengan estimasi labakena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:

A reconciliation between income before income taxper consolidated statements of income andestimated taxable income is as follows:

2010 2009 2008

Laba sebelum pajak menurut Income before income tax expense

laporan laba rugi konsolidasi 135.271.420.138 76.563.387.865 73.571.802.290 per consolidated statements of income

Laba sebelum pajak anakperusahaan 131.592.417.899 69.837.591.043 67.447.364.855 Income before tax of subsidiaries

Laba sebelum pajak Perusahaan 3.679.002.239 6.725.796.822 6.124.437.435 Income before tax of the Company

Perbedaan temporer: Temporary differences:

Penyusutan aset tetap (7.044.598) 11.434.750 (27.458.277) Depreciation of fixed assets

Aset sewa pembiayaan 47.846.190 (198.349.059) - Finance lease assets

Imbalan kerja 874.669.039 547.993.060 672.381.675 Employee benefits

Bersih 915.470.631 361.078.751 644.923.398 Net

251

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

21. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 21. INCOME TAX (continued)

Pajak Kini (lanjutan) Current Tax (continued)

2010 2009 2008

Perbedaan tetap: Permanent differences:

Tunjangan karyawan 311.591.547 250.091.403 196.684.703 Benefits in kind

Pemulihan kerugian penurunan Recovery from decline in value

nilai investasi - (3.926.414.824) (4.237.482.848) of investment

Penghasilan bunga yang telah Interest income already

dikenakan pajak final (64.384.426) (119.133.926) (81.894.952) subjected to final tax

Bagian rugi perusahaan asosiasi 458.892.205 - - Share in loss of associated company

Keuntungan penjualan aset tetap - - 2.437.033 Gain on sale of fixed assets

Lain-lain 112.331.529 1.073.470.336 463.453.847 Others

Bersih 818.430.855 (2.721.987.011) (3.656.802.217) Net

Estimasi laba kena pajak Estimated taxable income

tahun berjalan Perusahaan 5.412.903.725 4.364.888.562 3.112.558.616 for the year of the Company

Perhitungan beban dan hutang pajak kini adalahsebagai berikut:

Current tax expense and payable are computedas follows:

2010 2009 2008

Beban pajak kini dengan tarif Current tax expense based on

yang berlaku prevailing tax rate

Perusahaan 1.163.630.625 1.026.941.747 916.267.400 The Company

Anak perusahaan 25.060.535.000 10.156.922.890 20.732.342.900 Subsidiaries

Jumlah 26.224.165.625 11.183.864.637 21.648.610.300 Total

Dikurangi pembayaran pajak dimuka Less payment of prepaid taxes

Perusahaan The Company

Pajak penghasilan Income taxes

Pasal 23 337.208.264 340.531.776 153.272.551 Article 23

Pasal 25 699.312.793 591.332.539 87.782.728 Article 25

Sub-jumlah 1.036.521.057 931.864.315 241.055.279 Sub total

Anak perusahaan 14.560.811.158 16.659.277.687 15.613.968.445 Subsidiaries

Estimasi hutang (lebih bayar) Estimated current income

pajak kini 10.626.833.410 (6.407.277.365) 5.793.586.576 tax payable (over payment)

Rincian hutang pajak kini: Details of current tax payable:

Perusahaan 127.109.568 95.077.432 675.212.121 The Company

Anak perusahaan 10.499.723.842 1.251.912.188 5.118.374.455 Subsidiaries

Jumlah hutang pajak 10.626.833.410 1.346.989.620 5.793.586.576 Total current tax

Pajak dibayar dimuka anakperusahaan - 7.754.266.985 - Tax overpayment of subsidiaries

Bersih 10.626.833.410 (6.407.277.365) 5.793.586.576 Net

Laba kena pajak Perusahaan tahun 2009 dan 2008telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan(SPT) yang disampaikan kepada Kantor Pajak.

Company’s taxable income in 2009 and 2008have been in accordance with the Annual TaxReturn (SPT) submitted to the Tax Office.

Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia,Perusahaan dan anak perusahaan menghitung,melaporkan dan menyetor pajak-pajaknyaberdasarkan perhitungan sendiri (self-assessment).Direktorat Jenderal Pajak dapat menghitung danmenetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalambatas waktu 5 tahun sejak tanggal terhutangnyapajak.

Under the taxation laws of Indonesia, theCompany and its subsidiaries submit tax return onthe basis of self-assessment. The tax authoritiesmay assess or amend taxes within 5 years fromthe date the tax becomes due.

252

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

21. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 21. INCOME TAX (continued)

Pajak Tangguhan Deferred Tax

Rincian aset dan kewajiban pajak tangguhanPerusahaan dan anak perusahaan adalah sebagaiberikut:

The details of the Company and its subsidiaries’deferred tax assets and liabilities are as follows:

Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets

Aset pajak tangguhan merupakan jumlah bersihsetelah diperhitungkan dengan masing-masingentitas usaha, dengan rincian sebagai berikut:

This account respresents deferred tax assets afterdeducting the deferred tax liabilities of the samebusiness entity as follows:

2010 2009 2008

Perusahaan The Company

Aset tetap 120.788.657 122.549.807 134.054.053 Fixed assets

Aset sewa pembiayaan 79.454.500 (73.157.022) - Asset under finance lease

Kewajiban imbalan kerja 794.226.492 716.209.206 648.716.254 Employee benefits liability

Jumlah 994.469.649 765.601.991 782.770.307 Total

Anak perusahaan Subsidiaries

Aset tetap (117.271.373) (284.318.787) 382.293.448 Fixed assets

Tanaman perkebunan (2.474.286.589) (4.528.307.849) (2.338.600.934) Plantations

Beban tangguhan (24.223.914) 45.744.875 (30.932.593) Deferred charges

Biaya masih harus dibayar 750.383.552 1.384.170.420 - Accrued expenses

Kewajiban imbalan kerja 3.970.362.391 3.763.155.577 3.804.648.111 Employee benefits liability

Rugi fiskal - 2.345.363.482 - Fiscal loss

Lain-lain (21.552.145) (75.244.966) 2.188.538.272 Others

Jumlah 2.083.411.922 2.650.562.752 4.005.946.304 Total

Aset pajak tangguhan - bersih 3.077.881.571 3.416.164.743 4.788.716.611 Deferred tax assets - net

Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajaktangguhan Perusahaan dan anak perusahaan dapatdikompensasi dengan laba kena pajak periodemendatang.

Management believes that the Company and itssubsidiaries’ deferred tax assets can be utilizedagainst the taxable income for the future periods.

Kewajiban Pajak Tangguhan Deferred Tax Liabilities

Akun ini merupakan kewajiban pajak tangguhan anakperusahaan setelah diperhitungkan dengan asetpajak tangguhan dari masing-masing entitas usaha,dengan rincian sebagai berikut:

This account represents deferred tax liabilities ofsubsidiaries after deducting the deferred tax assetsof the same business entity as follows:

2010 2009 2008

Anak perusahaan Subsidiaries

Aset tetap (1.349.243.499) (1.270.101.616) (66.942.575) Fixed assets

Tanaman perkebunan (37.499.720.704) (23.186.241.497) (17.963.083.023) Plantations

Biaya masih harus dibayar 441.042.023 516.388.759 85.205.827 Accrued expense

Beban tangguhan (82.886.478) (130.709.942) - Deferred charges

Kewajiban imbalan kerja 3.831.193.926 2.381.359.941 1.818.284.473 Employee benefits liability

Rugi fiskal 11.953.900.247 6.876.729.680 11.532.935.709 Fiscal loss

Lain-lain (125.115.914) (17.625.066) 237.382.771 Others

Kewajiban pajak tangguhan -

bersih (22.830.830.399) (14.830.199.741) (4.356.216.818) Deferred tax liabilities - net

253

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

21. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 21. INCOME TAX (continued)

Pajak Tangguhan (lanjutan) Deferred Tax (continued)

Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalianlaba akuntansi sebelum pajak Perusahaan dengantarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:

A reconciliation between the net tax expense andthe amounts computed by applying the effectivetax rate to income before tax of the Company is asfollows:

2010 2009 2008

Laba sebelum beban pajak Income before income tax

penghasilan menurut laporan expense per consolidated

laba rugi konsolidasi 135.271.420.138 76.563.387.865 73.571.802.290 statements of income

Laba sebelum pajak anak perusahaan 131.592.417.899 69.837.591.043 67.447.364.855 Income before tax of subsidiaries

Laba sebelum pajak Perusahaan 3.679.002.239 6.725.796.822 6.124.437.435 Income before tax of the Company

Tax expense based on prevailing

Beban pajak dengan tarif yang berlaku (919.750.500) (1.883.222.880) (1.819.831.100) tax rate

Dampak pajak atas perbedaan tetap (204.607.714) 762.156.363 1.097.040.665 Tax effect at permanent difference

Penyesuaian dan perubahan tarif pajak 189.595.247 76.956.454 (55.912.110) Adjustment and changes in tax rates

Jumlah beban pajak Perusahaan (934.762.967) (1.044.110.063) (778.702.545) Total tax expense of the Company

Beban pajak anak perusahaan (33.628.316.488) (21.986.347.132) (22.434.435.667) Total tax expenses of the subsidiaries

Beban pajak - bersih (34.563.079.455) (23.030.457.195) (23.213.138.212) Tax expenses - net

Pada 23 September 2008, Undang-undang No. 7tahun 1983 mengenai “Pajak Penghasilan” diubahuntuk keempat kalinya dengan Undang-undang No.36 Tahun 2008. Perubahan tersebut juga mencakupperubahan tarif pajak penghasilan badan darisebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkatmenjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 danseterusnya. Pada tanggal 31 Desember 2009 dan2008, Perusahaan dan anak perusahaan mencatatdampak perubahan tarif pajak tersebut sebesarRp 1.669.273.582 dan Rp 30.896.969 sebagai bagiandari manfaat pajak pada tahun berjalan.

In September 23, 2008, Law No. 7 Year 1983regarding “Income Tax” has been revised for thefourth time with Law No. 36 Year 2008. The revisedLaw stipulates change in corporate tax rate to asingle rate of 28% for fiscal year 2009 and 25% forfiscal year 2010 onwards. At December 31, 2009and 2008, the Company and its subsidiariesrecorded the impact of the changes in tax rateswhich amounted Rp 1,669,273,582 andRp 30,896,969, respectively, as part of deferredincome tax benefit in the current year operations.

22. LABA PER SAHAM DASAR 22. BASIC EARNINGS PER SHARE

Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagaiberikut:

The calculation of basic earnings per share is asfollows:

2010 2009 2008

Laba bersih 80.113.700.647 43.497.262.985 27.831.162.742 Net income

Rata-rata tertimbang jumlah saham Weighted average number of shares

beredar sepanjang tahun 1.253.756.333 1.009.027.778 110.277.778 outstanding during the year

Laba bersih per saham dasar 64 43 252 Basic earnings per share

Untuk tujuan perhitungan rata-rata tertimbang sahambiasa termasuk pengaruh pemecahan saham (stocksplit) setelah tanggal neraca (Catatan 28).

For the purpose of the calculation of the weightedaverage of ordinary shares included the effect ofstock split in the subsequent event (Note 28).

254

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

23. INFORMASI SEGMEN 23. SEGMENT INFORMATION

Segmen usaha Business segments

Saat ini Perusahaan dan anak perusahaan bergerakdalam bidang usaha perkebunan dan pabrikasi.Usaha ini merupakan dasar dari laporan utama atassegmen dari Perusahaan dan anak perusahaansebagai berikut:

The Company and its subsidiaries are presentlyengaged in plantation and manufacturing industry.These business activities are the basis on whichthe Company and its subsidiaries report theirprimary segment information as follows:

Jumlah sebelumEliminasi/

Perkebunan/ Pabrikasi/ Total before Eliminasi/ Konsolidasi/Plantation Manufacturing Elimination Elimination Consolidation

PENDAPATAN USAHA Revenues

Penjualan eksternal 5.808.516.325 407.623.765.648 413.432.281.973 - 413.432.281.973 External sales

Penjualan antar segmen 239.767.504.873 - 239.767.504.873 (239.767.504.873) - Sales between segments

Jumlah Pendapatan 245.576.021.198 407.623.765.648 653.199.786.846 (239.767.504.873) 413.432.281.973 Total Revenues

Hasil segmen 131.019.219.359 47.140.400.591 178.159.619.950 - 178.159.619.950 Segment results

Beban usaha yang tidak Operating expenses which

dapat dialokasi (28.770.506.900) can not be allocated

Laba usaha 149.389.113.050 Operating income

Pendapatan (beban) lain-lain 1.442.021.065 1.002.750.000 2.444.771.065 - 2.444.771.065 Other income (charges) - net

Others charges which can not

Lainnya tidak dapat dialokasi (16.103.571.772) be allocated

Bagian rugi bersih perusahaan Share of loss

asosiasi (458.892.205) of associated companies

Laba sebelum pajak 135.271.420.138 Income before tax

Beban pajak tidak dapat Tax expense which

dialokasi (34.563.079.455) can not be allocated

Hak minoritas (20.594.640.036) Minority interests

Laba bersih 80.113.700.647 Net income

CONSOLIDATED

NERACA KONSOLIDASI BALANCE SHEET

Segmen aset 1.540.554.002.474 206.002.671.735 1.746.556.674.209 (710.140.526.690) 1.036.416.147.519 Segment assets

Segmen kewajiban 760.554.632.698 59.880.077.875 820.434.710.573 (155.820.636.091) 664.614.074.482 Segment liabilities

INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION

Pengeluaran modal 161.244.640.576 3.439.162.603 164.683.803.179 - 164.683.803.179 Capital expenditures

Penyusutan dan amortisasi 15.440.129.182 9.817.174.292 25.257.303.474 - 25.257.303.474 Depreciation and amortization

2010

Jumlah sebelumEliminasi/

Perkebunan/ Pabrikasi/ Total before Eliminasi/ Konsolidasi/Plantation Manufacturing Elimination Elimination Consolidation

PENDAPATAN USAHA Revenues

Penjualan eksternal 5.296.876.125 364.406.098.544 369.702.974.669 - 369.702.974.669 External sales

Penjualan antar segmen 158.539.245.382 - 158.539.245.382 (158.539.245.382) - Sales between segments

Jumlah Pendapatan 163.836.121.507 364.406.098.544 528.242.220.051 (158.539.245.382) 369.702.974.669 Total Revenues

Hasil segmen 66.144.285.771 53.283.461.316 119.427.747.087 - 119.427.747.087 Segment results

Beban usaha yang tidak Operating expenses which

dapat dialokasi (27.967.173.423) can not be allocated

Laba usaha 91.460.573.664 Operating income

Pendapatan (beban) lain-lain 1.404.776.000 646.250.000 2.051.026.000 - 2.051.026.000 Other income (charges) - net

Others charges which can not

Lainnya tidak dapat dialokasi (16.948.121.799) be allocated

Laba sebelum pajak 76.563.477.865 Income before tax

Beban pajak - Tax expense

Beban pajak tidak dapat Tax expense which

dialokasi (23.030.457.195) can not be allocated

Hak minoritas (10.035.667.685) Minority interests

Laba bersih 43.497.352.985 Net income

CONSOLIDATED

NERACA KONSOLIDASI BALANCE SHEET

Segmen aset 1.150.067.194.141 142.944.778.626 1.293.011.972.767 (481.189.526.277) 811.822.446.490 Segment assets

Segmen kewajiban 443.679.762.845 157.759.162.499 601.438.925.344 (63.136.342.749) 538.302.582.595 Segment liabilities

INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION

Pengeluaran modal 164.692.104.404 11.290.913.575 175.983.017.979 - 175.983.017.979 Capital expenditures

Penyusutan dan amortisasi 12.771.126.839 8.744.967.567 21.516.094.406 - 21.516.094.406 Depreciation and amortization

2009

255

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

23. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 23. SEGMENT INFORMATION (continued)

Segmen usaha (lanjutan) Business segments (continued)

Jumlah sebelumEliminasi/

Perkebunan/ Pabrikasi/ Total before Eliminasi/ Konsolidasi/Plantation Manufacturing Elimination Elimination Consolidation

PENDAPATAN USAHA Revenues

Penjualan eksternal 52.700.790.077 248.840.072.266 301.540.862.343 - 301.540.862.343 External sales

Penjualan antar segmen 127.010.933.042 - 127.010.933.042 (127.010.933.042) - Sales between segments

Jumlah Pendapatan 179.711.723.119 248.840.072.266 428.551.795.385 (127.010.933.042) 301.540.862.343 Total Revenues

Hasil segmen 88.022.843.642 30.054.118.938 118.076.962.580 - 118.076.962.580 Segment results

Beban usaha yang tidak Operating expenses which

dapat dialokasi (25.507.788.613) can not be allocated

Laba usaha 92.569.173.967 Operating income

Pendapatan (beban) lain-lain 666.478.990 - 666.478.990 - 666.478.990 Other income (charges) - net

Others charges which can not

Lainnya tidak dapat dialokasi (19.663.850.667) be allocated

Laba sebelum pajak 73.571.802.290 Income before tax

Beban pajak tidak dapat Tax expense which

dialokasi (23.213.138.212) can not be allocated

Hak minoritas (22.527.501.336) Minority interests

Laba bersih 27.831.162.742 Net income

CONSOLIDATED

NERACA KONSOLIDASI BALANCE SHEET

Segmen aset 767.001.953.329 233.207.976.320 1.000.209.929.649 (353.884.853.399) 646.325.076.250 Segment assets

Segmen kewajiban 358.222.437.979 129.667.772.122 487.890.210.101 (53.459.526.157) 434.430.683.944 Segment liabilities

INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION

Pengeluaran modal 124.857.673.241 66.321.686.961 191.179.360.202 - 191.179.360.202 Capital expenditures

Penyusutan dan amortisasi 14.699.278.511 3.693.711.562 18.392.990.073 - 18.392.990.073 Depreciation and amortization

2008

Segmen geografis

Berikut ini adalah jumlah penjualan Perusahaan dananak perusahaan berdasarkan pasar geografis:

Geographical segments

Below are the revenues of the Company and itssubsidiaries by geographical market:

2010 2009 2008

Lokal 379.839.639.885 339.959.466.573 239.200.975.689 Local

Ekspor 33.592.642.088 29.743.508.096 62.339.886.654 Export

Jumlah 413.432.281.973 369.702.974.669 301.540.862.343 Total

Pasar geografis Geographical market

Penjualan berdasarkan pasar geografis/

Revenue by geographical market

Seluruh aset berwujud Perusahaan dan anakperusahaan berada di Indonesia.

All tangible assets of the Company and itssubsidiaries are located in Indonesia.

256

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

24. SIFAT DAN TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA 24. NATURE OF RELATIONSHIP ANDTRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

Transaksi Hubungan Istimewa Transactions with Related Parties

Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan anakperusahaan melakukan transaksi tertentu denganpihak-pihak hubungan istimewa, yang meliputi antaralain:

In the normal course of business, the Companyand its subsidiaries entered into certaintransactions with related parties, including thefollowing:

a. Perusahaan melakukan transaksi jasamanajemen dengan PT Aji Lebur Seketi sebesarRp 75.000.000 per bulan. Beban atas jasamanajemen ini dicatat pada beban usaha(Catatan 20).

a. The Company entered into a managementservices agreement with PT Aji Melting Seketiamounting to Rp 75,000,000 per month.Expenses for management services wererecorded in operating expenses (Note 20).

b. Perusahaan dan beberapa anak perusahaan,mempunyai rekening koran dan depositoberjangka yang ditempatkan pada PT Bank InaPerdana sebagaimana diungkapkan dalamCatatan 3. PK mendapatkan fasilitas modal kerjasebagaimana diungkapkan dalam Catatan 10.Menurut manajemen transaksi ini dilakukandengan tingkat harga dan syarat-syarat yangnormal sebagaimana bila dilakukan denganpihak ketiga.

b. The Company and some of its subsidiarieshave a current account and time depositin PT Bank Ina Perdana as described inNote 3. PK obtained a working capital facilityas described in Note 10. According to themanagement, these transactions were made atnormal terms and conditions as those donewith third parties.

c. Perusahaan dan anak perusahaan melakukantransaksi sewa menyewa dengan PT DwibinaPrima. Beban atas sewa dicatat pada bebanusaha (Catatan 20). Menurut manajementransaksi ini dilakukan dengan tingkat harga dansyarat-syarat yang normal sebagaimana biladilakukan dengan pihak ketiga.

c. The Company and its subsidiaries entered intoa lease agreement with PT Dwibina Prima.Expense on leases are recorded inoperating expenses (Note 20). According tothe management, these transactions weremade at normal terms and conditions as thosedone with third parties.

d. Piutang kepada PT Rekso Sempurno Moro Joyomerupakan piutang atas penjualan investasisaham (Catatan 6). Transaksi dengan pihakhubungan istimewa lainnya berasal dari transaksirekening koran, uang muka dan biaya yangdibayarkan terlebih dahulu.

d. Due from PT Rekso Sempurno Moro Joyopertains to the transactions of the sale ofshares (Note 6). Other transactions withrelated parties arose from current transactionsand advance payment of the Company’sexpenses.

2010 2009 2008

Piutang Due from related parties

PT Aji Lebur Seketi 7.102.123.526 4.413.841.456 4.832.750.000 PT Aji Lebur Seketi

PT Rekso Sempurno Moro Joyo 6.774.750.000 6.774.750.000 - PT Rekso Sempurno Moro Joyo

PT Toraja Agra Wattie 2.917.385.699 2.813.239.549 2.025.793.973 PT Toraja Agra Wattie

PT Sinar Kasih Abadi - 2.137.360.624 3.549.750.000 PT Sinar Kasih Abadi

Lain-lain 53.725.000 8.049.030 - Others

Jumlah 16.847.984.225 16.147.240.659 10.408.293.973 Total

Hutang Due to related parties

PT Sinar Kasih Abadi 307.678.034 - - PT Sinar Kasih Abadi

Lain-lain - - 119.457.509 Others

Jumlah 307.678.034 - 119.457.509 Total

Persentase piutang dari Percentage of due from related

jumlah aset 1,61% 1,96% 1,59% parties to total assets

Persentase hutang dari jumlah Percentage of due to related

kewajiban 0,05% - 0,03% parties to total liabilities

257

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

24. SIFAT DAN TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA(lanjutan)

24. NATURE OF RELATIONSHIP ANDTRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES(continued)

Transaksi Hubungan Istimewa (lanjutan) Transactions with Related Parties (continued)

Pada tanggal 22 Pebruari 2011, Perusahaanmenerima pembayaran piutang dari pihak-pihakhubungan istimewa yaitu dari PT Aji LeburSeketi, PT Rekso Sempurno Moro Joyo danPT Toraja Agra Wattie masing-masing sebesarRp 3.550.000.000, Rp 3.350.000.000 danRp 1.450.000.000.

On February 22, 2011, the Company receivedpayment of receivables from related parties ofPT Aji Lebur Seketi, PT Rekso Sempurno MoroJoyo and PT Toraja Agra Wattie amounting toRp 3,550,000,000, Rp 3,350,000,000 andRp 1,450,000,000, respectively.

e. Aset tertentu pemegang saham akhirPerusahaan dijadikan jaminan atas pinjamanPerusahaan kepada JP Morgan InternationalBank (Catatan 13).

e. Certain assets of the ultimate stockholder ofthe Company are used as collateral for theloan of the Company to JP MorganInternational Bank (Note 13).

Sifat Hubungan Istimewa Nature of Relationship

a. PT Sinar Kasih Abadi adalah pemegang sahamPerusahaan sejak tahun 2008 dan PT Aji LeburSeketi adalah pemegang saham Perusahaansejak tahun 2009.

b. PT Bank Ina Perdana, PT Toraja Agra Wattie,PT Rekso Sampurno Morojoyo dan PT DwibinaPrima merupakan Perusahaan yang pemegangsaham akhirnya sama dengan pemegang sahamPerusahaan.

a. PT Sinar Kasih Abadi is a shareholder of theCompany since 2008 and PT Aji Lebur Seketiis shareholder of the Company in 2009.

b. PT Bank Ina Perdana, PT Toraja Agra Wattie,PT Rekso Sampurno Morojoyo andPT Dwibina Prima a Company have the sameultimate stockholder as the Company.

25. ASET KEUANGAN DAN KEWAJIBAN KEUANGAN 25. FINANCIAL ASSETS AND FINANCIALLIABILITIES

Tabel dibawah ini adalah nilai tercatat dan nilai wajaratas aset keuangan dan kewajiban keuangan dalamneraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember 2010:

The table below sets out the carrying values andfair values of financial assets and liabilities as ofDecember 31, 2010 in the consolidated balancesheet:

Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/Carrying Value Fair Value

Aset Keuangan Financial Assets

Kas dan setara kas 38.011.090.998 38.011.090.998 Cash and cash equivalents

Piutang usaha 16.315.940.808 16.315.940.808 Trade receivables

Piutang lain-lain 4.614.038.445 4.614.038.445 Other receivables

Investasi jangka panjang lainnya 3.418.575.000 3.418.575.000 Other long-term investments

Piutang pihak hubungan istimewa 16.847.984.225 16.847.984.225 Due from related parties

Jumlah 79.207.629.476 79.207.629.476 Total

Kewajiban Keuangan Financial Liabilities

Hutang bank 53.500.000.000 53.500.000.000 Bank loans

Hutang usaha 17.434.047.313 17.434.047.313 Trade payables

Hutang lain-lain 1.399.710.186 1.399.710.186 Other payables

Biaya masih harus dibayar 15.082.633.871 15.082.633.871 Accrued expenses

Hutang bank jangka panjang 456.033.941.465 456.033.941.465 Long-term bank loans

Hutang sewa pembiayaan 4.231.974.726 4.231.974.726 Obligations under finance lease

Hutang plasma 6.327.778.840 6.327.778.840 Plasma payable

Hutang pihak hubungan istimewa 307.678.034 307.678.034 Due to related parties

Jumlah 554.317.764.435 554.317.764.435 Total

258

PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAANCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASI31 Desember 2010 dan 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JAYA AGRA WATTIE TbkAND ITS SUBSIDIARIES

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

December 31, 2010 and 2009(With Comparative Figures For 2008)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

25. ASET KEUANGAN DAN KEWAJIBAN KEUANGAN(lanjutan)

25. FINANCIAL ASSETS AND FINANCIALLIABILITIES (continued)

Nilai wajar aset keuangan dan kewajiban keuangandiukur dengan dasar sebagai berikut:

The fair values of the above financial assets andliabilities are determined based on the following:

Aset Keuangan Financial Assets

Nilai wajar atas aset keuangan jangka pendek(umumnya kurang dari satu tahun) seperti kas dansetara kas, piutang usaha, piutang lain-lain danpiutang pihak hubungan istimewa adalah sebesarnilai tercatat karena telah mendekasi estimasi nilaiwajarnya.

The fair values of financial assets that areshort-term in nature (generally less than 1 year)such as cash and cash equivalents, tradereceivables, other receivables and due fromreated parties represent their carrying amounts asthese approximates their fair values.

Aset keuangan tersedia untuk dijual seperti investasijangka panjang lainnya yang tidak memiliki kuotasiharga dipasar aktif dicatat sebesar biaya perolehanpada saat nilai wajar tidak dapat segera ditentukan.

Unquoted available for sale financial assets suchas other long-term investment under investment inshares of stock is carried at cost since fair valuecannot be readily determined.

Kewajiban Keuangan

Nilai wajar kewajiban keuangan seperti hutang bank,hutang usaha, hutang lain-lain, biaya masih harusdibayar, hutang plasma, hutang sewa pembiayaandan hutang pihak hubungan istimewa adalah sebesarnilai tercatat karena telah mendekati estimasi nilaiwajarnya.

Financial Liabilities

The fair values of financial liabilities such as bankloans, trade payables, other payables, accruedexpenses, plasma payable, obligations underfinance lease and due to related parties representtheir carrying amounts as these approximatestheir fair values largely due to their short-termnature.

Nilai wajar pinjaman bank jangka panjang diperkiraanmendekati nilai tercatat karena perubahan tingkatsuku bunga dinilai secara berkala.

The fair values of long-term bank loansapproximate their carrying amount due to theirinterest rates are frequently repriced.

26. MANAJEMEN RISIKO 26. RISK MANAGEMENT

Risiko utama yang timbul dari Perusahaan dan anakperusahaan instrumen keuangan risiko suku bunga,risiko valuta asing, risiko kredit dan risiko likuiditas.Kegiatan operasional Perusahaan dan anakperusahaan dikelola secara kehati-hatian melaluipengelolaan risiko potensi kerugian diminimalkan.

Risiko Suku Bunga

Risiko tingkat bunga adalah risiko bahwa nilai wajaratau arus kas masa depan kontrak instrumenkeuangan akan terpengaruh akibat perubahan tingkatsuku bunga pasar. Perusahaan dan anak perusahaaneksposur ke risiko suku bunga yang terkait terutamauntuk pinjaman bank dan sewa.

Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Perusahaandan anak perusahaan mengelola biaya bunga melaluicampuran kewajiban dengan suku bunga tetap danvariabel, dengan mengevaluasi tingkat tren pasar.Manajemen juga melakukan penilaian antara sukubunga yang ditawarkan oleh kreditur untukmendapatkan suku bunga yang palingmenguntungkan sebelum mengambil keputusanuntuk mengambil pinjaman baru.

The main risks arising from the Company and itssubsidiaries financial instruments are interest raterisk, foreign exchange risk, credit risk and liquidityrisk. The operational activities of the Companyand its subsidiaries are managed in a prudentialmanner by managing those risks to minimizedpotential losses.

Interest Rate Risk

Interest rate risk is the risk that the fair value orcontractual future cash flows of a financialinstrument will be affected due to changes inmarket interest rates. The Company and itssubsidiaries exposures to the interest rate riskrelated primarily to bank loans and leases.

To minimize interest rate risk, the Company andits subsidiaries manage interest cost through amix of fixed-rate and variable-rate debts, byevaluating market rate trends. Management alsoconducts assessment among interest rate offeredby creditors to obtain the most favorable interestrate before takes any decision to enter a new loanmanagement.

259