itik petelur

Click here to load reader

  • date post

    15-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    39

Embed Size (px)

description

paper ilmu peternakan itik petelur

Transcript of itik petelur

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangUsaha peternakan itik semakin diminati sebagai alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat di pedesaan maupun di sekitar perkotaan. Hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi lingkungan strategis yang lebih memihak pada usaha peternakan itik, antara lain adalah semakin terpuruknya usaha peternakan ayam ras skala kecil dan munculnya wabah penyakit flu burung yang sangat merugikan peternakan ayam ras maupun ayam kampung. Di samping itu, semakin terbukanya pasar produk itik ikut mendorong berkembangnya peternakan itik di Indonesia. Pasar telur itik yang selama ini telah terbentuk masih sangat terbuka bagi peningkatan produksi karena permintaan yang ada pun belum bisa terpenuhi semuanya, sedangkan pasar daging itik yang selama ini hanya dipenuhi secara terbatas oleh daging itik Peking yang diimpor secara perlahan mulai terbuka lebih luas.Di Indonesia tersedia beberapa jenis itik yang diberi nama sesuai daerah utama pengembangannya, seperti misalnya itik Tegal, Alabio, Mojosari, Bali dan lain-lain. Masalah utama selama ini adalah belum tersedianya sistem pembibitan yang memadai untuk menghasilkan bibit berkualitas, yang ada hanyalah penetasan dari telur-telur tetas yang tidak diproduksi secara terarah untuk menghasilkan bibit yang berkualitas. Oleh karena itu, perkembangan peternakan itik yang cukup pesat akhir-akhir ini diharapkan juga akan mendorong tumbuhnya usaha-usaha pembibitan untuk meningkatkan kualitas bibit yang tersedia di pasar. Kualitas bibit yang digunakan sangat menentukan perkembangan usaha dan tingkat keuntungan, dan jenis produksi yang dihasilkan sudah harus ditentukan dari awal.Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha ternak itik adalah (i) kualitas bibit yang digunakan, (ii) prosedur pemeliharaan yang benar, (iii) kualitas pakan dan cara pemberian pakan yang tepat, (iv) sistem usaha dan analisa keuangan yang baik, dan (v) pengalaman dalam memelihara ternak itik yang cukup. Faktor-faktor tersebut sangat menentukan keberhasilan dan tingkat keuntungan yang diperoleh dari suatu sistem pemeliharan intensif.

B. Rumusan Masalah1. Apa yang dimaksud dengan itik petelur ?2. Apa saja jenis itik petelur yang ada di Indonesia ?3. Bagaimana cara pemilihan bibityang unggul pada itik petelur ?4. Bagaimana cara pemeliharan dan pemberian pakan pada itik petelur ?5. Bagaimana sistem perkandangan itik petelur ?6. Apa saja penyakit yang menyerang itik petelur dan pencegahannya ?

C. Tujuan Penulisan1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan itik petelur ?2. Untuk mengetahui apa saja jenis itik petelur yang ada di Indonesia ?3. Untuk mengetahui bagaimana cara pemilihan bibityang unggul pada itik petelur ?4. Untuk mengetahui bagaimana cara pemeliharan dan pemberian pakan pada itik petelur ?5. Untuk mengetahui bagaimana sistem perkandangan itik petelur ?6. Untuk mengetahui apa saja penyakit yang menyerang itik petelur dan pencegahannya ?

BAB IITINJAUAN TEORIA. Pengertian Itik / bebek adalah salah satu jenis unggas air (water fowls) yang termasuk dalam kelas aves, ordo anseriformes, famili anatidae sub famili anatinae, tribus anatinae dan genus anas (Srigandono, 1997). Itik merupakan unggas air yang cenderung mengarah pada produksi telur, dengan cirri-ciri umum : tubuh ramping, berdiri hampir tegak seperti botol dan lincah (Rasyaf, 2002). Menurut Windhyarti (2002), hampir seluruh itik asli Indonesia adalah itik tipe petelur. Itik Indian Runner (Anas javanica) disebut juga itik jawa karena banyak tersebar dan berkembang di daerah daerah di pulau Jawa. Itik itik ini mempunyai beberapa nama sesuai dengan nama daerah itik tersebut berkembang, seperti itik tegal, itik mojosari dan itik karawang.B. Jenis itik petelura. Itik TegalCiri - ciri umum bebek jenis ini adalah bentuk badan yang mirip botol, langsing, postur tubuhnya tegak, tinggi badannya dapat mencapai 50cm. Lehernya cenderung membulat namun panjang, proporsi kepala jauh lebih kecil daripada badan dan letak mata mengarah sedikit ke atas bagian kepala. Ciri khususnya adalah corak warna nya kecoklatan, isitilahnya adalah jarakan, totol totol hitam dan putih bercampur coklat biasa disebut branjangan. Selain warna coklat ada pula yang berwarna putih, kuning - kuningan dan abu - abu. Bebek tegal yang berbulu totol branjangan biasanya dapat memproduksi telur sebanyak 250 butir tiap tahunnya. Sedangkan bebek tegal berbulu coklat jarakan mampu menghasilkan 200 butir telur setiap tahunnya. Untuk jenis jenis bebek diluar warna branjangan dan jarakan, biasanya bebek berbulu putih, dapat menghasilkan telur tidak sebanyak kedua jenis diatas. Maksimal untuk bebek tegal putih dapat memproduksi 150 butir telur per-tahun Bebek tegal dapat mulai memproduksi telur jika sudah memasuki usia 22 sampai 24 minggu. Namun usia tersebut bukanlah usia produktif. Biasanya umur produktif yang baik untuk jenis bebek tegal ini adalah 1-2 tahun, yang mana usia produktif dapat berulang sebanyak 3x dalam setahun. Satu lagi, bebek tegal tidak mengerami telur.b. Itik MojosariBebek jenis ini merupakan bebek lokal unggul yang mulai diternak di daerah Modupuro, Mojosari, Daerah Mojokerto Jawa Timur, oleh karena itu terkenal pula disebut bebek mojokerto. Kenapa bebek Mojosari ini cepat sekali populer dan menjadi komoditas utama para peternak bebek? Karena bebek ini memiliki rasa yang enak. Lebih empuk karena struktur tubuh yang lebih kecil dari bebek kebanyakan. Namun bebek mojokerto ini mempunyai andalan lainnya, yaitu telur yang lebih besar dari bebek lainnya dan warnanya lebih hijau. Bentuk umum badan bebek mojosari hampir sama dengan bebek tegal, namun badan lebih kecil dengan warna bulu yang cenderung kemerahan dengan campuran warna coklat, hitam, dan putih.Bebek mojosari merupakan bebek hibrida yang unggul. Bebek ini dapat memproduksi setidaknya 200 butir telur tiap tahunnya jika kita ternak di areal sawah yang subur dan sekedar tercukupi kebutuhan pakannya. Namun jika kira optimalkan dengan media kandang tanpa air dan diperhatikan lebih intensif, maka bebek ini dapat menghasilkan 265 butir telor per ekor tiap tahunnya. Peningkatan yang tajam.Bebek mojosari dapat mulai bertelur jika sudah memasuki usia 6 hingga 7 bulan. Namun masa produktif masih belum stabil. Jika sudah melebihi usia 7 bulan(masuk masa produktif stabil), maka wajib kita perhatikan pemeliharaan dan kesehatan bebek, karena pada usia ini produksi telur dapat mencapai 80% keseluruhan.c. Itik Bali (Anas SP)Bebek bali adalah varian bebek lokal yang banyak dibudidaya di Pulau Bali dan Pulau Lombok. Daya tahan tubuh yang sangat bagus membuat bebek ini dapat diternak di berbagai daerah dengan berbagai suhu yang berbeda-beda. Inilah yang menjadikan bebek bali banyak diminati juga oleh para peternak bebek.Bentuk umum bebek bali juga hampir sama dengan bebek jawa/ bebek tegal, namun badannya terlihat lebih lebar/berisi dibandingkan bebek jawa, lehernya juga lebih pendek. Hal lain dari bebek bali yang membedakan dari bebek jawa adalah warna bulu yang lebih terang. Warna bulu juga mempengaruhi jumlah produksi telur bebek bali, sama seperti bebek tegal.Bebek Bali dengan warna bulu sumi adalah yang paling banyak produksi telurnya, yaitu mencapai 153 butir telur per tahun. Bebek Bali dengan bulu sumbian dapat memproduksi sekitar 145 butir telur tiap tahunnya. Yang terakhir adalah Bebek bali berbulu sikep hanya mampu menghasilkan 100 butir telur per tahun. Jenis Bebek bali yang lain adalah berbulu putih bersih dengan jambul di kepala, namun jenis berjambul ini lebih banyak dijadikan sebagai sesaji atau bebek hias daripada dijadikan bebek petelur karena keindahan bentuk dan warnanya.Bebek bali memiliki ukuran telur yang lebih kecil daripada bebek lainnya. Dengan berat kurang dari 60 gr per butir. Bebek ini juga banyak dipanggil sebagai bebek penguin karena tubuhnya yang hampir tegak seperti burung penguin. Mulai memasuki usia produktif sekitar 23 hingga 24 minggu. Tidak memiliki sifat mengerami telur. d. Itik Alabio (Anas platurynchos)Bebek alabio adalah salah satu bebek yang paling terkenal di Indonesia dan banyak pula dijual di pasaran. Bebek ini merupakan jenis bebek asli dari Kalimantan. Lahir dari persilangan bebek/bebek peking dengan bebek lokal kalimantan. Orang yang pertama kali menamai bebek alabio adalah Drh. Saleh Puspo. Pada tahun 1950 Alabio adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Hulu daerah Kalimantan Selatan.Bebek alabio mempunyai ciri umum yaitu badan membentuk segitiga dan membentuk sudut 60 derajat dari tanah. Bentuk kepala lebih mengecil dengan paruh berwarna kuning. Warna umum bulu bebek alabio betina adalah kuning bercampur dengan warna abu-abu. Ujung dada, sayap, kepala ekor ada sembur warna hitam. Namun warna bebek alabio jantan adalah abu-abu hitam dan ekornya ada bulu yang melengkung keluar.Bebek ini dapat menghasilkan kurang lebih 130 butir telur jika hanya di gembala biasa di sawah atau ladang yang banyak terdapat sumber makanan. Namun jika dikandangkan maka produksi telur bebek alabio dapat meningkat tajam sebanyak 200 sampai 250 butir telur tiap tahun. Namun untuk besarnya telur bebek alabio cenderung lebih kecil dari bebek lainnya. Hampir sama dengan bebek bali. e. Itik RambonBebek Cirebon/Karawang tergolong jenis bebek/bebek baru. Seekor bebek cirebon dapat disebut sebagai bebek Rambon jika berasal dari anakan hasil silangan bebek lokal asli Karawang dan Cirebon dengan bebek Alabio dari Kalimantan. Hasil persilangan kedua bebek tersebut membuat varian baru bebek pedaging yang lebih enak dengan produksi telur yang meningkat.Ciri khusus bebek Rambon adalah warna bulu coklat mengkilat yang kecil, kaki dan paruhnya berwarna sedikit kehitaman. Badannya tinggi ramping seperti botol dengan leher agak panjang. Bebek rambon tergolong sebagai bebek yang cepat kawin karena masa birahinya yang sangat sering. Produksi telur tidak kurang dari 70%, bahkan kebanyakan dapat mencapai 80% dengan warna telur hijau setengah biru.C. Pemilihan BibitUntuk itik jenis pedaging atau petelur dan pejantan bibit, harus mempunyai sifat-sifat : a. Pertumbuhan badannya cepat tetapi besar badan seragam, tidak mempunyai cacat tubuh. Berat itik pejantan muda pada umur 20 minggu adalah 1,6 kg, pada umur 40 minggu adalah 1,8 kg. Berat itik betina muda pada umur 20 minggu adalah 1,4 kg, pada umur 40 minggu beratnya 1,6 kg. b. Pertumbuhan bulunya cepat dan warna bulu seragam. Bulu sudah harus lengkap pada umur 14 hari. c. Cepat mencapai dewasa kelamin atau umur mulai bertelur adalah 5 - 6 bulan. d. Mempunyai daya hidup yang tinggi, hal ini dapat diukur dari angka kematian yang rendah. Angka kematian pada priode pemeliharaan anak (d.o.d) s/d mencapai umur mulai bertelur adalah sebesar 3%, dari awal bertelur s/d diafkir adalah sebesar 2%. e. Telur yang diperoduksi sebesar 200300 butir atau lebih pertahun sampai diafkir. Ternak itik sebaiknya diafkir setelah umurnya 1,5 tahun. f. Kemampuan mengola pakan yang sering disebut angka konversi pakan harus kecil (nilainya 2 2,5).Konversi pakan = Artinya untuk menghasilkan 1 kg telur dibutuhkan pakan sebanyak 2,5 kg.

Untuk memperoleh bibit seperti di atas, peternak dapat melakukan : a. Membeli bibit itik dari poultry shop yang memiliki breeding farm.Dengan demikian akan diperoleh jaminan : a) Kemurnian darah ras itik b) Keseragaman umur anak itik (DOD) dan beratnya juga seragam c) Keseragaman jenis kelamin d) Ketahanan terhadap penyakit sama, dan e) Kemampuan produksi dari bibit tersebut. b. Melakukan pembibitan sendiri. Tahapan pekerjaan yang harus dilakukan adalah : a) Pilih calon pejantan dan betina yang akan dijadikan sumber anak itik dengan syarat-syarat berikut : sehat dan tidak cacat. bentuk fisik yang disenangi. dihasilkan dari perkawinan itik yang sehat dan produksi telurnya banyak. umur diatas 8 bulan. b) Pemelihara secara khusus, bedakan dengan ternak itik yang dipelihara hanya untuk tujuan pengutipan telur. Hal-hal yang harus dilakukan : pakan diusahakan lebih tinggi kadar gizinya. pengutipan telur lebih awal agar jangan tercemar. 1 ekor pajantan untuk 6 8 ekor betina. cegah terhadap penyakit Pullorum, karena penyakit ini disebarkan melalui telur. c) Pilih telur dengan kriteria sebagai berikut : berat + 60 gram. bentuknya oval bulat lonjong, karena diduga yang lonjong adalah calon jantan. beri tanggal pada telur agar jelas umur telur, dieramkan sebaiknya umur telur jangan lebih 7 hari. simpan di ruangan yang bersih, segar tetapi tertutup. d) Penetasan telur Untuk penetasan telur itik dapat dipakai induk ayam, entok atau mesin tetas. Untuk 1 ekor ayam atau entok mampu mengerami 10 butir telur itik. D. Pakan ItikPedoman nutrisi pakan itik yang baku di Indonesia sampai sekarang memang belum ada, akan tetapi para peternak sendiri yang meramunya secara mencoba-coba. Para peternak biasanya menyusun pakan ternak itiknya berpedoman kepada formula dari luar negri, kemudian disesuaikan dengan bahan pakan yang ada di Indonesia. Syarat pakan yang baik untuk ternak itik adalah sebagai berikut : 1. Ransum disusun dari bahan-bahan makanan yang mengandung gizi lengkap seperti protein, lemak, serat kasar, vitamin dan mineral. Susunlah dari beberapa jenis bahan makanan, semakin banyak ragamnya semakin baik, terutama dari sumber protein hewani. 2. Setiap bahan makanan digiling halus, kemudian dipadatkan dalam bentuk pil tau butiran, agar jangan banyak tercecer waktu itik memakannya. Bahan yang biasa digunakan untuk pakan itik adalah; dedak, jagung, bungkil kedele, bungkil kelapa, lamtoro, ikan, bekicot, remis, sisa dapur, tepung tulang, kepala/kulit udang dan lain-lain. 3. Jumlah pemberian dan kadar protein di sesuaikan dengan umur pertumbuhan dan produksi telur. 4. Tempat makanan harus dicegah jangan sampai tercemar jamur ataupun bakteri. Jadi harus selalu dalam keadaan bersih dan kering. 5. Sesuaikan jumlah tempat makanan dan minuman dengan jumlah itik, agar jangan saling berebutan pada waktu makan. Formula ransum itik yang memenuhi syarat dapat dilihat dari Tabel 1. dan jumlah kebutuhan ransum itik per ekor per hari dapat dilihat pada Tabel 2Tabel 1. Formula Ransum Itik yang Memenuhi SyaratBahan Baku Awal ( 0 4 mgg ) Dara ( 5 - 22 mgg ) Petelur ( 23 mgg dst)

Jagung giling Dedak halus Ubi kayu Tepung ikan Bungkil kelapa Bungkil kedele 25 % 40 % 5 % 20 % 5 % 5 % 20 % 50 % 5 % 15 % 5 % 5 % 15 % 60 % 5 % 10 % 5 % 5 %

J u m l a h Kadar protein Ransum 100 % 20 22 % 100 % 17 19 % 100 % 15 17 %

Tabel 2. Jumlah Kebutuhan Ransum (Pakan) per Ekor per HariUmur (minggu)Jumlah (gr)Umur (minggu)Jumah (gr)

123456789101115304060657070727474751213141516171819202122767670708080959090100110

Catatan : pada umur 23 minggu s/d diafkir : 120-175 per ekor per hari, tergantung produksi telur.

E. Sistem PerkandanganDi Indonesia masih banyak ternak itik dipelihara secara tradisional yaitu dengan mengembalakan itik di sawah atau di tempat-tempat yang banyak air. Dengan semakin sempitnya areal pengembalaan dan banyaknya kasus kematian ternak akibat keracunan pestisida, maka pemeliharaan cara ini makin terancam kelestariannya.Salah satu usaha yang dipandang mampu mengatasi masalah ini adalah dengan mengalihkan sistem pemeliharaan dari sistem tradisional ke sistem intensif yaitu dengan cara beternak itik tanpa air atau di kandangkan, ini lebih menguntungkan karena kesehatan dan keselamatan itik lebih terjamin. Selain itu, produktivitas telur lebih tinggi serta biaya pemeliharaan lebih efisien.Banyak penelitian membuktikan bahwa itik tidak mutlak membutuhkan air untuk berenang. Terbukti bahwa pemeliharaan itik secara intensif dan terkurung dapat mencapai produksi yang optimal yaitu sebanyak 203 butir/tahun/ekor, sedangkan yang digembalakan hanya menghasilkan telur sebanyak 124 butir/tahun.1. Syarat PerkandanganKandang merupakan tempat kediaman ternak dan dari kandang tersebut, ternak memperoleh manfaat. Agar pembuatan kandang tersebut benar-benar menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi itik, maka diperlukan pengetahuan tentang perkandangan antara lain:a. Kandang harus dapat memberikan kenyamanan bagi itik, artinya tidak menyebabkan itik gelisah dan mudah terkejut.b. Kandang harus memberikan kesehatan bagi itik yang ada di dalamnya (tingkat kematian itik dalam kandang rendah).c. Kandang yang dibangun harus memberikan hasil bagi peternak berupa telur yang lebih banyak daripada pemeliharaan tanpa kandang.d. Dalam membangun kandang hendaknya tidak mengganggu peternak dan keluarganya. Dan sebaliknya keluarga peternak juga tidak mengganggu itik tersebute. Kandang yang dibangun itu harus memenuhi syarat ekonomis, artinya tidak terlalu mahal tetapi memenuhi syarat di atas.2. Jenis Kandanga. Kandang Itik Sistem Terkurung Kandang ini sesuai bagi itik komersial untuk produksi telur konsumsi. Lantai kandang dapat terbuat dari tanah yang dipadatkan, bagian atas dilapisi kapur dan barulah diletakkan alas berupa kulit padi atau bekas serutan gergaji. Kelemahannya adalah bila alas kandang basah karena tumpahan air minum, agak sulit untuk membersihkan dan mengeringkannya terutama pada daerah yang kelembabannya terlalu tinggi, hal ini akan menyebabkan timbulnya penyakit.b. Kandang Itik Sistem Pekarangan Kandang itik sistem ini merupakan kombinasi antara terkurung dengan sistem lepas. Lantai kandang padat yang dilapisi sekam padi. Atap kandang yang cocok adalah atap satu muka dengan lubang angin di atasnya. Pada pekarangan yang disediakan itulah terdapat tempat pakan dan minuman itik. Sedikit pelindung akan berguna melindungi itik dari teriknya matahari dan hujan. Sekitar pekarangan dibuat pagar dengan tinggi 75 cm.c. Kandang Itik Sistem BateraiKandang sistem ini mirip sekali dengan kandang baterai untuk ayam petelur yaitu kandang individual. Semua kandang baterai dikumpulkan pada satu tempat dan diberi atap serta dindingnya dipagar dengan bambu anyaman atau kawat.d. Kandang yang IdealKandang yang diarahkan ke timur dengan maksud untuk memberikan kesempatan sinar matahari pagi masuk ke dalam kandang, dengan demikian diharapkan ruangan kandang menjadi sehat dan cukup terang. Tinggi kandang dibuat tidak kurang dari 2 meter, sehingga peternak tidak perlu membungkukkan badan pada saat melakukan pekerjaan di dalam kandang. Dinding kandang sebaiknya ditutup tembok/bambu setinggi 60 cm dari lantai, sedangkan sisanya dibiarkan terbuka cukup ditutup dengan kawat atau bilah-bilah bambu.3. Pemeliharaan ItikPemeliharaan Anak Itik Masa 0 4 minggua. Kandang panggung, dari kawat dengan alas bahan lunakb. 20 25 ekor per m2c. Fasilitas lampu pemanas (lamanya tergantung suhu lingkungan)d. Pakan dan air selalu tersedia Masa 5 8 minggua. 10 15 ekor per m2b. Tanpa lampu pemanasPemeliharaan Itik Dara (masa pertumbuhan) Umur 8 20 minggu kandang kelompoka. Bahan lantai terbuat dari semen atau tanah yang dipadatkan dengan diberi campuran pasir dan kapurb. Saluran air dangkal untuk minum dan membersihkan badanc. Kepadatan 6 8 ekor per m2d. Air minum tersedia terus meneruse. Pemberian pakan 2 kali per harif. Pada akhir periode, bobot badan ideal tidak melebihi 1,6 kgPemeliharaan Itik Petelur (masa produksi) : Umur 20 minggu keatasa. Masa produksi telur yang ideal adalah selama 1 tahunb. Kandang liter (tidur dan bertelur) yang beratap, dan kandang lantai (bermain, makan dan minum) yang terbuka, dengan perbandingan 1/3 dan 2/3 c. Lantai liter dialasi campuran pasir dan kapur dan ditutup dengan kulit padi atau sekamd. Tersedia saluran air yang lebar dan dangkal untuk minum, membersihkan bulu dan mempertahankan suhu tubuhe. Kepadatan kandang tidak melebihi 4 ekor per m2f. Air minum tersedia terus menerusg. Pemberian pakan 2 kali per harih. Pengambilan telur pada pagi harii. Kebersihan tempat pakan, tempat minum dan lantai kandang harus terjagaj. Cahaya lampu kecil untuk malam harik. Tersedia obat anti stressF. Penyakit dan Pengendalian Penyakit Ternak Itik Pencegahan (pengendalian) penyakit adalah salah satu kewajiban yang tak terhindarkan apabila usaha ternak itik diharapkan memberi keuntungan. Berbagai cara pengendalian dilakukan antara lain pemeliharaan kesehatan dan kebersihan lingkungan peternakan maupun vaksinasi terhadap penyakit tertentu yang sulit diobati. Penyakit itik pada dasarnya terbagi dua yaitu : Penyakit tidak menular Penyakit menular 1. Penyakit Tidak Menular Penyakit ini disebabkan oleh buruknya tata laksana pemeliharaan, seperti keracunan, pemeliharaan kesehataan dan kebersihaan yang buruk, kekurangan vitamin dan mineral, dll. a. Strees (Cekaman) Steres atau cekaman pada itik bisa disebabkan oleh berbagai faktor pengganggu yang secara langsung mempengaruhi fisiologi tubuh itik, misalnya; kebisingan, kurang kebebasan bermain dekat air, berpindah tempat, pertukaran pakan dan lain lain. Obat untuk menanggulangi stress tidak ada. Yang dapat dilakukan peternak adalah menghindari segala gangguan yang mungkin menimbulkan stress dengan cara memelihara lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan peternakan.b. Kekurangan (defisiensi) Vitamin A Makanan (pakan) yang tidak cukup mengandung vitamin A dapat menyebab-kan kekurangan vitamin A pada itik dan akhirnya mengganggu pertumbuhan. Itik akan tampak selalu mengantuk, kondisi kaki lemah, mata tertimbun lendir warna putih dan mudah terkena infeksi. Pada anak itik umur sekitar 4 minggu yang kekurangan vitamin A terlihat selaput matanya menebal dan kering, air mata keluar berlebihan, bagian bawah mata tertimbun cairan lendir. Sedang pada itik dewasa, kekurangan vitamin A mengakibat-kan penurunan produksi telur, tubuh mengurus dan lemah. Jagung kuning merupakan sumber vitamin A yang sangat diperlukan dalam komposisi pakan itik. Penyakit kekurangan vitamin A umumnya terjadi karena peternak mengganti jagung kuning dengan jagung putih yang miskin vitamin A. c. Brooder Pneumonia Penyakit Brooder Pneumonia umumnya menyerang anak itik yang masih memiliki bulu-bulu halus. Penyakit ini disebabkan oleh karena kotak atau pelingkar triplek terlalu padat, lampu pemanas untuk induk buatan kurang panas sehingga anak itik kedinginanan merasa pengap. Tanda-tanda anak itik terserang penyakit ini adalah pembengkakan di kepala, pernafasan terlihat sulit dan mata selalu mengeluarkan air. Pencegahan terhdap penyakit ini pada anak itik dapat dilakukan dengan mengontrol kapasitas kotak atau pelingkar dan mengontrol panas induk buatan. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian satu sendok teh baking soda dalam satu quart (1,136 liter) air minum selama 12 jam untuk mengurangi penyebaran penyakit d. Rickets Duck Kekurangan vitamin D yang disertai kekurangan mineral Calsium dan Fosfor menimbulkan penyakit tulang yang menyebabkan kelumpuhan pada itik. Penyakit ini biasanya dinamakan Rickets duck. Itik yang terserang penyakit ini mengalami penyimpangan dan kelainan pada persendian kakinya. Pencegahan hanya bisa dengan memberikan pakan yang cukup mengundang minural Calsium, Fosfor dan vitamin D. Ke dalam ransum (pakan) itik harus ditambahkan 2 % tepung tulang dan itik harus mendapat sinar matahari langsung. e. Antibiotika Dermatitis Penyakit ini terjadi pada itik karena penggunaan obat-obatan yang mengandung antibiotika secara berlebihan. Akibatnya kulit itik menjadi kering, bulu rontok dan mudah patah, itik selalu gelisa karena gatal-gatal pada kulitnya. Pencegahaan terhadap penyakit ini adalah dengan menggunakan antibiotika seperlunya. Penghentian pemberian antibiotika serta pemberian laxative (obat pencahar) ringan seperti molasses dapat memulihkan kondisi ternak itik yang menderita dalam 4-6 hari. f. Mycosis Penyakit Mycosis pada itik terjadi karena itik secara sengaja atau tak sengaja mengkonsumsi pakan yang sudah basi atau jamur yang tumbuh di lantai (litter) kandang itik. Itik yang keracunan jamur terlihat lesu, nafsu makan berkurang dan dalam beberapa hari berat badan merosot tajam. Bila tidak diketahui, itik akan mati dalam waktu seminggu. Pencegahaan hanya bisa dilakukan dengan pemeliharaan kesehatan dan kebersihan kandang yang baik. Lantai (litter) kandang secara berkala dijemur, diusahakan tidak lembab dan diberi kapur, terutama dimusim penghujan. Pengobatan penyakit Mycosis karena jamur bisa dilakukan dengan memberi antibiotika yang dicampurkan kedalam air minum atau pakan itik. g. Botulism (Limberneck) Penyakit Botulism pada umumnya terjadi karena itik makan bangkai. Misalnya pemberian makanan daging bekicot yang sudah layu. Bangkai yang sudah berulat mengandung kuman yang berbahaya yaitu Clastrididium Botulinium. Kuman tersebut memproduksi racun. Tanda tanda itik yang terserang penyakit ini adalah leher itik seperti tidak bertulang, tidak tegag atau lunglai setelah itik memakan bangkai 1 3 hari. Beberapa jam kemudian setelah leher lunglai mengakibatkan kematian. Pencegahan dilakukan dengan memelihara kesehatan lingkungan yang baik dan tidak memberi pakan yang sudah basi (bangkai). Bila masih mungkin ternak itik yang sakit dapat diberikan obatobatan pencahar agar itik menceret dan kuman beserta racunnya dapat ikut keluar dari saluran pencernan. Pengobatan secara tradisional yang dapat membantu menyembuhkan yaitu dengan memberi : minyak kelapa satu sendok makan dan air minum yang bersih. Minyak kelapa yang menbuat itik hausdan ingin minum sebanyakbanyaknya. Jika itik banyak minum, racun dalam darah itik akan encer dan daya kerjanya berkurang, dengan demikian angka kematian akan menurun. h. Keracunan Garam Penyakit keracunan garam umumnya terjdi bila air itik atau air kolam mengandung kadar garam yang tinggi, juga bils bahan baku pakan tertentu berkadar garam tinggi. Keracunan garam pada itik lebih sering terjdi di lokasi peternakan dekat pantai / tambak yang airnya tercemar garam. Ternak itik tidak begitu tahan terhadap garam yang berlebihan, konsentrasi 2% saja dalam ransum (pakan) atau 4.000 ppm dalam air minum dapat menimbulkan kematian. 2. Penyakit Menular Penyakit menular pada itik merupakan penyakit yang disebabkan oleh ; virus, bakteri atau kuman yang bisa ditularkan melalui kontak langsung atau lewat udara. a. Fowl Cholera (kolera itik) Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella Avicia. Kandang yang basah serta lembab mempercepat penularan. Penyakit yang menyerang anak itik umur 4 minggu dapat menimbulkan kematian sampai 50%, sedang pada itik dewasa menimbulkan kematian kurang dari 50%. Gejala penyakit ini adalah : sesak nafas, pial bengkak, dan panas, jalan sempoyongan. Itik yang terserang penyakit kolera yang akut akan meratap dan mengeluarkan suara yang nyaring dan keluar dari kelompoknya. Keganasan penyakit ini dapat menyebabkan infeksi darah, dan itik akan matii secara mendadak. Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi Fowl Cholera. Pengobatan bagi itik yang terserang pada tingkat awal dapat digunakan obat Choramphenicol, Tetracycline atau Preparat-preparat Sulfat. b. Fowl Pox (Cacar) Penyakit cacar ini menyerang itik semua umur yang disebabkan oleh virus. Tanda-tanda penyakit ini adalah dengan munculnya benjolan-benjolan pada bagian badan itik yang tidak tertutup bulu sepertikaki dan kepala. Penyakit cacar basah menyerang rongga mulut dalam bentuk diptherie dan kematian terjadi karena itik kesulitan makan dan minum. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara vaksinasi yang disuntukan dibalik sayap itik. Pengobatan cacar kering berupa benjolan-benjolan dapat dilakukan dengan jalan mengelupasi benjolan-benjolan itu sampai berdarah kemudian mengolesinya dengan yodium tingture (6-10 %). c. White Eye (Mata Memutih) Penyakit yang diduga disebabkan oleh virus ini menyerang itik segala umur dan yang paling peka adalah itik umur kurang dari 2 bulan. Biasanya itik yang kurang vitamin A mudah terserang penyakit ini. Kandang yang lembab dan lantai (litter) yang basah juga memudahkan itik terserang penyakit ini. Tanda-tanda anak itik yang terserang penyakit ini adalah : cairan putih bening keluar dari mata dan paruh, kotoran yang bening dalam beberapa jam berubah menjadi kekuning-kuningan, itik sulit bernafas, lemah dan akhirnya lumpuh. Bila sampai kejang-kejang, kematian tak bisa dihindari. Pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan dengan antibiotika yang dicampur kedalam air minum atau pakan. Antibiotika yang sering digunakan adalah Oxytetracycline (terramycin) atau Chlortetracycline (aureomycin) dengan dosis 10 gram per 100 kg pakan atau 10 gram dalam 40 gallon air minum akan membantu mengontrol penyakit White Eye. d. Coccidiosis Coccdiosis adalah penyakit berak darah yang juga menyarang itik. Gejala itik yang diserangpenyakit ini adalah kurang nafsu makan, berat badan menurun drastis dan akhirnya lumpuh. Penularan melalui kotoran itik yang membawa coccidia dan terjadi relatif cepat pada itik segala umur, tetapi yang banyak terserang adalah pada anak itik. Untuk pencegahan dan atau pengobatan penyakit C0ccidiosis dapat dipakai obat-obatan seperti : furazolidone, nitrofurazone atau nicardbazin. Obat-obatan tersebut dicampurkan kedalam pakan itik atau dilaturkan kedalam air minum. Untuk membantu kontrol penyakit Coccidiosis, berikan vitamin A dengan konsentrasi tinggi. e. Coryza Penyakit Coryza disebut juga penyakit pilek menular. Penyebabnya adalah semacam microorganisme. Penyakit ini biasanya terjadi pada awal pergantian musim. Penularannya sangat cepat, melalui kontak langsung antara itik yang sakit dengan itik yang sehat. Tanda-tanda itik yang terserang penyakit pilek menular ini adalah keluarnya kotoran cair kental dari mata. Jadi penyakit ini mirip dengan penyakit White Eye. Anak itik berumur 1 minggu sampai 2 bulan merupkan yang paling sering menderita. Akan tetapi itik dewasa pun dapat pula terserang wabah penyakit Coryza ini. Pengobatan yang paling efesien adalah dengan menyuntikan Streptomycin Sulphat secara individual dengan disis 0,4 gram rendah dengan patokan berat badannya. Penyuntikan dapat diulang sekali dalam sehari untuk selama beberapa hari, dengan dosis Streptomycin setengah dari dosis diatas. f. Salmonellosis Penyakit Salmonellosis menyerang itik segala umur dan dapat menyebabkan angkan kematian sampai 50%. Penyebabnya adalah kuman Salmonella Anatis, melalui perantaraan lalat atau makanan atau minuman yang tercemar kuman tersebut. Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : keluarnya kotoran dari mata dan hidung dan menceret. Itik yang bisa sembuh sendiri cukup berbahaya cukup berbahaya sebagai sumber penyakit, maka sebaiknya disingkirkan saja. Pencegahan hanya bisa dilakukan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan. Secara berkala dilakukan pembersihan kandang agar kandang bebas dari kuman Salmonella. Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan Furazolidone.

g. Sinusitis Penyakit Sinusitis menyerang itik dewasa sehingga menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Penyakit ini dikarenakan tata laksana pemeliharaan yang buruk, kekurangan mineral dalam pakannya dan tidak tersedianya kolam untuk bermain. Akibatnya itik menjadi renta mendapat infeksi sekunder. Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : terjadi pembengkakan sinus, dari lubang hidung keluar cairan jernih, sekresi mata menjadi berbuih, sinus yang membengkak menimbulkan benjolan di bawah dan di depan mata. Pencegahan hanya bisa dilakukan dengan tata laksana pemeliharaan yang baik. Pengobatan bagi itik yang sakit ada;lah disuntuk dengan antibiotika (strepto-mycin) ke dalam sinus yang menderita. Dosis pada itik dewasa adalah sebanyak 0,5 gram streptomycin yang dilarutkan ke dalam 20 cc aquadest. Larutan ini disuntikan ke dalam sinus. Untuk pengobatan yang lebih muda, dosisnya dikurangi. Pengobatan seperti ini dilakukan sekali dalam 48 jam sampai sembuh. h. Aflatoksikosis Aflatoksikosis yang menyerang itik pada umumnya disebabkan oleh Aflatoksin yang dihasilkan oleh Asperqillus Flavus. Aflatoksin menyerang hati, sehingga itik yang terserang penyakit ini hatinya membesar. Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : kondisi sangat lemah, terjadi pendarahan di bawah kulit kaki dan jari, terhuyung-huyung, akhirnya mati dalam posisi terlentang. Anak itik lebih muda terserang penyakit ini dibanding itik dewasa. Pencegahan bisa dilakukan dengan pemeliharaan kebersihan lingkungan kandang, penaburan kapur di lantai kandang, pembersihan kandang agar bebas dari serangga. Pengobatan hanya bisa diusahakan dengan memberikan anti biotika yang dicampurkan dalam air minum atau pakannya.

BAB IIIPENUTUPA. Kesimpulan B. Saran

LAMPIRAN GAMBAR

Gambar 1 : Itik Tegalgambar 2 : Itik Alabio

Gambar 3 : Itik Mojosari

DAFTAR PUSTAKASiswanto, bambang. (2014). Berbagai Jenis Itik Lokal Unggul di Indonesia. http://www.usahaternak.com/2014/01/berbagai-jenis-itik-lokal-unggul-di.html Saleh, eniza. (2004). Pengelolaan Ternak Itik di Pekarangan Rumah.USU Digital LibraryL, hardy Prasetyo, dkk. (2010). Panduan Budidaya dan Usaha Ternak Itik.Balai Penelitian Ternak : Bogor.

21 | Ilmu Peternakan Itik Petelur