Isi Makalah Gemeli

download Isi Makalah Gemeli

of 22

  • date post

    31-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    244
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Isi Makalah Gemeli

Kehamilan ganda Kehamilan ganda adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih intrauteri. Kehamilan ini dianggap mempunyai resiko tinggi karena bebrapa alasan berikut ini : 1. Kejadian komplikasi pada kehamilan ganda lebih tinggi : a. Emesis Gravidarum yg berkembang menjadi hiperemesis gravidarum b. Hipertensi dalam kehamilan c. Sering terjadinya penyakit penyerta : Diabetes mellitus Pielonefritis

d. Kehamilan dengan hidramnion e. Persalinan premature f. Pertumbuhan mengalami hambatan : IUGR Pertumbuhan tidak sama Terjadi transfuse antar janin

2. Dikaitkan dengan kelainan congenital 3. Memerlukan tindakan operasi persalinan 4. Menimbulkan trauma persalinan 5. Komplikasi post partum a. Perdarahan post partum akibat atonia uteri b. Infeksi puerperium

c. Subinvolusi uteri

6. Saat hamil dikaitkan dengan kejadian anemia tinggi karena nutrisi dan vitamin atau Fe masih kurang. Dengan pertimbangan bahwa kejadian mortalitas dan morbiditas akan lebih tinggi pada kehamilan ganda daripada kehamilan tunggal, maka kehamilan ganda dianggap mempunyai resiko tinggi atau digolongkan resiko tinggi. Kematian perinatal yang tinggi sangat berkaitan dengan persalinan premature dan kemungkinan kelainan congenital yang relative tinggi. KEJADIAN KEHAMILAN GANDA Kejadian kehamilan ganda pada setiap daerah tidak sama, tergantung dari : 1. Keadaan daerah dan negara bersangkutan : misalnya Finlandia tertinggi, sedangkan jepang terendah 2. Bersifat herediter3. Etnis Bangsa : Negro Amerika lebih tinggi daripada kulit putih

Beberapa ahli memperhatikan kejadian kehamilan ganda dan mengemukakan pendapatnya : Nama Greulich (1930) Helin Prawiroharjo 1:89 1:83 1:892 1:2715 1: 893 16.288 Ganda 1:85 Triplet 1:7.629 Kuadruplet 1: 41.600.000 Jumlah 12.000.000

Kejadian Kehamilan ganda sekitar 1% dari seluruh kehamilan yang dirawat disertai perkiraan : 1. Kehamilan ganda dizigot 7,5 /1000 2. Kehamilan monozigot 3,5/1000

Faktor yang dapat memicu kejadian kehamilan ganda disamping yang bersifat umum, seperti ras, herediter dan etnis, faktor lainnya diduga adalah : 1. Faktor usia : a. Makin tinggi usia ibu hamil, makin besra kemungkinan mendapat kehamilan ganda. b. Pada usia 40 tahun kejadiannya makin menurun 2. Faktor paritas : a. Kejadian pada multipara akan makin tinggi 3. Faktor pemicu ovulasi : a. Pemberian pemicu ovulasi dapat memberikan peluang terjadinya kehamilan ganda lebih besar. 4. ART (Assited Reproduction Technology) a. Pengambilan dan penanaman upaya ART selalu akan dilakukan lebih, sekitar 3-4 hasil konsepsi sehingga akan menghasilkan kehamilan ganda lebih tinggi jumlahnya.

PATOFISIOLOGI KEHAMILAN GANDA

Fisiologi kehamilan ganda dapat terjadi karena dua ovum yang dibuahi pada saat hampir bersamaan atau berasal dari satu ovum yang mengalami pemecahan pada saat dini, dijabarkan sebagai berikut. 1. Kehamilan ganda dari dua ovum dyzigot. Nama lainnya disebut juga : a. Heterozigot b. Binovuler c. Fraternal Pada kehamilan dizigotn dapat terjadi : a. Jenis kelaminnya kebetulan dapat sama b. Umumnya berbeda saperti pertumbuhan janin biasa yang berasal dari ovumspermatozoa berdeda. Berkaitan dengan waktu terjadinya pembuahan terhadap ovum tersebut dikemukakan tiga bentuk, yaitu : a. Kembar dizigot : terjadi konsepsi terhadap ovum pada hubungan seksual dengan waktu sama terhadap dua ovum. b. Superfekundasi : terjadi konsepsi terhadap ovum dengan waktu yang relative berdekatan oleh hubungan seksual suami dari suami sendiri atau orang lainnya. c. Superfetasi : kehamilan kedua terjadi pada waktu relative jauh,setelah kehamilan pertama. Syarat superfetasi adalah desidua kapsularis dan desidua parietalis belum bersatu, sehingga masih terdapat peluang spermatozoa untuk masuk kavum uteri, menuju tuba falopii dan berhasil terjadi konsepsi serta diikuti dengan implantasinya.

Berkaitan dengan kehamilan kembar secara superfekundasi, Archer 1910 melaporkan kejadian persalinan kehamilan ganda dengan perbedaan kulit hitam dan putih. Gambaran demikian sudah pasti menunjukan bahwa laki-laki yang memberikan kehamilan ganda berbeda etnis dan merupakan perselingkuhan yang terbukti dengan pasti. Tumbuh kembang kehamilan ganda dizigot selalu akan mempunyai dua plasenta dengan tempat implantasi yang relatif berbeda sehingga akan memberikan dampak pertumbuhan janin yang berbeda. Perbedaannya dapat dibuktikan dengan berat badan yang berbeda akibat tempat implantasi yang tidak mampu memberikan nutrisi,aliran darah dan O2 yang sama. Perbedaan berat badan sekitar 50-800 gram. Perbedaan berat janin akibat : a. Tempat implantasi yang berbeda tingkat kesuburannya b. Ternyata hamil ganda dizigot plasentanya menjadi satu sehingga terjadi perjuangan untuk mendapatkan nutrisi lebih dengan akibat terdapat perbedaan berat badan janin Pada kehamilan ganda dizigot plasentanya menjadi satu sehingga terjadi komplikasi antara lain terdapat pertumbuhan plasenta yang baik pada satu janin yang mengalahkan tumbuh kembang lainnya. Sehingga dapat terjadi asfiksia sampai dengan kematiannya. Setelah mati, janin ini dapat menjadi : a. b. Fetus kompresus Fetus papirasius Kejadian ini sangat mungkin jika implantasi plasentanya berdekatan.

2.Kehamilan Ganda dari Satu Ovum monozigot Kejadian hamil ganda dari satu ovum lebih jarang daripada dua ovum. Selain itu,saat pemecahannya akan menyebabkan terjadinya anomali pertumbuhan sehingga dapat terjadi berbagai bentuk.

Morbiditas dan mortalitas hamil ganda dengan satu ovum, lebih tinggi daripada dua ovum, berdasarka bentuk pemecahaannya dan terdapat retroplasentar sirkulasi tunggal, sehingga dapat menimbulkan gangguan tumbuh kembang janin lainnya. Sebagai gambaran, tingkat dan saat pemisahannya dijabarkan pada Tabel 6.33 Jika pemisahan terjadi setelah diskus embrional terbentuk,akan terjadi bentuk terpisah yang tidak lengkap dan terdapat bayi kembar siam. Kejadian kembar siam sangat langka sekitar 1 dalam 70000 persalinan. Pada kehamilan ganda monozigot dapat terjadi satu jantung lebih dominan sehingga dapat menyerap darah lebih banyak dan dapat mengganggu pertumbuhannya.

Tabel 6.32 Perbandingan persalinan antara hamil ganda dan tunggal Hasil Persalinan Wanita bersalin Kelahiran Lahir mati (/1000) Kematian neonatal (/1000) Kematian perinatal BB lahir sangat rendah (< 1500 gram) Hipertensi dalam kehamilan Seksio sesarea Tunggal 14.053 14.053 85 (6) 57 (4) 142 (10) 1,4% 12 % 19 % 162 324 8 (25) 6 (18) 14 (43) 12% 20% 60% Ganda

Tabel 6.33 Gambaran tingkat dan saat pemisahan Saat pemisahan Keadaan saat itu Hasil pemisahan

0-72 jam

Bentuk morula Inner sel mass belum terbentuk Lapisan luar blastokist

Dua embrio Dua kantung amnion

belum Dua kantung korion Plasenta dapat menjadi satu atau terpisah

membentuk korion

4-8 hari

Inner sel mass terbentuk Lapisan luar blastokist

Terbentuk dua embrio telah Dua kantung amnion,untuk masing-masing janin Diliputi oleh satu korion Terbentuk dua embrio Satu amnion dan satu

menuju pembentukan korion Amnion belum terbentuk 8-12 hari Diskus embrional belum terbentuk Amnion dan korion telah terbentuk Pemisahan masih mungkin terjadi Setelah hari ke-12 dan ke-13 Diskus embrional telah terbentuk Terjadi pemisahan tidak lengkap

kantung korion Menimbulkan masalah

karena akan terjadi kembar yang masih berhubungan (conjoined twins)

Gambar hal 463-470

1. Jika terjadi setelah usia kehamilan 30 minggu, dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang dalam bentuk IUGR,simetris atau asimetris 2. Jika terjadi sejak hamil muda maka tumbuh kembang satu janin akan sangat berbeda bahkan tidak mempunyai bentuk jelas,disebut akardiakus : a. Akardiakus asefalus : monster terdiri dari panggul dan ekstremitas bagian bawah b. Akardiakus akornus : monster tanpa badan c. Akardiakus amorfus : Terdiri dari jaringan ikat dan berbagai alat yang mengalami pertumbuhan rudimenter Amorf = tidak berbentuk 3. Kejadian yang lebih ringan : sindroma transfusi a. Janin dengan jantung lebih kuat mendapatkan : Pertumbuhan janin lebih baik Polisitemia Hidroamnion Terjadi edema b. Janin donor : Anemia Pertumbuhannya kurang Dehidrasi sampai ologihidroamnion

Asfiksia ringan, berat sampai meninggal c. Setelah meninggal, janin ini dapat mengalami :

Fetus kompresus Fetus papirasius d. Ada kemungkinan terjadi gangguan tumbuh kembang sistem saraf pusat, yang dapat menyebabkan gangguan IQ atau kematian karena beratnya gangguan pertumbuhan

Diagnosis Hamil Ganda Diagnosis kehamilan ganda tidak terlalu sukar karena dapat ditetapkan sebagai berikut: 1. Anamnesis a. Riwayat keluarga dengan kehamilan ganda b. Gejala klinis hamil muda sudah manifestasi sejak usia kehamilan masih muda c. Derajat gejala hamil muda lebih hebat daripada hamil tunggal. 2. Palpasi kehamilan a. Tinggi fundus uteri melebihi hamil tunggal b. Sering disertai dengan hidroamnion c. Teraba banyak bagian kecil janin d. Teraba dua bagian besar : Berdekatan Teraba dua bokong atau dua kepala janin 3. Auskultasi DJJ : terdengar dua punctum maksimum detak jantung janin

4. Pemeriksaan USG : a. Dengan USG, dipastikan terjadi kehamilan ganda : Dua kepala atau dua bokong Dua punctum maksimum DJJ janin Tampak satu janin mengalami hidroamnion atau tumbuh kembangnya sukar,sehingga satu janin kecil dibandingkan yang lain Dengan mempergunakan kombinasi antara ultrasonografi dengan pemeriksaan konvensional, maka keberadaan kehamilan ganda tidak sulit ditetapkan.

Pengawasan Antenatal Hamil Ganda Oleh karena dapat digolongkan kehamilan dengan risiko tinggi maka pengawasan ibu hamil dengan hamil ganda sebagai berikut. 1. Diet Ibu Hamil Ganda a. Memerlukan kalori yang lebih tinggi 300kal/Kg b. Komposisi makanan sebaiknya 5 sempurna sehingga tumbuh kembang janin menjadi lebih baik c. Pemberian vitamin, Fe dan asam folat perlu mendapat perhatian sehingg