ISI Makalah

8
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran standar. Besaran standar adalah auan/pedoman yang sudah di sepakati bersama secara internasional. Besaran standar tentunya memerlukan satuan-satuan dasar. Agar dapat di gunakan maka besaran standar tersebut harus dapat didefinisikan secara fisik, tidak berubah karena waktu, dan harus dapat digunakan sebagai alat pembanding di seluruh dunia. 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang akan di bahas pada makalah ini 1. Pengertian batasan pengukuran/metrologi? 2. Faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran? 3. Istilah-istilah pengukuran teknik? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Mengetahui pengertian batasan pengukuran/metrologi 2. Mengetahui faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran 3. Mengetahui istilah-istilah pengukuran teknik 1

description

makalah

Transcript of ISI Makalah

Page 1: ISI Makalah

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran standar.

Besaran standar adalah auan/pedoman yang sudah di sepakati bersama secara

internasional. Besaran standar tentunya memerlukan satuan-satuan dasar. Agar

dapat di gunakan maka besaran standar tersebut harus dapat didefinisikan secara

fisik, tidak berubah karena waktu, dan harus dapat digunakan sebagai alat

pembanding di seluruh dunia.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan di bahas pada makalah ini

1. Pengertian batasan pengukuran/metrologi?

2. Faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran?

3. Istilah-istilah pengukuran teknik?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui pengertian batasan pengukuran/metrologi

2. Mengetahui faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran

3. Mengetahui istilah-istilah pengukuran teknik

1

Page 2: ISI Makalah

II. PEMBAHASAN

2.1. Batasan Pengukuran/Metrologi

Pengukuran adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk

menentukan nila suatu besaran dalam bentuk angka (kwantitatif). Jadi mengukur

adalah suatu proses mengaitkan angka secara empirik dan obyektif pada sifat‐sifat

obyek atau kejadian nyata sehingga angka yang diperoleh tersebut dapat

memberikan gambaran yang jelas mengenai obyekatau kejadian yang diukur.

Instrumentasi (Instrumentation)

Bidang ilmu dan teknologi yang mencakup perencanaan, pembuatan dan

penggunaan instrument atau alat ukur besaran fisika atau sistem instrument untuk

keperluan diteksi, penelitian, pengukuran, pengaturan serta pengolahan data.

Metrologi (Metrology)

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkaitan dengan kegiatan pengukuran.

Metrologi mencakup tiga hal utama:

1. Penetapan definisi satuan‐satuan ukuran yang diterima secara internasional;

misal: meter, kilogram dsb.

2. Perwujuan satuan‐satuan ukuran berdasarkan metode‐metode ilmiah, misal

perwujudan nilai meter menggunakan gelombang cahaya laser.

3. Penetapan rantai ketertelusuran dengan menentukan dan merekam nilai dan

akurasi suatu pengukuran dan menyebarluaskan pengetahuan tersebut,

misalnya hubungan (perbandingan) antara nilai ukur sebuah mikrometer ulir

terhadap balok ukur sebagai standar panjang dilaboratorium.

2.2 Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran

Perlu diperhatikan bahwa dalam proses pengukuran selalu terjadi kesalahan

(ketidak sempurnaan). Hasil pengukuran tergantung dari faktor:

Alat ukur (ketelitian, kecermatan, ketepatan, dan lain-lain).

Cara pengukuran (langsung, tidak langsung, dengan kaliber batas, dengan

bentuk standar).

Orang yang mengukur (pengetahuan, keterampilan).

Kondisi obyek ukur (kerumitan).

2

Page 3: ISI Makalah

Mengingat masing-masing faktor tersebut baik secara individu maupun secara

bersamaan senantiasa cenderung terjadi ketidak sempurnaan, maka kesalahan

dalam pengukuran akan selalu terjadi. Oleh sebab hal tersebut, maka ukuran yang

sebenarnya tidak pernah bisa diketahui. Meskipun begitu, dengan perkembangan

teknologi dewasa ini mesin perkakas telah mampu menghasilkan produk dengan

ketelitian sangat tinggi, sehingga alat-alat ukur serta perlengkapan lainnya telah

dikembangkan dengan tinggat ketepatan yang tinggi pula, sehingga hal ini dapat

mengurangi terjadinya kesalahan pada peralatan ukur.

2.3 Istilah-istilah Pengukuran Teknik

Berbagai istilah teknik yang sering digunakan dalam proses pengukuran (atau

untuk menyatakan sifat-sifat alat ukur) adalah sebagai berikut:

Kemampuan/Kemudahan Baca (Readability), yaitu tingkat ketelitian

pembacaan dari skala alat ukur, atau kemampuan sistem penunjukan dari

alat ukur untuk memberikan suatu angka yang jelas. Hal ini tergantung dari

sistem penunjukan: garis skala, jarum, garis indeks, dan digital (elektris).

Kepekaan (Sensitivity), yaitu perbandingan antara gerak linier jarum

penunjuk pada instrument/alat ukur tersebut dengan perubahan variabel

yang diukur yang menyebabkan gerakan itu (kemampuan alat ukur untuk

dapat merasakan perbedaan yang relatif kecil dari harga yang diukur).

Histerisis (Hysterisis), yaitu adanya perbedaan hasil pembacaan pada saat

pengukuran dilakukan dari arah yang berbeda, atau penyimpangan yang

timbul sewaktu dilakukan pengukuran secara kontinyu dari 2 arah yang

berlawanan, yaitu mulai dari skala nol hingga skala maksimum, kemudian

diulang lagi dari skala maksimum sampai skala nol. Penyebab terjadinya

karena gesekan atau gaya tekan.

Ketelitian (Accuracy), yaitu besarnya deviasi atau penyimpangan terhadap

masukan yang diketahui (kesesuaian antara hasil pengukuran dengan harga

sebenarnya/yang dianggap benar). Kesalahan yang terjadi di sini disebut

kesalahan sistematik (systematic error). Makin kecil kesalahan sistematik,

dikatakan alat ukur makin teliti.

3

Page 4: ISI Makalah

Ketepatan (Precision, Repeatability), yaitu kemampuan untuk dapat

menunjukkan hasil yang sama dari pengukuran yang dilakukan berulang-

ulang dan identik. Artinya: benda ukur sama, alat ukur sama, kondisi

pengukuran sama, dan pengukuran yang sama pula). Kesalahan yang terjadi

disebut kesalahan random (ramban error). Makin kecil disebut makin tepat,

dan untuk mengetahuinya perlu kalibrasi.

Kepasifan (Passivity), merupakan kejadian diamana adanya suatu

perbedaan/perubahan kecil dari harga yang diukur (yang dirasakan sensor)

tidak menimbulkan suatu perubahan apapun pada jarum penunjuknya.

Sering disebut “Kelambatan Reaksi”, penyebabnya karena kelembaman

(sistem mekanis) dan kompresibilitas (sistem pneumatis).

Pergeseran (Shifting, Drift), adalah perbedaan harga yang ditunjukkan

pada skala ukur dengan harga yang tercatat pada kertas grafik.

Rantai Kalibrasi/Mampu Usut (Traceability). Kalibrasi atau peneraan

adalah prosedur pembuktian di dalam penentuan suatu skala sistem, yaitu

mencocokkan harga-harga (bukan satuan harga) yang tercantum pada skala

alat ukur dengan harga standar (harga “sebenarnya”). Kalibrasi wajib

dilakukan untuk alat ukur yang baru selesai dibuat maupun yang telah lama

dipakai. Hal ini untuk menghindari “penipuan” dari alat ukur karena adanya

kesalahan atau keausan dari komponen-komponennya.

4

Page 5: ISI Makalah

III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pengukuran adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk

menentukan nila suatu besaran dalam bentuk angka (kwantitatif). Jadi mengukur

adalah suatu proses mengaitkan angka secara empirik dan obyektif pada sifat‐sifat

obyek atau kejadian nyata sehingga angka yang diperoleh tersebut dapat

memberikan gambaran yang jelas mengenai obyekatau kejadian yang diukur.

Metrologi ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkaitan dengan kegiatan

pengukuran.

Perlu diperhatikan bahwa dalam proses pengukuran selalu terjadi

kesalahan (ketidak sempurnaan). Hasil pengukuran tergantung dari faktor:

Alat ukur (ketelitian, kecermatan, ketepatan, dan lain-lain).

Cara pengukuran (langsung, tidak langsung, dengan kaliber batas, dengan

bentuk standar).

Orang yang mengukur (pengetahuan, keterampilan).

Kondisi obyek ukur (kerumitan).

Berbagai istilah teknik yang sering digunakan dalam proses pengukuran (atau untuk menyatakan sifat-sifat alat ukur) adalah sebagai berikut:

Kemampuan/Kemudahan Baca (Readability), Kepekaan (Sensitivity), Histerisis (Hysterisis), Ketelitian (Accuracy), Ketepatan (Precision, Repeatability), Kepasifan (Passivity), Pergeseran (Shifting, Drift), Rantai Kalibrasi/Mampu Usut (Traceability).

5

Page 6: ISI Makalah

Daftar Rujukan

Chan, Y. 2011. Bahan Kuliah Pengukuran Teknik, (online)

(http://yefrichan.wordpress.com/2011/09/22/pengukuran-teknik/), diakses 2 Mei 2013

Nugraha, C. 2013. Pengukuran Teknik (Mesin), (online)

(http://yefrichan.wordpress.com/2011/09/22/pengukuran-teknik/), diakses 2 Mei 2013

6