Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

download Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

of 124

Embed Size (px)

Transcript of Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    1/124

     

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    2/124

     

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    3/124

     

    X W 

    m  t s r q p o n m l k j i

    y x w v u   z         ~ } | {     l

    نحتممل

    :8 سورة

    m Á À ¿Ã             È Ç Æ Å Ä l

    :2ما دسورة ل  

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    4/124

     

     Bismillahirrahmanirrahim

    Allah Swt. berfirman:

    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan

    berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak

    memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir

    kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-

    orang yang berlaku adil.” (q.s. Al-Mumtahanah:8).

    “…dan tolong-menolonglah kamu dalam

    (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah saling

    tolong-menolong dalam (berbuat) dosa dan pelanggaran!” 

    (q.s. Al-Maaidah:2).

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    5/124

    مطلق ر شد لقر و.   

    و وره

     

    إلسالم

     في تعزيز لسالم لعالمي

    DR. Muthlaq Rasyeed Al-Qarawy

    Islam dan Peranannya

    dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia

    (Renungan tentang Hubungan Aliansi Peradaban dan

     Koeksistensi Antar Bangsa)

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    6/124

    Al-Islam Wa Dauruhu Fi Ta`zizis Salam Al-`Alami

    Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia

    Judul asli : Al-Islam Wa Dauruhu Fi Ta`zizis Salam

     Al-`Alami

    Penulis : DR. Muthlaq Rasyeed Al-Qarawy

    Penerbit : International Moderation Centre and

    Ministry of Awqaf & Islamic Affairs State of Kuwait

    Penerjemah:

    Rozin Murtaqi

    Penyunting:

    Amir Hamzah, Lc.

    M. Shofwan Abbas, MA.

    Desain Cover:

    Amien Art.

    Penata Letak:

    Rozin Murtaqi

    Yayasan Islah Bina Umat

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    7/124

     

    5

     

    Daftar Isi

    Daftar Isi .................................................................. 5 

    Pendahuluan ............................................................ 9 

    Bab I: Peran Islam dalam

    Mewujudkan Perdamaian Dunia ........................... 14

    Kebutuhan Manusia terhadap Perdamaian ................ 14

    Upaya-upaya Islam dalam

    Mewujudkan Perdamaian Dunia ............................... 17

    Peran PBB dan Organisasi lain dalam

    Mewujudkan Perdamaian Dunia ............................... 24

    Landasan-landasan Penting dalam

    Mewujudkan Perdamaian Dunia ............................... 25

    Beberapa Usulan dalam Menyebarkan NilaiPerdamaian dan Mendorong Upaya Perkenalan

    Antar Bangsa dan Peradaban .................................... 29

    Bab II: Koeksistensi Damai dalan Ajaran Islam . 34 

    Terminologi Koeksistensi Damai .............................. 34

    Koeksistensi Damai dalam Islam .............................. 36

    Fenomena Hidup Damai di Alam Semesta ............... 37

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    8/124

     

    6

    Hidup Damai bersama Diri Sendiri ........................... 40

    Koeksistensi Damai bersama Orang Lain ................. 41

    Koeksistensi Damai dalam Sejarah

    Kehidupan Nabi Saw. ................................................ 44

    Koeksistensi Damai dalam Hubungan kenegaraan

    Pada Masa Nabi Saw. ................................................ 47

    Bukti-bukti Sejarah ................................................... 52

    Hubungan Sosial dengan Kaum Non Muslim ........... 53

    Kemoderatan Islam dan Nilai Koeksistensi

    Damai ........................................................................ 56

    Bab III: Peran Islam dalam

    Mempromosikan Aliansi Peradaban  ..................... 60

    Dialog Peradaban pada Masa Rasulullah Saw. ......... 60

    Koeksistensi Peradaban ............................................. 62

    Globalitas Islam dan Aliansi Peradaban ................... 67

    Organisasi Internasional dan Dialog Peradaban ....... 70

    “Hilful-Fudhul” Global dalam Mewujudkan

    Aliansi Peradaban ...................................................... 71

    Metodologi Dialog Peradaban ................................... 74

    Tujuan dan Maksud Dialog Peradaban ..................... 75

    Asas dan Kaidah Dialog Peradaban .......................... 81

    Syarat-syarat Dialog Peradaban ................................ 82Batasan-batasan Dialog Peradaban dan

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    9/124

     

    7

    Perbedaan-perbedaan Agama .................................... 83

    Etika Dialog Peradaban ............................................. 85

    Bab IV: Pembaharuan Pemikiran Islam

    Tentang Interaksi dengan Bangsa Lain  ................ 87

    Pengertian Pembaharuan Pemikiran Islam ................ 87

    Kaidah Interaksi dengan Umat Lain ......................... 89

    Tata Cara Berinteraksi dengan Pemeluk

    Agama Lain ............................................................... 93

    Syubhat Sekitar Interaksi dengan Umat Lain ............ 99

    Memerangi Kaum Non Muslim ................................ 100

     Jizyah (Upeti) dan Pemahaman yang Keliru ............. 104

    Loyalitas, Anti Loyalitas dan Kewarganegaraan ...... 106

    Mengucapkan Salam dan Mempersempit Ruang

    Gerak Non Muslim .................................................... 111

    Keistimewaan Masalah Palestina .............................. 112

    Para Wisatawan ......................................................... 114

    Penutup .................................................................... 116 

    Daftar Pustaka ......................................................... 119 

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    10/124

     

    8

     

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    11/124

    Pendahuluan

    9

     

    Pendahuluan

    Islam adalah agama yang berlandaskan pemikiran,

    akal dan ilmu. Rasulullah Saw. menyampaikan seluruh

     bukti kerasulannya berdasarkan akal, pengamatan dan pengkajian.

    Al-Quran memberikan perhatian besar terhadap akal

     pikiran. Al-Quran menjelaskan bahwa mengabaikan akal

     pikiran di dunia akan melahirkan siksa di akhirat. Bahkan,

    Al-Quran menjelaskan kisah yang memuat pernyataanorang-orang yang tersesat dan tidak mau menggunakan akal

    mereka untuk memahami kebenaran dan mengamalkannya.

    Allah Swt. berfirman:

    “…dan mereka berkata, ‘Sekiranya dahulu kami

    mau mendengar atau memikirkan (peringatan itu), pastilah

    kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-

    nyala.’” (q.s. Al-Mulku:10).

    Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang mencelakan

    sikap taklid, pikiran yang kaku dan selalu mengekor

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    12/124

    Pendahuluan

    10

    generasi terdahulu tanpa pengkajian dan bukti. Allah Swt.

     berfirman:

    “Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Ikutilah

    apa yang telah diturunkan Allah!’, mereka menjawab,

    ‘Tidak, tetapi kami akan mengikuti apa yang telah kami

    dapatkan dari (perbuatan) para nenek moyang kami.’” 

    (q.s. Al-Baqarah: 170).

    Seseorang berhubungan dengan manusia lain dalam

    suatu negara melalui berbagai ikatan sosial. Putra satu

     bangsa berhubungan dengan putra-putra bangsa lain, begitu

     pula suatu negara dengan negara-negara yang lain melalui

     berbagai hubungan sosial, ekonomi dan politik.

    Oleh karena itu, Islam membangun seluruh bentuk

    hubungan ini --baik antara sesama anak satu bangsa

    ataupun antara satu negara dengan negara-negara lain-- di

    atas landasan nilai toleransi, keadilan dan kasih sayang

    yang ia tanamkan dalam jiwa seluruh makhluk. Maka,

    Islam mewajibkan berbuat baik dan saling tolong-menolong

    dalam kebaikan di atas keberagaman.

    Allah Swt. berfirman: “Saling tolong-menolonglah

    kamu dalam kebajikan dan ketakwaan; dan janganlah

     saling tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran!” (q.s. Al-Maaidah:2).

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    13/124

    Pendahuluan

    11

    Allah Swt. juga berfirman: “Allah tidak melarang

    kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-

    orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak

    (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah

    menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (q.s. Al-

    Mumtahanah:8).

    Islam mendahului budaya hidup modern semenjak

    14 abad silam. Islam menyerukan sikap toleransi dan saling

    tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan kepada

    seluruh manusia. Nilai inilah yang saat ini dikenal dengan

    istilah “ peaceful coexistence”.

    Oleh karena itu, sangatlah penting untuk

    memperbaharui pemikiran Islami tentang dialog peradaban

    dan pola interaksi dengan bangsa lain. Karena manusia

     pada zaman ini sangat membutuhkan kerjasama dalam

    kebaikan yang mengandung kemaslahatan bagi seluruh

    umat manusia.

    Oleh karena itu agenda utama International

    Moderation Center adalah melakukan pembaharuan

     pemikiran Islam tentang dialog peradaban dan pola

    interaksi dengan bangsa lain, sesuai dengan tuntutan

    kemaslahatan syariat Islam yang mulia.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    14/124

    Pendahuluan

    12

      Buku ini memuat kumpulan hasil riset yang telah

    kami sampaikan pada beberapa konferensi internasional.

    Mengingat riset ini sangat urgen, maka kami kembali

    menyusunnya dalam satu buku agar manfaatnya semakin

    luas.

     Bab Pertama  membahas tentang:  Peran Islam

    dalam menanamkan pondasi perdamaian dunia. Karena

    manusia sangat membutuhkan keamanan dan ketenteraman,

    maka pada Bab Kedua dibahas tentang: Koeksistensi damai

    dalam Islam sepanjang zaman.

    Sedangkan Bab Ketiga berjudul: Peran Islam dalam

    memperkuat aliansi peradaban.

    Selanjutnya  Bab Keempat   membahas tema:

     Pembaharuan Pemikiran Islam dalam berinteraksi dengan

    bangsa lain.  Bab yang terakhir ini memberikan refleksi

    terhadap tuduhan-tuduhan miring yang dilontarkan terkait

     pola interaksi dengan kaum non muslim, baik hubungan

    individual, bilateral maupun multilateral. Bab ini juga

    menjelaskan tentang kaidah-kaidah interaksi dengan bangsa

    lain dalam pandangan Al-Quran, Hadits dan Siroh

     Nabawiyah  yang murni. Selain itu, bab ini juga berusaha

    membantahan  syubhat-syubhat   (tuduhan kotor) yangdilontarkan oleh sebagian pihak terkait perang melawan

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    15/124

    Pendahuluan

    13

    kaum non muslim, kewajiban  jizyah  (membayar upeti),

    loyalitas dan anti loyalitas, status kewarganegaraan, dan

    lain sebagainya.

    Buku ini diakhiri dengan penutup yang menjelaskan

     peranan Negara Kuwait dalam mempromosikan dialog

     peradaban agar menjadi wawasan dan pedoman hidup bagi

    seluruh masyarakat

    Sebagai penutup, tiada kata selain ucapan terima

    kasih kepada saudara kami, DR. Husain Al-Jara di atas jerih

     payahnya hingga terbit buku yang sangat cemerlang ini.

    Kami memohon kepada Allah Swt. agar penerbitan

     buku ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh bangsa

    dan negara.

    DR. Muthlaq Rasyeed Al-Qarawy

    Kuwait – Jumada Tsani 1431 H. / Mei 2010 M.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    16/124

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    17/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    15

    Perdamaian dalam Islam merupakan buah dari nilai-

    nilai keluhuran, etika dan ketakwaan yang ditanamkan oleh

    syariat Islam melalui akidah dan akhlak, kemudian diserap

    oleh setiap jiwa untuk membangun masyarakat dunia yang

    saling bekerjasama; masyarakat yang menjunjung nilai

     persaudaraan, keadilan dan kredibilitas; masyarakat yang

    dikendalikan oleh nilai-nilai kebebasan, harga diri dan

    sikap saling memelihara; masyarakat yang mengurung

    keburukan dalam area yang sangat sempit.

    Tidak sulit bagi seorang peneliti untuk mencari

    ayat-ayat yang menjelaskan bahwa perdamaian merupakan

    nilai dasar dalam Islam. Ucapan selamat dalam Islam

    adalah  salam  (yang mengandung doa perdamaian, pent.).

    “ As-Salam” adalah salah satu asma (nama) Allah Swt..

    Allah Swt. berfirman, “Dialah, Allah yang tiada

    Tuhan selain Dia; Raja Yang Maha Suci; Yang Maha

     Damai (As-Salam); Yang Memberikan keamanan; Yang

     Maha memelihara; Yang Maha Perkasa; Yang Maha

    memaksa; Yang (berhak) menyombongkan diri. Maha suci

     Allah dari apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).” 

    (q.s. Al-Hasyr:32).

    Islam adalah perdamaian yang diperintahkan olehAllah Swt. agar kaum mukminin bernaung di bawah

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    18/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    16

    naungannya. Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang

    beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara totalitas;

     janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan!

    Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu.” 

    (q.s. Al-Baqarah:208).

    Ajaran-ajaran Alquran menuntun kita menuju jalan

     perdamaian. Allah Swt. berfirman, “Telah datang

    kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan.

     Dengan kitab itulah, Allah memberikan petunjuk kepada

    orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya menuju jalan

     yang penuh keselamatan; mengeluarkan mereka dari

    kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya; dan

    memberikan mereka petunjuk menuju jalan yang lurus.” 

    (q.s. Al-Maidah:15-16).

    Islam menyerukan perdamaian. Oleh karena itu,

    Islam menjadikan kehormatan manusia sebagai kehormatan

    yang terbesar. Bahkan, Islam menganggap pembunuhan

    terhadap satu jiwa manusia tanpa alasan yang dibenarkan,

    setara dengan pembunuhan terhadap seluruh umat manusia.

    Sebaliknya, menyelematkan satu jiwa sebanding dengan

    menyelamatkan manusia secara keseluruhan.

    Allah SWT berfirman, “…barangsiapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (telah

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    19/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    17

    membunuh) orang lain atau bukan karena membuat

    kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah

    membunuh manusia seluruhnya. Barangsiapa memelihara

    kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah

    memelihara kehidupan manusia semuanya….”  (q.s. Al-

    Maidah:32).

    Oleh karena itu, Islam mengharamkan peperangan

    dan pembunuhan, kecuali untuk membalas serangan atau

    untuk memerdekakan umat manusia agar dapat menentukan

    arah hidup mereka secara merdeka dan tanpa paksaan.

    Allah SWT berfirman, “Perangilah di jalan Allah orang-

    orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu

    melampaui batas! Sesungguhnya Allah tidak menyukai

    orang-orang yang melampaui batas.”  (q.s. Al-

    Baqarah:190).

    Upaya-upaya Islam dalam Mewujudkan Perdamaian

    Dunia.

    1.  Islam menjadikan dialog antar kelompok yang saling

     berbeda dan berselisih sebagai sebuah keharusan dan

    realitas yang berpijak pada asas dialog dan

     perbincangan yang baik. Allah Swt. berfirman,

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    20/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    18

    “Janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, kecuali

    dengan cara yang terbaik!” (q.s. Al-Ankabut:46).

    2. 

    Islam menegaskan pengharaman menumpahkan darah,

    mengambil harta orang lain dan menodai kehormatan

    orang. Sebagaimana Islam juga menegaskan kewajiban

    menjaga bangsa dan negara. Hal ini merupakan perkara

    wajib dalam pandangan semua agama. Allah Swt.

     berfirman, “Barangsiapa membunuh manusia, bukan

    karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan

    karena membuat kerusakan di muka bumi, maka

     seolah-olah dia telah membunuh manusia seluruhnya.” 

    (q.s. Al-Maidah:32).

    3.  Islam menjadikan bentuk hubungan antarbangsa adalah

    saling melengkapi, saling memahami dan saling

    mengenal; bukan perseteruan dan peperangan. Allah

    Swt. berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya Kami

    menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang

     perempuan; dan Kami menjadikan kalian berbangsa-

    bangsa dan bersuku-suku, supaya kalian saling

    mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di

    antara kalian disisi Allah ialah orang yang paling

    taqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (q.s. Al-Hujurat:13).

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    21/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    19

    4.  Islam menekankan upaya menjaga stabilitas keamanan

    sosial dalam masyarakat. Karena stabilitas keamanan

    dalam masyarakat akan mewujudkan stabilitas

    keamanan dunia. Allah Swt. telah menganugerahkan

    kemikmatan ini kepada bangsa Quraisy; sebagaimana

    dijelaskan dalam firman-Nya, “Karena kebiasaan

    orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka

    bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka

    hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah

    ini (Ka'bah), Yang telah memberi makan mereka

    (sehingga tidak merasa lapar) dan mengamankan

    mereka dari rasa takut.” (q.s. Quraisy:1-4).

    5.  Islam menjamin kebebasan dalam memeluk suatu

    keyakinan. Tidak ada paksaan atas seseorang untuk

    memeluk sebuah kepercayaan atau mazhab. Allah Swt.

     berfirman, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki)

    agama (Islam). Sungguh telah jelas jalan yang benar

    dari pada jalan yang sesat.” (q.s. Al-Baqarah:256).

    6.  Islam juga menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan

    dengan penuh hikmah dan nasehat yang baik, jauh dari

     pernyataan yang kasar, tekanan dan kekerasan. Allah

    Swt. berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalanTuhan-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik; serta

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    22/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    20

    bantahlah mereka dengan cara yang terbaik!” (q.s. Ali-

    Imron:179). Allah Swt. juga berfirman, “Sekiranya

    kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah

    mereka menjauhkan diri dari seketarmu.”(q.s. Al-Ali-

    Imron:159).

    7.  Islam menjadikan hubungan aman dan damai sebagai

     bentuk dasar hubungan antar bangsa, sedangkan perang

    hanyalah pengecualian. Allah Swt. berfirman,

    “Janganlah kalian memerangi mereka di Masjidil

    haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat

    itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka

     perangilah mereka!”(q.s. Al-Baqarah:191).

    8.  Islam mensyariatkan kesepakatan-kesepakatan dan

     perjanjian yang bisa mengatur hubungan antarbangsa;

    serta mewajibkan komitmen terhadap perjanjian

    tersebut. Allah Swt. berfirman, “(Hai orang-orang yang

    beriman, penuhilah perjanjian-perjanjian itu!”(q.s. Al-

    Maidah:1).

    9.  Islam menentukan hukuman terberat dan memberikan

    kecaman sangat keras bagi orang merusak perdamaian

    dan keamanan. Dalam hal ini, Islam mensyariatkan

    hukuman atas tindakan kriminalitas yang mengancamkeamanan dan perdamaian, seperti: hukuman pencurian,

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    23/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    21

     perzinahan, penjarahan dan lainnya. Allah Swt.

     berfirman, “Sesungguhnya balasan (hukuman) orang-

    orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya, serta

    membuat kerusakan di muka bumi, adalah mereka

    dibunuh, atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki

    mereka dengan bertimbal balik, atau dideportasi dari

    negeri (tempat kediaman mereka). Yang demikian itu,

    (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia; dan

    di akhirat, mereka akan mendapatkan siksa yang

    besar.” (q.s. Al-Maidah:33).

    Islam menyeru seluruh umat manusia untuk saling

    mengenal, karena mereka semua berasal dari satu nenek

    moyang. Islam menganggap seluruh manusia sebagai satu

    keluarga. Bahkan, Islam menjadikan tujuan penciptaan

    manusia adalah agar mereka saling mengenal dan saling

    hidup berdampingan.

    Allah Swt. berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya

     Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan

     seorang perempuan; dan Kami menjadikan kalian

    berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kalian saling

    mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah ialah orang yang paling taqwa.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    24/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    22

    Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha

     Mengenal.” (q.s. Al-Hujurat:13).

    Ayat ini menjadi dalil bahwa Islam menolak segala

     bentuk konflik antar kelompok dan etnis. Islam tidak

    membeda-bedakan antara yang berkulit putih dengan yang

     berkulit hitam; antara satu etnis dengan etnis yang lain.

    Islam menentang sikap fanatisme golongan dan menolak

    sukuisme sebagai standar mengukur keutamaan dalam

     pandangan Islam. Sebab satu-satunya standar untuk menilai

    keutamaan dalam Islam hanyalah ketakwaan kepada Allah

    Swt..

    Ayat ini juga mengandung dalil bahwa Islam

    menyeru untuk saling mengenal nilai peradaban dan agama;

    selanjutnya terbangun koalisi bersama dalam mewujudkan

    kebaikan dan melawan kejahatan. Allah Swt. berfirman,

    “Tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan)

    kebajikan dan takwa; janganlah kalian tolong-menolong

    dalam perbuatan dosa dan pelanggaran; dan bertakwalah

    kalian kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Pedih

     siksaan-Nya.” (q.s. Al-Maidah:2).

    Koalisi seperti ini merupakan hal terpuji yang

    diserukan oleh Rasulullah Saw.; seperti yang Beliausabdakan, “ Aku pernah menghadiri sebuah perjanjian di

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    25/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    23

    rumah Abdullah bin Jad’an; perjanjian yang menurutku

    lebih baik dari pada unta merah (kekayaan terbaik).

    Seandainya hari ini, aku diundang untuk melakukannya

     pada masa Islam, aku pasti akan memenuhinya.”.(1) 

    Dalam hadits ini, Rasulullah Saw. mengisyaratkan

     pada “hilful fudhul”  yang terjadi sebelum masa beliau

    diutus menjadi nabi. Dalam perjanjian hilful fudhul , seluruh

     pihak mengikat perjanjian untuk menolong orang-orang

    yang terzalimi dan mengembalikan hak-hak yang terampas

    kepada pemiliknya.

    Islam adalah agama pertama yang berusaha

    membangun hubungan internasional dan menyerukan

     perdamaian global. Hal ini dipertegas oleh seorang pemikir

    yang sangat terkenal, Bernard Lois, ketika ia menyatakan

     bahwa peradaban Islam terbentang luas melintasi benua

    Asia, Afrika dan Eropa; peradaban yang memulai upaya

    membangun peradaban yang beraneka etnis, beragam

     budaya, bahkan beragam benua. Peradaban Islam

    terbentang luas melewati batas yang pernah dicapai oleh

    dua kebudayaan besar, kebudayaan Romawi dan Yunani.

    Dengan begitu, peradaban Islam mampu meminjam unsur-

     

    (1)  Ar-Raudh Al-Anaf , 2/244; sumber aslinya terdapat dari Musnad Al- Bazzar .

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    26/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    24

    unsur istimewa dari berbagai peradaban yang lebih awal

    menyebar di wilayah Asia, kemudian mengadopsi dan

    membungkus unsur-unsur tersebut dengan nilai-nilainya.

    Oleh karena itu, kaum muslimin sangat giat

    menyerukan upaya saling mengenal antarperadaban dan

    dialog antaragama; untuk mewujudkan persatuan umat

    manusia “masyarakat global” yang diserukan oleh Islam.

    Karena koeksistensi antarbangsa bisa terwujud melalui

    sikap saling mengenal dan saling tolong-menolong dalam

    kebaikan dan ketakwaan, bukan dalam kejahatan dan

     permusuhan.

    Peran PBB dan Organisasi lain dalam Mewujudkan

    Perdamaian Dunia

    Beberapa waktu terakhir, PBB telah melakukan

    upaya-upaya besar untuk memperkenalkan peradaban

    antarbangsa; menghilangkan konflik antar budaya;

    mendekatkan peradaban antar bangsa; dan memperdalam

    upaya dialog antaragama. PBB mengeluarkan resolusi yang

    mendeklarasi tahun 2001 sebagai tahun dialog peradaban;

    tahun perang terhadap agresi kebencian dan konflik.

    PBB juga mengeluarkan keputusan yangmendeklarasikan tahun 2010 sebagai tahun pendekatan

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    27/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    25

     budaya. Pada tahun 2005, membentuk forum “aliansi

    kebudayaan”. Kemudian pada tahun 2008, PBB mendirikan

    “pusat aliansi kebudayaan” sebagai wadah saling bertukar

    informasi melalui jaringan internet.

    Masyarakat dunia juga menyaksikan beberapa

    upaya besar untuk mewujudkan perdamaian antarbangsa

    dan aliansi peradaban, baik dalam skala global oleh

    organisasi internasional, dalam skala regional oleh

    lembaga masyarakat sipil, atau bahkan yang dilakukan oleh

    individu masyarakat.

    Dalam dunia Islam, lebih dari 400 organisasi dan

    yayasan Islam di Eropa mendeklarasikan “ Perjanjian

     Masyarakat Muslim Eropa” di Brussel, Ibu kota negara

    Belgia. Perjanjian ini menyerukan dukungan terhadap nilai

    saling memahami dan interaksi hidup yang baik; juga

    menyerukan sikap adil dan upaya dialog peradaban.

    Landasan-landasan Penting dalam Mewujudkan

    Perdamaian Dunia

    Upaya-upaya berikut berperan besar dalam

    mengukuhkan perdamaian dunia. Namun, menurut hemat

    kami, harus terpenuhi asas-asas dan batasan-batasantertentu agar segala upaya yang dilakukan oleh PBB beserta

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    28/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    26

    organisasi lainnya membuahkan hasil yang sudah

    diharapkan.

    Di antara landasan dan aturan tersebut adalah:

    1.  Perlu ada penegasan tentang kesatuan keluarga manusia

    dan terjalinnya sikap saling mengenal antar umat

    manusia; demi mengaktifkan nilai-nilai kemanusiaan

    sebagai sumber asasi bagi jaminan martabat manusia,

    dan demi merealisasikan perdamaian manusia sesuai

    dengan yang dikehendaki oleh Allah Swt.

    2.  Perlu diperhatikan agar tidak terjadi politisasi dalam

    upaya pengenalan antaragama dan peradaban; agar

    upaya pendekatan ini tidak hanya menjadi alat para

     politikus untuk mewujudkan kepentingan politik sesaat

    dan kemudian meninggalkannya sesaat setelah

    kepentingan mereka tercapai.

    3.  Penting pula adanya pengakuan dan keyakinan terhadap

    keberagaman budaya, peradaban, perundang-undangan,

     perpolitikan dan sistem sosial. Di sisi lain, harus ditolak

    adanya hegemoni satu kebudayaan atau peradaban

    tertentu yang memaksakan prinsip, pemikiran dan

    kebiasaannya kepada yang lain.

    4. 

    Harus terjalin sikap menghormati terhadap kekhususannilai agama, kebudayaan dan peradaban suatu bangsa;

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    29/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    27

    selanjutnya sikap saling mendorong untuk menjalin

    interaksi positif antar setiap peradaban, kebudayaan dan

    agama.

    5.  Dialog antara peradaban harus berlangsung secara

     proporsional dan seimbang. Peradaban yang lebih kuat

    tidak boleh memanfaatkan perbedaan besar antara

    setiap peradaban sebaik secara moneter ataupun politik

    untuk memberikan tekanan kepada peradaban yang lain.

    Jika tidak begitu, maka dialog hanyalah sekedar dikte

    dari salah satu pihak dan selamanya tidak akan

    memberikan hasil yang diharapkan.

    6.  Harus menjadi perhatian bahwa tujuan dari setiap dialog

    antaragama bukan untuk menyatukan 3 agama samawi

    di dalam satu wadah, seperti yang dilakukan oleh

    sebagian orang yang menyeru untuk kembali kepada

    agama warisan Nabi Ibrahim. Karena dalam hal ini,

    terdapat upaya sekulerisasi terhadap ketiga agama

    tersebut; selanjutnya akan melahirkan kontradiksi dan

     perselisihan antar pemeluknya, bukan melahirkan

     perdamaian di antara mereka.

    7.  Harus terjalin solidaritas internasional untuk menumpas

    segala bentuk ekstrimisme dalam beragama, rasialisme,kekerasan terhadap bangsa lain, dan segala bentuk

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    30/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    28

    kebencian yang timbul akibat sikap-sikap tersebut.

    Sebab ektrimisme dan fanatisme sangat bertentangan

    dengan resolusi PBB dalam menyeru untuk

    mengerahkan upaya bersama dalam mengukuhkan

    hubungan damai antara umat manusia.

    8.  Berusaha untuk menjalin kerja sama untuk menghadapi

    arus penyesatan dan penyimpangan moralitas; dan

    untuk menghilangkan segala faktor yang memicu

     perpecahan keluarga dan masyarakat.

    9.  Memotivasi usaha individu dan lembaga-lembag sipil

    untuk melakukan dialog peradaban, agar tidak hanya

    diadakan oleh lembaga-lembaga resmi pemerintah yang

     bersifat formalitas dan tidak memberikan hasil apapun

     bagi kehidupan umat manusia.

    10. Memberikan motivasi agar dilaksanakan dialog antar

    elemen-elemen yang berbeda dalam satu lingkup

     peradaban. Karena sebagian besar peradaban dalam

    suatu wilayah memiliki berbagai perbedaan mazhab,

    kepercayaan dan adat-istiadat. Sehingga, perlu terus

    dimotivasi adanya dialog tentang urusan mereka seperti

    dialog-dialog antar peradaban.

    11. 

    Para pemeran satu peradaban haruslah orang-orangyang memiliki komitmen secara pemikiran dan

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    31/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    29

    wawasan terhadap peradaban tersebut. Karena hal inilah

    yang dapat melahirnya rasa percaya dan kredibilitas

    terhadap setiap dialog dan koalisi yang dilakukan.

    Beberapa Usulan dalam Menyebarkan Nilai

    Perdamaian dan Mendorong Upaya Perkenalan Antar

    Agama dan Peradaban.

    Di samping landasan-landasan di atas yang

    mengandung motivasi untuk menyebarkan nilai perdamaian

    melalui upaya dialog antar agama dan saling

    memperkenalkan peradaban, kami memberikan beberapa

    ide aplikatif yang menurut kami bisa membantu

    mewujudkan koalisi hakiki antar peradaban, yang

    terbangun di atas asas kebenaran dan keadilan, setelah

    terjadi perkenalan yang mendalam antar masing-masing

     peradaban. Gagasan-gagasan aplikatif tersebut adalah:

    1.  Menyusun sebuah ensiklopedi yang memuat secara

    lengkap pengertian semua agama; memuat seluruh nilai

    dan prinsip ajarannya; juga memuat penjelasan tentang

     para penganutnya, wawasan budaya, sejarah, jumlah,

    wilayah geografis mereka dan lain sebagainya. Setiap penjelasan yang termuat dalam ensiklopedia harus

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    32/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    30

    dijelaskan oleh pemeluk masing-masing agama atau

     peradaban; agar terwujud kredibilitas atau rasa percaya

    terhadap ensiklopedi yang disusun.

    2.  Terus memotivasi dan melatih para aktivis dan peneliti

     perkara teknis dan teoritis yang berkaitan dengan

     program dialog antar agama dan pengenalan antar

     peradaban.

    3. 

    Menyelenggarakan konferensi internasional di bawah

     pengawasan PBB. Hal ini untuk memberikan evaluasi

    terhadap dialog-dialog agama dan peradaban yang

    terdahulu, sekaligus untuk membahas metode untuk

    mengembangkannya.

    4.  Perlu dilakukan deklarasi dunia untuk koalisi peradaban

    seperti yang telah dilakukan untuk hak asasi manusia.

    Dalam deklarasi ini, nilai-nilai budaya yang universal

    harus dimunculkan; dan hal-hal yang menyebabkan

     penistaan terhadap suatu agama atau peradaban.

    Deklarasi New York pada konferensi dialog agama

    yang terakhir, bisa menjadi benih bagi deklarasi dunia

    untuk koalisi peradaban agama.

    5.  Perlu diterbitkan undang-undang internasional yang

    melarang penistaan agama; menghina para nabi, rasuldan simbol-simbol keagamaan.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    33/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    31

    6.  Perlu diadakan konferensi dunia untuk mendefinisikan

    terorisme dan menjelaskan perbedaannya dengan

    gerakan perjuangan membela tanah air atau agama.

    Karena hal ini merupakan permasalahan terpenting

    yang memicu perselisihan antara penganut dua

     peradaban, Islam dan Barat, pada khususnya.

    7.  Membentuk lembaga khusus untuk masing-masing

    agama dan peradaban. Selanjutnya lembaga ini secara

    resmi menangani program penyatuan misi untuk

    mewujudkan perdamaian dan dialog antar agama dan

    aliansi peradaban; seperti Organisasi Konferensi Islam

    (OKI) dalam peradaban Islam.

    8.  Mengadakan pertemuan rutin antara lembaga-lembaga

    sipil yang bekerja keras untuk menggiatkan program

     pengenalan lintas peradaban dan dialog antar agama di

    dunia. Pertemuan rutin ini bertujuan untuk

    mengukuhkan kerja sama dan koordinasi antar

    lembaga.

    9.  Mengkhususkan satu hari setiap tahun untuk

     pengenalan antara peradaban. Pada hari ini,

    dilaksanakan berbagai kegiatan positif yang dapat

    menguatkan pengenalan terhadap masing-masing peradaban.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    34/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    32

    10. Perlu dibuat penghargaan dunia tahunan yang

    disediakan untuk segala aktifitas terbaik dalam bidang

    seni, pemikiran, kesusasteraan dan karya ilmiah, yang

    memberikan kontribusi besar dalam mendukung

     program pengenalan antar peradaban dan agama.

    11. Membuat dua strategi besar dalam hal ideologi dan

     jurnalistik, untuk mempromosikan nilai-nilai

    kemanusiaan antar bangsa yang universal; menjauhi

    titik-titik perbedaan dan mempersiapkan dunia untuk

    mewujudkan koalisi kebudayaan dan peradaban.

    12. Membuat kurikulum pendidikan dan kebudayaan yang

    dapat mengukuhkan wawasan dialog dan perdamaian

    yang integral dengan bangsa lain dan terbangun di atas

    asas keadilan. Kurikulum ini harus disusun untuk

    seluruh peradaban, bukan hanya fokus pada satu

     peradaban saja.

    13. Dilakukan riset untuk mengevaluasi dan

    mengembangkan gerakan keagamaan sebagai bentuk

    gerakan sosial kebudayaan, bukan sebagai gerakan

    oposisi politik. Perlu pula dilakukan penelitian untuk

    menarik perhatian pergerakan-pergerakan ini dan

    mendorongnya agar mendukung program pengenalandan aliansi antar agama dan peradaban.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    35/124

    Peran Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

    33

    14. Melakukan analisis lapangan untuk mengetahui faktor-

    faktor hakiki yang melahirkan kebencian dan

     permusuhan antarbangsa, untuk mengetahui cara

    menghilangkannya dan membuat langkah-langkah

    teknis untuk menebarkan nilai-nilai perdamaian.

    *****

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    36/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    34

     

    Bab II

    Koeksistensi Damai dalam Ajaran Islam

    Terminologi Koeksistensi Damai

    Sebelum kita menjabarkan sikap Islam terhadap

     prinsip koeksistensi damai (ta’ayusy silmi), kita harus

    menentukan definisi istilah ini terlebih dahulu. Bila

    merujuk kepada makna etimologi dari kata “ta’ayusy”

    sebagai kata dasar dari istilah “ta’ayusy silmi”, kita

    temukan dalam kamus “ Al-Mu’jam al-Wasith” bahwa kata

    “ta’ayasyu” bermakna: mereka hidup dalam keakraban dan

    cinta kasih. Dari makna inilah, diambil istilah “at-ta’ayusu

    as-silmi”. Makna kata “al-aisyu”  adalah kehidupan dan

    segala yang menjadi penopangnya, seperti: makanan,

    minuman dan penghasilan. (1)

     

    Istilah “koeksistensi damai (ta’ayusy silmi)” dalam

    dunia politik international, bermakna terjalinnya kerja sama

    antar bangsa-bangsa di dunia atas landasan saling

    (1)  Al-Mu`jam Al-Wasith. Majma` Al-Lughah Al-Arabiyah, Cairo Jilid 2 Hal. 629-640Penerbit: Dar El-Fikr  

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    37/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    35

    memahami dan saling bertukar kepentingan ekonomi dan

     perdagangan.

    Istilah ini muncul pasca perang dunia kedua, setelah

    dunia terbagi menjadi dua blok besar yang saling berseteru

    di atas landasan ideologi. Di antara pemicu munculnya

    seruan menerapkan politik koeksistensi, adalah kekawatiran

    terhadap dampak atom setelah kedua blok memiliki bom

    atom dan senjata pemusnah masal. Selanjutnya muncul

     blok ketiga yang terdiri dari negara-negara non blok yang

    menekankan koeksistensi damai sebagai jalan untuk

    membangun hubungan multilateral bangsa-bangsa di

    dunia.(2) 

    Dalam ensiklopedia politik, dinyatakan bahwa

    orang yang pertama kali mendengungkan slogan “ Peaceful

    Coexistence” adalah seorang pemikir komunis, Nikita

    Gourchuf. Dengan ini menjadi jelas, dunia barat

    menegaskan bahwa yang dimaksud dengan koeksistensi

    damai, adalah slogan yang selalu mereka ucapkan, “

     Hiduplah dan biarkan orang lain, pasti mereka juga bisa

    hidup!”. (3)

     

    (2)  Ahmad `Athiyatullah, Al-Qamus As-Siyasi, Hal: 310, cet. ketiga penerbit: Dar An- Nahdhah Al-`Arabiyah, Cairo 1968. 

    (3) Al-Mausu`ah As-Siyasiyah Hal: 108. Al-Mu`assasah Al-`Arabiyah Lid-Dirasat wan-

     Nashr, Beirut: 1974 M. 

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    38/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    36

    Koeksistensi Damai dalam Islam.

    Islam menjadikan prinsip “koeksistensi damai”

    sebagai salah satu kebutuhan hidup di muka bumi; sebagai

    salah satu kewajiban yang harus ditegakkan agar manusia

    dapat membangun dan memakmurkan bumi ini. Allah Swt.

     berfirman, “Dia (Allah) telah menciptakan kamu dari bumi

    (tanah) dan meminta kamu untuk memakmurkannya.” (q.s.

    Hud:61).

    Selain itu, koeksistensi damai adalah penerapan

    terhadap seruan kaidah fikih “Jalbul-Manaafi` wa Dar-ul

     Mafaasid” (menarik manfaat dan menolak kerusakan), agar

    manusia dapat melaksanakan kewajibannya sebagai

    khalifah di atas muka bumi.

    Allah Swt. menciptakan segala yang ada di alam

    semesta ini saling berdampingan satu sama lain;

    menjadikan seluruh isi alam semesta ini tunduk kepada

    manusia, agar mereka dapat hidup damai dan toleran

    terhadap lingkungan sekitarnya, terhadap dirinya sendiri,

    terhadap sesama warga negara, dan terhadap warga negara

    negara yang lain.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    39/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    37

    Fenomena Hidup Damai di Alam Semesta:

    Allah Swt. menjadikan “hidup damai” sebagai salah

    satu ciri penciptaan alam semesta. Masing-masing

    diciptakan untuk memberikan pelayanan; semuanya hidup

    saling berdampingan sesuai dengan ketentuan dan

    kekuasaan Allah Swt., sebagaimana dalam firman-Nya,

    “Segala yang ada di langit dan di bumi selalu bertasbih

    kepada Allah, Sang Maharaja, Yang Maha Kudus, Yang

     Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.” (q.s. Al-Jumu’ah:1)

    “Langit yang tujuh, bumi dan seluruh isinya

    bertasbih kepada-Nya (Allah). Segala sesuatu bertasbih

    memuji-Nya, tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka.

    Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha

     Pengampun.” (q.s. Al-Isra’:44).

    “Tidakkah kalian perhatikan bagaimana Allah

    menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?; bagaimana

     Dia menciptakan di dalamnya bulan sebagai cahaya dan

    matahari sebagai pelita? Allah telah menumbuhkan

    (menciptakan) kalian dari tanah dengan sebaik-baiknya;

    kemudian Dia mengembalikan kalian ke dalamnya;

    kemudian mengeluarkan kalian (darinya pada hari kiamat)

    dengan sebenar-benarnya. Allah telah menjadikan bumi

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    40/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    38

     sebagai hamparan untuk kalian, agar kalian menapaki

     jalan-jalan yang luas di bumi itu.”(q.s. Nuh:15-20).

    “Matahari berjalan di tempat peredarannya.

     Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha

    mengetahui. Sedangkan bulan, Kami telah menetapkan

    baginya manzilah-manzilah, sehingga ia (setelah mencapai

    manzilah terakhir) kembali seperti bentuk tandan yang tua.

    Tidaklah mungkin matahari bertemu dengan bulan; dan

    tidak mungkin malam mendahului siang. Masing-masing

    beredar pada garis rotasinya.” (q.s. Yaasin:38-40).

    Allah Swt. menundukkan seluruh isi alam semesta

    kepada manusia, supaya manusia dapat beradaptasi

    dengannya secara aman dan damai; mengekploitasinya

    untuk kemanfaatan, kebaikan manusia, negara dan alam

    semesta. Allah Swt. berfirman, “Dia (Allah) telah

    menundukkan bagimu segala apa yang ada di langit dan di

    bumi (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya pada yang

    demikian itu, terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi

    kaum yang berfikir.” (q.s. Al-Jatsiyah:13).

    “Tidakkah kalian memperhatikan bahwa Allah telah

    menundukkan kepadamu segala apa yang ada di langit dan

    di bumi; serta menyempurnakan nikmat-Nya, lahir danbatin, bagi kalian? Di antara manusia, terdapat orang

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    41/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    39

     yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu

     pengetahuan, petunjuk dan tanpa kitab yang memberikan

     penerangan.” (q.s. Lukman:20).

    Allah Swt. juga menjadikan segala binatang yang

    merayap di atas muka bumi atau terbang dengan dua sayap,

    sebagai bagian umat yang wajib bagi manusia untuk hidup

     berdampingan dengan mereka. Allah Swt. berfirman,

    “Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan

    burung-burung yang terbang dengan kedua sayap,

    melainkan mereka adalah umat (juga) seperti kalian.

    Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun dalam Al-Kitab,

    kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”  (q.s.

    Al-An’am:38).

    Oleh karena itu, Allah Swt. melarang manusia untuk

    membunuh hewan yang memberikan manfaat. Kita dilarang

    membunuh burung pipit; sebagaimana dalam sabda

    Rasulullah Saw., “Setiap muslim yang membunuh seekor

    burung pipit atau binatang lain yang lebih besar tanpa

    memberikan haknya, ia akan ditanya oleh Allah Swt..”

    Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah

    haknya itu?”

    Rasulullah Saw. menjawab,  “Hendaklah kamumenyembelihnya kemudian memakannya; tidak hanya

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    42/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    40

    memotong kepalanya kemudian membuangnya.”. (h.r.

    Ahmad: 6551).

    Rasulullah Saw. juga bersabda, “Seandainya anjing

    itu tidak termasuk umat, pasti saya sudah memerintahkan

    untuk membunuhnya. Tapi, bunuhlah anjing yang hitam

    legam!” (h.r. Abu Daud: 2845).

    Hidup Damai bersama Diri Sendiri.

    Agar seseorang dapat hidup damai dan bertoleran

    terhadap sesama, terlebih dahulu jiwanya harus menjadi

    tentram. Terlebih dahulu, ia harus bersikap toleran terhadap

     jiwanya sendiri. Oleh karena itu, Alquran memberikan

     perhatian terhadap upaya penyucian jiwa.

    Allah Swt. berfirman, “Ketahuilah, hanya dengan

    berzikir (mengingat) kepada Allah, hati akan menjadi

    tenteram!” (q.s. Ar-Ra’du:28).

    “Barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia

    akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (q.s. At-

    Taghabun:11).

    “Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwa

    itu; dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.”  (q.s.

    As-Syamsu:9-10).

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    43/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    41

    Islam menjadikan upaya memperbaiki jiwa manusia

    sebagai jalan untuk melakukan perbaikan secara umum.

    Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak merubah

    keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang

    ada pada diri mereka sendiri.” (q.s. Ar-Ra’du:11).

    Alquran menjelaskan bahwa jalan menggapai

    kedamaian, adalah dengan mengikuti jalan keridhaan Allah

    Swt.; sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya, “Sungguh

    telah datang kepada kalian (wahai ahli kitab) cahaya dari

     Allah dan kitab yang menjelaskan. Dengan kitab itu, Allah

    memberikan petunjuk orang-orang yang mengikuti

    keridhaan-Nya menuju jalan keselamatan; (dengan kitab

    itu pula) Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita

    menuju cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya;

    dan menunjuki mereka menuju jalan yang lurus.” (q.s. Al-

    Maidah:15-16).

    Koeksistensi damai bersama orang lain.

    Dalam Islam, koeksistensi damai bertolak dari

    landasan iman. Islam adalah satu-satunya agama yang

    mengakui eksistensi para penentangnya; menjaga hak-hak

    mereka; menyeru untuk bekerjasama dan berinteraksidamai bersama mereka.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    44/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    42

    Allah Swt. berfirman, “Katakanlah, ‘Hai ahli Kitab,

    marilah (berpegang) kepada satu kalimat (ketetapan) yang

    tidak ada perselisihan antara kami dan kalian; yaitu kita

    tidak menyembah kepada selain Allah, tidak

    mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun; dan tidak

    (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain

     sebagai Tuhan selain Allah!’. Jika mereka berpaling (dari

     seruanmu), maka katakan kepada mereka, “Saksikanlah,

    bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri

    (kepada Allah)!” (q.s. Ali Imron:64).

    “Saling tolong-menolonglah kamu dalam

    (mengerjakan) kebajikan dan ketakwaan; janganlah saling

    tolong-menolong dalam (berbuat) dosa dan pelanggaran!” 

    (q.s. Al-Maidah:2).

    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan

    berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak

    memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir

    kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-

    orang yang berlaku adil.” (q.s. Al-Mumtahanah:8).

    Di antara prinsip pokok Islam, ialah menegaskan

     pemuliaan harga diri manusia. Allah Swt. berfirman,

    “Sesungguhnya Kami telah memuliakan anak keturunan Adam; mengangkut mereka di daratan dan di lautan;

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    45/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    43

    memberi mereka rezeki dari yang baik-baik; dan

    memberikan mereka kelebihan-kelebihan yang sempurna

    atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (q.s.

    Al-Isra’:70).

    Untuk memberikan bukti konkrit bahwasanya

    manusia senantiasa dimuliakan oleh Allah Swt., hendaknya

    manusia hidup secara damai di jagad raya ini; hendaklah

    semuanya menisbahkan diri kepada satu ayah, Adam as.,

    dan satu ibu, Siti Hawa. Hubungan kekeluargaan dan

    kekerabatan akan mengikat seluruh manusia menjadi satu

    keluarga dalam lingkup jaringan yang sangat luas.

    Oleh karena itu, Islam berupaya keras untuk

    membangun hubungan sosial antar seluruh manusia;

    menjadikan keluarga manusia semakin meluas dan menebar

    di seluruh penjuru bumi, agar mereka saling mengenal satu

    sama lain. Allah Swt. berfirman, “Hai manusia,

     sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu terdiri dari

     jenis laki-laki dan jenis perempuan; menjadikan kamu

    berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling

    mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di

    antara kamu di sisi Allah, ialah orang yang paling

    bertakwa di antara kamu.” (q.s. Al-Hujurat:13).

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    46/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    44

    Koeksistensi Damai dalam Sejarah Kehidupan Nabi

    Saw.

    Rsulullah Saw. telah memberikan teladan besar bagi

    kita dalam menerapkan nilai koeksistensi damai. Di atas

    nilai perdamaian inilah, negara Islam berdiri dengan bentuk

    yang merangkul seluruh hak-hak penduduknya;

    menyebarkan prinsip saling tolong-menolong dan saling

    memahami antar semua rakyatnya, yang muslim dengan

    yang non muslim.

    Ketika Rasulullah Saw. memasuki kota Madinah,

     beliau menjumpai sebuah komunitas masyarakat yang

    sangat heterogen; meliputi kaum Muhajirin dari suku

    Quraisy, generasi Islam pertama, kaum Anshar yang terdiri

    dari Suku Aus dan Khazraj, kaum Yahudi yang terdiri dari

    3 suku, yaitu Bani Qainuqa`, Bani Nadhir dan Bani

    Quraidhah, juga para sahaya dan lain sebagainya. Inilah

    masyarakat majemuk yang dipimpin oleh Rasulullah Saw.

    melalui undang-undang pertama di Madinah, yang dikenal

    dengan sebutan “ As-Shahifah” atau “Al-Watsiqah” (piagam

    Madinah), piagam yang menyertai deklarasi berdirinya

    negara Islam di Madinah Al-Munawwarah.

    Piagam ini memuat batasan hak-hak dan kewajibankaum minoritas, non muslim, yaitu kaum Yahudi. Piagam

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    47/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    45

    ini juga memuat jaminan perlindungan terhadap hak-hak

    seluruh masyarakat Madinah dengan segala perbedaan

    agama, suku dan kebangsaan mereka. Piagam ini terdiri

    dari 69 pasal yang mengatur hak-hak semua lapisan

    masyarakat. Di antara pasal-pasal yang terpenting adalah:

    1.  Pasal yang menyatakan bahwa “Kaum Yahudi memiliki

    hak yang sama dengan hak kaum Muslimin”. Karena

     pada saat itu, kaum Nasrani belum memiliki eksistensi

    di Madinah. Piagam ini tidak melupakan hak-hak kaum

    musyrik yang tidak memiliki agama, yaitu para

     penyembah berhala. Maka, disebutkan pada pasal ke-23

     bahwa “Kaum musyrik tidak diperkenankan

    memberikan penjaminan harta atau jiwa untuk kaum

    Quraisy  (penduduk Makkah yang memerangi kaum

    muslimin. pent.)”. Pasal ini menganggap mereka (kaum

    musyrikin) sebagai penduduk Madinah yang dapat

    menikmati hak-hak dan kewajiban seperti yang lain.

    2.  Piagam Madinah tidak menggunakan istilah “minoritas”

    untuk menyebutkan kaum non muslim, walaupun

    mereka memang minoritas; melainkan menggunakan

    istilah “umat” untuk semuanya, seperti dinyatakan:

    “Kaum Yahudi adalah satu umat yang berdampingandengan kaum Mukminin.” 

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    48/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    46

    3.  Piagam Madinah juga menyatakan bahwa setiap

     pemeluk agama berhak menjalankan apapun yang

     berkaitan dengan ajaran agama mereka. Hal ini

     berimplikasi pada kewajiban menjaga segala yang

    dianggap sebagai benda berharga oleh kaum non

    muslim; kewajiban memberikan ganti rugi kepada

    mereka ketika seorang muslim merusaknya, meskipun

     benda tersebut tidak berharga dalam pandangan syariat

    Islam; seperti arak atau babi. Hal ini juga berimplikasi

     pada larangan membatalkan tradisi pernikahan mereka,

    meskipun pernikahan seperti itu tidak sah dalam syariat

    Islam.

    4.  Piagam ini juga menyatakan bahwa “kaum muslimin

    terdiri dari berbagai lapisan; dan kaum Yahudi

    bersama dengan kaum Mukminin juga terdiri dari

    berbagai lapisan; masing-masing memiliki agama

    kepercayaan; semuanya adalah satu umat yang harus

    menjalin sikap saling menanggung, menolong dan

    memberikan nasihat dalam kebajikan, bukan perbuatan

    dosa; dan apabila terjadi perbedaan dan perselisihan,

    maka yang menjadi rujukan adalah Allah Swt. dan

     Muhammad Saw., yakni Al-Qur`an dan Sunnah.”. 

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    49/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    47

    Koeksistensi Damai dalam Hubungan Kenegaraan pada

    Masa Nabi Saw.

    Jika kita merujuk kepada sejarah hidup Rasulullah

    Saw., kita menemukan bahwa Beliau setelah diberikan

    kekuasan dan kekuatan oleh Allah Swt., beliau berinteraksi

    dengan negara dan kerajaan yang ada pada masa itu dengan

     baik dan penuh saling berkasih sayang. Setelah terjadi

    gencatan senjata dengan kaum kafir Makkah, Rasulullah

    Saw. mengirimkan surat kepada para pemimpin dan raja,

    untuk menyeru mereka ke dalam Islam. Ini

    menggambarkan pola interaksi Rasulullah Saw. dengan

     bangsa lain yang menjalin perdamaian dengan kaum

    muslimin.

    Di antara surat yang Beliau kirimkan adalah:

    1.  Surat kepada Kisra, Raja Persia.

     Dengan menyebut nama Allah Swt. yang Maha

     Pengasih lagi Maha Penyayang.

     Dari Muhammad, utusan Allah, kepada Kisra,

     Pemimpin Persia.

     Keselamatan bagi orang yang mengikuti hidayah;beriman kepada Allah dan Rasul-Nya; bersaksi bahwa

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    50/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    48

    tiada Tuhan Yang hak disembah selain Allah Swt.,

    tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah

    hamba dan Rasul-Nya.

    Saya menyeru anda dengan seruan Allah Swt..

    Sesungguhnya saya adalah utusan Allah Swt. kepada

     seluruh umat manusia, untuk memberikan peringatan

    bagi orang yang hidup; dan ketentuan (siksa Allah)

     pasti menimpa orang-orang yang kafir.

     Maka masuklah ke dalam Islam, anda pasti

     selamat! Jika engkau menolak, maka seluruh dosa

    kaum majusi menjadi tanggunganmu.”

    Dalam surat ini, tidak dinyatakan, “Jika anda tidak

    mau memeluk Islam, maka bayarlah jizyah (upeti) atau

    kami perangi!”.  Karena opsi membayar  jizyah  dan

    diperangi hanya disamapikan kepada orang-orang kafir

    yang bersifat memerangi.

    Hal ini pula yang terlihat jelas pada surat kedua

    Rasulullah Saw. kepada Kaisar Romawi; dimana Beliau

    tidak menawarkan opsi memeluk Islam, membayar  jizyah 

    atau perang.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    51/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    49

    2.  Surat Rasulullah SAW kepada Kaisar Romawi:

     Dengan menyebut nama Allah yang Maha

     Pengasih lagi Maha Penyayang…

     Dari Muhammad bin Abdullah kepada Heraklius,

     Kaisar Romawi…

     Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk

     Allah… Saya menyeru anda dengan seruan Islam.

     Masuklah ke dalam Islam, niscaya anda akan selamat

    dan Allah akan memberikan pahala dua kali lipat

    kepada anda! Jika anda berpaling dari seruan ini,

    maka dosa seluruh kaum Arisiyin(4)  akan menjadi

    tanggunganmu. Allah Swt. berfirman, “Katakanlah,

    ‘Hai ahli Kitab, Marilah (berpegang) pada suatu

    kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan di

    antara kami dan kalian; bahwa kita tidak menyembah

    kecuali kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya

    dengan sesuatu apapun; dan tidak (pula) sebagian kita

    menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain

     Allah.’. Jika mereka berpaling, maka katakanlah

    kepada mereka, ‘Saksikanlah bahwa kami adalah

    (4)  Arisiyin adalah julukan bagi para petani yang berada di bawah kekuasaan KaisarRomawi 

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    52/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    50

    orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)!’” (q.s.

    Ali-Imron:64). 

    Ungkapan serupa juga terdapat dalam surat

    Rasulullah Saw. kepada Muqauqis, Pemimpin kaum Koptik

    di Mesir. Beginilah sikap politik Nabi Saw. terhadap

    negara-negara yang tidak menjadikan perang sebagai pola

    interaksi dengan kaum Muslimin. Beliau cukup

    menyampaikan seruannya yang penuh kedamaian kepada

    mereka. Penolakan mereka terhadap seruan ini tidak

    melahirkan dampak apapun.

     Namun, ketika Heraklius menyiapkan tentara untuk

    menyerang Madinah; kemudian mereka membunuh Harits

     bin Amr Al-Azdi, utusan Nabi Saw. kepada Raja Bishra, di

    Mu`tah, maka Rasulullah Saw. mengirimkan pasukan untuk

    melawan tentara Romawi dalam sebuah ekspedisi yang

    kemudian dikenal dengan nama “perang Mu`tah”.

    Heraklius tetap bersikeras dengan permusuhannya.

    Ia mengumpulkan pasukan di wilayah Balqa`, dekat

    Damaskus, untuk menyerang kota Madinah. Maka,

    Rasulullah Saw. keluar memimpin pasukan yang dikenal

    dengan pasukan “ Al-`Usrah”. Setelah tiba di Tabuk, Beliau

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    53/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    51

    mengirimkan surat kepada Kaisar Romawi, surat

     pernyataan perang yang berbunyi:

     Dari Muhammad, utusan Allah Swt., kepada

     Penguasa Romawi…

    Saya mengajakmu untuk memeluk Islam. Jika

    engkau tunduk dan memeluk Islam, maka bagimu apa yang

    menjadi hak kaum Muslimin, dan atasmu apa yang menjadi

    kewajiban mereka. Jika engkau tidak mau memeluk Islam,

    maka bayarlah jizyah (upeti)! Karena Allah Swt. berfirman,

    “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada

     Allah; tidak (pula beriman) kepada hari Kemudian; tidak

    mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan

     RasulNya; tidak beragama dengan agama yang benar

    (agama Allah); yaitu orang-orang yang telah diberikan Al-

     Kitab kepada mereka; hingga mereka membayar jizyah

    dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (q.s.

    At-Taubah:29).

    Ayat ini turun setelah Heraklius berbuat curang. Ia

    mengaku telah masuk Islam, namun kemudian dia

    menyiapkan pasukan untuk menyerang kota Madinah

    sebanyak kedua kali. Maka, Allah Swt. memerintahkan

    kaum Muslimin untuk memerangi mereka.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    54/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    52

    Bukti-bukti Sejarah

    Banyak bukti-bukti sejarah yang menegaskan

     prinsip koeksistensi damai dalam Islam; menegaskan

     bahwa nilai toleransi adalah ajaran Islam yang murni; serta

    menekankan sikap memberikan maaf ketika ada

    kemampuan. Di antaranya adalah peristiwa ketika Khalifah

    Umar bin Khatthab ra. memasuki Baitul Maqdis. Kejadian

    ini adalah gambaran indah tentang koeksistensi damai yang

    mengukuhkan kaidah hidup damai, toleransi keagamaan,

     peradaban dan kebudayaan.

    Khalifah Umar bin Khatthab ra. memasuki Baitul

    Maqdis. Beliau disambut oleh Patrick dan mengajaknya

     berkeliling mengitari seluruh penjuru kota hingga masuk ke

    dalam gereja Al-Qiyamah. Ketika waktu sholat tiba, Beliau

     berkata kepada Patrick, “Aku ingin melaksanakan sholat.”

    Patrick menjawab, “Sholatlah di tempatmu!” Pada

    saat itu, Beliau berada di tengah-tengah gereja.

    Khalifah Umar ra. menolak karena khawatir kaum

    Muslimin akan mengikutinya dan mengatakan, “Di sinilah,

    Umar bin Khatthab ra. melaksanakan sholat. Maka, kita

    dibenarkan untuk sholat di dalam gereja ini.” Bahkan, hal

    ini bisa menggiring mereka untuk menguasai gereja,menyalahi teks keputusan Khalifah Umar ra. untuk

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    55/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    53

    menghormati gereja-gereja mereka dan membiarkannya

    tetap berada dikuasai oleh mereka, dengan anggapan bahwa

    apa yang telah dilakukan oleh Khalifah Umar ra. atas

     persetujuan Patrick sebagai revisi terhadap teks perjanjian

    yang telah dibuatnya.

    Khalifah Umar bin Khattab ra. kemudian keluar dan

    melaksanakan sholat di tangga pintu gereja. Selesai

    melaksanakan sholat, beliau memerintahkan agar tidak

    didirikan sholat jama`ah di tempat itu dan tidak boleh ada

    dikumandangkan azan di dalamnya. Kemudian Beliau

    menuju As-Sakhrah dan membangun masjid Ash-Shakhrah

    di sana. (5) 

    Hubungan Sosial dengan Kaum Non Muslim

    Islam mewajibkan hidup damai dengan seluruh

    umat manusia. Karena Allah Swt. Sang Maha Pencipta

    telah menetapkan bahwa perbedaan keyakinan, syarita dan

     bahasa adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari

    kehidupan dunia. Oleh karena itu, Islam tidak mengingkari

    hak-hak kaum non muslim, meskipun mereka mengingkari

    syariat Islam. Karena yang melandasi koeksistensi damai

    (5)  Al-Mustasyar Ali Manshur, Asy-Syari`ah Al-Islamiyah wal-Qaanun Ad-dauly Al-`Aam, Hal: 379 Dar El-Qalam, Cairo. 

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    56/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    54

    adalah firman Allah Swt., “Allah tidak melarang kamu

    untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang

     yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula)

    mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah

    mencintai orang-orang yang berlaku adil.”  (q.s. Al-

    Mumtahanah:8)

    Islam tidak hanya memberikan pengakuan akan

    hak-hak kaum non muslim dan tidak memaksa mereka

    untuk memeluk Islam. Namun, Islam juga memberikan

    kesempatan kepada mereka untuk memilih antara menerima

    hukum-hukum Islam atau menggunakan perundang-

    undangan khusus mereka, baik yang berkaitan dengan

    hukum perdata sosial maupun yang lainnya. Kebebasan

    seperti ini yang tidak dapat kita jumpai dalam mayoritas

    negara-negara adikuasa saat ini. Sebagian perundang-

    undangan modern mengambil pola otonomi undang-undang

    dan mengecualikan hal-hal yang berkaitan dengan masalah

    hukum perdata, meliputi hukum pernikahan, perceraian dan

    warisan; selanjutnya diserahkan kepada undang-undang

    yang berlaku dalam agama si istri atau si suami jika mereka

     berbeda agama.

    Syariat Islam sangat memuliakan agama lain; tidakhanya pada masalah perdata, melainkan pula seluruh hal

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    57/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    55

    yang berkaitan dengan keyakinan agama-agama tersebut.

    Islam tidak memaksa kaum non muslim untuk tunduk pada

    hukum Islam berkaitan dengan masalah hukum perdata

    sosial maupun kegiatan transaksi bisnis. Namun, Islam

    memberikan kebebasan memilih kepada kaum non muslim;

     jika mereka ingin bersandar pada hukum-hukum mereka;

    itu adalah hak mereka yang diboleh dihalang-halangi.

    Allah Swt. berfirman, “Bagi tiap-tiap umat diantara

    kamu, Kami telah menjadikan buat mereka aturan dan

     petunjuk hidup yang terang .”  (q.s. Al-Maidah:48); juga

     berfirman, “dan hendaklah para pengikut Injil berhukum

    dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah di

    dalamnya!”  (q.s. Al-Maidah:47) Namun, apabila mereka

    memilih hukum Islam, maka Islam berhak untuk

    memberikan ketentuan hukum buat mereka atau

    menolaknya.

    Di antara interaksi sosial yang diperkenankan oleh

    Islam adalah menjenguk kaum non muslim yang menderita

    sakit. Hal ini terkandung dalam firman Allah Swt.,

    “…untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada mereka…” 

    (q.s. Al-Mumtahanah:8).

    Di antaranya pula yang diperkenankan adalahmelayat jenazah mereka; menggunakan perabotan rumah

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    58/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    56

    tangga mereka; memakan hewan sembelihan para ahli kitab

    selama mereka tidak termasuk kelompok non muslim yang

    memerangi kaum muslim; membeli pakaian buatan mereka;

    menerima kesaksian mereka ketika seorang muslim

    melakukan perjalanan bersama kaum non muslim,

    kemudian ia berwasiat atau meminta dua orang dari mereka

    untuk menjadi saksi atas wasiatnya, menurut imam Ahmad

    dan lainnya.

    Selain itu, Islam juga membolehkan untuk meminta

     bantuan mereka dalam melakukan pekerjaan yang menjadi

    keahlian mereka; untuk menerima dan saling bertukar

    hadiah dengan mereka.

    Kemoderatan Islam dan Nilai Koeksistensi Damai.

    Islam datang dengan nilai kemoderatan yang

    seimbang dan mencakup seluruh aspek kehidupan. Allah

    Swt. berfirman, “Demikianlah, Kami telah menjadikan

    kamu (umat Islam) sebagai umat yang adil (moderat) agar

    kamu menjadi saksi atas seluruh (perbuatan) manusia, dan

    agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan)

    kamu.” (q.s. Al-Baqarah:143)

    Kemoderatan ini mencakup kemoderatan dalamsyiar, hukum peradilan, kebajikan, tempat dan masa.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    59/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    57

    Terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang hal ini, di

    antaranya adalah:

    1. 

     Al-wasathiyah  (kemoderatan) bermakna sikap yang

    adil; sebagaimana dalam firman Allah Swt., “…maka

    damaikanlah antara keduanya dengan tindakan yang

    adil dan hendaklah kamu berlaku adil!” (q.s. Al-

    Hujurat:9). Sikap adil adalah perkara yang dituntut

    dalam kehidupan seluruh umat manusia, apapun agama,

    keyakinan dan kebudayaan mereka.

    2.  Kemoderatan berarti kebebasan memeluk sebuah

    keyakinan. Allah Swt. berfirman, “Dia-lah yang telah

    menciptakan kamu, kemudian di antara kamu ada yang

    kafir dan ada pula yang beriman.” (q.s. At-Taghabun:

    2); juga firman-Nya, “Maka, barangsiapa berkenan

    (untuk beriman), hendaklah dia beriman; dan

    barangsiapa berkehendak (untuk kafir), maka biiarlah

    ia bersikap kafir.”  (q.s. Al-Kahfi:29). Semua ini

    merupakan isyarat agar terwujud sikap hidup damai

    antara sesama masyarakat dan bangsa.

    3.  Kemoderatan juga bermakna kesatuan nilai

    kemanusiaan. Allah Swt. berfirman, ”(Hai manusia,

     sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu berasaldari seorang laki-laki dan seorang perempuan;

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    60/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    58

    kemudian menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan

    berkabilah-kabilah, supaya kamu saling mengenal.

    Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu

    dan di sisi Allah, adalah orang yang paling taqwa di

    antara kamu.” (q.s. Al-Hujurat:13).

    Dalam suatu riwayat, Rasulullah Saw. bersabda,

    “…dan aku bersaksi bahwasa seluruh manusia adalah

    bersaudara.” (h.r. Abu Daud: 2/8)

    Persaudaraan dan sikap saling mengenal ini

    merupakan sebuah keharusan dalam sebuah koalisi dan

    kebersamaan dalam satu wilayah, negara dan

     persaudaraan sesama manusia. Hal inilah yang

    menegaskan urgensi hidup damai antara kelompok-

    kelompok yang berserikat; di mana kehidupan mereka

    tidak akan terwujud dengan baik tanpa nilai toleransi

    dalam bertransaksi jual-beli, memberi atau meminta

    keputusan, saling bertukar manfaat, hak-hak

     bertetangga dan bersatu untuk melakukan perkara yang

    mengandung kebaikan sosial.

    Hal ini juga menyeru kita untuk melakukan kajian

    guna mencari titik-titik persamaan dan saling

     bekerjasama untuk mewujudkannya; seperti: nilaikeadilan, kesetaraan dan kebebasan.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    61/124

    Koeksistensi Damai dalam Islam

    59

    Rasulullah Saw. bersabda, “Jikalau aku diundang

    untuk menghadiri perjanjian “hilful-fudhul” pada

    masa Islam, aku pasti mendatanginya.”  Perjanjian

    yang beliau maksudkan adalah perjanjian yang

    dideklarasikan oleh kaum jahiliyah --sebelum masa

    Islam-- untuk membantu orang-orang yang terzalimi,

    menyelamatkan orang-orang yang mengalami

     penderitaan dan memberikan suka bagi orang yang

    memerlukannya.

    4.  Kemoderatan Islam dalam hidup damai menuntut kita

    untuk tidak melakukan generalisasi dengan menjadikan

    seluruh elemen menjadi satu corak. Karena tiap-tiap

     bangsa dan negara memiliki perbedaan. Satu pihak

     bukan satu corak yang pihak yang lain. Namun, kita

     berinteraksi dengan mereka sebagai sebuah wilayah

    atau komunitas besar yang mungkin berkomunikasi

    secara objektif dengan mereka, untuk menjaga

    kemaslahatan dan manfaat bersama, jauh dari sikap

    memihak atau zalim guna terwujudnya keamanan dan

     perdamaian dunia.

    *****

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    62/124

    Peran Islam dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    60

     

    Bab III

    Peran Islam

    dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    Dialog Peradaban pada Masa Rasulullah Saw.

    Allah Swt. mengutus Rasulullah Saw. dengan

    risalah terakhir yang sempurna; membekalinya dengan

     piagam ketuhanan (kitab suci) yang tinggal satu-satunya di

    muka bumi, yang membenarkan seluruh syariat risalah

    nabi-nabi terdahulu. Kitab suci (Alquran) ini menjelaskan

     pokok-pokok kepemimpinan guna meletakkan asas-asas

    keamanan, pilar-pilar ketenteraman dan titik tolak

     perdamaian; untuk mengembalikan seluruh manusia pada

    satu asal yang sama. Di samping itu, Alquran jugamenggariskan tugas-tugas bersama bagi manusia dalam

    melakukan pembangunan.

    Allah Swt. berfirman, “Dia (Allah) telah

    menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu

     sebagai pemakmurnya.” (q.s. Hud:61)

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    63/124

    Peran Islam dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    61

    “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali

    agar mereka mengabdi (menyembah) kepada-Ku.”  (q.s.

    Ad-Dzariyat:56).

    Piagam Tuhan yang terakhir ini, yang penjagaannya

    dijamin langsung oleh Allah Swt., menjelaskan bahwasanya

     bumi adalah rumah bagi seluruh umat manusia dengan

    martabatnya sebagai manusia, bukan sebagai hal yang lain.

    Terdapat keanekaragaman rakyat dalam negara

    Islam pertama pada masa Rasulullah Saw.. Piagam

    Madinah, undang-undang negara Islam pertama yang

     berdiri di kota Madinah pasca peristiwa hijrah, mencakup

    hak-hak dan kewajiban seluruh rakyatnya yang majemuk,

    serta mencakup pola hubungan dan rujukan utama mereka.

    Di antara pasal piagam ini berbunyi: “Kabilah-kabilah

    kaum muslimin terdiri dari berbagai lapisan yang berbeda;

    kaum yahudi bersama kaum Mukminin juga lapisan

    masyarakat yang berbeda. Masing-masing memiliki

    agama. Namun, semuanya adalah satu umat yang harus

    terjalin sikap saling menanggung, menolong, berbuat

    kebaikan serta jauh dari tindakan dosa. Manakala terjadi

     perselisihan dan perdebatan, maka rujukan utama (untuk

    menyelesaikannya) adalah kembali kepada Allah Swt. dan Nabi Muhammad Saw.”; yakni: Al-quran dan Sunnah.

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    64/124

    Peran Islam dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    62

    Koeksistensi Peradaban.

    Solusi yang diberikan Islam terhadap keberagaman

     peradaban, budaya dan agama adalah menerapkan prinsip

    koeksistensi damai antar semua elemen, hingga Allah Swt.

    mengumpulkan seluruh manusia kelak pada hari kiamat

    kemudian memutuskan perkara yang mereka perselisihkan.

    Allah Swt. berfirman, “Jikalau Tuhanmu menghendaki,

     pastilah seluruh manusia di muka bumi ini beriman

    (kepada Allah). Maka, apakah kamu (hendak) memaksa

    manusia agar mereka semua beriman?” (q.s. Yunus:99);

    “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami telah

    membuat (bagi mereka) aturan dan petunjuk hidup.

    Seandainya Allah berhendak, pasti Dia menjadikan kamu

     semua sebagai satu umat (saja); tetapi Dia hendak menguji

    kamu dalam hal-hal yang Dia anugerahkan kepadamu.

     Maka, berlomba-lombalah untuk berbuat kebajikan!

     Hanyalah kepada Allah kamu semua akan kembali;

    kemudian Dia akan memberitahukan kepadamu seluruh

     perkara yang telah kamu perselisihkan.”(q.s. Al-

    Maidah:48).

    “Jika mereka membantahmu, maka katakanlah,

    ‘Allah lebih mengetahui terhadap apapun yang kamu

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    65/124

    Peran Islam dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    63

    kerjakan. Pada hari kiamat, Allah akan memutuskan

     perkara-perkara yang kalian perselisihkan.” (q.s. Al-

    Hajj:68-69).

    Bahkan, Islam mengajarkan seluruh kaum Muslimin

    tentang etika berdialog dengan pihak-pihak yang berbeda

    keyakinan (akidah) dan menuduh Islam serta kaum

    muslimin telah bertindak jahat karena meninggalkan

     penyembahan berhala dan menyeru beriman kepada Allah

    Swt. Yang Maha Esa. Islam juga mengajarkan kaum

    muslimin agar tidak membantah tuduhan ini dengan hal

    (tuduhan) yang serupa, melainkan dengan jawaban atau

     bantahan yang lebih baik. Allah Swt. berfirman,

    “Katakanlah (wahai Muhammad), ‘Kamu tidak akan

    ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang telah kami

    lakukan; dan Kami juga tidak akan ditanya tentang apa

     yang kalian lakukan.’” Katakanlah (pula), “Tuhan kita

    akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia

    memberikan keputusan di antara kita dengan benar; Dia-

    lah Sang Maha pemberi keputusan lagi Maha

     Mengetahui.” (q.s. Saba’: 25-26)

    Islam bahkan memerintahkan kaum Muslimin untuk

    menjalin kerjasama dalam perkara yang mengandung

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    66/124

    Peran Islam dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    64

    kebaikan dan manfaat bagi umat manusia, termasuk ketika

    terjadi tindakan penganiayaan. Ketika kaum Quraisy

    mencegah kaum Muslimin untuk menunaikan umrah ke

    Baitullah, turunlah firman Allah Swt., “Janganlah sekali-

    kali kebencian kepada suatu kaum yang telah menghalangi

    kalian untuk memasuki Masjidil haram, mendorongmu

    untuk berbuat aniaya (terhadap mereka)! Saling tolong-

    menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan

    ketakwaan; dan janganlah saling tolong-menolong dalam

    dosa dan permusuhan!” (Al-Maidah: 2).

    Setelah Allah Swt. memberikan kekuasaan kepada

     Nabi Muhammad Saw., beliau berinteraksi damai dengan

    negara-negara yang sudah berdiri pada masa itu. Pasca

    kesepakatan gencatan senjata dengan kaum Musyrikin

    Makkah, beliau mengirimkan surat kepada para raja dan

     pemimpin, sebagai gambaran dan contoh berinteraksi

    dengan kelompok yang tidak memusuhi. Allah Swt.

     berfirman, “Katakanlah, ‘Hai Ahli Kitab, marilah

    (berpegang trguh) pada satu kalimat (ketetapan) yang tidak

    ada perselisihan antara Kami dan kalian, yaitu kita tidak

    menyembah kecuali kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya

    dengan sesuatu apapun, dan tidak (pula) sebagian kitamenjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    67/124

    Peran Islam dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    65

     Allah!’ Jika mereka berpaling, maka Katakanlah kepada

    mereka, "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang

     yang berserah diri (kepada Allah)!’” (Ali Imron: 64)

    Di antara mereka adalah Raja Muqauqis, pemimpin

    Kaum Kristen koptik di Mesir. Sebagai jawaban, Maqauqis

    mengirimkan berbagai macam hadiah berupa: pakaian

    mewah, hewan tunggangan untuk Rasulullah Saw. Di

    samping itu, Muqaiqis juga memberikan dua orang wanita

    muda yang memiliki kedudukan penting di kalangan

    Kristen koptik untuk melayani beliau. Nabi Saw. menerima

    hadiah tersebut sebagai penghormatan atas kecintaan ini.

    Islam memberikan pengakuan terhadap agama-

    agama lain dan hak-hak kaum non muslim. Islam menjalin

    hubungan dengan mereka di atas landasan hidup

     berdampingan secara damai, baik di negeri dan wilayah

    yang berhasil ditaklukkan oleh kaum muslimin maupun

    negara-negara tetangga.

    Allah Swt. berfirman, “Allah tidak melarang kamu

    untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang

     yang tidak memerangimu karena agama, dan tidak (pula)

    mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah

    mencintai orang-orang yang berlaku adil.”  (Al-Mumtahanah:8)

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    68/124

    Peran Islam dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    66

    Islam menjadikan sikap ridha dan kepuasan sebagai

     jalan untuk memasuki Islam. Oleh karena itu, Allah Swt.

    melarang sikap pemaksaan dan tekanan. Allah Swt.

     berfirman, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama

    (Islam); karena sesungguhnya jalan kebenaran telah

    menjadi nyata (sehingga bisa dibedakan) dari jalan

    kesesatan.” (Al-Baqarah:256)

    Allah Swt. juga berfirman, “Serulah (manusia)

    menuju jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang

    baik; bantahlah mereka dengan cara yang terbaik!

    Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui

    tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya; dan Dialah

     yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat

     petunjuk.” (An-Nahl:125)

    Islam memberikan jaminan terhadap hak-hak kaum

    minoritas yang hidup dalam masyarakat muslim, “ Hak

    mereka adalah apa yang menjadi hak kita; kewajiban

    mereka adalah kewajiban kita.” Bahkan, Dinasti (khilafah)

    Utsmaniyah mengeluarkan undang-undang

    kewarganegaraan pada 19 Januari 1869 M. yang

    membatalkan pemisahan antara kaum Muslimin dan kaum

    kafir  dzimmi, yang menetap di negara Islam dan tunduk di

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    69/124

    Peran Islam dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    67

     bawah peraturan Islam); sehingga semuanya menjadi satu

    warga negara.

    Globalitas Islam dan Aliansi Peradaban

    Islam mampu untuk memasuki bangsa-bangsa

    menyembah berhala melalui gerakan penaklukkan dan

    dakwah yang luas. Sedangkan kaum ahli kitab, Islam

    memasuki mereka melalui perjanjian perlindungan dan

    hidup damai beserta kaum muslimin. Islam eksistensi

    kebangsaan mereka, ritual-ritual keagamaan dan

    kebudayaan mereka. Kaum muslimin mampu merangkum

    nilai pluralitas agama, budaya dan peradaban dalam bingkai

    “globalitas ajaran Islam”. Nilai globalitas Islam terus aktif

    dan bekerja di atas nilai pluralitas. Setelah mengakui

    adanya nilai pluralitas, Islam kemudian mendorongnya

    menuju prinsip globalitas, agar berubah menjadi faktor

     pemicu dalam mengikat keberagaman manusia yang positif

    di bawah naungan hidayah Allah dan agama yang benar.

    Islam datang untuk memerdekakan bangsa-bangsa.

    Sejarah tidak pernah mencatat satu peristiwa pun di mana

    kaum muslimin membunuhi penduduk wilayah yang telah

    ditaklukkannya. Justeru sebaliknya, penduduk wilayah yang berhasil ditaklukkan turut bergabung bersama kaum

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    70/124

    Peran Islam dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    68

    Muslimin untuk melawan para penguasa mereka. Karena

    Islam telah membebaskan mereka dari para penguasa

    mereka yang zalim. Dengan begitu, Islam telah membangun

    koalisi peradaban pertama yang berskala global untuk

    melawan kezaliman dan para penguasa yang diktator,

    koalisi perbadaban yang berlandaskan asas keadilan dan

    komitmen dengan ajaran kitab samawi.

    Kekhalifahan Islam menjadi pemahaman baru bagi

    umat manusia; tampil sebagai sebuah kepemimpinan yang

    menjalankan peran kesultanan dan dalam bentuk sebuah

     pemerintahan. Kendati begitu, kekhalifahan Islam

    melampaui kekurangan sistem kesultanan, mengungguli

     batas teritorial kekuasaannya, mengalahkan kekuatan dan

    ajarannya. Selanjutnya kekhalifahan Islam menjadi model

     pemerintahan alternatif yang menggantikan sikap egoistis

    dan dominasi penguasa. Allah Swt. berfirman, “Kamu

     sekali- kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka.” 

    (q.s. Qaaf:45); juga berfirman, “Kamu bukanlah orang

     yang berkuasa atas mereka.” (q.s. Al-Ghasiyah:22)

    Maka kemudian, pemerintah Islam menjalin

    keserasian peradaban global yang di dalamnya, dibagikan

    zakat bagi orang-orang non muslim yang hati-hati merekaterjalin baik dengan kaum muslimin. Entitas Islam

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    71/124

    Peran Islam dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    69

    merupakan entitas pertama yang berhasil merangkul

    seluruh lapisan bangsa, setelah kehidupan manusia tercerai-

     berai oleh hegemoni peradaban Yunani dan Romawi.

    Pernah terjadi dialog peradaban terbesar antara

     peradaban Islam dengan peradaban masa lalu; yang

    dilakukan oleh kaum Kristen Arab di Syam, berpusat di

    kota Raha dan Nisisbis; juga di kota Baghdad, di “ Diwan

     Al-Hikmah” yang didirikan oleh Khalifah Al-Ma`mun

    sebagai pusat terjemah terbesar yang pernah dicatat oleh

    sejarah. Para penerjemah “Diwan Al-Hikmah” pada masa

    itu berbicara dengan bahasa Arab, beragama Kristen, tetapi

    memiliki wawasan kebudayaan Islam.

    Pada akhir masa keemasan peradaban Islam, pada

    abad 7 H. / 13 M., dimulailah kegiatan penerjemahan kitab-

    kitab berbahasa Arab ke bahasa latin, di kota Qalaiqilah,

    Badou, Marmu dan Konstantinopel. Bahkan, bahasa Arab

    menjadi bahasa resmi kenegaraan pada masa Frederick II

    yang pernah dituliskan sebuah buku oleh seorang pemikir

    Islam terkemuka, Ibnu Sab`in, yang berjudul “ Al-Masail

     As-Shaqliyah” sebagai jawaban atas beberapa pertanyaan

    dalam bidang filsafat.

    Hal ini berdampak pada berkembangannya ilmu barat modern, seperti: ilmu matematika, teknik, astronomi,

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    72/124

    Peran Islam dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    70

    ilmu alam, fisika, kimia, farmasi, ilmu tentang tumbuhan

    dan binatang. Pada masa ini pulalah, berhasil diterjemahkan

    kitab “ Al-Jabr wal-Muqaabalah” karya Al-Khawarizmi;

    “ Al-Munaadzir ” karya Hasan bin Haitsam dan catatan-

    catatan Ibnu Hayan dalam bidang kimia; dan lain

    sebagainya.

    Organisasi Internasional dan Dialog Peradaban

    Pada tahun 2001, mantan Presiden Iran, Muhammad

    Al-Khatami, mengusulkan agar PBB segera melaksanakan

    langkah pertama dengan menyebut tahun 2001 sebagai

    “tahun dialog peradaban”, dengan harapan dialog ini dapat

    mewujudkan langkah-langkah terpenting dalam

    mewujudkan keadilan, kebebasan global; dalam

    mengukuhkan proses koordinasi dan kerjasama dalam

     bidang budaya, ekonomi, politik, asas kebebasan, keadilan

    dan hak asasi manusia. Usulan ini mendapatkan sambutan

     besar oleh dunia internasional. Setelah itu,

    diselenggarakanlah berbagai macam konferensi untuk

    menyerukan dialog peradaban. Pada tahun 2007, PBB

    membuat program-program strategis untuk membangun

    aliansi peradaban. Kebijakan ini lahir karena PBBmenemukan hal terburuk yang dialami oleh peradaban

  • 8/16/2019 Islam dan Peranannya dalam Mempromosikan Perdamaian Dunia (2).pdf

    73/124

    Peran Islam dalam Mempromosikan Aliansi Peradaban

    71

    dunia adalah kesalahan sikap politisasi terhadapnya; di

    mana yang seharusnya peradaban menjadikan faktor

     pemersatu dan pertemuan bangsa-bangsa dalam aspek

     budaya dan peradaban, namun kemudian menjadi objek

     politisasi dan masu