IV. PENGINDERAAN JAUH

Click here to load reader

  • date post

    08-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    182
  • download

    3

Embed Size (px)

description

IV. PENGINDERAAN JAUH. 1. PENGERTIAN PENGINDERAAN JAUH Sabins (1996) dalam Kerle, et al. (2004) Penginderaan jauh adalah ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasi citra yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan sutau objek. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of IV. PENGINDERAAN JAUH

IV. PENGINDERAAN JAUH

Alat pengukur obyek pada Citra

alat Pengukur arahalat pengukur jarakalat pengukur luasalat pengukur tinggialat pengukur lereng

obyek yang tergambar pada citra sesuai dengan ujud dan letak di permukaan bumi. Karena sesuai dengan aslinya, maka citra merupakan alat yang baik untuk pembuatan peta, baik sebagai sumber data maupun sebagai kerangka letak.

Citra akan menyajikan gambar secara lengkap, hal ini memungkinkan untuk penggunaan berbagai bidang, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama.

Citra dapat digunakan secara bersama-sama untuk berbagai bidang keahlian (seperti geologi, hidrologi, geografi, biologi, kehutanan, dan pertanian dan lain-lain )foto udara berskala 1:50.000 ukuran standar 23cm x 23cm, meliputi daerah seluas 132 km2

foto udara berskala 1:100.000 meliputi daerah seluas 529 km2

Satu lembar citra satelit Landsat IV yang dibuat dari ketinggian 700 km diatas permukaan bumi meliputi daerah seluas 34.000 km2menyajikan model medan dengan jelas,

relief lebih jelas karena adanya pembesaran vertikal,

memungkinkan pengukuran beda tinggi yang dapat digunakan untuk membuat peta kontur, perencanaan lintas jalan, saluran irigasi, dll

Contoh : pada foto udara terlihat tetumbuhan yang bertajuk berbentuk bintang. Pohon tersebut jelas berupa pohon palma, akan tetapi kemungkinannya masih cukup luas, mungkin palma tersebut berupa pohon kelapa, kelapa sawit, nipah, enau, atau sagu. Bila ditambah satu unsur interpretasi citra lagi misalnya unsur pola, maka kemungkinannya akan menciut . misalnya tetumbuhan tersebut mempunyai pola yang tidak teratur, maka tumbuhan tersebut kemungkinanya berupa pohon sagu atau enau, dan nipah. Bila ditambah satu unsur interpretasi lagi misalnya unsur ukuran, misalnya pohon tersebut tumbuh dengan tinggi > 10 m, maka kemungkinanya pohon enau atau sagu. Bila ditambah satu unsur lagi, yaitu unsur situs, misalnya pohon tersebut tumbuh didaerah yang becek dan berair, maka kemungkinan besar pohon tersebut adalah pohon sagu.BAYANGAN

Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau obyek yang berada di daerah gelap. Obyek atau gejala yang terletak di daerah banyangan pada umumnya tidak tampak sama sekali atau kadang-kadang tampak samar-samar. Meskipun demikian, banyangan sering menjadi kunci pengenal yang penting bagi beberapa obyek yang justru lebih tampak dari bayangannya.

Contoh :Cerobong asap, menara, tangki minyak dan bak air yang dipasang tinggi lebih tampak dari banyangannya.Lereng terjal tampak lebih jelas dengan adanya banyangan.

SITUSBersama-sama dengan asosiasi, situs dikelompokan kedalam kerumitan yang lebih tinggi. Situs bukan merupakan ciri obyek secara langsung, melainkan berkaitan dengan lingkungan sekitarnya.

Contoh :Situs pohon kopi terletak di tanah yang miring, hal ini disebabkan tanaman kopi memerlukan pengaturan air yang baik.

ASOSIASIAsosiasi dapat diartikan sebagai keterkaitan antara obyek yang satu dengan obyek yang lainnya. Karena ada keterkaitannya ini maka terlihatnya suatu obyek pada citra sering menjadi petunjuk bagi adanya obyek lain.

Contoh :Stasiun kereta api, yang berasosiasi dengan jalan kereta api lebih dari satu jalur atau bercabang-cabang.

Didalam mengenali obyek pada foto udara atau pada citra yang lainnya, dianjurkan untuk tidak hanya menggunakan satu unsur interpretasi citra, semakin banyak unsur interpretasi yang digunakan semakin menciut lingkupnya kearah titik simpul.

3. PROSES PENGINDERAAN JAUH

Meskipun terlihat langsung oleh mata, seperti :Air panas yang keluar dari indrustri tidak dapat dibedakan terhadap air lainnya. Air panas dapat dikenali dengan baik pada citra inframerah termal, termasuk jaraknya dari indruti asalnya. Hal ini penting dalam rangka menjaga kelestarian kehidupan pada ekologi perairan.

Mata manusia tidak dapat melihat tanaman yang diserang penyakit.

Dengan menggunakan saluran sempit tertentu pada spektrum tampak, tanaman yang mulai diserang penyakit dapat diujudkan dalam citra sehingga ia dapat dikenali sebelum mata mengenalinya.

Dengan menggunakan spektrum inframerah dekat, dapat diujudkan dalam citra dan dapat dikenali dengan baik.

sedang perekaman catr Landsat yang meliputi daerah seluas 34.000 km2 dilakukan dalam waktu 25 detik.

Interpretasi citra dapat dilaksanakan dalam ruang (laboratorium) pada siang atau malam hari, dalam keadaan hujan sekalipun.

(Purwadhi, 2001).

Pengumpulan data penginderaan jauh dapat dilakukan dalam berbagai bentuk sesuai dengan tenaga yang digunakan.

Tenaga yang digunakan dapat berupa variasi distribusi daya, distribusi gelombang bunyi atau distribusi energi elektromagnetik

Analisa data penginderaan jauh memerlukan data rujukan seperti :peta tematik, data statistik data lapangan.

Hasil analisa dapat berupa informasi mengenai :bentang lahan, jenis penutup lahan, kondisi lokasi kondisi sumberdaya lokasi. dll

Informasi tersebut bagi para pengguna dimanfaatkan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan dalam mengembangkan daerah tersebut.

Keseluruhan proses mulai dari pengambilan data, analisis data hingga penggunaan data tersebut disebut Sistem Penginderaan JauhKerle, et al., 2004

Penginderaan jauh sangat tergantung dari energi gelombang elektromagnetik.

Gelombang elektromagnetik dapat berasal dari banyak hal, yang terpenting pada penginderaan jauh adalah sinar matahari.

Banyak sensor menggunakan energi pantulan sinar matahari sebagai sumber gelombang elektromagnetik,

Beberapa sensor penginderaan jauh yang menggunakan energi yang dipancarkan oleh bumi dan yang dipancarkan oleh sensor itu sendiri.

Sensor yang memanfaatkan :

energi dari pantulan cahaya matahari atau energi bumi dinamakan sensor pasif,

energi dari sensor itu sendiri dinamakan sensor aktif

Fotogrametri /Pemotretan Udara adalah suatu seni, ilmu dan teknik untuk memperoleh data-data tentang objek fisik dan keadaan di permukaan bumi melalui proses perekaman, pengukuran, dan penafsiran citra fotografik.

Citra fotografik

adalah foto udara yang diperoleh dari pemotretan dari udara yang menggunakan pesawat terbang atau wahana terbang lainnya.

Hasil dari proses fotogrametri berupa :peta foto peta garis. .

Peta ini umumnya dipergunakan untuk berbagai kegiatan perencanaan dan desain seperti : jalan raya, jalan kereta api, jembatan, jalur pipa, tanggul, jaringan listrik, jaringan telepon, bendungan, pelabuhan, pembangunan perkotaan, dsb.

4. Sistim Penginderaan JauhSistem penginderaan jauh ialah :serangkaian komponen-komponen yang digunakan untuk penginderaan jauh, yang saling berkaitan satu dengan lainnya dan bekerja sama secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan tertentu.

SISTIM PENGINDERAAB JAUH

Konponen-komponen Sistim Penginderaan Jauh :Sumber tenagaInteraksi antara tenaga dan obyekSensorDataAnalisis data

1. Sumber tenaga

Dalam penginderaan jauh harus ada komponen sumber tenaga, baik berupa sumber tenaga alamiah maupun buatan.

Sumber tenaga yang mencapai obyek di permukaan bumi akan dipantulkan ke sensor atau tenaga dari obyek yang akan dipancarkan ke sensor.

Jumlah tenaga yang mencapai bumi dipengaruhi oleh waktu, lokasi, cuaca

Misal, jumlah tenaga yang diterima pada siang hari lebih banyak bila dibandingkan dengan pagi atau sore hari

2. Interaksi antara tenaga dan obyekTenaga yang sampai di obyek sama dengan jumlah tenaga yang di pantulkan dan di serap oleh obyek.Tiap obyek mempunyai karakteristik tertentu dalam memantulkan dan memancarkan tenaga ke sensor.Obyek yang banyak memantulkan / memancarkan sinar akan terlihat lebih cerah pada citra, sedangkan obyek yang pantulannya / pancarannya sedikit akan terlihat gelap pada citra.

Misal : air di laut dalam, menyerap tenaga banyak dan menantulkan sedikit tenaga sehingga akan tampak gelap pada citra,Batuan kapur, banyak memantulkan tenaga dan sedikit penyerap tenaga sehingga akan tampak cerah pada citra.

3. Sensor

Tenaga yang datang dari obyek di permukaan bumi akan diterima dan direkam oleh sensor. Tiap sensor mempunyai kepekaan berbeda dalam merekam obyek.

Berdasarkan proses perekaman, sensor dibedakan :

sensor fotografik, sensor elektronik

Sensor fotografik, Proses perekamannya dengan cara kimia.Tenaga elektromagnetik diterima dan direkam pada film yang bila dipeoses dengan cara kimiawi akan menghasilkan foto.Apabila pemotretan dilakukan di atas pesawat terbang atau wahana lain, maka hasil fotonya disebut foto udara ( visual)

Sensor elektronik

Kelebihan sistem sensor elektronik yaitu :dalam hal penggunaan spektrum elektromagnetik lebih lebih luas,kemampuannya lebih besar dan lebih pasti dalam membedakan karakteristik spektral obyek, dan proses analisisnya lebih cepat karena menggunakan komputer.

Kemampuan dalam mengenalani obyek dengan membedakan karakteristik spektral obyek bersangkutan,

interpretasi elektronik lebih besar dan pasti dibanding dengan interpretasi secara visual, karena keterbatasan dan kekurangmampuan manusia dalam membedakan karakteristik spektral obyek dalam mengevaluasi pola spasial. kedua cara ini sebaiknya digunakan dengan saling mengisi dan sebaiknya cara mana yang dipilih, kesemuanya harus disesuaikan terhadap tujuan aplikasi pengindraan jauhnya.4. Data

Di dalam penginderaan jauh sensor merekam tenaga yang dipantulkan atau dipancarkan oleh obyek di permukaan bumi. Rekaman diproses menjadi data penginderaan jauh, kemudian dianalisia

Data penginderaan jauh dapat berupa :digital, numerik atau visual.

Data visual dibedakan menjadi :

data citra berupa gambaran yang mirip dengan gambar aslinya atau lebih dikenal dengan citra foto (photographic imaage) atau foto udara.

Data non-citra (non-photographic image). berupa garis atau grafik contoh : grafik yang menggambarkan beda suhu

Perbedaan pokok antara keduanya, sebagai berikut

Jenis citra

Variabel perbedaan Citra foto Citra non-fotoSensorKameraNon kamera, Kamera dengan detekteornya bukan film.DetektorFilmPita magnetik, foto konduktif, dsb.Proses perekaman FotografiElektronikMekanisme perekamanSerentakParsialCITRA FOTO

Citra foto dibedakan berdasarkan atas :

a). Spektrum elektromagnetik , b). Sumbu kamera. c). Sudut liputan kamera, d). Jenis kamera, e). Warna yang digunakan, f). Sistem wahana dan penginderaan

Berdasarkan Spektrum elektromagnetik yang digunakan, citra dapat dibedakan menjadi :

Foto ultraviolet, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultravioletFoto ortokromatik, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum tampak dari saluran biru sampai sebagian hijauFoto pankromatik, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan seluruh spektrum tampak atau sinar.Foto inframerah asli, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum inframerah dekat.Foto inframerah modifikasi, yaitu foto yang dibuat dengan spektrum inframerah dekat dan sebagian spektrum tampak pada saluran merah dan sebagian saluran hijau.

Dari jenis-jenis foto tersebut diatas, yang paling banyak digunakan untuk penginderaan jauh saat ini adalah foto pankromatik ( karena harganya murah, dikembangkan paling lama sehingga orang terbiasa dengan jenis foto tersebut).

Berdasarkan Sumbu kamera, Citra dapat dibedakan berdasarkan arah sumbu kamera ke permukaan bumi :

Foto vertikal, yaitu foto yang dibuat dengan sumbu kamera tegak lurus permukaan bumi,Foto condong dan foto sangat condong, yaitu foto yang dibuat dengan sumbu kamera menyudut permukaan bumi. Sudutnya lebih besar dari 100

Foto agak condongFoto condongFoto vertikal Berdasarkan Sudut liputan kamera, Paine (1981) sebagai :

Jenis kameraPanjang fokus (mm)Sudut liputanJenis fotoSudut kecil304.8< 60oSudut kecilSudut normal209.560o 75oSudut normal/ Sudut standarSudut lebar152.475o 100oSudut lebarBerdasarkan Jenis kamera yang digunakan,

citra dapat dibedakan menjadi :

Foto tunggal, yaitu foto yang dibuat dengan kamera tunggal. Tiap daerah liputan foto hanya tergambar oleh satu lembar foto.Foto jamak, yaitu beberapa foto dibuat pada saat yang sama dengan penggambaran daerah liputan yang sama.

Berdasarkan Warna yang digunakan, citra dapat dibedakan menjadi:

Foto berwarna semu atau foto ultramerah warna obyek tidak sama dengan warna foto. Misalnya obyek vegetasi yang berwarna hijau dan banyak memantulkan spektrum inframerah, tampak merah pada foto.Foto berwarna asli, yaitu foto pankromatik berwarna.

Berdasarkan Sistem wahana dan penginderaannya yang digunakan, citra dapat dibedakan menjadi :

Foto udara : yaitu foto hasil penginderaan dari pesawat udara, balon udara.Foto satelit, yaitu foto hasil penginderaan dari satelit

5. Analisis data

Interpretasi citra adalah mengenali obyek yang tergambar pada citra.

Tanpa mengenali identitas dan jenis obyek pada citra tidak mungkin melakukan analisis.

Untuk mengenali obyek pada citra diperlukan unsur-unsur interpretasi citra yang terdiri dari sembilan unsur, yaitu :

UNSUR - UNSUR INTERPRETASI CITRA

rona atau warna, bentuk, ukuran,tekstur,pola,banyangan, situs dan Asosiasi

Tingkat KerumitamSekunderPrimerUnsur DasarSusunan Keruangan ronaRona TeksturBentukUkuranPolaTinggiBayanganSitusAsosiasiCONTOHRona pada foto hitam putih : warna menunjukan tingkat kegelapan yang lebih beranaka ragam.

Ada tingkat kegelapan didalam warna biru, hijau dan sebagainya.Oleh karena itu, membedaan obyek pada foto berwarna lebih mudah dibanding pada foto hitam putih.

Obyek pertama kali tampak pada citra berdasarkan pada unsur rona dan warnanya. Setelah rona dan warna yang sama dikelompokan dan diberitanda, kemudian barulah tampak bentuk, tekstur, pola, ukuran dan banyangan.

BENTUKTajuk berbentuk bintangPOLATidak teraturUKURANTinggi >10 mSITUSAir payauPOHON KELAPAPOHON KELAPA SAWITPOHON NIPAHPOHON ENAUPOHONNIPAHPOHON ENAUPOHON SAGUPOHON SAGUPOHON ENAUPOHON SAGUSAGU

Macam macam alat stereoskopik : Stereoskop lensa, Stereoskop cermin dan Stereoskop mikroskopik

1. Alat Pengukur ArahAlat pengukur arah berupa busur derajat

Pengukuran bearing maupun asimut, pada foto dilakukan dari salah satu arah sebagai pangkalnya ( arah 00-nya ).Arah pangkal ini ditentukan di medan dengan cara :arah kompasarah utara petaarah suatu perwujutan yang telah diketahui, misalnya masjid mengarah ke Barat, maka utaranya diambil 900 searah jarum jam.

Alat pengukur JarakAlat pengukur jarak tanpa pembesaran adalah penggaris dengan skala milimeter dan metal microruler alat pengukur jarak dengan pembesara adalah berupa lensa pembesar yang diberi skala mikrometer didalamnya.