Isi Makalah Pengusir Nyamuk

download Isi Makalah Pengusir Nyamuk

of 34

  • date post

    02-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    2.841
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Isi Makalah Pengusir Nyamuk

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan dunia teknologi sudah sangatlah pesat. Sehingga dibutuhkan suatu kemampuan dalam menyeimbangkan perkembangan tersebut. Tidak hanya perkembangan dunia teknologi komunikasi dan informasi, teknologi dalam bidang elektronika sebagai faktor utama yang mendukung teknologi dapat mengalami perkembangan hanya dalam beberapa bulan saja, khususnya perangkat elektronik yang bersifat analog maupun digital. Mahasiswa Universitas Gunadarma mendapat suatu materi praktek dalam bidang elektronika . Hal ini merupakan salah satu cara dalam menyeimbangkan perkembangan teknologi tersebut. Materi praktek yang diajarkan didalam Laboratorium Elektronika Dasar, mengarahkan dan rekan-rekan atau mahasiswa untuk suatu dapat membuat, yang bahkan merancang rangkaian membimbing

mengembangkan

bermultiguna. Pembuatan alat ini, mulai dari menggambar rangkaian dengan skema secara elektronik dan kemudian dirangkai menjadi suatu rangkaian yang dapat digunakan. Untuk alat yang dipilih oleh penyusun adalah PENGUSIR NYAMUK. Dalam pembuatan pengusir nyamuk ini terdapat beberapa kendala yang harus dihadapi, seperti ; perancangan layout yang diambil dari skema elektronika yang nantinya akan digambar pada papan PCB. Penggunaan jumper juga sangat diperhatikan. Kendala selanjutnya adalah memindahkan atau mengambar layout tersebut pada papan PCB. Setelah itu adalah pelarutan papan PCB tersebut. Papan PCB yang digunakan adalah papan PCB polos atau papan PCB yang belum dipakai dan tidak ada gambar rangkaian pada bagian tembaganya. Pembuatan rangkaian pada PCB dapat digunakan dengan menggunakan spidol atau menggunakan rugos yang berbantuk garis. Keberhasilan dalam pembuatan alat ini tergantung dari rangkaian yang telah menjadi jalur tembaga yang ada pada papan PCB tersebut. 1 2

Untuk Makalah yang diambil oleh penyusun yang berjudul Suara Jangkrik Tiruan, mengharapkan dapat terobatinya rasa rindu akan suara keindahan alam yang selama ini semakin menghilang, seiring dengan makin pesatnya kemajuan zaman, tehnologi dan industri dan apalagi jika kita berada di Ibu Kota yang semakin penuh sesak dengan populasi manusia dan polusi udara. 1.2 Pembatasan Makalah Untuk lebih mempersempit pembahasan dalam hal pembuatan Suara Jangkrik Tiruan ini, maka pembahasan akan dibatasi pada analisa rangkaian secara blok diagram maupun analisa rangkaian. 1.3 Tujuan Penulisan Pembuatan Suara Jangkrik Tiruan ini mempunyai tujuan yang hendak dicapai yaitu mengaplikasikan dan mempraktekkan teori-teori yang telah didapat, sehingga dapat menjadi suatu pemahaman tentang cara kerja suatu rangkaian elektronika agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk merancang suatu alat yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. dan selain itu juga mengharapkan dapat terobatinya rasa rindu akan suara alam yang semakin waktu semakin menghilang seiring perkembangan zaman. 1.4 Metode Penulisan Dalam penyusunan makalah ini, digunakan metode studi pustaka (Library Research). Dalam metode ini, penyusun berusaha mencari literaturliteratur yang berkaitan dengan rangkaian Suara Jangkrik Tiruan tersebut, sehingga penyusun dalam penulisan tidak menyimpang dari rangkaian Suara Jangrik Tiruan tersebut. Maka literatur-literatur tersebut dijadikan pedoman dalam penyusunan makalah ini. 1.5 Sistematika penulisan Pada penyusunan makalah ini dibagi menjadi beberapa bab yang akan berisikan mengenai lingkup dari setiap bab. Secara garis besar, makalah ini dibagi menjadi 5(lima) bab sebagai berikut:

3

BAB I

: PENDAHULUAN Dalam bab ini dituliskan mengenai latar belakang masalah, pembatasan makalah, tujuan dari penulisan makalah, metode penulisan yang dipergunakan dalam penyusunan makalah dan juga tentang sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI Dalam bab ini berisi tentang teori-teori dasar mengenai komponen yang dipergunakan dalam rangkaian Suara Jangkrik Tiruan. BAB III : ANALISA RANGKAIAN Bab ini akan menyajikan tentang analisa-analisa rangkaian Suara Jangkrik Tiuran tersebut. Analisa yang akan disajikan akan berbentuk analisa rangkaian secara blok diagram maupun analisa rangkaian secara detail. BAB IV : CARA PENGOPERASIAN ALAT Bab ini akan mengulas mengenai cara-cara pengoperasian pengusir nyamuk tersebut. Dalam mengaktifkan ataupun dalam melihat output yang dihasilkan oleh alat tersebut. BAB V: PENUTUP Bab ini berisikan tentang kesimpulan dari makalah ini dan saran terhadap penyusun berkaiatan dengan hasil penyelesaian pembuatan pengusir nyamuk ini.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Elektronika Sebelum membahas komponen dan rangkaian yang terdapat dalam elektronika, kita harus mengetahui dahulu apa yang dimaksud dengan elektronika. Menurut kamus besar bahasa Indonesia elektro merupakan kata majemuk yang mengenai atau dikenai dengan tenaga listrik. Elektronika ialah ilmu yang mempelajari sifat-sifat dan prinsip kerja piranti (device = alat) yang asas kerjanya terdapat aliran elektron dalam ruang hampa dan aliran elektron dalam piranti semi-penghantar. Cakupan bidang elektronika cukup luas ulai radio, radar, televisi, sistem pengaturan dalam industri, komputer, rekaman suara, alat-alat ukur, perkakas kedokteran dan lain alat-alat yang memakai tabung radio (tabung elektronik) atau piranti semi-penghantar. 2.2 Teori Elektron Pada bagian ini akan membahas mengenai molekul-molekul atom dan elektron. Pengertian mengenai struktur atom berguna untuk menjelaskan gayagaya diantara atom yang akhirnya mengarah pada pembentukan molekul. Dalam sub bab ini akan mempelajari struktur listrik atom yang diartikan sebagai : dimana elektron dalam suatu atom paling mungkin ditemukan. 2.2.1 Partikel Penyusun Atom Menurut teori atom Dalton yang dikembangkan selama periode 1803-1808 didasarkan atas tiga asumsi pokok: 1. Tiap unsur kimia tersusun atas partikel terkecil yang disebut atom. 2. Atom tidak dapat dipecah lagi menjadi baian-bagian yang lebih kecil. 3. Semua atom dari unsur mempunyai massa (berat) dan sifat yang sama. 4. Dalam senyawa kimia, atom-atom dari unsur yang berlainan melakukan ikatan dengan perbandingan numerik sederhana. Pada akhir tahun 1800-an, teori atom Dalton tumbang oleh sederetan penemuan mutakhir, misalnya sinar X (1895), radioaktif (1896), elektron (1897) dan 4 5

radium(1898). Studi atas gejala-gejala tersebut menunjukan bahwa atom merupakan merupakan struktur rumit yang dibangun oleh partikel-partikel penyusun atom. 2.2.2 Teori Elektron Penelitian mengenai bangun atom antara lain didasarkan pada eksperimen yang dilakukan dengan tabung (kaca) hampa atau tabung sinar katode. Sir William Crookes merancang suatu tabung hampa yang merupakan penyempurnaan dari tabung sinar katode yang disebut tabung Crookes. Jika kawat diberi potensial listrik yang tinggi kemudian didekatkan, akan terjadi bunga api dari satu kawat ke kawat lain. Bila ujung kawat ditaruh dalam tabung hampa akan terlihat adanya bara hijau kekuningan dari arah katode. Sinar ini disebut sinar katode. Kemudian sifat-sifat ini disimpulkan sebagai berikut : 1. Sinar katode dipancarkan oleh katode dalam sebuah tabung hampa bila dilewati arus listrik. 2. Sinar katode berjalan dalam garis lurus 3. Sinar katode bila membentur gelas atau benda tertentu akan mengeluarkan cahaya sehingga dapat disimpulkan bahwa sinar katode terdiri atas partikelpartikel. 4. Sinar katode dibelokkan oleh medan listrik dan magnet ke arah partikel yang bermuatan negatif. 5. Sifat sinar katode tidak dipengaruhi oleh bahan elektrode (besi, platina, dll). Dari kelima sifat tersebut disimpulkan bahwa sinar katode terdiri dari partikel-partikel yang bermuatan negatif dan diberi nama elektron oleh JJ. Thomson. Kemudian dikemukakan istilah

e- dan dilambangkan dengan -1e0.

Atom yang terdapat pada silikon terdiri dari inti atom dan 14 elektron yang berputar menelilingi inti. Kemudian pada empat belas elektron yang mengelilingi inti pecah menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok yang letaknya dekat dengan inti terdiri dari dua elektron. Kelompok kedua merupakan kelompok yang letaknya jauh dari inti terdiri dari empat elektron, kelompok ini disebut juga elektron valensi, sedangkan kelompok ketiga memiliki 8 elektron 6 yang letak diantara kedua kelompok tersebut. Elektron yang terletak dalam kulit

yang dekat dengan inti adalah memiliki tenaga yang terbesar. Dimana tenaga ini disebabkan karena elektron bergerak yang menimbulkan energi kinetis dan energi potensial yang disebabkan karena letak elektron dalam medan listrik inti atom. Pada gerakkan elektron tersebut terjadi peristiwa tarik menarik antara muatan positif dengan muatan negatif elektron. Elektron yang berada pada kulit terluar memiliki nilai yang paling kecil, oleh sebab itu elektron-elektron yang berada pada kulit terluar ini paling mudah lepas dari inti. Bila elektron ini terlepas maka ia akan bergerak bebas. Elektron ini akan berputar pada bagian luar zat semi-penghantar tersebut dan dinamakan elektron bebas. Jumlah elektron bebas suatu zat akan dapat menentukan sifat kelistrikkannya. Bila dalam jumlah besar seperti dalam logam maka akan menghasilkan daya hantar listriknya baik atau disebut sebagai konduktor. Dan apabila jumlah elektronnya sedikit maka zat tersebut tidak akan memiliki daya hantar listrik yang yang baik atau akan bersifat isolator. Karenanya daya hantar listrik bahan silikon dan germanium tak sebaik logam tetapi lebih baik dari isolator, maka dapat dinyatakan bahwa silikon dan germanium memiliki sifat semikonduktor. Silikon dan Germanium digunakan untuk membuat komponenkomponen zat padat (solid state) seperti integrated Circuit (IC) sedangkan bahan carbon yang utama digunakan untuk membuat komponen tahanan (resistor) dan potensiometer. 2.3. Teori Komponen Didalam elektronika, komponen elektronik terbagi menjadi dua jenis yaitu komponen pasif dan komponen aktif. Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dala